Crazy Without You Part 24

Crazy Without You

Author   : Ohmija

Cast  : Donghae SJ, Yoona SNSD, Sehun EXO

Support Cast    : The Rest members SUJU, SNSD, EXO

Genre : Romance, Family, Friendship, Comedy

Siwon dan Yoona seketik terkejut mendengar ucapan Sehun barusan. Anak laki-laki itu menatap Siwon tajam. Untuk pertama kalinya dalam seumur hidup, ia menunjukkan amarahnya.

“Sehunnie, apa yang sudah kau katakan?”tanya Siwon dengan mata terbelalak.

“Ini bukan pertama kalinya aku melihat ahjussi membuat eoma menangis. Jangan sakiti eoma lagi.”

“Sehunnie, kau tidak mengerti. Ini adalah masalah orang dewasa.”

“Tapi yang aku tau ahjussi sudah membuat eoma menangis!”

“Sehunnie…” Yoona menghampiri anak laki-lakinya itu dan menghusap kepalanya. Lalu ia menoleh kearah Siwon, “Oppa, pergilah. Kita bicara lagi besok.”

“Yoona tapi…”

Yoona menggeleng, mengisyaratkan Siwon untuk memberikan Sehun waktu untuk meredam amarahnya. Siwon menghela napas panjang, menuruti kemauan Yoona lalu pergi meninggalkan rumah itu.

Setelah Siwon pergi, Yoona menarik lengan Sehun dan mendudukkannya di sofa. Menatap anak laki-lakinya yang sedang marah itu sambil menghusap kepalanya.

“Sehunnie, apa kau marah?”

“Aku hanya kesal.”jawab Sehun pendek.

“Kenapa?”

“Karena Siwon ahjussi membuat eoma menangis.”

“Ini hanya…”

“Yah aku tau. Aku tidak mengerti urusan orang dewasa.”potong Sehun. Yoona tau Sehun sedang sangat kesal sekarang.

“Sehunnie…”

“Aku akan naik ke kamarku.” Sehun meninggalkan Yoona begitu saja dan naik ke kamarnya. Yoona menghela napas panjang bersamaan dengan bunyi dering ponselnya.

Ternyata panggilan dari Donghae.

“Yeoboseyo?”

“Ini aku.”seru Donghae di sebrang panggilan. “Aku sedang beristirahat sekarang.”

“Oh, eum.”

“Apa kau baik-baik saja?”

“Jika aku mengatakan baik-baik saja itu artinya aku berbohong, kan? Aku tidak sedang baik-baik saja tapi setidaknya aku sudah merasa sedikit lebih baik.”

“Maafkan aku, Yoona.”

“Aku rasa hari ini kau terus meminta maaf, Donghae-ssi.”ucap Yoona tersenyum. “Jangan khawatir.”

“Aku tidak mungkin tidak mengkhawatirkannya.” Helaan napas panjang Donghae terdengar. “Bagaimana keadaan Sehun? Tidak ada yang melukainya, kan?”

“Dia tidak begitu mengerti kenapa fotonya dan ibunya ada di internet. Jadi dia baik-baik saja. Hanya saja dia harus mengambil cuti sekolah selama beberapa hari karena aku merasa khawatir.”

Donghae menghela napas panjang lagi, “Maafkan aku.”

Yoona tertawa, “Kau minta maaf lagi.”

“Aku rasa dia pasti marah padaku karena aku tidak pernah datang dan mengajaknya bermain lagi.”

“Dia pasti mengerti kenapa kau tidak bisa datang sesering dulu. Jangan terlalu mengkhawatirkannya.”

“Jika aku punya waktu luang, aku akan mengunjunginya.”

“Jangan memaksakan diri. Kau bisa datang setelah comeback selesai.”

“Terima

kasih, Yoona. Aku harap kau bisa menjelaskan padanya kenapa aku tidak lagi datang sesering dulu. Tentang masalah yang terjadi tadi pagi, jangan lakukan apapun dan jangan katakan apapun. Aku akan memikirkannya.”

“Baiklah. Aku mengerti.”

***___***

 

Aku pikir Donghae sangat bodoh karena dia mengencani seorang janda padahal ada banyak wanita lain di luar sana. Tapi oke, aku akui anaknya sangat tampan. Aku rasa dia bisa menjadi seorang idol.

 

Aku berani taruhan dia akan menjadi idol.

 

Anak itu sangat lucu.

 

Namanya Sehun. Aku ingin pergi ke sekolahnya dan menculiknya. Dia sangat lucu.

