The Lords Of Legend (Chapter 33)

Tittle : The Lords of Legend

Author : Oh Mi Ja

Genre : Fantasy, Action, Friendship, Comedy

Cast : All member EXO

Bara api itu terlihat berkobar di kedua matanya. Tangan kanannya menggenggam erat pedang besarnya sambil berjalan menuju tempat yang ada di balik pepohonan pinus itu. Suho terlihat sudah kelelahan, begitupun Alkyoneus yang sudah terluka di mana-mana. Atas nama sahabatnya, dia telah berjanji akan membalas semuanya. Dia akan menghancurkan orang-orang yang telah menyakiti sahabatnya.

Sehun melompat ke belakang Alkyoneus, hendak menebas punggungnya namun Alkyoneus bergerak refek. Ia berbalik dan menahan serangan Sehun. Matanya melebar saat dia melihat warna di tanda pergelangan tangan Sehun yang sudah berubah menjadi biru.

“Jadi kau sudah sadar…”desis Alkyoneus.

Sehun menggertakkan giginya, “Aku pasti akan membalas perbuatanmu pada sahabatku. Aku pasti akan membalasnya!”

Alkyoneus mendorong pedang Sehun, ia tersenyum menyeringai, “Sahabat? Kau bahkan mengkhianatinya dan berpaling pada pihak lawan.”

“Tutup mulutmu!”bentak Sehun. Api biru sudah mulai keluar dari telapak tangannya.

Suho menelan ludah, “Sehun…”

Sehun melirik Suho melalui pundaknya, “Pergilah. Cepat tolong Kai dan Chen. Disana juga ada ibuku.”

“Lalu kau…”

Sehun terdiam sesaat, “Aku akan menyelesaikannya.”serunya pelan. “Sesuatu yang telah menjadi tugasku.”

Suho tidak berkata apa-apa lagi. Kepercayaan diri Sehun membuatnya sedikit lega jadi dia memutuskan untuk pergi dan menolong dewa-dewa yang terluka.

Setelah Suho benar-benar pergi, Sehun menatap Alkyoneus tajam, “Sekarang adalah pertarungan yang sebenarnya.”

***___***

 

Xiumin menurunkan pedangnya begitu ia melihat lawan selanjutnya adalah Deimos. Ia terpaku di tempatnya. Ia tau jika Deimos hanya mengikut perintah. Dia tidak bersalah sama sekali.

“Dewa Buri.” Deimos langsung berlutut begitu ia berhadapan dengan Xiumin. “Saya hanya—“

“Aku tau.”balas Xiumin pelan.

Deimos mengangkat wajahnya, menatap Xiumin dengan kening berkerut, “Tuan sudah tau?”

Xiumin mengangguk, “Aku tau kau hanya mengikuti perintah.”

Deimos kembali menundukkan kepalanya “Saya tau saya telah melakukan hal yang salah. Tapi saya harus mengikuti perintah Tuanku Ares. Itu adalah sumpah saya.”

“Berdirilah. Kau boleh melawanku.”

Deimos menggeleng, “Itu tidak mungkin, tuan. Saya tidak mungkin melawan anda. Justru sebaliknya, anda bisa membunuh saya dan saya tidak akan melakukan perlawanan apapun.”

“Tapi sekarang kita adalah musuh. Kau boleh melawanku, Deimos.”

“Saya tidak akan menyerang atau membunuh dewa-dewa Olympus. Saya sudah bersumpah atas nama saudara kembar saya.”

Xiumin menelan ludah, “Kalau begitu, pergilah.”ucapnya. “Aku juga tidak akan menyerang orang-orang yang menjadi bagian dari Olympus.”

Deimos tertegun, “Tapi tuan, saya…”

“Pergilah.” Xiumin memalingkan wajah dan pergi meninggalkan Deimos, membantu Luhan melawan sisa-sisa pengikuti Jotun.

Kekacauan masih terjadi di mana-mana, meteor masih menghujani tempat itu dan hentakan kaki D.O masih dapat di rasakan oleh semuanya. Harpy berterbangan menyerang kepala para Jotun, menyerang mata mereka hingga mereka menjadi buta.

Luhan dan Xiumin bekerja sama di bagian depan. Melumpuhkan para Jotun berwujud raksasa dengan palu kayu di tangan mereka.

