Crazy Without You Part 26

Crazy Without You

Author   : Ohmija

Cast  : Donghae SJ, Yoona SNSD, Sehun EXO

Support Cast    : The Rest members SUJU, SNSD, EXO

Genre : Romance, Family, Friendship, Comedy

“Apa?” Suara Donghae seperti tertahan di pangkal tenggorokannya. “Kenapa?”

Masih dengan wajah yang di basahi air mata, Yoona menggeleng, “Jangan menemuiku lagi.”serunya menangis sambil menarik lengan Sehun dan membawanya masuk ke dalam rumah.

Sehun yang sejak tadi bingung memandangi ibunya akhirnya berseru pelan, “Eoma…”

“Jangan pernah menemuinya lagi, mengerti?!” bentaknya. Wanita itu kemudian pergi ke kamarnya dan menutup pintu dengan bantingan keras.

Sehun menghela napas panjang, kedua kakinya melangkah mendekati jendela, memandang Donghae yang masih berdiri di luar dengan kepala tertunduk. Dia tidak mengerti dengan apa yang terjadi antara ibunya dan pria itu. Dia pikir semuanya akan menjadi lebih baik jika keduanya menikah. Tapi akhirnya kenapa justru jadi seperti ini?

***___***

 

Eunhyuk tau terjadi sesuatu pada diri sahabatnya ketika dia kembali dari rumah Yoona dengan wajah kusut dan penampilan yang berantakan. Tidak ada rona di wajahnya, juga kedua matanya yang terlihat semakin teduh. Pria itu bahkan tidak mengatakan apapun saat manager menyuruh mereka bergegas pergi menuju jadwal selanjutnya. Dia tidak merengek atau mengeluh jika dia merasa lelah. Dan di sepanjang perjalanan, dia hanya tidur.

Ini bukanlah pertanda baik ketika Donghae bersikap baik seperti itu. Dia mengenal priai tu selama lebih 10 tahun, saat ini dia tidak bersikap seperti biasanya.

Dia juga bersikap aneh selama siaran radio. Lebih sering diam dan tak banyak bicara, tertawa jika mendengar orang lain tertawa. Dia sama sekali tidak fokus.

“Lee Donghae.” Eunhyuk menarik lengan Donghae ketika jadwal selesai. “Kita harus bicara,” Ia membawa sahabatnya itu menuju tangga darurat, ke tempat yang biasanya tidak di lewati banyak orang. “Apa yang terjadi denganmu? Kenapa kau bersikap seperti itu?”

Donghae menatapnya dengan kening berkerut, “Aku? Kenapa?”

“Jangan bersikap seolah-olah kau tidak tau.,”balas Eunhyuk menatap kedua mata Donghae. “Aku tau kau sedang berusaha keras menutupi sesuatu sekarang.”serunya lagi.

Donghae tertegun selama beberapa saat sebelum akhirnya tertawa dengan wajah menyedihkan, “Kenapa aku sangat berusaha keras padahal aku tau kau akan mengetahuinya? Aku memang bodoh.”

Eunhyuk memandang Donghae semakin lekat, “Apa yang terjadi?”tanyanya lagi, kini dengan nada lebih lembut.

Donghae duduk di salah satu anak tangga dan mendongak menatap Eunhyuk yang berdiri di hadapannya, “Wanita itu…” lirihnya. “Dia meninggalkanku.”

Eunhyuk sedikit tersentak, “Yoona?”

Donghae mengangguk, “Dia memutuskan hubungan kami dan memintaku untuk tidak menemuinya lagi.”

“Kenapa?”

“Jika aku tau, aku tidak akan seperti ini.”serunya. “Mungkin ini adalah penolakan lamaranku kemarin. Mungkin karena dia tidak mau menikah denganku.”

“Tapi bukankah kalian saling mencintai? Dan alasan kenapa Yoona mengundurkan diri dari pekerjaannya, karena kau kan? Karena dia mencintaimu.”

“Aku rasa tidak.” Donghae tersenyum kecut. “Mungkin perasaannya padaku tidak begitu kuat sehingga dengan mudahnya dia mengubah perasaannya itu. Sekarang dia bahkan meninggalkanku tanpa alasan jelas.”

“Sebaiknya kau temui dia nan—“

“Kapan?”potong Donghae. “Aku tidak akan memiliki waktu luang. Aku sangat sibuk dan aku rasa aku tidak akan bisa bertemu dengannya selama beberapa minggu. Lagipula aku tidak yakin dia akan menungguku.”

