FF EXO : AUTUMN CHAPTER 33

autumn

Author  :  Oh Mi Ja

Cast :  Leeteuk SJ as Park Jungsoo

Luhan EXO as Park Luhan

Kai EXO as Park Jongin

Sehun EXO as Park Sehun

Support Cast      : Kris EXO as jaksa

Suho EXO as Pastor

Taemin Shinee as Lee Taemin

JR JJ Project as Park Jin Young

Jonghyun CN Blue as Lee Jonghyun

Shindong SJ as Shin Donghee

Dongho Ukiss as Shin Dong Ho

Genre                   : Brothership, Family, Mystery, Comedy, Friendship

Ketika mereka turun dari taksi yang mereka tumpangi. Sehun dan jinyoung langsung berbagi tugas membopong Jongin dan Taemin. Taemin masih merasakan rasa sakit di pergelangan kakinya sehingga dia tidak bisa berjalan dengan baik.

Pria itu menghela napas panjang, “Aku berniat untuk membantu tapi pada akhirnya kalian yang membantuku.”desahnya.

Jongin terkekeh, “Kau sudah banyak membantu. Terima kasih.”

“Setelah kalian memenangkan persidangan, kau harus bayar ganti rugi padaku. Aku ingin daging sapi korea premium.”

“Aku tau. Aku akan membelikan yang banyak untukmu.” Jongin kembali terkekeh.

“Oh? Sepertinya ada Jonghyun hyung dan nyonya Anne.”seru Sehun melihat beberapa pasang sepatu di atas rak. “Tapi sepatu siapa ini?”

“Mungkin Luhan hyung.”

“Tidak. Luhan hyung tidak punya sepatu seperti ini. Lagipula bukankah Luhan hyung ada persidangan?”

“Benar juga.”

Walaupun biasanya rumah mereka selalu sunyi tapi entah mengapa hari itu rumah itu lebih sunyi dari biasanya. Mungkin karena mereka telah meninggalkannya selama beberapa hari dan ketiadaan Luhan.

“Jonghyun hyung!”panggil Sehun mencari-cari Jonghyun sambil mendudukkan Jongin di sofa.

Nyonya Anne muncul dengan senyum tipis sarat kekhawatiran, “Jongin, kau sudah pulang? Bagaimana keadaanmu? Apa kau sudah membaik?” ia menjatuhkan diri di samping Jongin.

Jongin tersenyum, “Aku tidak apa-apa, nyonya Anne. Aku sudah membaik.”

“Ngomong-ngomong dimana Jonghyun hyung? Dia ada disini, kan?”

Ekspresi wajah nyonya Anne berubah semakin khawatir, “Sebenarnya…” Ia menatap Jongin dan Sehun bergantian.

“Ada apa nyonya Anne? Kenapa wajah nyonya Anne terlihat sedih?”tanya Jongin.

“Sebenarnya ada…” Kalimat nyonya Anne terputus begitu Jonghyun muncul bersama seseorang. Seseorang yang berhasil mencuri perhatian semua orang seketika. Mata Jongin dan Sehun membulat lebar bersamaan. Keduanya terperangah, membeku, tak mampu bergerak. Karena kejadian-kejadian memilukan itu kembali memutar di otak mereka.

Kebahagiaan dan kebersamaan yang di rampas secara paksa. Dalam sekejap semua hal yang mereka miliki menghilang. Dalam sejekap mereka hilang arah.

“Luhan menemukannya.” Jonghyun mendudukkan Kim Donghyun di sofa yang ada di hadapan Jongin. Kaki dan tangannya masih terikat dan dia menundukkan kepalanya dalam-dalam.

Jongin menatapnya lekat-lekat. Rahangnya mengeras. Seseorang yang menjadi awal mula rasa sakit mereka. Seorang pengkhianat yang justru membuat semuanya menjadi semakin rumit.

“Dia mau bersaksi—“

 

BUG!

 

Sehun tiba-tiba berdiri, menarik kerah bajunya dan memberikan pukulan keras hingga ia tersungkur di lantai.

“Sehun!”pekik Jonghyun berusaha menghentikan Sehun yang kembali memberikan pukulan pada Kim Donghyun.

Sehun mendorong Jonghyun, juga Jinyoung yang berusaha menghentikannya. Ia memukul pria itu membabi buta.

