I love you Mr. Ghost part 4

iloveyoumrghost

Author : Ohmija

Tittle    : I love you Mr. Ghost

Cast      : EXO Sehun, Chanyeol & Red Velvet Seulgi

Genre   : Comedy, Romance, Sad

“Apa kau sudah mempelajari soal-soal yang ku berikan?”tanya Chanyeol ketika mereka duduk bersama di dalam bus.

Seulgi mengangguk, “Aku membacanya sebelum tidur.”

“Waaah sepertinya kau sangat bekerja keras.”

Seulgi terkekeh, “Tentu saja. Aku harus bekerja keras agar bisa masuk ke dalam perguruan tinggi yang bagus.”

“Kau harus kuliah di Universitas yang sama denganku, oke?”seru Chanyeol tersenyum membuat Seulgi mengerutkan keningnya. “Jika kita berada di Universitas yang sama, kita bisa pergi bersama setiap hari.”

Seulgi semakin merasa bunga-bunga yang ada di di perutnya bermekaran. Musim semi datang lebih cepat dan sangat menyejukkan.

“Oh ya ngomong-ngomong Seulgi…”

Seulgi menoleh, “Kenapa oppa?”

“Hari sabtu nanti ada festival musik di Hongdae, kau mau pergi melihatnya bersamaku?”

“Apa?!” Seulgi tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya atas ajakan Chanyeol itu. Matanya membulat lebar-lebar tak percaya.

Chanyeol menggaruk tengkuk belakangnya kikuk, “Aku tidak tau harus pergi bersama siapa. Teman-temanku sepertinya memiliki kesibukan lain hari itu.”jelasnya. Seulgi masih terdiam, kesadarannya seakan meninggalkan tubuhnya. “Tapi jika kau tidak mau…”

“Tapi aku harus kerja paruh waktu.”ucap Seulgi, detik berikutnya ia terkejut dengan apa yang dia katakan.

“Oh. Kalau begitu jika kau tidak bisa…”

“Tidak. Aku bisa!” Seulgi menggeleng cepat. “Aku…bisa…”

“Huh? Tadi kau bilang…”

“Hahaha aku hanya bercanda. Aku tidak pergi bekerja hari sabtu.” Gadis itu menggeleng lagi dan memasang wajah polos. Namun kekhawatiran perlahan-lahan menyergapnya. “Aku bisa menemani oppa pergi ke festival itu.”

“Sungguh?”

“Iya.” Seulgi kembali tersenyum selebar-lebarnya.

“Syukurlah. Aku sangat senang.”

“Kalau begitu, aku turun dulu.” Bus yang membawa mereka tanpa terasa telah sampai di depan halte sekolah Seulgi. “Sampai jumpa nanti, oppa.”

Chanyeol menatap gadis itu dari jendela kaca saat ia turun. Pria itu tersenyum sambil melambaikan tangan yang di balas oleh Seulgi.

Seulgi baru balik badan saat bus itu sudah pergi. Ia berjalan menuju sekolahnya dengan hati senang sekaligus bimbang. Apa dia sungguh-sungguh akan bolos kerja karena ingin menemani Chanyeol? Padahal dia tau jika dia hanya bekerja selama dua hari dalam seminggu. Apa dia bisa membayar uang sewa bulan depan jika dia membolos hari sabtu nanti?

Gadis itu memukul kepalanya sendiri, “Kenapa kau menyetujuinya tadi? Dasar bodoh! Bodoh!”

Dia sendiri tidak percaya jika dia akan mengorbankan pekerjaan alias hal yang paling penting dalam hidupnya hanya demi laki-laki. Tapi di sisi lain dia juga tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Belum tentu Chanyeol akan mengajaknya lagi nanti.

“Hey kau!” Tiba-tiba sebuah suara terdengar. Seulgi langsung mendesah, penderitaannya akan segera di mulai sebentar lagi. Ia menoleh ke belakang dan dugaannya benar, hantu itu sudah berdiri di sana dengan tatapan tajam yang mengarah kearahnya.

“Jika kau dekat-dekat denganku, aku benar-benar akan menyirammu dengan garam yang banyak.”ancam Seulgi. “Ah tidak. Aku akan memandikanmu!”