“Kenapa kau bicara seperti itu? Kau tidak tau apa alasan sebenarnya.”

Donghae mengacak rambutnya frustasi, kembali tersenyum lirih, “Dia meninggalkanku di saat aku sudah tidak bisa melepaskannya. Semuanya sudah tidak berguna lagi.”

***___***

 

Entah sudah berapa kali Sehun mengetuk pintu kamar Yoona bertanya apa dia baik-baik saja. Dan entah sudah berapa lama anak laki-laki itu duduk di depan pintu kamar ibunya menunggunya untuk keluar. Sehun duduk bersandar di pintu kamar Yoona sambil memeluk kedua lututnya. Sejak tadi terus mendengarkan suara tangisan yang tak kunjung berhenti.

Ini adalah pertama kalinya ia melihat ibunya menangis seperti ini. Jadi dia tidak tau apa yang harus di lakukan untuk menenangkannya. Bahkan dia tidak berani menerobos masuk ke dalam kamar yang sebenarnya tidak di kunci itu. Dia takut itu akan membuat ibunya semakin sedih.

Ketika kemudian dia memutuskan untuk berdiri dan bergerak menuju dapur, ia membuka kulkas dan mengambil beberapa potong daging ham. Juga roti gandum dari lemari yang ada di sebelah kiri. Setidaknya dia pernah melihat ibunya membuat sandwich waktu itu.

Dia tidak merasa lapar. Tapi sejak tadi siang keduanya belum mengisi perut sama sekali. Dia tau jika ibunya memiliki masalah dengan pencernaannya karena selalu makan terlambat. Walaupun tidak bisa memasak, setidaknya sandwich bisa mengganjal perut mereka untuk sementara.

Sehun mengapit daging ham yang sudah ia goreng ke dalam roti yang terlipat, memberikan sedikit saus dan mayonaise ke dalamnya. Lalu membawa piring itu menuju kamar Yoona. Dia sempat terdiam selama beberapa saat di depan pintu, ragu-ragu mengetuknya karena takut mengganggu. Tapi, ketika dia menempelkan telinganya di pintu, isak tangis ibunya sudah tidak terdengar lagi.

Sehun memberanikan dirinya membuka pintu. Menjulurkan kepalanya masuk ke dalam dan mendapati ibunya sudah tergolek di tempat tidurnya. Tertidur dengan jejak-jejak air mata yang masih tertinggal di wajahnya.

Sehun meletakkan piring sandwichnya di atas meja lalu memperbaiki selimut ibunya. Dalam hati, ia merasa lega karena ibunya sudah tertidur. Karena tangis menyedihkan itu akhirnya berhenti. Setidaknya dia tidak akan merasakan sakit dalam tidurnya.

Sehun sudah akan bergegas meninggalkan kamar itu, tapi langkahnya tiba-tiba terhenti karena hati kecilnya melarangnya pergi. Anak laki-laki itu duduk di lantai sambil memandangi wajah ibunya yang menghadapnya. Sesekali ia menghusap kepala ibunya, menyingkirkan rambut yang menutupi wajahnya.

Dia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi karena ibunya hanya menangis sepanjang hari. Tapi dia tau ada rasa sakit yang sedang di rasakannya. Rasa sakit yang teramat pedih. Karena ini pertama kalinya ia melihat ibunya seperti ini. Dan dia yakin, ini tentang hubungannya dan Donghae.

***___***

 

Yoona merasakan sekujur tubuhnya terasa sangat sakit ketika dia bangun keesokan harinya. Dia mengerjapkan matanya yang sulit di buka karena sembab. Dan ketika ia sudah bisa melihat dengan jelas, ia terkejut saat mendapati Sehun sedang tertidur dalam posisi duduk dengan kepala yang di letakkan di atas kedua tangannya yang terlipat di sisi ranjang. Di atas lemari kecil yang ada di samping ranjang tidurnya, dia juga melihat ada piring sandwich yang belum di makan.

Wajah Yoona kembali terasa panas. Hatinya terasa sangat sesak. Baginya, Sehun adalah segalanya. Walaupun belum dewasa tapi dia selalu mengerti kondisi mereka yang terkadang sulit. Dia akan melakukan apapun agar ibunya tidak bersedih. Bahkan dia tidak pernah bertanya tentang siapa ayahnya sebenarnya karena dia tau pertanyaan itu akan membuat ibunya sedih.

Yoona mengulurkan tangan dan menghusap kepala Sehun lembut. Anak itu tertidur sangat pulas sampai air liurnya menempel di seprai membuat Yoona tertawa geli bersamaan dengan air matanya yang menetes.

