I love you Mr. Ghost part 1

iloveyoumrghost

Author : Ohmija

Tittle    : I love you Mr. Ghost

Cast      : EXO Sehun, Chanyeol & Red Velvet Seulgi

Genre   : Comedy, Romance, Sad

Note       : Tiba-tiba pengen buat FF Sehun tapi romance tapi bingung mau di pairing sama siapa akhirnya milih Seulgi (Maap Seulmin T.T) Ini bukan FF yang bakalan punya chapter panjang kok, palingan beberapa part sebelum tamat. Cuma FF iseng >.<

Happy Reading!

 

 

 

Namanya Kang Seulgi. Murid tingkat senior di salah satu SMU yang ada di Busan. Dia tidak cukup tinggi bahkan terkesan pendek. Memiliki mata dengan single eyelid yang mampu membentuk eyesmile indah saat dia tersenyum. Dia adalah salah satu murid populer di kalangan murid laki-laki karena memiliki paras yang sangat cantik.

Kang Seulgi adalah anak perempuan yang hampir mendekati tingkat kesempurnaan dalam hal penampilan. Tapi segala popularitas itu menghilang seketika saat murid-murid lain mulai mengetahui keanehan yang ada dalam dirinya.

Dia bisa melihat hantu.

Sejujurnya, Seulgi memang memiliki kemampuan melihat hantu sejak dia lahir. Ketika dia masih kecil, orang tuanya terkadang hanya bisa menghela napas panjang setiap kali dia mulai melihat sesuatu yang tidak bisa di lihat oleh orang lain atau ketika dia mulai berbicara seorang diri.

Awalnya memang menakutkan, tapi kini dia sudah sangat terbiasa.

Sayangnya, kelebihan yang di milikinya itu membuatnya di jauhi oleh teman-temannya. Mereka menganggap jika Seulgi adalah gadis yang menakutkan. Hingga akhirnya, ia memutuskan untuk menyembunyikannya setelah dia lulus Sekolah Menengah Pertama.

Dia pikir masa remajanya tidak boleh di sia-siakan begitu saja. Dia harus memiliki sahabat juga kekasih. Dia sudah bertekad untuk menjalani hari-harinya seperti anak-anak normal lainnya.

Namun, siapa sangka kebahagiaannya hanya bisa bertahan selama satu tahun. Ketika dia berada di kelas 11, salah satu teman sekelasnya – yang dulunya berada di SMP yang sama dengannya – menyebarkan rahasianya itu pada seluruh murid hingga para penggemar Seulgi yang dulunya sangat memujanya perlahan-lahan mulai menjauh.

Itu adalah salah satu alasan dari dua alasan utamanya. Alasan lain kenapa masa SMU-nya menjadi berantakan adalah karena hantu itu. Yah, karena Oh Sehun!

***___***

 

“Sudah ku bilang ketika aku pulang sekolah, kau harus pergi.” Seulgi mengomel sambil meletakkan tas ranselnya di sembarang tempat lalu pergi ke dapur. “Apa kau tidak bisa melihat? Walaupun kau itu hantu tapi kau adalah laki-laki dan aku adalah perempuan! Perempuan dewasa dan laki-laki dewasa tidak boleh tinggal bersama! Kau mengerti?”

Hantu bernama Oh Sehun yang memiliki tubuh tinggi kurus berkulit putih pucat seperti vampire duduk di atas meja makan sambil menatap Seulgi tanpa rasa bersalah, “Siapa yang kau maksud perempuan dewasa dan laki-laki dewasa? Kau kan masih seorang murid. Aku juga.” Ia menunjuk seragam sekolah yang di pakainya. “Aku mati sebelum aku legal. Itu artinya aku masih belum dewasa.”

Seulgi mengangkat telur gorengnya dari penggorengan, berbalik dan menatap kesal Sehun, “Tahun depan aku akan menjadi perempuan legal. Aku akan lulus SMU dan tidak memakai seragam ini lagi!” gadis itu menekankan ucapannya agar Sehun tau dia bukan lagi anak kecil.