Sementara di Olympus, para pasukan yang awalnya di perintahkan untuk menjaga gerbang, seluruhnya telah pergi ke medan perang untuk membantu penyerangan. Disana, di istana utama, tersisa Kris dan Lay yang sedang merawat Baekhyun dan Chanyeol. Keadaan Lay sudah sedikit membaik karena dia berada di dekat pohon kehidupan sehingga dia dapat menyalurkan energinya untuk Baekhyun dan Chanyeol.

Peperangan ini memang bukan hal yang baik. Satu hal yang di takutkan Kris tentang Ragnarok adalah efek yang akan di tinggalkan oleh peperangan itu untuk Chanyeol.

Biar bagaimanapun, tidak ada yang bisa mengubah kenyataan jika dewa Loki itu ‘dulunya’ adalah salah satu dari mereka. Kenyataan jika dewa-dewa Olympus telah membunuh kedua orang tuanya dan mengurung semua kaumnya di dalam Tartaros selama beratus-ratus tahun.

Sekuat apapun Chanyeol menahan kenyataan itu, pada akhirnya dia tetap akan kalah. Dia tidak akan bisa melawan kaumnya sendiri. Dengan orang-orang yang mirip seperti dirinya dan kedua orang tuanya. Dengan orang-orang yang berasal dari tempat yang sama dan hidup bersama selama beberapa saat waktu itu.

Chanyeol memang makhluk Jotun. Tapi dia tidak jahat seperti mereka. Dia telah di angkat sebagai dewa dan kedudukannya lebih tinggi dari para Jotun. Seperti ibu Suho.

“Baekhyun membutuhkan waktu sedikit lama untuk penyembuhan karena lukanya sangat parah. Sementara Chanyeol, aku rasa dia akan pulih dengan cepat.”ucap Lay.

“Baekhyun terluka secara fisik sementara Chanyeol terluka secara emosional. Mendengar ceritamu, aku rasa dia sangat terpukul. Dia melihat bagaimana cara orang tuanya mati. Dia pasti merasa sangat bersalah karena merasa telah berkhianat.”

“Tapi ini bukan salah Chanyeol. Saat kalian memutuskan untuk mengangkatnya sebagai bagian dari Olympus, dia hanyalah seorang anak kecil yang tidak tau apa-apa. Anak kecil yang di tinggalkan oleh orang tuanya.”

Kris menarik napas panjang dan menghembuskannya panjang-panjang juga, “Aku akan mencoba bicara dengannya jika dia sadar nanti.”

Tiba-tiba pintu istana terbuka, bayangan hitam memanjang beberapa orang tercetak di lantai. Kris dan Lay menoleh bersamaan dan detik berikutnya mata mereka membulat lebar. Keduanya segera berlari menghambur kearah Suho yang sedang membopong Chen dan Kai, di bantu Taeyeon di sampingnya.

Kai sepertinya hanya pingsan tapi keadaan Chen terlihat sangat mengerikan. Dia nyaris tidak di kenali karena hampir seluruh permukaan wajahnya tertutupi darah hitam.

“Dia seperti ini karena Sehun.”seru Taeyeon pelan seakan bisa membaca pikiran Kris dan Lay. “Tapi sekarang Sehun sudah sadar.” Buru-buru ia menjelaskan. “Dia sudah terbebas dari pengaruh Orion.”

Kris menghela napas panjang diam-diam lalu berseru kepada Suho, “Suho cepat letakkan mereka di sana.”

Suho mengangguk, “Aku akan kembali kesana untuk membantu yang lain.”

Namun baru satu langkah melangkahkan kaki, tiba-tiba cahaya merah memasuki istana itu melewati celah-celah jendela. Suho berlari keluar dan menatap kearah langit. Saat itu langit di selimuti oleh cahaya merah terang, batu-batu langit tak lagi menghujani tempat itu namun melayang dengan tenang. Namun ketika kemudian sebuah benda asing terlihat sangat jelas di langit Olympus, mata Suho langsung membulat.

“Planet Mars.”

***___***

 

Alkyoneus mengerang keras ketika kekuatan api Sehun berhasil membakar tangan kirinya. Bersamaan itu juga kekuatan anginnya menghantam tubuhnya keras hingga ia terlempar cukup jauh ke depan.

Sehun berlari tanpa ingin memberikan Alkyoneus waktu untuk beristirahat. Tidak di biarkannya Alkyoneus bangkit untuk melawan. Ia menendang pedang Alkyoneus jauh-jauh lalu menebas dadanya dengan pedang hingga ia kembali tersungkur.

