SELENE 6.23 (LONG DISTANCE BETWEEN US) PART 21

selene new

Tittle                            : Selene 6.23 (Long Distance Between Us)

Author             : Ohmija

Main Cast        : Kim Jongin, Krystal Jung, Choi Minho

Support Cast   : Taemin, Sulli, Amber, Sehun, Jessica, Jonghyun, dll

Gnere              : Romance, School life, Comedy, Sad

“Kau darimana?” Krystal langsung berdiri begitu melihat Jongin muncul.

“Ternyata hasilnya sudah keluar tadi dokter memanggilku.”

“Sungguh? Lalu bagaimana?”

Pria itu tersenyum, “Jika diobati mungkin bisa sembuh. Jangan khawatir.”

“Sungguh? Benar-benar bisa sembuh, kan?”

Jongin mengangguk dengan senyum lebar, “Iya. Sungguh.” Kemudian ia mengulurkan tangannya, mengacak rambut Krystal, “Kau pasti sangat khawatir, kan? Maafkan aku.”

Krystal langsung cemberut, “Tentu saja aku khawatir.”

“Kalau begitu, haruskah kita makan ddokbukkie? Atau kau mau—“

“Maaf tapi Jessi unnie baru saja menelponku.”potong Krystal, ia menatap Jongin dengan sorot menyesal. “Dia memintaku untuk menemaninya mencari sesuatu.”

“Sungguh? Kalau begitu aku akan mengantarmu.”

“Tidak usah. Kau tau Jessi unnie masih marah padamu. Jika dia tau aku sedang bersamamu, dia akan memarahimu lagi. Aku akan pergi sendiri, kau pulang saja.”

“Benarkah tidak apa-apa? Biasanya kau akan mengomel jika aku tidak mengantarmu.”

Gadis itu terkekeh, “Kali ini suasananya berbeda. Kau langsung pulang ke rumah, oke? Jangan lupa hubungi aku jika sudah sampai.”serunya sambil memberikan bungkusan plastik berisi makanan yang telah ia beli pada Jongin. “Dan jangan lupa makan ini.”

“Baiklah.” Jongin menghusap pipi Krystal lembut. “Aku akan langsung pulang ke rumah dan memakannya. Kau juga hati-hati.”

“Eum.” Krystal mengangguk sambil berjalan mundur dengan melambaikan tangannya pada Jongin. “Aku pergi dulu. Jangan coba-coba melirik gadis lain dalam perjalanan pulang.”

Jongin tertawa sambil balas melambaikan tangan, “Aku tau.”

***___***

 

Beberapa saat yang lalu…

 

“Tolong ya.” Serunya setelah meminta bantuan seseorang untuk membeli makanan di kantin. Lalu ia berbalik, bersembunyi di balik sebuah pilar mengawasi Jongin. Saat pria itu terlihat sedang berjalan menuju sebuah ruangan, gadis itu ikut melangkah pelan dalam jarak yang terjaga mengikutinya.

“Aku sudah memberitahumu sebelumnya. Bahkan aku sudah mengatakannya berkali-kali. Jaringan kanker sudah menyebar dan kemungkinan untuk sembuh sangat kecil bahkan jika kau menjalani pengobatan.”

“Jadi… apa aku akan mati?”

Hening sesaat hingga akhirnya suara dokter kembali terdengar, “Kita butuh keajaiban.”

“Berapa lama waktu yang tersisa untukku?”

“Mungkin… 4 bulan.”

Dari balik pintu, Krystal mendengarkan percakapan itu sambil membekap mulutnya, sebisa mungkin menahan suara tangisnya agar tidak terdengar. Gadis itu kemudian pergi menuju kamar mandi, membasuh wajahnya di wastafel berkali-kali. Sekuat tenaga untuk tidak menangis.

Setelah ia merasa memiliki sedikit kekuatan, ia berjalan keluar, bertemu dengan orang yang di mintai pertolongan tadi.

Gadis itu tersenyum, “Terima kasih, ya.”serunya pelan lalu kembali ke tempatnya semula.

***___***

 

Dan kini, di balik sebuah dinding ia bersembunyi. Menumpahkan segala bentuk tangisannya yang tak tertahankan lagi. Tubuhnya meluruh ke lantai dengan kedua telapak tangan yang menutupi wajahnya. Tangis yang mati-matian ia tahan membuat dada dan tenggorokannya terasa sakit.

