Memory part 1

Memory

Title : Memory Chapter 1

 

Author : @kimjaehw

 

Leght : Chaptered

 

Genre : Marriage life, Sad?, Romance?

 

Rating : PG-15

 

Main Cast : Oh Sehun, Kim Hyejin

 

Adittional Cast : [find by yourself]

 

Summary : Kau mampu memberiku ribuan tanda tanya tanpa menjeda otak ku yg berputar. kau aneh dan misterius aku harus bagaimana lagi untuk meraih mu?

 

Disclaimer : ff ini murni dari pemikiran author yg terinspirasi dari berita tentang (….) klo author kasih tau jadi bisa tau dong ceritanya ^^ yg jelas ini 100% asli pemikiran aku dan tentang berita yg gak aku sebutin tadi aku kasih tau lagi klo itu kisah nyata yg terjadi ditahun?? [author lupa] 😂

 

Authors note : Don’t Bash klo ga suka ga usah baca !!

dan buat readers jadilah readers yg baik yg selalu meninggalkan jejak dikomentar [hargai author yeth😘]

satu lagi DON’T BE A PLAGIATOR !!

 

°

°

°

°

 

Aku meremas gaun pengantin ku dada ku mulai bergemuruh, jantung ku berdetak tak berintonasi, otak ku kelu untuk sekedar berfikir, suhu tubuh ku beralih panas-dingin gusar.

 

“hyejin-shi apa kau baik-baik saja” suara dibalik pintu kamar mandi masuk ke pendengaran ku membuat ku semakin menegang

 

“ne, ak-u baik-baik saja” jawab ku berusaha mengusir gugup pada diri ku. “kenapa kau lama sekali di kamar mandi? kau yakin baik-baik saja?” sahutnya lagi

 

“ten-tu saja aku baik-baik saja, se-bentar lagi aku akan keluar”

 

“baiklah”

 

ku basuh wajah ku dengan air kran berharap akan mengurangi rasa takut yg luar biasa menghantui ku dan selanjutnya aku bergegas berganti pakaian dengan piyama tidur

 

“kau bisa hyejin” yakin ku pelan sebelum membuka pintu kamar mandi.

 

“kau sudah selesai?” tanya seorang pria yg duduk bersandar kepala ranjang sambil memainkan ponsel. “ne” timpal ku.

 

dia meletakkan ponselnya dinakas dan merebahkan tubuhnya “eoh apa kau akan berdiri disitu semalaman? kemarilah” ucapnya menepuk sisi ranjang disampingnya dengan tersenyum.

 

aku masih saja berdiri tolol di depan kamar mandi tak segera mendekat pada pria itu. pria yg sejak pagi tadi resmi memiliki ku selamanya

 

dia bangkit dari tidurnya dan mendekat ke arah ku membuat tubuh ku semakin gemetar, nafas ku tercekat kala ia mensejajarkan wajahnya pada wajah ku dengan jarak yg sangat dekat

 

dengan cepat aku memalingkan wajah ku saat dia akan mendaratkan ciuman pada ku dan itu membuatnya memasang raut wajah kecewa. aku menunduk “maaf” lirih ku. “tidak apa-apa” jawabnya tersenyum lagi

 

“sekarang istirahat lah” ucapnya menarik tangan ku menuntun ku ke tempat tidur. aku menurut dan membaringkan tubuh ku diranjang “sehun-shi aku belum siap, jadi bisakah kita melakukannya bertahap? aku belum terbiasa dengan semua ini” ungkap ku jujur

 

dia mengelus dahi ku yg berkeringat “apa kau se-takut itu pada ku? sampai-sampai kau berkeringat seperti ini?” ucapnya sedikit terkejut. “bu-kan bukan begitu, hanya saja ak-”

 

“aku tidak akan memaksamu, kita akan melakukannya secara perlahan dan belajar membiasakan peran kita sekarang” ujar sehun memutus ucapan ku. aku mengangguk

 

“kau akan kemana?” tanya ku saat sehun mengambil satu bantal dan akan berjalan keluar kamar. “aku akan tidur di sofa” jawabnya

 

aku mengernyit “kenapa?”. “aku hanya menghargai mu jadi aku pikir kau akan merasa lebih nyaman jika kita tidak se-ranjang” jawabnya

 

aku terhenyak akan jawabannya, jujur saja memang aku akan lebih nyaman tapi bukankah itu berlebihan untuk sepasang suami istri apalagi kami baru saja mengikat sumpah pagi tadi. bukankah aku akan menjadi istri yg buruk jika egois memilih kenyamanan ku sendiri

 

“kau tidak perlu tidur di sofa, tidurlah disini aku tidak apa-apa” ucap ku membuatnya kembali ke tempat tidur. “selamat tidur” ucapnya dengan senyum. “hm” balas ku menggumam

 

aku berbalik memunggunginya, aku masih sedikit risau tak tenang. “aaaakkhhh” teriak ku spontan saat lampu kamar tiba-tiba mati. “kenapa? ada apa hyejin-shi” suara sehun panik diikuti lampu yg kembali menyala

