The Lords Of Legend (Chapter 33) end

The Lords of Legend

Tittle : The Lords of Legend

Author : Oh Mi Ja

Genre : Fantasy, Action, Friendship, Comedy

Cast : All member EXO

Akhirnya END~~ muehehe. Terima kasih yang sudah baca FF ini dari tahun ke tahun :’) terima kasih yang tetep nungguin walaupun update-nya lamaaaa banget. Awalnya sempet ga yakin bisa nyelesein tapi akhirnya… fiuuuuh… once again terima kasiiiiih~~~

Happy reading ^^

“Apa kau gelisah karena Hera?”suara Suho membuyarkan lamunan Kris. Ia menoleh ke belakang lalu mengendikkan kedua bahunya.

“Mungkin.”ucapnya. “Tapi sepertinya hatinya sudah berubah setelah beratus-ratus tahun. Sepertinya dia sangat mencintai manusia itu.”

“Mungkin karena waktu.” Suho meletakkan kedua tangannya di atas pembatas balkon. “Kau memiliki hubungan Hera. Tapi saat ini, yang ada di depanmu bukanlah Hera. Dia adalah manusia, ibu Sehun.”

Kris tersenyum tipis, “Dia adalah Hera tapi dia bersikap seolah-olah dia bukan Hera. Dia bukan Hera tapi dia adalah Hera. Ini sangat rumit.”

“Tapi bukankah ini aneh? Jika Hera bereinkarnasi menjadi manusia, apa mungkin para dewa-dewa terdahulu dan para Jotun juga sama? Apa mungkin orang tua kita sedang berada di bumi sekarang?”

“Sepertinya aku mulai mempercayai jika dunia lain itu ada. Maksudku… sesuatu yang lebih tinggi dari kita. Yang mengatur kehidupan manusia. Sepertinya kita sudah tidak memiliki tempat yang paling tinggi lagi.” Kris tertawa kecil.

“Cih, mustahil. Kita masih menjadi yang tertinggi di Olympus.”

“Hanya di Olympus, kan?”

Suho seketika terdiam. Mulai menyetujui ucapan Kris, “Mungkin yang kau katakan ada benarnya.”serunya menghela napas panjang. “Lalu apakah kau akan menyerah atas Hera?”

“Aku tidak bisa mengubah hati seseorang. Kecuali jika dia mau membuka hatinya lagi untukku. Tapi aku pikir itu sulit. Dan seperti yang kau tau, punya anak seperti Ares akan membuat hari-hariku menjadi sulit. Mungkin aku akan menyerah.”serunya kemudian tertawa.

“Aku tidak tau nasihat apa yang harus ku berikan padamu karena aku pikir merelakannya adalah jalan terbaik.”

Kris menoleh, menatap Suho dengan senyum, “Aku memang harus melepaskannya, kan?”

“Yah, mungkin… karena…”

“Hera…”

Suho menatap Kris lalu mengikuti arah pandangannya yang sedang menatap seseorang di belakangnya. Dia datang. Wanita itu… cinta pertama Kris.

“Ada sesuatu yang ingin aku katakan.”seru Taeyeon pelan. Kris dan Suho menatapnya lurus-lurus. Namun tiba-tiba Taeyeon menyembah dan menundukkan kepalanya dalam-dalam. “Aku mohon tolong ringankan hukuman Sehun.” Suho dan Kris seketika tersentak. “Aku tau dia telah melakukan kesalahan besar. Aku tau dia telah menyalahi takdir. Tapi, aku mohon tolong ringankan hukumannya.”

“Hera, kau sadar apa yang sedang kau lakukan?”balas Suho. “Kau tau apa yang telah dia lakukan. Dia membuat Ragnarok datang lebih cepat, dia memasuki Erebos tanpa ijin dan membebaskan para Jotun, dia juga telah bersekutu dengan mereka!” Suho menekankan. “Dan kau tidak lupa, kan? Dia membuat sebagian laut Stix mencair! Laut Stix adalah tempat suci!”

“Aku tau. Tapi dia tidak sepenuhnya bersalah. Dia telah di pengaruhi. Dia hanya ingin membalas dendam karena mereka telah membunuhku. Ini salahku, aku yang tidak membesarkannya dengan baik. Jika kau mau menghukum seseorang, hukum aku.”

“Hera!”bentak Suho, rahangnya mengeras. “Harusnya kau bisa membedakan dimana kau berada sekarang. Kau adalah Hera! Dewi Olympus!”

“Tidak.” Taeyeon langsung menggeleng, dia mengangkat kepalanya, menatap Kris dan Suho. “Aku adalah seorang ibu. Aku ibunya.”

Kris menelan ludah. Dia memang mengatakan jika dia akan melepaskannya. Tapi dia tidak menyangka akan secepat ini. Hatinya sudah bukan miliknya. Dia telah berpaling dan mungkin tempat di hatinya itu tidak lagi bisa di gantikan oleh orang lain.

“Hera…”lirih Kris. “Apa kau bersungguh-sungguh? Kau…” Ucapan Kris terputus. “Kau adalah Hera…”

“Aku akan melakukan apapun untuk melindungi anakku. Apapun itu!”

***___***

 

Deimos langsung membungkukkan tubuhnya begitu dia melihat Taeyeon muncul. Wanita itu berjalan memasuki kamar Sehun dengan wajah murung. Mungkin dia gagal meyakinkan Odin dan Zeus. Mungkin Sehun akan tetap di musnahkan sesuai hukum mutlak yang berlaku.

Menatap anak laki-lakinya sedang tertidur pulas di ranjangnya, Taeyeon tak lagi bisa menahan air matanya. Tangisnya pecah. Ini adalah pertama kalinya dia bisa tertidur lelap. Ini pertama kalinya wajahnya terlihat damai karena sudah tidak ada lagi beban di pundaknya. Tapi kenapa?

