Crazy Without You Part 25

Crazy Without You

Author   : Ohmija

Cast  : Donghae SJ, Yoona SNSD, Sehun EXO

Support Cast    : The Rest members SUJU, SNSD, EXO

Genre : Romance, Family, Friendship, Comedy

Yoona seketika membeku di tempatnya. Terperangah bukan main setelah ia mendengar lamaran Donghae. Menikah? Apa dia sudah gila? Apa yang sedang dia pikirkan sebenarnya?

“Menikahlah denganku, Yoona.” Donghae menggenggam kedua tangan Yoona erat. “Aku tidak mau kehilanganmu.”

“Donghae-ssi… kau sedang bercanda, kan?”

“Tidak. Aku sangat serius sekarang. Kau mau, kan?”

Yoona kembali terdiam. Kepalanya sampai terasa pusing karena pengakuan mendadak ini. Menikah bukanlah hal sederhana yang bisa di lakukan dengan cepat. Terutama karena dia adalah seorang Idol. Hanya menjadi kekasihnya saja telah menimbulkan banyak masalah, apalagi jika mereka menikah.

Yoona melepaskan kedua tangannya dari genggaman Donghae, “Sepertinya kau sedang bercanda.”serunya pelan. “Kita bicarakan ini nanti. Aku pulang dulu.”

“Yoona.”panggil Donghae berusaha menghentikan langkah Yoona, namun Yoona segera pergi dengan langkah-langkah panjang meninggalkan gedung SM. “Yoona!”

Donghae mengacak rambutnya frustasi. Apa lagi yang harus dia lakukan?

***___***

 

Yoona melempar tubuhnya keatas sofa di sertai helaan napas panjang. Sehun yang sedang memakan serealnya di meja makan otomatis memutar kepalanya ke belakang.

“Eoma sudah pulang?”

“Eum.” Yoona hanya menjawab dengan gumaman.

“Bagaimana hasilnya?”

“Eoma sudah mengundurkan diri.”

“Benarkah? Jadi kita bisa pergi piknik akhir pekan nanti?” Nada suara Sehun terdengar senang.

“Eum.”

Kening Sehun berkerut, “Apa ada sesuatu yang terjadi? Kenapa eoma terlihat lesu?”

“Tidak ada.”

“Eoma bahkan tidak melihatku dan bertanya apakah aku sudah sarapan atau belum.”

Yoona langsung membuka matanya. Benar juga. Dia tidak memperdulikan anak laki-lakinya itu sejak masuk ke dalam rumah.

Wanita itu menoleh ke belakang, meletakkan dagunya di atas sandaran sofa, “Apa yang sedang kau makan?”

“Cereal.” Jawab Sehun singkat lalu memutar tubuhnya kembali ke depan, membelakangi Yoona.

Yoona bangkit dan menghampiri anaknya itu sambil menjatuhkan diri di hadapannya, “Kau membuat cereal?”

“Seperti yang eoma lihat, yeaah.”

Yoona melipat kedua tangannya di atas meja dan memajukan wajahnya menatap Sehun, “Lihat betapa dewasanya kau sekarang. Kau bahkan sudah bisa membuat cereal sendiri.”

“Aku hanya perlu mengambil kotak cereal dari kulkas dan mencampurnya dengan susu.”

“Waah, Sehunnie-ku sangat pintar.”puji Yoona sambil mengacak rambut anaknya. Sehun tidak bereaksi sama sekali. Dengan santai ia terus memakan cerealnya. “Kau marah?”

“Tidak.”

Yoona tau dia bohong. Sangat jelas jika anak itu sedang kesal.

Yoona menarik napas panjang, “Sebenarnya ada sesuatu…”

“Iya aku tau.”balas Sehun cepat.

“Tadi… sebenarnya… Donghae ahjussi… meminta eoma untuk menikah dengannya.”

Seketika Sehun berhenti makan dan mengangkat pandangannya, menatap Yoona, “Menikah?”

Yoona mengangguk, “Sebuah hubungan yang akan membuat kalian hidup bersama selamanya.”

