The Lords Of Legend (Chapter 28)

The Lords of Legend

Tittle : The Lords of Legend

Author : Oh Mi Ja

Genre : Fantasy, Action, Friendship, Comedy

Cast : All member EXO

Pandora…

Sehun ingat Suho pernah mengatakan jika Pandora adalah seorang manusia yang sangat cantik. Tapi dia tidak pernah berpikir jika gadis itu benar-benar sangat cantik. Seakan tidak ada manusia di bumi yang bisa menandingi kecantikannya. Dia seperti dewi.

“Kau… manusia?”tanya Sehun gugup begitu keduanya duduk di atas rerumputan.

Pandora mengangguk dan tersenyum lebar, “Aku manusia. Aku di ciptakan oleh Zeus.”serunya dengan nada lembut.

“Benarkah? Jadi Zeus menciptakanmu?”

“Iya. Dia menciptakanku agar aku bisa di nikahkan dengan Apolo.”

Kening Sehun berkerut bingung, “Maksudmu… Lay?” Pandora mengangguk lagi. “Lalu kalian menikah?”

“Tidak. Karena aku justru jatuh cinta pada Luhan.” Gadis cantik itu menundukkan kepalanya. Helaian rambutnya terjuntai menutupi sisi wajahnya. “Aku jatuh cinta padanya tapi dia sama sekali tidak mencintaiku.”

Sehun sedikit terkejut mendengarnya. Dia memang tau jika Luhan adalah dewa yang paling tampan. Bahkan saat di berada di bumi, seluruh gadis mengejarnya. Tapi, walaupun dia memiliki wajah yang sangat tampan, apa dia sudah gila? Dia sama sekali tidak jatuh cinta pada gadis secantik ini. Bagaimana mungkin jantungnya tidak berdetak kencang saat melihat ke dalam mata gadis ini? Matanya sangat indah. Bewarna kehijauan seperti permata zamrud.

“Lalu kenapa kau bisa berada disini? Bukankah ini adalah tempat untuk orang-orang yang sudah meninggal?”

Zeus memerintahkan Hades untuk mengurungku disini.” serunya pelan sambil menyelipkan untaian rambutnya ke belakang telinga. Lalu ia menoleh, menatap Sehun lurus dan memulai ceritanya, “Zeus sangat marah karena aku tidak jatuh cinta dengan Apolo melainkan pada Narcissus. Jadi saat itu aku melarikan diri. Aku pergi meninggalkan Olympus menuju dunia manusia dan hidup layaknya seperti manusia lain. Hingga akhirnya aku bertemu dengan seorang tukang kayu yang sangat baik, namanya adalah Epimetheus.” Pandora tersenyum kecut mengingatnya. “Dia membantuku melupakan Luhan dan akhirnya kami menikah. Di hari pernikahan kami, seseorang mengirim hadiah berupa sebuah kotak yang sangat indah. Epimetheus telah memperingatkanku untuk tidak membuka kotak itu karena dia merasa sesuatu yang buruk akan terjadi namun aku mengabaikannya. Aku merasa penasaran dan akhirnya membukanya. Dan setelah membukanya, dari dalam kotak itu justru keluar berbagai macam keburukan. Seluruh manusia perlahan-lahan mulai terserang penyakit dan akhirnya meninggal. Begitu juga dengan suamiku. Dia meninggal seminggu setelah hari pernikahan kami.”

Sehun menelan ludah.Sangat terperangah setelah mendengar cerita itu, “Kau yakin Zeus yang memberikan kotak itu untukmu?” Pandora mengangguk sedih. “Tapi dia bilang—“

Zeus tidak sebaik yang kau pikirkan, Ares.”potongnya cepat. “Dan dewa-dewa itu, mereka tidak sebaik yang terlihat.”