Empat bulan…

Mereka bahkan baru saja bersama. Lalu kenapa?

Jongin belum menemukan kebahagiaannya. Dia masih hidup dalam luka atas semua masalah hidupnya. Lalu kenapa dia tidak di berikan kesempatan untuk menyelesaikan semua itu? Kenapa?

Krystal mengangkat wajahnya, menyandarkan kepalanya di dinding dan menatap ke depan kearah seseorang yang bersamaan dengan itu sedang melangkah keluar rumah sakit. Setelah ini, bagaimana caranya agar dia bisa tersenyum di depan pria itu? Bagaimana caranya menyembunyikan kesedihan ini dan bersikap seolah semuanya baik-baik saja?

***___***

 

Lihat lah ke luar, ada seseorang yang sedang makan ice cream seorang diri. Apa kau tidak mau menemani?

 

Senyum Krystal langsung mengembang begitu ia membaca pesan itu. Segera ia bangkit dari kasurnya dan berlari menuruni anak tangga. Jessica yang sedang menonton di lantai bawah menatapnya bingung, “Ya, kau mau kemana?” namun Krystal mengabaikan pertanyaan kakaknya itu dan terus berlari keluar.

Terlalu gembira hingga ia tidak sadar jika dia hanya memakai sweater, celana pendek dan sandal rumah berkepala boneka mickey mouse, ia berlari kedalam dekapan pria tinggi yang sedang menunggunya itu. Gadis itu memeluk kekasihnya senang. “Kau datang?” ia menguraikan pelukannya dan menatapnya dengan senyuman lebar.

“Ini adalah malam minggu. Sepasang kekasih harus berkencan.” Ia balas tersenyum dan mengacak rambut Krystal. “Tapi apa kau tidak menyadari bagaimana penampilanmu? Setidaknya kau harus berdandan saat kekasihmu datang.”

“Oh?” Gadis itu meringis malu begitu melihat sandal yang di pakainya. “Aku lupa.”

Jongin kembali tersenyum lalu menarik lengan Krystal untuk duduk di sebuah kursi. “Aku membeli ice cream dalam perjalanan menuju kesini.”

“Woah, strawberry!” Krystal bersorak senang. Ia membuka penutupnya dan langsung memakannya.

“Saat ini terlalu dingin untuk makan ice cream, apa kau baik-baik saja?”tanya Jongin melihat pakaian yang di pakai Krystal.

“Tidak apa-apa. Aku bisa memelukmu nanti.” Ia tersenyum jahil kearah Jongin yang langsung memukul kepalanya pelan.

“Apa yang sedang kau pikirkan, huh?”

“Ya kenapa kau memukulku?” Krystal memegangi kepalanya membuat Jongin hanya terkekeh.

Gadis Itu memajukan bibirnya kesal sambil melanjutkan memakan ice creamnya. Namun saat matanya melirik kearah Jongin lagi, tiba-tiba ia terperangah hebat.

“Jongin…”

Jongin menatapnya sambil menarik sendok dari mulutnya, “Hm?”

Krystal mengulurkan sebelah tangannya, menghusap bagian bawah hidung Jongin. Jongin menatapnya bingung lalu mengalihkan tatapannya kearah tangan Krystal. Bercak merah menempel disana. Buru-buru ia menghusap hidungnya sendiri dan menemukan hal yang sama. Kali ini bercak merah itu merembes lebih banyak dari sebelumnya. Jongin menatap Krystal yang seketika membeku di tempatnya dan buru-buru menutup hidungnya dengan lengan bajunya.

“Hahaha ini pasti karena udaranya sangat dingin hingga aku mimisan. Aaah.. benar-benar. Seharusnya aku tidak makan ice cream.”

Krystal menelan tangisnya yang nyaris keluar lalu mengangguk dan tersenyum, “Sepertinya memang sangat dingin.”

“Aku akan pergi ke toilet dulu. Kau tunggu disini, oke?” Jongin berdiri dari duduknya dan segera berlari pergi.

Di tempatnya Krystal masih membeku, di tatapnya bercak merah yang menempel di punggung ibu jarinya itu lekat-lekat. Ini… darah.

“Soojung?” tiba-tiba suara seseorang terdengar. Seseorang yang ternyata Minho itu menjatuhkan diri di samping Krystal, “Apa yang kau laku… kau menangis?” Seketika ia terkejut melihat gadis itu yang sedang menangis dalam tunduknya. “Hey, ada apa? Apa yang terjadi?” Pria itu mencekal kedua bahu Krystal.

