The Miracles Of Magic 7

miracle

Author                     :   Park Yurin ~Twitter~ {@Park_Yurin94}

Tittle                      :   The Miracles Of Magic

Genre                       :   Sad, BrotherShip, Fantasy And FriendShip

Length                 :  Chapter 7

Cast                    :   Byun Baekhyun, Oh Sehun, Park Chanyeol, Kim Seulgi

Support cast        :   Taeyeon, Mark, Ten, Ilhoon, Shindong DLL

 

Happy Reading

Suasana dalam kamar itu begitu sepi. Seorang namja manis yang terbaring disana enggan ntuk membuka matnya setalah 3 hari tertutup. Bearnelius Byun, itu tak bosan untuk terus mengarungi alam bawah sadarnya. Namja yang berada di sampingnya juga tidak bosan untuk terus menggenggam tangan dingin kakaknya tanpa ingin beranjak sedikitpun.
“Hyung….bangunlah. kumohon…”lirihan Sehun nampak sangat menyayat hati bagi semua orang yang mendengarnya. temannya pun sudah berulang kali membujuknya untuk istirahat agar dirinya juga tak sakit, tapi Sehun yang pada dasarnya sangat keras kepala-walaupun Baekhyun lebih keras kepala- tak ingin beranjak dari sana.

suara kaki mendekat  membuat Sehun melirikkan tatapan matanya. Disampinya, kini berdiri Seulgi dengan sebuah nampan ditangannya. tatapan mereka bertemu untuk sesaat sebelum Sehun memutus kontak mata itu.
“jangan memaksaku lagi!” Seulgi menghela nafasnya berat. Ia menaruh nampan berisi makanan itu di sisi meja laci Baekhyun.
“sampai kapan? Kau hanya makan sedikit kemarin Sehun, itu pun dengan paksaan Chanyeol Oppa!”
“……” Sehun tak menjawab. Matanya tetap terfokus pada kakaknya
“Sehun-ah… Kumohon! Jika kakakmu tau ia pasti akan sedih saat mengetahui adiknya sakit karena menjaganya.” Mohon Seulgi. Sehun menatap kearahnya.
“Sedih? Bahkan aku yang menyebabkan dia seperti ini! jika aku menentang keputusannya ia takkan—“ Ucapan Sehun terhenti saat tubuhnya tertarik kepelukan Seulgi. Tubuhnya menegang saat Seulgi mengelus punggungnya.
“Sudah kubilang jangan menyalahkan dirimu sendiri. Tak ada yang salah dari kejadian ini,Sehun-ah” Ucapan  Seulgi membuat Sehun menghela nafasnya berat.
“Aku yang bersalah! Kenapa aku harus terlibat dalam turnamen sialan ini? kenapa aku harus menjadi perwakilan disini?” Racau Sehun yang masih bertahan di pelukan Seulgi. Tak sadar bahwa namja mungil disana sudah sadar dan mendengar semua kelu kesahnya. Baekhyun telah sadar, tetapi tak membuka matanya. Takut jika ia membukanya, ia akan melihat peristiwa yang mungkin akan meresahkan hatinya.
“Berhentilah! Itu semua karna takdir. Kau dipilih karena kehebatanmu, kau tau bukan piala api tak memilih perwakilan dengan hati yang lemah?. Piala api tau kau dan kakakmu adalah namja yang tangguh dan tak memiliki hati lemah dibandingkan dengan lainnya. jadi, Semangatlah. Tak ada yang harus disesalkan dan ditakutkan disini!” Pelukan mereka berdua semakin mengerat. Sampai Sehun melepaskannya. Wajah mereka berjarak sangat dekat. Sehun menatap mata Seulgi tajam, Sedangkan Seulgi…. berharaplah agar Sehun tak melihat rona merah di pipinya.
“Apa yang kau lakukan Seulgi?! Kau membuat jantungku berdetak cepat. Sihir apa ini Seulgi? Kenapa kau membuatku merasa nyaman dengan detakan jantung ini saat didekatmu?” Mata Seulgi membulat mendengar bisikan Sehun didepan wajahnya. Matanya bergerak kekanan dan kekiri menghindari tatapan tajam dari Sehun. Perlahan namun pasti Sehun menjauhkan wajahnya. Ia tersenyum tipis kearah Seulgi yang masih merona didepannya.
“Pergilah ke asramamu! Ini sudah malam. Aku akan memakan makanannya setelah selesai mandi. Terima kasih!” Seulgi mengerjapkan matanya. Lalu mengagguk dan mulai beranjak dari tempatnya dengan wajah yang tetap memerah. “Manisnya~~”Lirih Sehun saat melihat punggung Seulgi yang sudah menghilang dibalik pintu kamarnya. Ia kemuadian beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

Baekhyun mendengar semuanya. Semua dari awal. Keluhan Sehun, nasihat Seulgi, dan yang paling mengejutkan ucapan Sehun pada Seulgi tadi.  Ia perlahan membuka matanya dan menatap pada pintu kamar mandi yang tertutup. Kepalanya ia sandarkan pada kepala rajangnya. Pikirannya melayang pada kejadian beberapa hari lalu saat ia berakhir di kamar tidurnya itu, Koma.

