FF EXO : AUTUMN CHAPTER 28

autumn

Author  :  Oh Mi Ja

Cast :  Leeteuk SJ as Park Jungsoo

Luhan EXO as Park Luhan

Kai EXO as Park Jongin

Sehun EXO as Park Sehun

Support Cast      : Kris EXO as jaksa

Suho EXO as Pastor

Taemin Shinee as Lee Taemin

JR JJ Project as Park Jin Young

Jonghyun CN Blue as Lee Jonghyun

Genre                   : Brothership, Family,  Friendship, little sad

“Hyung, kau serius?” Sehun langsung menghubungi managernya setelah ia membaca berita di Naver. “Mereka sungguh-sungguh akan melakukannya untukku?”

“Tentu saja. Kami akan melakukan apapun untuk melindungimu.”balas Manager Park di sebrang panggilan. “Aku sudah menjelaskan semuanya pada CEO dan meyakinkannya jika sesuatu yang kau ceritakan padaku waktu itu adalah kebenaran. Dia setuju untuk membantumu melawan orang-orang itu.”

Sehun tersenyum lebar, “Hyung, terima kasih. Sangat sangat terima kasih. Aku berjanji akan membelikanmu makanan enak lain waktu.”

“Aku mau daging Hanwoo premium.” Manager Park berseru cepat.

“Apapun itu.” Sehun mengangguk senang. “Aku akan membelikanmu apapun.”

“Bagaimana?” Jongin dan Jinyoung langsung bertanya begitu Sehun mematikan sambungan teleponnya. “Apa yang terjadi?”

Masih dengan senyum yang mengembang lebar, Sehun berbalik menatap kakak dan sahabatnya itu, “Mereka akan membantuku, hyung!”

***___***

 

Luhan tersenyum lebar ketika melihat Choi Sungwoo, teman yang dulunya berada di jurusan hukum sepertinya.

“Kau sudah menunggu lama? Maafkan aku, tadi ada urusan yang harus ku selesaikan.”

“Aku tau kau pasti sangat sibuk. Maaf karena aku sudah mengganggumu waktumu.”

Sungwoo tertawa, “Kenapa kau bicara seperti itu? Kau tidak pernah mengganggu. Justru akulah yang selalu mengganggumu dulu. Jika bukan karena kau, mungkin aku tidak akan lulus.”

Luhan ikut tertawa, “Itu tidak benar. Nyatanya kau bisa lulus dan bahkan telah menjadi jaksa sekarang.”

“Sudah ku bilang ini berkat kau.”ulangnya lagi. “Ngomong-ngomong, ku dengar kau mengajukan permohonan sidang ulang kasus ayahmu. Aku turut berduka Luhan. Aku tidak pernah tau jika kau memiliki masalah seperti ini.”

Luhan tersenyum, “Aku memang tidak pernah menceritakannya tapi sekarang kasusnya telah berkembang luas karena adikku.”

“Ku dengar kau mengincar CEO Hansan Group yang sekarang, Shin Donghee. Apa itu benar?”

Luhan menyeruput kopinya lebih dulu sebelum mengangguk, “Karena itu aku butuh bantuanmu.”

Kening Sungwoo berkerut, “Bantuan apa? Katakan saja, aku pasti membantumu.”

“Ayahku meninggal karena kecelakaan mobil empat tahun lalu. Saat itu, dia sedang dalam perjalanan mengambil dokumen yang bisa membuktikan jika dia tidak bersalah namun tiba-tiba seseorang menabraknya hingga menyebabkan pendarahaan hebat. Setelah itu, bukti menghilang dan mobil yang menabrak ayahku juga tidak di temukan. Pengadilan menganggap kasus ini sebagai kasus tabrak lari dan menutupnya begitu saja. Ku dengar kau memiliki kerabat yang bekerja di pemerintahan, aku butuh bantuanmu untuk menemukan rekaman CCTV yang merekam kejadian itu.”

“Tapi, bukankah akan sedikit sulit? Menemukan rekaman CCTV atas kejadian empat tahun lalu akan memakan waktu lama.”