 

Donghae menyukai anak kecil. Itu pasti menjadi salah satu alasannya kenapa dia mengencani wanita itu. Tapi aku tetap sakit hati.

 

“Eoma?”

Yoona buru-buru mematikan ponselnya saat ia mendengar suara Sehun. Anak itu menuruni tangga sambil menghusap matanya dengan rambut yang berantakan karena baru bangun tidur.

“Kau sudah bangun?”

Sehun mengangguk. Tapi kemudian anak laki-laki itu kembali berbaring di sofa.

“Mau susu?”

“Nanti saja. Aku masih mengantuk, eoma.”

“Jika kau masih mengantuk kenapa tidak tidur di kamarmu? Kenapa bangun?”

“Aku juga tidak tau kenapa aku bangun.”

Yoona tertawa geli sambil geleng-geleng kepala.

“Selamat pagi.”

Sebuah suara yang sangat familiar berhasil membuat Sehun membuka kedua matanya lebar-lebar dan terlonjak bangun. Dari dapur, Yoona juga menjulurkan kepalanya untuk melihat siapa yang datang.

“Donghae ahjussi!” Sehun langsung melompat ke dalam pelukan Donghae.

Pria itu mencoba untuk menggendongnya tapi dia tumbuh sangat cepat dan tiba-tiba saja menjadi sangat berat. Dia sudah tidak bisa menggendongnya lagi. Jadi dia hanya memeluknya.

“Sehunnie!”

“Ahjussi kemana saja? Eoma bilang ahjussi sangat sibuk.”

Yoona langsung meninggalkan dapur segera setelah dia mengetahui siapa yang datang ke rumahnya pagi-pagi sekali itu. “Donghae-ssi? Bagaimana kau…”

“Aku mendapat ijin.” Donghae mengecup pipi Yoona lembut. “Aku akan kembali siang nanti. Apa sekarang kau sudah membuat sarapan? Bagaimana jika kita sarapan bersama?”

“Belum. Aku baru akan memasak. Kalian duduklah disana. Aku akan membuat sarapan dengan cepat.”

Donghae dan Sehun duduk bersama di halaman belakang sambil menunggu Yoona selesai membuat sarapan. Rasa kantuk Sehun seketika menghilang karena akhirnya ia bisa bertemu dengan teman bermainnya lagi. Dengan penuh semangat, Sehun mulai menceritakan tentang pertandingan sepak bola yang ia tontontadi malam. Dimana dia sangat senang karena klub sepak bola favoritnya berhasil memenangkan pertandingan. Dia juga bercerita tentang Baekhyun dan Jongin. Bagaimana Baekhyun masih menganggunya dan ketika dia berhasil mengalahkan Jongin dalam pertandingan sepak bola dengan skor 2-0 minggu lalu.

Donghae mendengarkan cerita yang berapi-api dengan senyum yang terus terpampang di wajahnya. Sesekali dia tertawa, bukan karena cerita lucu yang di ceritakan Sehun tapi ekspresinya ketika dia menceritakan cerita itu.

“Sepertinya kalian sedang asik. Apa eoma mengganggu?” Yoona muncul dengan sebuah nampan berisi roti panggang, susu dan kopi.

“Aku memberitahu Donghae ahjussi jika semalam klub favoritku menang. Juga tentang game baru yang baru aku beli minggu lalu.” Sehun mengambil gelas susunya lalu meneguknya.

“Maaf. Karena ahjussi sangat sibuk jadi ahjussi tidak bisa menemanimu bermain.”

Sehun menggeleng, “Tidak apa-apa. Aku mengerti.”

Donghae tersenyum sambil mengacak rambut Sehun. Kemudian ia mengalihkan tatapannya pada Yoona, “Kau tidak bekerja?”

Yoona tersenyum kecut, “Aku meminta ijin satu hari.”

Donghae langsung mengerti jika Yoona mungkin membutuhkan waktu untuk menenangkan dirinya.

“Sekarang aku mengerti kenapa Kyuhyun dan Seohyun bertahan untuk menyembunyikan hubungan mereka dari publik. Dan aku juga mengerti bagaimana perasaan Leeteuk hyung dan Taeyeon dulu ketika hubungan mereka terungkap.” Donghae menghela napas panjang. “Ketika aku pikir semuanya akan berlalu setelah kita bertahan selama beberapa saat. Aku sadar melewati semua itu tidak mudah. Waktu terasa berjalan lambat di sekitarku dan masalah yang tercipta semakin lama semakin rumit. Aku tidak tau bagaimana caranya menyelesaikannya. Aku justru semakin menyakitimu dan Sehun. Maafkan aku.”

