The Lords Of Legend (Chapter 27)

The Lords of Legend

Tittle : The Lords of Legend

Author : Oh Mi Ja

Genre : Fantasy, Action, Friendship, Comedy

Cast : All member EXO

Erebos terbagi menjadi beberapa bagian, Tuan. Bagian pertama adalah Elisium, tempat bagi manusia yang sudah mati. Sebelum pergi kesana, kita harus melewati sungai Akheron terlebih dahulu dan meminta bantuan Kharon untuk mengantar kita. Tapi…” Fobos menghentikan penjelasannya dan menatap Sehun ragu.

“Tapi apa?”

“Kita harus membayar satu keping koin obolos padanya.”

“Lalu? Apa kita tidak memilikinya?”

Fobos menggeleng pelan, “Obolos adalah koin yang di miliki oleh manusia yang telah meninggal sementara anda adalah dewa yang kekal jadi anda tidak memilikinya.”

“Tapi aku adalah setengah manusia.”balas Sehun cepat.

“Tidak tuan. Ketika kotak Pandora itu terbuka dan membebaskan aura kedewaan, saat itu anda sudah menjadi dewa sepenuhnya.”

“Lalu bagaimana caranya agar—“

“Sesuatu terjadi.” Deimos berseru dari luar. Makhluk bertubuh tinggi besar dan memiliki wajah hampir seperti banteng itu menghentikan keretanya tiba-tiba membuat Sehun dan Fobos keluar dari kereta.

“Apa yang terjadi?”tanya Sehun. Mereka telah tiba di tepi sungai Akheron.

“Tuan, sepertinya kita tidak akan bisa pergi menuju Elisium.”lapor Deimos. Kemudian ia menoleh ke belakang, menatap sesuatu. Sehun dan Fobos mengikuti arah tatapannya dan mendapati sebuah jasad yangtelah tertusuk tombak di bagian dadanya tergeletak di atas bebatuan.

Seketika mata Fobos terbelalak lebar, “Itu… Kharon.”

Orion pasti telah membunuhnya karena dia juga tidak bisa melewati tempat ini tanpa koin obolos. “

Rahang Sehun mengeras. Orion benar-benar telah membuatnya kesal.

“Tuan, sepertinya Orion benar-benar pergi menuju Tartaros untuk membebaskan Jotun. Jika itu terjadi, Nidhogg akan menjadi semakin kuat dan semakin cepat memakan akar pohon kehidupan. Dan jika itu terjadi…” Deimos melanjutkan ucapannya dengan nada pelan. “…Ragnarok akan datang lebih cepat.”

Sehun menelan ludah. Dia memang dewa. Dia memang memiliki dua kekuatan. Tapi apa dia benar-benar sudah yakin bisa melewatinya? Selama ini dia menghabiskan hidupnya sebagai manusia. Bekerja, pergi ke sekolah dan melakukan hal-hal yang biasa di lakukan oleh manusia lainnya. Ini adalah pertama kalinya dia berada di tempat seperti ini dan ini adalah pertama kalinya dia akan berperang.

“Kita tetap harus menemukan Orion.”jawab Sehun pelan namun tegas. “Kita akan pergi dengan perahu itu.” Ia menunjuk sebuah perahu kayu bewarna hitam yang terdampar di tepi sungai.

Di ciptakan untuk melayani Ares, tidak ada yang bisa di lakukan oleh Fobos dan Deimos selain menjalankan perintah Ares walaupun mereka tau perbuatan mereka saat ini telah melewati batas.

Mereka mulai berlayar menuju Elisium. Di sepanjang perjalanan, Sehun terus mengedarkan pandangannya. Tempat ini bahkan tidak pernah ia bayangkan jika keberadaannya benar-benar ada sebelumnya. Dingin, sunyi dan menyeramkan. Tidak heran jika para dewa sangat takut masuk ke dalam tempat ini.

Sehun menjatuhkan diri di sisi depan perahu, sementara Fobos dan Deimos mendayung di belakangnya. “Berapa lama kita akan sampai di Tartaros?”

“Mungkin beberapa hari. Karena tartaros berada di paling bawah tempat ini, Tuan.”jawab Fobos.

