FF EXO : AUTUMN CHAPTER 27

autumn

Author  :  Oh Mi Ja

Cast :  Leeteuk SJ as Park Jungsoo

Luhan EXO as Park Luhan

Kai EXO as Park Jongin

Sehun EXO as Park Sehun

Support Cast      : Kris EXO as jaksa

Suho EXO as Pastor

Taemin Shinee as Lee Taemin

JR JJ Project as Park Jin Young

Jonghyun CN Blue as Lee Jonghyun

Genre                   : Brothership, Family,  Friendship, little sad

Maaf ya karena akhir-akhir ini aku posting-nya agak telat. Aku lagi di opname jadi ngga begitu bisa megang laptop T.T Yang ngirim email mohon sabar ya, nanti pasti di posting. Buat readers, mohon sabar juga yaa T.T

=

=

=

“Jinyoung apa yang terjadi? Sehun kenapa?” Luhan langsung datang ke sekolah begitu ia mendapat panggilan dari pihak sekolah. Tanpa sengaja ia bertemu Jinyoung di koridor.

Jinyoung menghela napas panjang, “Masuklah hyung. Mereka sudah menunggumu.”

Luhan melangkah masuk ke dalam ruang kepala sekolah. “Aku adalah kakak Sehun.”ucap Luhan sopan sambil membungkukkan tubuh. Guru Park mempersilahkan Luhan untuk duduk di sampingnya sebelum memulai pembicaraan. Kepala sekolah juga ada disana dan seorang pria tinggi besar yang duduk di hadapannya. Tunggu… bukankah dia adalah Shin Donghee?

“Apa yang sudah terjadi, sonsengnim? Apa adikku benar-benar berkelahi?”

“Bukan berkelahi tapi menyerang anakku tiba-tiba.”sahut Shin Donghee tak bisa menahan emoi. “Apa ini yang kau ajarkan pada adikmu?! Dia seorang idol tapi dia tidak bisa menjaga sikapnya! Dia seperti berandalan.”

“Tenang Tuan Shin.” Kepala sekolah melerai. Lalu ia menatap Luhan, “Jadi begini tuan Park, memang benar jika Sehun telah memukul Dongho tiba-tiba. Kami sudah mencoba bertanya padanya apa alasannya tapi sejak tadi dia terus diam.”

Luhan terkejut, “Sungguh?”

Guru Park yang ada di samping Luhan mengangguk, “Sepertinya dia punya alasan, anda bisa mencoba untuk bicara dengannya.”

“Bicara apa lagi?! Bukankah semuanya sudah jelas?! Lihat wajah anakku! Dia babak belur!”

“Aku akan mengganti biaya rumah sakitnya.”seru Luhan. “Sebutkan saja berapa biayanya, aku akan membayarnya.”

“Kau pikir aku tidak mampu untuk membayar biaya rumah sakit anakku?! Kau hanya pengacara kecil tapi gaya bicaramu sombong sekali. Apa karena adikmu adalah seorang idola kau bersikap angkuh seperti ini?! Aku menuntut permintaan maaf adikmu pada anakku di depan umum! Jika tidak, aku akan membawa hal ini ke pengadilan!”

“Kenapa anda menyudutkan adikku? Bagaimana jika adikku punya alasan? Bagaimana jika anak anda yang membuat onar lebih dulu?”balas Luhan mulai kesal.

“Aku tidak melakukan apapun. Aku duduk diam di kursiku dan tiba-tiba dia memukulku.”Dongho bersuara sambil memegangi pipinya yang memar. “Appa, sakit sekali. Sepertinya ada tulang yang retak.” Lalu ia merengek pada ayahnya.

Luhan menghela napas panjang lalu menatap guru Park, “Bisakah kalian memberikanku waktu untuk bicara berdua dengan adikku?”

Guru Park tidak tau apa yang harus ia lakukan sehingga ia melempar hal ini pada kepala Sekolah. Kepala Sekolah mengangguk, “Bicaralah dengannya di ruang UKS, Tuan Park.”

“Apa?! Kenapa anda bicara seperti itu?!” Shin Donghee berseru masih tidak terima. “Kita harus menyelesaikan ini secepatnya!””

“Maaf tuan Shin, tapi sebaiknya anda tenang. Kita juga harus mendnegarkan alasan Sehun.”