Hantu perempuan itu tetap menatap Seulgi tajam tanpa suara. Seakan-akan dia ingin membalas perbuatan Seulgi padanya kemarin.

Seulgi sama sekali tidak takut. Dia justru menatap hantu itu sambil mengangkat dagu, menantangnya.

Hingga akhirnya hantu itu perlahan-lahan menghilang.

***___***

 

Sepulang sekolah, Seulgi tidak langsung masuk ke dalam rumahnya melainkan membaringkan tubuhnya di atas papan yang ada di teras. Tasnya ia lempar ke sembarang tempat, matahari sebentar lagi akan terbenam di depannya.

“Kenapa kau tidur di sini? Kau bisa masuk angin.” Sehun muncul di sampingnya, menatap gadis yang sedang memejamkan kedua matanya itu.

“Aku tidak tidur.”

“Lalu?”

“Hanya lelah.”jawabnya dengan helaan napas panjang.”

“Masuklah. Istirahat di dalam saja.”

Seulgi membuka matanya dan menatap Sehun yang sedang duduk di sampingnya, “Bagaimana ini?”

“Bagaimana apa?”

“Hari sabtu nanti Chanyeol oppa mengajakku pergi.”

“Bukankah hari sabtu kau harus bekerja paruh waktu?”

“Karena itu aku bertanya padamu apa yang harus aku lakukan.”

“Tentu saja bekerja. Bagaimana caranya kau membayar sewa bulan depan jika kau tidak bekerja?”

Seulgi langsung menarik dirinya duduk dan menghadap Sehun, “Tapi aku tidak mungkin menolak ajakannya. Mungkin saja ini adalah awal dari hubungan kami.”

Sehun langsung mendengus, “Hubungan apa maksudmu?” lalu mendorong kening Seulgi dengan telunjuknya. “Kau berpikir terlalu jauh.”

Seulgi langsung cemberut, “Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?”rengeknya sambil menendang-nendang kakinya seperti anak kecil. “Aku tidak bisa memilih.”

“Sudah ku bilang kau harus pergi bekerja.”

“Tidak mau. Aku tidak mau menolak ajakannya.”

“Lalu, apa kau—“

“Seulgi?”

Seulgi dan Sehun sama-sama menoleh ke belakang. Chanyeol muncul dari tangga dan menghampiri gadis itu, mengambil tempat Sehun yang langsung menghilang dan berdiri di samping Seulgi.

“Aah, aku benar-benar kesal jika tempatku di ambil.”rutuk hantu laki-laki itu.

Seulgi langsung menyembunyikan wajah cemberutnya dan merubahnya dengan senyum lebar.

“Kau baru pulang sekolah?”

Seulgi mengangguk, “Oppa juga?” nadanya langsung berubah lembut.

Sehun menarik rambutnya kesal sebelum menghilang karena tidak tahan jika harus mendengarkan obrolan menjijikan mereka.

“Akh!” Seulgi mengaduh sambil menghusap-husap kepalanya.

“Kenapa? Apa yang terjadi?”tanya Chanyeol terkejut.

“Ah tidak.” Seulgi meringis lebar. “Aku baru ingat jika ada pekerjaan rumah yang belum ku kerjakan.”elaknya lalu tertawa garing.

“Mau ku bantu?”

“Tidak perlu oppa. Aku akan mengerjakannya sendiri.”

“Begitu?” Chanyeol menatap Seulgi. Gadis itu mengangguk dengan senyum. “Baiklah kalau begitu.”

Ketika keduanya saling tatap untuk beberapa saat. Matahari sudah benar-benar akan menghilang di depan mereka. Cahaya orange yang memantul ke segala arah membuat Seulgi memalingkan wajahnya dan menatap ke depan.

“Waaah~ sunset!”

Chanyeol mengikuti arah pandangan Seulgi, “Ternyata kita bisa melihat matahari terbit dan tenggelam dari sini.”ucapnya.

“Karena aku jarang berada di rumah saat sore hari, aku jarang menyaksikannya. Tapi saat aku memiliki kesempatan aku pasti duduk disini dan menunggu hingga mataharinya tenggelam.”