“Sehunnie…”panggil Yoona sambil mengguncang tubuh anak laki-laki itu pelan. Dia tumbuh semakin besar dan sekarang Yoona sudah tidak bisa menggendongnya lagi. “Sehunnie, ayo bangun.”

Sehun menghusap-husap matanya. Ketika ia melihat Yoona, kedua matanya langsung terbuka lebar, “Oh? Eoma? Eoma sudah bangun?”

Yoona mengangguk. “Apa yang kau lakukan disini?”tanyanya sambil berpindah ke sebelah Sehun, keduanya duduk di lantai bersisian. “Apa tubuhmu tidak terasa sakit tidur dalam posisi seperti itu?”

“Semalam aku ingin begadang sambil menjaga eoma tapi aku justru tertidur.”jawabnya. “Yah, pinggangku sedikit sakit.” Ia meringis lebar sambil memijit-mijit pinggangnya.

“Kau bisa tidur di samping eoma.”

“Eoma, aku tidak berniat tidur. Tapi aku ketiduran.”

“Baiklah. Baiklah.” Yoona tersenyum sambil mengangguk-angguk. Kemudian ia mengambil piring yang ada di atas meja, “Apa kau yang membuatnya?”

Sehun mengangguk, “Aku tidak yakin dengan rasanya. Tapi karena eoma belum makan jadi aku membuatkannya. Tapi ketika aku melihat eoma tidur, aku tidak membangunkan eoma.”

Yoona tersenyum haru memandang dua roti sandwich yang ada di depannya. Dagingnya masih bewarna kemerahan di tengah dan sedikit gosong di pinggirannya. Sayurannya tidak di potong dengan rapi dan sepertinya dia lupa mencucinya.

Yoona berseru sambil meneteskan air mata, “Waah, kenapa semakin hari eoma merasa kau semakin tumbuh dewasa?” Ia mengalihkan pandangannya pada Sehun. “Sudah eoma bilang, jangan tumbuh dengan cepat.”

Sehun menatap ibunya itu bingung, “Kenapa eoma menangis?”tanyanya. “Apa ada seseorang yang menyakiti eoma? Donghae ahjussi? Siwon ahjussi? Atau…” Anak laki-laki melanjutkan ucapannya dengan suara lirih. “…aku?”

Yoona terdiam. Hanya menatap anak laki-lakinya dengan tatapan nanar,

“Apa benar-benar karena aku? Aku sudah menyakiti eoma?”tanyanya lagi.

Tangis Yoona semakin menyeruak ke permukaan, ia memutar tubuhnya duduk menghadap Sehun, “Kenapa kau tidak makan? Kau juga tidak makan seharian.”

“Bagaimana mungkin aku bisa makan jika aku tidak melihat eoma? Eoma bahkan tidak mau bertemu denganku kemarin. Aku ingin makan bersama.”serunya menunduk. “Apa eoma marah karena aku telah menyuruh Donghae ahjussi untuk menikahi eoma?”cicitnya pelan. “Yah, aku mengakuinya. Semua itu adalah ideku. Aku meminta Donghae ahjussi untuk menikahi eoma karena aku ingin eoma bahagia. Aku pikir eoma sangat menyukai Donghae ahjussi dan juga sebaliknya. Jadi aku ingin kalian menikah. Aku minta maaf jika aku telah melakukan kesalahan.”

“Apa kau mau jika dia menjadi ayahmu?”

Sehun mengangguk, “Aku menyukainya. Tapi jika eoma tidak menyukainya, kita bisa hidup berdua saja.”

Yoona menghusap air matanya lalu membuka kedua tangannya lebar-lebar, “Bolehkah eoma memelukmu?”

Tanpa pikir panjang Sehun masuk ke dalam pelukan Yoona dan memeluk ibunya itu erat-erat, “Maafkan aku eoma.”serunya.

“Tidak. Ini bukan salahmu. Eoma yang bersalah karena eoma terlalu takut untuk kehilanganmu.”isak Yoona di pundak anaknya itu. “Kau tidak akan meninggalkan eoma, kan?”

“Tidak akan. Bahkan ketika aku sudah dewasa nanti. Aku akan tetap berada disini.”

***___***

 

Hari keberangkatan Super Junior ke Jepang.