“Waaah, apa karena dia adalah seorang Idol jadi kalian memperlakukannya seperti ini? Baiklah, aku akan menuntut sekolah ini juga! Aku akan memasukkan berita ini ke media!”

Shin Donghee menarik lengan anaknya dan menyeretnya pergi dari sana dengan bantingan pintu yang membuat kepala sekolah dan guru Park hanya bisa menghela napas panjang.

***___***

 

Luhan menjatuhkan diri di hadapan adiknya sambil memberikan segelas air pada anak laki-laki bertubuh tinggi itu. Sehun menerimanya dan meneguknya sedikit.

“Kau tidak apa-apa? Tidak terluka?”tanya Luhan lembut. Sehun hanya diam sambil menggelengkan kepalanya. “Waaah, sekarang aku menyadari jika kau sudah dewasa. Kau bahkan berani memukul seseorang. Bukankah dulu kau sangat takut dengan serangga? Dulu aku harus mengusirnya karena kau terus menjerit ketakutan. Juga—“

“Mereka adalah pelakunya, hyung.”

Luhan menghentikan ceritanya, keningnya berkerut menatap Sehun, “Huh?”

Sehun mengangkat wajahnya, balas menatap Luhan. Kedua mata tajamnya berubah teduh, “Saat itu beberapa hari sebelum natal.” Ia memulai ceritanya. “Jongin hyung bilang dia ingin mengikuti festival dansa agar bisa membelikanku hadiah. Aku pergi bersamanya dan Taemin hyung hari minggu. Banyak teman-teman perempuannya yang menatapku dan mencoba mengajakku bicara membuatku sangat takut jadi aku menepi.” Sehun menguatkan genggamannya pada gelas yang di pegangnya. “Lalu aku berhalusinasi, aku seperti melihat appa. Hingga tiba-tiba aku mendengar suaranya. Dia datang bersama ayahnya dan memberitahu semuanya.”

Mata Luhan langsung melebar, “Siapa?!”

“Dongho dan ayahnya.”ucap Sehun pelan. “Mereka yang memberitahuku, hyung.”

Luhan langsung berdiri dan mencekal kedua bahu Sehun, “Sehun, kau yakin?!”

Sehun mengangguk, “Aku yakin, hyung. Aku telah mengingat semuanya.”

Rahang Luhan mengeras. Shin Donghee adalah salah satu orang yang masuk dalam daftar kecurigaannya.

“Apa kau bisa mengingat hal lain?”

Sehun menggeleng, “Aku sudah tidak bisa mengingat apapun lagi. Hanya itu.”

Luhan mengulurkan tangannya, menghusap kepala Sehun, “Terima kasih. Kau melakukannya dengan baik, Sehunnie.”

***___***

 

Luhan terus menatap pada tiga foto yang tertempel di dinding ruang kerjanya. Foto Shin Donghee, Kim Donghyun dan Shin Dongho. Sudah jelas jika Shin Dongho adalah anak dari Shin Donghee. Tapi apa hubungan Kim Donghyun dengan mereka? Jika kecurigaannya pada Kim Donghyun benar, lalu apa motifnya?

Bus yang di lihat Jongin waktu itu melewati beberapa daerah namun ia tetap tidak bisa menemukan Kim Donghyun. Orang itu seakan menghilang. Entah dimana dia sekarang. Masih hidup atau sudah mati. Tidak ada yang mengetahuinya.

“Luhan.”

Luhan menoleh saat mendengar seseorang memanggilnya. “Nyonya Anne?”

“Kau sedang apa?”

Luhan tersenyum singkat, “Berpikir.”

“Pengadilan telah mengirimkan jadwal persidangan. Kau sudah menyiapkannya?”

Ia kembali tersenyum, “Aku sudah menyiapkannya selama 4 tahun. Aku sudah siap.”

“Tapi kita belum menemukan Kim Donghyun.”

“Aku tau.” Senyum itu berubah menjadi senyum kecut. “Tapi kita bisa menghadirkan Sehun sebagai saksi.”

***___***

 

Tok Tok

Seseorang memasuki ruangan setelah ia mengetuk pintu dengan sopan. Di depan seorang pria paruh baya, ia membungkukkan tubuhnya sopan sebelum menyerahkan sebuah amplop cokelat ke atas mejanya.

“Pengadilan telah menyetujui penyelidikan ulang kasus itu, Pak. Persidangan akan di mulai minggu depan dan mereka akan memanggil kita sebagai saksi.”

