SELENE 6.23 (LONG DISTANCE BETWEEN US) PART 20

selene new

Tittle                            : Selene 6.23 (Long Distance Between Us)

Author             : Ohmija

Main Cast        : Kim Jongin, Krystal Jung, Choi Minho

Support Cast   : Taemin, Sulli, Amber, Sehun, Jessica, Jonghyun, dll

Gnere              : Romance, School life, Comedy, Sad

Keduanya berjalan bersisian menuju halte. Tidak seperti biasa, mereka terlihat canggung. Senyap. Tidak ada yang bersuara sama sekali membuat Krystal semakin merasa bersalah.

“Oppa…” hingga akhirnya ia memberanikan diri.

“Hm?” Minho menoleh menatapnya.

“Ada yang ingin aku katakan.”

“Huh? Tentang apa?”

“Oppa…” Krystal menghentikan langkah, berdiri menghadap Minho. “Aku ingin minta maaf. Aku tau tidak seharusnya aku membenci oppa. Aku benar-benar minta maaf.”

Minho terdiam, hanya menatap Krystal penuh arti.

Krystal menundukkan kepalanya, “Aku harap oppa mau memaafkanku.”

“Apa kau benar-benar mencintainya?”

Gadis itu mengangkat wajahnya, “Huh?”

“Apa sama sekali sudah tidak ada tempat bagiku?”

“Oppa…”

“Kau sudah mengetahui kebenarannya, kan? Kau tidak akan tau berapa lama lagi dia bisa bertahan.”

Krystal menggeleng cepat, “Aku percaya dia pasti bisa sembuh. Aku akan menunggunya.”

“Bagaimana jika dia tidak pernah kembali? Itu hanya akan membuatmu terluka.”

Krystal menelan ludah, membasahi tenggorokannya, “Jika dia tidak kembali, aku yang akan pergi ke tempatnya berada. Aku akan pergi bersamanya.”jawabnya pelan namun terdengar tegas. “Aku sudah yakin dengan perasaanku jadi jika oppa—“

“Kalau begitu jaga dia.”

Krystal terkejut, “Huh?”

“Jaga dia dengan baik.”seru Minho pelan. “Aku mohon bantuanmu. Jaga dia.”

***___***

 

Hari demi hari berlalu namun gadis itu masih berada di tempatnya. Tetap setia. Tetap menunggu. Karena dia percaya, Jongin akan kembali. Melelahkan memang tapi dia sudah mulai terbiasa dengan keadaan ini. Menunggu.

Krystal berjalan melewati koridor menuju kelasnya. Kepalanya menunduk tanpa sadar, terlalu resah. Hingga ketika ia sampai di ambang pintu kelas, keributan yang tercipta disana menyadarkannya. Gadis itu mengangkat wajahnya, menatap lurus ke depan. Seseorang yang tepat berada dalam satu garis lurus di depannya melambaikan tangan dengan senyuman lebar. Krystal tertegun. Ini… bukan mimpi, kan?

Gadi itu membeku di tempatnya, masih bingung, masih dalam waktu meyakinkan dirinya sendiri jika ini bukan mimpi. Bahkan saat pria itu menghampirinya dan memberikannya pelukan, dia masih belum tersadar. Riuh sorakan yang tercipta atas kejadian itu juga tak bisa mengembalikan kesadarannya. Krystal linglung, tidak mengerti.

“Aku kembali. Maaf karena telah membuatmu menunggu sangat lama.”

Tidak. Dia tidak bermimpi. Ini kenyataan. Karena ia bisa merasakan hangatnya pelukan itu. Ini pelukannya. Ini Jongin.

Kedua tangan Krystal melingkar di pinggang Jongin membalas pelukan itu, “Kau kembali…”

***___***

 

Ketika bel istirahat berbunyi, Taemin, Sehun dan Jonghyun langsung ‘menculik’ Jongin pergi. Rasanya sudah lama mereka tidak makan siang bersama di kantin sekolah. Rasanya sudah lama mereka tidak berkumpul seperti ini.