“Lalu? Apa eoma menyetujuinya?”

Yoona terdiam sejenak. Ia menundukkan kepalanya selama beberapa saat sebelum akhirnya memaksakan diri untuk tertawa, “Bukankah itu terdengar seperti sebuah lelucon? Mungkin dia sedang bercanda. Kau tau kan Donghae ahjussi sangat suka menjahili eoma.”

“Mungkin saja dia serius.”

Yoona kembali terdiam, “Itu tidak mungkin.’

“Kenapa?”

“Ada beberapa hal yang kau tidak mengerti, Sehunnie.”

“Aku tidak akan mengerti jika eoma tidak mengatakannya padaku.”balas Sehun. “Jika eoma punya masalah, eoma bisa mengatakannya padaku. Walaupun aku tidak bisa membantu untuk menyelesaikannya tapi aku ingin tau apapun yang eoma rasakan.”

Yoona menghela napas panjang, “Apa kau setuju jika Donghae ahjussi jadi ayahmu?”

“Aku setuju jika dia bisa membuat eoma bahagia.”serunya. “Tidak hanya dia, siapapun itu, asalkan eoma bahagia. Aku akan menyetujuinya.”

Yoona tersenyum kecil, “Tapi kau tau hidupnya dan hidup kita sangat berbeda, kan? Dia memiliki banyak fans yang akan membenci eoma dan kau.”

“Jika Donghae ahjussi benar-benar menyayangi eoma, dia pasti tidak akan membiarkan hal itu.”

Yoona kembali tersenyum, kali ini lebih lebar, “Kenapa kau tiba-tiba jadi dewasa seperti ini? Kemana Sehun yang biasanya akan merengek jika dia sedang lapar?” Wanita itu mencubit pipi Sehun gemas. “Jangan tumbuh terlalu cepat. Para gadis akan merebutmu dari eoma.”

Sehun tertawa, “Tidak mungkin. Aku tidak akan meninggalkan eoma.”

***___***

 

Setelah beberapa hari berlalu dan mereka tidak pernah bertemu selama itu, Yoona tau jika mereka tetap tidak akan bertemu sampai beberapa minggu ke depan. Jadwal Donghae mulai padat karena dia harus tampil di beberapa music show, belum lagi jadwal-jadwalnya yang lain. Dalam waktu dekat, dia juga akan kembali memiliki konser lain.

Lagu baru mereka yang baru saja keluar beberapa hari lalu di terima dengan sangat baik dan langsung merajai beberapa chart lagu. Tapi tidak sedikit fans yang bertanya-tanya kenapa Donghae justru menulis lirik yang sangat sedih padahal dia sudah memiliki kekasih dan mereka terlihat bahagia.

Para fans mulai menduga-duga jika hubungan keduanya mulai retak sejak skandal antara Yoona, Siwon dan Tiffany terungkap. Belum lagi Yoona juga di kabarkan telah memiliki seorang anak dari Siwon. Fans menduga jika hal-hal itu membuat Donghae sedih dan frustasi.

Tapi Yoona tidak terlalu ambil pusing dan tidak begitu perduli. Dia sendiri memiliki banyak masalah yang membuat kepalanya nyaris meledak. Lagipula lirik itu tercipta sebelum keduanya menjalin hubungan.

“Donghae ahjussi!” suara Sehun membuyarkan lamunan Yoona. Anak laki-laki itu duduk di sebelah ibunya sambil menunjuk kearah televisi. “Eoma lihat! Donghae ahjussi!” Yoona hanya tersenyum kecil. “Waah, Donghae ahjussi terlihat keren.”

Iya. Dia terlihat keren. Dia terlihat sangat tampan. Apalagi tatapannya yang selalu berbinar. Alasan paling besar kenapa dia sangat menyukai pria itu. Karena matanya tidak pernah berbohong.

Yoona memejamkan kedua matanya sambil menghembuskan napas panjang secara samar agar Sehun tidak mengetahuinya. Dia terlihat sedih. Seakan-akan sangat menjiwai lagu itu. Kenapa? Apa mungkin karena penolakannya kemarin? Apa dia merasa sedih karena itu?

