I love you Mr. Ghost part 3

iloveyoumrghost

Author : Ohmija

Tittle    : I love you Mr. Ghost

Cast      : EXO Sehun, Chanyeol & Red Velvet Seulgi

Genre   : Comedy, Romance, Sad

Perjalanan untuk sampai ke sekolah Seulgi memang cukup singkat, hanya lima belas menit tapi ada banyak hal yang telah ia dan Chanyeol bicarakan. Chanyeol memberitahunya bagaimana perjuangannya agar bisa masuk ke dalam Universitas Yonsei, bagaimana caranya dan apa yang dia lakukan ketika SMU. Seulgi kini juga tau jika pria tinggi itu menyukai musik. Dia bisa memainkan beberapa alat instrument karena dulunya dia pernah bergabung dengan sebuah band. Bukankah itu sangat keren?

Gadis cantik itu terus menebarkan senyum sejak dia turun dari bus sekolah. Ada banyak kupu-kupu di dalam perutnya dan seperti ada banyak bunga-bunga bermekaran di sekelilingnya. Dia sadar betul jika dia menyukai Chanyeol pada tatapan pertama. Lagipula siapa yang tidak akan jatuh cinta dengan pria sepertinya? Dia adalah pria yang sempurna. Tampan, tinggi, pintar dan ramah. Dia seperti tipe ideal semua gadis.

“Kenapa kau terus-menerus tersenyum seperti itu?”tiba-tiba sebuah suara terdengar entah dari mana.

Seulgi berbalik ke belakang namun tidak ada siapapun disana. Ia lalu menoleh ke kiri dan kanan dan tetap tidak menemukan siapapun. Ia tertegun untuk beberapa saat. Tidak mungkin… Seulgi menelan ludah susah payah, ragu-ragu ia mendongakkan kepalanya keatas. Dugaannya benar. Seorang perempuan terbang di atasnya sambil menatapnya dengan tatapan tajam. Seulgi sontak termundur dan terjerembap ke tanah.

Murid-murid lain yang berlalu lalang di sekelilingnya langsung menghindarinya dan berlari menjauh segera mungkin. Mereka sudah tau jika gerak-gerik Seulgi menjadi aneh, itu tandanya ada hantu di sekitarnya.

Seulgi hanya bisa menghela napas panjang. Pasrah. Lagi-lagi hantu membuatnya di jauhi oleh semua orang.

Ia mendongak menatap hantu perempuan itu kesal. Hantu perempuan dengan rambut ikal panjang itu balas menatap Seulgi dengan ekspresi tak senang. Ia berdiri di depan gadis perempuan itu sambil melipat kedua tangan di depan dada.

“Kenapa? Kau ingin berkelahi?”

Seulgi berdiri sambil mendengus kesal. Ia membersihkan roknya dari debu lalu melanjutkan langkahnya seakan tidak melihat hantu itu. Dia sudah cukup di pandang sebagai orang aneh. Jika dia berkelahi dengan sesuatu yang hanya bisa di lihat olehnya, dia benar-benar akan dianggap sebagai orang gila.

“Ya!”

Hantu itu muncul kembali di depan Seulgi. Seulgi menghindar, tetap melanjutkan langkahnya. Namun tiba-tiba-tiba hantu itu menarik rambut Seulgi membuat gadis itu langsung meringis.

“Jangan mengabaikanku!”

Seulgi melepaskan rambutnya dari cengkraman hantu itu dan menepis tangannya. Ia menghela napas panjang. Kesabarannya benar-benar sudah habis.

Ini adalah hal yang paling menjengkelkan di dalam kelebihannya bisa melihat hantu. Tidak hanya melihat tapi dia juga bisa menyentuh hantu begitu juga sebaliknya. Ini aneh. Biasanya orang lain hanya bisa melihat dan tidak bisa menyentuh mereka tapi kenapa dia bisa? Sangat menyebalkan!

Seulgi menatap hantu perempuan itu, “Jangan macam-macam denganku. Apa kau mau mati?”

“Aku sudah mati. Apa kau bodoh?”sengit hantu perempuan itu sedikit tersinggung.

Seulgi berdehem kecil untuk menutupi rasa malunya. Bisa-bisanya dia berkata seperti itu padahal sudah jelas jika perempuan yang ada di depannya itu tidak menapak tanah.