Namun Sehun mengabaikan omelannya, ia menghilang dan berpindah duduk di hadapan Seulgi, “Huh? Telur goreng lagi? Aku kan ingin makan daging.”

“Cih,” Seulgi mendengus. Ia meletakkan sumpitnya dengan kesal membuat Sehun sedikit terperanjat dari kursinya. “Apa kau tidak punya malu sama sekali? Kau selalu meminta makanan padaku padahal kau tau aku adalah anak SMU yang bahkan tidak punya orang tua.”omelnya. “Jika kau ingin makan daging, kenapa kau selalu mengikutiku? Kenapa kau tidak tinggal dengan pemilik restoran daging saja, huh?”

“Itu karena hanya kau yang bisa melihatku.”jawab Sehun lagi-lagi tanpa dosa.

“Ada banyak manusia yang bisa melihat hantu, kenapa aku?”

“Alasan kedua, karena kau datang ke tempat ini. Sebelum ada kau, aku sudah lebih dulu menempati rumah ini jadi sebenarnya ini adalah rumahku. Aku sudah cukup berbaik hati mau berbagi rumah denganmu. Harusnya kau berterima kasih. Lagipula aku tidak meminta makanan padamu dan kau tidak memberi makanan padaku.”

“Apa?” Seulgi tidak percaya dengan apa yang Sehun katakan barusan. “Waaaah, kau benar-benar tidak tau malu.” Gadis itu menatap Sehun geleng-geleng kepala. “Setiap kali aku makan, kau selalu menyerap rasa kenyangku sehingga aku harus makan lebih banyak. Karena kau, berat badanku bertambah. Pipiku semakin membesar dan aku harus memasak makanan lebih karena aku tidak pernah kenyang setiap kali aku makan. Secara tidak langsung, aku selalu berbagi makanan denganmu!”

“Oh, benar juga.” Sehun mengangguk-angguk. “Lalu kapan kita akan makan daging? Apa kau belum menerima gaji?”

Seketika amarahnya meledak, “YA! PERGI!”

***___***

 

Sehun hanya bisa menghela napas panjang. Lagi-lagi ia di usir. Berjalan di sepanjang jalan kota Seoul, tiba-tiba langkahnya terhenti saat dia melihat seorang anak laki-laki yang sedang berdiri di depan pintu kaca sebuah café.

“Apa kau bisa memberiku makanan?” Sehun menghampirinya tanpa basa-basi. “Sepertinya sedang ramai, pasti ada banyak makanan di dalam sana.”

“Ya.” Namun anak laki-laki menghadang langkah Sehun. “Kau pikir apa yang sedang aku lakukan disini jika ada banyak makanan di dalam?”

Kening Sehun berkerut, “Huh?”

“Entah apa yang terjadi tapi mereka semua berdoa sebelum makan jadi kita tidak bisa menyerap makanan mereka.”

“Benarkah?” Wajah Sehun langsung berubah kecewa. “Kenapa bisa kebetulan sekali?”

“Karena itu aku menunggu pengunjung baru sejak tadi.” Anak laki-laki itu ikut mendesah panjang. “Ngomong-ngomong kenapa kau berkeliaran di sini? Kau di usir lagi?”

Sehun langsung tertawa mendengus bersamaan dengan Seulgi yang melintas di depannya. Gadis itu sebenarnya melihat dua hantu itu sedang berbincang-bincang namun ia bersikap seolah-olah tidak mengenal mereka. Sehun yang merasa kesal menghilang dan berpindah ke belakang Seulgi bersama dengan hantu anak laki-laki itu.