Chanyeol menatap sisi wajah Seulgi, “Kenapa?”

“Ibuku suka matahari tenggelam. Saat kecil, ibu dan ayahku sering mengajakku pergi ke gunung hanya untuk menyaksikannya. Karena itu setiap kali aku merindukan ibuku, aku akan duduk disini dan melihatnya.”

“Ibumu pasti juga sedang melihatmu dari atas sana.”

Seulgi tersenyum, “Aku tau.”jawabnya.

“Apa kau selalu duduk disini sendirian?”

Gadis itu menggeleng, “Tidak. Biasanya aku dan…” ia menghentikan kalimatnya tiba-tiba begitu tersadar akan ucapannya. “Maksudku… iya aku sendiri.”

Sayangnya Chanyeol sudah lebih dulu menangkap kebohongan itu, “Jangan bohong. Pasti ada seseorang yang menemanimu, kan?”godanya. “Apa dia kekasihmu?”

“Tidak!” Seu;gi menggeleng kuat-kuat sambil mengibaskan kedua tangannya. “Aku sendiri. Sungguh. Tidak ada yang menemaniku.” Dia tidak mungkin jujur dan bilang jika ada hantu yang selalu menemaninya, kan?

Chanyeol tertawa, “Baiklah. Aku percaya.”

Seulgi langsung mencibir, “Katakanlah dengan sungguh-sungguh. Oppa mengatakan ‘aku percaya padamu’ dengan senyum seperti itu.”

“Memangnya kenapa senyumku?” Pria itu semakin melebarkan senyumannya.

Seulgi memukul lengannya pelan sambil cemberut, “Jangan menggodaku.”

“Hahaha oke baiklah.” Chanyeol mengangguk-angguk. Ia mengembalikan tatapannya ke depan. “Sangat indah, ya?”

“Tentu saja. Memang selalu indah.”

Sementara di belakang keduanya, tepatnya di atas atap rumah itu. Sehun duduk di sana dan ikut memandang ke depan. Kearah gumpalan besar cahaya kuning yang perlahan-lahan menghilang.

Biasanya posisi Chanyeol saat ini adalah tempatnya, di samping gadis itu. Biasanya mereka akan melihat matahari tenggelam bersama sambil mendengarkan keluh kesah Seulgi tentang kerinduannya pada ibunya.

Sekarang, situasinya tidak berubah. Dia tetap menemani gadis itu melihat matahari tenggelam. Hanya saja, tempatnya berbeda.

***___***

 

“Bagaimana?” Seulgi memutar tubuhnya menghadap Sehun, menunjukkan hasil penampilannya setelah berdandan selama 2 jam. Sebenarnya sejak dua jam lalu, tidak ada perubahan besar dalam penampilannya. Dia tetap sama.

Seulgi bukanlah gadis yang bisa berdandan sebenarnya. Apapun yang dia lakukan dan dia sebut dengan ‘berdandan’ dia akan tetap terlihat sama. Dia cantik secara alami tanpa perlu riasan tebal. Kesederhanaannya lah yang membuatnya terlihat cantik.

“Cantik.” Sehun juga sudah berkali-kali mengatakan hal yang sama sejak dua jam lalu.

“Lihat aku dulu!” Seulgi berdecak kesal karena Sehun mengatakan itu sambil membaca buku pelajarannya.

Sehun menghela napas panjang, mengikuti perintahnya, “Cantik.” Dia hanya menatapnya selama satu detik sebelum akhirnya mengembalikan pandangannya pada buku yang di bacanya lagi.

Seulgi mendengus, “Harusnya aku tidak bertanya padamu.”rutuknya kesal.

Sehun menutup bukunya. Kali ini berdiri dan menatap Seulgi dengan kedua tangan terlipat di depan dada, “Kau benar-benar membolos hari ini?”

“Iya. Aku bilang aku sakit perut.” Ia menatap Sehun dari pantulan kaca.

Sehun hanya berdecak sambil geleng-geleng kepala. Gadis itu benar-benar memilih laki-laki daripada pekerjaannya.

