The Lords Of Legend (Chapter 30)

The Lords of Legend

Tittle : The Lords of Legend

Author : Oh Mi Ja

Genre : Fantasy, Action, Friendship, Comedy

Cast : All member EXO

Senyuman seringai serta sosok yang sangat di bencinya itu kini telah berdiri tak jauh di depannya. Menatap Sehun tenang seakan mampu membaca seluruh isi hatinya.

“Kau datang untuk mencariku, kan?”

“Kau…brengsek…”desis Sehun, kepalanya bergetar menahan amarah.

Orion kembali tersenyum. Ia melangkah maju mendekati Sehun tanpa rasa takut, “Untuk saat ini, lupakan dulu amarahmu karena sekarang kita punya tujuan yang sama.”serunya tenang. “Kita selesaikan dulu dendam kita lalu kau bisa melakukan apapun padaku.”

“Setelah s emua ini berakhir, kau adalah orang pertama yang akan ku bunuh.” Sehun berseru sungguh-sungguh, penuh kebencian dan sorot matanya seakan mampu mengoyak Orion. Pria tinggi itu lalu berjalan pergi melanjutkan langkahnya menuju tempat terakhir, Tartaros.

Sesampainya di depan pintu gerbang Tartaros. Mereka bertemu dengan Aiakos, penjaga gerbang terakhir. Wujudnya tinggi besar dengan tanduk seperti kambing di kepalanya. Begitu melihat Orion, Aiakos langsung siaga.

“Kita bertemu lagi.” Orion tersenyum menyeringai.

“Jika tuanku Hades menangkapmu, kau pasti akan di musnahkan.”

Orion langsung tergelak, mentertawakan kebodohan Aiakos itu, “Kau tau yang bisa menangkapku hanya Chen. Sekuat apapun Hades, dia tidak akan bisa menangkapku.”

Sehun mulai muak. Dia lelah dengan segala pertengkaran. Orang-orang selalu menghambat jalannya membuatnya sangat kesal.

“Aku ingin masuk.”

Melirik kearah Sehun serta tanda kedewaan di pergelangan tangannya, mata Aiakos membulat lebar-lebar, “Bukankah kau adalah dewa? Kenapa kau melakukan ini? Ini adalah pengkhianatan!”

“Aku tidak ingin berdebat jadi segera buka pintunya.”

“Takdirmu adalah menjadi dewa. Seharusnya kau melawan mereka bukannya malah bersekutu. Jika kau melawan takdir, kau akan di hukum.”

Sehun mengangkat tangannya, mengeluarkan hembusan angin yang sangat kuat hingga mampu menghempaskan Aiakos dan membuatnya pingsan.

“Sudah ku bilang aku tidak ingin berdebat.”serunya dingin. Lalu di liriknya Deimos melalui pundaknya, “Cepat buka pintunya.”

Deimos mengangguk, “Baik, Tuan.”

Di sisi kiri Sehun, untuk sesaat Orion tepana melihat kekuatan Sehun. Tidak bisa di pungkiri, dia memiliki kekuatan yang besar bahkan tanpa memakan apel kehidupan. Suho dan Kris pasti benar-benar sudah gila karena mereka menciptakan dewa yang sama kuatnya dengan mereka. Tapi sayangnya, dia sangat bodoh. Dia benar-benar buruk dalam mengendalikan amarahnya dan mudah di pengaruhi.

Satu langkah memasuki Tartaros, panasnya api langsung menyambut mereka. Kobaran api bersaut-sautan di segala penjuru, lahar panas mengalir menjadi alas tempat itu membuat mereka tidak bisa masuk lebih jauh lagi. Penjara-penjara besi besar terjejer rapi dan sesekali terkena kobaran api, membakar luar dan bagian dalamnya. Di sisi lain, terlihat beberapa makhluk yang di gantung dengan kedua tangan dan kakinya diikat pada sebuah kayu kokoh dan di bakar hidup-hidup.

Sehun tidak pernah menyangka jika wujud mereka bisa semengerikan ini. Dia pikir mereka sama dengan yang ada di beberapa film. Tapi ternyata dia salah. Wujud mereka bahkan seratus kali lebih mengerikan. Tubuh tinggi besar melebihi rumah, selayaknya raksasa sungguhan. Bagaimana mungkin dia bisa mengalahkan makhluk-makhluk seperti ini? Mustahil.