“Iya. Aku di usir lagi. Padahal aku sudah membantunya menjaga rumah setiap hari. Waktu itu saat ada pencuri yang mencoba membobol rumah, aku berhasil menggagalkannya. Aku juga menyelamatkan foto orang tuanya saat rumah sewa bocor. Harusnya dia berterima kasih padaku, kan? Tapi dia justru berkata jika aku tidak tau malu.” Sehun sengaja bicara keras-keras di belakang Seulgi membuat gadis itu menarik napas panjang, mencoba menahan kesabarannya.

“Ternyata dia sangat jahat. Padahal dia cantik.”

“Cih, orang-orang hanya tertipu dengan wajahnya saja. Mereka tidak tau bagaimana sifatnya yang sebenarnya. Dia suka menyiksa hantu yang tidak bedaya sepertiku.”

“Benarkah? Padahal aku sangat mengaguminya.”

“Kau akan menyesal nantinya, Jongin. Jangan tertipu.”

“YA!!” Seulgi yang tak lagi bisa menahan kesabarannya berbalik dan langsung berteriak kesal. Membuat bukan hanya dua hantu itu terkejut tapi juga beberapa pejalan kaki yang kebetulan lewat. Orang-orang itu langsung menoleh kearah Seulgi.

Menyadari jika orang-orang tidak bisa melihat dan mendengar apa yang telah terjadi, gadis itu tersenyum malu. Ia menundukkan kepalanya sambil bergumam minta maaf pada orang-orang yang menatapnya dengan tatapan aneh.

“Maafkan aku. Maafkan aku.”serunya sambil tersenyum.

Sementara di tempat mereka, Sehun langsung tertawa terbahak-bahak karena telah berhasil mempermalukan Seulgi di depan umum. Untuk yang kesekian kalinya, dia berhasil!

Namun tawa Sehun seketika menghilang begitu ia merasakan sesuatu yang buruk. Ia berpaling memandang Seulgi yang sudah menatapnya tajam seakan-akan ingin memakannya saat itu juga.

“Kalian berdua… lihat saja nanti. Aku akan pergi ke kuil dan meminta jimat untuk membakar kalian!”

“Apa?!” Sehun dan Jongin berseru bersamaan.

“Tidak! Jangan lakukan itu!” Jongin menggeleng-geleng lalu menghilang. Sementara Sehun langsung berlutut dan mengangkat kedua tangannya keatas.

“Aku bersalah. Aku minta maaf. Jangan lakukan itu.” Mengangkat wajahnya, Sehun menunjukkan senyuman paling manis pada Seulgi yang membuat Seulgi langsung berbalik dengan ekspresi kesal dan pergi meninggalkannya.

***___***

 

Kejadian itu terjadi beberapa tahun lalu. Saat dia baru saja lulus dari SMP dan pergi ke Seoul untuk liburan bersama orang tuanya. Itu adalah hadiah karena Seulgi berhasil berada di peringkat 100. Yah, Seulgi bukanlah anak yang pintar bahkan cenderung bodoh karena selalu berada di peringkat paling akhir kelas. Walaupun berada di peringkat 100 dari 110 murid yang lulus, orang tuanya merasa sangat senang dan mengajaknya liburan sebagai hadiah.

Tapi sesuatu yang buruk justru terjadi dalam perjalanan. Saat itu bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan yang mengakibatkan beberapa orang tewas termasuk kedua orang tua Seulgi. Hingga akhirnya Seulgi harus pindah ke lingkungan baru dimana bibinya tinggal karena dia masih di bawah umur dan membutuhkan wali pengganti. Namun Seulgi enggan tinggal bersama bibinya karena dia merasa akan merepotkan sehingga dia memutuskan untuk tinggal di sebuah rumah sewa sederhana yang berada tak jauh dari rumah bibinya.

Dan semuanya berawal dari sana….

