Crazy Without You Part 22

Crazy Without You

Author   : Ohmija

Cast  : Donghae SJ, Yoona SNSD, Sehun EXO

Support Cast    : The Rest members SUJU, SNSD, EXO

Genre : Romance, Family, Friendship, Comedy

Pagi-pagi sekali, Yoona sudah bangun dari tidurnya untuk merapikan barang-barang mereka. Siang ini, mereka harus segera kembali ke Korea. Sehun masih tertidur pulas di ranjang sementara Donghae tidur dengan dengkuran yang cukup keras di sofa. Jika di lihat-lihat posisi tidur keduanya sedikit mirip, mereka tidur dengan membenamkan wajah mereka di bantal.

Yoona terkekeh sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah keduanya. Mereka sangat lucu.

Setelah merapikan barang-barang, wanita itu pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri.

Tangan panjang Sehun meraba-raba sisi kanannya, mencari-cari sosok yang seharusnya ada di sampingnya. Perlahan ia membuka mata dan menemukan dirinya hanya tidur sendiri di ranjang itu.

“Eoma?”panggilnya sambil mengerang dan meregangkan tubuhnya. “Eoma?”panggilnya lagi. Anak laki-laki itu menepis selimutnya dan mencari-cari eomanya. “Eoma? Eoma dimana?”

“Sehun?”seru Yoona dari kamar mandi. “Eoma ada di kamar mandi.”

“Eoma aku lapar.”

“Tunggu sebentar. Eoma akan segera keluar.”

Mendengar suara rengekan Sehun, Donghae juga terbangun dari tidurnya, “Sehunnie?”

Sehun yang baru saja bangun dan belum sepenuhnya sadar, hanya menatap Donghae dengan ekspresi datar. Rambutnya terlihat acak-acakkan dan dia sepertinya masih mengantuk, membuat Donghae seketika tertawa.

Ia bangkit dan menarik lengan Sehun agar anak itu duduk di sampingnya, “Kenapa kau bangun pagi sekali?”

“Aku lapar.”jawan Sehun, suaranya masih terdengar berat.

Donghae tersenyum geli, “Kau mau makan apa?”

“Apa saja.”

“Haruskah ahjussi memesankan makanan dari restoran hotel?”

Sehun mengangguk-angguk sambil menggaruk bahunya, “Jangan lupa pesankan susu cokelat untukku.”

Donghae mengangguk masih dengan senyum, “Arasseo.”

“Oh? Kalian sudah bangun?” Yoona baru saja selesai membersihkan dirinya dan langsung menghampiri Sehun dan Donghae.

“Sehun bilang dia sangat lapar jadi aku memesan makanan dari restoran hotel.”

Yoona mengacak rambut anaknya itu, “Kau pasti sangat lelah.”serunya. “Sebelum makanannya datang, kau harus mandi dulu.”

“Nanti saja eoma. Aku masih mengantuk.” Sehun menggeleng dan segera kembali ke tempat tidurnya.

“Kau bilang kau lapar. Sebelum makan setidaknya kau harus gosok gigi.”

“Tidak mau.” Sehun menggeleng lagi sambil membenamkan wajahnya di dalam guling.

“Kalau begitu kau tidak boleh makan.”

“Eoma…” Sehun menendang-nendang kedua kakinya sambil merengek kesal. “Aku lapar.”

“Kalau begitu cepat bangun dan gosok gigi.”seru Yoona, suaranya mulai meninggi. “Kenapa kau seperti ini, huh? Kau sudah 12 tahun, kau sudah dewasa, jangan bersikap seperti anak kecil.”

“Ya, kenapa kau marah padanya?” Donghae menahan lengan Yoona lalu menghampiri Sehun.  Pria itu melempar tubuhnya ke ranjang dan memeluk anak laki-laki itu, “Sehunnie, ayo kita gosok gigi dulu!”serunya sambil menggelitik pinggang Sehun.  “Kajja!”

