I’M sorry part 1

untitled

Author               :   Park Yurin ~Twitter~ {@Park_Yurin94}

Tittle                  :  I’M Sorry

Genre                 :   Sad, BrotherShip, Hurt And FriendShip

Length             : Chapter 1

Cast                    :   Byun Baekhyun

Support cast     : Leo (VIXX), EXO Member, And Other Cast

 

Happy Reading

*BUKK….BuKK—Ahkkk..

Suara erangan seseorang yang sedang menahan Sakit terdengar dari sebuah gang sempit yang gelap. Terlihat seorang Namja mungil yang tersungkur ditanah dengan wajah yang—Bisa dibilang—tak lagi baik. Memar di seluruh wajahnya serta darah yang mengalir disudut bibirnya menambah kesan betapa buruk kondisinya tersebut. Ia terus berusaha menangkis pukulan dan juga tendangan yang dilayangkan 2 orang siswa yang sedang menatapnya remeh itu.
“AhKkk….Henhkkk….tikankk!”Rintihan siswa mungil tak dihiraukan oleh 2 siswa itu seolah-oleh hanya angin lalu bagi mereka.
“Cukup!!” Suara tegas seseorang mengintrupsi ‘kegiatan’ yang mereka lakukan. 2 siswa itu memundurkan langkahnya untuk memberi jalan pada seorang namja tinggi yang sedari tadi hanya memperhatikan mereka -yang memukuli Namja mungil-. Tepat saat Namja tinggi itu berada di depan wajah si namja mungil, kakinya yang berada dekat dengan tangan si mungil perlahan menginjak juga menggesekkannya seperti sebuah putung rokok yang dibuang oleh pemilikknya—bisa dimengertikan?—
“AAAAAAAAAKKKH…….”Jeritan kesakitan namja mungil terdengar seperti sebuah lagu yang indah bagi si namja tinggi sampai-sampai si namja tinggi menyunggingkan senyumannya melihat penderitaan si namja mungil dibawahnya ini.
“Yak!! Apa yang kalian lakukan?!”Sebuah suara cempreng menghentikan gerakan namja tinggi itu. Mata bulatnya melirik pada namja yang mengintrupsi kegiatannya. Sebelah alisnya terangkat saat melihat wajah itu “Byun Baekhyun!! Sedang apa di sini manis?!”Ucapnya sambil menyunggingkan sebuah senyuman—lebih tepat sebuah seringaian— pada namja itu. Namja yang disebut ‘Byun Baekhyun’ mendengus menanggapi pria -yang menurutnya- Brengsek itu. Baekhyun mendekat kearah mereka, lalu menarik lembut pria mungil yang masih tersungkur di depan sang namja tinggi “Kau tidak apa-apa?! Bangunlah!”

Pria mungil itu perlahan membangunkan dirinya walaupun masih merasakan sakit pada seluruh bagian tubuhnya. Baekhyun yang membantu pria mungi itu membawanya menjauh dari 3 pria tadi.
“Sang pahlawan telah menyelamatkan budak yang di siksa!”ucapan sarkatis dari namja tinggi menghentikan langkah mereka. Baekhyun mendudukkan pria mungil yang dipapahnya di sebuah bangku didekat mereka. Kaki-kakinya mulai mendekat pada 3 pria itu, ia menghadapkan wajahnya pada si namja tinggi “Kenapa dia lagi?! Bukannya sudah kukatakan untuk tak mengganggunya lagi! Belum cukupkah apa yang kuberikan padamu Leo!!” Baekhyun mengarahkan sebuah tatapan tajam kearah mereka bertiga.
“Tapi aku tak pernah meminta itu Baekhyun, kau sendiri yang menawarkannya bukan?! Niel dan Daehyun pun melihatnya, bukankah begitu?!”Leo menyeringai kearah Baekhyun. Tangan Baekhyun mengepal disisih kanan dan kirinya. Ia mengatur nafasnya yang memburu karena amarahnya yang sudah sampai ke ubun-ubun.
“Apa yang kau inginkan?!”Ucapan Baekhyun membuat 3 namja tadi melebarkan seringaian mereka. Leo manatap tajam kearah mata sipit Baekhyun yang juga menatapnya tak kalah tajam pula.
“Belikan kami 5 botol Vodka juga 3 bungkus Rokok di Bar sana, Kau tau maksudku kan?!”. Sambil menunjuk sebuah Bar mewah diseberang jalan