Rumah sewa itu sangat kecil dan sempit. Berada di atas atap sebuah mini market. Pertama kali menempati tempat itu, ia merasa sangat senang karena tempat itu berada dekat dengan minimarket sehingga dia tidak perlu berjalan jauh ketika tiba-tiba lapar di malam hari. Namun kesenangan itu belum sempat di rasakan ketika sesuatu tiba-tiba muncul di tengah malam saat Seulgi sedang tertidur lelap. Dia memang sudah terbiasa dengan hantu tapi dia tetap saja terkejut saat melihat seorang pria berada di kamarnya dan sedang menatapnya tajam, seakan-akan sedang berusaha untuk menakutinya padahal wajahnya tidak seram sama sekali. Pertama kali mereka bertemu, Seulgi memukulinya dengan sapu hingga hantu itu berteriak minta ampun dan akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah itu selama satu malam.

Keesokan paginya ketika dia kembali, Sehun mencoba untuk bernegosiasi dengan Seulgi. Mengatakan jika dia sudah lama menempati rumah itu dan rumah itu memiliki banyak kenangan baginya. Memasang wajah semelas mungkin hingga berlutut dan merengek tak tau malu. Dan akhirnya dengan sangat terpaksa, Seulgi mengijinkannya tinggal di tempat itu juga. Dengan kesepakatan, Sehun harus pergi saat malam hari.

Tahun-tahun berlalu. Saat ini Seulgi sudah berada di tingkat akhir masa SMU-nya. Tersisa enam bulan lagi sebelum dia akhirnya lulus dan meninggalkan masa-masa remajanya. Itu artinya, bebannya semakin berat. Ia memiliki sebuah janji yang harus di tepati pada ayah dan ibunya.

Dia harus berhasil masuk ke dalam Universitas ternama.

***___***

 

“Kau baru pulang?”

Seulgi menghentikan langkahnya dan mendongak, menatap keatas atap dimana Sehun duduk di sana.

“Menurutmu?” dengusnya, masih kesal dengan apa yang di lakukan Sehun tadi. Gadis itu membuka pintu rumahnya dan Sehun sudah berdiri di balik pintu dengan senyum manis andalannya.

“Kau pasti lelah, kan?”tanyanya bernada lembut.

“Hentikan.” Seulgi melirik Sehun sinis lalu berbaring di kasur matras-nya. “Keluarlah. Aku sangat lelah dan ingin tidur. Besok pagi jangan lupa bangunkan aku.”

“Baik, nona.” Hantu laki-laki itu membungkukkan dirinya sopan. “Istirahatlah dengan nyaman.” Lalu menghilang.

***___***

 

Gadis itu sudah tiba di sekolah dua puluh lima menit sebelum sekolah di mulai. Karena dia memiliki jadwal untuk membersihkan kelas. Tapi seperti biasa, dia hanya akan membersihkan kelas sendirian. Dia tau tidak akan ada yang datang untuk membantunya.

“Seulgi-ya.”

Seulgi menoleh dan mendapati hantu perempuan sudah berdiri di belakangnya.

“Oh? Kau? Lama tidak berjumpa. Kau kemana saja?” Gadis itu tersenyum lebar sambil mulai mengelap kaca jendela kelas.

“Aku ada urusan sedikit.” Hantu perempuan berkepang dua dan berwajah manis itu menggaruk tengkuk belakangnya.

“Urusan seperti apa?” Seulgi tertawa. “Apa hantu memiliki urusan yang harus di kerjakan seperti manusia?”

“Tentu saja. Aku adalah hantu yang sibuk.” Hantu perempuan itu bersungut-sungut.

“Baiklah-baiklah. Lagipula sepertinya kau terlihat bahagia.”

Hantu perempuan itu tertegun sejenak sebelum membalas senyuman Seulgi, “Yah, aku sangat bahagia.” Jawabnya pelan.

“Apa yang sudah terjadi? Ceritakan padaku.”

“Seulgi-ya, sebenarnya…” Hantu itu berpindah ke sisi lain Seulgi, mendekatkan dirinya pada gadis itu. Wajahnya murung menatap Seulgi. “Sebenarnya…”

“Hm? Sebenarnya apa?”