“Apa urusanmu? Sebentar lagi bel berbunyi dan aku harus masuk kelas. Bisakah kau pergi dan jangan menggangguku? Nona…hantu?”

“Aku harus bicara denganmu!”

“Bicara apa? Kita tidak pernah bertemu dan tidak saling mengenal. Aku yakin kita tidak punya masalah apapun.”seru Seulgi sambil menggeleng. “Ah… jika kau butuh bantuanku untuk melakukan sesuatu yang belum kau selesaikan ketika kau masih hidup, maafkan aku tapi aku tidak bisa melakukannya. Aku sangat sibuk. Kalau begitu aku permisi.” Ia tersenyum kesal sambil menganggukkan kepalanya dan berbalik.

“Ya! Sudah ku bilang…. akh!”

Hantu perempuan itu menarik lengan Seulgi namun Seulgi dengan cepat menaburkan garam kearahnya. Hantu itu menjerit kesakitan sambil menghusap-husapkan tangannya di wajah, membersihkan butiran-butiran garam yang menempel padanya lalu akhirnya menghilang.

Seulgi tersenyum penuh kemenangan, “Sudah ku bilang jangan berurusan denganku.”ucapnya sambil menutup resleting tasnya kembali.

***___***

 

Jongin hanya bisa menghela napas panjang sambil geleng-geleng kepala melihat Sehun duduk di atap cafe sambil bertopang dagu. Sejak kedatangannya, pria tinggi itu tak pernah bicara atau menanggapi pertanyaan Jongin. Dia terus diam sambil menatap kosong kearah jalanan.

“Jika kau melamun, kau bisa kerasukan.” Jongin berseru kembali. Ketika dia tersadar dengan apa yang di katakannya, ia buru-buru memperbaiki ucapannya, “Oh ya, memangnya siapa yang mau merasukimu. Aku lupa.”

Pria berkulit gelap itu tersenyum bodoh bercampur malu. Dia lupa jika mereka sudah menjadi hantu. Walaupun mereka melamun, tidak akan ada yang akan merasuki mereka.

“Sehun.” Jongin menyenggol bahu Sehun dengan bahunya karena dia tetap tidak bicara. “Apa sebenarnya yang sedang kau pikirkan? Beritahu aku.”

Sehun akhirnya merubah posisinya. Ia menegakkan tubuhnya sambil menarik napas panjang dan menghembuskannya lemas.

“Sejak pria itu datang, Seulgi jadi menyebalkan.”

Kening Jongin berkerut, “Maksudmu?’”

“Seperti contohnya tadi malam, dia mengabaikanku.”

“Bukankah kalian sudah berbaikan? Kenapa kau ungkit lagi?” balas Jongin geleng-geleng kepala. “Lagipula itu adalah hal yang wajar. Dia sudah beranjak dewasa dan ini adalah waktu untuk mendapatkan kekasih. Dia harus bersikap seperti seorang gadis sungguhan.”

“Memangnya selama ini dia bukan seorang gadis? Apa selama ini dia laki-laki?” Sehun berseru kesal.

“Bukan itu maksudku. Tapi, memangnya pria mana yang akan suka jika melihat ada gadis yang makan dua porsi ramyeon di tambah dua telur rebus dan dua sosis super besar? Belum lagi gadis itu memakannya saat tengah malam. Seorang gadis harusnya bersikap seolah-olah dia tidak makan banyak walaupun dia sangat lapar di depan seorang pria. Harusnya kau mengerti. Bahkan aku yang melihatnya menganggapnya seperti babi.”

“Memangnya aku tanya pendapatmu?”balas Sehun semakin kesal. “Kau juga menyebalkan.”

”Aku mengatakan hal yang sebenarnya.”balas Jongin. “Jika pria itu adalah kau, apa kau suka melihat gadis yang kau sukai makan dalam porsi besar seperti babi?”

Sehun tertegun sesaat, “Aku?”serunya pelan. “Aku…”

“Yah, tentu saja kau tidak tau karena kau hanya menganggap Seulgi sebagai perantaramu.”potong Jongin. “Kau tidak akan mengerti karena kau tidak memiliki perasaan itu terhadapnya.”