Donghae tidak sadar sudah berapa lama dia termenung dalam lamunannya. Semua pesannya yang ia kirim untuk Yoona sama sekali tidak terbalas, begitu juga semua panggilan yang langsung di matikan oleh Yoona. Wanita itu seperti benar-benar tidak ingin berhubungan lagi dengannya. Begitu saja memutuskan hubungan itu secara sepihak dan tanpa alasan.

Dia terus berpikir sejak malam itu. Tapi walaupun dia sudah memaksa dirinya untuk berpikir keras, dia tetap tidak menemukan alasannya.

Donghae mengeluarkan ponselnya dan mengetik sebuah pesan singkat. Pesan yang menunjukkan jika dia sangat putus asa.

 

Jangan tinggalkan aku, Yoona.

 

***___***

 

“Aku sudah mendengar semuanya.” Han Chaeyoung berseru setelah menyeruput kopi hangatnya. Ia menatap Yoona dengan senyum. “Tentangmu dan Donghae.”

Yoona menundukkan kepalanya merasa bersalah, “Maafkan aku, unnie. Aku telah mengacaukan semuanya dan kepercayaan unnie. Aku benar-benar minta maaf.”

“Kenapa kau minta maaf?” Han Chaeyoung tertawa. “Jatuh cinta bukanlah sebuah kesalahan.”

“Tapi karena itu, aku telah membuat unnie di marahi oleh Sajangnim.”

“Jangan khawatirkan tentang itu. Dia selalu memarahi semua orang.”serunya lalu menggenggam kedua tangan Yoona. “Yoona-yah, jatuh cinta bukanlah sebuah kesalahan jadi kau tidak perlu merasa bersalah tentang itu. Lagipula Donghae adalah pria yang baik, aku yakin dia bisa membahagiakanmu.”

“Tapi semuanya terasa sangat sulit unnit. Sekarang aku mulai sadar jika kami benar-benar berbeda.”

“Apa berita-berita negatif itu mengganggumu?”

“Bukan aku tapi anakku. Jika mereka hanya menghinaku, aku tidak akan memperdulikannya tapi mereka juga mulai mencari informasi tentang anakku.”

“Bagaimana jika kau mengambil langkah hukum?”

Yoona menggeleng sambil mendesah panjang, “Itu hanya akan membuat mereka berpikir jika aku sedang mencari popularitas. Aku tidak mau melakukannya.”

“Oh Tuhan Yoona…” Wanita cantik itu menepuk-nepuk punggung tangan Yoona lembut. “Kau harus bersabar melewati semua ini, oke?”

Yoona tersenyum kecut, “Lagipula aku sudah mengakhiri hubungan kami.”

Seketika Han Chaeyoun tersentak, “Apa? Sungguh? Kenapa?”tanyanya. “Yoona-yah, kenapa kalian berpisah? Coba pikirkan lagi tentang hal itu.”

“Ada banyak hal yang menjadi penghambat hubungan kami, unnie. Banyak sekali. Aku sudah tidak tau bagaimana cara untuk menyelesaikannya.”

“Lalu kau menyerah?”balas Han Chaeyoung. “Kalian bisa mencari jalan keluarnya bersama. Bicarakan secara baik-baik.”

Yoona menggeleng lemah, “Semuanya sudah berakhir unnie. Tidak ada lagi yang bisa di perbaiki.”

***___***

 

Kegelisahan itu benar-benar melekat di dada Yoona. Kuat dan pekat. Sudah berualng kali dengan usaha yang sangat keras ia mencoba mengusirnya namun rasa itu tetap tidak mau pergi. Yang membuatnya tak bisa melakukan apapun selain duduk melamun di teras belakang rumahnya sambil memandangi tanamannya dengan pandangan kosong.

Rasa rindunya perlahan-lahan membuatnya sadar jika dia sangat egois. Dia  tau bagaimana perasaan sedih Donghae ketika dia menceritakan tentang masa lalunya. Bagaimana dia merasa menyesal karena harus membohongi semua fans setianya selama 12 tahun ini. Dia sangat tau itu. Tapi dia tetap bersikap egois dengan mempertahankan hal yang sebenarnya bukan miliknya.

Tapi jika semuanya terungkap, bukankah itu hal itu akan menyakitinya sekali lagi? Bukankah hal itu akan membuatnya bersedih lagi? Juga pada akhirnya, dia yakin Donghae akan membencinya.

Haruskah dia menjadi orang yang meninggalkan? Atau membiarkan dirinya di tinggalkan?

Yoona menarik napas panjang, tangan kanannya meraih ponsel yang tergeletak di sampingnya. Setelah beberapa hari, dia akhirnya berani membuka puluhan pesan dari Donghae. Ibu jarinya bergerak pelan, menggeser layar dan membaca satu-persatu pesan itu.