Dia bahkan baru saja kehilangan sahabatnya untuk yang kedua kali. Dia bahkan berpura-pura kuat sepanjang hari, tidak menangis karena dia tidak mau membuat ibunya khawatir. Karena dia mengatakan jika dia akan menghadapi semuanya sendiri.

Taeyeon berbaring di samping anaknya itu, tangannya bergerak menghusap kepalanya. “Kenapa kau berbohong pada eoma?”isaknya. “Kenapa kau mengatakan jika kau baik-baik saja?” Taeyeon memejamkan matanya sambil memeluk Sehun erat. Bodoh. Dia sudah mencoba membohongi ibunya sendiri. Dia berusaha keras untuk tersenyum untuk menghibur ibunya tadi.

“Kau tidak bisa berbohong. Karena setiap kau berbohong, mata kirimu akan berkedut.”

***___***

 

Dan hari keadilan itu tiba. Di lapangan rumput luas itu semuanya telah berkumpul. Semua makhluk dan semua pengikut setia para dewa. Para dewa kecuali Baekhyun, sudah duduk berjejer di depan istana utama. Kai masih terlihat pucat dan Chanyeol juga tak terlihat baik. Dia belum bicara dengan seseorang sejak dia sadar dan setelah mendapati kondisi Baekhyun yang masih buruk. Kepalanya terus tertunduk di kursi itu, tak mampu menatap semuanya karena dia merasa malu. Malu dengan dirinya sendiri.

Dari istana Trakia, Sehun muncul bersama ibunya yang terus menggandeng lengannya sementara Deimos mengawal mereka di belakang. Semua makhluk sontak membuka jalan untuk mereka dengan kepala yang tertunduk.

Kris menelan ludah. Dadanya terasa sesak. Di lihatnya Hera menundukkan kepala dalam-dalam, menyembunyikan tangisannya sementara tangannya menggandeng lengan Sehun erat seakan tidak akan melepaskannya.

Tepat di depan pohon kehidupan, juga di depan istana utama dan para dewa, Sehun menghentikan langkah.

“Aku sudah datang.”serunya pelan namun tegas.

“Hari ini kau akan di adili.”balas Suho.

Sehun mengangguk, “Yah, aku tau.”

“Apa kau sudah siap?”

“Aku siap.”

“Sebutkan hal-hal yang telah kau lakukan.”

Sehun terdiam sesaat, menarik napas panjang untuk menenangkan dirinya, “Aku telah masuk ke dalam Erebos. Harusnya aku tidak melakukan itu karena tempat itu adalah kekuasaan D.O.” Ia menelan ludah. “Aku telah masuk ke dalam Tartaros dan membebaskan para Jotun. Aku membuat Ragnarok datang lebih cepat. Dan aku telah membuat laut Stix mencair.”

Sehun mengakui semua perbuatannya membuat Taeyeon semakin menangis. Ia mencengkram lengan Sehun, berusaha menghentikannya agar dia tidak bicara lagi.

Kedua mata Sehun mulai di lapisi beningan air. Walaupun terlambat, ia merasa sangat menyesal.

“Aku juga…”ucapnya pelan. “Aku juga… telah membuat dewa lain terluka.”

“Kau tau hukuman apa yang seharusnya kau dapatkan?”

“Aku akan di musnahkan. Aku tau itu.”

“Apa kau ingin membela diri?”

Sehun kembali terdiam. Berusaha keras untuk menelan kembali tangisnya agar tidak semakin membuat khawatir wanita yang ada di sampingnya itu.

“Aku tidak akan membela diri karena aku tau aku salah. Tapi, bisakah aku mengatakan sesuatu?” Ia menatap satu-persatu dewa sebelum berseru lagi, “Aku minta maaf. Harusnya aku mengatakannya lebih cepat. Tapi, aku benar-benar minta maaf. Aku sangat menyesal. Harusnya aku mempercayai kalian. Aku memang bodoh karena aku terlalu mudah untuk di pengaruhi. Aku sangat gegabah dan mudah marah. Dan hal itu telah membuatku kehilangan 11 teman.” Berlingan air mata menetes ketika ia berkedip. “Kalian boleh menghukumku. Tapi, aku mohon pada kalian untuk tidak melibatkan Deimos.”

Deimos langsung tersentak, “Tuan…”

“Dia tidak bersalah. Dia hanya mengikuti perintahku.”

“Tapi dia telah bersekutu dengan Jotun.”

“Aku tau. Tapi dia melakukan itu untuk melindungiku. Aku akan menanggung hukumannya.”

“Tuan! Anda tidak bisa melakukannya!”bentak Deimos, tangannya mengepal di samping tubuh tak bisa menahan dirinya lebih lama lagi. “Kau bilang aku adalah sahabatmu.”

Sehun menoleh lalu tersenyum, “Justru karena itu. Biarkan aku yang melindungimu kali ini.”

“D.O.”panggil Suho. D.O langsung menoleh, “Bawa dia ke sungai Akheron dan tenggelamkan dia di sana. Biarkan dia merasa benar-benar sedih dan putus asa sebelum dia mendapat hukuman yang sebenarnya.”

Seketika semua dewa terkejut termasuk Kris, “Odin…” Luhan mencoba membujuk namun kilatan di mata Suho membuatnya menghentikan niatnya itu.

“Tidak… jangan.” Taeyeon mencengkram lengan Sehun erat-erat sambil menggeleng. “Tidak, aku mohon. Suho, aku mohon. Dia adalah saudaramu.”

D.O membeku di tempatnya untuk beberapa saat. Seumur hidupnya, ini adalah pertama kalinya ia merasa ragu saat melaksanakan perintah Suho. Sehun memang bersalah tapi… kenangan itu… biar bagaimanapun, dia adalah saudaranya.

“Tidak! Tidak! Aku mohon!”