Pria bertubuh gempal itu mengalihkan tatapannya dari layar computer, “Apa hanya kita?”

“Tidak. Tapi manager Park dan manager Go juga akan di panggil sebagai saksi.”

“Kau sudah mengurus semuanya, kan?”

Ia mengangguk sopan, “Aku sudah melakukan semua yang anda perintahkan. Jadi anda tidak perlu khawatir.”

***___***

 

BRAKK

 

Sehun hanya bisa menarik napas panjang saat CEO agency-nya membanting tumpukan berkas di depannya.

“Lihat apa yang sudah kau perbuat! LIHAT!”bentaknya geram. “Ada dua tuntutan hukum yang di tujukan padamu hari ini! Apa kau senang?! Apa ini yang kau inginkan, brengsek?!”

Sehun mendesah panjang, “Aku tidak membatalkan syutingnya, kenapa mereka menuntut?”

“Kau pikir mereka mau syuting dengan oembuat onar sepertimu?!” ia kembali membentak. “Apa kau sudah lupa bagaimana perjuanganmu hingga kau bisa berada di tempat yang paling atas?! Dengan gampang kau menghancurkannya hanya dalam sehari! Tidak hanya menghancurkan dirimu sendiri tapi kau juga menghancurkan perusahaan! Karenamu, aku harus membayar ganti rugi karena drama itu di batalkan! Apa kau tidak punya otak?!”

Sehun hanya menunduk tak bersuara. Ini memang kesalahannya dan taka da yang bisa dia lakukan. Produser telah mengganti peran utama secara mendadak karena kasus pemukulan itu dan tuntutan Dongho juga sudah berjalan. Aaah, hanya dalam kurun waktu satu hari, hidupnya banyak berubah.

Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar. Manager Sehun memasuki ruangan dengan kepala tertunduk.

“Apa lagi?!”ketus CEO.

“Maaf, Pak, tapi…”

“Apa?! Katakan yang jelas!”

“Wartawan mulai mengorek masa lalu Sehun dan mereka menemukan fakta lain.” Ia menghentikan ucapannya sejenak. Kesepuluh jarinya saling bertaut bersamaan dengan jantungnya yang berdebar tak karuan. “Mereka memberitakan jika Sehun adalah anak kandung dari Tuan Park Jungsoo, mantan CEO Hansan Group yang di tuduh melakukan korupsi beberapa tahun lau.”

Mata CEO itu seketika terbelalak lebar, “Apa?!”

“Beritanya sudah tersebar dimana-mana, Pak. Dan anak pertama mereka yang seorang pengacara telah mengajukan permohonan penyelidikan ulang atas kasus itu dan pihak pengadilah telah menyetujuinya.”

Rahang CEO itu semakin mengeras, ia menatap Sehun seakan ingin menelannya bulat-bulat, “Apa itu benar?”desisnya. “Apa kau benar-benar anak Park Jungsoo?!”

Sehun terdiam sejenak. Ia menarik napas panjang dan menghembuskannya pelan. Lalu ia mengangguk, balas menatap CEO-nya. “Aku memang anak Park Jungsoo.”jawabnya lirih.

“Kenapa kau tidak mengatakannya sejak dulu?! Kau berniat untuk membohongi kami?!”

Sehun mendesah panjang, “Karena empat tahun lalu aku sangat butuh uang. Jika aku mengatakan aku adalah anak Park Jungsoo, kalian mungkin akan mengeluarkanku dari agency. Aku benar-benar butuh uang untuk hidup juga kekuasaan untuk menyelesaikan kasus ayahku.”jelasnya frustasi. “Ayahku tidak bersalah. Semua yang di beritakan oleh media itu tidak benar.”

“Oh Tuhan…” Pria paruh baya itu memijat-mijat keningnya. Kepalanya tiba-tiba terasa pening. Dia begitu terkejut hingga tidak tau apa yang harus ia katakan. “Bawa dia keluar, manager Park.”

“Sajangnim, percayalah padaku. Itu tidak benar.”

“KELUAR DARI RUANGANKU!”

“Sehun, ayo.” Manager Park menarik lengannya, menyuruhnya untuk keluar.

“Hyung, tapi…”

“Cepat keluar brengsek. Kita bicara di luar.”