Rasa sakit ini… dan semua air mata.

Semuanya masih terasa dengan jelas. Bagaimana rasa sakit ketika ia di tinggalkan oleh ayahnya. Bagaimana kedua kakaknya harus melewati banyak kesullitan tapi tidak punya pilihan lain selain menjadi kuat di depannya.

Dia ingat semuanya.

“Sehun, hentikan. Dia bisa mati!”bentak Jinyoung. Ia memeluk tubuh Sehun dari belakang dan menariknya menjauh.

Sementara Jonghyun segera menyelamatkan Kim Donghyun yang sudah babak belur.

Sehun mendorong tubuh Jinyoung sekali lagi. Namun dorongan yang sangat kuat itu tanpa sengaja membuat punggung Jinyoung menabrak sebuah guci hias hingga pecah dan berhasil merobek punggungnya.

“AAARGGH!” Sehun menggeram, amarahnya tak lagi bisa di tahan. Semuanya meledak ke permukaan. Membuatnya buta. Membuatnya tidak perduli jika di dunia ini, hukum itu ada. Dia ingin membalas dendam. Dia ingin membunuhnya.

Pria tinggi itu pergi meninggalkan ruang tengah.

“Jinyoung kau tidak apa-apa?” nyonya Anne membantu Jinyoung berdiri. “Oh Tuhan, punggungmu berdarah!”

“Tidak, aku tidak apa-apa, nyonya Anne.” Pria itu meringis menahan sakit lalu tersenyum saat ia menatap nyonya Anne.

“Kita obati punggungmu.”

Jinyoung menggeleng, dengan lembut ia melepaskan cekalan nyonya Anne di tangannya, “Aku harus mengejarnya dulu.”

“Jinyoung…”

Jinyoung kembali tersenyum. Menolak secara halus ucapan nyonya Anne lalu pergi menyusul Sehun ke kamarnya.

Taemin menatap sisi wajah Jongin. Tidak berani bersuara karena dia melihat kedua matanya memancarkan kebencian yang mendalam. Dia mengerti. Dia sangat mengerti.

Sahabatnya itu bukanlah seseorang yang bisa mengekspresikan perasaannya dengan mudah. Dia terus bersembunyi di balik sosoknya yang kuat. Dia selalu bersembunyi di balik senyumannya.

Semua orang mengira jika Jongin sudah tidak merasakan luka itu lagi. Mereka pikir dia sudah melupakannya. Bahkan terkadang mereka mengabaikannya dan lebih fokus pada Luhan dan Sehun. Jongin terlihat baik-baik saja. Jongin terlihat dia sudah tidak memiliki dendam lagi.

Tapi jauh di balik itu semua, Taemin tau ada sebuah luka yang ada di dasar hatinya. Luka yang tidak pernah sembuh. Mungkin selamanya tidak akan pernah sembuh. Luka yang pekat dan bernanah.

Taemin menghusap pundak Jongin pelan, “Jangan memarahi Sehun. Kau tau dia hanya—“

“Aku tau.”balas Jongin terdengar dingin. “Dia tidak bersalah.”

Taemin menatap sisi wajah sahabatnya itu bingung.

“Karena aku juga sangat ingin membunuhnya.”

Dan bersamaan dengan itu, beningan air mata jatuh mengalir di pipinya.

***___***

 

Jinyoung menghampiri Sehun yang sedang berdiri di balkon kamarnya, menatap kosong kearah bawah. Tertatih sambil terus menahan rasa sakit di punggungnya, ia menghampiri Sehun.

“Kau baik-baik saja?”tanyanya berdiri di sampingnya. “Aku tidak bermaksud apapun.  Tadi aku hanya tidak ingin ada masalah lagi.”

Sehun hanya diam. Terus menatap ke bawah. Jinyoung mendapati kedua matanya terlihat sendu dan lelah. Seperti ingin menangis namun ia berusaha keras menahannya.

“Dia membuat keluargaku menderita.”serunya beberapa saat kemudian. “Ayahku meninggal dan Jongin hyung kecelakaan.”

“Aku mengerti kau pasti sangat marah tapi kau tidak boleh melakukan hal yang buruk.”kata Jinyoung pelan.

“Dia pantas menerimanya. Semua ini karena dia.”