Histeria Taeyeon terdengar pedih di telinganya. D.O memejamkan kedua matanya kuat-kuat, berusaha mengabaikan itu. Sementara Lay langsung berlari menghampiri Taeyeon dan memeluknya.

“Omoni… tenanglah.”

“Lay, tolong aku. Katakan padanya untuk tidak melakukan itu. Aku mohon, Lay.”isak Taeyeon memohon.

Sehun sebisa mungkin menahan tangisannya walaupun sungai-sungai kecil sudah membentuk di pipinya. Rahangnya mengeras dan tangannya mengepal di samping tubuh. Dia tidak tau hukuman apa yang akan dia terima sekarang tapi sepertinya Suho ingin dia merasa putus asa. Mungkin, hatinya akan diuji lagi.

D.O berdiri berhadapan dengan Sehun, untuk sesaat ia menatapnya dalam diam sebelum bersuara dengan tarikan napas panjang dan berat, “Ayo.”

“Dewa Hades.” Tiba-tiba Deimos berlutut, menghalangi D.O. “Aku juga bersalah. Tolong hukum aku.”

“Odin tidak akan menghukummu karena kau hanya mengikuti perintah.”seru D.O dingin. “Sekarang minggir.”

“Aku bersalah. Ini bukan perintah tapi kemauanku sendiri.”kata Deimos dalam tunduknya. “Tuan tau jika aku selalu bertanya-tanya tentang siapa diriku sebenarnya dan kenapa aku kehilangan ingatanku. Kalian tidak pernah menjawab pertanyaanku dan itu membuatku dendam. Juga, kematian saudaraku yang di bunuh oleh Harpy. Semua itu membuatku benci dengan dewa-dewa Olympus. Aku melakukannya atas kemauanku sendiri jadi aku juga bersalah.”

Mata Sehun sontak melebar, ia menggeleng, “K-kau tau itu kebohongan, kan? Jangan dengarkan dia. Dia pasti berbohong untuk membantuku.” Ucap Sehun. “Deimos! Berdiri! Jangan mengatakan hal yang tidak-tidak!”

“Aku tidak akan duduk diam ketika melihatmu mendapat hukuman, Tuan.” Deimos mengangkat wajahnya menatap Sehun. “Aku harus melindungimu.”

“Sudah ku bilang, kau tidak lagi—“

“Ini bukan karena sumpah!” potong Deimos. “Karena Tuan adalah sahabatku. Aku tidak akan membiarkan tuan pergi seorang diri.”

Sehun menelan ludah. Menatap Deimos dengan tatapan memohon agar dia tidak melakukan apapun.

“Baiklah kalau begitu, bawa dia juga, D.O.” suara Suho kembali terdengar.

Sehun langsung menggeleng dan berlutut di samping Deimos, “Tolong abaikan ucapannya. Aku mohon. Dia pasti melakukan ini karena ingin menolongku. Dia berbohong!”

Suho berdiri dari kursinya dan menatap Sehun geram, “Cepat bawa mereka!” lalu masuk ke dalam istana.

“Suho! Suho!” D.O langsung menahan tubuh Sehun yang akan mengejar Suho. “Dengarkan aku dulu! Suho!”

“Kita pergi sekarang.” D.O menarik kerah baju Sehun dan menyeretnya pergi. Sementara beberapa anak buahnya mengawal langkah Deimos.

Luhan segera berlari begitu Suho masuk ke dalam, membantu Lay menenangkan Taeyeon yang terus memberontak. Di susul dewa lain, kecuali Kris dan Chanyeol yang juga masuk ke dalam istana.

Taeyeon terus menangis dan berteriak, ia mencakar lengan Lay agar ia melepaskan cekalannya namun cekalan Lay lebih kuat mengurung tubuhnya agar tidak pergi menyusul Sehun.

Tidak ada jalan lain. Luhan melirik Lay dan mengisyaratkan sesuatu. Lay menghela napas panjang sebelum akhirnya membuat wanita itu pingsan.

***___***

 

“Suho, tunggu!” Kris menahan lengan Suho dan memaksanya berbalik menatapnya. “Kenapa kau mengambil keputusan seenaknya? Kenapa?!”

“Kris, aku sudah memikirkannya. Itu adalah jalan terbaik.”

“Jalan terbaik? Kau bahkan tidak mendiskusikannya denganku dulu!”bentak Kris. “Apa kau lupa siapa Ares? Dia saudara kita!”

Suho menghela napas panjang, “Kau bersikap seperti ini apa karena Hera?”

“Yah, karena dia!” Kris mengakuinya secara tegas. “Dia menangis seperti itu, apa kau tega melihatnya?”

“Percayalah, ini adalah jalan terbaik. Aku sudah menyuruh Chen untuk mengirimkan schesi pada D.O. Kau tunggu saja. Aku melakukan ini untuk kebaikannya.”

“Baekhyun?” Tiba-tiba Chanyeol berseru membuat Kris dan Suho menoleh. “Baekhyun!”  Baekhyun muncul dari kamarnya tertatih. Chanyeol langsung membantunya, “Kau tidak apa-apa? Kau baik-baik saja? Apa lukamu masih sakit? Kau butuh sesuatu?” Pria tinggi itu mencerca Baekhyun dengan berbagai pertanyaan.

“Baekhyun, kau baik-baik saja?” Suho juga bertanya.

Baekhyun menjatuhkan diri di sebuah kursi lalu meringis menahan sakit, “A-apa Ragnaroknya sudah berakhir? Apa kita menang?”tanyanya terengah.

“Jangan khawatir. Kita menang. Ragnarok sudah berakhir dan semua Jotun sudah musnah.”

“Sungguh?” Baekhyun tersenyum, “Syukurlah.”

“Baekhyun, maafkan aku. Karena melindungiku, kau jadi terluka. Aku sungguh-sungguh minta maaf.”seru Chanyeol nyaris menangis.