Sementara Krystal pergi terpisah bersama Sulli dan Amber. Dia mengerti. Selain dirinya, ada orang-orang yang juga merindukan kehadiran pria itu. Jadi dia memberikan waktu untuk mereka. Lagipula kejadian telah berdampak besar bagi mereka. Kejadian pemelukan itu telah tersebar hingga ke kelas lain hingga rasanya Krystal ingin menyembunyikan wajahnya sekarang. Dia sangat malu.

“Jadi kau kembali ke apartement lamamu?”tanya Taemin ketika mereka duduk bersama di kantin.

Jongin mengangguk, “Hanya tempat itu yang murah.”

“Lalu kenapa kau tiba-tiba pergi? Kau bahkan tidak memberitahu kami. Kami semua sangat khawatir.”sahut Sehun.

“Kau baik-baik saja, kan? Kau tidak sakit?” Jonghyun ikut bersuara.

Jongin tertegun sesaat lalu cepat-cepat tersenyum, “Aku hanya merindukan appa. Awalnya, aku pikir aku akan pindah kesana tapi appa mengusirku jadi aku kembali kesini. Dan alasanku tidak memberitahu kalian karena aku tidak tau bagaimana caranya memberitahu kalian. Maafkan aku.”

“Mengusirmu?”

Jongin tertawa, “Karena gadis itu terus datang jadi appa merasa tidak tega. Dia menyuruhku kembali kesini agar dia berhenti pergi ke Jeju.”

“Aaaah… Krystal.” Taemin mengangguk-angguk mengerti. Kemudian ia berdecak sedikit kesal. “Dia sangat keras kepala. Tidak bisa di kendalikan sama sekali.”

Masih dengan senyum gelinya, Jongin berseru, “Maaf.”

“Aku tidak tau jika dia punya kepribadian seperti itu.” Sehun menyahuti. “Maksudku… lihat saja, wajahnya sangat dingin dan dia tidak punya sopan santun sama sekali. Tapi saat dia menyukai seseorang, dia terus menempell tidak tau malu.”

Ucapan Sehun barusan semakin membuat Jongin tertawa, “Sekarang kalian tau bagaimana pesonaku, kan?”

***___***

 

“Menyebalkan. Kalian sangat memalukan.” Krystal hanya bisa terdiam saat Sulli terus mengomelinya. “Kalian bahkan berpelukan di dalam kelas!”

“Kenapa? Bukankah mereka sedang berkencan?” Amber tersenyum geli menatap keduanya. “Berpelukan adalah hal yang wajar.”

“Amber, jangan membelanya.”

“Aku melakukannya tanpa sadar. Lagipula dia yang lebih dulu memelukku.”cicit Krystal pelan. “Maaf.”

Sulli mendesah panjang, ia menjatuhkan diri di depan sahabatnya itu menatapnya lurus-lurus, “Ya, apa kau benar-benar menyukainya? Sungguh? Apa benar-benar tidak ada kesempatan untuk Minho oppa lagi? Sahabatku, buka matamu, Minho oppa jauh lebih tampan dan lebih baik daripada anak itu.”

Krystal tersenyum, “Kau juga lebih memilih Taemin daripada pria-pria yang mengejarmu. Padalah kau pernah mengatakan jika Taemin adalah pria yang tidak tau malu.”

Sulli kalah telak, gadis itu kehilangan kata-katanya, “Itu berbeda.”nada bicaranya menjadi pelan. “Ini karena aku mengkhawatirkanmu.”

“Jangan khawatir.” Krystal menepuk pundak Sulli lembut. “Dia tidak akan berbuat yang macam-macam atau menyakitiku lagi.”

***___***

 

“Aku pulang bersamanya.” Jongin langsung menggandeng lengan Krystal dan menyeretnya pergi begitu bel pulang berbunyi.

Teman-temannya yang baru saja selesai memasukkan buku hanya bisa menatap keduanya sambil geleng-geleng kepala. Mereka bahkan tidak lagi malu-malu untuk memperlihatkan hubungan mereka. Menyebalkan.

“Mereka sangat menjijikan.”cibir Sehun.