Krystal mengangkat wajahnya, menatap Minho, “Tolong kami, oppa.”serunya serak.

“Huh?”

“Oppa, aku mohon tolong kami.” Tangisnya seketika pecah. “Aku tidak bisa kehilangannya, oppa. Tidak bisa. Jadi aku mohon tolong kami. Aku mohon.”

Minho segera menarik Krystal dalam dekapannya dan memeluknya, “Tenanglah. Jangan menangis.”

“Bagaimana ini, oppa? Aku harus bagaimana? Aku sangat takut. Bagaimana jika aku kehilangannya? Aku tidak mau.”

Minho menghusap-husap punggung Krystal berusaha menenangkannya, “Tenanglah. Kau tidak akan kehilangannya. Tidak akan.”

Dan dari tempatnya berdiri, seseorang menatap pemandangan itu dengan air mata yang juga mengalir di pipinya. Di depannya, dalam jarak yang teramat dekat, seseorang sedang menangis karena dirinya. Seseorang yang seharusnya tidak terlibat dalam rasa sakit ini. Seseorang yang harusnya menjalani hidup bahagianya namun dengan paksa ia seret ke dalam hidupnya yang penuh masalah.

Jika saja dia bisa meminta satu keinginan. Dia ingin kebahagiaan gadis itu. Ia ingin kehidupannya kembali jauh sebelum mereka saling mengenal. Tanpa beban dan rasa sakit. Terlalu klise memang tapi keinginannya hanya itu.

Jongin menyesal. Sangat menyesal. Harusnya dia tidak menarik Krystal ke dalam hidupnya. Harusnya tidak melibatkan gadis itu. Karena jauh dari rasa sakit yang sedang di alami Krystal sekarang, dia merasakan rasa sakit yang seribu kali jauh lebih sakit. Karena dia adalah alasan kenapa gadis itu menangis sekarang. Karena dia adalah luka itu.

Jongin menghusap air matanya. Bahkan sekarang tidak ada yang bisa ia lakukan untuk menenangkan gadis itu. Karena jika dia bicara, gadis itu akan semakin sedih. Jadi dia memutuskan untuk bicara pada dirinya sendiri. Untuk menelan semuanya dan memilih untuk berpura-pura.

***___***

 

Dia berdiri di depan cermin menatap pantulan dirinya. Entah kapan terakhir kali dia melihat dirinya sendiri, rasanya sudah sangat lama. Jongin bukan tipe pria yang suka berdandan bahkan cenderung cuek dengan penampilan dirinya sendiri. Tapi kali ini, pertama kalinya setelah sekian lama, dia akhirnya kembali melihat dirinya sendiri.

Keanehan-keanehan yang dia anggap sebagai pertanda perlahan-lahan muncul. Jika dulu dia sering tiba-tiba pingsan di berbagai tempat, sekarang darah mulai sering keluar dari hidungnya. Bahkan dalam dua hari ini, dia sudah tiga kali mengalami mimisan dan salah satunya adalah di depan Krystal tadi malam.

Jongin menghela napas. Panjang dan berat. Obat-obatan yang di berikan dokter sepertinya tidak mampu mencegah semua itu. Tanda-tanda itu tetap muncul.

“Setidaknya jangan muncul saat aku sedang bersamanya.”gumamnya pelan, entah di tujukan untuk siapa.

***___***

 

“Kenapa wajahmu jelek sekali? Kau harus tersenyum, bodoh.” Krystal memarahi pantulan dirinya yang terlihat di cermin. Kedua jari telunjuknya menarik dua sudut bibirnya agar membentuk senyum namun wajah sedih tetap terlihat disana. “Senyummu jelek sekali.”ia kembali merutuk lalu menghembuskan napas panjang.

Ia melirik kearah rak kecil diatas meja, mengambil sebuah ikat rambut dan menguncir tinggi rambutnya. Setiap hari mengurai rambutnya membuatnya bosan, mungkin orang-orang yang ada di sekitarnya juga merasa begitu. Dia harus mengubah sesuatu hari ini, mungkin itu bisa membuatnya bersemangat.