“Tidak mungkin…”

“Kau boleh saja tidak mempercayaiku tapi buktinya setelah membuatku membuka kotak itu, mereka menangkapku dan mengurungku disini. Aku baru bisa merasakan kebebasan selama beberapa hari ini setelah Orion berhasil mengalahkan Rhadamanthus. Akhirnya aku tidak terkunci lagi.”

Orion…”

“Kotak itu sangat jahat. Benar-benar sangat jahat.” Pandora mengulurkan tangannya, meraih tangan kanan Sehun. “Bahkan dia membuat kekuatanmu menjadi negatif.”

Sehun tergugu, “Kekuatanku…negatif?”

“Jika tanda kedewaanmu bewarna hitam, itu artinya negatif.”

“Tapi, Zeus tidak mungkin melakukan hal itu. Dia tidak mungkin—“

“Selama ini kau telah salah sangka.” Pandora menghusap pipi Sehun penuh iba. “Mereka membuatmu membenci Orion karena Orion adalah musuh mereka. Tapi nyatanya, Orion adalah seseorang yang telah membebaskan kami. Dan juga, dialah orang yang menemukan kotak Pandora itu pertama kali agar kau bisa dengan cepat mendapatkan aura dewamu.”

Rahang Sehun mengeras, “Tapi dia telah membunuh orang-orang yang ku sayangi! DIa membunuh mereka semua!”

“Itu adalah pengorbanan yang harus kau lakukan untuk menjadi dewa.”

“Apa untuk menjadi dewa aku harus kehilangan orang-orang yang kusayangi? Jika begitu, aku tidak ingin jadi dewa.” Sehun menelan ludahnya susah payah. “Sebelum bertemu mereka, aku tidak pernah merasakan hal seperti ini. Hidupku memang sulit tapi setidaknya aku masih memiliki alasan kenapa aku harus terus hidup. Tapi semuanya berubah menjadi seribu kali lebih sulit sejak aku bertemu mereka.”

Pandora menghusap-husap punggung Sehun, “Sekarang kau tau siapa pelaku sebenarnya, kan? Siapa yang telah membuatmu menderita dan kehilangan orang-orang yang kau sayangi. Sekarang saatnya kau balas dendam. Aku akan membantumu.”

Sehun menoleh saat Pandora menggenggam tangannya. Menatap ke dalam mata kehijauan itu lekat-lekat. Seakan manik mata itu mampu menariknya kembali pada saat-saat dimana dia masih bisa tertawa, bermain bola dan menjahili ibunya. Saat dia bekerja paruh waktu dan makan bekal yang di bawa oleh Ilhoon.

Yah, Orion memang telah membunuh Ilhoon dan ibunya. Tapi jauh sebelum itu, ada beberapa orang yang menjadi penyebab awal mula semua penderitaannya.

Sebelum bertemu mereka, dia sangat bahagia. Walaupun setiap hari harus makan telur dan di hukum guru karena dia tertidur selama jam pelajaran. Dia tidak perduli. Karena dia memiliki Ilhoon dan ibunya.

“Apa yang harus ku lakukan sekarang?”tanya Sehun dengan nada bergetar.

Pandora terdiam sejenak, tersenyum menatap Sehun, “Pergilah ke Tartaros dan bebaskan jiwa-jiwa yang terkunci disana.”

Sehun langsung menggeleng, “Itu artinya aku akan membebaskan para Jotun.”

“Jika kau ingin balas dendam kau harus mencari pasukan.”seru Pandora cepat. “Mereka akan menjadi pengikutmu.”

Namun Sehun masih terlihat ragu, “Dan juga, aku akan membuat Ragnarok datang lebih cepat. Aku akan menyalahi ketentuan.”

“Jika kau menang, tidak akan ada yang menghukummu.”kata Pandora masih dengan nada bicaranya yang lembut. “Kau adalah satu-satunya dewa yang memiliki kekuatan setara dengan Odin dan Zeus, kau pasti bisa mengalahkan mereka.”

“Lalu bagaimana caranya agar aku bisa sampai di Tartaros?”