Sehun menginjak dada Alkyoneus yang sudah terluka parah itu dan menatapnya penuh bara kebencian.

“Aku sudah bilang aku akan menghancurkanmu, kan?”desis Sehun, rahangnya mengatup keras. “Aku tidak akan memaafkanmu.”

Alkyoneus meringis menahan rasa sakitnya. Tangan kanannya berusaha menggapai pedang namun jarak yang tercipta di antara dirinya dan pedang itu cukup jauh.

Sehun mengangkat pedangnya dan bersiap untuk mengakhiri semuanya dengan cepat.

“Ares!” Tiba-tiba sebuah suara terdengar. Sehun menoleh ke belakang dan Pandora sudah berdiri di sana dengan mata berurai air mata.

Mata Sehun melebar. Dia lupa jika ada gadis itu…

“Kenapa kau melakukannya?”isaknya. “Kau sudah berjanji padaku.”

Sehun seketika gugup. Nyatanya gadis itu memang telah memiliki sebagian tempat di hatinya. Kini, gadis itu menangis dan merasa kecewa padanya.

“Aku…”

“Kau bilang kau akan membalas dendam.”

Bola mata Sehun berputar mencari-cari alasan, “Aku…”

Dan kelengahan itu di gunakan Alkyoneus untuk mengumpulkan sisa-sisa tenaganya dan mengeluarkan tenaga dalam.

“Bodoh.”

Dan seketika waktu di sekitarnya berhenti berputar. Daun-daun pinus tak lagi bergerak dan angin behenti berhembus.

Sehun menoleh lagi ke arah lain. Tao sudah ada di belakangnya dan dia telah menghentikan waktu.

“Apa kau akan masuk ke dalam perangkap mereka lagi?”serunya dingin.

Kening Sehun berkerut tak mengerti, “Pandora…”

“Berbaliklah.”

Sehun menuruti perintah Tao itu. Gumpalan cahaya hitam terbang di belakangnya, nyaris mengenainya jika Tao tidak menghentikan waktu.

“Kau di bohongi lagi.”

“Tapi Pandora… dia tidak…”

“Dia adalah wanita licik!”desis Tao kesal. “Dan kau jatuh dalam perangkapnya!” Pria itu melangkah maju mendekati Sehun. Berdiri berhadapan dengannya dalam satu garis lurus. Di tatapnya pria yang memiliki schesi dengannya itu lekat-lekat. “Aku mohon hentikan sekarang. Jangan lagi.”

“Tao…”

“Tidak perduli jika kau membenci kami, tapi takdirmu adalah mengakhiri Ragnarok. Jalankan saja takdirmu dan jangan membuatnya berantakan lagi.”

“Aku…”

“Lagipula itulah yang di inginkan oleh Ilhoon, kan? Dia ingin kau mengakhirinya.”

Sehun terdiam. Dia menundukkan kepalanya karena tak berani membalas tatapan Tao itu. Karena dia sadar dia adalah pria bodoh yang telah melakukan kesalahan besar. Pria bodoh yang telah menyakiti semua orang untuk melindungi dirinya sendiri.

“Di bawah, peperangan masih berlangsung. Tapi jika kau berhasil menang disini, Ragnarok akan berakhir.”seru Tao. “Saat ini, planet Mars terlihat lebih jelas dari biasanya. Mengubah langit menjadi warna merah dan membuat batu-batu itu menjadi tenang. Kekuasaanmu adalah planet Mars. Itu artinya saat ini, kekuatanmu sedang berada dalam titik kesempurnaan. Kau bisa mengakhiri ini dengan mudah. Waktunya tinggal sebentar lagi sebelum planet Mars pergi.”

Sehun masih terlihat ragu namun Tao menggeleng, “Tidak ada waktu untuk berpikir. Kau harus mengalahkan Alkyoneus dan aku akan mengurus wanita itu. Sebentar lagi batas waktu kekuatanku akan habis dan semuanya akan kembali bergerak.”

Sehun mengangguk. Dia bergerak kearah lain untuk menghindari kekuatan Alkyoneus sementara Tao langsung menangkap Pandora.

Ketika waktu kembali berjalan. Kekuatan Alkyoneus melesat menghancurkan hutan pinus dan membuat bongkahan es lain mencair.

“Lepaskan aku!”teriak Pandora karena kedua tangannya telah di ikat dengan tali oleh Tao. “Lepaskan aku! Ares! Kau harus membantuku! ARES!”