Tapi jika di lihat lagi bagaimana dia sangat menikmati dirinya berada di atas panggung, Yoona sadar dia tidak mungkin meminta Donghae untuk meninggalkannya. Panggung adalah hidupnya. Panggung adalah cita-citanya. Berbanding terbalik dengan keinginan Yoona yang ingin hidup seperti orang biasa. Berkencan seperti layaknya orang lain dan berjalan-jalan tanpa perlu memakai topi dan masker. Dia ingin bebas.

Dan pernikahan itu… Yoona pikir hal itu masih terlalu jauh untuk di laksanakan.  Meningat hubungan mereka yang baru saja di mulai serta rintangan-rintangan dari semua orang yang ada di sekitar mereka. Mereka masih harus membereskan banyak hal. Juga alasan lain… dia ingin melindungi Sehun.

***___***

 

Eunhyuk memberikan Americano dingin pada Donghae dan duduk di hadapannya ketika mereka berada di ruang tunggu.

“Ku perhatikan kau tidak pernah menghubungi Yoona lagi sejak dia mengundurkan diri. Apa kalian sedang bertengkar?”

Donghae menyedot minumannya lebih dulu sebelum menjawab pertanyaan Eunhyuk itu, “Entahlah. Sepertinya dia ingin putus.”

“Huh? Putus? Kenapa?”

“Dia tidak menghubungiku lagi.”

“Kenapa dia tidak menghubugimu? Dan kau juga tidak menghubunginya?” Donghae menggeleng sambil menghela napas panjang. “Bodoh. Harusnya kau menghubunginya dan selesaikan masalah kalian.”

“Tidak ada masalah di antara kami.”

Kening Eunhyuk berkerut, “Lalu? Kenapa kalian bertengkar?”

Donghae terdiam sejenak, “Karena aku memintanya untuk menikah.”

“Oh.” Eunhyuk mengangguk-angguk namun detik berikutnya matanya terbelalak lebar dan ia nyaris memuntahkan minumannya. “APA?!”

Donghae menatap Eunhyuk dengan tatapan polos, “Kenapa kau terkejut? Bukankah hal itu wajar?”

“Kau sudah gila ya?! Kau serius?!”

“Iya. Aku serius.”

“YA!” Eunhyuk menelan minumannya susah payah lalu berpindah duduk di samping Donghae. Ia berseru sangat pelan, “Kenapa kau tidak membicarakannya dengan kami dulu?”

“Maksudku aku akan memberitahu kalian setelah lamaranku di terima.”

“Kecilkan suaramu!”bisik Eunhyuk. “Lalu apa jawabannya? Apa dia menerimanya?”

Donghae kembali menghela napas panjang, “Dia pergi meninggalkanku begitu saja dan setelah itu tidak menghubungiku lagi. Sepertinya dia menolak.”

“Astaga Lee Donghae.” Eunhyuk kehilangan kata-katanya. Hanya bisa berdecak sambil geleng-geleng kepala.

“Bagaimana menurutmu? Haruskah aku pergi ke rumahnya? Bagaimana jika dia benar-benar meninggalkanku?”

“Dia pasti sangat terkejut!”seru Eunhyuk kesal. “Bagaimana mungkin kau melamar seseorang tiba-tiba saat ada masalah dalam hubungan kalian?”

“Masalah apa?”

“Tentang skandal itu. Dan juga tentang siapa ayah Sehun sebenarnya. Kau tidak membaca komentar para fans? Mereka sangat menentang hubungan kalian!”

Donghae menyandarkan punggungnya di sandaran kursi, kepalanya terunduk dalam, “Semua itu tidak seperti yang mereka pikirkan.”

“Karena kau tidak menjelaskan apapun sejak berita itu di rilis. Lagipula kau juga belum tau kenyataan yang sebenarnya, kan? Bagaimana jika Sehun benar-benar anak Yoona dan pria itu?”

“Tidak mungkin.”balas Donghae cepat. “Aku yakin dia bukan ayahnya.”