Pandora kembali terdiam untuk beberapa saat, “Setelah ini kau akan melewati hutan Asphodel. Cari perisai cermin dan helm kegelapan yang di sembunyikan oleh Hades.”

Kening Sehun berkerut, “Kenapa aku harus mencarinya?”

“Karena sebelum sampai di Tartaros, kau akan menghadapi seseorang lebih dulu. Kau membutuhkan semua itu untuk mengalahkannya.”

“Siapa?”

“Medusa.”

***___***

 

“Firasatku buruk. Sepertinya sesuatu akan terjadi.” Mendengar ucapan Luhan barusan, seluruh dewa langsung menatapnya.

“Hey, jangan bercanda!”ketus Chanyeol. Jantungnya mulai berdetak kencang. Kekuatan pikiran Luhan sangat kuat dan terkadang dia bisa merasakan hal yang akan terjadi di masa depan.

Xiumin berpindah tempat mendekati Luhan, “Apa yang sedang kau rasakan?

“Tidak tau.” Luhan menggeleng sambil menghusap-husap dadanya. “Rasanya sangat aneh.”

“Aku rasa kita harus bersiap untuk menghadapi kemungkinan yang paling buruk.”sahut Kai dari ranjang tidurnya. “Luhan telah memberikan peringatan.”

Tao menelan ludah, “Ragnarok tidak akan datang dengan cepat, kan?”

“Tidak ada yang tau, Tao. Jika Sehun berhasil mencapai Tartaros dan membebaskan Jotun, kita harus bersiap untuk menghadapinya.”

“Brengsek! Sebenarnya apa yang sedang di lakukan anak itu?! Kenapa dia melakukannya sendirian!”umpat Tao kesal.

Baekhyun menghela napas panjang, “Orion berhasil membuat kekuatannya menjadi negatif. Saat ini dia pasti sedang mencoba untuk mengumpulkan pasukan dan berusaha mempengaruhi Sehun.”

“Bagaimana jika Sehun berhasil di pengaruhi?”tanya Kai.

Baekhyun terdiam selama beberapa saat sebelum menjawabnya, “Itu artinya kita harus berperang melawannya.”

“Mustahil! Dia memiliki kekuatan yang luar biasa!” Chanyeol menggeleng kuat-kuat, seketika merasa takut.

“Setidaknya kita harus mencoba.”

“Aku yakin dia tidak akan terpengaruh.” Suara kecil Lay terdengar di sudut ruangan. “Karena dia adalah saudara kita.”

***___***

 

“Di ujung tempat ini, di perbatasan antara padang Asphodel dan Tartaros, ada sebuah kuil yang di jaga oleh Medusa. Kau harus melewatinya dulu sebelum mencapai Tartaros. Dan jika kau berhasil mengalahkannya, kau bisa menjadikannya sebagai pengikutmu juga.”

“Apa dia sangat hebat?”

“Iya. Jika kau menatap matanya, kau akan berubah menjadi batu. Jadi kau harus menemukan hal-hal yang ku katakan tadi untuk melindungi diri.”

“Lalu bagaimana denganmu? Kenapa kau tidak ikut bersamaku? Kau bilang kau akan membantuku.”

Pandora terdiam sesaat, ia menatap manik mata Sehun lekat. “Aku tidak memiliki kekuatan apapun. Jika aku ikut, aku hanya akan menyusahkanmu.”

“Aku bisa melindungimu. Kau tau aku sangat kuat, kan?”

Pandora menggeleng pelan, “Aku akan menunggumu disini. Saat Ragnarok datang, kita akan bertemu.”

Sehun terdiam. Sebenarnya ucapan Pandora ada benarnya. Jika dia ikut bersamanya, dia hanya akan mengganggu fokusnya untuk pergi ke Tartaros. Lagipula dia akan menempuh perjalanan yang berbahaya. Setelah ini, dia masih harus melawan medusa.