Namun Sehun seolah-olah tuli. Dia mengabaikan semua ucapan Pandora dan bersiap di tempatnya. Langit semakin bewarna merah dan dia merasa sempurna.

Di belakangnya pusaran angin besar tercipta. Menciptakan gelombang angin tornado raksasa yang mampu menarik apapun masuk ke dalamnya.

Sehun melompat, menarik pedangnya yang langsung mengeluarkan api di bagian ujungnya. Alkyoneus juga telah memegang pedangnya sendiri. Dan kini keduanya saling menyerang dengan pedang mereka. Suara-suara tangkisan pedang tak terdengar terdengar oleh suara deruan angin tornado.

“Kau hanyalah dewa bodoh yang tak berguna.”

Tao melihat jelas kemarahan di wajah Sehun atas ejekan itu. Dan selanjutnya, dugaannya tepat.

Kekuatan api Sehun membakar tangan Alkyoneus membuat pedangnya terjatuh. Setelah itu dengan cepat ia menusuk dada Alkyoneus dengan pedangnya. Tak berakhir hingga di situ, pusaran angin tornado menghisap tubuh Alkyoneus ke dalamnya dan menghancurkan menjadi abu. Teriakannya terdengar selama beberapa saat sebelum akhirnya mengilang.

Planet Mars telah menghilang. Alkyoneus sudah mati. Dan semuanya sudah berakhir.

***___***

 

Kematian Alkyoneus dengan cepat menyebar melalui bintang-bintang yang kembali muncul, bersinar terang di tempat mereka. Hujan meteor sudah berhenti dan medan perang itu menyisahkan Xiumin, Luhan, Suho, D.O, Deimos serta beberapa pasukan Olympus.

Para Jotun telah musnah seluruhnya. Tak lagi tersisa. Walaupun tempat itu kini telah berubah mengerikan, yang jelas mereka sudah menang. Ragnarok sudah berakhir.

Luhan langsung terduduk di tanah dengan napas terengah. Wajahnya penuh debu bercampur keringat serta luka-luka kecil yang baru terasa perih sekarang.

Sementara Deimos, menghampiri Suho dan memberikan penghormatan padanya.

“Saya juga harus mati, Tuan. Karena saya adalah bagian dari mereka.”

Suho tersenyum, “Kau telah di takdirkan untuk menjadi pengikut Ares. Kau tidak perlu mati karena semuanya sudah kembali seperti semula.

“Apa maksud Tuan?”

Suho menunjuk ke sana, ke arah orang-orang yang sedang berjalan kearah mereka. Deimos memandang itu sedikit terkejut. Sehun dan Tao berjalan bersama? Apa itu artinya…?

“Semuanya sudah kembali seperti semula, Deimos. Kau tidak perlu mati.”

Perlahan seulas senyuman tercipta di bibir Deimos. Tanpa sadar ia berdiri dan bergerak menghampiri Sehun.

Melihat Deimos yang ternyata masih hidup, Sehun juga berlari kearahnya dan langsung memeluknya erat membuat Deimos tersentak kaget.

“Syukurlah kau selamat. Syukurlah.”

“Tuan…” Deimos berusaha melepaskan pelukan itu tapi Sehun justru semakin mengeratkan pelukannya.

“Terima kasih, Deimos. Terima kasih karena tidak meninggalkanku.”

***___***

 

Pintu gerbang itu terbuka lebar. Menyambut para pahlawan yang telah berhasil memenangkan Ragnarok.

Ketika ia menemukan anaknya memasuki gerbang itu, Taeyeon langsung berlari kearahnya. Sehun tersenyum lebar, membuka kedua tangan dan menerima pelukan hangat itu.

Rasanya sudah lama…

“Eoma…”serunya dengan suara bergetar.

“Kau berhasil, adeul.”tangis Taeyeon di dada Sehun. “Kau hebat. Kau berhasil.”

“Maafkan aku, eoma. Eoma pasti mengkhawatirkanku.”

Taeyeon menggeleng, ia menghusap pipi Sehun lembut, “Eoma yang sudah membuatmu khawatir. Maafkan eoma.”

“Setidaknya eoma ada disini. Bersamaku.”

Sehun menguraikan pelukannya ketika dia teringat seseorang yang juga ingin ia temui. Ia menghampiri Kris, “Dimana Chen? Bagaimana keadaannya?”

“Dia ada di dalam. Sudah mendapat perawatan.”