Sehun langsung mengelak, “Tapi aku suka jika melihat gadis yang ku sukai makan dengan lahap.”

Jongin mendengus, “Apa kau bahkan bisa membedakan makan dengan lahap dan rakus? Makan dengan lahap sama artinya dengan rakus jadi tipemu adalah gadis yang rakus.”

“Itu berbeda!”balas Jongin. “Makan dengan lahap artinya gadis itu memiliki nafsu makan yang baik dan tidak pemilih.”

“Lalu rakus?”

“Itu…”

Jongin tertawa kesal, “Tidak ada bedanya.”

Sehun menoleh, menatap Jongin dengan mata menyipit. “Kau benar-benar menyebalkan.”

“Aku hanya memberitahumu. Sebaiknya kau tidak terlalu begantung dengan Seulgi lagi dan biarkan dia bebas. Dia harus berkencan sebelum masuk Universitas.”

“Tidak bisa. Jika dia berkencan, dia tidak akan belajar. Dia punya janji pada orang tuanya untuk masuk ke dalam universitas ternama.”

“Dia bisa berkencan sekaligus belajar, kan?” Jongin tetap memiliki sesuatu untuk membalas ucapan Sehun. “Dulu saat aku masih hidup, biasanya aku dan kekasihku pergi ke perpustakaan bersama untuk mengerjakan PR. Kami juga pergi ke tempat les bersama dan mendapat nilai yang baik di kelas. Jadi berkencan bukan sesuatu hal yang bisa mengganggu pelajaranmu sebenarnya. Tergantung bagaimana caramu berkencan.”

Kini giliran Sehun yang mendengus, “Kau benar-benar terlalu banyak bicara.”

“Hahaha ini karena kau tidak pernah merasakannya. Apa kau pernah berkencan dan mencintai seorang gadis sebelumnya? Apa kau pernah merasakan seperti perutmu di kocok namun kau menyukai sensasinya?”

“Tentu saja aku pernah. Aku hanya mencintai satu orang gadis seumur hidupku.”ketus Sehun tidak mau kalah.

Mata Jongin melebar, “Sungguh? Kau?”

“Iya. Aku punya seseorang yang aku sukai selama 14 tahun.”

“Oh Tuhan.” Jongin menutup mulutnya dengan telapak tangan, terkejut mendengar itu. “Kau sungguh-sungguh, kan?!”tanyanya lagi masih tak percaya.

Sehun tersenyum bangga, “Aku rasa aku jatuh cinta padanya sejak aku berumur 5 tahun. Ketika dia melindungiku dari anak-anak lain yang menggangguku. Sejak saat itu, aku terus mengikutinya kemanapun.”

“Apa kau stalker?”

“Enak saja. Dia dan aku menjadi sahabat setelah itu. Kami pergi ke SD, SMP dan SMU yang sama.”

“Lalu? Dimana dia sekarang? Aku berani bertaruh kisah cintamu sama tragisnya denganku.”

Sehun menoleh lalu tersenyum kecut, artinya membenarkan ucapan Jongin barusan. “Dia berkencan dengan pria lain dan akhirnya menikah. Seumur hidupku, aku hanya akan tetap menjadi sahabatnya.”

Jongin balas menatap sahabatnya itu iba, “Apa kau sempat menyatakan perasaanmu padanya?”

Sehun menggeleng, “Tidak.”

***___***

 

Ketika jam istirahat, untuk yang pertama kalinya setelah sekian lama, Seulgi makan di kantin sekolah. Dia tidak lagi menyembunyikan dirinya di atap sambil memakan makanannya. Alasan pertama, tidak ada yang menemaninya lagi jika dia makan di atap sekolah karena Sooyoung sudah pergi. Alasan kedua, dia yakin hantu perempuan itu akan kembali mengganggunya.

Tatapan-tatapan aneh serta bisikan-bisikan tajam langsung menyerangnya pada detik awal ketika dia melangkahkan kaki memasuki kantin. Bisikan-bisikan itu semakin terdengar saat dia membawa nampannya dan duduk di salah satu kursi. Murid-murid yang duduk di dekatnya langsung mengangkat nampan makanan mereka dan pindah ke tempat lain. Seulgi menghela napas panjang, ia memasang headset di telinganya dan mendengarkan lagu-lagu kesukaannya.