“Jika aku menggunakan kekuatan anginku, kita bisa sampai lebih cepat, kan?” Sehun menoleh ke belakang. “Aku yakin D.O sedang mengejar kita sekarang jadi kita harus tiba lebih dulu di sana.” Kemudian pria itu mengangkat tangan kanannya, pusaran angin keluar dari sana menuju bagian belakang perahu yang kemudian mendorong perahu itu bergerak lebih cepat.

***___***

 

“Tuan, anda kembali.” Kerebos menundukkan kepalanya dalam-dalam saat D.O muncul.

“Siapa saja yang masuk ke tempat ini tanpa ijinku?”

“Orion dan Ares.”jawab Kerebos.

Tangan D.O mengepal di samping tubuh, berusaha menahan amarahnya yang semakin lama semakin menguap. Berjalan memasuki Erebos, tak lama ia tiba di tepi sungai Akheron dan mendapati jasad Kharon tergeletak disana.

D.O berjongkok di samping tubuh Kharon, “Kharon?” panggilnya pelan setelah melepaskan tombak di dadanya. “Kharon?”panggilnya lagi namun tidak ada sahutan apapun. Ia menelan ludah susah payah. Kharon adalah salah satu pengikutnya yang paling setia. Yang tidak pernah mengeluh saat dia di tugaskan untuk menjaga sungai Akheron. Tapi sekarang… dia sudah mati.

D.O menoleh ke belakang saat mendengar suara kuda memekik. Bukankah itu… kereta kuda milik Ares? Lalu ia berdiri, menatap kereta itu lekat-lekat untuk meyakinkan diri. Tidak salah lagi, kereta itu memang milik Ares.

“Brengsek.”

Tiba-tiba sebuah retakan tercipta dari pijakan kaki D.O, menjalar menuju sungai dan menimbulkan ledakan hebat disana. Seperti gempa bumi, tempat itu berguncang hebat. Guncangannya bahkan sampai ke Elisium dan membuat perahu Sehun yang sudah menepi menjadi terbalik lalu tenggelam. Fobos dan Deimos bahkan terjerembap ke belakang karena tak bisa menahan guncangan itu.

“Ini kemarahan dewa Hades!”pekik Fobos berusaha berdiri.

Sehun hanya diam. Menatap jauh kesana. D.O pasti marah karena seseorang telah masuk tanpa ijin ke dalam daerah kekuasaannya. Saat ini, dia pasti sedang mengejarnya dan entah apa yang akan terjadi nanti saat mereka bertemu.

Sehun menghela napas panjang, “Ayo.”ajaknya melanjutkan langkah.

Fobos dan Deimos saling pandang, keduanya ragu juga takut setelah melihat kemarahan dewa Hades yang mengerikan.

“Tuan, tapi kita telah menyalahi aturan.”seru Fobos mencoba memberitahu Sehun. “Kerebos memberitahuku jika kita tetap pergi ke Tartaros maka—“

“Kalian tidak akan mengerti apa yang sudah ku alami.” Sehun berbalik ke belakang, menatap Fobos dan Deimos lurus-lurus. “Kalian tidak akan pernah mengerti.”

“Tapi tuan—“

“Aku sudah bilang jika kalian ragu, kalian tidak perlu pergi bersamaku. Kembalilah ke Trakia.”

“Kami hanya mencoba memberitahu apa yang akan terjadi nantinya, Tuan.” Deimos menjelaskan pelan. “Tapi, jika Tuan tetap ingin pergi maka kami akan mengikuti Tuan. Kami tidak akan pernah pergi.”

Dada Sehun seperti telah mendapat pukulan keras setelah mendengar perkataan Deimos. Tidak pernah pergi? Mereka seperti Ilhoon dan Minhyuk yang juga tidak pernah pergi dari sisinya. Orang-orang yang bahkan rela mengorbankan apapun demi dirinya. Orang-orang yang paling mengerti. Orang-orang yang paling berharga. Cukup lama Sehun menatap Fobos dan Deimos dalam keterdiamannya. Tenggelam dalam kenangannya bersama dua orang sahabat berharga. Ilhoon sudah bahagia di dunia yang berbeda. Lalu bagaimana dengan Minhyuk? Terakhir kali dia bilang, dia akan menunggunya sampai dia kembali. Tapi… sampai kapan? Akankah dia kembali? Atau bahkan mungkinkah dia masih hidup setelah Ragnarok berakhir?

“Tuan.”panggil Deimos pelan. “Anda baik-baik saja?”