Wajah Sehun langsung berubah murung, merasa menyesal.

Kris mengacak rambut anak itu dan tersenyum, “Jangan khawatir. Dia akan segera sembuh. Kau tau dia adalah Thor.”

Ada sedikit kelegaan di dalam hati Sehun. Bukan hanya karena keadaan Chen yang akan segera membaik tapi juga sikap Kris.

“Sudahlah. Sebaiknya kalian istirahat. Kalian pasti lelah.”

***___***

 

Bulan terlihat bersinar lebih terang dari biasanya. Dan suasana terasa lebih damai. Di sebuah kolam yang ada di bagian belakang istana Trakia, ia duduk menyendiri. Tenggelam dalam pikirannya yang terus gelisah. Sementara pengawal setianya, terus berdiri di belakangnya untuk menjaganya.

Sambil duduk memeluk lutut, Sehun melempari kolam itu dengan batu-batu kecil. Mengusir penat namun sia-sia. Mungkini karena ini adalah hari pertamanya hidup tenang di tempat ini setelah semua yang telah ia lewati kemarin. Masih belum sepenuhnya percaya jika Ragnarok telah berakhir.

“Deimos.”panggil Sehun tanpa menoleh.

“Ya Tuan?”

“Duduklah disini.” Ia menepuk sisi yang ada di sampingnya.

Deimos seketika terkejut, “Tapi tuan…”

Sehun menoleh ke belakang sambil mendengus, “Hey, aku bilang duduk disini.”

Ragu-ragu, Deimos menjatuhkan diri di samping Sehun. Sehun melirik sekilas kearah pria itu dan menghela napas panjang, “Kenapa kau kaku sekali? Santai saja.” Ia memukul dada Deimos pelan.

“Tapi tuan…”

“Hhhh… kau ini.” Sehun menyerah. “Apa Minoz selamat?”

“Yah, dia selamat. Saat ini dia sudah kembali ke Erebos?”

“Kembali? Apa dia tidak di berikan waktu untuk beristirahat sejenak? Dia baru saja melewati perang besar.”

“Kami tidak di berikan waktu untuk hal-hal seperti itu, Tuan.”

“Dasar.”cibir Sehun. “Lalu bagaimana denganmu? Apa kau baik-baik saja? Kau terluka?”

“Berkat Tuan, saya tidak terluka sama sekali.”

“Kenapa aku? Aku tidak melakukan apapun.” Sehun mengembalikan tatapannya kearah kolam. Tak lama berseru kembali, “Aku berhutang sesuatu pada Minos. Aku bilang aku akan menjelaskan apa arti sahabat padanya. Tapi sepertinya aku tidak bisa bertemu dengannya lagi jadi dengarkan aku dan jika kau bertemu dengannya, sampaikan hal ini padanya.”

Deimos mengangguk patuh.

“Sahabat hanyalah beberapa orang yang memiliki hubungan rumit. Terkadang mereka bertengkar, terkadang mereka tertawa, dan terkadang mereka saling mengejek satu sama lain. Tapi sesungguhnya mereka memiliki hubungan yang sangat dalam. Mereka saling mengorbankan diri dan saling melindungi.” Sehun menghentikan ucapannya sejenak. “Dan aku tidak pernah menganggapmu sebagai pengikutku. Aku menganggapmu sebagai sahabatku. Walaupun kau sangat kaku, tidak banyak bicara dan selalu patuh pada ucapanku, kau tetap ku anggap sebagai sahabatku.”

Deimos menoleh. Tertegun.

“Jadi nanti, ketika aku melakukan hal yang salah, kau harus memperingatkanku.”

“Saya sudah bersumpah untuk—“

“Aku bukan Tuanmu.”balas Sehun cepat, ia menatap Deimos lurus. “Aku telah melakukan banyak hal buruk jadi aku tidak pantas untuk kau hormati. Kau tidak perlu terikat dengan sumpah itu. Mulai sekarang kau bisa bicara dengan santai bahkan memukulku jika kau pikir aku sedang melakukan kesalahan.” Sehun tersenyum kecut. Dalam sesak yang memenuhi seluruh rongga dadanya, dia melirih, “Karena aku sudah terbiasa dengan seseorang yang akan memukulku atau berteriak padaku ketika aku melakukan kesalahan.”

Deimos tetap terdiam. Sedikit ragu, tangannya bergerak dan menepuk-nepuk pundak Sehun pelan. Sehun menoleh kearahnya dengan mata melebar.