***___***

 

Jongin hanya bisa menghela napas panjang setelah melihat berita di televisi yang menampilkan tentang masalah keluarganya. Termasuk tentang Sehun dan kasus ayahnya. Ia menatap ke sekeliling, kearah orang-orang yang juga sedang menatapnya sambil berbisik-bisik. Pria itu kembali menghembuskan napas panjang. Sudahlah. Lagipula dia tidak perduli.

“Jongin!” Taemin berlari menghampirinya, napasnya terengah-engah.

“Aku sudah melihatnya.”jawab Jongin seakan mampu membaca pikiran Taemin.

“Ya, apa itu benar? Sehun?”

“Itu benar.”seru Jongin sambil berdecak malas. “Kemarin dia memukul teman sekelasnya.”

“Apa?! Kenapa?!”

“Karena dia menyebalkan.”jawab Jongin santai.

“Tidak mungkin. Sehun bukan anak yang suka mencari masalah. Itu pasti karena temannya yang memulainya lebih dulu, kan?”

“Entahlah. Aku tidak ingin membicarakannya.”ucap Jongin lalu berjalan meninggalkan Taemin.

“Ya! Tunggu aku.”

***___***

 

“Kau baik-baik saja?” Manager Park memberikan segelas kopi hangat untuk Sehun lalu menjatuhkan diri di sampingnya.

Sehun tertawa mendengus, “Apa aku terlihat baik-baik saja?”

“Apa yang sedang kau khawatirkan? Bukankah kau bukan tipe orang yang memperdulikan rumor-rumor seperti itu?”

Sehun tersenyum menatap managernyai tu, “Lalu bagaimana denganmu? Bukankah kau bukan tipe orang yang akan memberikanku kopi dan bicara lembut seperti ini ketika aku membuat masalah?”

“Ya, jangan bicara banmal denganku. Aku lebih tua darimu!”balas manager Park sambil berpura-pura akan memukul Sehun.

Sehun tertawa, “Aku akan bertanggung jawab atas tuntutan itu. Aku akan membayar ganti rugi dan menerima hukuman. Tapi aku tidak akan minta maaf.” Manager Park menoleh, menatap sisi wajah Sehun. “Aku tidak menyesal. Jika pemukulan yang aku lakukan itu akan membuatku kehilangan karirku, aku tidak perduli.”

“Ya, apa yang sedang kau bicarakan?”

“Jadi jangan menyuruhku minta maaf, hyung. Karena aku tidak akan melakukannya.”

“Sebenarnya apa yang terjadi antara kalian? Ya, apa kau tau apa yang telah netizen katakan tentangmu? Mereka mengatakan jika kau iri pada Dongho karena ayahnya berhasil menggeser posisi ayahmu. Mereka bilang kau tidak tau diri.”

Sehun tertawa mendengarnya, “Mereka benar-benar hebat mengarang cerita.”

Manager Park menghela napas panjang. Ia menatap Sehun dengan tatapan iba. Walaupun ia tidak tau apa yang sebenarnya telah terjadi, tapi dia tau Sehun bukanlah pria yang akan memukul orang lain tanpa alasan. Walaupun terkadang Sehun sangat keras kepala dan susah di kendalikan, tapi sebenarnya dia adalah anak yang baik.

“Katakan padaku yang sebenarnya terjadi. Mungkin aku bisa membantumu.”

Sehun menatap manager Park, kembali tersenyum, “Terima kasih, hyung.”serunya pelan. “Karena sudah mempercayaiku.”

***___***

 

Bintang itu tiba-tiba redup. Tiba-tiba menghilang dan tidak di temukan di manapun. Sudah beberapa hari sejak insiden itu, Sehun tidak pernah lagi muncul di sekolah. Beberapa perusahaan yang telah bekerja sama dengannya juga membatalkan project mereka secara tba-tiba. Dia menghilang. Namun namanya masih di bicarakan oleh beberapa media. Netizen juga masih membahas perbuatannya dan menganggapnya pengecut karena menghilang tanpa permintaan maaf apapun.

 

Aku pikir dia baik tapi ternyata dia brengsek.

 

Dia iri karena ayahnya di pecat. Dan apa itu? Penyelidikan ulang? Dia dan kakaknya sama-sama tidak tau malu.

 

Dia adalah sampah Korea Selatan. Aku menyesal karena pernah menangis karenanya.

 

Dia hanyalah anak dari seorang koruptor.