Ketika bel pulang sekolah berbunyi, Seulgi dengan cepat mengambil langkah seribu meninggalkan sekolah. Dia muak. Benar-benar muak. Dia tidak tau jika melihat hantu adalah sebuah kesalahan yang akan membuatnya di jauhi oleh orang lain.

Jika saja dia tinggal di luar negeri, dia pasti memanfaatkan kelebihannya itu untuk mencari uang. Seperti paranormal activity. Dia tidak takut dengan hantu jadi mengikuti acara seperti itu bukan masalah besar baginya.

“Seulgi annyeong.” Gadis itu baru saja turun dari bus yang di tumpanginya dan mendongak. Seorang pria sudah berdiri di depannya dengan senyuman lebar memamerkan deretan gigi-gigi putihnya.

“Chanyeol oppa?” Seulgi juga tersenyum. “Apa yang sedang oppa lakukan disini?”

“Menunggumu.”serunya membuat Seulgi mengerutkan kening. Chanyeol tertawa, “Bercanda. Aku kebetulan lewat dan melihatmu dari kaca.”

“Oh.” Seulgi tersenyum sedikit malu. Untuk beberapa saat dia pikir Chanyeol tidak bercanda.

Keduanya berjalan bersama menuju rumah mereka ketika bersamaan Sehun muncul di sebelah Seulgi.

“Sepertinya kalian sudah sangat dekat.”serunya.

Seulgi mengabaikannya, tetap fokus pada Chanyeol, “Aku akan meminjamkan beberapa buku nanti, kau bisa mengambilnya di rumahku.”

Seulgi mengangguk, “Baiklah oppa.”

“Pria hidung belang biasa memulai sebuah hubungan dengan cara seperti itu. Apalagi dia melihat gadis sepertimu ada di dekatnya. Jangan mempercayainya.”

Seulgi memaki Sehun dalam hati, di hadapan Chanyeol dia tetap mempertahankan senyum manisnya. Hubungan yang bahkan belum di mulai ini tidak boleh rusak hanya karena hantu itu.

“Jika kau belajar dengan giat, aku yakin kau pasti bisa.”seru laki-laki itu. “Dan akan sangat menyenangkan jika kau bisa menjadi juniorku.” Chanyeol membuka pintu rumahnya dan melambaikan tangan pada Seulgi, “Sampai jumpa nanti.”

Sementara Seulgi yang masih tersenyum-senyum seperti orang gila, Sehun mendengus kesal melihat bagaimana manisnya sikap pria tinggi itu dan balasan yang di berikan Seulgi. Yah, Seulgi memang sudah terjebak oleh pesonanya.

Seulgi memasuki rumahnya dengan senyum yang terus mengembang. Ia meletakkan tas ransel dan sepatunya begitu saja. Seperti remaja lain yang sedang jatuh cinta, gadis itu memeluki boneka beruangnya senang.

“Kau dengar, kan? Dia bilang dia ingin aku jadi juniornya.”bisik Seulgi menatap Sehun yang duduk di sampingnya. “Itu artinya dia ingin melihatku setiap hari.”

“Bukankah kalian memang akan bertemu setiap hari. Rumah kalian bahkan bersampingan.”

“Mungkin dia ingin bertemu seharian.”

“Bodoh. Kau akan menjadi korban seperti gadis-gadis lain.”

“Memangnya dia pria jahat?” ketus Seulgi langsung melotot kearah Sehun tak terima. “Kau lihat sendiri dia adalah pria baik.”

“Jika kau menyukainya, kau tidak akan punya waktu untuk belajar. Kau juga tidak akan focus dengan pelajaranmu.”

“Kau tuli? Dia bilang dia akan meminjamiku buku-buku. Aku akan belajar.”

“Ya, apa bagimu dia benar-benar tampan? Kau sangat menyukainya?”dengus Sehun mulai muak melihat ekspresi wajah Seulgi.

Tanpa membutuhkan waktu lama, Seulgi mengangguk, ”Sangat menyukainya! Hehehe.”

Sehun semakin mendengus. Ia mengambil sebuah handuk dan melemparkannya hingga menutupi wajah Seulgi.