“Aku tau kau sangat ceroboh tapi…” Baekhyun meringis lagi. “Bukankah sudah berkali-kali ku katakan jika semua yang terjadi di masa lalu sama sekali bukan salahmu? Kau tidak ada hubungannya. Dan hubunganmu dengan kami juga tidak ada hubungannya. Odin dan Zeus sudah mengangkatmu menjadi dewa jadi jangan merasa dirimu berbeda lagi.”jelasnya. Ia menatap Chanyeol yang langsung tertunduk. “Dan juga, peperangan itu menyebabkan kau kehilangan semua keluargamu. Dewa-dewa Olympus telah membuatmu sedih, aku minta maaf karena itu. Kau pasti merasa sangat marah tapi mereka melakukan itu karena—“

“Aku tau.” Chanyeol tersenyum dengan kedua mata yang mulai berair. “Aku tau. Aku mempercayai kalian. Aku menyayangi kalian semua. Terima kasih karena sudah merawatku.”

“Kau sungguh-sungguh, kan?” Baekhyun menyipitkan matanya melirik Chanyeol. “Jika di masa depan terjadi sesuatu seperti ini, kau tidak akan terpengaruh lagi, kan?”

“Tidak akan.” Chanyeol menggeleng tegas. “Aku berjanji.”

“Baguslah kalau begitu.”

Kris mengacak rambut Chanyeol, “Sekarang kau sudah bisa bersemangat lagi, kan? Aku tidak terbiasa melihatmu hanya berdiam diri.”

“Dia menunggumu sadar dan tidak mau bicara dengan orang lain. Aku senang karena kau baik-baik saja.”

“Bodoh. Kau pikir aku sangat lemah? Aku bahkan bisa menahan luka yang jauh lebih sakit dari ini.” Dengus Baekhyun membanggakan diri. Yang lain hanya tertawa. “Oh ya, ngomong-ngomong dimana Sehun?”

***___***

 

Sehun menatap sungai yang ada di bawahnya lalu menelan ludah. Ia menoleh kearah D.O dengan ekspresi takut, “Jika aku lompat kesana, apa aku akan mati?”

“Kau tidak akan mati.”dengus D.O.

“Aku masih bisa selamat, kan? Sejujurnya, aku tidak terlalu pandai berenang.” Sehun meringis lebar, memamerkan deretan giginya.

D.O semakin mendengus, “Apa ini waktu yang tepat untuk bercanda, hah? Cepat lompat!”

“Tapi jika aku mati, kalian harus berjanji untuk menjaga ibuku.”

D.O tertegun. Ia menatap pria tinggi itu lurus-lurus sebelum akhirnya kembali berseru dingin, “Tidak akan ada yang menyakiti ibumu. Dia adalah dewi Hera.”

“Baiklah. Aku anggap kau sudah berjanji padaku.” Lalu ia menoleh ke kiri, kearah Deimos. “Deimos jika kau tidak bisa berenang, berteriaklah. Aku akan berusaha untuk menyelamatkanmu, oke?”

Deimos tersenyum. Dasar bodoh. Dia baru saja mengatakan jika dia tidak pandai berenang. “Baik tuan.”angguk Deimos.

Sehun menarik napas panjang-panjang, menyimpan udara banyak-banyak agar dia bisa bertahan di bawah sana. Dengan cepat mengingat-ingat kembali teknik-teknik berenang yang pernah diajarkan gurunya.

“Lompat sekarang.”seru D.O di belakang Sehun.

Sehun mengangguk, menghitung mundur dalam hati lalu melompat ke dalam sungai dengan mata terpejam.

Bunyi air merebak terdengar bersautan ketika Sehun dan Deimos melompat ke dalam sungai. D.O menatap dua orang yang sedang berusaha menyelamatkan diri itu lalu menghela napas panjang. Percuma. Berusaha menyelamatkan diripun percuma. Karena sungai itu tidak akan membiarkan seseorang keluar sebelum menyiksanya.

***___***

 

Sehun mencoba menggerak-gerakkan kaki dan tangannya untuk mencapai permukaan namun sesuatu terus menariknya  ke bawah. Ia mulai kehabisan napas dan menelan banyak air. Paru-paru dan jantungnya seakan berhenti bekerja karena terasa sangat sesak.

Sepertinya dia akan mati…

Sehun mulai kehabisan tenaga. Kini ia pasrah, membiarkan tubuhnya terombang-ambing di dalam sungai itu. Dan ketika ia memejamkan mata, ia melihat wajah seseorang dalam gelap.

Dia sedang tersenyum. Dengan kacamata dan rambut keritingnya. Seperti stalker yang selalu mengikutinya kemanapun.

Semua kenangan perlahan-lahan memutar dan dia seakan bisa melihat jelas semua kenangan itu. Ketika Ilhoon memutuskan untuk bergabung dalam tim sepak bola karena Sehun, walaupun dia sama sekali tidak bisa bermain sepak bola. Ketika mereka berdua selalu pulang larut malam karena Sehun harus mengajarkannya cara menggocek dan menendang bola. Ketika mereka memenangkan pertandingan dan ketika Ilhoon selalu membawakan bekal makan siang setiap kali ia bekerja part-time.

Semuanya. Juga saat mereka bertengkar dan memilih jalan masing-masing. Namun di balik itu, semuanya terungkap. Sehun melihat bagaimana menderitanya Ilhoon ketika dia menjadi teman Ravi. Ketika dia bersembunyi di balik tembok dan menatap iri kearah Sehun dan Minhyuk. Dan ketika dia memutar arah karena tanpa sadar berjalan menuju rumah Sehun.