“Karena Tuan mengijinkan saya melakukan ini.”

Sehun tersenyum lalu keduanya tertawa bersama-sama.

“Sepertinya kalian sedang bahagia.” Ketika tiba-tiba seseorang muncul di belakang mereka, Deimos langsung berlutut begitu melihat Taeyeon sudah berdiri di sana.

“Maafkan saya, Dewi Hera. Saya hanya—“

“Jangan terlalu kaku, Deimos.” Taeyeon melirik Sehun lalu terkekeh. “Tapi bisakah kau meninggalkan kami sebentar? Aku ingin bicara dengannya.”

Deimos berdiri, membungkukkan tubuhnya lalu meninggalkan tempat itu.

“Kau terlihat sangat kesepian.” Taeyeon duduk di samping Sehun sambil menghusap kepala anak laki-lakinya itu lembut.

“Tentu saja. Karena ini bukan rumahku.”jawab Sehun. “Tempat ini terlalu besar dan tidak ada kios bunga. Aku merasa asing.”

Taeyeon tersenyum, “Bukankah kau selalu ingin tinggal di rumah yang besar?”

“Dulunya. Sekarang tidak lagi. Rumah yang besar hanya membuatku merasa kedinginan. Jika bisa memilih, aku ingin kembali ke rumah kecil kita.”ucapnya. “Jika saja kita bisa kembali…”

“Ini adalah takdir kita. Takdir yang tidak bisa di ubah.”

“Tidak eoma.” Sehun menggeleng. “Kita bisa mengubahnya hanya jika kita menginginkannya. Tapi, aku sudah lelah membuat keonaran. Aku tidak ingin merepotkan semua orang lagi.”

“Apa kau tau kau akan di adili besok?”

“Aku tau.” Sehun mengangguk. “Hukuman paling berat adalah di musnahkan, kan?”

“Eoma akan memohon pada mereka untuk tidak melakukannya.”

Sehun tersenyum, di tatapnya ibunya itu lurus, “Setidaknya sekarang eoma baik-baik saja. Hanya itu yang bisa membuatku lega.”

“Eoma benar-benar akan memohon untuk meringankan hukumanmu.”

“Apa eoma memiliki hubungan khusus dengan Kris?”tanya Sehun membuat Taeyeon sedikit terkejut. “Atau… haruskah ku panggil dia appa?”

Taeyeon terdiam. Matanya menerawang kearah kolam. Dia tau Sehun akan menanyakan hal ini.

“Eoma adalah reinkarnasi dari dewi Hera dan Hera adalah cinta pertama Zeus.”serunya setelah beberapa saat diam. “Malam itu Orion menculik eoma dan membunuh eoma disana. Eoma seharusnya sudah mati dan pergi ke tempat yang seharusnya. Tapi tiba-tiba sesuatu menghentikan langkah eoma dan membawa eoma ke tempat ini.” Taeyeon menoleh menatap Sehun. “Karena kau masih belum bisa merelakan kepergian eoma.” Ia tersenyum. “Tapi semuanya menjadi rumit saat eoma membuka mata dan mengetahui jika ternyata eoma adalah reinkarnasi Hera dan mendapatkan semua ingatan eoma kembali. Pada hari-hari sebelum eoma di bunuh oleh Pandora.”

Mata Sehun melebar, “Pandora?!”

Taeyeon mengangguk, “Kau telah di tipu daya. Pandora memang di ciptakan untuk Lay tapi dia justru mencintai Luhan. Dia melakukan segala cara untuk mendapatkan hati Luhan namun Luhan tetap tidak menyukainya hingga akhirnya Kris mengusirnya dari Olympus. Pandora yang sakit hati akhirnya membunuh Hera dan melarikan diri. Ia kemudian menikah dengan manusia. Kris tau jika Pandora telah membunuh Hera jadi dia mengirimkan kotak Pandora padanya untuk memberikannya pelajaran dan akhirnya semuanya terjadi.”

“Jadi… semua itu adalah kebohongan?”

Taeyeon tertawa, “Kau memang bnar-benar bodoh dalam urusan wanita. Sudah berapa kali eoma bilang kau sebaiknya mempercayai eoma untuk memilihkanmu gadis yang tepat. Kau bahkan mempercayainya dengan mudah. Kenapa? Apa karena dia sangat cantik?”

“Eoma, aku serius.”