“Bagaimana kau bisa yakin?”

“Hanya perasaanku.” Ia kembali tertundur.

“Ya ampun, kau membuatku pusing.” Eunhyuk mengacak rambutnya frustasi. “Dan juga, kau belum mengatakan apapun pada eoma, kan? Semalam eoma menelponku dan bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi padamu. Dia sangat khawatir!”

Donghae menendang-nendang lantai ikut merasa kesal, “Aku tidak tau! Jangan tanya aku lagi! Aku tidak tau!”

***___***

 

“Berapa semuanya?”tanya Yoona pada kasir perempuan yang ada di depannya.

“78.000 won, nyonya.”

Yoona membuka dompetnya dan mengeluarkan sebuah kartu kredit, “Oh ya, aku juga punya kupon diskon.” Ia juga memberikan dua lembar kupon diskon pada wanita itu. “Masih berlaku, kan?”tanyanya sambil meringis lebar.

Kasir perempuan itu mengangguk setelah memeriksanya, “Tunggu sebentar, nyonya.”

“Eoma, ayo cepat. Di luar hujan deras. Kita tidak membawa payung.”rengek Sehun sambil menarik-narik ujung baju Yoona.

“Iya sebentar lagi.”balasnya. “Oh terima kasih.”seru Yoona pada kasir perempuan itu setelah ia mengembalikan kartu kreditnya.

“Kita bisa basah kuyup, eoma.”

“Iya eoma tau. Tapi eoma sedang membayar biaya belanjaan.” Keduanya berjalan keluar sementara Yoona masih sibuk memasukkan dompetnya ke dalam tas.

“Ini karena eoma yang terlalu lama memutuskan membeli udang atau daging.”

“Eoma kan harus memilih mana yang terbaik untukmu.”

“Tapi pada akhirnya kita tidak membeli keduanya.”seru Sehun kesal.

“Eoma lupa jika kita masih punya persediaan daging di rumah.” Yoona meringis lebar sambil mencubit pipi Sehun. “Baiklah.. baiklah.. maafkan eoma karena sudah membuatmu kesal. Sekarang ayo pulang, eoma akan membuatkanmu susu hangat nanti.” Wanita itu menggandeng lengan Sehun dan sudah akan bergegas, namun langkahnya terhenti saat seseorang tiba-tiba memanggilnya.

“Yoona?”

Yoona menoleh dan langsung terkejut karena mendapati ibu Donghae ada disana.

“Omoni, annyeonghaseo.”serunya membungkukkan tubuhnya sopan. “Apa omoni sedang berbelanja?”

Ibu Donghae mengangguk sambil tersenyum, “Bagaimana kabarmu? Kenapa kau tidak pernah datang ke cafe.”

“Maafkan aku, omoni. Aku sedikit sibuk kemarin. Tapi nanti aku akan mengunjungi omoni sesering mungkin.”

Ibu Donghae semakin tersenyum lebar, “Aku mengerti.”serunya lembut. “Ngomong-ngomong, apa kau habis berbelanja?”

“Iya. Aku membeli beberapa keperluan dapur dan…”

“Eoma, ayo.” Sehun menarik-narik tangan Yoona. Suara kecilnya membuat ibu Donghae mengalihkan tatapan ke belakang Yoona, kearah anak kecil berkulit putih pucat itu.

Seketika ia membeku. Di tatapnya anak itu lekat-lekat yang langsung membuat Sehun bersembunyi di belakang tubuh Yoona.

“Eoma ayo…”rengek Sehun lagi.

Yoona menatap ibu Donghae dengan senyum tipis. Dia tau dia belum menjelaskan yang sebenarnya padanya. Wanita tua itu belum mengetahui jika dia sudah punya anak. Yoona merasa bersalah karena belum sempat menjelaskan tentang hal yang satu ini.

“Omoni aku berjanji akan menjelaskan semuanya nanti tapi sekarang aku harus pergi. Maafkan aku.”

Yoona membungkukkan tubuhnya sopan lalu menarik lengan Sehun. Namun tanpa di sangka ibu Donghae menahan lengan anak laki-laki itu. Yoona dan Sehun sama-sama menoleh ke belakang.

