Crazy Without You Part 23

Crazy Without You

Author   : Ohmija

Cast  : Donghae SJ, Yoona SNSD, Sehun EXO

Support Cast    : The Rest members SUJU, SNSD, EXO

Genre : Romance, Family, Friendship, Comedy

Yoona seketika membeku di tempatnya mendengar pertanyaan Sehun barusan. Dia tau semuanya sudah berubah, Sehun sudah tumbuh dewasa dan mulai mengerti. Dia bukan lagi anak kecil yang akan menurut saat di beritahu jika pertanyaan itu akan membuat ibunya sedih. Dia juga harus tau kenyataannya.

“Sehunnie…”seru Yoona pelan.

“Apa aku membuat eoma sedih?”tanya Sehun menatap ibunya dengan wajah polosnya. “Jika iya, aku tidak akan bertanya lagi.”

Yoona tersenyum, “Maukah kau menunggu eoma sebentar lagi? Eoma harus mengumpulkan kekuatan dulu sebelum memberitahumu.”

“Apa hal itu sangat sulit?”

Yoona mengangguk dengan senyum, “Kau mau kan?”

“Tentu. Aku akan menunggu eoma.”

Yoona menghampiri anaknya sambil membuka kedua tangannya, “Sekarang maukah kau memeluk eoma?”

Sehun juga berjalan ke dalam pelukan ibunya. Anak itu terus tumbuh, bahkan sekarang tingginya  sudah hampir menyerupai Yoona.

“Eoma sepertinya aku tidak bisa memeluk eoma sesering mungkin lagi karena jika teman-temanku tau, mereka akan mengejekku.”

“Kenapa? Apa kau malu?”

“Sedikit.”

Yoona terkekeh, “Aku sangat terkejut karena tiba-tiba anakku sudah setinggi ini. Anak kecilku sudah dewasa.”

“Aku ingin segera menjadi dewasa agar bisa menjaga eoma.”balas  Sehun. “Nanti saat aku sudah dewasa, eoma tidak perlu bekerja lagi.”

“Apa kau yang akan bekerja?”

“Tentu. Aku akan melakukan semuanya. Eoma bersantailah di rumah dan tunggu aku pulang.”

“Aku tau. Terima kasih.”

***___***

 

Keesokan harinya, Yoona sadar jika ini adalah salahnya. Seharian kemarin Donghae sama sekali tidak menghubunginya. Entah karena dia sibuk atau memang dia masih marah. Jadi hari ini dia berniat untuk menyenangkan hati pria itu atau bisa di bilang membuatnya agar dia tidak marah lagi.

Saat jam istirahat, Yoona mengirimi Donghae pesan yang mengatakan jika dia akan menunggunya di atap gedung. Tapi beberapa saat kemudian setelah pesan itu di kirim, Yoona tak kunjung mendapat balasan. Wanita itu tidak menyerah, ia mencoba menghubungi Donghae. Tapi panggilannya juga tidak di jawab.

Ia memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku dengan helaan napas panjang. Saat dia tidak ada, Yoona baru tersadar jika dia sangat merindukannya.

“Yoona?”

Yoona mendongakkan wajahnya saat ia mendengar seseorang memanggilnya. Ternyata Leeteuk. Pria tampan yang memiliki lesung pipi itu menghampiri Yoona dan langsung menjatuhkan diri di hadapannya.

“Apa yang kau lakukan disini? Kau makan sendirian?” Yoona mengangguk pelan dan tersenyum tipis. Leeteuk terkekeh, “Apa kalian masih belum baikan?”

Yoona tidak terkejut karena Leeteuk mengetahui masalah mereka. Donghae pasti sudah menceritakan semuanya padanya.

Yoona mengangguk lagi, “Dia tidak menjawab panggilanku dan tidak membalas pesanku.”

“Itu karena dia sangat sibuk. Aku bahkan jarang bertemu dengannya walaupun kami tinggal bersama.”

“Tapi setidaknya aku ingin dia membalas pesanku walaupun hanya pesan singkat.” Yoona tersenyum kecut.

“Donghae tidak pernah marah dalam waktu yang lama. Tunggu saja, dia pasti akan segera menghubungimu.”seru Leeteuk menepuk-nepuk punggung tangan Yoona.