Setelah akhirnya selesai berkutat dengan penampilannya, gadis itu menuruni anak-anak tangga dengan langkah-langkah lesu. “Aku pergi dulu, unnie.”

“Hm? Kau tidak sarapan?”

“Tidak.” Ia menggeleng. “Sepertinya sudah terlambat.”

“Huh? Kau masih punya waktu satu jam.”seru kakak kandungnya itu melirik jam dinding.

“Tidak. Aku pergi saja. See you.”

“Eoh, umh, hati-hati.”Jessica mengerutkan keningnya sambil terus menatap adiknya itu hingga menghilang di balik pintu. Kenapa hari ini dia terlihat lesu?

Berjalan menuju halte bus, tanpa sengaja ia bertemu dengan Minho yang juga akan pergi ke sekolah. Minho hanya tersenyum melihat penampilan gadis itu yang terlihat berbeda dari hari-hari sebelumnya. Bukan karena dia terlihat lebih cantik tapi semua orang yang melihatnya juga tau jika gadis itu sedang tidak bersemangat. Minho mengulurkan tangannya dan menghusap kepala Krystal membuat gadis itu menoleh.

“Kenapa wajahmu itu?”tanyanya tersenyum geli.

Krystal menghela napas panjang, “Aku pasti terlihat sangat jelek, kan, oppa?”

“Tidak. Kau tetap terlihat cantik.”

Krystal memukul lengan Minho pelan namun sebuah senyum terbentuk di bibirnya, “Jangan bercanda.”

Minho terkekeh, “Setidaknya kau sudah tersenyum.” Lalu pria itu merangkul pundak Krystal, “Ayo bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi. Jangan bersedih karena jika kau bersedih, ada seseorang yang akan jauh bersedih dari dirimu.”

Krystal menoleh, menatap Minho, “Aku akan berusaha.”

***___***

 

Satu langkah sebelum memasuki kelas, Krystal menarik napas panjang dan menghembuskannya. Kedua jari telunjuknya kembali menarik sudut bibirnya agar membentuk senyum. Caranya untuk menenangkan hati sebelum menghadapi pria itu.

Kelas sudah ramai, tidak ada yang berbeda pagi itu. Jongin tetap membuat keributan bersama teman-temannya. Entah apa yang sedang mereka bicarakan hingga mereka tertawa begitu keras membuat Sulli kesal karena dia tidak bisa fokus dengan bukunya. Amber bergabung bersama mereka, gadis tomboy itu bahkan ikut membuat lelucon dan tertawa keras seperti anak laki-laki.

Dia tidak terlihat sakit. Bahkan terlihat sangat sehat. Hal itu membuat Krystal sedikit tenang. Hari ini… tidak akan ada yang terjadi, kan?

Sejak kejadian malam itu, keduanya memang belum bertemu kembali. Jongin tidak kembali sejak dia meminta ijin untuk pergi ke toilet dan hanya mengirim pesan pada Krystal yang mengatakan jika dia harus pergi karena Taemin tiba-tiba mengajaknya bertemu. Krystal tau itu kebohongan namun dia memilih untuk mempercayainya.

“Jongin, apa kekasihmu sedang mencoba menarik perhatian laki-laki lain?” Sehun berseru begitu ia melihat Krystal muncul. “Dia menguncir rambutnya hari ini.”

Jongin yang sedang duduk diatas meja menoleh kearah Krystal. Pria itu tersenyum melihat kekasihnya itu sebelum mengembalikan tatapannya kembali kearah Sehun, “Jangan macam-macam, Oh Sehun. DIa adalah kekasihku.”

“Memangnya apa yang akan aku lakukan? Sudah ku bilang aku tidak tertarik dengan sesuatu yang menjadi milik temanku. Kecuali playstation4 milik Jonghyun atau CD tanda tangan Michael Jackson milik Taemin.” Ucapan Sehun membuat Jongin tertawa.

“Itu sebabnya kau belum juga mempunyai kekasih hingga hari ini. Karena kau terus berkutat dengan hal kekanak-kanakkan seperti itu.”

“Hey, jangan bilang Michael Jackson-ku kekanak-kanakkan.”protes Sehun tidak terima. Lalu ia menatap Krystal, “Jadi nona yang tidak pernah tersenyum tapi selalu menempel pada sahabatku, siapa yang sedang kau goda? Apa hatimu sekarang sudah berubah?”