‘sial!!’ Baekhyun mengumpat dalam hatinya karena menyesali perbuatannya tadi. Ia lupa bahwa yang berdiri di hadapannya sekarang ini adalah Leo. Ia menatap Bar yang ada di seberang jalan dari tempatnya berdiri. Bar tersebut adalah tempatnya para petinggi kelas atas, dan parahnya jika ia hanya membeli segelas kecil Vodka yang harganya selangit, ia harus membayar dengan uang tabungannya yang ia kumpulkan selama satu bulan dari berbagai macam pekerjaan yang ia kerjakan.
“Kenapa Byun?! Kau keberatan?!!”tawa mereka menggelegar di gang sempit itu. Baekhyun menggigit bibir bawahnya, ia berada dalam pilihan yang sulit. Jika ia mengiyakan permintaan Leo maka siap-siap ia harus di tendang keluar dari sekolahnya karena menungak pembayaran uang sekolah selama 4 bulan, tapi jika ia menolak permintaan itu ia tak akan tega membiarkan Kyungsoo di pukuli lagi oleh mereka.
“Baekhyun-ah!” Panggilan dari arah samping Baekhyun membuyarkan pikirannya, ia menolehkan kepalanya pada Kyungsoo yang menatapnya dengan wajah penuh luka. “Wae?” Sahut Baekhyun. Kyungsoo merogoh saku celana sekolahnya dan mengambil sebuah Credit Card di dalam Dompetnya.
“Ini! berikan ini pada mereka!”Kyungsoo menyodorkan credit cardnya pada Baekhyun
“Tapi—“
“Cepat Berikan, aku tak apa! Cepat beri dia yang ia mau agar kita bisa pergi dari sini!” Baekhyun menghela nafas lalu mengambil Credit card yang dipegang Kyungsoo pada Leo
“Ini, Puas Kau! Aku tak tau berapa isinya, yang jelas itu bahkan lebih dari sekedar membeli 5 botol Vodka yang kalian inginkan!” Leo melebarkan senyumannya dan dengan segera mengambil Credit Card itu.
“Tak sia-sia kau menemukan kami Byun, akhirnya dia menurutiku juga! Thank’s Byun!”Sepeninggalan Leo dan teman-temannya Baekhyun kembali menghampiri Kyungsoo yang masih memegangi perutnya.
“Kau baik-baik saja?! Apa kau mau kerumah sakit?”
“jangan lakukan itu! Kau tau Ayahku siapa! Jika dia tau ia pasti akan marah besar!”Kyungsoo menatap Baekhyun memelas
“Tapi, jika kau tak bilang pada orang tuamu kau akan terus jadi bahan Bully dan juga alat pemasok uang untuk anak berandal seperti Leo tadi,Kyungsoo!”
“Sudahlah tak apa-apa! Lebih baik kau bawa aku kerumahmu, Tak apa kan jika aku menginap di rumahmu—lagi?” Baekhyun menatap datar Kyungsoo
“Hah…. inilah salah satu alasan kenapa aku ingin sekali kau memberitahu orang tuamu sola pembully-an ini!”Baekhyun menatap kesal pada Kyungsoo
“Dan inilah salah satu alasan aku tak ingin memberitahu Orang tuaku, karena aku bisa bersamamu…Uri Chingu~~ Gomawo Baekhyun-ah!~”

Baekhyun menaruh baskon air dan juga kotak P3K di meja makannya. Matanya melirik Kyungsoo yang sedari tadi terdiam membeku di depannya.
“Kau kenapa?!”Tanya Baekhyun penasaran. Kyungsoo mengalihkan kepalanya kearah Baekhyun, ia terdian sesaat lalu menggeleng dan tersenyum.
“Jangan Berbohong! Aku tau kau ada masalah, ceritalah padaku!”Baekhyun menarik kursinya mendekati Kyungsoo, ia mengambil kapas lalu mencelupkannya dalam air di baskom. Tangan lentik miliknya perlahan membasuh luka-luka pada wajah Kyungsoo
“Baekhyun-ah…..”Lirih Kyungsoo. Baekhyun yang masih fokus membersihkan wajah Kyungsoo hanya berdehem tanpa melihat mata Kyungsoo.
“Baek…. sampai kapan akan seperti ini?” Perlahan Baekhyun mengalihkan tatapannya pada mata bulat Kyungsoo. Dirinya tersentak saat mendapati mata itu berkaca-kaca “Sampai kapan aku jadi begini Baek..? aku sudah lelah menjadi bulan-bulanan pembullyan disekolah!” Baekhyun tertegun mendengar lirihan Kyungsoo. Ia menatap iba pada kyungsoo yang menundukkan kepalanya
“sudah berapa kali aku bilang padamu?! Kau hanya butuh keberanian Kyung! Jangan jadi penakut! katakan pada orang tuamu apa yang terjadi. Mereka taakan diam ketika melihat anak mereka dibully bukan!”
“Tidak! mereka memang tak akan diam Baek! Yang mereka lakukan hanya mendatangi kepala sekolah, lalu mengatakan untuk menghukum murid yang membullyku! Lalu keesokan harinya akan banyak murid yang menghinaku! Mengatakan bahwa aku hanya menggunakan kekayaanku untuk menyuap kepala sekolah, mengatakan aku itu anak yang hanya bergantung pada kekayaan orang tua ku!…. Itu bahkan lebih menyakitkan dari pukulan yang biasa kuterima Baek….” Baekhyun terdiam. Ia tak bisa mengatakan apa-apa lagi, ia tak bisa menjawab ucapan Kyungsoo karena semua itu…memang benar. Ia pernah merasakannya, merasakan bagaimana dihina, di cemooh, bahkan dipukuli. Semua itu memang benar-benar menyakitkan, sangat menyakitkan. Baekhyun memeluk tubuh bergetar Kyungsoo, ie menepuk-nepuk punggung Kyungsoo bermaksud untuk menenangkan pria kecil itu.
“Aku tau Kyung! Aku tau yang kau rasakan…“ —karna aku juga pernah menjadi mereka, menjadi murid Brengsek yang tak punya hati—Lanjut Baekhyun dalam hatinya