***___***

 

“Selamat pagi Choi Sehun!” Baekhyun menjatuhkan dirinya di samping Sehun dengan lompatan penuh semangat seperti biasa.

Sehun hanya menoleh sekilas, “Selamat pagi.” Perlahan-lahan dia mulai terbiasa dengan tingkah Baekhyun.

“Apa kau sudah sarapan?”tanya anak laki-laki bermata sipit itu. Sehun hanya diam. Dia tau Baekhyun akan bicara lagi sebelum dia menjawab pertanyaan itu. “Tadi pagi aku tidak makan banyak. Aku hanya makan sedikit cereal. Aku juga tidak minum susu karena Heechul hyung belum memberikan uang belanja bulanan pada ibu. Isi di kulkasku sudah hampir habis.” Dugaan Sehun benar. “Apa yang kau makan pagi ini? Ah! Kau pasti sering minum susu karena rasanya kau bertambah tinggi dengan sangat cepat. Dulu bukankah kau lebih pendek dariku? Tapi sekarang kau lebih tinggi.”

Sehun berdecak. Lebih pendek apanya? Baekhyun bahkan tidak pernah lebih tinggi darinya sejak hari pertama masuk sekolah.

“Kenapa aku tidak tumbuh juga? Apa karena aku tidak suka olahraga?” Anak laki-laki bergumam pada dirinya sendiri. Lalu ia menoleh kearah Sehun, “Apa benar begitu? Apa aku pertumbuhanku karena aku tidak suka olahraga?”

Sehun menghela napas panjang, sudah akan membuka mulutnya tapi lagi-lagi suara lain mendahuluinya.

“Choi Sehun! Kau sudah lihat berita?” Salah satu teman sekelas Sehun melompat ke kursi yang ada di depan Sehun sambil menunjukkan layar ponselnya. “Fotomu ada di Naver!”

“Apa?!”pekik Baekhyun langsung merebut ponsel itu dan melihatnya sendiri. Sehun yang tidak mengerti apa yang di maksud oleh teman sekelasnya itu hanya diam. Dia bahkan tidak tau apa Naver itu. “Benar! Sehun, kau ada di berita Naver!”

“Apa yang sedang kalian bicarakan?”tanya Sehun bingung.

“Identitas anak laki-laki yang ada di foto Super Junior Donghae dan kekasihnya terungkap.” Baekhyun membaca judul berita itu. Sementara beberapa murid mulai mengerumuni meja Sehun. “Baru-baru ini fans Super Junior di gemparkan dengan foto-foto Donghae dan kekasihnya yang sedang berlibur bersama. Dan sudah di konformasi jika kekasihnya itu adalah Stylist yang bekerja di perusahaan yang sama dengan Super Junior yaitu SM Entertainment. Tapi anak laki-laki yang ada di foto bersama keduanya belum di ketahui identitasnya. Perwakilan SM Ent mengatakan jika anak laki-laki itu adalah seorang kerabat. Tapi beberapa bukti mulai terkuak dan akhirnya di ketahui jika anak laki-laki itu adalah anak kandung dari Im Yoona (kekasih Donghae) bersama mantan kekasihnya Choi Siwon, CEO dari sebuah perusahaan mobil Korea. Sebelumnya, Choi Siwon juga terlibat skandal dengan Girls Generation Tiffany dan di duga menjadi penyebab kandasnya hubungan wanita cantik itu dengan kekasihnya, 2PM Nichkhun. Hingga saat ini belum ada konfrmasi apapun dari masing-masing pihak.”

“Uwaaah, benarkah? Ayahmu adalah CEO perusahaan mobil?”pekik salah satu teman sekelas Sehun.

“Jadi kau anak orang kaya?”sahut yang lain.”

“Waah Park Sehun adalah seorang Chaebol!”

“Dan sekarang ibunya juga berkencan dengan Idol terkenal!”

“Park Sehun, kau menakjubkan!”

Para murid mulai mengeluarkan komentar mereka. Beberapa bahkan mendorong-dorong pundak Sehun membuatnya merasa sangat terganggu.