“Ya!”

“Sadarlah. Kau terlihat sangat menjijikan.”

“Beginilah orang yang sedang jatuh cinta.” Balas Seulgi mengendikkan kedua bahunya. “Oh ya ngomong-ngomong, ada hantu yang menggangguku tadi pagi.”

Sehun kembali duduk di samping Seulgi, “Siapa?”

“Aku tidak pernah melihatnya sebelumnya. Mungkin dia baru.”

“Apa ada yang bunuh diri di sekolahmu?”

Seulgi menggeleng, “Tidak ada.”

“Dia pasti punya tujuan lain!” Sehun berseru yakin. “Hantu tidak akan meninggalkan tempat dimana dia mati jika tidak memiliki tujuan. Kecuali jika dia sudah tenang dan bisa pergi ke tempat yang seharusnya. Kau harus hati-hati.”

“Kenapa hati-hati? Aku kan tidak mengenalnya.”

“Tapi dia tau kau adalah satu-satunya orang yang bisa melihat hantu. Bahkan kau bisa di sentuh oleh mereka.”

“Aku selalu menyiapkan garam di tasku. Kau tidak perlu khawatir.”

“Yah, aku tau kau memang sangat hebat.”seru Sehun beranjak berdiri lalu menghilang dan muncul di teras rumah. Sambil menatap ke jalan raya, dia berseru dalam hati, “Siapa hantu itu?”

***___***

 

Sehun benar-benar tak bisa percaya ketika Chanyeol dengan mudahnya mengajak Seulgi belajar.

Di atas papan lebar yang di bentuk menyerupai lingkaran sebagai tempat dudukan di teras, Chanyeol membawa meja kecil dari dalam rumahnya.

Sejak tadi, Seulgi mendengarkan penjelasan Chanyeol tentang rumus-rumus matematika. Gadis itu juga mengerjakan soal-soal yang ada di buku. Sehun tidak lagi melihat sosok Seulgi yang biasanya, dia seperti anjing penurut sekarang. Hal yang paling menyebalkan, dia tidak pernah menunjukkan sisi itu padanya sebelumnya.

Yang dia tau, Seulgi adalah gadis galak, pemarah yang tiba-tiba bisa marah tanpa alasan. Ketika dia sedang lelah atau sedang kesal, dia bisa meledak dan menyalahkannya atas semua hal walaupun dia tidak terlibat sama sekali.

Tapi sekarang dia berbeda. Mungkin benar, Seulgi memang sangat menyukai pria itu.

Sehun tersenyum tulus. Syukurlah. Satu bebannya telah menghilang.

***___***

 

Seulgi berdiri di depan cermin memeriksa penampilannya sambil bersiul dan sesekali mendendangkan lagu. Tidak seperti hari-hari sebelumnya, hari ini dia bangun pagi-pagi sekali. Dia mandi lebih lama dan lebih memperhatikan penampilannya secara detail.

“Kau mau pergi ke sekolah atau pergi kencan?”suara Sehun membuat Seulgi terkejut. Gadis itu langsung mengancing baju seragamnya dengan cepat.

“YA!”bentaknya kesal. “Aku sedang ganti baju!”

“Lagipula aku tidak melihat apapun.” Sehun menggeleng santai lalu melompat duduk di meja belajar. “Kecuali dalaman warna merah muda yang kau pakai.”

Seulgi menoleh dan langsung melotot, “Bukan merah muda! Aku pakai warna putih!”

“Oh.” Sehun menganguk-angguk dengan senyum menyeringai, berhasil menjebak Seulgi. Seulgi mendengus kesal. Ia hendak memukul Sehun namun hantu itu lebih dulu menghilang dan berpindah tempat di samping lemari. Ia berdiri dengan melipat kedua tangan di depan dada dan menatap Seulgi masih dengan senyum.

“Kau mau kencan, ya?”

“Kalau iya?”balas Seulgi ketus, ia kembali berdiri di depan cermin.

“Fokuslah dengan pelajaranmu. Jangan lupa jika kau harus masuk ke perguruan tinggi terbaik.”

Seulgi mendengus, “Aku hanya pergi bersama Chanyeol oppa. Bukan kencan.”serunya. “Lagipula aku tidak akan lupa dengan janji itu.”