Sulli menghela napas panjang lalu menoleh ke belakang dan menatap Sehun dengan tatapan mengancam, “Beritahu temanmu, jika dia berani menyakiti Krystal, aku pasti akan membunuhnya.”

Sehun mencibir lalu menoleh kearah Taemin, “Beritahu kekasihmu, jangan pernah bicara denganku lagi. Aku tidak berminat dengan kekasih sahabatku. ” Pria tinggi itu memakai tas ranselnya lalu berdiri, “Ayo Jonghyun.”

“Ya! Kau pikir aku menyukaimu?!” Sulli berteriak kesal.

Melihat itu Taemin terkekeh geli, tangannya terulur dan mengacak rambut Sulli lembut, “Ayo pulang.”

***___***

 

Mereka berjalan melewati halte bus. Memutuskan untuk berjalan kaki lebih lama sambil menikmati udara yang mulai dingin.

“Sebentar lagi musim dingin, bunganya mulai berguguran.” Jongin membuka telapak tangannya sambil mendongak keatas, bunga-bunga sakura berguguran menghujani mereka.

“Kapan kau akan pergi ke rumah sakit?” tanya Krystal menatap sisi wajah Jongin.

Pria itu menoleh lalu tersenyum pada wajah yang sedang mengkhawatirkannya itu, “Nanti.”

“Kapan? Kau sudah berjanji akan melakukan pengobatan.”

“Kau pikir semudah itu? Aku harus mengumpulkan uang dulu sebelum pergi kesana.”

“Kau tidak punya uang sama sekali.”

“Tabunganku tinggal sedikit karena aku membayar uang sewa apartement.”

“Haruskah aku meminjam uang pada Jessi unnie?”

Jongin kembali tersenyum, ia mengacak rambut kekasihnya itu gemas, “Tidak perlu. Aku akan pergi ke rumah sakit. Jangan khawatir.”

“Kapan?” ulang Krystal lagi, kali ini nadanya terdengar menuntut.

“Secepatnya.” Jongin mencubit pipi Krystal pelan. “Kau cerewet sekali.”

Namun usaha Jongin untuk menenangkan kekasihnya itu tidak berhasil, Krystal tetap menatapnya dengan raut khawatir, “Pergilah ke rumah sakit dan cepat sembuh. Jangan pernah sakit lagi.”

Jongin tertegun. Dia tidak pernah merasa takut dengan penyakit ini. Tapi kali ini jantungnya terus berdebar. Setiap saat hatinya terus berdoa agar waktu bisa berhenti sesaat, sedikit lebih lama. Atau agar dia di berikan kekuatan, untuk setidaknya mencar jalan keluar agar gadis ini tidak khawatir lagi.

Tak lama ia tersenyum, “Aku tau.”

Sepanjang perjalanan menuju apartement Krystal, keduanya terus diam. Tidak ada lagi yang bisa mereka katakan karena hati mereka sama-sama mengetahui. Resah. Karena mereka tidak lagi bisa berpura-pura bahagia ataupun bersikap seolah tidak ada apapun yang terjadi. Keduanya sangat paham jika mereka sedang menghadapi masalah serius.

Tentang takdir dan waktu. Hanya bisa berharap jika ada keajaiban yang datang dan mengubah takdir itu, di sisi lain terus menghargai setiap detik yang terlewat karena waktu tidak akan pernah kembali lagi.

Semoga saja masih ada hari esok. Semoga saja masih bisa berjalan sambil bergandengan tangan seperti ini dan menikmati hujan bunga sakura. Semoga saja masih bisa duduk bersama di sekolah. Yah, mereka berharap…

“Nah, sudah sampai.” Keduanya berhenti di depan gedung Apartement itu.

Krystal tersenyum tipis, “Kenapa rasanya cepat sekali?”

Jongin balas tersenyum, “Kita bertemu di sekolah besok. Aku pulang dulu.”

“Eum. Sampai jumpa.” Gadis itu mengangguk lalu berbalik memasuki gedung apartement. Masuk ke dalam lift, gadis itu memukul-mukul dadanya yang sejak tadi terasa sesak. Karena sejak tadi dia terus menahan kesesakkan ini. Dia tau, mulai sekarang, tidak ada hari tanpa kekhawatiran.