Yoona menatap sisi wajah Donghae. Tidak bersuara dan hanya mendengarkannya bicara. Walaupun semua yang di katakannya benar, Yoona tidak pernah berpikir jika semua ini adalah kesalahan Donghae. Tidak hanya Donghae, dia juga mengambil keputusan atas hubungan ini. Mereka tidak bersalah hanya karena mereka saling mencintai, kan?

“Aku harap kau dan Sehun bisa bertahan.”

Yoona tersenyum sambil menghusap pipi Donghae lembut, “Jangan khawatir.”

Donghae balas tersenyum. Ia menggenggam tangan Yoona erat, “Terima kasih.”

“Aku akan membuatkan bekal makan siang untukmu. Bermainlah dengan Sehun dulu.”

Yoona meninggalkan Donghae dan Sehun. Anak laki-laki yang sejak tadi asik memakan rotinya itu menoleh menatap Donghae.

“Apa ada masalah yang terjadi, ahjussi?”

“Hm? Tidak ada. Kenapa?”

“Kalau begitu bolehkah aku bicara sesuatu yang serius dengan ahjussi?”

Kening Donghae berkerut, “Sesuatu serius?”tanyanya sedikit tertawa. Ia mengangguk sambil mengacak rambut Sehun, “Tentu. Tentang apa?”

“Eum… tentang…” Anak laki-laki itu memutar bola matanya, sedikit ragu. “Ini tentang eoma…”

“Eoma? Apa yang terjadi dengan eoma?”

Sehun menghela napas panjang. Wajahnya berubah serius ketika ia mulai ceritanya.

“Kemarin eoma dan Siwon ahjussi bertengkar. Sebelum itu, mereka juga bertengkar karena hal yang sama. Siwon ahjussi ingin menikah dengan eoma tapi sepertinya eoma sudah berubah pikiran dan tidak menginginkan pernikahan itu lagi. Aku melihat eoma menangis kemarin dan aku merasa sangat marah pada Siwon ahjussi karena dia telah membuat eoma menangis. Tapi sekarang aku sadar aku tidak seharusnya begitu. Siwon ahjussi telah menjagaku dan eoma dalam waktu yang sangat lama. Aku tidak boleh bersikap buruk padanya.” Sehun terdiam sejenak. Kembali ia menghela napas panjang. “Aku tidak mengerti dengan permasalahan dan hubungan orang dewasa. Aku juga tidak mengerti dengan masalah yang terjadi saat ini. Tapi satu hal yang aku tau, semua itu telah membuat eoma bersedih. Beberapa hari ini eoma selalu terlihat murung dan berbohong padaku. Dia bersikap seolah-olah semuanya baik-baik saja di depanku. Padahal aku tau dia sedang bersedih.”

Sehun tersenyum kecut.

“Ahjussi… bagiku eoma adalah orang yang paling penting dalam hidupku. Kebahagiaannya sangat penting jadi aku tidak mau melihatnya menangis. Aku ingin melindunginya tapi aku tidak bisa karena aku belum dewasa.”

Sehun masih menatap Donghae lurus-lurus.

“Baekhyun bilang masalah telah terjadi saat dia dan teman-teman sekelas melihat fotoku di berita internet. Jika itu adalah masalah, ketika aku mencoba mengingat-ingatnya, sepertinya semua adalah salahku. Aku tanpa sengaja mencuci foto liburan kita di tempat pencucian foto dan mungkin saja orang itu yang menyebarkan foto-foto itu di internet. Aku benar-benar minta maaf karena baru mengakuinya sekarang. Aku baru menyadarinya setelah semalaman berpikir tentang masalah itu. Maafkan aku, ahjussi.”

Donghae terdiam. Hanya menatap anak laki-laki itu dengan perasaan berkecamuk. Apa mungkin alasan tersebarnya foto-foto itu karena Sehun? Bukan karena flashdisk-nya yang hilang?

“Apa ahjussi marah padaku? Aku minta maaf.”

Donghae sadar jika ini bukanlah salah Sehun sepenuhnya. Dia belum mengerti. Walaupun jika ini adalah salahnya, dia tidak akan bisa marah dengan anak itu. Dengan berani ia menceritakan segalanya. Untuk pertama kalinya ia mengatakan isi hatinya dan bahkan meminta maaf karena dia pikir alasan ibunya bersedih adalah karena dirinya. Sehun bukanlah tipe anak yang akan menceritakan isi hatinya seperti Baekhyun. Tapi sekarang dia mengatakannya.