“Ya! Kau mau mati, ya?” Sulli berdiri dari duduknya dan memukul kepala Sehun dengan buku. “Dasar. Kau tidak pernah menggunakan otakmu sama sekali setiap kali bicara.”

Sehun langsung mengaduh sambil memegangi kepalanya, “Ya! Kenapa kau memukulku?!”serunya kesal. “Dasar nenek sihir!”

“Apa?!”

Krystal mendengus, “Dasar anak kecil.”

Sehun mendengus kesal, “Wah, jadi kalian berdua sedang menyerangku sekarang?” lalu ia melirik Jongin dan Taemin bergantian, masih dengan ekspresi kesal, “Dan kalian tidak membelaku sama sekali?”serunya geleng-geleng kepala, tidak percaya jika dua sahabatnya itu hanya diam dan tidak melakukan apapun saat kekasih mereka menyerangnya. “Yah, memang benar. Sahabat akan berubah saat mereka telah memiliki kekasih.”

Tawa Jongin dan Taemin meledak, keduanya high five lalu mengacak rambut Sehun gemas setelah berhasil membuat pria itu kesal.

“Ya! Jangan lakukan itu!” Sehun mendorong tangan Jongin dan Taemin lalu merapikan rambutnya kembali. “Aku menghabiskan waktu satu jam agar bisa mendapatkan gaya seperti ini.”

Sulli berdecak sambil geleng-geleng. Dia memang selalu seperti itu.

“Ngomong-ngomong, kita sudah lama tidak pergi ke arcade. Aku berniat akan pergi kesana sore ini. Bagaimana?”seru Taemin.

Jonghyun langsung mengangguk, “Ayo pergi! Aku butuh hiburan.”

“Yaah, sebelum otak kita meledak karena ujian semester semakin dekat. Kita harus pergi.”sahut Sehun.

“Baiklah. Ayo pergi nanti sore. Kita harus mengisi tenaga sebelum ujian.”

Taemin mengangguk, “Oke. Tapi…” ucapannya seketika terhenti begitu ia menoleh kearah Jongin. Matanya membulat lebar, “Jongin… itu…”

Krystal melirik Jongin dan detik itu juga langsung berdiri, gadis itu menarik dagu kekasihnya, mengalihkan wajahnya dari Taemin dan menghadap kearahnya.

Jongin menatapnya tak mengerti namun detik berikutnya ia merasakan sesuatu. Tidak, aku mohon jangan. Tangannya bergerak, jarinya menyentuh bagian bawah hidungnya, namun sebelum ia melihat sesuatu apa yang menempel di jarinya, sebuah kecupan lembut lebih dulu mendarat di bibirnya, Krystal melingkarkan kedua tangannya di leher Jongin dan memejamkan mata bersamaan dengan air mata yang merembes melalui sudut matanya.

Murid-murid lain yang tidak mengetahui apapun langsung terbelalak maksimal dengan mulut ternganga lebar. Termasuk Sehun yang duduk di depan mereka langsung menoleh ke belakang dan terperangah. Oh Tuhan, apa yang mereka lakukan pagi-pagi seperti ini di sekolah? Mereka sudah kelewatan!

Tangan Krystal bergerak, menutup mata Jongin dengan salah satu telapak tangannya sambil melepaskan kecupannya.

“Aku tidak akan membiarkan siapapun melihatnya.”bisiknya serak. “Bahkan dirimu sendiri. Jangan melihatnya.”

Gadis itu mengeluarkan sapu tangannya dari dalam saku dan dengan cepat membersihkan noda darah di wajah Jongin dan juga wajahnya. Lalu ia menarik lengan kekasihnya itu dan menyeretnya pergi meninggalkan kelas.

“Amber, aku… tidak salah lihat, kan?”tanya Sulli masih tidak mempercayai tindakan Krystal. “Kau juga melihatnya, kan?”

Amber terkekeh, “Sepertinya mereka kepanasan.”

Jonghyun berdecak sambil geleng-geleng kepala, “Aku benar-benar kagum dengan keberanian Krystal. Sepertinya aku akan mencari kekasih yang seperti itu.” Ucapannya di sambut anggukkan Sehun yang menyetujui.

“Aku juga.”sahutnya lalu tertawa.

Namun di tempatnya, Taemin tidak bergerak sedikitpun. Dia yakin dia melihat sesuatu bewarna merah merembes keluar dari hidung Jongin tadi. Dan tindakan nekat yang di lakukan Krystal tadi pasti memiliki alasan.