“Kalian berisik sekali!” Baekhyun yang juga merasa terganggu karena seketika mejanya di penuhi orang-orang berseru kesal. “Sebentar lagi bel berbunyi! Cepat kembali ke kursi kalian!”

Tapi murid-murid itu mengabaikan ucapan Baekhyun. Mereka tetap mengerumuni meja Sehun. Karena kesal, akhirnya Baekhyun menarik lengan Sehun dan menyeret anak itu pergi meninggalkan ruang kelas.

“Baekhyun, kita mau kemana? Sebentar lagi bel berbunyi.”seru Sehun bingung.

Tapi Baekhyun tetap membawanya pergi. Keduanya menuju halaman belakang sekolah.

“Sehun, ini adalah hal buruk.”ucap Baekhyun sambil menjatuhkan dirinya di atas tanah, duduk bersandar pada tembok bangunan.

“Apa maksudmu?”

“Aku pernah mengalami hal seperti ini. Ah, tidak. Maksudku Heechul hyung.” Ia menatap Sehun yang masih berdiri di depannya. “Ini namanya skandal. Waktu itu hyungku bahkan tidak berani meninggalkan rumah. Dia juga tidak bekerja selama sebulan.”

Sehun menggaruk kepalanya bingung, “Aku tidak mengerti.”

“Yang jelas mulai sekarang kau tidak boleh pergi kemanapun sembarangan. Saat ada seseorang yang bertanya tentang kedua orang tuamu, kau tidak boleh mengatakan apapun, mengerti?”

“Kau serius?”

“Aku sangat serius!” angguk Baekhyun. “Ini demi kebaikanmu dan ibumu.”

Sehun mengacak rambutnya. Dia masih tidak mengerti apa yang di katakan Baekhyun. Tapi sepertinya anak itu sedang tidak bercanda. Dia menatapnya dengan tatapan sungguh-sungguh.

Sambil menghela napas panjang, Sehun duduk di samping Baekhyun, “Kau tau? Bahkan aku sendiri tidak tau siapa ayahku.”desahnya pelan. Baekhyun menoleh, menatap sisi wajah anak itu.

“Kenapa kau tidak tau? Bukankah tuan Choi Siwon itu?”

“Dia memang ayahku tapi sebenarnya bukan ayahku.”

“Huh?”

“Entahlah. Eoma selalu bilang suatu saat nanti aku akan mengerti. Jadi aku tidak pernah bertanya apapun. Karena pertanyaan itu akan membuat eoma-ku sedih.”

Sonsengnim bilang kita tidak boleh membuat eoma sedih. Jika kita membuat eoma menangis, saat dewasa nanti kita akan menjadi sial.”ucap Baekhyun. “Mungkin itu adalah masalah orang dewasa jadi nanti saat kau sudah dewasa, kau baru mengerti bagaimana permasalahannya.”

Sehun mengangguk, “Mungkin.”

“Yang jelas kau harus mendengarkan ucapanku tadi. Jangan mengatakan apapun pada orang lain tentang keluargamu. Itu bisa menimbulkan masalah, mengerti?”

Sehun mengangguk lagi, “Aku mengerti.”

Sedikit lucu sebenarnya. Bagaimana Sehun menceritakan hal yang mengganjal di hatinya pada si biang gosip Baekhyun. Dia bahkan tidak pernah membicarakan hal ini dengan Jongin. Harusnya dia tidak melakukan itu tapi entah mengapa dia mempercayai Baekhyun.

***__***

 

Donghae langsung melompat turun dari van dan berlari memasuki gedung SM Ent setelah membaca berita yang seketika menjadi viral itu.

Ia menerobos beberapa pegawai yang baru saja datang dan langsung memasuki lift menuju ruangan Yoona. Sesampainya di sana, dia tidak menemukan wanita itu di sana. Hanya ada tas dan komputernya yang menyala.

Donghae kembali keluar, menghampiri salah satu anak buah Yoona yang baru saja menduduki kursinya.

“Dimana Yoona?”tanyanya tanpa basa-basi.

“Uh… tadi aku melihatnya pergi ke ruangan Sajangnim.”