“Langkah awalnya, bebaskan mereka semua.”Orion berbisik.

Sehun menelan ludah. Ia mengalihkan tatapan, menatap Deimos yang juga sedang menatapnya. Tatapan berisi petanyaan, ‘apa yang harus aku lakukan itu?’ di jawab dengan senyuman lembut oleh Deimos. Apapun itu, dia hanya akan mengikutinya.

Sehun memejamkan mata. Mengeluarkan angin besar dari seluruh tubuhnya. Semakin lama semakin membentuk pusaran kuat yang beberapa saat kemudian berhasil memadamkan semua api dan membekukan lahar.

Setelah itu dengan cepat Orion bergerak. Membebaskan seluruh tawanan dan mengumpulkan pasukan jotun di hadapan Sehun. Wajah-wajah asing dan menyeramkan. Bekas terbakar tertinggal hampir di sekujur tubuh mereka.

Salah satu jotun dengan wajah yang tak terbentuk lagi – salah satu bola matanya terkeluar akibat luka bakar – berjalan mendekati Sehun dan berdiri di depan pasukannya. Sehun memandanginya lekat-lekat. Sepertinya dia adalah pemimpin dari seluruh Jotun karena asalnya dari penjara yang berada paling bawah. Penjaranya adalah penjara yang berkali-kali di bakar dengan kobaran api paling besar.

“Kalian membebaskan kami. Siapa kalian?” Ia bertanya dengan suaranya yang berat.

Orion tersenyum menyeringai, “Alkyoneus, lama tidak berjumpa.”

Alkyoneus terdiam beberapa saat sebelum ia menyadari siapa yang ada di depannya, “Orion…”

“Kau terlihat sangat menyedihkan.”

“Apa yang sedang kau lakukan disini?”

“Sudah jelas, kan?” Ia tersenyum. “Membebaskanmu.”

“Kenapa? Apa yang kau inginkan?” Alkyoneus memandang Orion dengan sebelah matanya. Dia tau siapa Orion. Dia adalah dewa yang sangat licik.

Masih dengan senyumnya tersungging di bibir, Orion berseru, “Kami datang untuk menawarkan kerja sama.”

“Apa maksudmu?’

Orion menunjuk Sehun yang terus berdiri diam, “Dia adalah Ares. Senjata andalan Ollympus.”

Begitu mendengar nama itu, ekspresi wajah Alkyoneus langsung berubah marah, “Jadi kau adalah dewa yang hilang itu?!”desisnya. “Dan kau adalah panglima perang yang akan melawanku dalam Ragnarok nanti. Apa maumu?!”

“Hey hey tenang dulu.” Orion berdiri di depan tubuh Sehun, melindunginya. “Jaga bicaramu atau kau akan di kembalikan ke tempat asalmu.”

“Jadi sekarang kau ada di pihak mereka?”sengit Alkyoneus. “Aku pikir kau membenci mereka.”

Orion berkecap sambil geleng-geleng kepala, “Sifat pemarahmu inilah yang membuatmu akan di kalahkan lagi. Dengarkan aku dulu…” katanya tenang. “Yah, dia memang senjata andalan Ollympus. Tapi sekarang dia berdiri di pihak yang sama dengan kita.”

“Apa maksudmu?”

“Kita akan balas dendam.”

***___***

 

Seluruhnya seketika menolehkan kepala mereka kearah Tao ketika dewa itu tiba-tiba terjatuh ke lantai. Tubuhnya meringkuk ketakutan dan bergetar hebat. Keringat dingin membasahi tubuhnya bersamaan dengan wajahnya yang mulai memucat.

“Tao!” Xiumin memekik dan langsung menghambur kearahnya. “Tao ada apa denganmu? Tao!”

Namun tubuh Tao semakin lama semakin menegang. Semakin lama semakin membiru. Dan rasa sakitnya semakin tak tertahankan.

“Tao!”panggil Xiumin lagi.