Jinyoung menghusap pundak Sehun pelan, “Jangan menjadi penjahat karena dia, Park Sehun. Jangan melakukan itu.”

Sehun memejamkan kedua matanya kuat-kuat bersamaan air mata yang merembes melalui sudut matanya. Dalam kali yang sudah tak terhitung lagi, Jinyoung selalu menjadi seseorang yang selalu ada di sisinya setiap kali ia meneteskan air mata. Entah sudah berapa kali pria itu menyaksikan kejatuhannya yang berakhir menjadi rahasia mereka berdua. Jinyoung selalu melindungi air mata itu agar tidak di lihat oleh orang lain.

Sehun menelan ludah. Dia sadar jika dia sudah cukup egois hari ini. Dia telah melukai Jinyoung karena emosinya.

Ia membuka matanya pelan, menatap kearah Jinyoung, “Maafkan aku.”lirihnya penuh rasa bersalah. “Punggungmu…”

“Ini hanya luka kecil.”serunya. Beberapa detik kemudian ia mengoreksi ucapannya, “Oke, ini sedikit sakit.”

Sehun tertawa, “Bodoh. Ayo pergi ke rumah sakit.”

“Tidak.” Jinyoung langsung menggeleng. “Kau lupa jika kita baru saja selamat dari kejaran orang-orang mengerikan? Aku bisa mengobatinya di rumah.”

“Kenapa di rumah? Kau pikir aku tidak punya obat untuk mengobatimu?”

Sehun merangkul pundak Jinyoung dan mengajaknya kembali ke dalam. Firasat Jinyoung langsung memburuk. Tiba-tiba ia teringat kejadian beberapa tahun lalu saat Sehun mengobati lukanya ketika dia terjatuh dari sepeda. Ia masih ingat bagaimana rasanya saat jari-jari kasar Sehun melakukan semua itu. Bukannya merasa lebih baik, Jinyoung bersumpah jika dia tidak akan membiarkan Sehun melakukan itu lagi.

“Aku sudah bilang aku tidak akan membiarkanmu menyentuh lukaku lagi.”dengus Jinyoung mendorong tubuh Sehun dan berjalan sendiri.

“Kali ini aku akan melakukannya pelan-pelan. Sungguh.”

“Jika kau melakukannya, aku akan menghajarmu.”

Sehun tertawa, “Aku benar-benar tidak akan menyakitimu lagi.”

“Pergi!”

***___***

 

Jonghyun menceritakan semuanya pada Luhan begitu pria itu datang. Luhan langsung meletakkan tasnya di sofa dan tanpa pikir panjang mencari Jongin. Bukan Sehun. Itu karena Jonghyun mengatakan jika dia melihat kilatan kebencian yang lebih mendalam di mata Jongin bukan Sehun.

Kepribadian Jongin yang sedikit tertutup adalah alasan Luhan kenapa dia sangat mengkhawatirkan Jongin sekarang. Dia tidak akan melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.

Menyadari kehadiran Luhan, Taemin yang sejak tadi menemani Jongin memutuskan untuk meninggalkan mereka berdua.

Luhan menghampiri adiknya itu pelan. Duduk di kursi roda, ia menatap kosong kearah taman yang ada di belakang rumah mereka.

“Apa yang sedang kau lakukan disini?”suara Luhan berhasil membuyarkan lamunan Jongin. Tapi pria itu sama sekali tidak menoleh.

“Berpikir.”

“Apa yang sedang kau pikirkan?”

“Hyung, jika kau mengetahuinya, mungkin kau akan sangat terkejut.”

“Apa kau ingin membunuhnya? Atau segera menjebloskannya ke dalam penjara?”tebak Luhan tetap dengan nada tenang. “Tapi aku yakin pilihan yang pertama.”

Jongin terdiam sejenak, “Aku sedang berpikir bagaimana cara yang pantas untuk membunuhnya.”ucap Jongin dingin. “Dalam pikiranku, aku sudah melakukan pembunuhan yang sangat sadis padanya. Berkali-kali.”

“Apa kau tau jika appa mengetahuinya dia akan merasa kecewa?”

“Aku tau.”jawab Jongin. “Karena itu aku hanya melakukannya dalam pikiranku, bukan kenyataan.”

“Kau membencinya?”

“Sangat membencinya.”