Sehun buru-buru berbalik dan menghusap matanya yang mulai berair, “Yah, aku baik-baik saja.” Lalu melanjutkan kembali langkahnya.

Fobos dan Deimos menjelaskan jika Elisium adalah tempat bagi orang-orang yang telah meninggal, Menurut kepercayaan Yunani kuno, Erebos adalah dunia bawah bagi roh-roh dan makhluk-makhluk yang sudah mati dan Elisium adalah tempat untuk manusia.

Mungkinkah ibunya dan Ilhoon berada di tempat ini?

Sehun langsung menepis pikirannya itu. Tidak mungkin. Itu bahkan terdengar konyol. Ibunya dan Ilhoon tidak mempercayai tentang hal-hal seperti itu. Mereka menyembah Tuhan dan sekarang mereka pasti telah berada di Surga. Sebuah tempat yang masih menjadi rahasia keberadaannya. Sebuah tempat yang tidak mungkin di jangkau walaupun Sehun adalah seorang dewa sekalipun.

“Siapa kalian?!” Tiba-tiba seseorang menjulurkan tombaknya kearah Sehun. Membuat Fobos dan Deimos langsung menarik pedang mereka juga dan berdiri di depan Sehun untuk melindunginya. “Kalian tidak di perbolehkan masuk ke dalam tempat ini. Apa yang sedang kalian lakukan?!” Seseorang yang berpakaian baju jirah lengkap itu berteriak dari balik topengnya.

“Aku mencari Orion.”jawab Sehun. “Aku ingin pergi ke Tartaros dan menangkapnya.”

“Siapa kau?!”

“Jaga bicaramu! Dia adalah dewa Ares, dewa Olympus!”bentak Fobos.

Orang itu seketika menarik tombaknya kembali dan membuka topengnya, “Dewa Ares?” lalu melirik kearah tanda hitam di pergelangan tangan Sehun. Detik itu juga dia langsung membungkuk sopan, “Maafkan saya, Tuan. Saya tidak tau jika anda sudah datang. Ini adalah sebuah kehormatan anda bisa datang kemari.” Setelah memberikan penghormatan, ia kembali berdiri –dengan kepala yang terus tertunduk- “Saya minos, penjaga Elisium.”

“Aku harus lewat dan menuju Tartaros. Aku sedang melakukan pengejaran terhadap Orion.”

Minos sedikit terkejut mendengarnya, “Maafkan saya, Tuan. Tapi yang bertugas untuk mengejar Orion adalah dewa Thor.”

“Aku tau.”balas Sehun cepat. “Tapi aku harus tetap menemukannya.”

“Biarkan kami lewat, kami harus menuju Tartaros secepat mungkin.”

Raut wajah Minos berubah ragu, ia terdiam selama beberapa saat sebelum berseru, “Untuk mencapai Tartaros bukanlah hal yang mudah tanpa dewa Hades.”ucapnya pelan. “Selama dewa Hades pergi ke Bumi untuk menemukan anda, banyak hal telah terjadi di dalam Erebos. Bahkan beberapa hari lalu terjadi peperangan di Elisium yang menyebabkan saudaraku Aiakos terluka, serta Rhadamanthus penjaga Padang Asphodel mati. Dewa Hades belum mengetahui tentang ini karena aku tidak bisa meninggalkan Elisium, aku takut sesuatu akan terjadi jika aku pergi jadi akuterus berjaga-jaga.”

“Siapa yang melakukannya?”

Minos terdiam sejenak, “Ini ulah Orion.”jawabnya pelan. “Aku, Aiakos dan Rhadamanthus telah berusaha untuk menghentikannya tapi dia sangat kuat. Kami kalah dalam perang dan bahkan dia nyaris membebaskan roh-roh manusia yang sudah meninggal yang ku kunci di tempat ini. Dia telah menyebabkan kekacauan besar.” Minos kembali menghela napas panjang dan melanjutkan ucapannya dengan nada memohon, “Aku dengar Tuan di ciptakan oleh dewa Odin dan dewa Zeus dengan kekuatan yang luar biasa. Tapi, telah terjadi kekacauan besar di dalam Erebos dan karena kematian Rhadamanthus, jiwa-jiwa yang terkunci di dalam Padang Asphodel telah bebas. Sebelum mencapai Tartaros, mungkin Tuan akan menemui beberapa perang. Jadi Tuan harus berhati-hati.”