“Apa mungkin ini tentang Sehun?” Lay berseru dan detik berikutnya menyadarkan mereka semua.

“Ini schesi yang dia dapat dari Sehun!” sahut Chanyeol.

Ketika dia tersadar, Xiumin langsung berteriak semakin keras, “Cepat buka jendelanya! Biarkan cahaya pohon kehidupan masuk.” Suruhnya sambil mengarahkan tubuh Tao kearah jendela.

Ilhoon yang tidak mengetahui dengan apa yang sedang terjadi, ikut menghambur di sisi Tao. “Apa yang terjadi padanya? Apa hubungannya dengan Sehun?”

“Sepertinya kita harus segera mempertemukannya dengan Sehun.”ucap Luhan khawatir. “Aku rasa dia sudah tiba di Tartaros dan membuat Tao seperti ini. Jika terus di biarkan, Sehun benar-benar akan membuat Ragnarok datang lebih cepat.”

“D.O sedang mengejarnya. Sebaiknya kita tidak berpikiran negative dulu.”balas Xiumin berusaha menenangkan kepanikan semua orang.

“Tapi ini sudah jelas! Sehun pasti sudah berada di Tartaros dan bertemu dengan para Jotun. Bagaimana mungkin D.O gagal mengejarnya? Aku tidak bisa mempercayainya!”maki Chanyeol kesal.

“D.O sungguh-sungguh mengejarnya, kan?”tanya Lay. “Dia adalah penguasa Erebos. Dia tidak mungkin gagal mengejarnya.”

“Tenang,” Xiumin ikut emosi mendengar suara-suara kekesalan itu. “D.O pasti punya alasan. Tunggu saja dan percayakan semuanya padanya.”

“Oh?!” Tiba-tiba Chen memekik. Tubuhnya menegang selama beberapa saat. Pria itu memejamkan kedua matanya ketika sebuah suara terdengar di telinganya.

‘Persiapkan dirimu. Panggil seluruh pasukan dan bawa mereka bersamamu. Lindungi Ollympus dan segera datang ke perbatasan. Ragnarok akan datang.’

Begitu tubuhnya berhasil menarik kembali kesadarannya, Chen membuka kedua matanya yang tiba-tiba sudah di genangi air. Fokusnya menghilang membuat Chanyeol harus mengguncang tubuhnya untuk mengembalikan kesadarannya.

“Ada apa?”

“Loki…” ia menelan ludah. “Ragnarok akan datang.”

***___***

 

‘Aku sudah menurunkan sebagian pasukan untuk berjaga di gerbang Ollympus. Sementara D.O telah mengirim seluruh pasukannya ke perbatasan, termasuk Minoz. Cepat temukan omoni dan segera kembali. Kita harus menyelamatkan Sehun dan memusnahkan para Jotun.’

Luhan mengirim schesi-nya pada Kai.

‘Apa Ragnarok benar-benar datang?’

‘Yah. Kita akan berperang.’

***___***

 

Kai muncul di istana, bergabung dalam rapat dadakan yang di bentuk oleh para dewa. Sementara Suho, Baekhyun dan Kris masih melanjutkan pencarian mereka.

“Biarkan Ilhoon bersamaku. Aku bisa menggunakan teleportasiku untuk membawanya ke hadapan Sehun.”

Xiumin langsung menggeleng, “Itu tidak mudah. Aku yakin mereka akan menempatkan Sehun di barisan paling belakang. Saat kau berteleportasi, itu sama saja bunuh diri. Kau akan muncul di tempat musuh.”

“Setidaknya Sehun harus melihat Ilhoon.”

“Kita tetap butuh strategi. Tidak bisa tergesa-gesa seperti itu.”

“Xiumin benar.” Luhan setuju. “Karena Suho, Kris dan Baekhyun sedang tidak bersama kita, kita harus lebih hati-hati. Tidak ada yang boleh terluka.”serunya. “Tugas Chen sudah jelas, dia harus menangkap Orion. Aku yakin dia akan bersembunyi lagi. Sementara beberapa dari kita harus melindungi Ilhoon dan membawanya kepada Sehun. Sebisa mungkin, kita harus membuatnya maju ke depan.”