“Kau pasti akan menungguku, kan?”tanya Sehun pelan.

Pandora mengangguk lalu tersenyum, “Aku akan menunggumu.”

Untuk beberapa saat Sehun merasa ragu. Namun pada akhirnya ia mengulurkan tangan dan menarik Pandora dalam dekapannya. Mungkin ini yang di namakan takdir. Dia tidak pernah menyangka sebelumnya jika dia akan menemukan cinta pertamanya di tempat dan situasi seperti ini. Yah, dia mencintainya. Seorang gadis yang mampu membuat jantungnya berdebar kencang untuk pertama kali.

Namun tanpa dia sadari, sebuah senyuman menyeramkan tercipta di bibir Pandora. Dan tanpa dia sadari juga, warna di tanda yang ada di pergelangan tangannya semakin menghitam.

***___***

 

Minos langsung menyembah ke lantai meminta maaf atas segala kekacauan yang telah terjadi saat D.O, Kris dan Suho datang. Ia merasa jika semua hal yang telah terjadi adalah kesalahannya karena dia lemah dan lengah.

“Maafkan saya, Tuan. Saya telah menyebabkan semua kekacauan ini. Saya pantas di hukum.”

“Berdirilah Minos. Jangan menyembah seperti itu.”seru D.O dengan nada dingin.

“Ini karena saya tidak bisa menjalankan tugas dengan baik. Saya mengakui jika saya bersalah.”

“Ini bukan salahmu. Berdirilah.”

“Benar. Ini bukan salahmu. Kau tidak perlu seperti ini.”sahut Suho.

Minos berdiri menghadap ketiga dewa itu dengan kepala yang tetap menunduk.

“Siapa yang menyebabkan semua ini?”

“Orion yang melakukannya.”jawab Minos pelan. “Dia datang dan tiba-tiba menyerangku. Dia bahkan membunuh Rhadamanthus dan melukai Aiakos.”

Rahang D.O mulai mengeras, “Jadi sekarang tidak ada yang menjaga padang Asphodel?”

“Tidak ada, Tuan.”

“Lalu dimana dia sekarang?”

“Saat ini dia pasti sudah berada di Tartaros karena dia telah berhasil mengalahkan Aiakos.”

“Brengsek.” Tangan kanan D.O mengepal keras.

Minos seketika berlutut, “Maafkan saya, Tuan. Ini adalah kesalahan saya.”

“Jika Orion sudah berada di Tartaros, lalu kenapa dia belum membebaskan Jotun? Harusnya Ragnarok sudah datang.” Kris menatap Suho bingung.

Suho sempat terdiam beberapa saat sebelum matanya membulat lebar karena menyadari sesuatu, “Sehun…”lirihnya. “…apa mungkin dia menunggu Sehun?”

“Menunggunya? Untuk apa? Sehun pasti akan membunuhnya jika mereka bertemu.”

“Kris, kekuatannya negatif dan Orion yang telah menyebabkan semua itu. Saat ini, tanpa dia sadari, dia akan mudah terpengaruh oleh akal muslihat Orion.”

“Maksudmu…?”

“Sebelum mencapai Tartaros, dia harus melewati padang Asphodel lebih dulu dan saat ini tidak ada yang menjaga tempat itu lagi. Semua makhluk yang terkunci di sana telah bebas.” D.O bersuara membuat Suho dan Kris langsung menoleh kearahnya.

Kris menelan ludah, “D.O, apa mungkin…”

“Kita harus segera kesana. Minos, antarkan kami menuju padang Asphodel.”

***___***

 

Mereka seperti akan masuk ke dalam kegelapan. Pohon-pohon besar itu tumbuh membentuk hutan lebat. Hampir menyerupai seperti hutan yang ada di bumi tapi dia tau hutan ini sangat berbeda. Sangat gelap dengan hawa mencekam. Di dalam sana mungkin ada banyak makhluk-makhluk mengertikan yang berkeliaran untuk melindungi dua senjata rahasia yang di sembunyikan D.O. Jika di dunia manusia, mereka menyebutnya monster.