 

aku menghembuskan nafas lega meski jantung ku masih berpacu tak beraturan “ada apa? kau baik-baik saja” ucap sehun lagi yg kini duduk menatap ku yg meringkuk membelakanginya memeluk guling erat “jangan mematikan lampunya” ujar ku sedikit menyentak

 

sehun mengusap punggung ku “maaf, aku tidak tahu jika kau tidur dengan lampu menyala” jawabnya dengan sarat bersalah. aku membalikkan tubuh ku yg mulai berangsur tenang kini aku menatap sehun “tidak apa, kau kan tidak sengaja dan sekarang jangan lagi mematikan lampu karena aku benci gelap” jelas ku

 

“aku tidak akan mematikan lampu aku berjanji” timpal sehun sembari mengusap peluh yg menghiasi dahi ku dan lagi perlakuan sehun membuat tubuh ku menegang rasa gusar ku muncul kembali sontak aku membalikkan tubuh ku membelakanginya seperti tadi membuat kontak fisik kami terputus

 

sehun menarik selimut hingga menutupi sampai bahu ku “maafkan aku hyejin-shi dan selamat malam” lirihnya yg lebih pantas disebut bisikan. aku tak membalas dan mencoba memejamkan mata yg nyatanya sangat sulit terlelap. pikiranku berlarian kemana-mana

 

pada dasarnya pernikahan kami bukanlah pernikahan yg didasari cinta ataupun keinginan dari diri kami masing-masing melainkan perjodohan orang tua kami yg saling bersahabat

 

aku dan sehun dikenalkan 1 bulan yg lalu tapi aku masih sulit membiasakan diriku terhadapnya meski tidak memungkiri jika sehun adalah pria baik, ramah, dan lembut juga tampan tapi tetap saja masih ada rasa takut didalam diriku yg membuatku sulit dekat dengannya

 

sungguh aku sangat tersiksa dengan rasa takut ku sendiri terkadang aku merasa jika aku hanya menyakiti sehun, aku tak pernah membalas perlakuan manis nya pada ku bahkan aku tak pernah membalas senyumnya dan juga aku sering menolak kontak fisik dengannya meski itu hanya sekedar berjabat tangan itu sangat sulit untuk ku

 

dan jika kalian tanyakan bagaimana ciuman pernikahan kami akan ku jawab jika kami berhasil melakukannya meski menahan ketakutan ku setengah mati sampai badan ku sedikit mengejang dan lemas setelahnya dan ciuman itu tidak lama aku cepat-cepat memalingkan wajah ku mengakhiri panggutan kami, ah bukan kami hanya sehun saja karena aku tak membalas lumatannya aku hanya membuka sedikit bibir ku

 

sepertinya hanya aku disini yg merasa beruntung menjadi istri sehun sedangkan sehun tidak merasakan itu menjadi suami ku

 

aku berbalik menghadap sehun yg sudah terlelap ku pandangi wajahnya yg terlihat damai dengan mulutnya yg sedikit terbuka membuatnya terkesan cute “maaf kan aku sehun-shi” lirih ku dan kembali ke posisi ku semula

 

memaksa mata ku untuk tidur

 

 

~

 

“selamat pagi” sapa sehun berjalan menuruni tangga. “pagi juga” balasku sambil menata sarapan di meja makan. “eomma benar jika kau pintar memasak” ucap sehun tersenyum

 

“eommanim mengatakan itu padamu?” tanya ku

 

“iya bahkan ia sering mengatakan itu dan membuatku penasaran dengan masakan mu”

 

“sekarang kau bisa mencobanya” aku menyerahkan sumpit pada sehun. sehun mulai memasukkan sepotong kimchi ke mulutnya “eoh ini lezat sangat lezat” ujarnya mengacungkan jempol pada ku. “terima kasih” balas ku tenang.

 

suasana sarapan kami cukup tenang hanya dentingan sumpit yg beradu dengan piring yg terdengar sesekali aku merasakan bola mata sehun melirik ku sekilas

 

“aku tidak mengambil cuti, jadi aku masuk kerja hari ini” ucap sehun memecah keheningan. aku menatapnya dan mengangguk

 

“maaf jika hari ini aku tidak bisa menemani mu, kondisi perusahaan sedang buruk jadi ak-”

 

“tidak apa-apa, aku bisa mengerti” tukas ku cepat memutus perkataannya. “terima kasih”

 

 

aku menimbang-nimbang dua kemeja sehun di kedua tangan ku mencoba memilih kan pakaian untuk sehun bekerja

 

pintu kamar mandi terbuka menampakkan sosok sehun dengan rambut basahnya “kau suka yg mana?” tanya ku sambil memperlihatkan dua kemeja yg kutenteng. sehun tersenyum “menurutmu?” ucapnya melempar pertanyaan kembali padaku

 

“aku tidak bisa menentukannya karena aku suka keduanya” jujur ku. dia mendekat ke arah ku dan mengambil satu kemeja dari ku “aku akan memakai apapun asal itu kau yg memilihkan” jawabnya menyunggingkan senyum

 

aku terpatung mendengarnya. ya tuhan baik sekali sehun pada ku dia sangat menghargai ku sebagai istrinya sedangkan aku tidak bisa membuatnya bahagia

 

“hyejin-shi bisakah kau memasangkan dasi untuk ku?”