“Apa?!” Donghae terlonjak. Firasatnya langsung memburuk. Sepertinya Kim Youngmin sudah mengetahui berita itu.

Donghae langsung pergi menuju ruangan Kim Youngmin namun di perjalanan ia bertemu Yoona. Ia menghampiri gadis itu dan langsung mencekal kedua lengannya.

“Apa dia memarahimu? Apa yang dia katakan?”tanyanya.

Yoona mengangkat wajahnya, mengerjap bingung. Begitu ia tersadar jika Donghae sudah ada di depannya, ia buru-buru tersenyum.

“Tidak ada.”

“Jangan bohong! Katakan padaku!”

“Donghae-ssi, kau tidak perlu khawatir. Tidak ada yang terjadi. Sungguh.”

Donghae tau wanita itu sedang berusaha menenangkannya. Dia tau Yoona sedang berbohong. Tapi ini bukan saat yang tepat untuk bertengkar. Terlebih lagi dia tau kenapa Yoona memilih untuk berbohong saat ini.

Pria itu mengulurkan tangannya, menarik Yoona dalam pelukannya, “Maafkan aku.”bisiknya. “Semua ini terjadi karena aku.”

Yoona tidak bersuara. Ia membalas pelukan Donghae dan menyembunyikan wajahnya di dada pria itu.

Wanita itu menangis.

***___***

 

Sooyoung langsung pergi ke sekolah Sehun dan meminta ijin pada wali kelasnya untuk membawa anak itu pulang lebih awal. Wali kelasnya mengijinkannya karena sudah mendengar berita itu. Bukan apa-apa, Sooyoung hanya ingin melindungi anak itu dari orang-orang yang ingin mengorek informasi tentang keluarganya atau biasa di sebut paparazzi.

“Sehunnie sepertinya kau tidak bisa pergi ke sekolah selama beberapa hari ini.”ucap Sooyoung sambil mengendarai mobilnya.

“Kenapa?”

“Ada sesuatu yang terjadi. Kau di rumah saja, oke?”

“Apa karena berita itu?”balas Sehun.

Sooyoung menoleh sekilas kearah Sehun dengan mata terbelalak, “Kau mengetahuinya?!”

Sehun mengangguk, “Tadi di sekolah teman-temanku membicarakan itu. Ada fotoku di internet.”

“Sehunnie, itu bukanlah sesuatu yang buruk jadi kau tidak perlu khawatir, oke?”

Anak kecil itu mengangguk lagi, “Eung.”

Sooyoung menghembuskan napas lega samar-samar. Dia bersyukur karena Sehun tidak terlalu mengerti Internet dan jarang menggunakannya. Jadi dia tidak begitu mengerti apa yang sebenarnya terjadi sekarang.

“Imo, apa imo akan mengantarku pulang?”

“Tidak. Kau tinggal di rumah imo untuk sementara sampai eoma menjemputmu.”

“Baiklah.”

***___***

 

Yoona juga meninggalkan kantor lebih awal karena dia sudah muak dengan tatapan para karyawan. Sebagian dari mereka menunjukkan rasa simpati tapi ada beberapa yang juga menatapnya tajam. Mereka menganggap Yoona sebagai pembuat masalah. Sejak berita kencannya dengan Donghae tersebar, staff terus di buat sibuk menjawab panggilan dari berbagai media. Dia bahkan bukan seorang Idol, tapi dia banyak membuat masalah.

Yoona menyandarkan kepalanya di pintu taksi. Ucapan Kim Youngmin yang memintanya untuk putus dari Donghae atau mengundurkan diri terus terngiang di kepalanya.

Dia menyukai pekerjaanya tapi di sisi lain dia juga tidak ingin melepaskan Donghae. Dilema.

“Unnie, haruskah aku mencari pekerjaan lain?”tanyanya pada Sooyoung setelah ia sampai di rumah kakak sepupunya itu sementara Sehun bermain di kamar Jongin.

“Yah, aku tau sejak dulu jika Kim Youngmin itu adalah iblis.” Sooyoung menghidangkan minuman hangat untuk Yoona. “Dia selalu merusak semuanya.”makinya lalu menatap Yoona dan berseru pelan, “Lalu kau mau bekerja dimana?”