Taeyeon masih tertawa. Di usapnya kepala Sehun, merapikan rambutnya yang berantakan, “Semua dewa Olympus adalah baik. Kau bisa mempercayai mereka. Dan juga… ayahmu adalah Park Jungsoo. Walaupun di masa lalu eoma memiliki hubungan dengan Kris tapi semuanya sudah tidak ada artinya lagi. Eoma bukanlah Hera. Eoma tetap merasa jika diri eoma adalah manusia dan eoma hanya mencintai satu pria dan itu adalah ayahmu. Tidak akan ada yang bisa menggantikannya.”

Sehun membungkukkan tubuhnya, menjajarkan wajahnya dengan wajah ibunya lalu berseru, “Eoma, jika nanti aku di hukum. Entah hukuman apa yang akan aku dapatkan nanti, aku harap eoma akan hidup bahagia. Tidak perduli dengan siapa eoma memiliki hubungan, selama eoma adalah eoma-ku, aku tidak akan mempermasalahkannya.”

“Sudah eoma bilang, eoma akan—“

“Sekarang biarkan aku menghadapinya sendirian, eoma.” Sehun tersenyum. “Biarkan aku melakukannya sendiri. Sebagai anak laki-laki eoma dan appa. Kali ini aku akan menjadi anak yang keren. Aku tidak akan memuat masalah lagi.”

Taeyeon langsung memeluk Sehun erat-erat, “Eoma akan menunggumu.”

TBC

 

 

 

 

Iklan

18 thoughts on “The Lords Of Legend (Chapter 33)

  1. osehn96 berkata:

    Setelah perang selesai terbitlah hukuman… sehun gak bakalan dimusnahin kan ?? Dia udah ngalahin ragnarok juga. Udah menyelesaikan perang juga. Hukuman ttp hukuman … masa iya olympus nnti tanpa ada ares. Apalagi dia dewa spesial gituu. Ok aku positif ares memang jalani hukuman tapi tdk untuk dimusnahkan .. ye ye yep… semoga sajaaa. Btw pandora nakal yaa oh apa sehun yg bner2 lemah urusan perempuan ? 😀 . Good job authornim hihi. Lagi2 kisah sahabat mu bikin terharu. #DemiosAresTeam hahhaha

  2. Anfa berkata:

    Yeeee akhirnya ragnarok udah selesai,. Semuanya udah baik2 aja,. Tpi masih ada sesi hukuman ya?? Kakak please jangan buat sehun dapet hukuman dimusnahin yha ya ya ya… 😦
    Ceritanya selalu Hebat,. buat kak mija semangat trus y buat nulis, dan buat karya y9 slalu ok,. Next chap aku tunggu kejutannya, jangan lma,. Fighting,. 😀

  3. RAIN berkata:

    Hukuman yaa? Sehun emang pantes sih dapet hukuman tp jangan dimusnahin yaa, pliss..
    Dan chap ini bikin baper pas bagian akhirrr!
    Next next authornim!

  4. nurulimania berkata:

    Kak mijaaaaaa. Aigooo aku sibuk dinas di RS dr november. Dan baru sempat baca hari ini karena libur semester wkwk. Dan aku cuman bisa bilang WOW tahan nafas, tahan emosi bacanyaaa. Waaaaaa aku bacanya kebutan loh kak. Haduuuuhhh tetap seperti yg biasanya cerita kakak ALWAYS deh yg TERBAIK. TOP banget wkwk. *oke abaikan ini curcol curhatan yg gag guna wkwk*

  5. Hesti andriani berkata:

    Peperangan selesai dan ragnarok sudah musnah. Hukuman menanti sehun tapi apa hukuman yang akan dihadapi sehun masa iya dia dimusnahkan atau jangan-jangan nanti dia diusir terus disuruh tinggal di bumi lagi mungkin bentar lagi ff ini akan tamat. Next nya jangan lama-lama ya kak dan fighting

  6. HunHu_Suho berkata:

    AKHIRNYAAAAAAAA !!!!! Subahanaullah is the best kaaakk mijaaaaa, jjang! Perang berakhir hukuman pun menanti, syok tau kalau hukuman sehun yg paling berat itu di musnahin, astaghfirullah gak kuku ganana kaaakk sehun jangan mati yaaah meskipun dia bandel tpi kan di tangan dia peperangan itu berakhir, kasihani taeng masa dia di tinggali 2 pria yang di cintainya sehun-teukii😢😢 sehun jangan mati plisss deimos ntar ikutan mati jugaaa dan makin banyak lah yang matiii😢😢 chen baik baik aja pasti dan baekhyun juga harus baik baik juga kai juga semuanya juga terutama chanyeol dia harus segera di sadarkan supaya rasa bersalah itu gk buat dia stress, next nya berharap banget ada mukjizat sehun nya gk jadi di hukum taua hukumnnya di ringanin, berharap banget kak😊😊

  7. kimkaisoo13 berkata:

    oh my god.. oh my god … kerennnnyaaaa, please sehun jangan dihukum mati deh, jdi gk sabar nunggu kelanjutan ceritanya .. hwaiting thor!!