Fobos dan Deimos menarik pedang, bersiap-siap untuk melindungi Tuan mereka dari segala serangan,

Sehun mengangkat sebelah tangannya dan mengeluarkan api sebagai penerangan mereka.

“Lihat ke sekeliling dengan cermat. Kita harus mendapatkannya agar bisa mengalahkan Medusa.”

Mereka melanjutkan langkah dengan pandangan yang terus menyapu ke sekeliling. Entah dimana D.O menyembunyikan senjata itu karena sepanjang perjalanan, mereka hanya menemui pohon-pohon yang seakan tidak berakhir.

“Awas!” Fobos langsung menangkis batu besar yang datang kearah mereka dengan pedang besinya. “Ini serangan!”

Sementara Deimos semakin merapatkan tubuhnya pada Sehun untuk menghalanginya dari batu-batu itu. Ia mengayunkan pedangnya, menghalang semua serangan yang datang.

“Tuan, menunduk! Jangan sampai terluka!”teriak Deimos.

Sehun menuruti ucapan Deimos. Ia menunduk, melindungi kepalanya dengan kedua tangan. Pertarungan baru saja di mulai dan dia sudah merasa takut.

Pertarungan ini berbeda. Dia pernah terlibat dalam perkelahian antar sekolah sesekali dan mereka menggunakan batu sebagai senjatanya. Tapi batunya tidak sebesar ini. Batu-batu ini sepuluh kali lipat lebih besar. Seperti bongkahan meteor yang ia lihat di TV.

Fobos dan Deimos masih sibuk menghalau serangan yang bertubi-tubi itu sementara di belakang mereka Sehun sedang melindungi dirinya sendiri. Namun, saat tanpa sengaja ia melirik kearah noda merah yang ada di kepala Fobos, seketika ia tertegun.

Dia kembali menjadi pengecut. Dia kembali menjadi takut. Saat keduanya mempertaruhkan nyawa mereka untuk melindunginya, ia justru bersembunyi untuk dirinya sendiri.

Tunggu… Ilhoon.

Yah, dia pernah menjadi pengecut yang bahkan tidak bisa melindungi Ilhoon. Yang bahkan tidak bisa melakukan apapun di saat-saat terakhirnya. Ilhoon pergi setelah mengorbankan nyawanya untuk melindunginya. Juga ibunya…

Menjadi pengecut hanya akan membuatnya kehilangan orang-orang yang berarti. Menjadi pengecut hanya akan membuatnya kehilangan Fobos dan Deimos.

Tidak. Tidak boleh lagi. Dia tidak mau menjadi kesepian lagi.

Kemarahan itu perlahan-lahan memuncak. Sehun mengangkat tangannya dan hembusan angin kencang seketika keluar. Menghempaskan batu-batu itu ke berbagai arah, sebagian bertabrakan dengan batang pohon dan hancur.

Hembusan angin itu perlahan-lahan membentuk pusaran. Di sekitarnya, pohon-pohon bergoyang nyaris tercabut dari tanah.

“Tuan bisa menghancurkan tempat ini. Aku mohon hentikan, Tuan.”pekik Fobos. Dia khawatir masalah akan bertambah semakin besar jika Sehun benar-benar menghancurkan hutan ini. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana amukan D.O setelah dia mengetahuinya.

Sehun menurunkan tangannya. Napasnya terengah. Tidak ada batu-batu terbang yang menyerang mereka lagi.

“Keluarlah. Sebelum aku membakar hutan ini.”desisnya.

Entah sedang bicara dengan siapa. Namun cahaya merah yang membentuk dua buah mata terlihat dari ujung kegelapan.

“Apa yang kau mau?”suara parau menggema di hutan itu.

“Aku ingin pergi ke Tartaros.”sahut Sehun.