Pria itu tidak pernah membencinya. Sama sekali. Dia melakukan itu karena terpaksa. Dia tidak pernah membenci siapapun dan dia tidak pernah berubah. Sehun pernah menuduhnya bahkan berkali-kali berprasangka buruk, menganggap Ilhoon tidak lagi terlihat seperti sahabat yang biasa dia kenal.

Ilhoon adalah anak yang penakut. Yang bahkan tidak berani melawan saat dia di pukuli. Seumur hidupnya, dia hanya memiliki satu sahabat. Tapi di waktu-waktu terakhirnya, dia justru menderita karena harus menghabiskan waktu sendirian. Dia harus menjauhkan diri untuk kebahagiaan semua orang.

Dia tidak pernah berubah. Sama sekali. Bahkan dia tetap melindungi Sehun sampai akhir.

“Ilhoon…”

Satu sosok itu kini berdiri di depannya. Semakin lama semakin terlihat jelas. Dia tersenyum menatap kearahnya. Ia memakai baju serba putih dan terlihat bahagia.

“Kau pasti menderita. Maafkan aku…”serunya lembut. “Berhenti menyalahkan dirimu karena aku percaya kau tidak bersalah. Aku percaya kau tetap Sehun yang aku kenal, yang selalu membela orang-orang yang lemah sepertiku.”

“Sehun-ah… terima kasih karena kau tidak pernah melupakanku. Bahkan ketika kita berada di dunia yang berbeda. Terima kasih karena telah mengenangku. Aku… aku juga tidak akan melupakanmu. Bahkan di kehidupan selanjutnya, aku akan tetap mengingatmu. Kita akan tetap menjadi sahabat dan aku akan mengikutimu kemanapun. Kita akan menjaga kios bunga eoma dan bermain sepak bola lagi.”

“Sehun-ah… semuanya bukan salahmu. Saat ini aku merasa sangat bangga. Aku merasa bahagia karena aku bisa melindungimu. Seperti yang biasa kita katakan, kita akan bertarung bersama sampai akhir. Kita akan memenangkan pertandingannya. Tapi, walaupun sekarang jalan kita sudah berbeda, jangan takut merasa sendirian karena kau memiliki 11 teman yang akan selalu berjalan bersamamu. Mereka akan melindungimu dan perlahan-lahan membuatmu melupakan kesedihanmu. Sekarang, sudah waktunya aku pergi. Aku harus pergi ke tempat yang seharusnya. Jangan menangis. Karena aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku akan selalu berada di sampingmu tanpa kau sadari. Jangan menangis…”

***___***

 

“ILHOON!!!!!” Sehun terbangun dengan napas terengah.

“Adeul… kau sudah bangun? Adeul…” isak Taeyeon langsung memeluk anak laki-lakinya itu.

Sehun menguraikan pelukannya dan menatap ibunya dengan mata melebar, tubuhnya masih bergetar hebat, “Eoma… Ilhoon… aku bertemu Ilhoon. Eoma… dia mati.” Tangisnya pecah. “Eoma… Ilhoon… Tidak mungkin….”

Taeyeon kembali memeluk anaknya sambil menghusap-husap kepalanya, “Dia tidak pernah pergi. Ilhoon pasti tidak akan pernah meninggalkanmu.”

“Ilhoon…. maafkan aku….”

***___***

 

Sehun menyandarkan punggungnya ke sandaran ranjang tidur. Ia memejamkan kedua mata. Tidak bermaksud menangis tapi air mata mengalir keluar dari sudut matanya.

Hatinya masih terasa sesak. Mungkin ini karena dia memendam kesedihannya.

Dia pikir ini mimpi tapi mimpi itu membuatnya sulit bernapas dan terus menangis. Dia sudah berusaha untuk menenangkan dirinya tapi setiap kali mengingat Ilhoon, semuanya sia-sia.

“Tuan, sudah bangun?”

Sehun mengalihkan tatapannya ke pintu. Terus terpaku pada perasaannya, dia lupa jika hari itu dia tenggelam bersama seseorang.

“Deimos, kau baik-baik saja?!”serunya begitu tersadar. “Kau tidak terluka?”

“Aku bangun satu hari lebih cepat darimu. Aku baik-baik saja, Tuan.”

“Apa?” Kening Sehun berkerut. “Apa yang terjadi?”

Deimos menjatuhkan diri di sisi ranjang Sehun, “Tuan pingsan selama 7 hari. Apa Tuan lupa?”

Sehun masih tak mengerti, “Bukankah hari itu kita melompat bersama?”

Deimos mengangguk, “Kita tenggelam tapi dewa Hades menyelamatkan kita.”

“Lalu?”

“Tuan sebenarnya maksud dewa Odin memberikan hukuman itu untuk memberitahu Tuan apa yang sebenarnya terjadi pada Ilhoon. Hal-hal yang tidak Tuan tau dan bagaimana perasaannya sebelum dia hilang. Sungai Akheron adalah tempat untuk melihat kenangan orang-orang yang kita sayangi.” Deimos menjelaskan. “Karena sejak peperangan itu Tuan selalu memendam perasaan Tuan sendiri, dewa Odin sengaja melakukan itu agar Tuan menangis. Agar Tuan mengeluarkan rasa sesak itu. Tapi sepertinya efeknya benar-benar mengerikan.” Deimos tersenyum.

Sehun tertegun selama beberapa saat, “Lalu apa yang terjadi denganmu? Apa yang kau lihat?”

“Aku…” Sehun juga bisa melihat kesedihan di wajah Deimos. “Aku sudah ingat semuanya.”ucapnya pelan. “Tentang siapa diriku sebenarnya dan bagaimana kehidupanku di masa lalu.”

“Sungguh?”

Deimos mengangguk, “Aku adalah manusia yang menikahi Pandora. Aku adalah suaminya.”

Sehun sontak terperangah, “K-kau?”