“Sebenarnya… aku datang kemari untuk mengucapkan salam perpisahan.”

“Huh? Salam perpisahan? Kau mau pergi?”

Hantu perempuan itu mengangguk, “Urusanku sudah selesai jadi aku harus pergi.”

“Sooyoungie… apa maksudmu?” Seulgi mengerutkan keningnya bingung.

Hantu yang ternyata bernama Sooyoung itu kembali tertegun selama beberapa saat, “Aku pernah mengatakan padamu jika sebenarnya orang-orang yang menjadi hantu itu adalah orang-orang yang belum bisa merelakan sesuatu, kan? Masih ada sesuatu yang mengganjal hati mereka hingga mereka tidak bisa pergi.” Sooyoung menundukkan kepalanya sambil tersenyum kecut. “Sama halnya denganku. Ada sesuatu yang masih mengganjal hatiku selama ini hingga aku tidak bisa pergi. Tapi sekarang semuanya sudah selesai.” Ia kembali mengangkat wajahnya, tersenyum pada Seulgi. “Aku sangat khawatir pada ibuku yang terus-menerus bersedih sejak kematianku. Dia menjadi tidak bersemangat dan tidak mau makan. Tapi sekarang, dia sudah menemukan seseorang yang akan menjaganya. Selama ini aku terus mengamati pria itu dan aku rasa dia adalah pria yang baik. Dia mencintai ibuku apa adanya dan yang paling penting, dia bisa mengembalikan semangat hidup ibuku lagi.” Senyuman hantu perempuan itu semakin lebar dan nada suaranya menjadi bersemangat. Tapi ketika ia menatap wajah Seulgi, senyumannya langsung menghilang, “Jadi sekarang, aku harus pergi.”

Seulgi hanya diam sambil terus menatap hantu perempuan itu. Sudah hampir tiga tahun berteman dengannya dan hari ini dia harus pergi. Dia memang hantu dan mereka memang berbeda. Tapi di bandingkan teman-teman sekelasnya yang selalu menjauhinya, Sooyoung lebih memiliki hati. Dia selalu menemani Seulgi ketika dia makan sendirian dan terkadang bahkan membantunya membersihkan kelas. Dia juga selalu melindunginya ketika murid-murid lain mulai mengganggunya. Rasanya seperti kehilangan seorang teman baik.

“Kenapa kau diam saja? Kau tidak mau bicara sesuatu?”

Seulgi berdehem kecil, menghilangkan cekat di tenggorokannya.

“Aku sedang berusaha untuk tidak menangis.”serunya pelan lalu mengalihkan tatapannya keluar jendela. “Terima kasih karena selalu menemaniku dan membantuku. Selama hampir tiga tahun ini, kau adalah salah satu teman terbaikku.”

Sooyoung tersenyum haru, ia mengulurkan tangan, menghusap punggung Seulgi, “Kau adalah gadis tercantik yang pernah ku temui. Kau juga sangat baik. Suatu saat nanti, kau pasti akan memiliki seorang teman baik yang akan selalu menemanimu.”

Seulgi mengangguk sambil menghusap air matanya sebelum sempat menetes, “Terima kasih.”serunya. “Jaga dirimu disana. Kau harus selalu bahagia, mengerti?”

Sooyoung mengangguk, “Kau juga.”ucapnya pelan. “Sampai jumpa Seulgi. Jika nanti aku di lahirkan kembali, aku harap kita bisa bertemu lagi.”

Hantu perempuan itu melambaikan tangannya dan perlahan-lahan menghilang.

Seulgi masih terpaku di tempatnya dengan senyuman yang masih bertahan di bibirnya. Sooyoung sudah menghilang, dia sudah pergi ke tempat yang lebih baik. Jadi bukankah seharusnya dia bahagia? Dia tidak perlu cemas karena ada banyak orang yang akan menjaganya disana.