“Aku bisa bekerja sebagai freelance.” Yoona tersenyum, sebisa mungkin bersikap tenang.

“Kau sudah memberitahu Donghae tentang ini?”

“Belum. Aku tidak bisa memberitahunya sekarang karena aku tidak ingin mengganggu pekerjaannya. Aku akan memberitahunya nanti.”

“Oh Tuhan, Yoona… kenapa semuanya jadi begini?” Sooyoung menghusap kepala Yoona lembut lalu menghela napas panjang. “Kau harus kuat.”

Yoona mengangguk dengan senyum, “Aku juga akan memberitahu Donghae yang sebenarnya, unnie.”

Kening Sooyoung berkerut, “Maksudmu?”

“Semuanya. Aku akan memberitahu semuanya.”

Mata Sooyoung langsung melebar, “Kau sungguh-sungguh?”

“Kesalahpahaman ini terjadi karena aku tidak jujur padanya. Aku ingin memberitahunya yang sebenarnya agar aku lega.”

“Tapi, kau sudah menyimpan rahasia itu selama 12 tahun. Kau sungguh-sungguh?” tanya Sooyoung lagi.

“Aku sudah yakin akan melakukannya unnie. Jangan khawatir. Aku yakin Sehun juga akan mengerti.”

***___***

 

Tiffany langsung masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu dengan bantingan keras membuat Yuri dan Taeyeon yang ada di ruang tengah langsung menoleh terkejut.

Berita itu menyebar luas tak terkendali. Entah itu benar atau tidak. Tapi berita itu telah berhasil membuat hatinya benar-benar sakit. Dia pikir anak itu adalah anak Yoona dan mantan suaminya. Dia pikir Siwon hanyalah kekasih Yoona dan keduanya akan segera menikah. Dia pikir hubungan mereka tidak sejauh itu.

Maksudnya… mungkinkah anak itu adalah anak di luar pernikahan? Atau mungkinkah mereka sudah pernah menikah dan bercerai lalu memutuskan untuk menikah lagi?

Ada begitu banyak kebohongan. Juga ada begitu banyak pertanyaan yang ingin ia ketahui jawabannya. Mereka seperti mempermainkannya dan dia terlihat seperti orang bodoh yang mempercayai ucapan mereka.

Bodoh. Dia sadar dia sangat bodoh.

***___***

 

Sehun tau ibunya sedang bersedih. Jadi ketika dia bertanya apa yang harus mereka makan malam itu, Sehun hanya menjawab ramyeon. Karena tidak butuh waktu lama untuk membuatnya dan tidak terlalu merepotkan.

Anak laki-laki itu hanya duduk diam di kursi makan. Berbeda dari hari-hari biasa dimana Yoona harus berteriak atau memarahinya karena dia lebih suka makan di ruang tengah daripada di meja makan. Malam itu, dia bersikap manis.

“Apa kau mau sosis?”

Sehun menggeleng, “Tidak. Ini saja.” Ia langsung menyumpitkan ramyeon ke dalam mulutnya dan bersikap seolah-olah makanan itu adalah makanan yang paling enak di dunia. “Waah enak sekali. Waaah.”

Yoona tersenyum. Anak ini… dia sudah dewasa.

“Eoma karena besok aku tidak pergi ke sekolah, bolehkah aku menonton pertandingan bola malam ini?”

“Maksudmu kau mau begadang?”

Sehun meringis, “Bolehkah? Malam ini akan ada pertandingan besar antara Real Madrid dan Barcelona.”ucapnya menggebu-gebu.

“Kau sedang memanfaatkan kesempatan ya?”

Sehun buru-buru menunduk saat melihat wajah marah Yoona, “Eum… tapi jika tidak boleh, tidak apa-apa.”

Yoona langsung tertawa dan menghusap kepala anaknya itu lembut, “Baiklah. Lakukan apapun yang kau mau.”

“Sungguh?” Mata Sehun langsung berbinar-binar. Yoona mengangguk. “Yeay!”

“Lagipula besok eoma juga tidak pergi ke kantor.”

“Huh? Kenapa?”

“Tidak apa-apa. Eoma ingin berada di rumah saja mulai sekarang.”