Pintu kamar mandi terbuka menampilkan Sehun yang terlihat lebih segar.  Tangannya terangkat mengeringkan rambutnya yang basah.
“Sehun-ah” Mata Sehun menoleh pada ranjang dan menemukan Baekhyun bersandar di sana.
“Hyung!” Ia melemparkan handukknya sembarangan dan berlari kearah ranjangnya itu. ia peluk erat tubuh sang kakak.
“Akhirnya…..”Gumamnya lega. Baekhyun mengelus punggung sang adik. Walaupun rasa aneh dihatinya masih ada, tetapi bagaimanapun Sehun adalah adiknya. Adik kesayangannya dan satu-satunya.  “Aku baik-baik saja, Sehun”
Sehun melepaskan pelukannya “Aku sangat khawatir Hyung!!”
“Aku tau! Sekarang aku sudah sadar, dan aku baik-baik saja Oke!” Sehun menatap Baekhyun “kau tau! Saat kau terbaring di depan naga itu dengan telur emas dipelukanmu, aku benar-benar ingin membunuh diriku sendiri. Kau hampir mengorbankan nyawamu demi aku Hyung!” Baekhyun menatap sendu adiknya itu. ia benar-benar tak bermaksud untuk mengkhawatirkan adik kesayangannya itu. “maafkan aku! Aku tak tau harus melindungimu dengan cara apa lagi saat itu. aku sudah tau kau pasti mendapatkan naga Horn itu Sehun, dan aku akan lebih khawatir saat kau yang berada di posisiku saat itu. jadi, aku akan melindungimu, walaupun itu harus mempertaruhkan nyawaku sendiri” Sehun tersentuh, tentu saja. Dalam 17 tahun hidupnya, ia tak pernah disayangi sedalam itu oleh seseorang. Yah… walaupun disekolahnya memang banyak yang mengaguminya-terutama siswa perempuan- tapi, ia tak pernah merasa sangat bahagia dengan itu.
“Aku tau kau memang hebat Hyung! Tapi aku tak akan pernah memaafkan diriku-sendiri jika itu memang kau lakukan! Menyerahkan nyawamu? Hah…. aku akan lebih dulu membunuh diriku sendiri daripada harus kau yang menyerahkan nyawamu. Sudah cukup selama 15 tahun ini kau tersiksa hyung! Aku juga! Tapi rasa sakit yang kau dapat lebih besar daripada aku hyung. Kita tak seharusnya menyerahkan nyawa kita, kita harus sama-sama menjaga nyawa kita demi orang tersayang kita Hyung.” Air mata Baekhyun mengalir. Tidak! ia tak sedih.. ini adalah air mata kebahagiaan, ia tak pernah benar-benar merasa bahagia dulu. Tapi sekarang ia sangat bahagia, melebihi kebahagiaannya saat ia berhasil masuk ke urutan pertama dalam ujian akhir di Hongwarst. Ia benar-benar bahagia.

Dua hari setelah beristirahat, Baekhyun akhirnya bisa menjalankan aktifitasnya kembali. Dengan memohon dengan penuh rengekan kepada sang adik yang entah sejak kapan berubah sangat protektif padanya itu, ia akhirnya bisa kembali menapakkan kakinya di koridor Hongwarst.
“Jangan sampai lupa pada ramuan teh itu, jika sampai lupa aku akan menguncimu di kamar. Jangan terlalu banyak bencanda dengan temanmu dan tetap tenang di tempat dudukmu nanti. Mengerti?! Hyung… hyu- kenapa kau tak mendengarkanku?!!”Baekhyun hanya memutar bola matanya jengah. Sudah sejak 10 menit lalu adiknya ini terus mengoceh, tentang ia yang harus selalu berhati-hati, makan yang teratur dan hal-hal yang konyol lainnya. Heol…. ia ini adalah kakaknya! Bukan anak kecil yang harus selalu dinasihati setiap waktu. Yahh… walupun dalam porsi tubuh ia memang kalah dengan Sehun yang postur tubuhnya sangat ia impikan itu, tapi tetap saja ia yang lebih tua.
“Sehun-ah dengarkan aku!! Aku bukan anak kecil. Aku sudah tau mana yang baik untukku dan yang buruk untukku. Lebih baik kau kembali kekelasmu, sudah sejak 10 menit lalu kau selalu mengekoriku. Aku akan baik-baik saja, ada Chanyeol disampingku!” Sehun mendesah pelan. Ia menatap kakaknya ragu. kepalanya mengangguk pelan lalu berbalik meninggalkan sang kakak yang menatap punggungnya yang menjauh.