Sehun menelan ludah. Di bandingkan Kerebos, Minos jauh lebih ramah dan sopan. Dia menjelaskan segalanya dengan nada hati-hati dan penuh hormat. Membuatnya sedikit iba dengan pria tinggi berbaju jirah hitam itu.

“Pergilah ke Olympus dan beritahu D.O tentang kekacauan ini.”seru Sehun.

Minos menggeleng pelan, “Aku tidak bisa, Tuan.”jawabnya. “Dewa Hades telah menugaskanku untuk menjaga tempat ini jadi aku harus menjaganya. Jika aku pergi, aku takut sesuatu akan terjadi. Saat ini yang bisa ku lakukan hanyalah menunggu dewa Hades hingga dia datang.”

Sehun mengulurkan tangan, sudah akan menepuk pundak Minos namun Minos langsung mundur ke belakang. Menyadari jika yang dia lakukan adalah perbuatan yang tidak sopan, ia langsung berlutut minta maaf di depan Sehun.

“Maafkan saya, Tuan. Tapi saya tidak pantas di sentuh oleh seorang Dewa. Saya adalah penjaga dunia bawah dan tubuh saya di penuhi dengan dosa-dosa roh-roh manusia. Tuan tidak boleh menyentuh saya.”

“Apa yang sedang kau katakan? Berdirilah.”suruh Sehun. “Ayo berdri.” Minos yang awalnya ragu lalu berdiri menghadap Sehun. “Walaupun aku adalah dewa tapi mulai sekarang, kau adalah temanku.”

“Teman?” Minos menatap Sehun bingung.

“Iya teman.” Angguk Sehun. “Kau tidak pernah mendengar kata itu?” Minos menggeleng. Sehun hanya bisa menghela napas panjang, “Sudahlah. Jika nanti kita bertemu lagi, aku akan menjelaskan padamu. Sekarang aku tidak punya waktu. Aku harus pergi.”

***___***

 

“Berhenti disana! Kau bisa merusak taman!” Chanyeol menghadang D.O yang ingin masuk ke dalam taman, tempat pohon kehidupan tumbuh. Karena sepanjang kakinya melangkah, retakan tercipta di tanah yang ia pijak. “Tenangkan dirimu dulu.”

“Mana Zeus dan Odin? Aku harus bertemu mereka!”

Chanyeol yang menyadari kemarahan D.O langsung berlari menuju istana utama Olympus. Disana, Odin, Zeus dan dewa-dewa lain sedang berkumpul. Selain untuk membicarakan Ragnarok, mereka juga masih harus menjaga Kai yang belum sepenuhnya sembuh.

Chanyeol menerobos masuk membuat seluruh dewa langsung menoleh ke belakang, “Ada apa? Kenapa kau terlihat sangat panik?”tanya Baekhyun.

“Ini gawat! Odin! Zeus! Ini gawat!”

“Loki, ada apa? Tenang dulu.”seru Suho menghampiri Chanyeol dan menghusap pundaknya.

“Odin, di luar… Hades sedang marah! Marah besar!” Ia mengatakan itu dengan ekspresi panik. “Tanahnya retak. Dia sangat marah!”

“Pasti terjadi sesuatu.” Sayap Zeus terbuka lebar, meninggalkan istana dengan mengepakkan sayapnya. Ia mendarat tepat di depan dewa kematian itu, menatap wajah penuh amarahnya. “Ada apa?”

D.O membalas tatapan Kris dengan tatapan tajam. Rahangnya mengeras. “Si brengsek itu…” ia menggertakkan gigi. “Dia membunuh Kharon.”

“Siapa yang kau maksud?”

“Ares!” tegas D.O. “DIA MEMBUNUH KHARON!!” Sebuah guncangan terjadi menciptakan retakan lain yang berhasil menumbangkan sebuah pohon.

“Hades, tenanglah.”

“Hey ada apa?” Suho muncul dan langsung mencekal kedua bahu D.O. “Apa yang terjadi? Kenapa kau marah?”

“Itu pasti tidak benar, D.O. Ares tidak mungkin membunuh Kharon.”

“Ares membunuh Kharon?!” Tak hanya Suho namun dewa yang lain ikut terperangah.

“Kau bercanda?! Tidak mungkin!”pekik Lay tak percaya.

“Lay benar, pasti bukan dia.”tambah Zeus.