“Aku tau. Karena itu aku butuh bantuanmu.” Luhan terdiam sesaat. “Aku mohon Sungwoo. Tolong bantu aku.”

Sungwoo menatap Luhan dalam diam selama beberapa saat sebelum akhirnya ia menghela napas panjang, “Aku sudah bilang aku akan membantumu. Aku pasti akan melakukannya. Kau tunggu saja, aku pasti akan menghubungimu secepatnya.”

Luhan tersenyum lebar, “Terima kasih Sungwoo. Aku sungguh-sungguh berterima kasih.”

“Aku akan membantumu, Luhan. Karena aku mempercayaimu.”

***___***

 

Selamat pagi, kami adalah HB Entertainment.

 

Kami ingin minta maaf atas segala sesuatu yang telah terjadi dan melibatkan salah satu artis kami, Park Sehun. Kami membenarkan adanya kejadian pemukulan itu dan sekarang hukum sedang memprosesnya.Kami ingin minta maaf yang sebesar-besarnya pada semua fans dan orang-orang yang terluka akibat kejadian ini. Terutama untuk Tuan Shin Dongho. Kami berjanji akan bertanggung jawab atas semua kerugian yang telah menimpanya. Di masa depan, kami berjanji akan lebih berhati-hati dan melakukan yang terbaik untuk semua orang yang telah memberikan kami banyak cinta.

Terima kasih.

 

Sehun langsung mendengus membaca pernyataan resmi yang di keluarkan oleh agensinya itu, “Apa ini tulisan Bada hyung? Kenapa berlebihan sekali?”cibirnya. Lalu ia membuka artikel yang lain.

 

Atas semua rumor-rumor jahat yang berkembang semakin pesat, kami akan mengambil jalur hukum untuk orang-orang yang sengaja menyebarkan rumor palsu terkait masa lalu dan kehidupan pribadi artis kami. Kami sudah memiliki beberapa bukti dan akan terus mengumpulkan bukti-bukti lain.

Terima kasih.

 

Kali ini sebuah senyum tercipta di bibir Sehun, “Kalian semua pasti akan mati.”serunya lalu melempar ponselnya ke sisi ranjang tidurnya. Sudah akan bergegas untuk tidur namun tiba-tiba Jongin membuka pintu kamarnya.

“Kau mau tidur?”

Sehun mengangguk, “Kenapa hyung?”

“Kau akan jadi babi jika tidur terus.”seru Jongin yang langsung membuat Sehun mendengus kesal. “Bangunlah. Ada seseorang yang mencarimu.”

“Jika itu Jinyoung, suruh saja dia pulang. Aku ingin tidur siang.”

“Bukan tapi orang lain. Aku yakin kau akan senang bertemu dengan orang ini.”

Sehun langsung mengibaskan selimutnya dan mengerutkan kening, “Huh?”

“Pastor Kim?” Anak laki-laki itu langsung berlari menuruni anak tangga begitu melihat sosok Suho yang sudah duduk di sofa ruang tamu. “Bagaimana pastor bisa tau rumahku?”

“Jinyoung yang memberitahuku.” kata Suho. “Aku datang setelah aku mendengar berita tentangmu. Apa yang terjadi? Kau benar-benar memukul seseorang?”

Sehun langsung meringis dan menggaruk tengkuk belakangnya kikuk.

“Dia hampir mirip seperti gangster kan pastor?” Jongin muncul sambil membawa nampan berisi minuman.

“Hyung, kan sudah ku jelaskan waktu itu. Alasanku memukulnya karena—“

“Iya. Iya. Aku hanya bercanda.”

Melihat tingkah keduanya, Suho terkekeh geli. Lalu mengalihkan tatapannya pada Sehun, “Kau baik-baik saja?”

“Aku baik-baik saja, Pastor. Hanya membutuhkan sedikit waktu untuk mengembalikan kepercayaan masayarakat lagi.”