“Kenapa aku merasa seperti kau telah tumbuh dewasa?” Donghae tersenyum sambil menghusap kepala Sehun. “Tidak lama sejak terakhir kali kita bertemu dan tiba-tiba saja kau menjadi sangat dewasa.”katanya lembut. “Ahjussi tidak marah denganmu. Justru bangga karena kau berani mengakui kesalahanmu. Tidak apa-apa. Semua ini bukan karenamu. Dan tentang eoma… memang rumit tapi ahjussi akan berusaha untuk menjaganya.”

“Lalu… bolehkah aku minta satu permintaan pada ahjussi?”seru Sehun pelan. “Aku berjanji tidak akan meminta apapun lagi.”

Donghae mengangguk, “Apa?”

“Menikahlah dengan eoma.”

Mata Donghae sontak membulat lebar, “Apa?!”

“Ketika aku melihat hubungan Siwon ahjussi dan eoma yang terjalin sangat lama, aku tidak melihat kebahagiaan di antara mereka. Dalam hubungan itu, hanya aku yang bahagia karena Siwon ahjussi selalu menemaniku bermain. Tapi sekarang aku mengerti, mereka melakukan semua itu hanya untukku. Dulu, mereka bilang mereka akan segera menikah dan kami akan menjadi keluarga yang lengkap. Tapi semua itu tidak terjadi. Dan sekarang aku tau jika hubungan yang terlalu lama itu akan berakhir. Sekarang Siwon ahjussi tidak bisa menjaga eoma lagi karena eoma lebih menyukai ahjussi. Aku hanya ingin ahjussi menjaga eoma.”

Donghae menelan ludah. Terlalu terkejut dengan permintaan Sehun itu, “Sehunnie, pernikahan bukanlah hal yang mudah.”

“Aku tidak mau ahjussi menjalin hubungan yang terlalu lama dengan eoma dan akan menyakiti eoma jika hubungan itu berakhir. Jadi jika ahjussi tidak bisa berjanji untuk menjaga eoma, sebaiknya ahjussi tidak meneruskan hubungan ini.”

“Sehunnie…”

“Aku tidak mau eoma terluka lagi.”

***___***

 

Ketika Donghae pikir cara berpikir Sehun terlalu sederhana dan terlalu polos karena dia pikir pernikahan itu adalah hal yang mudah untuk di lakukan, dia tidak tau jika anak itu telah melewati hari-hari sulit untuk memutuskan hal itu. Dia tau pernikahan akan mengikat dua orang. Dia tau pernikahan itu akan merubah hidup seseorang. Tapi, satu-satunya hal yang dia inginkan adalah kebahagiaan Yoona. Dia ingin ada seseorang yang menjaganya selagi dia belum dewasa. Dia ingin ada seseorang yang bisa mengerti dan menghiburnya saat dia memiliki masalah karena dia tidak dapat melakukan hal itu. Saat ini, Donghae adalah satu-satunya orang yang bisa melakukan hal itu.

“Kau sudah melihat teaser kita? Hasilnya sangat bagus.” Tepukan Eunhyuk di pundak Donghae membuyarkan lamunan pria itu.

“Oh? Uh… yah.”

Kening Eunhyuk berkerut, “Kau belum melihatnya, ya?”

Donghae menggeleng, “Aku akan melihatnya nanti.”

“Apa kau masih memikirkan masalah itu?”tebaknya tepat. “Kau belum menjelaskan apapun?”

“Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan.”

Eunhyuk menghela napas panjang. “Kenapa tidak jujur saja? Katakan pada mereka jika Sehun benar anak Yoona.”

“Tidak semudah itu. Mereka akan semakin menyerang Yoona. Dan juga… aku khawatir dengan keamanan Sehun. Aku takut dia akan di ganggu.”

“Tapi kau tidak mungkin menyembunyikan ini selamanya, kan?”balas Eunhyuk. “Sama seperti ketika kau mengakui hubunganmu dengan Yoona, katakan ini dengan berani.”

“Aku tidak bisa langsung memutuskannya karena apapun yang aku lakukan akan berdampak pada semua orang, termasuk grup kita.”

“Jika kau khawatir dengan comeback kita, aku beritahu aku baik-baik saja. Aku tidak akan menyalahkanmu jika nantinya orang-orang tidak menyukai comeback kita.”

“Mungkin kau akan baik-baik saja tapi tidak denganku. Aku akan merasa bersalah.”

“Hey, apa seorang idol tidak boleh jatuh cinta? Dan apa kita tidak boleh mencintai wanita yang sudah memiliki anak? Lagipula siapa yang tidak akan menyukai Yoona? Dia sangat cantik. Jika saja aku selangkah lebih maju, mungkin sekarang dia akan jadi milikku.”