“Jadi kalian tidak mempercayaiku? Aku melihat keretanya berada di tepi sungai. Kharon pasti berusaha untuk menghentikannya dan si brengsek itu membunuhnya!”

“Bukan tidak mempercayaimu tapi—“

“Kalian lupa? Kekuatannya negatif!”

Ucapannya seketika membuat Kris dan Suho tidak bisa berbicara lagi. Nyatanya fakta itu memang sudah jelas dan tidak bisa di pungkiri. Kekuatan Sehun negatif dan sudah bisa di pastikan jika kebencian yang ada di dalam dirinyalah yang menang. Tidak akan ada yang bisa mengendalikannya dan sewaktu-waktu, saat sesuatu kembali membuatnya marah, dia akan semakin tidak terkendali.

“Aku akan pergi ke Tartaros!”

Kris langsung menahan lengan D.O, “Apa yang akan kau lakukan? Jika kau pergike Tartaros, akan terjadi peperangan lain.”

D.O menepis cekalan Kris dan menatapnya tajam, “Aku harus membalaskan dendam Kharon!”

“D.O, mungkin kau hanya salah paham. Aku tau kekuatannya negatif tapi bagaimana jika bukan Ares yang melakukannya? Bagaimana jika Orion? Kau lupa? Orion telah bebas dan dia adalah penyebab semua kekacauan ini.”sahut Luhan ikut mencoba untuk menenangkan D.O.

“Luhan benar,Hades. Itu pasti perbuatan Orion.” Tao juga bersuara.

“Jika kau ingin pergi ke Erebos, aku akan menemanimu. Kita cari Ares bersama.” Suho menepuk pundak D.O lembut. “

Kris menghela napas panjang lalu menoleh ke belakang, menatap dewa-dewa lain, “Aku dan Suho akan pergi menemani D.O. Xiumin, kau jaga Olympus dan yang lain.”

Xiumin mengangguk, “Baiklah. Jika terjadi sesuatu, cepat kirim schesi padaku.”

D.O tidak memiliki kemampuan pengendalian diri yang baik. Dalam arti dia mudah marah dan jika sudah marah, terkadang dia buta. Karena itu Suho dan Kris memutuskan untuk menemaninya mencari Sehun. Dan diantara dewa yang lain, hanya Suho dan Kris yang memiliki pertahanan diri yang cukup baik. Lagipula ini bukan pertama kalinya mereka pergi ke Erebos.

***___***

 

Sehun,Fobos dan Deimos memasuki sebuah hutan yang dipenuhi pohon-pohon besar yang tumbuh berdekatan, membuat tempat itu terasa sangat gelap dan dingin. Rumah-rumah kecil berbentuk kubus berjejer di kanan dan kirinya, terlihat seperti penjara karena tidak ada pintu namun teralis besi yang berjarak sangat rapat. Pencahayaannya hanya berasal dari obor yang di gantung di batang-batang pohon.

“Tempat apa ini?”tanya Sehun.

“Sepertinya ini adalah penjara bagi roh manusia, Tuan.”

Sehun menatap Fobos dengan tatapan terkejut sekaligus bingung. Bahkan penjara itu lebih kecil dari kios bunganya. Bagaimana mungkin mereka bisa tinggal dengan nyaman disana?

Sehun mendekati salah satu penjara. Dengan tangan kiri yang terangkat, gumpalan api keluar dari tangannya sebagai penerangan. Di belakangnya, Fobos dan Deimos bersiap. Tangan mereka memegang ujung pedang, bersiap menarik benda itu jika terjadi penyerangan.

“Tuan!” Tiba-tiba seseorang muncul membuat Sehun langsung termundur ke belakang. Setengah wajahnya hancur karena luka bakar hingga dia hanya bisa melihat dengan satu mata. Nyaris sekujur tubuhnya di penuhi darah seperti dia telah mendapatkan penyiksaan. Pria itu mencengkram teralis besi sambil memohon ampunan, “Tolong keluarkan aku, Tuan. Aku bisa merasakan jika sebentar lagi Ragnarok akan datang. Jika Jotun bebas, mereka akan melenyapkan kami. Tolong kami Tuan.”

Sehun langsung mematikan api di tangannya. Buru-buru meninggalkan penjara itu karena tidak tahan melihat wujudnya. Sangat menyeramkan.

“Sebaiknya kita cepat meninggalkan tempat ini, Tuan. Karena seluruh roh yang ada disini adalah tanggung jawab dewa Hades.”