“Aku senang mendengarnya.” Suho tersenyum. “Oh ya, ku dengar kasus ayahmu akan di buka kembali. Benarkah?”

Sehun mengangguk,”Iya. Luhan hyung berhasil mendapatkan persetujuan pengadilan. Sidang perdana akan di gelar secepatnya.”

Suho kembali tersenyum menatap dua kakak-beradik itu, “Saat ini, Tuhan sedang mengulurkan tangan-Nya pada kalian. Aku harap kebenaran akan segera terungkap. Aku akan selalu berdoa untuk kalian.”

***___***

 

Jongin melompat turun dari mobil lalu segera mengetatkan jaketnya karena angin kencang langsung menyerangnya. Bersama dengan Jonghyun, dua pria itu berlari memasuki kantor sederhana milik Luhan dengan dua buah kantong plastik di tangan mereka.

“Jongin? Jonghyun?” Nyonya Anne langsung memberikan pelukan hangat untuk keduanya. “Kalian datang?”

Mendengar itu, Luhan langsung keluar dari ruangannya, ”Kalian?”

“Kami datang untuk mengajak kalian minum kopi.” Jongin mengangkat bungkus plastik di tangannya.

“Kami juga membeli ddokbukkie. Ayo makan dulu.”

Mereka berempat berpindah ke kursi yang di sediakan untuk menerima tamu. Ddokbukkie pedas dan kopi hangat sangat cocok dengan cuaca dingin malam itu.

“Mana Sehun? Kenapa dia tidak ikut?”tanya Luhan.

“Dia dan pastor Kim pergi ke gereja setelah itu dia bilang dia akan mampir ke rumah Jinyoung.”

“Pastor Kim datang?”

“Iya. Dia mengkhawatirkan Sehun setelah menonton berita. Dia juga mengatakan jika dia akan selalu berdoa agar hyung bisa memenangkan kasus appa.”

“Benarkah?” Senyum Luhan mengembang lebar. “Aku akan menghubunginya nanti.”

“Aku rasa kalian harus sesekali menjenguk pastor Kim dan pergi ke gereja. Sudah lama sekali kalian tidak bertemu.”sahut Jinyoung.

Luhan mengangguk, “Aku akan pergi kesana nanti.”

 

Kita kembali ke berita utama. Pemukulan yang di lakukan oleh Park Sehun atas Shin Dongho, anak dari CEO Hansan Grup menimbulkan drama baru. Setelah menuntut Park Sehun atas kekerasan terhadap anak kandungnya, kini kakak tertua dari Park Sehun alias anak pertama dari mantan CEO Hansan Grup, Park Jungsoo justru menyerang balik pengusaha itu dengan tuntuan atas fitnah yang berujung kematian. Anak sulung Park Jungsoo yang merupakan seorang pengacara muda di ketahui mengajukan permohonan sidang ulang atas kasus korupsi yang menimpa Park Jungsoo empat tahun lalu. Sebuah sumber menyebutkan jika Park Luhan memiliki bukti-bukti yang dapat membuktikan jika ayahnya tidak bersalah dan berniat menyerang balik Shin Donghee. Berikut komentar dari pengacara Hansan Group, Jung Do Il.

“Semua itu tidak benar. Dia melakukan ini untuk mengalihkan kasus adik bungsunya. Karena adiknya adalah seorang idol jadi dia melakukan ini untuk mendapat perhatian publik.Kita lihat saja nanti. Kita akan bertemu di pengadilan.”

 

“Apa kau begitu menyedihkan? Kau bahkan mencari perhatian publik. Haruskah aku memberikanmu perhatian setiap hari?”seru Jonghyun membuat Jongin dan nyonya Anne tertawa geli.

“Hyung, apa kami kurang memperhatikanmu?” Jongin ikut menggoda.

Luhan mendengus kesal lalu mematikan televisi, “Kita lihat saja nanti siapa yang akan menang. Jika saat ujian aku hanya mengeluarkan 50% kemampuanku, kali ini aku akan mengeluarkan 100% dan membuatnya tidak berkutik sama sekali.”