Tubuh Yoona seketika membeku ketika dia membaca pesan terakhir dari Donghae. Hatinya kembali terasa sesak dengan rasa rindu yang semakin lama semakin menggila.

Yoona memejamkan kedua mata sambil mendesah panjang. Kepalanya tertunduk bersamaan dengan tangannya yang memegang ponsel melunglai ke bawah. Demi kebahagiaannya dan kebahagiaan Sehun, haruskah dia mengorbankan dirinya? Haruskah dia membiarkan semua orang membencinya?

Demi Donghae. Demi Sehun.

“Eoma aku pulang.”suara Sehun terdengar. Ketika ia melihat ibunya berada di teras belakang, dia menghampirinya, “Apa yang eoma lakukan disini?”

Yoona menoleh ke belakang, “Kau sudah pulang?”

“Tadi Sooyoung imo yang menjemputku. Dia bilang dia tidak bisa mampir karena harus pergi ke suatu tempat.”

“Oh.”

Kening Sehun berkerut, ia melepaskan tasnya dan meletakkannya di lantai lalu duduk di samping ibunya.

“Eoma kenapa?”

Yoona hanya diam. Kembali ia menundukkan kepalanya selama beberapa saat sebelum akhirnya ia menatap Sehun kembali.

“Sekarang sebaiknya kau berkemas.”

“Huh?”

“Kita akan pergi.”

“Pergi? Pergi kemana?”

Yoona kembali diam. Ia mengulurkan tangannya dan menghusap kepala anaknya lembut, “Kita akan pergi ke Jepang.”

***___***

 

Di Jepang, konser itu berlangsung meriah seperti biasa. Dengan sorakan dari para fans dan beberapa project yang telah mereka siapkan untuk idola mereka. Ketika sudah mendekati akhir, beberapa member menangis melihat ketulusan yang di tunjukkan dari ELF (Sebutan fans Super Junior). Waktu terus berlalu dan tak terasa mereka sudah bersama selama lebih 10 tahun. Beberapa fans bahkan datang bersama anak-anak mereka sekarang.

Donghae melambaikan tangannya ke arah fans dengan senyum penuh terima kasih ketika mereka menyanyikan ‘Shining Star’.

Untuk ELF, terima kasih karena tidak pernah pergi.

Di akhir konser, Leeteuk memberikan salam penutup sambil menangis. Ada banyak grup baru dengan anggota lebih muda dan lebih tampan. Tapi tempat ini masih di penuhi orang-orang yang setia meneriakkan nama mereka. Dia merasa sangat bersyukur.

“Aku tidak tau apa yang harus aku katakan selain terima kasih. Aku sangat bersyukur karena kalian selalu menyemangatiku dan mempercayaiku. Terima kasih. Aku harap kalian akan selalu seperti ini, jangan pergi.” Donghae membungkukkan tubuhnya dalam-dalam lalu melambaikan tangan dan pergi ke belakang panggung.

Konser telah berakhir. Semua member dan staf yang telah bekerja keras saling berpelukan atas keberhasilan konser ini. Ada beberapa kesalahan yang terjadi tapi semua itu berhasil di tutupi.

“Hyung, kau sudah bekerja keras. Terima kasih.” Donghae memeluk salah satu staff panggung. Mereka juga mengambil foto bersama setelah itu.

Langkah Donghae terhenti saat ia merasakan ponselnya bergetar. Ia meraih benda kecil itu dari saku celananya dan membuka sebuah pesan masuk. Detik itu juga Donghae terpana, ia mengerjap beberapa kali untuk memastikan penglihatannya. Tapi tulisan itu tetap tidak berubah.

Pesan itu dari Yoona!

 

Apa konsermu sudah selesai?

Pergilah ke taman yang ada di samping gedung konser.

 

Donghae seketika berlari ke ruang ganti, mengabaikan panggilan Leeteuk yang ingin mengajaknya makan malam bersama. Ia mengambil jaket dan syal sebagai penyamaran.

“Donghae kau mau kemana?”tanya Eunhyuk.

“Makanlah duluan. Ada sesuatu yang harus ku urus.”teriaknya sambil terus berlari menuju pintu belakang. Pintu belakang gedung langsung terhubung dengan jalan raya. Donghae terus berlari menyebrangi zebra cross menuju sebuah taman kota. Matanya berkeliling, menelusuri setiap sudut. Tidak banyak orang yang ada di taman itu karena hari sudah larut. Membuat Donghae tidak sulit menemukan wanita yang berdiri di dekat air mancur, menatap ke depan dengan pandangan kosong. Pria itu langsung menghampirinya, menarik lengannya membuat ia menghadap kearahnya.