~I’M Sorry~

Sebulan sudah sejak kejadian dimana Leo dan teman-temannya memukuli Kyungsoo di gang sempit saat itu. dan semenjak itu Baekhyun tak pernah lagi bertemu dengan Kyungsoo. Ia hanya bertemu terakhir kali saat Kyungsoo menginap dirumahnya, lalu pulang tanpa memberitahunya yang saat itu masih mengarungi alam bawah sadarnya. Baekhyun beberapa kali menghubungi nomer Kyungsoo yang akan berakhir dengan umpatan Baekhyun pada suara operator wanita di seberang sana. “Ada apa dengan anak ini! kenapa Telponnya tak bisa dihubungi” Sudah kesekian kalinya mengatakan kalimat itu.
“Hei apa kalian tau tentang kabar Kyungsoo?!” Baekhyun menolehkan kepalanya pada segerombolan perempuan yang ada di dekatnya.
“Memangnya ada apa?” Tanya salah satu perempuan disana
“ia diboyong oleh keluarganya ke Amerika! Yang ku tau, ayahnya itu marah besar pada Kyungsoo karena pulang dengan keadaan mabuk!” Baekhyun tersentak saat mendengar perkataan mereka. Ia tau sikap Kyungsoo. Kyungsoo tak akan melakukan hal itu, dia bahkan tak mampu untuk meminum satu kaleng soda yang dibelikannnya pada waktu itu.
“Hahaha… aku tak percaya anak kecil seperti Kyungsoo dapat menelan minuman keras itu!” Suara tawa itu membuat Baekhyun marah. Ia mengepalkan tangannya menaha gejolak amarah yang sudah menumpuk di kepalanya.
“Byun Baekhyun!!” Baekhyun menolehkan kepalanya. Ia melihat Jongdae yang berlari kearahnya “kau dapat titipan!” Ucapnya
“Apa ini?!” Tanyanya bingung
“Molla! Ada seorang pria parubaya yang memberiku ini, ia mengatakan untuk memberinya padamu. Kalau tidak salah namanya Ahn Ajhussi!” Jongdae pergi berlalu begitu saja saat sebuah surat sudah ada ditangan Baekhyun. Baekhyun membuka surat itu.
‘Baekhyun-ah~~~

Maaf tak memberi tahumu langsung. Mungkin saat kau sudah membaca surat ini, aku sudah hampir berbulan-bulan tak menemuimu. Semua terlalu cepat Baek~
Aku merasa lelah untuk terus hidup di sana. Setelah pulang dari rumahmu, aku tak langsung pulang kerumah. Aku bahkan pergi ke sebuah bar Baek.

Semua berjalan cepat! Aku pulang kerumah dengan keadaan berantakan dan ayahku murka. Setelah itu, berakhirlah aku disini. ditempat yang bahkan lebih parah dari Korea. Bersama dengan rasa kesepian juga beban di punggungku. Maafkan aku Baek~ aku tak bisa menemanimu disana. Tolong Baek! Buat semua orang yang tertindas di sekolah kita lebih kuat. Aku ingin semua oang tertindas sepertiku tak ada lagi disana. Kumohon Baek~ ini permohonan terakhirku padamu.

DO KYUNGSOO’

“Pengecut! Pecundang! Penakut! Kenapa harus pergi Kyung?! kenapa kau malah lari dari semua masalahmu?!aku menyuruhmu menyelesaikan masalahmu, tapi bukan dengan cara sepertti ini” Erangan Baekhyun menjadi awal dengan semua kejadian ini. Baekhyun kembali sendiri. Setelah sekian lama ia mencoba bersembunyi dari masa lalu, ia kembali berjuang sendiri. Kehilangan sahabat mu dengan permasalahan yang sama tetapi cara yang berbeda, Hebat Bukan!! Bullying memang tak main-main dengannya.