 

aku mengambil dasi di tangan sehun dan melingkarkannya pada kerah kemeja dilehernya aku terhenti sejenak merasakan deru nafas sehun yg menerpaku karena jarak kami yg dekat darah ku berdesir, rasa gugup dan takut ku berlomba mengisi diriku membuat tangan ku sedikit gemetar menyimpulkan dasi sehun

 

sehun menyentuh telapak tangan ku yg dingin membuatku tersentak dan menjauhkan diri darinya “kau baik-baik saja? kau sakit?” ucapnya beringsut akan menyentuh dahi ku dengan segera aku menunduk membuatnya urung melakukannya “aku baik-baik saja, aku sudah selesai memasangkan dasi mu” sahut ku

 

sehun mengangguk “baiklah, aku pergi” pamitnya keluar kamar aku menepuk dada ku pelan meruntuki diri ku yg bodoh. cepat-cepat aku menyusul sehun mengantarkannya sampai depan rumah

 

“hati-hati dijalan” ucap ku pada sehun yg akan masuk ke dalam mobil. dia tersenyum dan berjalan kembali ke rumah membuatku bingung “apa ada yg terting-”

 

~chu “aku pergi”

 

aku mematung kaku mendapat kecupan ringan sehun pada dahi ku, mata ku mengerjap tak percaya sampai aku tak sadar jika mobil sehun sudah berlalu pergi

 

 

 

“benar ke alamat itu, memang dekat tapi aku tak bisa kesana” ucap ku pada seseorang yg terhubung melalui panggilan suara dengan ku

 

tak begitu lama aku mendengar suara pintu rumah yg terbuka aku menoleh dan mendapati sehun yg menenteng kantong putih yg sepertinya berisi sayuran juga daging dan menyerahkannya padaku “itu belanjaan mu aku mengambilnya dari seseorang di luar” ucapnya yg langsung saja ku pahami jika yg dimaksud sehun adalah pengantar dari mini market yg kuhubungi tadi

 

sehun melonggarkan dasinya “kenapa kau pesan antar mini marketnya kan tidak jauh dari rumah?” tanya sehun yg membuatku bingung menjawab. “aku tidak berani pergi keluar sendiri” jawabku yg benar adanya “kau keberatan?” lanjut ku bertanya

 

“tidak hyejin-shi” balas sehun. “kau sudah pulang?” tanya ku melirik jam di dinding yg masih menunjuk angka 10. “aboeji tidak memperbolehkan ku bekerja karena masih pengantin baru” jawabnya

 

aku meninggalkan sehun yg duduk diruang tamu untuk meletakkan bahan makanan ke dapur. “apa yg akan kau lakukan?” suara sehun yg tiba-tiba datang membuat ku terkejut sampai tak sengaja aku menjatuhkan gelas air ku membuatnya pecah berserakan “kau tidak apa-apa, maaf aku mengejutkanmu” ucap sehun mendekat dan membantu ku membersihkan pecahan gelas

 

sehun beranjak mengambil alat pel untuk membersihkan air yg tumpah dan menyerahkannya pada ku air muka ku seketika berubah pucat melihat alat pel itu dan dengan gemetar aku menerimanya sedang sehun berlalu membuang pecahan gelas

 

keringat membanjiri pelipis ku, jantung ku mulai tak beraturan, kepalaku berdenyut “tolong aku” lirih ku

“aku takut” mata ku berkaca

 

aku terduduk lemas dilantai menjatuhkan alat pel itu “lepaskan aku”

“aku takut” aku menangis sambil meremas kepala ku kuat “jangan jangan” aku terus saja melantunkan kata-kata itu tanpa sadar

 

“hyejin-shi kau kenapa?” suara sehun yg datang membuat ku mendongak menatapnya. “singkirkan dia ku mohon” ucap ku menunjuk alat pel itu. dengan sigap sehun membawa alat pel itu menyingkirkannya dari pandangan ku

 

“apa yg terjadi padamu? kau baik-baik saja?” ujar sehun hendak memegang pundak ku namun aku menghindar. “a-ku tidak apa-apa” jawab ku sedikit gemetar “jangan mendekat pada ku dulu, aku ingin sendiri sebentar” lanjut ku

 

sehun mengangguk. ku kumpulkan sisa tenaga yg ada pada diri ku untuk berdiri, ku tolak bantuan sehun yg ingin membantu ku pelan-pelan aku berjalan ke kamar dengan satu tangan merambat di dinding bersandar agar tak jatuh karena tubuh ku masih lemas

 

ku lirik sehun yg mengekor dibelakang ku dan dia menghentikan langkahnya ingat dengan apa yg ku katakan padanya jika aku ingin sendiri

 

“maafkan aku sehun-shi” batin ku dalam hati

 

 

~To Be Continue

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s