“Tapi kau percaya padaku jika aku pasti bisa mengungkap semuanya, kan?” Jongin mendongak, menatap Luhan yang berdiri di sampingnya. Luhan tersenyum. “Kau adalah adikku yang paling baik. Jadi, tetaplah jadi seperti itu. Biarkan aku yang menyelesaikannya.”

***___***

 

Malam harinya, Jinyoung yang memutuskan untuk menginap di rumah Sehun bersama Taemin, Jonghyun dan juga nyonya Anne makan malam bersama. Tidak seperti biasanya, malam itu suasana makan malam lebih ramai. Dan semua orang terlihat lebih bahagia. Mereka seperti sudah melupakan masalah beberapa saat lalu.

“Terima kasih atas makanannya, nyonya Anne!” Sehun berseru senang sambil mengunyah makanannya. Akhirnya dia bisa merasakan masakan seorang ibu lagi.

Nyonya Anne tersenyum, “Makanlah yang banyak.” Lalu ia menatap yang lain satu-persatu. “Kalian juga makan yang banyak.”

“Ini sangat enak. Sungguh.”ucap Taemin. “Rasanya sakit di kakiku jadi tidak terasa lagi.”

“Kalau begitu setelah ini kau bisa pulang.”sahut Jongin.

Taemin langsung cemberut, “Aku kan sudah bilang jika aku akan menginap disini malam ini. Jika aku pulang, eoma bisa khawatir melihat kakiku.”

“Kalau begitu kita pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kakimu.”

“Sudahlah jangan mengkhawatirkanku. Aku tidak apa-apa. Pikirkan saja keadaanmu sendiri.”

Jongin mendengus, “Menyebalkan.”

“Besok kau akan datang ke sekolah, kan?” Jinyoung juga bertanya pada Sehun.

Sehun terdiam selama beberapa saat, bingung harus menjawab apa pertanyaan Jinyoung itu. “Aku masih bingung.”

“Ada banyak nilaimu yang kosong. Selagi kau masih tidak memiliki kesibukan, sebaiknya kau mengisi nilai-nilai kosongmu itu.”

“Jinyoung benar.”kata Luhan menyahuti. “Pergilah ke sekolah besok. Kau sudah terlalu lama berada di rumah.”

“Hyung, tapi…”

“Mau sampai kapan kau bersembunyi? Hadapilah mereka.”

Sehun hanya menghela napas panjang pasrah. Jika Luhan sudah bicara, dia tidak akan bisa membantah ucapannya.

“Lagipula pandangan publik sudah mulai berubah sejak persidangan terakhirmu.” Taemin bergabung dengan topik cerita mereka. “Beberapa orang mulai mempercayaimu dan ingin agar kasus itu segera di selesaikan.”

Sehun hanya diam sambil terus memain-mainkan sumpit di tangannya, menatap kosong kearah makanannya. Napsu makannya mendadak hilang.

Melihat Sehun yang masih ragu, Taemin berseru lagi, “Harusnya kau sering mengunjungi fancafe-mu dan membaca surat-surat dari fans.”

Jonghyun menatap Taemin dengan kening berkerut, “Kau bergabung dengan fancafe Sehun?”

Pria itu meringis malu, “Untuk memantaunya, hyung. Aku ingin melihat komentar-komentar yang di berikan fans untuknya. Jika aku menemukan komentar jahat, aku berniat melaporkannya ke polisi.”

“Tidak hanya paparazzi ternyata aku juga punya banyak mata-mata lain.”gerutu Sehun.

Nyonya Anne tertawa sambil menghusap lembut kepalanya, “Itu karena mereka menyayangimu, kan?”

“Iya. Aku melakukan itu karena aku menyayangimu.” Taemin mengendikkan kedua bahunya lalu melanjutkan kembali mengunyah makanannya.

“Aku jadi ingin menonton berita setelah ini. Aku ingin membuktikan apa yang di katakan Taemin.” Jonghyun tersenyum, berubah menjadi semangat. “Keputusanmu untuk memperpanjang sidang sepertinya tepat.” Ia melirik kearah Luhan.

“Tidak. Tapi keputusan untuk mempercayai pengacara itu.” Luhan memperbaiki.  “Dia melakukannya dengan baik.”