Sehun seketika tertawa dan berusaha melepaskan diri, “Ahjussi geli hahahaha. Lepaskan aku.”

“Apa kau masih tidak mau gosok gigi, huh?”

“Baiklah… baiklah… aku mau… hahaha.” Sehun masih tertawa geli.

Donghae menarik kedua lengan anak itu dan menyuruhnya bangun, “Ayo. Kau harus bangun. Sebentar lagi makanannya datang.”

“Arasseo. Aku akan gosok gigi.” Sehun turun dari ranjangnya dan berjalan menuju kamar mandi.

Donghae mengikutinya namun ketika ia berpapasan dengan Yoona, pria itu tersenyum, “Harusnya kau tidak marah-marah seperti itu. Lihat,  dia menurut jika diberitahu secara baik-baik. Dia hanya masih mengantuk makanya bersikap seperti itu.” Kemudian dengan cepat mencium pipi Yoona lalu berlari ke kamar mandi menyusul Sehun.

Yoona mendengus. Tiba-tiba saja dia merasa jika anaknya sudah terlalu dekat dengan Donghae. Bahkan sekarang dia lebih mendengarkan ucapan pria itu daripada dirinya. Laki-laki memang menyebalkan.

Gadis itu menghentakkan kakinya ke lantai karena cemburu kemudian berjalan menuju pintu ketika bel berbunyi.  Bukan pengantar makanan seperti dugaannya, Yuri sudah berdiri di balik pintu membuat Yoona seketika terkejut.

“Yuri unnie?”

Gadis itu meringis lebar merasa tak enak karena sudah datang pagi-pagi sekali, “Apa aku mengganggumu?”

“Tidak. Ada apa unnie?”tanyanya. Yoona menarik ujung pintu, merapatkannya dengan tubuhnya agar kamarnya tidak terlihat. Donghae ada di dalam dan tidak ada yang mengetahui  keberadaannya.

“Aku ingin mendiskusikan—“

“Yoona-ya, apa makanannya sudah datang?” suara Donghae tiba-tiba terdengar.

Mata Yuri melebar karena dia merasa jika suara itu tidak asing. Ia menatap Yoona dengan tatapan menyelidik, “Apa kau sedang bersama seseorang?”

Yoona langsung tertawa gugup dan menggeleng, “Itu hanya suara TV, unnie. Apa yang mau unnie diskusikan? Aku akan ganti baju dan pergi ke kamar unnie.”

“Begini, aku—“

“Yoona, apa makanannya belum datang? Sehun sudah lapar.”

Donghae muncul. Walaupun hanya di belakang pintu tapi Yuri berhasil melihat wajahnya selama sepersekian detik. Reflek, gadis itu mendorong pintu kamar  Yoona hingga terbuka lebar. Dugaannya benar, Donghae ada disana!

“Donghae oppa?!”pekiknya tak percaya, ia menutup mulutnya yang ternganga dengan telapak tangan. “Waaah daebag!”

Yoona dan Donghae seketika terperangah. Keduanya seperti maling yang tertangkap basah. Buru-buru Donghae menarik lengan Yuri agar ia masuk ke dalam dan menutup pintu.

“Sssst.”serunya meletakkan jari telunjuk di depan bibir. “Kecilkan suaramu. Seseorang bisa mendengarnya.”

Yuri masih tak percaya dengan apa yang di lihatnya. Ia mengerjap-ngerjapkan mata beberapa kali, “Bukankah oppa ada di Jepang? Bagaimana mungkin…”

Donghae menggaruk tengkuk belakangnya kikuk, “Ada sesuatu yang terjadi jadi aku harus datang kesini secepatnya.”

“Lalu semalam kalian… sekamar?!”

Mata Yoona membulat bersamaan dengan Donghae yang langsung menjelaskan pada Yuri dengan nada frustasi, “Kami memang sekamar tapi ini semua tidak seperti yang kau pikirkan. Sebenarnya kami—“

Bel berbunyi. Yoona mendorong Yuri dan Donghae ke belakang pintu lalu membuka pintu kamarnya.