“Jangan lupa bawa garam dan—“

“Hey, aku akan berkencan.” Seulgi mengatakan itu dengan nada memperingatkan. Dia akan pergi berkencan bukan bertemu hantu. “Kenapa aku harus membawa garam saat aku sedang berkencan? Jika Chanyeol oppa mengetahuinya, dia akan menganggapku aneh.”

“Jika dia benar-benar menyukaimu, dia tidak akan menganggapmu aneh hanya karena kau bisa melihat hantu.”

“Hanya?”balas Seulgi tidak terima. “Itu bukan masalah sepele. Karena itu aku jadi tidak punya teman!”

Sehun menghela napas panjang, malas bertengkar. “Kau tetap harus membawa garam.”

“Jangan khawatir. Chanyeol oppa pasti akan melindungiku.”

“Terserah kau saja.” Ucap Sehun sebelum menghilang dari sana.

***___***

 

Sehun hanya punya dua tempat tujuan. Jika tidak berada di rumah, artinya dia ada di atap cafe bersama Jongin. Keduanya duduk bersisian sambil menatap kearah jalan raya sore itu. Bersamaan itu, tanpa sengaja mereka melihat Seulgi dan Chanyeol yang kebetulan lewat.

“Jadi itu pria yang kau maksud?”tanya Jongin setelah dia mendengar cerita Sehun. Sehun hanya mengangguk. “Pantas saja nona Seulgi mengabaikan pekerjaannya. Dia tampan.”

Mendengar itu Sehun langsung menatap Jongin dengan pelototan kesal.

“Bukan berarti aku tidak berada di pihakmu. Aku hanya mengatakan hal yang sebenarnya.”ucap hantu laki-laki itu. “Dia tinggi dan tampan. Dia pasti di sukai banyak gadis termasuk nona Seulgi.”

“Itu yang ku maksud!” Sehun akhirnya bersuara. “Dia terlihat seperti seorang playboy. Aku yakin dia hanya akan mempermainkan hati Seulgi dan setelah itu membuangnya begitu saja. Kau tau kan jika Seulgi itu sangat polos? Dia tidak bisa membedakan mana laki-laki baik dan laki-laki jahat.”

Jongin mengerutkan keningnya bingung, “Aku tidak bilang begitu.” Ia menggeleng polos. “Aku hanya bilang jika banyak gadis yang akan menyukainya bukan playboy.”

“Kau ini… Kau membelanya, ya?!”

Jongin semakin tidak mengerti dengan sikap Sehun tersebut, “Kenapa kau selalu marah setiap kali kita membicarakan pria itu? Kau cemburu?”

“JANGAN BICARA SEMBARANGAN!”

“Oh Tuhan, telingaku.” Jongin langsung menghusap-husap telinganya yang berdengung karena teriakan Sehun.

“Aku tidak cemburu! Aku sudah pernah memberitahumu jika seumur hidupku aku hanya menyukai seorang gadis, kan? Aku adalah pria yang setia!”

“YA!” balas Jongin ikut kesal. “Apa gunanya kesetiaanmu itu jika akhirnya gadis itu menikah dengan orang lain? Apa jangan-jangan kau tidak bisa pergi dengan tenang karena masih menunggu gadis itu? Apa kau menunggunya hingga dia bercerai dengan suaminya? Atau kau menunggunya hingga dia mati dan kalian pergi bersama-sama kesana? Begitu?”

Telinga Sehun terasa semakin panas mendengar rentetan pertanyaan Jongin itu. “Jangan membuatku marah, Kim Jongin.” Sehun menggertakkan giginya, menahan-nahan kesabaran.

“Ku peringatkan padamu, kau sudah lama bergentayangan. Mungkin sekarang gadis itu sudah memiliki banyak anak dan hidup bahagia dengan keluarganya. Jangan menunggunya lagi.”

“Jangan sok tau!”balas Sehun cepat. “Lalu kau sendiri? Kenapa kau masih menunggu gadis yang kau sendiri tidak tau akan kembali? Ada kemungkinan dia juga sudah menikah dan punya anak!”

“Aku belum lama mati jadi tidak mungkin!”