Ketika pintu lift terbuka, kakinya yang akan melangkah keluar terhenti begitu ia melihat ibu Minho berada di balik pintu itu. Ini adalah pertama kalinya mereka bertemu sejak kejadian itu.

“Kenapa kau melamun, Soojung? Kau tidak keluar?”tegur wanta itu lembut.

Krystal mengerjap-ngerjapkan matanya, mengembalikan kesadarannya, “Oh, yah.” Ia mengangguk dan berjalan keluar bersamaan dengan wanita itu yang melangkah ke dalam lift.

Mungkin ini saatnya atau mungkin juga tidak. Tapi…

“Omoni.” Krystal berbalik, tangannya dengan cepat menahan pintu lift yang akan tertutup membuat wanita itu terkejut. “Omoni, aku…” Gadis itu menelan ludah.

“Ada apa Soojung?”

“Aku berkencan dengan Jongin.” Ucapnya pelan namun mampu membuat mata ibu Minho melebar. “Aku mencintai Jongin…” ia menghentikan ucapannya sejenak lalu berseru dengan nada pelan, “…anak omoni.” Setelah itu Krystal menarik lengannya dan membiarkan pintu lift tertutup.

***___***

 

Malam sudah semakin larut namun kedua mata itu tak juga mampu terpejam. Entah sudah berapa kali ia mengganti posisi tidur agar dia bisa jatuh terlelap namun semua usahanya selalu gagal. Gadis itu berbaring sambil menatap langit-langit kamarnya. Pikirannya berkecamuk. Hati kecilnya terus mengatakan jika ayah dan ibu Jongin seharusnya tau. Karena biar bagaimanapun, Jongin adalah anak mereka dan dia tidak bisa di biarkan terus-menerus menanggung semuanya sendirian. Tapi di sisi lain, itu bukanlah hal yang mudah.

Atau… haruskah dia meminjam uang pada Jessica? Jessica memiliki sedikit tabungan, mungkin itu bisa membantu Jongin menjalani pengobatan. Tapi… Jongin bilang dia akan pergi secepatnya. Saat ini, bersikap seolah-olah dia tidak begitu khawatir adalah yang terbaik.

Gadis itu menghembuskan napas panjang-panjang. Ini rumit…

***___***

 

Krystal akhirnya bangun dari tidurnya setelah mendapat tendangan dari Jessica yang sudah sangat kesal karena gadis itu tak kunjung bangun. Namun tidak ada waktu untuk mengaduh karena jam sudah menunjukkan pukul 6 lewat. Bahkan kesadarannya belum sepenuhnya terkumpul ketika dia masuk ke kamar mandi. Krystal sengaja memilih air dingin agar matanya terbuka. Kemudian setelah bersiap-siap dalam waktu yang sangat singkat hingga dia lupa untuk merapikan rambutnya, gadis itu menyambar roti yang telah di siapkan Jessica di meja makan dan berteriak, “Aku pergi!” tidak perduli Jessica mendengarnya atau tidak. Sambil memakan rotinya, gadis itu berlari menuju halte bus. Dari kejauhan, bus terlihat sudah berhenti di halte dan orang-orang yang telah menunggu mulai memasukinya.

“Oh Tuhan!” Gadis itu menambah kecepatan larinya sebelum bus itu pergi.

“Ayo cepat! Kenapa kau lama sekali?” Seseorang tiba-tiba menarik lengan Krystal dan menyeretnya agar berlari lebih cepat. Pria tinggi itu berhasil melompat masuk ke dalam bus. Ia mengulurkan tangan dan menarik Krystal masuk sebelum pintu bus tertutup.

Napas Krystal terengah. Selama hidupnya, dia tidak pernah lari secepat ini bahkan saat pelajaran olahraga. Jantungnya terus berdegup kencang seakan ingin lompat keluar.

Ketika ia tersadar, ia mendongakkan wajahnya menatap seorang pria yang berdiri di depannya. Karena terlalu asik mengejar bus, dia tidak menyadari jika ada seseorang yang menolongnya tadi.