Donghae langsung melirik kesal, “Kau mau mati?”

Sahabatnya itu tertawa geli, “Aku hanya bercanda. Ini untuk menghiburmu.”

“Yah, terima kasih. Tapi itu tidak lucu.”dengus Donghae kesal.

Tiba-tiba ponselnya berdering. Ia langsung menjawabnya setelah membaca nama ibunya di layar.

“Ya eoma?”

“Apa disana kau baik-baik saja? Kenapa tidak menelpon eoma?”

“Aku baik-baik saja. Maafkan aku, aku sibuk berlatih untuk comeback.”

“Kau benar baik-baik saja, kan?”tanya ibunya lagi.

“Apa eoma sudah tau beritanya?”

“Eoma sudah tau.”

Donghae menarik napas panjang, “Eoma… jangan khawatir. Aku akan menyelesaikan semuanya. Tolong jangan membaca berita-berita yang buruk dan percayalah padaku.”

***___***

 

Tiffany hanya bisa tertegun saat ia melihat Siwon sudah berdiri di hadapannya ketika ia baru saja turun dari mobil. Siwon yang berdiri bersandar pada mobil langsung menegakkan punggungnya dan menghampiri Tiffany, lengkap dengan topi dan masker agar tidak menimbulkan skandal lagi.

“Aku ingin bicara.”serunya.

Untuk beberapa saat Tiffany hanya menatap kedua manik mata pria itu. Tertegun dalam perasaannya yang telah remuk, penuh luka dan rasa sakit. Hingga kemudian keduanya setuju duduk bersama di dalam mobil Siwon di parkiran gedung apartement itu.

Tidak ada suara yang terdengar. Keduanya diam. Keheningan pekat menemani mereka. Karena mereka sama-sama tau siapa yang menyakiti dan siapa yang di sakiti. Walaupun Tiffany tidak tau jika Siwon juga merasakan rasa sakit itu.

“Kemarin… tentang berita itu…” Siwon mulai bersuara.

“Iya. Aku tau.”potong Tiffany cepat. “Aku sudah tau semuanya.”

Siwon menghela napas panjang, menatap ke depan, “Jika aku menjelaskannya, aku tau kau tetap tidak akan mempercayaiku. Tapi aku ingin kau tau ada alasan di balik itu semua.”

Tiffany tertawa mendengus, “Apa bagi oppa aku adalah orang bodoh?”lirihnya. “Oppa memberikanku harapan dan membuatku menyukaimu. Tapi pada akhirnya oppa justru hanya mempermainkanku.” Gadis itu menoleh, menatap sisi wajah Siwon. “Bagaimana rasanya? Apa oppa bahagia?”

“Semua yang kau dengar tidak sepenuhnya benar. Mereka mencoba—“

“Apa anak itu benar-benar anak oppa dan Yoona?”

Siwon menelan ludah, menatap kedua manik mata Tiffany lurus-lurus. Ini adalah janjinya pada orang tua Yoona, jika dia akan menjaga Sehun seperti ayah kandungnya. Jika dia akan menganggap Sehun seperti anak kandungnya sendiri.

“Jadi itu benar?”tanya Tiffany lagi atas keterdiaman Siwon yang cukup lama. Gadis itu menunduk, menghusap air matanya bersamaan pandangan nelangsa Siwon yang tak lepas darinya. Ia mengangkat wajahnya kemudian, balas menatap Siwon dengan senyum. “Kalau begitu selamat.”

Siwon langsung menahan lengan Tiffany ketika gadis itu membuka pintu mobil dan bergegas keluar, membuatnya terduduk kembali sambil mencekal kedua bahunya, “Jika aku memintamu menungguku, apa kau akan melakukannya?”

Air mata itu kembali menetes dari pelupuk mata Tiffany. Dia telah merasakan rasa sakit akibat berita itu dan sekarang pria ini masih berani memintanya untuk menunggunya. Tanpa kepastian dan tanpa kebenaran yang seharusnya dia katakan. Mungkin di matanya, dia benar-benar seperti orang bodoh.

“Aku tidak ingin bertemu dengan oppa lagi.”seru Tiffany pelan. “Aku ingin melupakan semuanya.”

“Fany… aku mohon…”

Tiffany menggeleng, “Semuanya terlalu menyakitkan untukku. Aku ingin menyerah.”

***___***

 

Jongin menjatuhkan diri di sebelah Sehun yang sedang memakan puding dingin di teras belakang rumahnya. Malam itu, Sooyoung dan Jongin datang berkunjung.