“Ini pesanan anda, nyonya.”

“Terima kasih.”seru Yoona dalam bahasa China sambil menarik troli makanannya masuk.

Pintu di tutup  dan Yuri masih menuntut jawaban dari keduanya. Matanya menyipit penuh selidik.

Yoona menghela napas panjang, “Donghae-ssi, kau saja yang menjelaskannya, oke? Aku harus mengantar makanan ini untuk anakku.”

Donghae langsung menahan trolinya dan menggeleng, “Kenapa kau menyerahkannya padaku?”

“Hey hey jawab aku dulu.”  Yuri melipat kedua tangannya di depan dada. “Apa yang kalian lakukan semalaman?”

“Kami hanya berjalan-jalan lalu tidur.”jelas Donghae sambil mengacak rambutnya. “Tapi tidak tidur bersama. Dia tidur di ranjang bersama anaknya dan aku tidur di sofa!”

“Huh? Anak?”

“Aku membawa anaknya ke Jepang lalu datang kesini.”

Kali ini giliran Yuri yang  terkejut, “S-sungguh?”

“Kenapa? Aku tidak boleh pergi jalan-jalan dengan calon anakku? Lagipula sudah ku jelaskan jika tidak ada yang terjadi semalam.”

Yuri tersenyum, “Sepertinya kalian benar-benar dekat.”

“Tentu saja. Dia kan kekasihku.”

“Eoma, mana makanannya?” Tiba-tiba Sehun muncul dengan wajah cemberut.

“Oh? Sehunnie?” Yuri berlari menghampiri Sehun dan membungkuk di depannya. “Kau ingat aku? Kita pernah bertemu waktu itu.”

Sehun menatap Yuri selama beberapa saat alu menggeleng, “Ahjumma siapa?”

“Ahjumma hahahahaha.” Tawa Donghae meledak mendengarnya.

Yuri mendengus pada pria itu kemudian tersenyum kembali saat menatap Sehun, “Aku bukan ahjumma. Panggil aku noona.”

“Noona?”balas Sehun ragu. “Tapi…”

“Aku adalah noona. Sungguh.” Yuri meyakinkan. Dia belum terlalu tua untuk di panggil noona oleh seorang anak kecil.

“Eum… baiklah noona.”

Yuri lalu menarik lengan Sehun dan mendudukkannya di sofa. Ia menghidangkan piring-piring makanan di atas meja dan duduk di sampingnya, memperhatikan anak itu memakan sarapannya sekaligus mulai menginterogasi.

Selama mengenal Donghae, dia tidak pernah melihat pria itu berkencan dengan seorang gadis. Jadi ketika ada gadis yang berhasil membuatnya jatuh hati, dia jadi ingin tau sekaligus merasa bahagia.

“Sehunnie, apa ahjussi itu akan jadi ayahmu?”tanya Yuri menunjuk Donghae.

Yoona yang kembali membereskan barang-barang hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala. Sementara Donghae menatap Yuri dengan tatapan memperingatkan agar dia tidak bicara macam-macam.

Sehun mengangguk sambil mengunyah makanannya, “Ahjussi bilang begitu.”

“Kau menyukainya? Apa kau tidak tau jika ahjussi itu sangat takut saat menonton film hantu?”

Donghae mendengus, “Ya!”

“Tidak apa-apa, aku tidak takut. Aku bisa melindungi ahjussi.”jawab Sehun polos.

Jawaban itu membuat Yuri tidak puas sementara Donghae tersenyum penuh kemenangan.

“Apa oppa sudah mencuci otaknya? Kenapa dia sangat menyukai oppa?”cibir Yuri.

“Kau kan tau jika aku sangat suka anak kecil. Mudah bagiku untuk mendekati mereka.”

“Tapi kau tidak suka Baekhyun.”

“Memangnya dia anak kecil?” Donghae langsung kesal begitu mengingat Baekhyun. “Dia adalah orang dewasa yang terjebak di tubuh anak kecil. Kau lihat saja bagaimana cara bicaranya.”