“Kau?” Krystal terkejut melihat pria itu.

“Kau sudah sadar?”balas pria itu sambil geleng-geleng kepala. “Kau terkejut karena aku ada disini?”

“Apa yang sedang kau lakukan?”tanya Krystal masih bingung.

“Aku menunggumu sejak tadi. Sejak satu jam yang lalu. Kenapa kau baru muncul? Kita bisa terlambat, bodoh.”

“Huh?” Krystal mengerutkan keningnya, masih tidak mengerti.

Pria yang ternyata Jongin itu mendesah putus asa, “Sudahlah. Lupakan saja.”

Pagi yang berat itu akhirnya berhasil ia lewati. Setelah berjuang keras melawan kantuk selama pelajaran sejarah dimana guru Park terus berceramah tentang jaman-jama dinasti, akhirnya bel istirahat menyelamatkannya. Satu detik setelah bel berbunyi, Krystal langsung berdiri dan buru-buru pergi.

“Ya, kau mau kemana?”tanya Jongin namun tidak di jawab.

Taemin menoleh ke belakang, “Kenapa dia?”

“Entahlah. Dia terus mengabaikanku hari ini. Sepertinya dia sedang tidak fokus.”

“Mungkin dia mulai gila.” Sehun menyahuti. “Kalian tidak ke kantin? Aku sudah lapar.”

“Kau duluan saja. Aku harus mengejarnya dulu.”jawab Jongin lalu pergi menyusul Krystal.

Sehun menghembuskan napas panjang, “Waaah, dia benar-benar sudah melupakan sahabatnya.”

Sementara itu, kening Jongin berkerut saat ia melihat Krystal berjalan menuju atap sekolah. Apa yang akan dia lakukan? Tidak biasanya dia pergi ke tempat itu. Pria itu mempercepat laju langkahnya dan menahan lengan kekasihnya itu.

“Apa yang mau kau lakukan sebenarnya? Kau mengabaikanku sejak tadi pagi, kau bahkan tidak mengatakan apapun saat kau menjemputmu dan sekarang kau juga meninggalkanku.

Krystal menghela napas panjang, menatap kekasihnya dengan mata yang sebentar lagi akan menutup, “Aku mengantuk.”

“Huh?”

“Aku tidak bisa tidur sejak semalam. Jadi aku ingin tidur.”ucapnya. “Maaf, tapi biarkan aku tidur sebentar, oke? Kita bicara lagi nanti.” Krystal tersenyum dan menepuk-nepuk kepala Jongin lalu membuka pintu atap sekolah.

“Mengantuk?”ulang Jongin bingung. “Oh Tuhan…”

Jongin membuka pintu, kembali menyusul Krystal. Ia menggandeng lengan kekasihnya itu tiba-tiba dan membawanya ke tempat yang tidak terkena sinar matahari. Dengan paksa, ia mendudukkan Krystal di sebuah kursi.

“Ya, aku bilang aku ingin tidur.”decak Krystal. “Aku benar-benar mengantuk sekali.”

“Tidurlah.” Jongin menjatuhkan diri di sebelahnya dan menepuk-nepuk pundaknya. “Aku akan menjagamu.”

“Apa?”

“Cepat tidur.” Karena Krystal hanya diam, akhirnya Jongin menggunakan tangannya untuk mendorong kepala Krystal. Gadis itu hanya menurut karena selain mengantuk, ia sudah tidak punya tenaga untuk berargumen.

“Bangunkan aku setengah jam lagi.”ucap Krystal dengan mata tertutup.

Jongin tersenyum geli, “Baik.”

***___***

 

Ketika matanya terbuka, Krystal langsung menarik dirinya untuk bangun. Tubuhnya menegak, dengan mata melebar melirik arlojinya, “Oh Tuhan, jam berapa ini?”jeritnya panik.

Jongin yang langsung menarik napas lega karena Krystal akhirnya bangun, memijit-mijit pundaknya yang pegal, “Makan dulu. Sulli membelikan sarapan untukmu tadi.”