FlashBack
sudah hampir 1 tahun Baekhyun seperti ini. hidup dalam kekejaman dunia sekolah. Setiap pagi ia akan menarik siswa tertindas dan menjadikannya sasaran untuk amarah dari hidupnya. ia akan meminta ‘Bantuan’ pada siswa tertindas dengan paksa. Itulah hidupnya.

Baekhyun sadar perbuatannya salah, Sangat salah lebih tepatnya. Memanfaatkan kelemahan orang lain untuk kesenangan sendiri, Bukankah itu adalah perilaku para penjahat dunia.

Baekhyun ingin berhenti!. Ia ingin keluar dari hidup ini, tapi sayangnya ia tak bisa.
sampai pada suatu kejadian yang melandanya. Kejadian tak terduga baginya. Hanya dia yang tau, atau dia dan temannya yang tau. Kajadian ini menjadi sebuah peringatan berbahaya untuknya. Ia ketakutan. Semua seperti mimpi baginya. Menurutnya ia telah melakukan dosa besar. Ia………Pembunuh
“Semua karnaku! Akulah penyebabnya kan?! Aku bukan pembunuh kan?!”
“Tidak!!! itu bukan Karna mu Baek! Percayalah!”

Flasback End

“Selamat pagi semuanya!” sapaan seorang guru menghentikan keramaian di dalam kelas itu. Baekhyun yang sedang membaca sebuah komik di mejanya melirik singkat guru itu, lalu kembali mendalami bacaannya.
“Aku tau ini bukan kelasku, tetapi bisakah kalian sedikit saja memperhatikanku sekarang! Leo turunkan kakimu dari meja Sekarang!” Bentakan guru itu tak diidahkan oleh Leo yang sedang tidur di mejanya.
“Sudahlah Seem! Tak ada gunanya juga kau memarahinya. Lebih baik kau cepat katakan apa tujuanmu kekelas ini!”ucap salah satu murid
“Hah! Baiklah dengarkan dengan cermat Oke! Kalian akan kedatangan murid baru! Kemarilah kalian berdua!” dua orang namja tinggi berjalan memasuki kelas itu. seketika itupula suasana yang tadinya sangat tenang berubah sangat mencekam dengan kehadiran mereka. Suasana itu membuat Baekhyun yang masih sedang berkutat dengan komiknya menolehkan kepalanya. Matanya melebar melihat namja-namja didepannya itu, pikirannya tiba-tiba saja kosong melihat pemandangan didepannya ini.
“Hai Baekhyun!! Lama tak bertemu!”

FlashBack

Kamar itu sangat gelap. hanya cahaya matahari yang lewat pada celah fentilasi yang menyinari kamar itu. Seorang namja mungil meringkuk di pojok kamar tersebut. Ketukan pintu yang berulang kali berbunyi tak membuat namja mungil itu beranjak dari tempatnya.
“Baekhyun-ah kumohon keluarlah! Jangan seperti ini!” tak ada sahutan dalam panggilan itu. Baekhyun tetap saja teridiam dalam tatapan kosongnya.
“Baekhyun itu bukan karnamu!”
“Itu semua karnaku!” batinnya Baekhyun berteriak
“Ia tidak melakukannya atas suruhanmu bukan?!”
“Ia melakukannnya karena kelakuanku kepadanya!”
“Kita bukan pembunuh Baek!”
“Kita bukan pembunuh! Akulah pembunuhnya!”
“Kumohon berhentilah! Kami mengkhawatirkanmu!”
“Maafkan aku Sehun-ah, Chanyeol-ah!”

Flashback End

A/N   : Halloo!! Uri reader-nim apa kabar? Baikkah atau burukkah? Aku datang bawak ff Baru yang lama. Ni FF udah aku buat lama banget, bahkan sebelum FF The miracle Of Magic ada. Aku buat FF ini untuk ngucapin perminaan maaf aku karna terlalu lama hiatus. Lagi banyak tugas Bro!! Maklum baru kelas 1 SMA, masih beradaptasi. FF ini rencananya pengen aku buat One Shot, tapi sayangnya kepanjangan. Untuk FF The Miracle, aku masih dalam tahap nulis ya!! Dan TOLONG dengan ‘sangat’ aku ingin kalian panggil aku ‘Thor’ ‘Yurin’ ataupun lainnya, kecuali ‘Eonni’. Gila aku itu masih kelas sepuluh, lagipula kalau kalian pakek panggilan formal kan kita bisa lebih dekat. Oke! Karena Author Note nya udah panjang, aku pamit dulu ya! Jangan lupa COMENT. Karena Coment kalian adalah inspirasi buat aku! Annyeong~~~ #buing**

 

2 thoughts on “I’M sorry part 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s