“Kenapa kau melewati hutan ini?!” suara itu terdengar marah.

“Aku harus mencari perisai cermin dan helm kegelapan.”

“Apa kau lupa jika benda-benda itu adalah milik Tuanku Hades?!”

“Aku tau. Tapi aku harus meminjamnya untuk menghadapi Medusa.”

“Kau ingin mengambil benda-benda itu tanpa ijin Tuanku Hades, kau adalah penyusup!”

Bentakan itu membuat tempat itu berguncang beberapa saat dan detik berikutnya, makhluk-makhluk mengerikan keluar dari berbagai sudut.

“Itu Harpy!”teriak Fobos, ia mengangkat pedangnya menahan serangan Harpy. Makhluk bersayap berwajah manusia namun dan cengkraman seperti burung elang.

Di sisi lain, Deimos menahan serangan dari darat. Makhluk-makhluk berkepala banteng dan bertubuh manusia yang biasa di sebut Minotaur.

“Tuan, hati-hati.” Deimos memperingatkan Sehun. Ia menusuk salah satu Minotaur dengan pedangnya lalu menendang Minotaur lain yang berusaha menyerangnya.

Fobos mendorong Sehun mundur. Tangan kirinya mengangkat perisai, menangkis Harpy yang nyaris mencengkram mereka dengan cakarnya. Ia mengayunkan pedang, menebas salah satu Harpy.

Sehun tidak tinggal diam. Dia juga menarik pedangnya yang seketika mengeluarkan api di bagian sisi yang tajam.

‘Oema, ini adalah pertarungan pertamaku.’

***___***

 

Orion sudah sampai di Tartaros. Tapi kenapa Ragnarok belum juga terjadi?

Orion pasti sedang merencanakan sesuatu.

Kris, Suho, D.O dan Minos menunggangi kuda menuju padang Asphodel. Melewati rute yang Sehun lalui sebelumnya. Sudah cukup lama D.O tidakmengunjungi penjara ini. Terakhir kali dalam ingatannya adalah saat sebelum dia pergi ke bumi bersama yang lain.

Beberapa penjara tetap terlihat gelap dan terasa dingin. Bahkan obor-obor yang di gantung di batang pohon tidak membantu sama sekali. Maksudnya—untuk membuat tempatitu sedikit hangat. Karena dunia akhir memang selalu seperti ini. Dingin.

D..O tiba-tiba menghentikan kudanya saat ia melihat penjara bewarna biru yang ada di bagian paling ujung.

“Aku tidak pernah melihat penjara itu sebelumnya. Siapa dia?”tanya D.O pada Minos.

“Dia datang saat anda sedang berada di bumi, Tuan. Dia belum di adili.”

“Jadi dia masih bisa mengingat semuanya?”

Minos mengangguk, “Dia masih bisa mengingat semuanya, Tuan.”

“Darimana dia berasal?”

“Saya tidak tau, Tuan. Sejak dia datang, dia tidak pernah membuka mulutnya sama sekali.”

D.O melompat turun dari kudanya mendekati penjara itu.

“D.O apa itu penting? Kita harus pergi sekarang.”seru Kris tidak mengerti dengan apa yang sedang di lakukan D.O.

D.O tidak bereaksi. Dia tetap mendekati penjara itu. Di belakangnya, Minos mengikutinya sambil membawa obor. D.O menyentuh teralis besi yang langsung menghilang. Penjara itu kini tak lagi berpintu. Seseorang terlihat sedang meringkuk di sudut ruangan.