“Memangnya kau tau?” Sehun menjulurkan lidahnya karena Jongin tidak bersuara lagi. Menandakan jika pria itu sudah kalah dalam adu argumentasi konyol itu. Jongin sudah hampir memukulnya tapi Sehun lebih dulu menghilang entah kemana.

***___***

 

Bagi Seulgi, hari itu adalah hari yang paling membahagiakan. Senyumnya tak pernah menghilang dari bibirnya sejak keduanya tiba di sana. Keduanya berbaur dengan kerumunan orang-orang yang di dominasi para remaja itu. Dalam hati, Seulgi berharap dia bertemu dengan salah satu teman sekolahnya. Bukan apa-apa, dia hanya ingin menunjukkan jika dia bisa mendapatkan pacar yang seratus kali lebih tampan dari murid laki-laki yang ada di sekolahnya. Sekaligus untuk membuktikan jika walaupun dia di kenal aneh tapi tetap ada pria yang menyukainya.

Diam-diam Seulgi tersenyum membayangkan hal itu. Bahkan walaupun masih dalam khayalan, dia sudah sangat bahagia.

“Seulgi.” Panggilan Chanyeol langsung menghilangkan senyum bodoh yang ada di wajahnya.

“Ya oppa?”

“Kau tidak terganggu karena disini sangat bising, kan?”

“Tidak. Aku tidak apa-apa. Aku menyukainya.”ucap Seulgi sambil tersenyum. Sebenarnya dia bukan tipe orang yang menyukai genre musik seperti ini. Awalnya dia pikir festival musik yang di maksud Chanyeol adalah festival musik yang biasanya dia datangi dengan genre musik pop. Tapi ternyata mereka datang ke sebuah festival musik rock yang lagu-lagunya bisa membuat gendang telinga pecah karena terlalu bising.

Para penonton melompat-lompat menikmati lagu dan tak sedikit yang ikut berteriak saat sang vokalis mencapai nada tinggi. Lama-kelamaan berada di tempat seperti ini membuatnya sedikit pusing.

Chanyeol menangkap ekspresi tidak nyaman yang ada di wajah Seulgi itu. Belum lagi saat orang-orang tanpa sengaja menyenggolnya dan beberapa kali hampir membuatnya terjatuh.

Pria tinggi itu mengulurkan tangannya, mencekal bahu Seulgi dan menariknya agar merapat kearahnya. Seulgi seketika terkejut. Ia menatap tangan yang ada di bahunya itu dengan mata melebar lalu mendongak menatap Chanyeol yang sepertinya tidak sadar perbuatannya itu seketika membuat jantung Seulgi hampir melompat keluar.

Gadis itu berusaha keras untuk tidak berteriak dan bersikap setenang mungkin. Seakan-akan ini bukanlah pertama kalinya seorang pria menyentuhnya.

Chanyeol membungkukkan tubuhnya dan berbisik pada Seulgi, “Kita menepi saja.”

Belum sempat menjawab, Chanyeol sudah menggandeng tangan Seulgi dan menarik gadis itu pergi dari sana.

Untuk yang kesekian kalinya Seulgi berusaha keras menahan debaran jantungnya. Ia menundukkan kepalanya saat di rasa rona merah mulai menyapu permukaan pipinya.

Keduanya menepi ke salah satu stand sederhana. Chanyeol memberikan Seulgi sekaleng minuman dingin yang di belinya dari sana lalu keduanya duduk bersama di kursi kayu.

“Musiknya sangat berisik, kan?”

Seulgi menggeleng, “Tidak. Aku menyukainya.”

“Sungguh? Tapi wajahmu tidak terlihat begitu.”

Seulgi sedikit terkejut. Ia langsung menyentuh kedua pipinya dengan telapak tangan, “Wajahku terlihat seperti apa?”

Chanyeol lantas tertawa melihat tingkah polos Seulgi itu, “Apa kau sudah makan? Bagaimana jika kita makan saja?”

Seulgi mengangguk. Sudah akan membuka mulutnya namun dering ponsel Chanyeol menghentikannya.

Pria itu mengeluarkan benda kecil itu dari dalam sakunya. “Sebentar, ya.” lalu ia berdiri dan pergi menjauh.