“Odin dan Zeus menghukum kami dengan saling melupakan. Semua ingatanku di hapus dan aku tidak bisa mengingatnya sama sekali sementara dia bisa merasakan rasa sakit itu tapi tidak bisa mengingatku. Dia menanggung beban yang lebih berat karena dia telah melakukan kejahatan. Bahkan setelah dia di hukum, dia masih memfitnah Zeus.” Pria itu tersenyum kecut. “Dan Fobos… dia bukanlah saudara kembarku. Dia hanyalah alter ego yang di ciptakan Odin untuk menemaniku. Sebenarnya, dia tidak nyata.”

“Deimos… kau… baik-baik saja?”

“Aku baik-baik saja.” Deimos tertawa. “Aku justru ingin minta maaf pada Tuan karena istriku telah menipumu dan membuat semuanya menjadi semakin runyam. Aku benar-benar minta maaf.”

Sehun tertawa mendengus, geleng-geleng kepala karena tidak percaya dengan apa yang terjadi, “Jadi aku menyukai istrimu?”dengusnya kesal. “Bodoh sekali.”

Deimos tertawa lagi, “Aku tidak akan marah karena hal itu.”

Sehun langsung melotot kesal, “Marah? Harusnya aku yang marah. Aku merasa benar-benar bodoh. Bagaimana mungkin aku menyukai gadis sahabatku sendiri? Ini sedikit menjengkelkan.”

“Hahaha itu sudah tidak penting lagi. Yang terpenting Tuan baik-baik saja. Walaupun Tuan sudah mengatakan jika aku tidak lagi terikat sumpah, tapi menjagamu adalah kewajibanku.”

***___***

 

Semuanya sudah kembali seperti semula. Semua dewa. Dewa-dewa yang terluka sudah terlihat baik-baik saja dan kehidupan di Olympus berjalan seperti sedia kala.

Sehun tidak tau pasti bagaimana cara mereka hidup di tempat ini. Tapi, Olympus terasa sangat tenang sekarang. Pohon kehidupan bersinar terang, di bawahnya Eden Lay berlari-larian bersama Chanyeol.

Hari ini, seluruh makhluk kembali berkumpul. Kali ini adalah hari keadilan yang sebenarnya. Sehun berdiri di tengah-tengah dengan punggung tegak, tak takut dan tidak merasa bersalah. Di sampingnya, walaupun sedang menahan tangis, Taeyeon terlihat lebih lega.

Suho berdiri dan membacakan putusan keadilan untuk Sehun, “Atas perbuatanmu, kau akan di hukum menjadi bintang di langit. Kau harus merenungi perbuatanmu di sana dan berubah menjadi lebih baik. Kau akan kembali setelah empat ratus tahun.”serunya. “Apa kau setuju?”

Sehun tersenyum lalu mengangguk mantap, “Aku setuju.”

***___***

 

50 years later…

 

Langit malam kini mulai ramai kembali diisi oleh kemunculan planet-planet tata surya. Malam itu, orang-orang berkumpul untuk menyaksikan peristiwa langka yang akan terjadi di langit. Setelah planet Jupiter, planet Mars akan terlihat sepanjang malam. Serta bintang Antares yang berada di dekatnya membuat warna merah Mars semakin sempurna.

“Haraboji, cepat! Kita bisa terlambat melihatnya.”seru seorang anak laki-laki sambil menarik tangan kakeknya.

“Jangan menarik Haraboji. Nanti haraboji bisa jatuh.”sahut anak laki-laki lain.

“Hyung, jika kita tidak cepat-cepat, kita bisa terlambat.”

“Iya. Aku tau.” Anak laki-laki berumur 11 tahun itu menoleh menatap kakeknya, “Haraboji tidak apa-apa, kan?”

“Haraboji tidak apa-apa. Ayo cepat. Dia bisa menangis jika kita tidak pergi sekarang.”

Langit terlihat sangat cerah malam itu. Angin berhembus beraturan padahal ini sudah memasuki musim dingin membuat tempat itu penuh sesak dengan orang-orang.

“Hyung lihat! Itu planet Mars!”

Kakaknya mengikuti jari telunjuk adiknya yang menunjuk langit. Benda bearna kemerahan terlihat jelas di sana, sedang melayang menghiasi angkasa.

“Sehun-ah, apa kau tau kenapa planet Mars terlihat lebih terang?”

“Kenapa?”

“Karena bintang Antares sedang mendampinginya. Kau lihat cahaya kelap-kelip bewarna merah itu, kan? Itu adalah bintang Antares. Bintang yang paling terang di rasi bintang Scorpius.”

“Benarkah? Woaaah, aku warnanya benar-benar merah!” Anak kecil yang ternyata bernama Sehun itu menatap langit dengan mata berbinar-binar. “Apa planet Mars dan bintang Antares yang membuat kita hangat? Mereka bewarna merah seperti api.”

Kakaknya terkekeh, “Mungkin.”

“Haraboji, malam ini tidak akan terasa dingin. Haraboji tidak perlu khawatir.” Sehun berseru polos membuat kakeknya tertawa.

“Baiklah. Baiklah. Haraboji tidak akan sakit lagi.” Kakeknya mencubit pipi Sehun gemas. “Sekarang kau bersama kakakmu karena haraboji ingin istirahat di sana. Ilhoon, kau jaga dia ya.”

“Baik haraboji.”

Pria tua itu berjalan dengan menuntun tongkatnya menuju kursi. Ia menghembuskan napas lega setelah berhasil menjatuhkan dirinya di sana. Lututnya akan terasa sangat sakit jika dia berdiri terlalu lama.

Pria tua itu mendongak menatap langit dan kembali menghembuskan napas panjang, Sudah 50 tahun berlalu dan dia belum juga kembali. Apa dia baik-baik saja? Apa yang sedang dia lakukan? Jika dia adalah dewa Ares, itu artinya simbolnya adalah planet Mars. Apa mungkin dia sedang melihatnya dari atas sana?