Jongin tersenyum lebar mendengarnya. Ia mengangkat gelas kopinya, “Luhan hyung, kau pasti berhasil. Appa pasti membantumu. Bersulang!”

Jonghyun berdecak, “Harusnya kita beli soju.” Namun ikut mengangkat gelasnya keatas.

“Bersulang!”

***___***

 

Aku akan menunggumu di gerbang. Cepatlah datang.

 

Sehun hanya bisa menghela napas panjang begitu membaca pesan dari Jinyoung. Dia sudah mengatakan dia tidak akan pergi ke sekolah untuk beberapa saat tapi pria itu terus memaksanya. Bahkan mengancam jika dia juga tidak akan datang ke sekolah.

“Kau yakin akan pergi?”Luhan memberikan segelas susu hangat untuknya.

“Jika tidak dia akan membolos juga.”decak Sehun kesal.

Luhan tertawa, “Dasar anak itu.” Kemudian mengalihkan tatapannya pada Jongin. “Kau juga mau pergi?”

Jongin mengangguk, “Aku harus latihan untuk pertandingan minggu depan.”

Sehun terkejut dan langsung memajukan tubuhnya kearah Jongin, “Bukankah hyung sedang di istirahatkan?”

“Jonghyun hyung mengancam pelatih jika aku tidak bermain dalam pertandingan nanti, dia akan mengundurkan diri sebagai kapten.”

“Sungguh?!”

“Kau tau kan jika aku adalah striker terbaik? Aku selalu bisa mencetak angka dari semua assist Jonghyun hyung.” Jongin berseru membanggakan dirinya sendiri. Sehun hanya mendengus.

Luhan terkekeh melihat keduanya, “Aku juga harus pergi karena aku memiliki sidang jam 10 nanti.”

Jongin menatap kakak sulungnya itu khawatir, “Hyung, akhir-akhir ini hyung terlihat sangat sibuk. Jangan makan makanan cepat saji.”

“Aku tau. Nyonya Anne selalu mengomeliku tentang hal itu jadi kau tidak perlu khawatir.” Balas Luhan. “Kalau begitu, Sehun ayo pergi. Kau bisa terlambat.”

 

“Jangan melakukan hal yang tidak-tidak. Jika ada seseorang yang mengejekmu, kau harus diam saja, mengerti?”

“Aku tau. Aku pergi dulu.”

Sehun melompat keluar mobil dan menghampiri Jinyoung yang memang sedang menunggunya di gerbang. Begitu melihat Sehun datang, Jinyoung langsung menarik punggungnya dari tembok.

“Kau ini lama sekali! Aku sudah menunggumu selama setengah jam!”omelnya.

“Memangnya aku yang menyuruhmu? Itu kan kemauanmu sendiri.”balas Sehun cuek sambil berjalan masuk.

“Setidaknya kau harus datang lebih pagi.”

“Aaah kenapa kau cerewet sekali?! Menyebalkan.” Sehun mempercepat langkahnya, meninggalkan Jinyoung di belakang.

“Ya! Park Sehun!”

Keduanya berjalan di koridor menuju kelas mereka. Sepanjang perjalanan Sehun sadar betul jika seluruh pasang mata langsung mengikuti langkahnya. Beberapa murid bahkan dengan terang-terangan menghujatnya. Mengatakan jika dia adalah seorang anak koruptor yang tidak tau malu. Dia bahkan masih berani datang ke sekolah.

Dan ketika ia sampai di kelas,seketika kelas yang awalnya berisik menjadi sunyi senyap. Seluruh murid langsung berdecak malas begitu melihat siapa yang muncul di ambang pintu mereka.

Jinyoung merangkul pundak Sehun, “Ayo.”ajaknya lalu keduanya berjalan menuju bangku mereka bersama.

“Ya, Park Jinyoung. Suruh dia pindah! Aku tidak mau duduk di depannya.” Murid perempuan yang duduk di depan Sehun menoleh ke belakang dan menatap Jinyoung gusar.