“Apa dia anakmu?”tanyanya dengan mata yang masih tertancap pada Sehun.   “Kau benar-benar punya anak?”

Yoona menelan ludah. Apa mengakuinya sekarang adalah pilihan yang tepat? Bagaimana jika nanti ibu Donghae tidak lagi merestui hubungan mereka karena ternyata dia sudah punya anak?

“Eoma…”seru Sehun takut, ia melingkarkan tangannya di lengan ibunya erat-erat sambil menyembunyikan wajahnya. “Eoma tanganku sakit.”

“Omoni.”kata Yoona pelan sambil menarik lengan Sehun dari cekalan ibu Donghae. “Omoni, aku…”

Ibu Donghae membuang pandangan sambil mengangguk, “Pergilah. Hati-hati di jalan.”

Melihat ekspresi wajah ibu Donghae yang berubah sedih, Yoona mencoba menahannya saat wanita itu bergegas pergi, “Omoni, biarkan aku—“

“Tidak.”potong ibu Donghae namun masih membuang pandangannya. “Kita bisa membicarakannya nanti.” Lalu masuk ke dalam supermarket.

Yoona menghela napas panjang sambil mengacak rambutnya. Sepertinya akan ada halangan lain dalam hubungannya.

***___***

 

“Eoma, apa eoma mengenal harmoni tadi?”tanya Sehun begitu keduanya sampai di rumah dalam keadaan basah kuyup.

Yoona keluar dari kamarnya dengan membawa handuk dan mengeringkan rambut anak laki-lakinya itu. “Dia adalah ibu Donghae ahjussi.”

“Benarkah? Tapi kenapa dia terlihat menyeramkan? Aku sangat takut.”

“Menyeramkan?” Yoona tertawa kecil. “Dia sangat baik.”

“Tidak.” Sehun menggeleng. “Dia seperti ingin menculikku tadi.”

“Mungkin karena kau sangat lucu.” Yoona tersenyum sambil mencubit pipi Sehun.

Sehun langsung melepaskan tangan ibunya itu, “Berhentilah memanggilku seperti itu. Aku kan sudah dewasa sekarang.”serunya cemberut lalu berjalan menaiki anak-anak tangga menuju kamarnya.

Yoona semakin tertawa geli, “Jangan lupa siapkan baju seragammu. Besok kau harus pergi sekolah.”

***___***

 

Yoona duduk termenung di sofa ruang tamu sambil memeluk kedua lututnya. Sesekali ia melirik kearah ponsel yang tergeletak di sampingnya, menunggu panggilan yang tak kunjung datang. Apa Donghae benar-benar sesibuk itu hingga tidak bisa mengabarinya? Bahkan hanya sekedar mengirimi pesan. Atau… apa mungkin dia masih marah karena kejadian itu?

Yoona menghela napas panjang lalu menenggelamkan wajahnya ke dalam lipatan tangannya. Dia ingin menghubungi lebih dulu tapi di sisi lain ia khawatir jika ia akan mengganggunya. Ini sudah larut malam, mungkin dia sudah terlelap setelah seharian bekerja. Mungkin dia sangat kelelahan sekarang.

“Yoona.”

Suara seseorang langsung membuat wanita itu menoleh kearah pintu. Ia terkejut.

“Siwon oppa.”serunya sambil berdiri dari duduknya.

“Apa kau sedang melamun? Kau tidak mendengar aku memencet bel?”

“Oppa memencet bel?” Yoona menggaruk tengkuk belakangnya. “Maaf, aku sedikit tidak fokus.”

“Kau baik-baik saja?”

Yoona mengangguk, “Aku baik-baik saja.”

Sedetik kemudian Yoona mulai menyadari ada yang tidak beres dari diri Siwon. Ia menatap pria tinggi yang berdiri di hadapannya itu dengan alis berkerut, “Oppa baik-baik saja?”

Siwon balas menatapnya dengan senyum kecil, “Aku akan kembali ke Amerika. Pesawatnya akan terbang 3 jam lagi.”