Gadis berkulit gelap itu seketika tertawa, ia mengangguk setuju. Baekhyun memang seperti kakaknya yang tidak pernah berpikir sebelum bicara. Terkadang dia bahkan bersikap seperti orang dewasa.

“Tapi yang jelas aku senang karena akhirnya oppa berkencan. Selama ini aku tidak pernah melihat oppa pergi dengan seorang gadis. Tidak ku sangka oppa justru mengencani Yoona.” Yuri lalu berpaling kearah Yoona, sambil tertawa ia melanjutkan ucapannya. “Yoona, kau tau kan jika terkadang dia bersikap kekanak-kanakkan? Dia ceroboh dan mudah kehilangan sesuatu. Dia juga mudah menghancurkan barang-barang. Yang jelas dia tidak bisa hidup sendirian jadi kau harus menjaganya, oke?”

“Kau mendukung hubunganku atau justru sedang mengejekku?”

Yoona ikut tertawa sambil mengangguk, “Baiklah unnie.”

***___***

 

Yoona merasa jika dia kembali ke masa-masa remajanya. Selama hidupnya, ini adalah pertama kalinya ia menjalin hubungan dimana pria yang dia sukai juga membalas perasaannya. Dia tak lagi menjalani cinta sepihak.  Sedikit menyesali, harusnya sudah sejak dulu dia merasakan perasaan seperti ini. Masa remajanya menjadi sia-sia karena dia hanya terpaku pada pria yang tak pernah menyukainya. Bodoh.

Walaupun Donghae tidak datang ke rumah Yoona sesering sebelumnya karena harus menyiapkan  album barunya, tapi mereka masih menyempatkan waktu untuk bertemu di perusahaan. Hanya saja, Sehun terus merengek meminta agar Donghae bisa bermain dengannya lagi.

Berita kencan tentang keduanya masih hangat dan orang-orang masih suka membicarakannya. Yoona telah menutup akun sns-nya karena terus di serang dengan komentar-komentar jahat. Dia memutuskan untuk tidak bermain media social lagi. Dan Siwon…. Yah, dia tetap tidak menyerah. Masih berusaha untuk mendapatkannya,

Seperti halnya siang itu, ponsel Yoona terus bordering sejak tadi karena Siwon terus membombardir ponselnya dengan panggilan serta pesan singkat yang mengajaknya untuk bertemu. Di pesan terakhir bahkan pria itu mengancam akan datang ke rumahnya.

Yoona mematikan ponselnya dan memasukkannya ke dalam laci. Ia menghela napas panjang sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan. Walaupun ia tau Siwon tidak akan melakukan hal-hal yang akan menyakitinya dan Sehun, tapi dia mulai merasa terganggu. Juga merasa kasihan padanya. Yoona masih belum mengerti bagaimana sebenarnya perasaan Siwon padanya. Apa dia benar-benar baru menyadari perasaan cinta itu atau dia merasa tidak ingin di kalahkan oleh Donghae. Yang ia tau, laki-laki memang memiliki ego yang besar.

Yoona menghela napas lagi lalu membuka matanya dan seketika terlonjak dari duduknya karena Donghae sudah duduk di depannya dengan wajah yang di majukan, berjarak sangat dekat dengan wajahnya.

Wanita itu menjerit kaget. Ia menghusap-husap dadanya yang berdebar-debar, “Kau mengagetkanku!”

“Apa kau hampir saja memakiku tadi?” Donghae menarik tubuhnya dan menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. Ia menatap Yoona dengan mata menyipit.

“Bukan hanya memakimu. Aku juga hampir memukulmu.”balas Yoona, napasnya masih terengaj-engah. “Kenapa kau tidak mengetuk pintu sebelum masuk ke ruanganku?”

“Kenapa aku harus melakukannya? Aku masuk ke ruangan kekasihku.”

“Kau tau kita sedang berada dimana,kan? Kita ada di kantor.”

Donghae mengangguk santai, “Lalu?”