“Kenapa? Bukankah awalnya kau sangat senang dia duduk di sini?”

“Sekarang aku membencinya. Aku bahkan tidak mau melihatnya lagi.”

“Kalau begitu kau saja yang pindah.”balas Jinyoung mulai kesal. “Kau bahkan bisa pindah ke sekolah lain jika kau tidak mau melihatnya lagi.”

“Ya Park Jinyoung!”ketus murid perempuan itu. “Apa kau membelanya karena dia adalah temanmu? Kau lupa jika kau adalah ketua kelas kami?”

“Sebagai ketua kelas seharusnya kau tidak membelanya.”sahut murid lain.

“Dia membuat malu nama sekolah. Aku sial sekali karena berada di kelas yang sama dengannya.”

Di tempatnya Dongho tersenyum melihat pertengkaran itu. Semua orang berdiri di pihaknya sekarang.

“Lihat Dongho, dia jadi seperti itu karena dia.”

Rahang Jinyoung mengatup keras, di tatapnya satu-persatu murid yang melakukan protes itu, “Justru karena aku adalah ketua kelas aku harus bersikap adil. Aku tidak akan mengabaikan seseorang hanya karena kalian tidak menyukainya. Lagipula kalian bersikap seolah-olah kalian mengetahui semuanya. Kalian hanya melihat pemukulan itu tapi kalian tidak tau alasan sebenarnya. Kalian bahkan tidak tau bagaimana sifat sebenarnya si brengsek itu, kan?” Jinyoung menunjuk Dongho.

“Ya! Apa maksudmu? Kau yang brengsek!”sahut Dongho tidak terima. “Kau bilang kau harus bersikap adil tapi yang kau lakukan sekarang bukanlah sikap yang adil. Kau membelanya karena dia adalah sahabatmu.”

“Apa aku mengijinkanmu bicara padaku?”sengit Jinyoung. “Jika kau pikir kami masih sama seperti di SMP dulu, kau salah besar. Sekarang aku tidak akan tinggal diam jika kau terus menyakiti sahabatku!”tegas Jinyoung. “Dan jika kalian berada di pihak yang sama dengan si brengsek itu, aku juga akan melawan kalian semua. Aku tidak perduli.”

“Kau sudah berubah Park Jinyoung!” Kekecewaan itu terdengar dari mulut-mulut seluruh murid. Mereka tidak habis pikir sama sekali. Park Jinyoung yang sangat baik dan di sukai semua orang itu kini telah berubah.

Sehun menahan lengan Jinyoung, “Sudahlah Jinypung. Aku bisa keluar sebentar lagipula aku—“

Sehun sudah akan berdiri dari duduknya namun Jinyoung langsung melemparkan pelototan tajam padanya, “Ya! Aku hampir beku karena menunggumu tadi. Kau pikir aku akan membiarkanmu meninggalkan kelas ini?!”

“Tapi…”

“Duduk! Aku benar-benar sedang kesal sekarang. Jangan bertengkar denganku!”

Sehun langsung terduduk kembali melihat pelototan tajam Jinyoung. Juga menutup mulutnya rapat-rapat dan bersikap manis. Ini adalah pertama kalinya dia melihat sosok Jinyoung yang seperti ini. Biasanya, Jinyoung adalah orang yang pemalu dan lebih suka mengalah. Tapi kenapa pagi ini dia terlihat sangat menakutkan?

Sehun memberikan sekaleng minuman soda saat jam istirahat. Keduanya duduk bersama di atap sekolah melewatkan makan siang. Jam-jam seperti ini, kantin pasti sangat ramai. Jadi lebih baik bersembunyi dulu untuk menghindari masalah.

“Tadi pagi apa yang kau makan?”

Jinyoung menoleh dengan kening berberkerut, “Kenapa?”

“Kau jadi sangat aneh hari ini.”balas Sehun. “Aku tidak tau jika kau bisa memarahi orang lain seperti itu. Aku pikir kau hanya bisa memarahiku.”