Mata Yoona seketika terbelalak, “Apa?”

“Aku rasa ini sudah saatnya aku pergi karena kehadiranku sudah tidak di butuhkan lagi. Aku sadar jika aku hanya menjadi perusak hubungan orang lain dan hubunganku sendiri.”

“Oppa tapi… kenapa begitu tiba-tiba?”

“Aku sudah tidak bisa menundanya lagi. Aku ingin pergi dan hidup tenang.” Ia kembali tersenyum. Tangan kanannya terulur, menghusap pipi Yoona lembut, “Maafkan aku karena aku telah menyakitimu, Yoona. Tidak hanya sekali tapi berkali-kali. Maafkan aku.”

“Oppa, sebenarnya tidak perlu seperti ini. Oppa tidak seharusnya pergi.”

“Aku harus.”balas Siwon cepat. “Jika tidak, aku akan mengacaukan sesuatu lagi.”

Wajah Yoona mulai memanas, kedua matanya berkaca-kaca menatap Siwon. Biar bagaimanapun, Siwon adalah orang yang selalu menjaganya dan Sehun. Dia selalu ada untuk melindungi mereka dan bahkan bersedia melakukan apapun. Termasuk menjadi ayahnya.

“Maafkan aku, oppa.”isak Yoona tertunduk. “Aku juga sudah banyak menyakiti oppa. Tidak hanya sekali tapi berkali-kali.”

Siwon menangkupkan telapak tangannya di pipi Yoona, mengangkat wajah wanita itu, “Aku mengerti kenapa kau melakukannya. Kau melakukannya karena aku yang mulai lebih dulu.” Ia tersenyum. “Mulai sekarang, kau tidak akan terikat lagi. Aku rasa orang tuamu akan mengerti alasanku pergi. Aku tidak bermaksud meninggalkanmu dan Sehun. Tapi sekarang ada orang lain yang akan menjaga kalian berdua. Dan mungkin lebih baik dariku.”serunya pelan sambil menghusap air mata Yoona dengan ibu jarinya. “Jangan menangis lagi. “

“Makanlah dengan baik disana. Dan berbahagialah.”

Siwon mengangguk, “Sampaikan salamku pada Sehun dan terima kasih untuk semuanya.”

“Tidak. Akulah yang seharusnya berterima kasih. Terima kasih atas semuanya oppa.”

***___***

 

Angin berhembus semakin kencang meninggalkan hangatnya musim semi. Yoona mengetatkan mantelnya dan melanjutkan langkah dengan ponsel yang menempel di telinganya.

“Sekarang aku ada di Youido untuk menjenguk eoma dan appa, unnie. Nanti bisakah unnie menjemput Sehun setelah pulang sekolah?” Ia bicara dengan Sooyoung di sebrang panggilan. “Tidak. Tidak lama. Tapi mungkin aku akan pulang sore hari.”serunya lagi. “Apa? Dia? Unnie tau kan dia sedang sibuk. Lagipula ada sesuatu yang terjadi di antara kami. Aku tidak bisa menjelaskannya di telepon, kita bertemu nanti unnie. Sampai jumpa.”

Yoona memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas setelah panggilannya berakhir. Langkah-langkah kakinya memasuki gerbang dan berjalan memasuki gedung putih berlantai tiga itu.

Sudah cukup lama sejak terakhir dia datang ke tempat ini. Terakhir kali saat Sehun masih akan menghadapi ujian kelulusan, keduanya datang ke tempat ini untuk meminta dukungan pada kakek dan neneknya.

Sesampainya di depan lemari kaca persegi bernomor 453 itu, Yoona membungkukkan tubuhnya dalam-dalam. “Eoma, appa, apa kabar? Sudah lama rasanya. Maafkan aku karena aku baru datang mengunjungi kalian.”sapanya. “Ada banyak hal yang terjadi tapi sepertinya aku tidak perlu menjelaskannya pada kalian karena kalian pasti melihatnya sendiri dari sana, kan?” Ia menatap foto ibu dan ayahnya dengan senyum. “Jangan khawatir, aku baik-baik saja.”ucapnya. “Sehun juga semakin dewasa membuatku terkadang tidak rela jika dia tumbuh besar dengan cepat. Dulu, aku selalu menggendongnya sampai dia tertidur. Sekarang dia bahkan sudah bisa membuat sarapannya sendiri. Dia sangat mengagumkan, kan?” Yoona sedikit tertawa.