Yoona menghela napas panjang. “Bisakah kau bersikap professional?”

“Ini sudah jam 12. Waktunya istirahat untuk bersikap professional. Ketika jam 12 kau adalah kekasihku.” Sahutnya tersenyum lebar. “Lagipula apa yang sedang kau pikirkan? Kau terlihat seperti banyak pikiran.”

Belum sempat Yoona menjawab, suara Donghae sudah kembali terdengar.

“Apa kau masih sedih karena fans-fans ku?”

“Tidak.”

“Lalu?”

“Tidak ada.”

“Jangan menyembunyikan sesuatu dariku.”tuntut Donghae. “Cepat beritahu aku.”

Yoona menghela napas panjang dan menatap Donghae lurus, “Sepertinya ada banyak hal yang harus ku beritahu padamu.”

“Iya. Memang.” Donghae mengangguk lagi. “Juga ada banyak pertanyaan yang ingin ku tanyakan padamu. Hanya saja, waktunya tidak pernah tepat.”

“Aku akan memberitahumu nanti.” Yoona tersenyum. “Jika waktunya sudah tepat.”

“Setelah comeback selesai, bagaimana jika kita pergi berlibur lagi?”

“Berlibur?”

“Iya. Waktu itu aku tidak sempat mengajak Sehun piknik di Jepang.”

“Kau mau ke Jepang?”

“Tidak. Tapi ke tempat lain.”

Kening Yoona berkerut, “Huh?”

“Aku ingin pergi ke tempat dimana tidak ada seorangpun yang mengenaliku. Aku ingin jalan-jalan dengan bebas bersamamu dan Sehun.”

“Dimana tempat itu?”

“Aku sedang mencarinya.” Pria itu menyeringai. “Nanti setelah mendapatkan tempatnya, aku akan memberitahumu.”

“Baiklah.”

“Kalau begitu ayo makan siang. Kali ini, jangan menolakku lagi.”

“Eum…” Yoona tersenyum penuh rasa bersalah. “Aku sudah pernah memberitahumu, kan? Aku tidak suka menjadi pusat perhatian.”

“Dan aku sudah memberitahumu jika tidak akan ada yang memperhatikan kita disini. Kita hanya akan makan di kantin.”

“Kau tidak tau. Beberapa orang masih membicarakan hubungan kita dan aku merasa tidak enak. Kita bisa makan bersama lain kali di rumahku.”

“Kapan?” Donghae menjadi kesal. “Aku sangat sibuk dan tidak punya banyak waktu. Jangankan pergi ke rumahmu, aku bahkan tidak punya banyak waktu untuk tidur. Kau tau itu.”

Yoona menggigit bibir bawahnya kelu, “Tapi…”

“Aku hanya ingin makan bersamamu karena aku merindukanmu. Aku tidak punya banyak waktu untuk menemuimu. Aku hanya minta waktumu selama satu jam tapi kau terus menolakku dengan alasan itu. Yah, baiklah. Jika kau tidak mau, aku tidak akan mengajakmu makan bersama lagi. Dan mungkin setelah ini kita tidak akan bertemu sampai comeback selesai.”Donghae beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan ruangan Yoona dengan langkah-langkah kesal.

“Donghae-ssi.”

Namun tidak ada sahutan apapun. Donghae tetap pergi. Membuat Yoona hanya bisa menghembuskan napas panjang.

***___***

 

Yoona tau mungkin dia sudah keterlaluan. Tidak hanya kali ini tapi sudah berulang kali ia menolak ajakan Donghae untuk makan siang bersama. Tapi, bukankah harusnya Donghae berusaha mengerti? Dia bukan seorang selebriti. Rasanya tidak menyenangkan saat dia tiba-tiba menjadi perbincangan banyak orang. Untungnya, orang-orang yang tinggal di sekitar rumahnya belum banyak mengetahui tentang hal itu.

“Yeoboseyo.” Yoona menjawab telepon Sooyoung sambil memijat keningnya. “Ada apa unnie?”