  8. So_Sehun berkata:

    Waduhh…baby hun mau dihukum….
    Jgn dimusnahkan dong hukum aja reinkarnasi jd manusia lg tapi skarang jd jenius gtu biar ga dibodohi lg dan tetep baik hati…

  9. yoo jihoo berkata:

    wahhhh keren authornya… akhirnya selesai jg perang…. ditunggu nextnya jgn lama2 ,,bener2di tunggu loh…. klo ini dibuat film buat exo pasti bakal bagus banget…. kirim aj ke sutradara korea sapa tau bisa dijadiin film buat mereka…. hanya usul. .. yang pasti author daebbak

  10. AnisMaria berkata:

    Aku merinding disko pas akhirnya Sehun nyaris dipengaruhi lagi sama Pandora,, haha akhirnya Tao datang, nggak nyangka banget akhirnya dia membantu (sangat banyak) ke Sehun,, dengan menghentikan waktu dan membuat Sehun makin mudah mengalahkan Alkyoneus,,

    Dan selain itu, aku suka sama Deimos, dia keren dan ssang namja sekaliiiii… dia rela dimusnahkan oleh Suho karena merasa sempat menjadi bagian dari musuh..

    Dan hal yang bikin aku seneng itu,, malah mendadak aku salfok ke hubungan antara Ares dengan Deimos, apalagi pas Ares bilang ke Deimos soal persahabatan… aku merasa seakan dia mampu menggantikan Ilhoon..

    Selain ituuuuu,, aku ngakak bebas pas Sehun dengan inosennya tanya “Apakah eoma punya hubungan dengan Kris?” haha itu kayak seorang anak yang mergokin emaknya pacaran ama cowok laen haha lucuuuu… selain ituuuu lagii,,, aku seneng karena akhirnya Taeyeon mengerti takdirnya kalau dia bukan lagi dewi Hera…

    Tapi aku masih belum rela Sehun kehilangan Ilhoon untuk yang kedua kalinya,,, mudah2an dia nggak akan kehilangan lagi,, atau para dewa yang kehilangan Sehun..

    Walaupun Sehun udah membuat Ragnarok datang lebih cepat, tapi dia bisa mengakhirinya dengan sempurna juga,, jadi semoga aja hukumannya nggak sampe dia dimusnahkan…

  11. Puti hilma berkata:

    Akhirnya perang sdh selesai!! ❤
    Terharu bgt waktu dia bilang deimos itu sahabat nya T-T
    Tapi masih sedih krn sehun hrs dihukum..

    Salut bgt deh sma eonni mija bisa bikin ff se keren ini. TOP bgt lah pokoknya

  12. Kiki berkata:

    kerennnn!!!!! aku baru baca lagi dari ch 15 setelah lama ga mampir di blog ini. dan ternyata udah nyampe ch 33 aja haha.
    Sebel pas Ares ga tetep kekeuh mau masuk ke Erebos, greget pas Pandora malah godain Ares, kaget juga pas tau kalo Taeyeon reinkarnasi Hera. deg degan pas Thor mau dibunuh Ares. dan lah kok ilhoon mati utk kedua kalinya… 😥
    Aku kebawa sama alir ceritanya, jadi greget sendiri hehehe. Lanjutkan thor…. aku menunggu 🙂

  13. Juliet berkata:

    Yaampun akhirnya end, rasanya kok merinding yaaa, gakkuat akutu. Endnya ff ini buat saya malah flashback masa masa nungguin next chapter ini ff, bener bener ff yg punya kesan baik nih, gak kebayang juga gimana rasanya nulis ff exo yg ot12 padahal mah sekarang udah ot9 :’ buat authornya semangat terus, keep writing dan saya akan selalu menunggu next ff yang sama amazingnya kayak ni ff
    Love

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s