 

“Hentikan. Jangan membacanya lagi.” Jongin tiba-tiba muncul dan merampas ponsel Sehun. Ia melempar ponsel itu ke atas sofa lalu menjatuhkan diri di depan adiknya. “Kau bisa muntah jika membacanya setiap hari.”

“Aku hanya ingin mengetahui apa yang mereka bicarakan tentang kalian.”

“Bukankah sama saja? Kebanyakan dari mereka mengatakan kita adalah anak koruptor.”

Sehun tersenyum tipis, “Ternyata hyung membacanya juga.”

“Sedikit.”

“Apa hyung baik-baik saja? Hati hyung tidak terluka, kan?”

“Cih, aku tidak perduli. Mereka bisa mengatakan apapun semau mereka. Tapi nanti jika Luhan hyung berhasil mengungkapkan kebenarannya, aku akan mencari orang-orang yang menuliskan komentar-komentar itu dan merobek mulut mereka.”

Sehun berdecak malas, “Kenapa hyung ada disini? Bukankah hyung harus latihan?”

“Tidak. Aku tidak ada jadwal minggu ini.”

“Jangan bohong. Apa masalahku menyebabkan hyung di keluarkan dari tim?”

“Huh? Tentu saja tidak. Kau tau aku adalah stiker yang hebat. Mereka sangat membutuhkanku.”

“Jangan bicara omong kosong. Taemin hyung sudah memberitahuku jika hyung diistirahatkan dari tim.”serunya sambil berbaring dan menutup wajahnya dengan bantal. “Keluarlah hyung. Aku ingin tidur.”

Untuk beberapa saat Jongin tertegun. Bodoh, kenapa dia berpikir dia bisa menyembunyikan masalahnya? Sehun pasti akan mengetahuinya.

“Ya! Kau tidak pernah keluar kamar sejak dua hari lalu. Apa aku ini pembantumu yang akan selalu mengantarakan makanan kemari? Ayo turun, kita makan bersama.” Jongin menendang-nendang bokong Sehun. “Cepat bangun.”

“Jangan ganggu aku. Aku ingin disini saja.”

“Kau tidak pergi kemanapun dan bahkan tidak pergi ke sekolah. Apa kau mau jadi orang bodoh? Setidaknya kau harus lulus SMU!”

“Berhenti mengomel. Hyung membuat kepalaku semakin sakit.”

“Ya ya ya, Park Sehun! Ya!”

“Aargh, jangan menggangguku.”omel Sehun langsung bangkit dari tidurnya dan mendorong Jongin.

“Park Sehun!”

Melihat orang lain yang juga muncul di kamarnya, Sehun langsung merutuk kesal, “Oh Tuhan, apa aku tidak boleh menikmati waktu istirahatku?”

Jinyoung melompat ke sudut ranjang, “Kenapa kau mengomel? Aku datang karena aku mengkhawatirkanmu.”

“Jangan mengkhawatirkanku. Pulanglah. Aku ingin tidur.”

“Ya.” Jinyoung menahan lengan Sehun yang hendak kembali tidur. “Aku membawa beberapa buku catatan. Juga ada beberapa tugas yang harus kau kerjakan. Kau bisa mengirimnya ke email sonsengnim.”ucap pria itu. “Oh ya, eoma juga membawakan kimchi dan ginseng merah untukmu. Dia sangat khawatir kau akan jatuh sakit jadi kau harus meminumnya. Dan juga Pastor Kim mengatakan—“

“Ya.”ketus Sehun kesal.

Jinyoung mengerjapkan matanya bingung, “Kenapa?”

“Aku bilang aku ingin tidur.”

“Sudahlah Jinyoung. Biarkan saja dia.” Jongin menarik Jinyoung dan merangkul pundaknya. “Ayo makan bersama. Aku sudah memasak makanan enak.”

“Sungguh?” Wajah Jinyoung seketika berbinar. “Kebetulan sekali aku sangat lapar, hyung.”

“Kenapa kau datang kemari jika kau belum makan? Harusnya kau makan dulu di rumahmu.”omel Sehun.

“Tsk, jangan hiraukan aku.” Lalu ia dan Jongin berjalan keluar meninggalkan kamar Sehun.

“Ya! Kalian benar-benar pergi?! Ya!”