Sebenarnya Sehun ingin bertanya apa saat ini ibunya sedang mengalami masa-masa sulit. Apa berita itu benar-benar membuatnya sedih. Tapi dia mengurungkan niatnya. Dia tau jika dia bertanya, hal itu akan semakin membuat ibunya sedih.

“Kalau begitu eoma berada di rumah saja mulai sekarang. Lagipula sejak eoma bekerja di tempat itu, eoma jadi tidak punya banyak waktu untukku. Jika eoma tidak bekerja, kita bisa pergi piknik.”

“Benar, kan? Eoma juga berpikir seperti itu. Jadi kau setuju, kan jika eoma berhenti kerja?”

“Tentu saja aku setuju. Lakukan apapun yang eoma mau.” Keduanya lalu tertawa bersama.

Suara tiba-tiba berbunyi. Detik berikutnya seorang pria muncul. Tawa Yoona langsung menghilang dari wajahnya.

“Bisakah kita bicara sebentar?”tanya pria yang ternyata Siwon itu.

“Sehunnie, bisakah kau naik ke kamarmu sebentar?”

Sehun mengangguk lalu pergi menuju kamarnya.

Yoona dan Siwon duduk di sofa ruang tengah bersampingan. Untuk beberapa saat tidak ada suara yang terdengar. Mereka sama-sama terkejut. Mereka sama-sama tidak percaya jika kenyataan itu akan tersebar luas.

“Yoona, apa kau benar-benar tidak mau menikah denganku?” pertanyaan Siwon barusan langsung membuat Yoona menoleh. “Ini demi kebaikan Sehun juga. Orang-orang membencimu karena hubunganmu dan Donghae. Dan mereka juga membenciku karena skandalku dengan Tiffany. Jika kita teruskan, mereka akan semakin membenci kita. Menikahlah denganku dan hiduplah dengan tenang bersamaku. Cara itu juga untuk melindungi Sehun.”

Yoona menelan ludah. Ucapan Siwon ada benarnya. Tapi, hatinya sudah berubah.

“Berita itu sudah menyebar luas dan bahkan mempengaruhi kehidupan Sehun. Kita tidak boleh egois dengan perasaan kita dan melukai Sehun.”

“Tapi Sehun juga menyukai Donghae. Aku tidak egois karena bukan hanya aku yang menyukainya.”

“Yoona.” Siwon menghela napas panjang. “Mau sampai kapan kau seperti ini? Tidak bisakah kita kembali seperti dulu?”

“Karena hatiku sudah berubah.”lirih Yoona. “Karena semuanya sudah berubah.”

“Jika kau terus berbuat seperti ini, kau hanya akan menyakiti Sehun!”

“Aku pasti akan melindunginya.”balas Yoona cepat. “Aku tidak akan membiarkan dia terluka.”

“Dia tidak akan terluka karena orang lain tapi karena kau! Karena kau keras kepala!” Siwon mengacak rambutnya frustasi. “Perasaanmu itu hanya akan menyakiti Sehun.”

Yoona menundukkan kepalanya. Menutup wajahnya dengan kedua tangan.

“Berhentilah bersikap seperti ini.”

“Ahjussi.” Tiba-tiba suara Sehun terdengar. Siwon dan Yoona langsung menoleh ke belakang. “Bisakah ahjussi pergi?”

Siwon berdiri dalam keterperangahannya, “Sehunnie…”

“Jangan sakiti eoma lagi.”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

22 thoughts on “Crazy Without You Part 23

  1. AnisMaria berkata:

    Aku suka sama Baekhyun, dia emang cerewet,,, tapi gimana yaaa.. di chapter ini dia lucu.. tetapi seperti anak yang bisa dipercaya… selain itu, masa sih dia mau mengkhianati kepercayaan Sehun? Kayaknya nggak mungkin deh…

    Malah makin ke sini aku khawatir kalau Tiffany bakal benci sama Yoona,..