“Kau disini.”seru Donghae dengan napas terengah-engah. “Aku menemukanmu.”

Yoona memandang pria itu nanar. Rambutnya masih basah karena keringat dan dia bahkan tidak bisa memakai syalnya dengan baik. Wanita itu mengulurkan tangannya, melepaskan gulungan syal Donghae yang melilit lehernya. Membenarkan cara pakai syal itu, menutupi mulut dan hidungnya.

“Orang-orang bisa melihatmu.”ucapnya.

“Apa yang sedang kau lakukan disini? Kapan kau datang?”tanya Donghae masih dengan kebingungan hebat.

“Satu jam yang lalu.”

“Kenapa kau tidak memberitahuku?”

Yoona tersenyum tipis, “Anggap saja ini adalah kejutan.”

Donghae menarik tubuh Yoona ke dalam pelukannya. Mendekap wanita erat-erat karena takut dia akan pergi lagi. “Jika kau marah karena aku mengajakmu menikah, aku tidak akan mengatakannya lagi. Jika kau tidak ingin menikah,  aku akan menyetujuinya. Asalkan kau tidak meninggalkanku.”

Yoona membalas pelukan itu dengan rasa bersalah. Karena telah membuatnya bersedih dan tidak mengatakan kebenarannya lebih awal.

“Donghae-ssi.” Wanita itu melepaskan pelukannya. “Apa kau mendengarkan ucapan Sehun yang memintamu untuk menikahiku? Apa karena dia?”

Donghae menggeleng, “Aku memang tidak terlalu memikirkannya tapi aku sudah yakin dengan keputusanku. Aku dan Sehun memiliki kekhawatiran yang sama. Jika dia takut kau akan sakit hati lagi, aku takut kau akan meninggalkanku.”

“Menikah bukan hal yang mudah. Kau belum begitu mengenalku.”

“Jika kau khawatir tentang fansku, aku yakin perlahan-lahan mereka akan menerimanya. Sehun juga sangat lucu dan baik dan komentar-komentar yang ada di naver tidak semuanya buruk. Mereka menyukai Sehun. Dan tentang aku belum mengenalmu dengan sangat baik, aku pikir aku bisa menerima segala sesuatu tentangmu. Bahkan yang paling buruk sekalipun. Aku tidak perduli.”

Yoona tersenyum, “Kau yakin? Bagaimana jika ini sangat buruk?”

“Apa kau tidur dengan mulut terbuka? Atau liur yang berhamburan?”

“Apa cara pikirmu selalu sesederhana itu?”balas Yoona masih menatapnya lekat.

“Lalu apa?”

Yoona menundukkan kepalanya, berusaha mengendalikan dirinya karena wajahnya mulai menghangat.

“Yoona?” Donghae mengguncang bahu Yoona pelan.

Yoona mengangkat wajahnya pelan, kembali menatap Donghae dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Tangannya bergerak pelan mengambil sesuatu dari sakunya dan memberikannya di telapak tangan Donghae.

“Sehun ada di hotel itu, kamar 5004 lantai 5. Itu kuncinya.”

Sehun menatap kartu kunci elektronik itu bingung, “Apa maksudnya?”

Yoona menelan ludah susah payah, “Sehun… sebenarnya… dia bukan anakku.” Serunya lirih selirih hembusan angin yang menerpa tubuh mereka.

Donghae terperangah, kedua matanya terbelalak menatap Yoona, “Apa?”

“Sehun bukan anakku. Aku tidak pernah punya anak sebelumnya dan tidak pernah menikah dengan siapapun.”

Donghae menelan ludah, “Lalu dia…?”

“Orang tuaku menemukannya di bawah jembatan, di pinggir sungai. Mereka sangat ingin punya anak laki-laki jadi mereka membawanya pulang ke rumah. Mereka merawat anak itu tapi seminggu kemudian mereka mengalami kecelakaan. Dalam keadaan kritis, eoma memintaku untuk merawatnya dan menjadikannya sebagai anakku. Dia juga meminta bantuan Siwon oppa untuk menjadi ayahnya.”

“Apa kau… sungguh-sungguh?”