“Kau akan segera di adili dan—“ Namun ucapan D.O seketika terhenti saat pria itu mengangkat wajahnya. Matanya membulat lebar tak percaya. “Kau…”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

33 thoughts on “The Lords Of Legend (Chapter 28)

  1. Hikari berkata:

    siapa orang itu?? Ayah Sehun?? Ilhoon?? Ibu Sehun??
    sumpah pensaran banget…😣😣😣😣
    Si Pandora jadi cinta pertama Sehun Oh NO!!!!!😠😠😠Pandora jahat😬😬😬
    kenapa D.O Suho Dan Kris lama banget ngejar Sehun…
    padahal D.O penguasa tempat itu

    semoga next chap segera datang😊😊

  2. Hikari berkata:

    aku Berharap Itu Taeyon atau Ilhoon..
    semoga bisa menyadarkan Sehun Please please…

    Ahh Please Sehun kekuatannya Positif 😯😯😯😯

  3. oohshara berkata:

    ya ampun kenapa sehun mudah banget sich terpengaruh semoga dia cepat sadar dan kembali ke jalan yang benar, apakah seseorang yang ditemui DO adalah ilhon, itu juga pandoranya palsu atau gimana sich
    cepet di lanjut ya thor q tunggu lanjutannya
    hwaiting thor!!!!!!!
    sharakarunia05@gmail.com

  4. Puti hilma berkata:

    Aah kesel bgt sma pandora menghasut sehun!! 😠
    Itu yg di penjara biru Ilhoo kan?
    Penasaran bgt. Next chapter nya selalu ditunggu eonni.. Fighting!❤

  5. Anfa berkata:

    Akhirnya,. Bisa baca juga, setelah nunggu dri minggu y9 lalu, berkali2 buka wp cuma buat bca ff.a kakak.., 😀 tpi msih blum ad bru,. 😦 Dan begitu ada, gk peduli waktu,. Tengah malem nmu ff ini pun jadi lah.., langsung bca, saking penasarannya,. :p
    tuh kan sehun kekuatannya negatif,. Tambah negatif lgi gegara si pandora cantik,.:@;> knapa odin, zeus ma hades.a lama b9t s.,, gabisa y klo terbang aja, atau pke apalh gitu,. kn lbih cpet k sehunnya,. Kakaaaak aku greget cuma gegara ini,.:> dan y9 di penjara bru masih blum keungkp kn?? Knapa harus ad TBC lbih awal s,.?? Gk bsa k bwah lg y dkit biar keungkp dlu,.
    Next chap jan lma2 y kak,. Aku tunggu ceritanya y9 mkin jueder, mkin menarik, dan makin buat aku pensaran,. Fighting. :*;)

  6. belvastory berkata:

    iiiihhhh koookkk udah tbc lagi sih -3-
    hhhh sebel sebel
    sehun jangan terpengaruh dong….
    dewa yang lain ga ikut bantu? hmm kalo banyakan kan bagus, maksudnya ga bertiga doang gitu.
    ah sebel deh lagi seru kak -3-

  7. RAIN berkata:

    Aaa,sehun kenapa km malah jadi membenci merekaa,ayooo kembali ke jalan yang benar sehun! Dan yang di penjara itu siapa?? Karna ada kata2 pria itu berati cowokan? Apakah ilhoon? Atau ayahnya?? Penasaraann…
    Fast update dong authornim 😁

  8. AnisMaria berkata:

    Dan kenapa Sehun malah jatuh cinta sama Pandora? apa pandoranya palsu atau memang cewek itu juga sudah jadi pengikut Orion?

    nyesek deh baca sehun meluk tuh cewek 😭😭😭😭😭
    Dan kuharap yang ada di penjaga itu adalah Ilhoon..
    Aku nggak berharap Sehun bakal meneruskan perasaannya sama pandora 😔😔😔😔