“Apa kau sudah membaca artikel?”

“Huh? Tentang apa?”

“Oh. Bukan. Bukan artikel. Tapi namamu menjadi hal yang banyak di bicarakan di situs Pann.”

Yoona menarik punggungnya dari sandaran kursi taksi, “Kenapa?”

“Seseorang mem-posting dengan judul ‘Kekasih Donghae yang sudah mempunyai anak.’”

Seketika Yoona tersentak, “Apa?!”pekiknya.

“Ya, kau harus hati-hati dan jaga Sehun dengan baik, mengerti?”seru Sooyoung. “Sepertinya para fans fanatik itu mulai mengorek identitasmu.”

“Tapi bagaimana bisa mereka tau? Sebelumnya perusahaanku sudah memberikan pernyataan jika anak laki-laki di foto itu adalah kerabat.”

“Sepertinya mereka tidak percaya itu. Untunglah Sehun tidak suka bermain internet jadi dia tidak akan melihat hal-hal itu. Dan sebaiknya kau juga tidak membacanya, karena ada banyak komentar jahat yang tidak bisa kau bayangkan.”

Yoona menghela napas panjang. Kemudian matanya menyipit, “Unnie, bagaimana unnie bisa tau? Apa unnie masih bermain sns?”

Di sebrang suara tawa Sooyoung terdengar, “Aku tidak bisa meninggalkan jiwa fangirl-ku. Aku melakukannya diam-diam tanpa sepengetahuan suamiku.”

“Unnie! Jika suami unnie tau, unnie bisa—“

“Jika dia tau, itu artinya kau yang memberitahunya karena aku hanya memberitahumu.”

“Ah… benar-benar…”desah Yoona tak habis pikir dengan tingkah kakak sepupunya itu. “Apa unnie juga menuliskan komentar jahat tentangku?”

“Tentu saja tidak! Ya! Tadi aku berkelahi dengan orang-orang yang mengataimu. Aku membelamu!”

Yoona terkekeh, “Benarkah? Terima kasih, unnie.”

“Lalu sekarang apa kau sudah pulang bekerja?”

“Aku baru saja sampai di rumah. Aku akan menghubungi unnie nanti. Ku tutup.”

Yoona turun dari taksi yang di tumpanginya setelah memberikan beberapa lembar uang pada supir. Ia bergegas masuk ke dalam rumah saat lampu mobil tiba-tiba menyorotnya. Seorang pria tinggi keluar dari mobil itu dan menghampiri Yoona.

“Siwon oppa?”

Siwon tersenyum sambil menunjukkan kantung plastik yang di bawanya, “Aku datang karena aku ingin makan malam bersamamu dan Sehun.”

Yoona hanya diam menatap pria itu.

“Aku sudah berbelanja, kau akan memasak, kan?”

Siwon merangkul pundak Yoona dan membawanya masuk ke dalam.  Sehun langsung meninggalkan video game-nya dan berlari menyambut keduanya. Selain dia senang karena ibunya akhirnya pulang, ia juga senang karena ia melihat Siwon. Sudah lama tidak bermain dengannya.

“Ahjussi!”sapanya bersemangat. “Ahjussi datang? Ahjussi kemana saja? Kenapa tidak pernah datang lagi?” Anak laki-laki itu langsung menarik tangan Siwon dan membawanya ke ruang tengah sementara Yoona langsung pergi ke dapur dan membuat makanan.

“Maaf. Ahjussi sangat sibuk akhir-akhir ini. Apa kau kesepian?”

“Sedikit.” Raut wajah Sehun berubah sedih. “Aku terus bermain dengan Jongin karena ahjussi tidak pernah datang. Donghae ahjussi juga. Eoma bilang dia sangat sibuk.”

Senyuman di wajah Siwon langsung menghilang, “Donghae ahjussi?”

Sehun mengangguk, tanpa rasa bersalah melanjutkan ucapannya, “Donghae ahjussi sangat baik. Dia selalu menemaniku bermain. Kami juga pergi berlibur bersama. “

Siwon berusaha untuk tetap mempertahankan senyumnya di depan Sehun, “Apa kau menyukainya?”