Ilhoon menelan ludah mendengar isi diskusi mereka, “Aku tidak akan mati untuk yang kedua kalinya, kan?”

Chanyeol menepuk pundak Ilhoon pelan, “Kami akan melindungimu.”

“Jika semuanya sudah di putuskan, ayo bergegas.”

***___***

 

‘Kenapa kau melakukan ini Sehun? Kau telah di pengaruhi. Orion yang telah menyebabkan semua ini terjadi. Kenapa kau mempercayainya? Kau akan menyesal nantinya. Jadi sebelum semuanya terlambat, sadarlah.’

Tao tau usahanya sia-sia tapi dia tidak berhenti untuk terus mencoba. Kekuatanan negatifnya membuatnya buta dan tuli. Dia tidak bisa melihat mana hal yang benar dan tidak lagi bisa menerima schesi.

Pria itu menghela napas. Biar bagaimanapun mereka pernah berbagi makanan, berbagi tempat tidur dan berbagi kasih sayang ibu. Dia pikir semua itu sudah cukup. Tapi nyatanya kenangan itu tidak tertinggal bahkan mungkin Sehun tidak pernah mengingatnya. Sekarang tidak ada pilihan lain, mereka memang harus berperang dengan satu sama lain.

***___***

 

Pasukan di turunkan. Beratus-ratus makhluk raksasa berwujud setengah banteng berdiri mengelilingi gerbang Ollympus dengan senjata lengkap. Menjaga tempat itu ketika para dewa pergi ke perbatasan.

Di sisi lain, mereka bisa melihat Minoz berada di barisan paling depan memimpin makhluk-makhluk yang berasal dari Erebos di perbatasan. Ribuan Harpy juga berterbangan diatas mereka, membantu pertahanan.

Kuda D.O berjalan pelan menghampiri rombongan para dewa. Di pandangnya Ilhoon yang sejak tadi terus ketakutan, bersembunyi di belakang punggung Kai.

“Banyak hal yang telah terjadi. Aku akan menjelaskannya pada kalian setelah perang ini berakhir.”seru D.O pelan. Beberapa saat kemudian ia melanjutkan ucapannya, “Semoga aku masih bisa menjelaskannya nanti.”

Yang lain hanya diam. Karena ini adalah pertarungan sebenarnya. Mempertaruhkan hidup dan mati mereka. Mungkin setelah ini, mereka bisa saja musnah selamanya.

Meninggalkan jauh Ollympus di belakang, ke tempat yang jauh berbeda. Sunyi senyap, sebuah lapangan luas yang beratap langit di atasnya.

Tidak ada siapapun kecuali mereka dan para pasukan. Mereka belum tiba.

Namun beberapa saat kemudian. Ketika tanah yang mereka pijak mulai bergoyang dan angin berhembus kencang dari berbagai sudut, memberikan mereka tanda jika musuh telah datang.

Ilhoon langsung berpegangan pada lengan Kai dan menundukkan kepalanya. Tanah dan langit seakan berguncang. Batu-batu besar yang melayang di angkasa meluncur ke berbagai sudut dengan kecepatan penuh. Menghujani alam semesta, menimbulkan ledakan hebat saat mereka bertabrakan dengan tanah.

“Oh Tuhan.”pekik Ilhoon semakin mengencangkan pegangannya di lengan Kai.

Luhan mendongak menatap langit, “Hujan meteor…”serunya pelan. Hujan meteor adalah tanda jika Jotun telah bebas dan sumpah yang pernah mereka ucapkan dulu, kini akan terjadi. Ragnarok telah datang. Lebih cepat. Mendahului Niggdhog.

Ledakan-ledakan besar terjadi di tanah lapang yang ada di depan mereka. Memercikkan kobaran api dan membentuk retakan di tanah. Di sisi lain, menghancurkan gundukan tanah dan batu-bati besar.

“Mereka datang.”

Menyipitkan mata dengan tegang menembus kobaran api, sosok-sosok itu mulai terlihat. Berjalan kearah mereka melewati ledakan-ledakan meteor. Ilhoon menajamkan indera penglihatannya. Memberanikan diri menatap sosok-sosok menyeramkan itu. Jumlah mereka sangat banyak, tapi, dimana Sehun? Dia tidak menemukannya di manapun.