“Oh ya, aku juga sudah lama tidak mengganti bunganya. Aku membawakan bunga kesukaan eoma, mawar putih dan baby breath.” Yoona membuka lemari kaca itu. “Nanti, aku akan membawa—“ Tiba-tiba ucapannya terhenti ketika tangannya tanpa sengaja meraba sesuatu yang ada di belakang vas bunga kecil.

Kening Yoona berkerut menatap kantung kecil bewarna hitam itu. Sejak kapan kantung itu ada disana? Sebelumnya rasanya tidak pernah ada.

Yoona menarik kaitan pengaitnya, di dalamnya ada sebuah kunci dan kertas yang bertuliskan sesuatu.

“Loker stasiun Gangnam, 854 – 5489.”gumam Yoona membaca tulisan itu. Keningnya berkerut, “Loker stasiun Gangnam?”

***___***

 

Yoona berjalan menuju rumahnya dengan kesadaran yang melayang jauh. Kedua matanya sembab dan bercak-bercak air mata masih tertinggal di sekitar pipinya.

Sesuatu yang ia temukan di loker Gangnam tadi seakan menghantam dadanya keras. Sepanjang jalan, air matanya terus mengalir tak tertahankan. Tidak. Ini terlalu mendadak. Kenyataan itu tidak bisa di terimanya begitu saja. Mungkin ayah dan ibunya salah. Mungkin semua itu keliru.

Jika orang lain mengatakan ini adalah takdir, dia harap takdirnya bukan seperti itu. Dia harap hubungan itu tidak benar. Jika saja dia masih mampu menyelamatkan diri dari semuanya, nyatanya dia sudah tidak ingin kehilangan.

“Eoma.” Sehun yang sejak tadi menunggu ibunya di depan pintu rumah langsung berdiri begitu melihat ibunya muncul. “Eoma menangis?! Ada apa?! Siapa yang menyakiti eoma?!”tanyanya terkejut.

Melihat Sehun berdiri di depannya, Yoona langsung memeluk anak laki-lakinya itu erat. Tangisnya kembali pecah. Air matanya tak lagi bisa tertahan, tumpah di pundak anak laki-laki itu.

“Eoma…” Sehun semakin bingung. “Eoma kenapa?”

Yoona melepaskan pelukannya dan mencekal kedua bahu Sehun, menatapnya dalam kedua matanya, “Dengarkan eoma, jika nanti ada seseorang yang—“

“Yoona-yah.”

Yoona dan Sehun menoleh bersamaan ketika seseorang muncul di pagar rumah mereka.

“Yoona-yah, aku tidak punya banyak waktu jadi aku… kau menangis?!” pria yang ternyata adalah Donghae itu maju selangkah mendekati Yoona namun Yoona justru mundur ke belakang dan menarik Sehun ke belakang tubuhnya. “Yoona-yah, apa yang terjadi?”

“Donghae ahjussi, tadi eoma…” Sehun sudah akan menghampiri Donghae namun Yoona kembali menariknya ke belakang tubuhnya.

“Yoona, kau kenapa?” kening Donghae berkerut bingung.

Yoona menelan seluruh tangisnya, tubuhnya bergetar, jantungnya berdegup tak karuan. Di tatapnya Donghae lekat-lekat bersamaan dirinya yang sedang mengumpulkan banyak-banyak kekuatan.

“Donghae-ssi…”lirihnya pedih. “Kita berpisah saja.”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

29 thoughts on “Crazy Without You Part 25

  1. Hesti andriani berkata:

    Kenapa yoona minta putus sama donghae ? Apa isi loker gangnam itu yah ? Apa isinya mengenai jati diri sehun yang sebenarnya ? Apa itu menceritakan sehun yang bukan anaknya yoona melainkan anaknya donghae ? Kenapa kisah cinta mereka makin rumit aja sih ?