Sehun mengangguk. Masih dengan kegugupannya, ia melanjutkan langkah. Perlahan, cahaya terlihat menembus sela-sela pepohonan. Dan semakin lama, rumah penjara semakin terlihat lebih baik. Kali ini lebih besar dan lebih rapi juga tidak menyeramkan seperti sebelumnya.

LangkahSehun tiba-tiba terhenti di depan salah satu penjara bewarna biru. Ia menoleh dan mencoba melihat ke dalam sana menembus kegelapan. Tangan kanannya naik keatas, mencengkram dadanya. Ia bisa merasakan jika jantungnya berdetak lebih cepat. Seluruh sarafnya seperti tersengat listrik karena penjara biru itu. Sebenarnya, siapa yang ada di dalam sana?

Tanpa sadar Sehun melangkahkan kakinya. Perlahan-lahan mendekati penjara itu. Namun, sebelum sempat tangan kirinya mengeluarkan api, suara Fobos sudah lebih dulu terdengar.

“Tuan, kita harus pergi.”

Sehun menurunkan kembali tangannya dan berbalik ke belakang. “Ayo.” Fobos benar, dia tidak boleh membuang banyak waktu lagi.

Namun, dia tidak pernah tau jika dia telah melewatkan ‘seseorang’. ‘Seseorang’ yang mungkin bisa menyadarkannya.

***___***

 

“Senjata Ares adalah pedang bukan tombak. Walaupun keretanya ada disini tapi kita tidak bisa menuduhnya membunuh Kharon.”seru Suho setelah ia memeriksa kondisi Kharon yang sudah kaku.

“Kau masih membelanya?!”seru D.O kesal.

“Aku hanya mencoba berpikiran positif.”balas Suho tersenyum lembut. “Sekarang sebaiknya kita pergi ke Elisium untuk memeriksa situasinya.” Pria itu melompat keatas kudanya dan menuntunnya ke tepi sungai. Berhenti sejenak, ia memejamkan kedua matanya dan sungai perlahan-lahan menjadi surut. Seakan seluruh airnya terserap ke dalam tanah hingga habis dan tak tersisa. Menyisahkan tanah yang menjadi dasar sungai sebagai alas untuk kuda-kuda mereka yang ingin lewat.

Kuda Suho berjalan lebih dulu dan di belakangnya kuda Kris dan D.O mengikuti. Perahu-perahu yang dulu tenggelam terlihat berserakan di kanan dan kiri. Biasanya, perahu yang tenggelam itu adalah milik roh-roh manusia yang memaksakan diri untuk lewat namun tidak memiliki koin obolos sehingga Kharon membuat sungai Akheron berguncang dan menenggelamkan mereka.

***___***

 

“Tuan, sebentar lagi kita akan sampai di Padang Asphodel. Hanya untuk berjaga-jaga, sebaiknya kita bersiap.” Deimos memperingatkan. Sehun mengangguk, tangannya mulai bergerak dan bersiap untuk menarik pedang.

Dari kejauhan, terlihat sebuah gerbang bewarna hitam legam yang menjadi penghubung antara Elisium dan Padang Asphodel. Setelah mereka melewati gerbang itu, mereka akan tiba di Padang Asphodel. Tempat yang tidak memiliki penjaga karena Orion telah membunuh Rhadamanthus. Jadi artinya, semua jiwa yang terkunci telah bebas.

Fobos dan Deimos berjalan di depan Sehun dengan pedang yang telah siap di tangan mereka. Dan ketika pintu gerbang itu terbuka, pandangan mereka seketika sibuk menyapu keadaan sekitar. Jika Elisium adalah tempat yang cukup menyeramkan, padang Asphodel adalah padang rumput yang sangat luas seakan tidak memiliki akhir.

“Siapa kalian?” Ketika suara terdengar, Fobos langsung menjulurkan pedangnya. Ujungnya nyaris merobek kulit leher seorang gadis yang bertanya tadi.

Sehun menoleh dan detik itu juga terpesona. Gadis itu sangat cantik. Sangaaaaat cantik hingga ia rasa gadis itu tidaklah nyata. Cahaya kemilauan terpancar dari wajahnya. Rambutnya terurai panjang dan dia memakai pakaian seperti seorang putri jaman romawi kuno.

Sehun memerintahkan Fobos untuk menurunkan pedangnyakarena gadis itu terlihat sangat ketakutan.