“Benar. Aku sangat—“

“Luhan hyung…” Tiba-tiba suara Sehun memotong percakapan mereka. Luhan dan yang lain menoleh kearah Sehun yang mematung di tempatnya dengan wajah pucat. “Luhan hyung…”

“Sehunnie, ada apa?”

“Hyung, aku ingat…” lirih Sehun balas menatap Luhan.

“Tentang apa?”

“Saat itu… saat appa meninggal…”suara Sehun terdengar terputus-putus. “Seorang suster… dia…”

“Dia?”

Sehun menelan ludah susah payah, “Dia menyuntikkan sesuatu pada appa.”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

8 thoughts on “FF EXO : AUTUMN CHAPTER 33

  1. AnisMaria berkata:

    Jinyoung-kuuuu 😘😘😘 dia selalu ada buat Sehun, dia selalu memeluk dan melindungi air mata Sehun…

    aku suka moment Jinyoung-Sehun yang manis tapi perih, karena Sehun banyak terluka..

    dan juga… awalnya aku agak kaget juga sih pas tahu Sehun bakal menyadari ada Donghyun di rumahnya… dan kejadiannya juga terjadi,, Sehun mukulin orang itu…

    Yess, Nyonya Anne jadi semacam menggantikan Kwon Ahjumma gitu yaaa,,, untuk sementara sih… masakin mereka,, menormalkan suasana makan malam…

    Dan juga… hihi ngakak liat interaksi Jongin-Taemin yang lucu… mereka mah berantemnya unik…

    Jinyoung meski terluka dia mah tetep cerewet ya,, kesayangan aku memang unik… haha malah mendadak aku bayangin adegan Sehun mengobati kaki Jinyoung dengan brutal kkk 😂😂😂

    Dan… tunggu!
    Anu… ini… aku nggak ngerti… seorang suster? menyuntikkan sesuatu?
    Jadi ayahnya benar2 “dibunuh”?

    Dibunuh?

    Ohh, kayaknya meledakkan si pelaku dengan bom aja belum cukup… dia perlu disiksa sampe setengah usia baru dimusnahkan… *ikutan baper jadinya kan

    #PelukJinyoung #PelukParkSiblings #PelukSahabatMereka

  2. Hesti andriani berkata:

    Memang kim donghyun pantas dibunuh karna dia semua nya berantakan. Taemin kamu lucu banget sih bergabung ke fancafe sehun dan melindungi sehun walaupun secara tidak langsung. Sehun ingat sama suster yang menyuntikkan sesuatu ke appa park sibling, semoga suster iti cepat ketemu dan semua saksi yang dibutuhkan luhan selama persidangan juga cepat ketemu dan yang ngejebak keluarga mereka biar cepat-cepat ditangkap dan dapat hukuman yang sangat berat. Semga luhan menang dipersidangan nanti.
    Fighting kakak nulisnya

  3. Anfa berkata:

    Kak mija ini tbc nya kok cepet banget y?? Perasaan baru baca udah ada tbc aja… Next part tema.a tentang suster itu bukan?? Semangat selau buat kak mija ;D

  4. RAIN berkata:

    Baru seru baca eh ada tbcnya, berasa pendek apa karna keasikan baca yaa
    Dan yes akhirnya sehun inget ttg suster yg mencurigakan itu, dan semoga aja sehun jg inget wajahnyaa dan masalah mereka cepet selesai..

  5. Putihilma berkata:

    Yeaaay!! Akhirnya ingatan sehun nambah lgi
    Chapter ini keren bgt! Puas ngeliat donghyun dihajar sehun wkwkwk😈
    Makin gk sabar ngeliat penjahat sebenernya tertangkap.
    Next chapter nya selalu ditunggu eonni… Fighting!! ❤❤

  6. princesshanxo berkata:

    wahhh kak makin greget aja ffnya , ngefeel bgt ,pembaca bnr2 bisa ngerasain suasana yg kak mi ja gambarin. Menurrut aku sih ff kak mi ja itu 99% perfect bgt reader dibuat gk bisa buat gk suka sma ff ini. Semangat terus kak……!

  7. fitriwind berkata:

    Ahhh .. sehunnie . Kasian . Jongin juga . Diem-diem ,, ntar takutnya jadi psycho ni anak :V
    Mana Suho ?? Pengen liat dia ,,
    Next ya kk ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s