“Haraboji, jika kau terus menatap keatas, lehermu bisa terlikir.”

Kalimat kurang ajar itu seketika berhasil membuat pria itu kesal. Ia menoleh, sudah akan memukul orang yang duduk di sampingnya dengan tongkat namun detik berikutnya tubuhnya menegang.

Ares… dia…

Pria kurus berkulit pucat itu tersenyum menatapnya, “Apa kabar, Minhyuk?”serunya. “Apa kau baik-baik saja? Kau sudah banyak berubah.”

“K-kau…”

“Kenapa ekspresimu seperti itu? Kau seperti habis melihat hantu.”

“Ini… benar-benar kau?” Minhyuk menelan ludah. “Sehun…?”

Sehun mengangguk, “Iya aku.”

“Bagaimana mungkin? Apa yang terjadi?” Minhyuk masih terkejut dengan kehadiran tiba-tiba itu. Sudah 50 tahun tapi wajahnya sama sekali tak berubah. Masih terlihat muda seperti terakhir kali mereka bertemu. Dia juga memakai baju yang sama seperti malam itu.

“Banyak hal yang sudah terjadi. Aku mendapat hukuman menjadi bintang Antares. Harusnya aku berada di sana selama 400 tahun tapi karena aku berada di rasi bintang Chen, dia mengijinkanku datang kesini.” Ia mendekatkan wajahnya lalu berbisik. “Tentu saja tanpa sepengetahuan Odin hehehe.”

“Kenapa kau datang kesini?”

“Kenapa?” Sehun balas bertanya. “Kau tau? Selama ini aku selalu memikirkan cara untuk kembali kesini. Karena kau bilang kau akan menungguku. Aku khawatir kau benar-benar melakukannya dan menungguku.”

“Tapi, aku benar-benar menunggumu.” Lirih Minhyuk. “Selama 50 tahun.”

Sehun tersenyum lebar lalu merangkul pundak Minhyuk, “Aku tau. Aku melihatmu dari atas sana. Terima kasih karena sudah menungguku, Minhyuk. Sekarang, aku kembali.”

 

 

 

“Aku di hukum menjadi bintang Antares selama 400 tahun. Aku tidak kembali ke Olympus melainkan memilih untuk kembali ke rumahku. Untuk bertemu dengan orang-orang yang selalu mengingatku. Setiap kali aku merasa kesepian dan menjadi orang yang menyedihkan, aku selalu mengingat kata-kata Ilhoon yang tidak akan pernah meninggalkanku. Mungkin saat ini dia juga menjadi bintang. Mungkin saat ini sebenarnya kita berdekatan. Aku juga memiliki Minhyuk yang selalu ada di belakangku. Yang akan menjagaku ketika aku mulai hilang kendali. Aku punya Ilhoon di langit, aku punya Minhyuk di bumi dan aku punya Deimos di duniaku yang lain. Tidak lupa eoma dan 11 sahabat dewaku. Aku memiliki mereka semua. Sekarang, aku tidak akan lagi menyalahkan takdir. Aku akan mulai melupakan semua rasa sakit itu karena aku sudah merasa lega. Bagiku, memiliki satu orang yang tulus berada di sampingku sudah cukup.”

“Aku Antares, Mars adalah sumber kekuatanku. Ketika Mars dan Antares saling berdampingan, saat itu kekuatanku berada di titik puncak paling hebat. Tidak ada yang mampu menandingiku. Namun aku tidak akan membakar atau menciptakan badai topan lagi. Aku ingin menjadi angin yang berhembus hangat di musim dingin. Yang tetap ada namun tidak membuat orang lain merasa kedinginan.”

“Aku Antares. Aku adalah bintang yang paling terang. Jika kau merindukanku, lihat aku di langit.”

END

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

24 thoughts on “The Lords Of Legend (Chapter 33) end

  1. Hani berkata:

    WAhhh deabaek… Keren. Aku sampai nangis. 👍👍👍👍 keren kk. Huhuhu dah khawatir sehun dihukum musnah. Terimakasih kk karena karyamu membuatku terhibur. 😂😂😂

  2. osehn96 berkata:

    Finally end juga. Good job yaa. Dr tahun ke tahun ga nyangka juga bisa baca sampai end. Terimakasih juga untuk melanjutkan cerita ini sampai end. Sykur sehun ga dihukum matii. Hukuman sehun sampai beratus tahun mungkin terinspirasi dr goblin yaa. Hukuman tetap hukuman pasti sehun wajib ngelakuin itu Hihi. Tak apa untuk merenungi keslahan semoga sehun ga bete dilangit sana. Kan ada mars yg nemenin. Begitu juga kenangannya. Fightiing sehun. Fighting uri authornim . Berniat buat sequel kah ??? Hihiihi.. selamat yaa sudah menyelesaikan story ini. Keren loh… okaay see ya di other story…

  3. RAIN berkata:

    Udh end yaa? Yaah agak sedih, tp syukurlah endingnya happy, makasih udh bikin ff yg keren authornim.. lanjutin ff yg lain ya seperti autumn 😀

  4. HunHo_Suho berkata:

    Pengen deh aku nemenin sehun di langit sana, gak nyangka ini beneran udah end. Sedih bercampur senang juga, senang krna sehun gak di musnahin dan senang karna semua nya baik baik ajaaa, seriusan kalau aku lihat langit sehun ada di sana gak yaa😂😂 jujur ini benar benar hebat kak mija the best deh kamu😍😍😍😍 juga ini gantung gak sii kaakk, masih penasaran sama keputusan suho dan keadaan taeng, keadaan dewa lain nyaaa juga ku syok minhyuk ngasih nama anak nya ilhoon sama sehun! Demi apaaaa!!! Akhirnyaaa sehun nongol juga setelah 50 tahun berarti hukumannya sisia 350 tahun lagii?? Errr itu lama banget. Kak mijaa kesayangan deh buatin sequel nya dong boleh yaa atau gak ff yang lain di lanjut kyk autumn sama growl atau tak buat karya baru lagi muhehdehehe next time di tunggu kabar bahagia dari mu kaaak. Semangat💪💪💪💪

  5. Hikari berkata:

    setelah penantianku yg lama😙😘
    akhirnya ending juga…
    tapi tak bisakah aku merequest Ext Part atau Epiloge…
    sejujurnya blm ingin berpisah dengan mereka…
    btw The House tree 2 kapan dilanjut??