“Aku Ares.” Sehun memperkenalkan diri. “Dan kau?”

Setelah mendengar nama itu, gadis itu sontak melebarkan matanya, “Ares?!”serunya tak percaya. “Kau sungguh dewa Ares?!”

Sehun mengangguk, “Kau mengenalku?”

Dengan senyum merekah, gadis itu mendekati Sehun, “Aku adalah sebagian dari dirimu.”

“Maksudmu?”

“Aku Pandora.”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

22 thoughts on “The Lords Of Legend (Chapter 27)

  1. Anfa berkata:

    ”seseorang” yang bisa menyadarkannya,.?? Siapa??
    Sebagian dari dri sehun (pandora) mksdnya apa?? Sbnernya sekarang sehun kekuatannya positif apa negatif?? Kakaaaak ceritanya seru + menarik tpi aku.a bingung,. Masih belum faham sma keadaanya. :/ next chap aku tunggu,. jangan lama2 yha kak,. 🙂

  2. RAIN berkata:

    Wah, daebak sekali, baca part ini kayak ikut ada disana,suka sama cara author menceritakan alurnya.. next ditunggu, jangan lama2 authornim

  3. Hikari berkata:

    Apa benar dia Pandora atau hanya sebuah tipuan lewat ilusi gadis cantik?? Astga semakin menegangkan!!!!!!😣😣😣😣

    Jinjja!!! Apa yang akan terjadi?? Arwah bernuansa baik itu Taeyon kan?? Atau Ilhoon?? Semoga Sehun cpt Sadar…D.O Suho dan Kris cepatlah datang…😯😯

    Sehun sadarlah😢😢😢😢

    Ngak sabar nggu kelanjutannya😊😊😊

  4. oohshara berkata:

    aku lupa udah pernah komen disini pa blm,,klo belom maaf baru komen di chapter ini dan juga salam kenal sebagai reader baru,,
    saat baca ff ini berasa baca cerita zaman yunani beneran, imajinasi author keren,
    itu si bang DO nya salah faham ya!!!!
    si chadel g’ mungkin sampek segitunya juga kali,,pengen ngeliat kebersaam mereka saat kumpul” bareng
    ditunggu lanjutannya thor

    @sharakarunia05@gmail.com

  5. Hunho_Suho berkata:

    Itu yg di penjara kemungkinan ada 3, ilhoon, taeyeon sama leeteuk, weuhhh d.o suudzon ae sama sehun meskipun kekuatan nya negatif tpi gk mungkin la dia bunuh pengikut setianya d.o, greget banget serius sehun bebal banget yak kuat banget iman nya -, itu pandora nya agak cecan😂😂 jgn bilang sehun berjodoh sama setengah dri dirinya

  6. Yati berkata:

    yg dipenjara biru itu siapa?? Ilhon atau ibunya…??

    itu beneran pandora? jangn” cuma ilusi lagi…
    ditunggu next chpnya okee👍👍👍👍

  7. baekhLight berkata:

    Daebak,, kalo di inget inget lagi alurnya serasa lagi nonton film fantasy!!
    KEREN. Nextnya please jagan lama lama ya.

    Ditunggu.

  8. baekhLight94 berkata:

    Daebak,, kalo di inget inget lagi alurnya serasa lagi nonton film fantasy!!
    KEREN. Nextnya please jagan lama lama ya.

    Ditunggu.

  9. Jung Han Ni berkata:

    penasaran banget sama “seseorang” yg mungkin bisa menyadarkan sehun..
    sempet berkaca2 pas di bagian sehun inget minhyuk sama ilhoon tadi, sedih 😥 sehun bisa ketemu minhyuk lagi ga ya nanti? semoga bisa, suka banget sama persahabatan mereka
    keep writing n hwaiting eonni!

  10. ajengmukti berkata:

    Pandora.?jangan bilang klo nanti sehun jatuh cinta sama dia…..uhhh hanya author yang tau, asli ini keren banget penasaran dapet inspirasi nulis nya darimana,apa jangan jangan dari ketampanan sehun yg gk pernah selow ?hahahaha plis lanjut nulis ya author-nim

  11. kimkaisoo13 berkata:

    duh sehun nyeselin , nunggu yg lain dong dewa ares kmu terlalu gegabah… kak kerennnn bangetttt ceritanya makin seruu,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s