“Tsk.” Jinyoung berdecak kesal. “Aku juga bisa berkelahi.”tambahnya membuat Sehun hampir tersedak minumannya. Jinyoung terkekeh, “Bukankah itu yang harusnya aku lakukan sejak dulu? Aku selalu diam saja setiap kali mereka menindasmu.Sekarang aku sudah tidak tahan lagi.” Anak laki-laki itu menatap Sehun lurus. “Kau sudah melewati banyak kesedihan. Dan sebentar lagi kau juga harus melewati persidangan yang mungkin akan menyakitimu lagi. Saat ini, kau tidak bisa bergantung pada Luhan hyung atau Jongin hyung karena mereka juga merasakan hal yang sama.Jadi ini adalah tugasku, kan?”

Sehun tergugu, “Jinyoung…”

Jinyoung tersenyum, ia menyodorkan kaleng minumannya pada Sehun, “Minumlah. Kau harus kuat. Nanti siang, kau juga harus menemui doktermu, kan?”

Sehun menatap kaleng soda itu beberapa saat sebelum akhirnya menerimanya, “Aku tidak tau jika Jinyoung yang ku kenal dulu telah tumbuh sebesar ini.”

“Ya, apa maksudmu?!”

Sehun tertawa, “Tapi biar bagaimanapun, terima kasih.”

***___***

 

“Jadi kau pergi dengan Jinyoung? Baiklah. Aku masih harus latihan jadi tidak bisa menemanimu tapi nanti aku akan menjemputmu, oke?” Jongin bicara dengan Sehun di telepon. “Eum, aku tau. Kau juga harus hati-hati. Sampai jumpa. Ku tutup.”

Jongin mengakhiri panggilannya dan memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas.

“Dia pergi dengan Jinyoung?”tanya Jonghyun.

Jongin mengangguk, “Managernya juga akan menemaninya, hyung. Kita tidak perlu khawatir.”

“Syukurlah. Kalau begitu, ayo latihan.”

Jongin mengangguk dan mengikuti langkah Jonghyun menuju lapangan.

Sementara di rumah sakit, Sehun dan Jinyoung bertemu manager Park yang akan menemaninya bertemu dengan dokter. Seragam sekolah Sehun dan Jinyoung menghilang, keduanya kini memakai pakaian kasual agar tidak mencolok. Tak lupa juga Sehun memakai masker dan topi agar wajahnya tidak terlihat.

Namun tak jauh dari tempat mereka, seseorang berdiri di balik pilar sedang mengawasi mereka. Orang itu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.

“Pak,sepertinya dia mengidap penyakit. Jika dugaan saya benar, kita bisa memakai ini untuk menyerangnya di pengadilan.”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

22 thoughts on “FF EXO : AUTUMN CHAPTER 28

  1. osehn96 berkata:

    Jangan bilang yg terakhir tuuh yg nyebar hal yg ngga sepatutnya. Ngeselin bgt tuh org kalo kejadiaan. Iiish gemeees asliii.. udaah bentar lagi mau persidangan ada aja gangguan. Bte mau doong jinyoung kuuu hihihi sejati deh diaaa

  2. belvastory berkata:

    AAAAKKKKKKKKKKK SEBEEEELLLLL KENAPAAAAA TBC SIIII LAGI SERUUUUUUUUUUUU -3-
    yaampun semoga sidangnya menang, ga tega liat sehun, kai sama luhan yaampun. lebih ga tega sehun, sehunnya sakit T_T
    itu jahat amaattt si. pasti di laporin itu sehun yang di rumah sakit hft
    sebel. next kaaakkk neexxttttttt uuuhhh jangan lamalamaaaa

  3. ditapuspa berkata:

    Ga sengaja lagi cari fanfic exo yg family genre.. dan baru baca part ini ternyata seru banget.. penasaran lanjutannya dan bakal baca dulu dari part awal… dilanjut ya jangan lama2

  4. desi mulya berkata:

    Ampunn kaaa… knapa harus ada kata TBC sihh!!! Itu cerita lagi seruu.. and jangan2 itu yang terakhir dia yg nyebarin gosip itu, ehh apa jangan2 itu taemin??? Bukannya dia jadi wartawan kan??? Iyaakann! Lagian di chapter ini taemin ga muncul.
    Pokoknya next chap nya ditunggu jan lama2 yaa..