Seulgi berjalan melewati Sehun untuk mengambil tasnya di gantungan kayu. Sehun menarik punggungnya dari dinding tempatnya bersandar dan mengulurkan tangannya, ia menahan lengan Seulgi, menariknya agar berdiri di hadapannya. Sehun membungkukkan tubuhnya agar wajahnya dan wajah Seulgi sejajar sambil mencekal kedua bahunya.

“Kau harus fokus, mengerti? Walaupun kau menyukai pria itu tapi kau harus tetap fokus dengan janjimu. Kau harus menepatinya.”

Seulgi menghela napas panjang. Ia menangkupkan tangannya di kedua pipi Sehun sambil menekannya, “Aku bilang aku tidak akan melupakannya. Berhenti menasehatiku.”

“Sakit.” Sehun menepis kedua tangan Seulgi lalu menghusap-husap pipinya. “Satu hal lagi, kau juga harus berhati-hati dengan hantu itu. Kau bawa garam, kan?”

“Aku membawanya.” Gadis itu memakai tasnya sambil sekali lagi memastikan penampilannya di depan cermin. “Sudah ya, aku pergi dulu. Chanyeol oppa pasti sudah menungguku.” Ia berjinjit, mengacak rambut Sehun lalu menyeringai lebar. “Jaga rumah dengan baik. Tunggu noona pulang, oke?”

Gadis itu berbalik dan berjalan menuju pintu meninggalkan Sehun yang langsung mendengus kesal. Noona? Dasar menyebalkan.

***___***

 

“Selamat pagi.” Chanyeol menyapa Seulgi ketika gadis itu keluar dari rumahnya. Seulgi terkejut mendapati Chanyeol sudah duduk di atas papan bundar di teras mereka. Dia pikir dia sudah bangun sangat pagi tapi ternyata Chanyeol tetap mendahuluinya.

Seulgi tersenyum lebar sambil menghampiri pria tinggi itu dengan sedikit lompatan, “Chanyeol oppa!”serunya. “Kenapa bangun pagi sekali?”

Sehun muncul di teras. Ia menyandarkan punggungnya ke dinding, sambil melipat kedua tangan di depan dada menatap dua orang itu.

“Aku lupa jika aku belum mengerjakan tugas jadi aku bangun tadi subuh untuk mengerjakannya.”

“Apa karena oppa terlalu sibuk mengajariku?” Gadis itu jadi merasa bersalah. “Maafkan aku.”

“Itu karena kau bodoh.” Sehun berdecak sabil geleng-geleng kepala.

“Tidak.” Bantah Chanyeol sambil mengibaskan kedua tangannya. “Ini karena aku lupa. Bukan karena kau.”

“Cih, dasar sok baik.”

Seulgi melemparkan tatapan kesal pada Sehun. Hantu itu selalu saja mengatakan hal yang seenaknya.

“Kalau begitu ayo pergi sekarang.”

Keduanya berjalan bersama, namun sebelum pergi, Seulgi berbalik ke belakang menatap Sehun dengan tatapan tajam, “Awas kau nanti.”

Sehun hanya menjulurkan lidahnya pada gadis itu. Ketika dia menghilang, wajahnya berubah menjadi murung. Ia duduk di atas semen pembatas sambil menatap ke bawah. Gadis itu terlihat bahagia. Mungkin ini pertanda, waktu kepergiannya sudah dekat.

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

2 thoughts on “I love you Mr. Ghost part 3

  1. Anfa berkata:

    Jadi sebener.a sehun suka ama seulgi gk sih?? Knapa dri cerita.a sma jongin gk mengarah ke seulgi y,.. Tpi dri sikap.a k seulgi seolah2 klo dia suka k seulgi,. Tau ajh,. Ikutin kak mija aj, next y kak,. 🙂

  2. Hesti andriani berkata:

    Sebenarnya sehun kesal karna diabaikn atau karna dia cemburu sama seulgi. Siapa hantu wanita yang akan ganggu seulgi ?
    Apa misi sehun itu buat seulgi bahagia dan sehun bisa kembali ke atas dan gak jadi hantu lagi. Pusing aku mikirin teka-teki nya ikuti kelanjutn nya aj lah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s