  6. Hesti andriani berkata:

    Sudah end aja. Nggak nyangka sama ending nya, aku kira sehun akan dihukum mati tapi ternyata tidak walaupun hukuman nya agak berat. Dan sehun diberi hukuman selama 400 tahun dan yang gak nyangka minhyuk tetap nunggu sehun walaupun sudah 0 tahun salut sama persahabatan mereka. Berniat buat epilog kah kak ? Kalo nggak berniat buat nya lanjutin semua ff yang kakak tulis pasti aku tetap setia menunggu.

  7. Anfa berkata:

    Sbenarnya aku msih berharap klo TBC yg bakal hadang aku d.akhir,. Tpi nyata.a mlah END., ;( syukur deh happy end, sehun.a gk jdi d.musnahin,. Mlah jdi bintang, itu bintang anteres beneran ada?? Jdi pengen liat dan byangin klo itu sehun (kbawa cerita),. Ketawa pas sehun d.hukum loncat ke danau tpi msih sempet aja becanda gk bsa brenang,. 😀 Kak mija bener” KECE PAKE BINGITTTT.,, dri thun ke tahun dri semua crita, slalu bsa maduin saat sedih, bahagia, lucu, pokoknya semua.a okelah.,,
    good job buat kak mija, yang slalu bisa buat cerita yg gk cuma bgus d.baca tpi jga punya pesan moral but para pembaca.a 😀 selalu smangat buat kak mija, aku tunggu karya”mu selanjut.a… :*

  8. Aisyatur radhiah berkata:

    Yeay…tamat juga…walupun diakhir gak ada adegan persahabatan kedua belas dewa lagi😭…
    Kak mija tolong update the house tree kembali dong😬

  9. So_Sehun berkata:

    Wahhhh…sdah END chingu…
    Sehun jd bintang pling terang jg ga pa2 lagian baby hun memang yg pling terang dihatiku😄😄
    Chingu update daddy best friend dong….jeballlll

  10. Puti hilma berkata:

    Akhirnya ff ini selesai..
    Terharu bgt baca chapter terakhir ini. Dan suka bgt di bagian ending sehun nya ketemu minhyuk T-T
    Pokoknya kece parah! ❤ ff eonni emg keren bgt!!
    Selalu ditunggu ff eonni yg lain. Fighting! ❤

  11. piekuk berkata:

    oomaygatt !! udah end aja . kyanya otak author-nim harus dimusemkan , karena sumpah semua ff disini keren bangettt . dari bahasa , penulisan , alur cerita semua kerenn . . . . . .

  12. Hanna berkata:

    Huaaaa…akhirnya tamaaatt..
    Aq telat bgt baca endingnya.
    Sehuuuun… Sini sayang peluk dulu..
    Suka suka sukaaaaa bangeeett sma ff nyaa..
    Aq bakal setia menunggu karya kamu yg lainnya Oh mija authornim..
    Terimakasih untuk semuaaa ff yang baguuuss bgt utk di lahap..
    Semangat yaaaaa…
    D tggu next karya nyaaa…

  13. mega berkata:

    sedih rasanya harus berpisah dengan ff the lords of legend😢rasanya gimana yahhh………akhir cerita sangat menyentuh hati bagi pembacanya

  14. kimkaisoo13 berkata:

    tamat .. tamat wow , ini cerita serius keren . gk tau mau blng apa karna mungkin kta2nya udh di komentar terdulu aku , ini cerita dri aku SMA smapai skrng aku udh kuliah yg selalu aku tunggu . dan kta2 bgian akhir, antar sedih sma senang pas bcanya XD bintang antares aku selalu ngeliat langit loh ngomong2 artinya aku selalu merindukanmu wkwkwk . author aku aku tunggu cerita selanjutnya ttg exo,fantasy, family, sad, horror .. hwaiting!

  15. diyah pudji rahayu berkata:

    kereeennn…,kkkkk…,kirain sehun d musnahkan ternyata jd bintang, oh y q punya saran nih, ff ni d bukukan ja, kan cerita’a bagus, d tunggu kabar’a y, thanks

  16. fitriwind berkata:

    end ??? waaa ga kerasa.
    sebenernya ga rela sih sehun dihukum .. tapi tetep hukum harus ditegakkan .

    malasih ya kak buat fanficnya .. ini geelnya dapet banget tau . dan lagi aku emang lebih suka fanfic brothership lrk gini . ngena banget … keren deh .. fanfic yg kaka buat semuanya bagus
    .
    ini fanfic paling ditunggu . dari zaman aku baca waktu kelas 3 mts sampe sekarang udah mau lulus SMA . dari jaman HP nya masih yg nokia sampe HP udah bagus kaya sekarang .. dari silent reader sampe ngga .. haha
    Buat lagi kak , yg tema persahabatan .. cast utamanya si sehun lagi atau siapa aja deh yg penting member exo … nhena banget dumpah kalo mereka yg jadi castnya .. mungkin udah biasa juga kali , karena seringnya baca cast member exo ..

    • fitriwind berkata:

      Typonya .. gini nih efek punya telapak tanga n yang keringetan .. efeknya ke layar HP jadi ngadat , error .licin mungkin . . Pencetnya apa yg munculnya apa .. sorry ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s