Seulgi membuka penutup kaleng minuman dinginnya dan langsung meneguknya. Kepalanya benar-benar pusing. Belum lagi padatnya orang-orang membuatnya sedikit mual.

Mungkin ini adalah karma karena dia berbohong pada atasannya.

Tak lama Chanyeol kembali. Seulgi melihat perubahan ekspresi wajahnya yang terlihat tak bersemangat seperti tadi.

“Seulgi, mendadak ada sesuatu yang terjadi jadi sepertinya aku harus pergi.”

“Benarkah? Apa yang terjadi?”

“Ibuku kecelakaan. Aku harus pergi ke rumah sakit sekarang.”seru Chanyeol. “Aku minta maaf tapi aku tidak bisa mengantarmu pulang. Apa tidak apa-apa?”

“Tidak. Tidak apa-apa. Aku bisa pulang sendiri. Sebaiknya oppa pergi sekarang.”

Chanyeol terlihat bingung, “Aku akan mengantarmu saja.”

“Tidak perlu. Aku sungguh baik-baik saja. Oppa jangan mengkhawatirkanku.”

“Kalau begitu saat kau sudah sampai di rumah, cepat hubungi aku.”

Seulgi mengangguk, “Baiklah. Sekarang sebaiknya oppa pergi.”

Chanyeol terpaksa meninggalkan Seulgi dan pergi menuju rumah sakit. Seulgi yang memang tidak menyukai tempat ini juga bergegas pulang. Tapi langkahnya terhenti saat dia melewati toko pernah-pernik.

Dia akan membeli gantungan kunci karena dia sering kehilangan kunci rumahnya. Matanya tiba-tiba terhenti pada gantungan kunci berbentuk boneka hantu selimut.  Ia langsung tertawa karena seketika teringat Sehun.

“Baiklah. Aku akan membeli ini saja.”gumamnya.

Setelah keluar dari toko pernak-pernik barulah dia memutuskan pulang. Dia melewati gang kecil menuju halte karena jalan utama di penuhi orang-orang.

Dia tidak pernah membayangkan jika di sebrang arah, seorang perempuan berdiri tegak menyambutnya.

Seulgi langsung menghentikan langkahnya. Hantu perempuan di sekolahnya mengikutinya hingga ke tempat ini.

Gadis itu menelan ludah. Ia berbalik sudah akan berlari tapi hantu perempuan itu muncul di belakangnya. Seulgi termundur dan tanpa sengaja menabrak tumpukan kardus membuatnya terjatuh ke lantai.

“Apa maumu?”seru Seulgi memberanikan diri.

“Ini semua karena kau.” Hantu itu perlahan-lahan mendekatkan diri. “Karena kau hidupku jadi berantakan! Karena kau aku menderita!”

“Apa maksudmu? Aku tidak melakukan apapun.”

“Aku akan membalasmu. Aku pasti akan membalasmu, Lee Jieun!”

Seulgi memejamkan kedua matanya saat hantu itu akan menyerangnya. Mungkin dia akan mencekiknya karena dia mengulurkan kedua tangan kearahnya. Mungkin dia akan mati di tangan hantu.

“Dia bukan Lee Jieun!” Tiba-tiba suara seseorang terdengar.

Seulgi membuka matanya, terengah. Sesosok pria tinggi yang ia tau adalah Sehun berdiri di depannya melindunginya.

“Dia bukan Lee Jieun, Yuna.”ulang Sehun lagi. “Dia tidak bersalah.”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

3 thoughts on “I love you Mr. Ghost part 4

  1. Anfa berkata:

    Aduhhh.. Siapa itu lee jieun, sehun udah tau hantu yuna y??,. Knpa yuna ngira seulgi lee jieun?? Emang apa salah lee jieun?? Next chap moga ada jawaban.a deh,. 😉

  2. Hesti andriani berkata:

    Lee ji eun siapa kenapa hantu itu ngira seulgi itu le ji eun ?
    Sehun juga kenal sama hantu itu, kenapa sehun bisa kenal sama hantu itu yang namanya yuna, ka.yak nya sehun tau banyak lh.
    Next nya jangan lama-lama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s