***___***

 

“Sejujurnya aku sedikit kesal.” Jinyoung berhenti mengunyah dan menatap Jongin dan Sehun – yang tiba-tiba sudah berada di meja makan- bergantian. “Kapanpun aku menyetel televisi, aku akan melihat wajahnya. Kapanpun aku melihat sns-ku, aku juga akan melihat wajahnya.”

Jongin terkekeh, “Dan sekarang kau bertemu dengannya.”

“Ya! Apa kau datang hanya untuk mengejekku?”

Jinyoung mengangguk tanpa rasa bersalah, “Itu sangat menyebalkan, hyung.”ucapnya. Sebelah tangannya meraih ponsel. “Lihat! Namanya muncul lagi di bagian paling atas pencarian.”

“Apa lagi yang mereka katakan? Jika beritanya masih sama, jangan membukanya.”balas Jongin.

“Tidak, hyung. Kali ini berbeda.”

“Huh?” Kening Jongin berkerut. Begitu juga Sehun yang langsung menoleh kearah Jinyoung.

“HB Entertainment akan mengambil tindakan hukum atas komentar palsu dan komentar kebencian yang di tujukan untuk Park Sehun.” Ia membaca judulnya.

Mata Sehun melebar, “Kau serius?”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

21 thoughts on “FF EXO : AUTUMN CHAPTER 27

  1. Aya aya berkata:

    Huhuhuhuhuu akhirnyaaaa lanjut jugaaaaa, , , whattt , , ? HB ent itu agensi sehun kann , , , brrti mereka m.bantu sehun dong , , aaaaaaaa next nya ditunggu bnget

  2. So_Sehun berkata:

    Huhh…akhirnya ada jg yg menolong si Park Sibling…biar bisa meringankan sedikit beban dipundak dan hati mereka…
    Next chingu…tapi tlong berilah sedikit cahaya biar mereka bisa mengungkap ketidak adilan yg mereka terima selama ini…
    Oh dan apakah chingu sdah sembuh sakitnya…jaga kesehatan chingu…lekas pulih ya…😉😊

  3. ellalibra berkata:

    Oh y ampun masalahnya makin lebar gtu… Semoga aja agensi sehun bener” bantu dy y eon kshn kan gak dlu g sekarang sehun n keluarga sll jd yg disalah kan 😀 next fighting eon sehat sll ^_^

  4. Hikari berkata:

    berikanlah trio Park.. Petunjuk..
    munculkan si Kim Dohyun itu😉😉
    akhirnya setidaknya manejemen Sehun bisa bantu sedikit😊😊😊

  5. RAIN berkata:

    Akhirnyaaa, setelah sekian lama ditunguu dan akhirnya persidangan akan segera dimulai, gak sabar banget nunggu next chapnyaa
    Dan buat authornim semoga lekas sembuh yaaa, fighting!!

  6. desi mulya berkata:

    Akhirnya dilanjut jugaaa… unnie cepet sembuh yaa didoain kok sama yg nge baca hehee😁 ..
    Itu sehun karir sehun gimanaa?? Si dongho gila itu gimana? Ahh masa karir sehun berakhir disini… but wait itu knapa agency nya ngedadak mau ngambil tindakan hukum?? Jangan2 diem-diem mereka nyari tau ya tentang kebenarannya?!! Iyaakan? Dan karir sehun lancar lagi, iyakann?!?!
    Ahh pokoknya ntar kalo udh sembuh harus fast update yaaa….

    #fighting✊😊

  7. Oh Secca berkata:

    Akhirnya di lanjut juga aku selalu nunggu ff ini.
    aku ga tau harus komen apa, ygjelas aku harap luhan,jongin dan sehun bisa bahagia nantinya.
    gomawo ka udh mau lanjutin padahal lg sakit. semoga cepet sembuh ya. di tunggu lanjutan nya,fighting!!

  8. hilma berkata:

    Akhirnya ff yg ditunggu-tunggu update juga..
    Kasian deh sama sehun.. Gk sabar juga nunggu sidang nya mulai
    Selalu ditunggu next chapter nya eonni, cepat sembuh, fighting!!

  9. atikhans berkata:

    oke gwenchana yg penting kka smbuh dulu biar bisa update smua ff disini, selene 6.23 slalu kutunggu ..
    getwellsoon n fighting.

  10. hani f berkata:

    Annyeong author,aku reader baru disini,izin baca ffnya ya author.
    sebenarnya aku udah baca dari chapter awal tpi maaf baru bisa komen disini.,ffnya bagus bgt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s