“Aku sudah melihat beritanya.”ucap Jongin dengan mangkuk puding di tangannya. “Sepertinya itu menjadi sebuah masalah tapi fotomu terlihat keren.”

“Jangan bilang apapun pada teman-temanmu.”

“Aku tau.”angguk Jongin. “Walaupun aku sangat ingin pamer jika aku punya sepupu tampan dan terkenal yang secepatnya akan menjadi anak seorang idol, tapi aku menahan diriku untuk tidak mengatakannya.”

Sehun tersenyum, “Terima kasih.”

“Ini agar aku terlihat keren.” Jongin balas tersenyum bangga,

“Yah, kau memang terlihat keren.”

“Lalu bagaimana dengan Siwon ahjussi? Bukankah dia yang akan menjadi ayahmu?”

“Sudah tidak lagi.” Sehun menggeleng. “Karena eoma lebih menyukai Donghae ahjussi sekarang.”

“Hey, apakah ini yang di maksud dengan berpacaran? Seperti yang di katakan para orang dewasa.”

“Entahlah.” Sehun mengendikkan kedua bahunya. “Aku tidak mengerti. Tapi yang jelas sekarang Siwon ahjussi tidak akan menjadi ayahku lagi.”

“Lalu siapa sebenarnya ayahmu?”

Sehun terdiam sejenak, “Aku berharap aku juga mengetahuinya.” Wajahnya terlihat sedih.

Jongin merangkul sepupunya itu dan menepuk-nepuk pundaknya, bersikap seperti orang dewasa, “Tenanglah sobat. Tidak perduli siapa ayahmu, tapi kau punya ibu yang sangat cantik! Kau tau semua teman-teman sekelas kita dulu sangat iri padamu karena kau punya ibu yang seperti malaikat. Tidak seperti eoma yang terkadang terlihat seperti beruang saat di rumah, dia bahkan tidak berdandan saat pergi ke acara sekolahku. Kau sangat beruntung!”

Sehun menatap Jongin dengan senyum tipis, “Iya, aku bersyukur. Terima kasih.”

“Jadi jangan bersedih lagi, oke?”

***___***

 

Yoona berangkat kerja pagi-pagi sekali, bahkan meninggalkan Sehun yang masih tertidur pulas di kamarnya. Tadi malam, dia sudah memberitahu Sehun jika dia akan benar-benar berhenti bekerja dan memikirkan pekerjaan lain setelah ini. Dia selalu meninggalkan Sehun sejak dia masih kecil dan dia pikir ini saatnya untuk menghabiskan banyak waktu bersama anak laki-lakinya itu. Dia ingin melihat Sehun tumbuh. Dia ingin membantunya mengerjakan PR. Dia ingin pergi piknik dan masih banyak lagi. Hal-hal yang sebelumnya tidak bisa dia lakukan bersama Sehun karena dia tidak memiliki banyak waktu.

Sesampainya di kantor, suasana masih terasa aneh walaupun orang-orang terlihat sibuk dengan pekerjaan mereka tapi Yoona bisa merasakan beberapa pasang mata mengikutinya saat dia lewat. Dia tidak pergi ke ruangannya tapi langsung menuju ruangan Kim Youngmin. Setelah mengetuk pintu tiga kali, wanita itu masuk ke dalam ruangan. Di sana Kim Youngmin terlihat sedang menikmati kopi paginya sambil membaca surat kabar.

“Selamat pagi, sajangnim.”sapa Yoona membungkukkan tubuhnya sopan.

“Apa yang ingin kau katakan padaku? Kau sudah memutuskannya?”balas Kim Youngmin tanpa menatap Yoona.

“Saya sudah memutuskannya.”ucap Yoona pelan. “Ini…” Wanita itu mendorong sepucuk surat kearah Youngmin. “Saya akan berhenti.”

Kim Youngmin menurunkan koran yang di bacanya dan menatap Yoona dengan kening berkerut, “Apa kau bilang?”

“Saya akan berhenti.”ulang Yoona lagi. “Itu adalah pilihan saya.”

“Apa kau benar-benar berniat ingin menghancurkan perusahaan ini dan Super Junior?”seru Kim Youngmin tajam. “Kau ingin menghancurkan Lee Donghae?!”

Yoona menunduk sambil menelan ludah. Jari-jarinya saling bertaut. Dia pikir dia tidak perlu menjelaskan apapun karena niatnya sudah bulat. Walaupun jantungnya berdebar-debar tak karuan, dia tetap tidak bisa melepaskan Donghae.