Yoona mengangguk pelan, “Dan kenyataan lain yang harus kau ketahui.” Wanita itu mengeluarkan sebuah buku harian dari dalam tasnya dan memberikannya pada Donghae. “Aku tidak mengetahuinya sampai aku menemukan buku itu beberapa hari lalu di loker stasiun. Buku itu adalah tulisan eoma yang menyatakan jika…” Yoona menghentikan ucapannya sejenak, mencoba meredam sesak di dadanya. “…Sehun adalah anakmu yang hilang 12 tahun lalu.”

Untuk yang kesekian kalinya Donghae terperangah. Kali ini di sertai guncangan yang nyaris melumpuhkannya. “Apa?”

“Eoma telah menyeledikinya sendiri satu hari setelah dia menemukan Sehun. Tapi dia tidak berani mengembalikan Sehun padamu karena dia sangat menyayanginya.” Yoona kembali melirih. Dengan seluruh sesal dan rasa sakit yang mulai menguap. Kepalanya tertunduk. Pada akhirnya ia melakukan ini untuk dua orang yang di cintainya. “Atas nama orang tuaku, aku ingin meminta maaf padamu. Aku—“

“Semua ini… pasti kebohongan, kan? Kau pasti berbohong padaku, kan?” Donghae menggeleng kuat-kuat, menolak kata-kata itu. “Tidak mungkin.”

Air mata Yoona sudah membentuk sungai kecil di kedua pipinya. “Aku ingin kau mengetahui kenyataannya karena aku tau bagaimana rasa sakitmu. Maafkan aku, Donghae-ssi. Kau boleh membenciku tapi—“

“Aku membencimu.”potong Donghae. Langkah kakinya mulai berjalan mundur, menjauhi Yoona. “Aku sangat membencimu.” Kemudian pria itu balik badan dan berlari meninggalkan Yoona.

Tangis Yoona seketika tumpah. Terisak. Namun ia juga harus bertarung dengan rasa sesak yang memenuhi seluruh rongga dadanya. Karena setelah ini dia akan kehilangan. Dua orang sekaligus.

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

25 thoughts on “Crazy Without You Part 26

  1. rahmania berkata:

    knp donghae membenci yoona??? yoona jg baru tau kebenarannya n sama sekali tdk bermaksud menyembunyikan kebenarannya dr donghae.

  2. Shirayuki berkata:

    Andwee 😭😭😭😭
    Kenapa harus pergi ?? Bukankah Yoona udah menjaga Sehun dengam baik ? Kenapa Donghae marah ? Itukan bukan kesalahan Yoona😭😭
    Next Chapter authonim 🙏🙏🙏

  3. ririez berkata:

    Jadi bener sehun bukan anak kandung yoona
    itu donghae kenapa jadi membenci yoona?
    dia kan jg baru tau kenyataannya..

  4. Tya berkata:

    Kasian banget yoona, mungkin donghae masih shock, jd ga berpikir jernih, tp kn yoona jg baru tau kenyataannya, kasian dy
    Yoona udh ngejaga sehun selama ini dy baik
    Semoga donghae cpt sadar dan minta maaf
    Penasaran dg kelanjutannya

  5. karina dianny elf berkata:

    semua misteri terungkap sudah…
    sehun adalah anak donghae…
    secara tidak langsung ortu yoona nyulik sehun ya,karna sehari setelah menemui sehun langsung cari tahu tentang sehun tpi gak mau balikin sehun ke donghae..
    itulah yg buat yoona takut kehilangan donghae,karna takut donghae marah karna ortu nya….
    tpi ini bukan salah yoona karna yoona jga baru tau,mudah”an hae mau maafin yoona,karna sebener nya yoona jga gak bnr” salah…
    penasaran sama reaksi sehun nanti pas tau klo donghae bnr” ayah nya

  6. nina berkata:

    Omoooo… Jdi sehun ank donghae… Aigoooo, mkin rumit aj konfliknya. Please hae jgn benci yoona cz dy jg bru tw kbnrnya. Sma semua mslh ceper selesai. Dtggy nextnya

  7. Sfapyrotechnics berkata:

    Nyesek banget!! Sstelah mereka mngetahui knyataan itu smua nya brubah!! Dri awal memangkan udh curiga sehun itu anaknya hae yg hilang.. Tpi skrng.. Knpa mereka hrus sling membnci?? jgn smpe!! Yoong jga sakit, hae jga,, apalgi sehun nntinya klau dia tahu smuanya.. Huwaaa kk.. 😭😭😭

    Next kk.. Fightin!!