Tiba-tiba sebuah tangan menyentuh pipinya, sebuah jari menghusap air matanya yang menetes di pipinya. Seulgi mendongak, mendapati sosok tinggi Sehun sudah berdiri di depannya.

“Kenapa kau menangis?”tanyanya.

Seulgi langsung mundur dan menggeleng sambil menghusap air matanya sendiri dengan tangannya, “Tidak apa-apa.”

“Huh? Tapi tadi kau menangis.”

“Tidak!”elak Seulgi.

“Lihat, jariku basah.” Sehun mengangkat tangannya dan menunjukkan jari telunjuknya yang masih basah karena air mata Seulgi.

Seulgi mendelik menatap Sehun, kesal, “Sudahlah. Aku tidak mau bicara denganmu lagi!”ketusnya berbalik dan berjalan kembali ke bangkunya. Ia menyambar tas ranselnya dengan kasar dan pergi meninggalkan kelas.

Sehun langsung mengejar langkah Seulgi, hantu laki-laki itu menghilang dan muncul di sampingnya, “Kau mau kemana? Pelajaran bahkan belum di mulai.”

“Aku mau menjernihkan otakku!”

***___***

 

Sehun hanya bisa geleng-geleng kepala saat melihat Seulgi memanjat pagar belakang sekolah dan melompat keluar lalu segera berlari sebelum tertangkap oleh guru piket. Bersembunyi di salah satu tembok, Seulgi langsung menarik lengan Sehun agar hantu laki-laki itu mendekat.

“Cepat pulang dan ambil baju ganti untukku.”

“Huh?” Sehun mengerjapkan matanya bingung. Namun begitu ia tersadar, ia langsung menggeleng, “Tidak mau! Walaupun aku hantu, aku adalah hantu yang baik. Jangan menyuruhku melakukan hal-hal buruk, mengerti?”tolak Sehun mentah-mentah.

“Ya! Kau tidak mau?” Seulgi membuka resleting tasnya dan mencari-cari sesuatu. “Kau mau mati, ya?”

Sehun langsung mundur beberapa langkah ke belakang karena dia curiga Seulgi akan mengeluarkan senjata andalannya.

“Baiklah jika kau mau mati. Akan ku bakar kulitmu dan—“

“Baiklah!”ketus Sehun kesal. Bersungut-sungut ia menutup kembali resleting tas Seulgi, “Kau selalu saja mengancamku. Dasar menyebalkan!”

Namun Seulgi justru tersenyum lebar melihat wajah kesal Sehun. Gadis bermata kecil itu berjinjit dan menepuk-nepuk kepala Sehun pelan, “Hantu pintar.”serunya senang, memperlakukan Sehun seakan dia adalah anak kecil yang penurut. “Cepat kembali, oke? Hari ini kita akan ddokbukkie.”

Kekesalan Sehun seketika menghilang begitu ia mendengar kata ddokbukkie, “Sungguh? Ddokbukkie?”

“Iya.”

“Baiklah. Aku akan segera kembali.”

Tak membutuhkan waktu lama, Sehun kembali dengan bungkusan plastik berisi baju ganti Seulgi yang ia jatuhkan di dekat kakinya.

Seulgi langsung membungkuk, membuka bungkusan plastik itu dan mengeluarkan isinya. Beberapa saat kemudian ia tersadar sesuatu. Gadis itu mendongak menatap Sehun yang juga sedang menatapnya tak sabaran.

“Aku kan mau ganti baju.”

“Iya cepat ganti baju. Kita harus segera pergi karena aku sudah sangat lapar.”

“Aku bilang aku mau ganti baju.” Ulang Seulgi memberikan penekanan pada kalimatnya.

Membutuhkan waktu selama beberapa saat sebelum akhirnya Sehun tersadar. Hantu laki-laki itu meringis malu dengan pipinya yang sudah memerah.