“Saya hanya ingin memberikan ini. Kalau begitu saya permisi.” Yoona membungkukkan tubuhnya lalu meninggalkan ruangan itu. Sekilas ia mendengar teriakan Kim Youngmin yang memakinya.

Yoona hanya menghela napas panjang lalu berjalan menuju ruangannya sendiri. Tak banyak barang yang harus dia ringkas. Hanya beberapa catatan dan fotonya bersama Sehun yang dia masukkan dalam kotak.

Terduduk sejenak di kursinya, Yoona menatap ke sekeliling ruangan itu. Walaupun ada banyak rasa sakit disini, setidaknya tempat ini adalah awal dari hubungannya dengan Donghae. Biar bagaimanapun dia tidak akan membenci tempat ini.

Yoona mengeluarkan ponselnya dan mengetik sebuah pesan singkat untuk Han Chaeyoung.

 

Unnie, maafkan aku. Tapi aku sudah mengundurkan diri. Terima kasih atas semuanya, unnie.

 

Dan akhirnya… ini saatnya untuk pergi.

***___***

 

“Donghae! Donghae! Lee Donghae!” salah satu dancer yang dekat dengan Donghae berlari menghampiri pria itu di ruang latihan. Dengan napas terengah, dia menarik baju Donghae dan menyeretnya.

“Hyung, kenapa?”balas Donghae bingung.

“Kau harus pergi sekarang! Cepat!”

“Iya. Tapi ada apa?”

“Yoona mengundurkan diri! Pacarku yang memberitahuku. Dia bilang Yoona baru saja meninggalkan ruangannya.”

“Apa?!”

“Cepat susul dia.”

Donghae langsung berlari meninggalkan ruang latihan. Bahkan mengabaikan sapaan Taeyeon ketika mereka tanpa sengaja berpapasan. Pria itu memilih turun melewati tangga karena dia tidak bisa bersabar lebih lama menunggu lift yang masih di lantai dasar,

“Yoona!”panggilnya begitu ia menemukan wanita itu di lobby. Ia mencekal kedua pundaknya, terengah-engah. “Apa itu benar? Semua yang ku dengar… apa itu benar?”

Yoona terkejut karena Donghae mengetahui hal ini lebih cepat dari dugaannya. Awalnya dia pikir dia akan memberitahu kekasihnya itu ketika ia sudah ada di rumah.

“Kau sudah mengetahuinya?”

“Kau mengundurkan diri? Sungguh?”

Yoona melepaskan cekalan Donghae di pundaknya, merasa tidak enak karena seluruh pasang mata kini terarah lurus kearah mereka, “Donghae-ssi, kita bicara nanti.”

“Jawab aku!”  Donghae menggenggam tangan Yoona erat. “Kau mengundurkan diri? Apa alasannya? Apa karena aku?”

“Donghae-ssi…”

“Jika kau tidak menjawabnya, aku tidak akan bisa tenang.”

Yoona menggigit bibir bawahnya kelu, “Bukan karena kau. Tapi ini sudah menjadi keputusanku.”ucapnya pelan. “Aku tidak pernah punya waktu untuk Sehun jadi aku pikir aku akan menghabiskan banyak waktu bersamanya mulai sekarang.”

“Yoona, maafkan aku. Kau pasti merasa tertekan, kan?”

Yoona tersenyum sambil menggeleng, “Itu sudah menjadi keputusanku. Kau tidak perlu merasa bersalah.”

“Lalu jika kau pergi, akan semakin jarang waktu kita bertemu. Karena kesibukanku, aku tidak akan bisa melihatmu sesering mungkin.”

“Aku akan menunggumu di rumah.”

Donghae menggeleng, “Mungkin ketika aku sedang sibuk, pria itu akan mencoba merebutmu lagi.”

Mendengar itu Yoona tertawa, “Maksudmu Siwon oppa? Tidak mungkin. Aku dan dia sudah tidak memiliki hubungan lagi.”

“Kita tidak bisa memastikan itu, kan? Hatimu bisa saja goyah karena aku tidak bisa selalu ada di sampingmu.”

“Donghae-ssi, apa yang sedang kau katakan? Kau berpikir terlalu jauh.”

Donghae menundukkan kepalanya, terdiam selama beberapa saat membuat Yoona mengerutkan keningnya bingung.

“Donghae-ssi?”

“Sehun benar…” Pria itu kembali berseru sambil mengangkat wajahnya, kembali menatap Yoona. “Hubungan tanpa kepastian itu akan berakhir.”