“Dugaanku benar, Sehun ada di barisan paling belakang.”

Rahang Chen mengeras, “Aku akan mencari Orion.”desisnya karena Orion juga tidak terlihat disana.

Chen segera pergi meninggalkan perbatasan untuk mencari keberadaan Orion. Sementara Xiumin mengambil alih posisi Suho dan Kris berada di barisan paling depan, menyambut rombongan para raksasa itu. Jarak mereka semakin lama semakin dekat hingga akhirnya mereka berhadapan.

“Lama tidak berjumpa.” Alkyoneus berseru dengan nada ramah pada Xiumin seolah-olah senang bisa bertemu dengannya lagi.

Xiumin menatapnya geram, “Kau pasti senang karena kau bisa bebas lebih cepat.”

“Tentu saja.”jawabnya cepat. Kemudian ia melirik D.O, “Jika saja sejak lama aku tau penjaga Erebos ternyata tidak berguna, mungkin aku bisa datang dua kali lebih cepat.”

D.O sedikit terpancing namun Luhan menahan lengannya agar ia tidak bersikap gegabah.

“Dimana Ares?”tanya Xiumin

Alkyoneus tertawa geli, “Kenapa kau bertanya padaku? Bukankah dia adalah salah satu bagian dari kalian?”

“Kau tidak mungkin bisa lolos dari Tartaros jika Ares tidak membebaskanmu.”balas Xiumin. “Kau tau kau tidak sehebat itu.”

Mendengar ucapan Xiumin barusan, tawa di wajah Alkyoneus langsung menghilang. Ia menatap Xiumin penuh dengan amarah, “Aku adalah kaum Jotun yang paling kuat. Selama berates-ratus tahun di Tartaros, aku telah mengumpulkan kekuatan.”

Xiumin tertawa mendengus, “Kau bahkan membutuhkan bantuan Ares agar bisa bebas dari sana. Dan sekarang, kau menggunakan Ares untuk memenangkan perang ini.”

“JAGA BICARAMU!” Seketika suara gemuruh terdengar bising di telinga. “Setelah memusnahkan kalian, aku juga akan memusnahkan dewa sok hebat itu.”desisnya tajam. “Jadi sebaiknya kalian bersiap.” Ia tersenyum menyeringai, mengangkat tangan kanannya dan memberikan isyarat pada rombongannya. “SERANG!”

***___***

 

“Suho, kau yakin omoni juga berada disini? Mungkin hanya Ilhoon.” Baekhyun terengah, menghusap keringatnya. Ia terduduk di atas rerumputan.

“Tidak mungkin. Jika Ilhoon ada disini, itu artinya omoni juga ada.”

“Tapi kita sudah mencari di segala penjuru dan tidak menemukannya. D.O bilang, omoni juga tidak ada di Erebos.”

“Tapi aku yakin omoni pasti ada disini.”seru Suho bersikeras.

“Jika Ilhoon ada, seharusnya omoni juga ada. Di dalam hidupnya, Sehun hanya memiliki dua orang itu.”sahut Kris. “Sebaiknya kita cari lagi.”

“Kris, tapi peperangan sudah di mulai. Bukankah sebaiknya kita pergi membantu mereka?” Baekhyun menatap Kris khawatir.

“Xiumin sudah mengambil alih.”balasnya cepat. “Satu-satunya yang bisa menyadarkan Sehun hanyalah omoni.”

“Tapi kita sudah punya Ilhoon.”

“Kita tetap harus menemukan omoni.” Kris menggeleng. “Karena pasti ada alasan kenapa omoni tidak berada di Erebos tapi di tempat lain.”

Suho mengangguk, “Aku juga yakin jika pasti ada sesuatu. Sekarang, sebaiknya kita lanjutkan pencarian kita.”

***___***

 

Chen pergi seorang diri melewati hutan dan menyebrangi sungai-sungai untuk mencari keberadaan Orion. Dia telah menyebabkan semua kekacauan. Kali ini, dia tidak akan melepaskannya. Dia berjanji akan memusnahkan dewa itu.