“Saaaaaangat menyukainya.”

“Lalu siapa yang lebih kau sukai? Aku atau dia?”

Sehun langsung  terdiam, “Uuuuh….”

“Kenapa kau ragu? Kau tidak menyukaiku lagi?”

Sehun memutar bola matanya bingung. Ia kehilangan kata-kata. Ia sendiri terkejut kenapa tiba-tiba dia tidak bisa menjawab pertanyaan itu.

“Oppa, bisakah kita bicara sebentar?” Tiba-tiba Yoona muncul. “Sehunnie, bisakah kau tinggalkan eoma dan Siwon ahjussi? Kami harus bicara,”

“Baiklah.” Sehun mengangguk takut dan segera naik ke kamarnya.

“Oppa, aku mohon agar oppa tidak bertanya hal seperti itu lagi pada Sehun. Dia masih belum mengerti.”

Siwon tersenyum mendengus, “Sepertinya si brengsek itu sudah membuat Sehun menyukainya dan kau juga mendukungnya.”

“Sebelum menjalin hubungan dengan seseorang, aku harus memastikan jika anakku menyukainya atau tidak. Tidak ada salahnya jika dia berusaha mendekatkan diri dengan Sehun.”

“Aku benar-benar tidak menyangka Yoona. Kau mencampakkanku demi pria itu.”seru Siwon. “Apa kau sadar siapa dia? Ketika kau menjalin hubungan dengan seorang Idol, kau akan di serang oleh fansnya. Bahkan sekarang kau sudah merasakannya, kan?”

Yoona menghembuskan napas panjang, “Aku tidak mencampakkan oppa karena sejak awal kita tidak pernah memulai sebuah hubungan.”balasnya. “Dan juga, aku sudah yakin dengan pilihanku.”

“Tapi dia anakku! Sehun adalah anakku!”bentak Siwon.

“Dia bukan anak oppa. Dia anakku. Dia hanya anakku.”

“Aku tidak akan mengubah apapun. Secara hukum, dia adalah anakku!”

“Oppa!” Yoona kehilangan kata-katanya.

Siwon mengepalkan tangannya di samping tubuh. Pria itu mendekati Yoona, menatap wanita itu tepat di manik matanya lalu berbisik tajam, “Aku tidak akan menyerahkannya pada siapapun. Sehun adalah anakku!”

Siwon meraih kunci mobilnya lalu pergi meninggalkan rumah Yoona.

Wanita itu memijat keningnya sambil menjatuhkan diri di sofa. Dia sangat lelah dengan pertengkaran yang tak pernah berujung ini.

“Eoma…” suara kecil Sehun terdengar. Anak laki-laki itu menjulurkan kepalanya dari pegangan tangga.

Yoona menoleh dan tersenyum, “Kau pasti lapar, kan? Maaf. Eoma akan memasak sekarang.” Ia berdiri dan bergegas ke dapur namun kemudian suara Sehun menghentikannya.

“Eoma…”panggil Sehun pelan. “Sebenarnya, siapa ayahku?”

TBC

 

 

 

 

 

 

Iklan

26 thoughts on “Crazy Without You Part 22

  1. osehn96 berkata:

    Ayah mu tuan Oh ahahahah. Akhirnya chapter muncul. Akhirnya sehun nanya bapaknya siapa. Hoho aku kurang ngerti kenapa bisa secara hukum sehun anak siwon

  2. nurulimania berkata:

    Aaaa akhirnya ini ff lanjut. Udah hampir lupa cerita akhirnya. Aku balik lagi baca chapt sebelumnya wkwks. Ini cerita udah lumayan lama. Tapi next next

  3. Anfa berkata:

    Gak nyangka tapi seneg jga ff ini d.lanjut lgi,.. Suka lucu pas ngbyangin sehun msih imut2,. Jdi ikut penasarn sma ayah biologis.a sehun,. Next y kak 😉