  2. ellalibra berkata:

    Waaaaaaaahhhh knp sm yoona ? Knp dy menangiz ? Feeling q sih eon dy bru tau ttg sehun ??? Apa bnr sehun ank donghae y???? Tp ko bisa dibesarin sm yoona y eon ?? Makin gemez neeeeeeext fighting eon 😀

  3. Sfapyrotechnics berkata:

    waee?? knpa yoong tiba² minta pisah?? apa yg di tmuin yoong di loker itu?? apa isi loker itu mnybutkan sehun anaknya hae?? Nggk rela mereka pisahhhhh 😭😭

    Next kk.. fighting!!

  4. rahmania berkata:

    yaaa…..sebenarnya apa yg diketahui yoona.apa mntn istri donghae saudara yoona.aaahhh….makin penasaran.

  5. lia861015 berkata:

    Kenapa yoona minta berpisah sama donghae?
    Penasaran sama isi loker yg ada di gangnam deh.. sepertinya itu berkaitan sama sehun dan donghae ya >.<
    Ditunggu next chapternya ya 😉

  6. uly assakinah berkata:

    makin rumit aja nih hubungan yoonhae, kayanya nyonya lee akan susah menerima hubungan mereka apalagi setelah tau kalo yoona udh punya anak……

  7. Vaniza Rianie berkata:

    sebenernya apa yang Yoona temuin di loker stasiun Gangnam ??? dan kenapa tiba” minta pisah sama Donghae ?? pasti sesuatu tentang kebenaran siapa ayah Sehun udah terungkap yaaa ?? ahh gak sabar baca lanjutan chapternya ^^

    masalah sama Siwon udah selesai semoga gak ada masalah berat apapun lagi buat mereka ^^

  8. Tya berkata:

    Penasaran sm kelanjutannya, apa yg ditemukan yoona di dalam loker?
    Apa kebenaran ttg ayah sehun? Apa jangan” sehun anak donghae, jadinya yoona takut donghae bakal misahin dy dg sehun?
    Trs waktu eomma donghae terkejut ngeliat yoona sm sehun, itu krn terkejut yoona punya anak, atau terkejut ngeliat sehun?

    Udh penasaran bgt, ditunggu lanjutannya

  9. Shirayuki berkata:

    Kenapaaaa ??
    Apa isi loker itu ???
    Kok putussss ????
    Chapter selanjutnya please~ Lagi seru authornim!

  10. trywach berkata:

    mkin rumit ,,,,saat siwon pergi,,,,
    dan hubugan yoonhae bknnya mbaek mlah ,yoona pgen pisahhhh,,,
    jujur sbenernya gue sebel knapa ceritanya g selesai2,,,, makin banyak masalah dlm hub yoonhae,,,
    aplgi jati diri sehun aja blm jelas,,,
    jgan sampe endingnya mengecewakan

  11. Sherenna berkata:

    Makin rumit aja hubungan mereka, apa yg sebenarnya trjd dg yoona? Apa isi loker tsb? Apa itu perbuatan ibu donghae? Coz agak curiga pas dia lihat sehun di supermarket. Jangan putus dong!!! Kapan bahagia nx nehhh cerita…. mga ja cepat dapat pencerahan ttg sehun anak siapa sebenarnya. Next!!!

  12. Chohaena berkata:

    Kenapa yoona tbtb minta putus? Apa ada hubungannya sama isi loker? Jangan2 isinua tentamg identitas sehun? Dan hae itu appa kandung sehun? Terus yg ngrim itu eomma donghae?

    Next, jangan lama2 dtnggua

  13. angelasanusi berkata:

    mungkin istri donghae itu adlh kakakny yoona … hmmm
    jd sehun dl dibawa kabur keluarga istrinya kaliii pas sehunnya masih kecilll…
    hanya dugaan .
    nex ditunggu ya ;)))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s