    #fighting😊

  5. HyeKim berkata:

    Akhirnya update. Ahahaha aku suka di sini dan ngakak pas Luhan digodain tentang perhatian publik

    Dan kesel banget sm orang-orang. Yg tadinya fans jadi haters dan males banget sama Dongho bhaks. Dan aaakkkk Jinyoung sini kupelukkkk, persahabatannya buat iri dan terharu

    Dan apaan itu TBCnya. Mau digunain apalagi penyakit Sehun? Oke, ini peperangan yang panjang

  6. Puti hilma berkata:

    Akhirnya update!! Yeaay!!
    Suka bgt bagian jinyoung belain sehun didepan tmn2 nya 😍
    Selalu ditunggu next chapter nya..
    Fighting eonni!!

  7. Hunho_Suho berkata:

    Sehun harus strong, luhan sama kai apalagi mereka semua harus strong, jinyoung kuu ahh kamu so sweet banget siii setia banget deh sama sehun sayang dehhh, dan jugaaa uhh ini masalah sudah mulai ada titik terangnyaa, berilah mereka jalan kak mijaaa gak sabar mengungkap masalah iniii, semangaatt teruss yakk nulisnya kaakk 😚😚 Pyung~ ^_

  8. RAIN berkata:

    Lagi seru baca ada tulisan TBC, kurang panjaaang. Sebel sm org yg mata2in, cobaan selalu datang buat mereka, semoga cepet2 kelar dan terungkap orang2 jahatnyaaa, ditunggu selalu authornim lanjutannya

  9. Hikari berkata:

    Ngak sabar pengen lihat kehancuran Si Dongho dan ayahnya.

    Menanti keadilan Untk Sehun Luhan Kai..😊😊😊😊

    semoga smuanya bsa cpt terungkap^^

  10. So_Sehun berkata:

    Aaahhhhkkkk….kumohon chingu lancarkan jalan park sibling dlm kasusnya…
    Jangan dibuat sulit lagi…
    Kasian mereka sdah terlalu lama menderita…

  11. ellalibra berkata:

    Salut sm persahabatan mrk y terharu sehun dikelilingi org yg sayang sm dy eon pengen cepet” ketauan tu kejahatan ayahnya dongho nyebelliiiiiiiinn bgt
    g sabar next 😀

  12. Anfa berkata:

    Tbc slalu merusak suasana,. 😦 Smga nanti akhirnya trio park dpet slalu bahagia,. Happy ending yha eon. 😉 next chap jan lma2,.

  13. Jung Han Ni berkata:

    Baiknya manajer park ^^
    Yahh ketauan dh sehun ke rumah sakit, banyak rintangannya
    Tapi untungnya masih ada orang2 baik di sekeliling Sehun 🙂
    Keep writing n hwaiting eonni! ^^

  14. natassiyaeka berkata:

    ff ini bikin kamar aku penuh dengan tisu , makasih thor udah bikin anak orang mewek , dtunggu next chapnya , FIGHTING !!!

    **omong omong aku baru belajar kirim komentar karena caranya ga gampang(for me) dan karna udah bisa kirim komentar jd untuk next chap aku bakal kirim banyak komentar -hehe ^o^ ^_^

  15. Hanna berkata:

    Baru bisa menyelesaikan ff ini.. Akhirnyaa..wlopun ujung2nya ada tulisan TBC nya sih..
    Si dongho makin ngeselin iih..pengen nonjok jdinyaa..
    Critanya Makin seru niih kayaknyaa..
    D tunggu kelanjutanny yah thor..
    Kamu yg semangat nulisnya..jaga kesehatan jg y thor,,
    Fighting!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s