  8. Ummi Kultsum berkata:

    Jadi sebenarnya hae oppa udah pernah nikah kah? Ko udah punya anak. Akh.. ga rela saya thor .. yoong unnie bukan jadi yang pertama dong? Tapi seengga nya yoong unnie bisa jadi yang terakhir ya buat hae oppa.. next nya di tunggu..

  9. RAIN berkata:

    Yaah, kok donghae main benci aja sihh, ini kan cuman salah paham yoona aja akhirnya rela mengalah, buat mereka bersatu ajalah biar sama2 bahagia tanpa kehilangan siapapun
    Next authornim!

  10. fitriwind berkata:

    Dan ya .. tebakanku bener .. kenapa yoona donghae harus pisah ? kenapa donghae membenci yoona ?? ya jelaslah .. di masalalu donghae hampir gila karena kehilangan anak .. so .. semoga akhirnya mereka bisa baikan lagi ..
    nextnya ditunggu …

  11. firdayhj berkata:

    kenapa donghae membenci yoona? ini bukan salah yoona, sebelumnya apa donghae udah menikah atau sehun anak di luar nikah? kasian semuanya, sehun sangat menyanyangi yoona begitupun sebaliknya.. semoga donghae bisa berpikir jernih

  12. osehn96 berkata:

    Mungkin donghae terlalu shock ya jadi marah sama yoona. Dan semua itu terlalu tiba2 juga. Yoona juga kan gak bakal tau bakal kaya gini jadinya huhu. Nah kaan ku duga kaaan. Sehun anak donghae. Tapi aku yakin mereka pasti bersatu. Sehun gak bakal mau di pisahin sama eomanya kan. Huhuhu.

  13. tya nengsih berkata:

    Jadi tambah complicated….. Donghae shock makanya langsung lari …… lanjutnya mudah2an Donghae dah ga marah lagi…..

  14. Hesti andriani berkata:

    Kenapa makin ribet gini sih, memang semua kebenarannya terungkap dan sehun itu anak nya donghae yang ditemukan sama ortunya yoona. Kenapa donghae harus benci sama yoona semuanya kan bukan salah yoona, yoona juga baru tau siapa sehun sebenarnya dan betul yang yoona ka.takan dia harus rela kehilangan dua orang sekaligus dalam hidupnya.
    Ditunggu kelanjutannya kak.

  15. Vaniza Rianie berkata:

    Kenapa Donghae jadi benci sama Yoona ??? Yoona kan juga baru tau kebenarannya ..
    trus kalau Sehun itu bukan anak Yoona tapi anak Donghae yg hilang 12 tahun lalu trus ibunya siapa ??? Yoona kah ??

  16. xoloveyoonhae berkata:

    jadi kenyataannya sehun itu anak donghae.. lalu yang jadi ibunya sehun siapa, thor?
    smoga yoona nd donghae cepetan bersatu.

  17. Sherenna berkata:

    Koq makin rumit sihhhh, kasihan yoona karna ortu nx gak balikin sehun dia jd takut kehilangan anak dan kekasih nx….mga ja donghae gak benar2 membenci yoona. Q harap donghae benar2 mencintai yoona dan tidak meninggalkan nx karna masalah sehun,,,, next!!!!

  18. uly assakinah berkata:

    maksudnya apa ini. donghae punya anak?? bagaimana bisa, eommanya siapa?? kenapa donghae marah?? next min…..

  19. ellalibra berkata:

    Sediiiiiiiiihhhhh bgt rasanya ka ohmija I love you forever pokoknya :-D:-D
    smp mewek q sumpah nyesek bgt ,, trnyt bnr” sehun ank donghae ,, n yoona lbh milih mundur teratur nyerahin sehun ma ortu kandung nya n donghae mmbencinya ,,,, akhirnya jg dy kehilangan 2 org yg dy sayang sekaligus ,,,

  20. ziieziie berkata:

    andwaeeeee,
    jujur itu emg menyakitkan krn dg jujur yoona bkal keilangan dua org yg dy sayang T.T

    apa sehun bkl tepatin janjinya utk sllu ngejaga yoona kl tw dy bkn ibu kandungnya? snng sih pas tw yoona bkn jendes, tp ttp aja sedih seolah2 dy nyulik anak orang lain T.T

    donghae maafin yoona yak, itu bukan salahnya dy T.T
    smga semuanya baik2 saja

    sbnrnya aku jg nungguin story, sekuel dr gangster. udh lm bgt, smp lumutan hhe aku hrp cerita itu jg mw kamu lanjutin kyk cerita ini ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s