  4. kim ji hyun berkata:

    akhirnya yg ditunggu2 muncul jugaaa..

    iyahh nih aku juga penasaran siapa ayahnya sehun ??
    next chap jgn lama2 yaa eonni

  5. RAIN berkata:

    Akhirnya dilanjut ff ini, hampir lupa sm cerita nya karna udh terlalu lama gak di update, dan kenapa siwon jd sedikit ngeselin gituu.. next next

  6. AnisMaria berkata:

    Jadi, siapa ayahnya Sehun?

    masalalu harus terkuak nih demi Sehun,, dia nggak tahu apa2 dan itu kasiannnn bgt..

    Haha mereka ketahuan sama Yuri,, ngakak aja ngelihat dua orang seagensi itu pada berantem olok2an ahaha..

    Sehun manggil Yuri “Ahjumma” haha anak ini ada ada aja..

  7. Sfapyrotechnics berkata:

    Akhirnya kk update jga part ini.. 😄 Lumutun nunggunya 😂 Wiiihh yuri histeris bnget pas nemuin yoonhae sekamar 😂 Hae nya lgi ngambek ma yoong 😱😂 Aigoo sehun nggk ada kapok2 nya yah gangguin yoong terus 😏 Kok sehun jdi anak siwon scra hkum?? Ayooo siapa ayah sehun?? 😱😂

    Sering2 update ff ini yah kk.. Next.. fighting!!

  8. Rahmania berkata:

    Kasihan sehun gk tau siapa ayahnya sebenarnya.mkn yakin klo sehun anak dongek tp gmn ceritanya bisa diasuh yoona.

  9. Sherenna berkata:

    Akhirnya di poat juga ne chapter dh hampir lpa sm ne cerita sangking lamanya, sehun nanyq jga spa ayah kandung nx??? Kira2 yoona bakal jawab apa y??? Penasaran dg masa lalu yoona bisa punya ank sehun? Next!!!

  10. ririez berkata:

    Akhirnya dilanjut jg nih ff, udah laaaaama bangeeeeet nungguin..
    jadi makin penasaran siapa sebenernya ayah sehun???
    lanjut lagi dong, jangan lama2 ya…

  11. karina dianny elf berkata:

    akhirnya setelah sekian lama di lanjutin lgi ff nya…
    akhir nya bikin greget,siwon egois bngt…
    dan akhir nya sehun nanya siapa ayah nya…
    penasaran sama jawaban yoona…
    please cpt di lanjutin author,gak sabar pengen baca kelanjutan nya

  12. firdayhj berkata:

    hampir lupa sama jalan ceritanya..
    jdi ikut penasaran siapa ayah biologis sehun. hati ku berkata ayah sehun itu donghae..
    uuh siwon teteo kekeuh kasiah pan yoonanya.
    thor cepet buat yoonhae menikah please

  13. Tya berkata:

    Akhirnyaaa dilanjut juga
    Saking lamanya, baca chapter sebelumnya dulu krn lupa
    Penasaran kenapa siwon bisa jd ayah sehun secara hukum
    Trs, siapa sebenarnya ayah sehun? Firasatku sii donghae, apalagi mereka punya banyak kesamaan, tp kalo iya, kenapa bisa jd anak yoona?

    Ditunggu lanjutannya

  14. deery00ng berkata:

    Next chapter nya ditunggu unnn
    Penasaran ma jalan ceritanya buat wonppa tlong lepasin yoonhun buat haeppa donk
    Nangis dpojokannnn ni 😢😢😢😢

  15. fitriwind berkata:

    Akhirnya….
    Suka banget sana fanfic ini . Konfliknya ringan .. Dan beneran deh … jadi kangen moment hae-hun..

  16. ziieziie berkata:

    donghae ngambek wkwk

    siapa itu ayahnya sehun? beneran donghae? krn yoona ga prnh jalin hubungan sm siapapun dan siwon bkn ayah kandungnya sehun. ribetnya hidup yoona T.T

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s