“Donghae-ssi, aku tidak mengerti. Apa yang sedang…”

“Im Yoona… menikahlah denganku.”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

­­­

 

 

 

 

 

 

Iklan

23 thoughts on “Crazy Without You Part 24

  1. Hesti andriani berkata:

    Apa reaksi dan jawaban yoona pas diajak nikah sama donghae ? Semoga aja diterima kan sehun membutuhkan sosok seorang ayah. Aku juga masih penasaran ayah sehun yang sebenarnya itu siapa ? Apa sehun itu anak donghae yang hilang disungai han ?
    Tambah kepo aku sama cerita selanjutnya.

  2. fitriwind berkata:

    Yo …nikah aja cepetan … Biar sehunnie bahagia … biar cepetan keungkap siapa sebenernya sehun .
    . eh iya .. dan lagi donghae belum ceritakan ke yoona kalo sebelumnya dia udah pernah nikah dan punya anak ????

  3. Anfa berkata:

    Sehun.a udah dewasa ternyata,.. Makin penasran sma ayah bioloogis sehun,. Next chap.a selalu kutunggu kak mija., semangat… 😎

  4. Sfapyrotechnics berkata:

    Apa hae bkal ngikutin kemauannya sehun?? dan apa bner sehun itu anaknya hae yg ilang?? Gmnaa reaksi yoong?? apa dia bakal nerima atau nggk?? Huwaa mkin rumit aja deh.. Salut deh ma sehun,, cra berpkir dia dewasa bnget :v

    Next kk.. Fighting!!

  5. Tya berkata:

    Sehun, dewasa banget, pemikiran dy udah sejauh itu demi yoona
    Dy pengen ada yg jagain dan ngebahagiain yoona
    Sampe sekarang masih belum ketahuan ayahnya sehun, penasaran banget sama ayahnya
    Donghae mengikuti saran sehun, semoga aja yoona nerima
    Semoga tiffany sm siwon cepat bersatu

    ditunggu kelanjutannya

  6. ririez berkata:

    Sehun so sweet bgt sih, sayang bgt ma ibunya..
    masih penasaran siapa ayah kandung sehun,
    next nya cpt lagi ya…
    moga aja di next chapter yoonhae dah nikah.

  7. karina dianny elf berkata:

    sehun bnr” udah dewasa walaupun msh agak polos…
    ayo author segera buat yoonhae menikah,dan lgi aku msh blm mengetahui kebenaran tentang sehun,siapa ayah sehun sebener nya…

  8. trywach berkata:

    sehun dah dwsa yaw,,,,
    apa yoona mau nikah dgn donghae yaw,,,,
    heem siwon apa sich mau nya ???
    ngotot nikah ma yoona pi nyuruh tifany nunggu

  9. Al berkata:

    Omg donghae oppa melamar yoona eonni,, next ngak sabar dg kelanjutan hubungan yoona eonni dan donghae oppa, semoga yoona eonni nerima donghae oppa,

  10. Vaniza Rianie berkata:

    Huh akhirnya …
    semoga Yoona terima lamaran Donghae ..please harus walaupun kayanya cobaannya berat .
    Dan soal Sehun gak nyangka di biasa sedewasa itu sampe Donghae aja ngikutin saran dia hahaha .

    Dan Tiffanya ..aku setuju di bersikap gitu sama Siwon ..abis Siwon plin plan minta Tiffany buat nunggu tapi dia masih aja ngejar” Yoona yailah cewek juga sakit hati akhirnya .

  11. lia861015 berkata:

    Akhirnya ff nya keluar juga ^^
    Semoga yoona menerima lamarannya donghae biar keinginan sehun terkabul ^^ meskipun ngelamarnya dadakan…hehehehe
    Mudah2an yoonhae bisa menyelesaikan masalah2 ke depannya 😉
    Ditunggu kelanjutannya ya 😉

  12. uly assakinah berkata:

    keputusan donghae benar aku rasa memang harusnya menikah dengan yoona. aku rasa sehun bukan anak dari siwon maupun donghae. kalo gitu siapa appanya sehun jangan sampai setelah mereka menikah ayahnya sehun datang dan menghancurkan segalanya.

  13. Sherenna berkata:

    Kira2 yoona bakal ngasih jawaban iya nggak y???? Smga next part ayah kandung sehun terjawab, kasihan fia selalu bertanya2 siapa ayah nx yg sebenarnya…. apa dia anak kandung yoona atau anak donghae yg hilang???? Kyak siwon gigih cman karna janji nx sm ortu yoona, mga ja fany mw nunggu dia biar nanti siwon yg bantu yoonhae nikah….. jongin sama sehun lucu banget….next!!!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s