***___***

 

Jongin duduk terpaku sambil terus menatapi wajah Krystal. Disekitar bibirnya masih tertinggal bekas noda merah tipis yang masih menempel.

“Kenapa kau tidak memakai jaket? Cuacanya benar-benar dingin.” Gadis itu melepas blazernya dan memakaikannya di punggung Jongin. “Lagi-lagi kau mimisan karena kedinginan. Harusnya kau memakai jaket.”

Jongin menggenggam salah satu tangan Krystal dan menatapnya lurus-lurus, “Jujurlah padaku. Kau sudah mengetahuinya, kan?”

“Huh? Tentang apa?” Gadis itu tersenyum.

“Jangan berbohong. Kau sudah mengetahui semuanya, kan?”

“Aku tidak mengerti dengan ucapanmu.” Krystal menggeleng lalu berusaha mengalihkan perhatian. “Haruskah kita membolos saja pagi ini? Aku—“

“Waktuku sudah tidak lama lagi.” Ia memotong ucapan Krystal. Gadis itu langsung terdiam dan membalas tatapannya. “Kau sudah mengetahuinya, kan?”

“Dokter itu bohong.”balas Krystal pelan. “Kita harus mencari dokter lain yang lebih hebat yang bisa menyembuhkanmu. Aku yakin pasti ada. Mulai minggu depan, kita pindah ke rumah sakit lain, oke?”

Jongin hanya diam, masih menatap gadis itu namun mengeratkan genggamannya.

“Tidak. Jangan tatap aku seperti itu. Jangan bersikap seolah-olah kau akan meninggalkanku.” Krystal menggeleng, gagal mempertahankan air matanya. “Kau tau aku akan terus mencarimu jika kau menghilang lagi. Aku akan terus mencarimu hingga aku bisa menemukanmu. Tidak perduli jika kau pergi ke Jeju atau kemanapun, aku akan tetap mencarimu.”isaknya. Jongin masih diam. “ Jangan tinggalkan aku, Jongin. Aku mohon.”

Jongin menarik gadis itu dalam pelukannya dan mendekapnya erat seolah pelukan ini bisa meyakinkan gadis itu jika dia tidak akan pergi kemanapun. Jika dia akan tetap berada disini, seperti ini dan bersamanya.

Jongin memejamkan matanya kuat-kuat, menahan seluruh kesesakkan di dadanya. Karena pada akhirnya, ia kembali membuat gadis itu menangis. Ia kembali menjadi alasan dari air mata itu.

Bersamaan dengan itu, air mata juga jatuh dari matanya, “Aku mencintaimu, Krystal.”bisiknya pelan. “Sangat mencintaimu.”

Dan berdiri tak jauh dari sana, Taemin melihat semuanya.

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

9 thoughts on “SELENE 6.23 (LONG DISTANCE BETWEEN US) PART 21

  1. mongkailate berkata:

    udah berapa kali ekspektasiku meleset. kukira jongin akan mengalami struggling dulu dengan rahasianya. but oke, dapet angst berat setelah nunggu seminggu lbh itu rasanya makiiiiin berat. jongiiin 😭

  2. mongochi*hae berkata:

    Baper ak bacany…
    mewekkkk…
    bisa bgt kmu bkinny jd kbawa emosi nh..
    hummptttt…

    smga aj deh gk ad hal lain lagi yg mnambah beban jongin. Ckup ini aj..
    klo bisa ilangin aj

    omooo taem tahu. Klo gitu sehun CS bakalan tahu cepat atw lambat

    next part dtunggu

  3. han berkata:

    kyaaa,,, nyesek baca chapter ini perjuangan jongin dan juga krystal dgn setianya mencintai jongin apa adanya terhura eh terharu bnget sumvah ini ff sad story kaistal yg pling aku suka. smoga taemin tau ttg penyakit jongin biar nmbah yg lindungi jongin ..
    ditunggu next chapternya kka. jongin ah fighting!!. eonnie ohmija fighting jgan lama2 yak

  4. ellalibra berkata:

    Hueeeeee … Q sedih bgt huhuhuuu singkat bgt wktny jongin smg dy bs bertahan lbh lm n ada keajaiban y 🙂 … Teamin nyadarin kl ada sesuatu yg lain ttg jongin krystal neeeeeeext fighting 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s