  9. Hunho_Suho berkata:

    BERITA BURUKKKKK SEHUN!!! NOOO DIA TAK BOLEH JATUH CINTA SAMA CEWEK ITU, JADI CEWEK JANGAN HEBOH DEHH MESKIPUN ELU KOTAK PANDORA TAPI JANGAN NGASUT SEHUN NGAPA -, sehun plis dehh jgn terusin sisi negative mu itu baby 😭😭😭 kasihan suho sama kris kan udah nyiptain kamu sebegitu hebat tpi akhirnya kamu malah nyerang merekaa, itu cewek kotak pandora kok aneh yaa, katanya dia di ciptakan untuk jadi istri lay gak sii so brarti lay tau dong tengang kotak pandora juga klo suho dan kris yg ciptain pandora kenapa si pandora malah jelek jelekin mereka?? Whyy apakah itu bukan pandora apa cewek itu cuma muslihat si orion aja?? Oh god kakkk udah sampai sini masalah bukannya selesai malah makin banyak, D.O klo udah kelar hukum aja si sehun greget banget sumpah sama bocah ituuu nakal bangett, bebal bangett, keras kepala bangettt, dia gak menghargai chen yg seharusnya bunuh orion akhhhh tpii dia kyk gitu krna udah kehilangan org tercintanya, aku tau kehilangan itu gk enak tapiii sehun gk bisa suka hati gini dong, dia gk ngehargai dewa lain yg udh nyari diaaa, serius sebel tingkat apapun sama sehun tapi sayang juga sama sehun *Lah😂😂 itu pliss yg di penjara biru adalah sesuatu yg bisa menyadarkan sehun, ilhoon ataupun ayahnya tolong sehun butuh di rukiyah biar sadar dia kakkk 😂😂😂

  10. desi mulya berkata:

    Nugu nugu nugu… siapa kah pria itu??
    Thor aku yakin kok sehun gabakal nge bunuh para dewa. Karena sebenarnya di dalem hati dia tuh, dia udah nganggap bahwa mereka itu adalah keluarganya, dan mungkin aja dia nge lakuin ini buat ngecoh si pandora itu..
    Ehh so tau banget ya gue 😂😂
    hehee maklum yaa,, ditunggu kelanjutannya

    #fighting

  11. baekhLight94 berkata:

    Huaaaaa.. Sebel! Knp tiba tiba udh tbc?? Authornya semangat nulis yak^^ kali kali gitu buat yang special chapter yang puanjang banget biar lama ketemu sama si tbc..

    Yob! Fighthing!

  12. Oh Min Joo berkata:

    Ini ceritanya beda dri yg lama alias dibikin ulang atau masih sama? Maaf, gak baca, lgi mager hehe, readers lama comeback nih 😂 udh lama gal mampir ke sini lagi wkwkw

  13. Hesti andriani berkata:

    Sehun jangan terpengaruh sama pandora, pandora itu jahat. Cepatlah sadar sehun dan jangan sampai terpengaruh lagi. Aku yakin yang di dalam penjara itu ilhoon

  14. kimseoyunie berkata:

    Siapa..? Ilhoon atau taeyeon atau mungkin bapaknya sehun …?? Etdah…kok ceritanya malah makin panjang ama ruwet sih thor tapi ngapapa demi kesehatan bersama trus napa tuh sih sehun bebal amat …keras kepala amat yah salah odin ama zeus jga sih napa gak ditakar baik2 tuh sifatnya sih sehun jadi gtu kan …ini jga sehun tempramen amat sih…jga si pandora sok amat sih ngegunain kecantikannya dia buat ngegoda sehun udah tau orangnya mudah masih polos and mudah percaya jga ama orang …ampun gw jadi ngomel gak karuan kan sekarang …yah udah deh tetap lanjutin yah thor..semagattt….aku pada mu loh author……!!!

  15. Hanna berkata:

    Yg di penjara biru pasti Taeyeon kan..
    Emakny sehun..yg bisa nyadarin Sehun..pasti Taeyeon, emakny kan..
    Gak tau kenapa wkt baca ttg pandora kenapa malah kebayang Seohyun yah.. 😀
    D tunggu kelanjutannya thor..
    Fighting!!

  16. FarizkiT berkata:

    Dichapter 27 greget banget pdhal pas sehun ketemu pandora.. eh ternyata dia malah jahat…
    Berharap yg dipenjara itu ibu nya sehun alias taeyeon :”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s