    Selain itu,, sepertinya aku curiga tentang masa lalu Sehun… seperti ada secret of birth gitu…

    Dan… yah, memang aku nggak terlalu suka dg sikap Siwon yang kadang terkesan egois… tapi aku percaya dia nggak cuma memikirkan dirinya sendiri aja,, dia juga memikirkan Sehun dan Yoona… tapi… karena hati Yoona udah berubah, Yoona sulit untuk menerima Siwon lagi…

    Lalu apa-apaan itu? Sehun mengusir Siwon?

    Ahjussi… kasihan sekali nasibmuuuuuu~

    aku kadang suka miris kalo ngelihat tokoh yang (meskipun dia bukan tokoh utama) terlihat menyedihkan… contohnya Siwon..

    Jadi, apakah Sehun udah lebih suka sama Donghae daripada Siwon?

  2. Sfapyrotechnics berkata:

    Daebakk 👍😱😂 Jdi yoong mau berhenti bekerja di SM ?? Kasian sehun keganggu skolahnya karna brita itu 😂 Apa yoong mau bongkar rahasia dia slma ini yg dia smbunyi kan pda hae ?? 😂😂😱 Apa bener sehun itu anaknya hae yg slama ini hilang?? 😱😂 Huwaaaa daebakkk 👍😂 Sehun ngusir siwon ?? Hahaaa 😱😂😂 Rasain,, makanya jgn nyakitin yoong dan maksa yoong nikah sma you 😂😂😂

    Next kk.. Fighting!!

  3. Rahmanika berkata:

    Sehun dewasa bgt,baekhyun meskipun cerewet tp berguna jg saat ada masalah seperti itu.mkn penasaran sebenarnya apa rahasia yg disimpan yoona.sehun bnr2 anak donghae kah

  4. Tya berkata:

    Makin rumit aja hubungan meteka, kasian sehun udh kebawa”
    Apa yoona akhirnya berhenti dr SM?
    Udh penasaran bgt sama ayahnya sehun dan masa rahasia” lainnya
    Semoga di chapter selanjutnya kebongkar
    Ditunggu lanjutannya

  5. karina dianny elf berkata:

    sehun bnr” udah dewasa…
    dan lgi” siwon di sini bersikap egois,bnr” menyebalkan!!
    tpi apa ini sehun ngusir siwon…
    sehun bnr” lebih menyukai donghae dri pda siwon..
    next jgn lama” author…
    dan di tunggu moment yoonhaehun nya
    dan gak pengen tau rahasia yg yoona simpan selama 12thn

  6. lia861015 berkata:

    Masalah nya jadi tambah rumit T.T
    Jadi kasian sama sehun yg gk tau apa2,gara2 skandal orang tua nya dia jadi ikut terlibat deh>.<
    Masih penasaran sama rahasia yg yoona simpan selama 12 tahun-.-
    Ditunggu next chapternya ya 😉

  7. trywach berkata:

    mau coment kok susah bgeets,,
    mkin runyam masalahnya,,,,asal usul sehun aja blm terungkap2,,,
    jd ksihan sma yoona ,,,,,,
    semoga ntr hae g kcewa saat yoona cerita msa lalu sehun yg sebnernya.
    siwon sbnernya yg disukai spa sichhhh

  8. uly assakinah berkata:

    masih bingung sebenarnya sehun anak siwon atau donghae?? semoga aja masalah mereka dapat terselesaikan.

  9. Anfa berkata:

    Sebener.a rahasia apa s yg udah 12 th,.?? Makin penasran sma ayah kandung sehun,, d.part ini sehun udah mulai dewsa pdhal kemarin msih mrengek,.. Next chapt ditunggu kak mija 😉

  10. ellalibra berkata:

    Sehun keren bgt uwwwooooww dy udh dewasa ya …. Dy ngebela yoona di dpn siwon gt …. Apa bnr sehun ank siwon ? Atau ada rahasia yg lain y ?? 😀

  11. Sherenna berkata:

    Benar yoona bilang sehun sudah dewasa… baekhyun lucu cerewet tapi bisa bijak jg dia nx. Apa benar sehun amg ank nx donghae y??? Wah sehun ngusir siwon! Smga ja sehun bisa jd penyemangat yoona bwt tetap.bertahan dg donghae. Jgn sampe fany jd jahat cuma gara2 berita itu…. mending dia ngejar siwon aja drpd nanti jd org jahat. Next!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s