“Ya! Apa yang sedang kau pikirkan?” Seulgi memukul kepala Sehun pelan. “Cepat berbalik dan perhatikan sekitar!”

Sehun memajukan bibirnya beberapa centi ke depan, “Baiklah.” Lalu berbalik dan memperhatikan keadaan sekitar.

Sementara di belakangnya, Seulgi dengan cepat membuka seragam sekolahnya dan menggantinya dengan baju ganti.

Mereka pergi ke taman Hangang. Tempat yang jauh dari sekolah Seulgi sehingga tidak akan ada yang bisa mengenalinya. Lagipula, sudah lama dia tidak pergi ke tempat itu.

Namun bukan menuju restoran ddokbukkie seperti yang ada di pikiran Sehun. Seulgi hanya membeli ddokbukkie di salah satu stand sederhana dimana penyajiannya menggunakan gelas plastik kecil dengan porsi yang sedikit juga.

Sepanjang perjalanan mencari tempat duduk, Sehun terus mengomel karena dia merasa telah di bohongi oleh gadis itu. Bagaimana mungkin dia bisa kenyang hanya dengan porsi yang sangat sedikit itu? Belum lagi dia harus berbagi dengan Seulgi.

“Kau benar-benar…” hingga akhirnya Sehun kehabisan kata-kata. Sementara Seulgi bersikap tidak perduli dan menjatuhkan diri di salah satu bangku kayu. “Kau gadis yang tidak punya perasaan! Kau selalu saja membohongiku!”

“Bukankah ini bukan yang pertama?”sahut Seulgi santai. “Kau selalu saja percaya dengan kebohonganku jadi itu bukan salahku. Lagipula aku benar-benar membeli ddokbukkie sesuai dengan yang aku katakan tadi, kan?”

“Keterlaluan sekali. Bagaimana mungkin aku bisa kenyang jika porsinya sangat sedikit?!”

“Kau harusnya mengerti dengan keadaanku. Aku sedang menabung untuk masuk Universitas jadi aku harus mengirit.” Ia mengelak sambil mengunyah kue berasnya. Sehun hanya diam, wajahnya tertekuk kesal. “Kau tidak mau? Aku tidak berdoa sebelum makan tadi, kau bisa makan juga.”

“Sudahlah. Aku tidak mau berbagi makanan dengan gadis yang selalu membohongiku.”

Melirik kearah hantu itu, Seulgi tersenyum geli, “Kau marah ya?”

“Jangan bicara denganku. Anggap saja aku hantu dan tidak terlihat.”

Tawa Seulgi seketika pecah, “Tapi kan kau memang hantu.” Membuat Sehun langsung menoleh dan melotot kearahnya.

“Kau benar-benar….”

“Hahahaha… baiklah. Maafkan aku. Aku hanya bercanda. Bagaimana jika nanti malam kita makan ramyun?”

“Tsk, kau pasti akan berdoa agar aku tidak bisa makan seperti kemarin malam. Kau tidak bisa membohongiku lagi.”

“Tidak akan. Aku sedang ingin berbagi.”

Kening Sehun berkerut menatapnya, “Huh? Kenapa? Apa kau sedang bahagia?”tanyanya merasa heran dengansikap Seulgi. Tidak biasanya dia seperti itu.

“Tidak tau.” Gadis itu menggeleng, menerawang kearah langit. “Apa ini perasaan bahagia atau sedih.”

Sehun menjatuhkan dirinya di samping Seulgi dan menatap sisi wajahnya, “Apa ada hubungannya dengan tadi pagi?”

“Hm?” Seulgi menoleh, balas menatapnya.

“Kau menangis tadi pagi.”

Gadis itu terdiam selama beberapa saat sebelum membalas ucapan Sehun, “Sebenarnya tadi pagi, salah satu temanku telah pergi.”

“Pergi? Pergi kemana? Pindah sekolah?”