Setelah menempuh perjalanan tak tentu arah, akhirnya ia tiba di laut Stix. Tempat dimana dewa Buri atau Xiumin berasal, sekaligus menjadi pintu rahasia untuk menuju Tartaros tanpa harus melewati Erebos dan Padang Asphodel lebih dulu. Pintu yang tertimbun di dasar laut Stix tanpa ada satu orangpun yang mengetahuinya.

Cahaya putih melesat tiba-tiba kearahnya dan refleknya membuatnya melompat menghindari serangan itu. Ketika cahaya putih kembali menyerangnya, ia mengangkat tangan dan mengeluarkan listrik dari sana. Menghancurkan panah yang ternyata berada di dalam cahaya putih itu.

“Keluarlah, Orion. Aku tau ini ulahmu.”

Suara derap langkah terdengar di atas laut es itu dan seseorang muncul berjalan kearah Chen, “Kau memang sangat hebat, Thor. Aku bahkan tidak bisa mengalahkanmu.”

“Kau telah menimbulkan banyak masalah. Harusnya dulu, aku memusnahkanmu.”

Orion tersenyum, “Kau memiliki hati yang lemah.”serunya mengejek. “Taurus bahkan mengakuinya.” Tatapan Chen semakin menajam begitu mendengar nama Taurus. “Aku minta maaf karena telah membunuh sahabatmu. Kau pasti sangat bersedih, kan?”

“Brengsek!”umpat Chen, kini amarahnya tak lagi bisa di bendung. Ia mengeluarkan pedang besarnya dan besiap akan menyerang Orion. Namun suara tenang Orion menghentikannya sesaat.

Orion semakin tersenyum lebar menatap Chen, “Kau tidak akan bisa menyerangku.” Dari belakang Orion seseorang muncul, menjawab pertanyaan tak terucap Chen. Ia berdiri tegak dalam satu garis lurus. Menatapnya penuh kebencian dengan pedang yang juga telah siap di tangannya.

Chen terperangah hebat, “Sehun…”

TBC

 

 

 

 

Iklan

19 thoughts on “The Lords Of Legend (Chapter 30)

  1. Hesti andriani berkata:

    Kenapa sehun belum sadar-sadar juga sih kalo dia itu cuma dimanfaatin aja ayo dong para dewa cepat temukan ibu nya sehun biar dia cepat sadar dan membela dewa yang lain dan peperangan nya cepat selesai dan mereka hidup aman dan damai lagi. Thor bunuh aja orion itu.

  2. AnisMaria berkata:

    ya, menurut ku juga selain Ilhoon, taeyeon juga harus diketemukan, karena taeyeon adalah ibu Sehun, sementara ilhoon cuma sahabatnya yang bisa aja orion memengaruhi Sehun supaya lebih mementingkan balas dendam daripada sahabatnya.

    duh, aku ragu apa Chen bisa ngalahin Orion sendiri kalo ada Sehun yang juga turut berada di sana?

  3. Yati berkata:

    Şɛɧųųŋıɛ Şąɖąřٳąɧ ŋąҠ…
    ŧɧ ơř ცųŋųɧ ąʝą ŧųɧ Şı ơřıơŋ ŋყɛცɛٳıŋ ıŧų

    ơmơŋıɛ ɖımąŋҠąɧ ɖıřımų..???

  4. HunHo_Suho berkata:

    Seriusaaann aku curigaa banget di taeyeon kenapa dia gak juga di temukan? Aku malah berpikiran kalau taeyeon gak mati, seriusan loh habisan greget banget kasian baek, suho, kris nyariii gak nemu nemu padahal ollympus kan lagi perang ehh otw perang wkwkwkkw sehun bener deh astagaaa pengen banget di kretek kretekin tuh hati kenapa bebal bangeettt dendam di balas dendam gak baik hunn serius deh😒😒 ituu pesan wasiat D.O Jleb banget kalian pastii selamat dan harus selamat karna kalian harus hukum sehun. Aku setuju banget sehun di hukum rela akuu mahh soalnya dia nakal banget😒😒😒 berharap banget semua dewa selamat berharap banget jangan ada yang mati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s