“APA? Kau belum mengetahuinya? Hoel… Mr. Selius Ronald Byun yang terhormat, apa kau sadar perlombaan yang kedua hampir dilaksanakan. EMPAT HARI LAGI!! Jika kau lupa!” Seulgi menatap tajam Sehun. Ia mulai pening dengan tingkah sahabatnya ini. sudah lima hari mereka bersantai karena kesehatan Baekhyun yang belum benar-benar pulih. Tapi, mereka juga harus mulai mencari tau tentang petunjuk yang ada di telur emas itu.
“Tenanglah! Aku sudah melihat petunjuk itu bersama hyungku kemarin. Tapi sayangnya aku belum mengetahui maksud dari petunjuk itu!” kening Seulgi berkerut “Apa petunjuknya?” Tanyanya penasaran
kedalaman takkan pernah menghalangi kalian. Ada banyak ancaman di telaga merah. Dapatkan kilauan cahaya, bersama lebih baik, sendiri kau musnah’ itu petunjukknya! Aku hanya tau bahwa pertandingannya akan dilakukan di dalam air, tapi belum tau itu dimana” Seulgi berpikir, ia juga berusaha memecahkan petunjuk itu “Telaga merah? Kilauan cahaya? Kurasa aku pernah mendengar itu! tapi dimana?”
“Danau Grindy! Dan kilauan itu adalah Black Pearl!” Sehun dan Seulgi menengok pada asal suara itu. Baekhyun sedang mendekati mereka dengan sebuah buku yang ada di tangannya.”Aku mencarinya tadi! Danau Grindy adalah danau yang memiliki limpahan mutiara, tapi hanya ada satu hari dimana beberapa mutiara merah itu akan menghitam dan memiliki kekuatan yang mutlak. Karena itu danau itu juga disebut dengan telaga merah, karena mutiara yang danau itu hasilkan berwarnah merah di hamparan sebuah telaga hitam.” Jelas Baekhyun sambil mendudukkan dirinya di samping Sehun
“ahh… aku baru ingat! Aku pernah mencari buku tentang telaga merah dan Danau Grindy menjadi salah satu dari hasil yang kutemukan. Tapi, bukannya Danau Grindy adalah danau yang berbahaya? di temapt itu banyak sekali evil manatee yang menjaga para Black pearl!”
“itu misi kita! Kita haru melawan para Evil manatee dan membawa Black Pearl. Misi ini dilakukan berdua!” Sehun membolakkan matanya.
“Berdua? Aku dan Hyung?! Benarkah?!”
“Petunjuk itu mengatakan ‘bersama lebih baik, sendiri kau musnah’ bukankah kita harus bersama agar bisa melewatinya. Aku yakin Delacour dan Victor bergabung bersama” Jawab Baekhyun. Sehun tersenyum senang mendengar  penjelasan Baekhyun.
“Yuhuuuu….. akhirnya aku bisa bersama hyungku! Ayo hyung, kita kalahkan mereka!!!”Baekhyun terkekeh dengan tingkah Sehun, sedangkan Seulgi…. jangan tanyakan! Ia sedang memandang jijik kearah Sehun sekarang.
“Tentu saja!” Tegas Baekhyun. Mereka bertiga saling tersenyum. Mereka tak tau apa yang akn terjadi jika mereka memenangkan pertandingan itu. mungkin mereka akan memilih kalah daripada menang! Benar kan?!!

TBC

N/P   : Mianhae….. L , udah hampir 6 bulan aku gak bisa nyelesain FF-ini. aku benar-benar disibukkan sama jadwal sekolahku. Banyak banget halangan buat aku nyelesain ini FF. Buat para reader yang nunggu-nunggu ini FF-ngarep banget ditungguin- aku bener-bener minta maaf ya *Bow* . walaupun lama gak update, bolehkan aku berharap? Berharap masih ada yang suka FF ini?. ini gak panjang, tapi semoga aja bisa mengobati rindu kalian. Sekian dari saya, silahkan Kritik di kolom komentar, dan marahi saya habis-habisan. Saya bersedia untuk dihujat karena keterlambatan saya. #annyeong….

Iklan

3 thoughts on “The Miracles Of Magic 7

  1. Hesti andriani berkata:

    Bahaya apa lagi yang akan menimpa dua bersaudara ini, semoga nggak menyangkut nyawa lagi tapi kemungkinan nya kecil. Semoga mereka tetap selamat

  2. AerisRuna berkata:

    Huah, Baekhyun.. Baik-baiklah pada sehun.. Kalau ga baik, nanti sehun aku ambil! *loh 😂 Lanjut thor! Betewe, panjangin lagi dongs word nya :’v Gomawo~~ FIGHTING!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s