“Bukan. Tapi pindah dunia.”

“Oh, maksudmu teman hantumu?”

“Memangnya aku punya teman manusia?”ketus Seulgi sedikit kesal. Dia kan sudah tau, kenapa masih bertanya?

Sehun meringis, “Lalu?”

“Aku merasa sedikit sedih karena dia adalah satu-satunya hantu yang ramah padaku. Dia tidak memanfaatkanku seperti hantu-hantu lain dan menjadi sahabatku selama hampir tiga tahun ini. Tapi sekarang dia sudah pergi. Aku pikir tidak akan ada yang bisa mendengarkan keluhanku lagi.”jelasnya. “Tapi aku juga bahagia karena akhirnya dia sudah berada di tempat yang lebih baik. Dia pasti akan lebih bahagia.”

“Jadi karena itu kau menangis tadi pagi?”

Seulgi mengangguk malu, “Mungkin karena aku pikir setelah ini aku akan kesepian.”

“Tapi ada aku di sini.”balas Sehun cepat. “Jika kau mau, aku bisa menemanimu di sekolah.”

Seulgi langsung mendengus, “Sudahlah lupakan. Aku tidak butuh dirimu.”

“Hey, kenapa kau selalu tidak mengijinkanku pergi ke sekolah bersamamu?”

“Tidak boleh. Pokoknya tidak boleh.”

“Tapi kau bilang kau akan merasa kesepian.”

“Aku akan berteman dengan hantu nenek-nenek yang ada di lantai dua.” Ia melahap ddokbukkie-nya hingga habis. “Kau jaga rumah saja.”

“Baiklah.” Sehun hanya menurut dengan kata-kata Seulgi.

“Ngomong-ngomong, ini sudah hampir memasuki tahun ketiga, kan?” Ia menatap Sehun dengan mulut belepotan. Sehun mengangguk sambil membersihkan sambal ddokbukkie di sekitar mulut Seulgi. “Apa kau tidak memiliki sesuatu untuk di wujudkan?”

“Huh? Maksudmu?”

“Aku selalu ingin bertanya tapi aku takut akan menyinggungmu.” Gadis itu menarik tisu dan membersihkan mulutnya sendiri. “Sooyoung bisa pergi dengan tenang karena dia selalu ingin ada seseorang yang bisa merawat ibunya. Sekarang keinginannya sudah terwujud dan dia bisa pergi. Apa kau tidak punya keinginan seperti itu?”tanyanya. Namun ketika ia melihat ekspresi Sehun, gadis itu buru-buru melanjutkan ucapannya. “Bukan karena aku ingin kau pergi, tapi bukankah melelahkan terus berkeliaran di dunia ini tanpa ada tujuan? Apa kau tidak ingin bereinkarnasi?”

Sehun terdiam. Kepalanya menunduk menatap tanah bebatuan yang tak bisa di tapaknya, “Sebenarnya aku memiliki keinginan.”serunya setelah beberapa saat.

Seulgi membungkukkan tubuhnya, menjajarkan wajahnya dengan wajah Sehun, “Apa itu?”

“Aku ingin….”

TBC

 

 

 

Iklan

4 thoughts on “I love you Mr. Ghost part 1

  1. Hesti andriani berkata:

    Sehun jadi hantu , tapi bukan hantu yang mengerikan. Dan apa keinginan sehun ya ?
    Next nya jangan lama-lama authornim.

  2. ellalibra berkata:

    Apa kira” keinginan sehun? Knp dy bs ada dirmh yg ditmpti seulgi? Dy bnrn udh mati lom sih eon? Aaaaa………….. Seruuuuu neeeeeeext hwaiting eon 😀

  3. ji_kim berkata:

    Ff Ka mija emang gk pernah mengecewakan 😊😊 lanjut truussss
    .
    Ngomong2 Nct story kapan lanjut ka??saya selalu menunggu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s