“Pelajaran sudah di mulai! Kenapa kau tidak membangunkanku?”omelnya kesal. “Kita bisa di marahi…”

“Kita sudah terlambat.”potong Jongin santai. “Cepat makan makan siangmu, kita tunggu sampai pelajaran berakhir lalu kembali ke kelas.”

“Ya, kenapa kau tidak membangunkanku?” ia mengomel lagi.

Jongin mendesah dan berseru mulai kesal, “Itu karena tidurmu sangat lelap.”ucapnya. “Ya, bukankah seharusnya kau berterima kasih? Karenamu, pundakku terasa pegal! Lihat, air liurmu bahkan menempel di seragamku!”

Krystal langsung menghusap-husap sudut bibirnya, sedikit malu, “Benarkah?” tanyanya melunak. Kemudian ia menyeringai lebar, “Hehehe, maaf.”

“Apa yang kau lakukan semalam sampai kau mengantuk seperti ini? Seseorang menelponmu dan kalian bicara hingga larut malam?”

Krystal langsung mendengus, “Apa yang sedang kau katakan? Aku hanya tidak bisa tidur.”

“Dasar. Menyebalkan sekali.”

“Maafkan aku. Aku benar-benar tidak bisa tidur tadi malam. Aku tidak melakukan apapun.”

“Ck, sudahlah.” Jongin berdecak. “Oh ya, hari sabtu nanti aku akan pergi ke rumah sakit.”

Kedua mata Krystal langsung melebar, “Sungguh?!”

Jongin mengangguk sambil menggigit rotinya, “Sungguh. Setelah aku hitung, ternyata tabunganku cukup untuk pergi ke rumah sakit.”

“Kalau begitu, aku akan menemanimu!”balas Krystal berubah semangat.

“Tidak usah. Aku akan pergi sendiri.”

“Kenapa? Aku ingin ikut.”

“Kau mungkin bosan jadi—“

“Aku ikut!”

Jongin mendesah panjang tidak bisa berbuat apapun. Gadis ini… keras kepala sekali.

***___***

 

Ketika hari sabtu itu datang. Seperti biasa Jongin menunggu Krystal di halte bus yang tak jauh dari gedung apartement Krystal sebelum keduanya pergi menuju rumah sakit.

“Oh? Kita memakai baju putih. Kebetulan sekali.” Krystal berseru dengan senyuman lebar, sebagai cara untuk meredam rasa gugupnya.

Jongin hanya tersenyum tipis. Karena di bandingkan Krystal, dia adalah orang yang paling gugup. Ia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jaket untuk menyembunyikan tangannya yang terus berkeringat. Apapun yang terjadi, dia harus tenang.

Tak lama ketika keduanya sampai. Jongin langsung menemui dokternya dan mengatakan jika dia akan melakukan pengobatan. Namun sebelum pengobatan di lakukan, dokternya mengatakan jika Jongin harus kembali menjalani pemeriksaan. Dan selama pemeriksaan itu berlangsung, Krystal duduk di lobby rumah sakit menunggu Jongin dengan sabar sambil terus berdoa semoga hasil pemeriksaannya baik.

Setelah dua jam berlalu, akhirnya Jongin kembali. Dia menjatuhkan diri di samping Krystal.

“Bagaimana?”

“Hasilnya akan keluar setengah jam lagi.”jawabnya. “Kau lelah?”

Gadis itu menggeleng, “Tidak. Yang lelah pasti dirimu.”serunya sambil mengelap kening Jongin yang berkeringat dengan sapu tangan. “Apa pemeriksaannya sulit?”

“Tidak. Aku hanya sedikit kepanasan.”

“Kau lapar? Mau aku belikan sesuatu?”

Jongin mengangguk, “Bisakah kau belikan aku makanan? Aku akan menunggu disini.”

“Baiklah. Tunggu disini.”

“Eum.”

Jongin terus menatap langkah Krystal yang semakin lama semakin menjauh. Kemudian ia berdiri. Dalam hati terus meminta maaf karena dia sudah berbohong pada kekasihnya itu. Pemeriksaan hanya berlangung satu setengah jam dan hasilnya akan keluar dalam waktu setengah jam setelahnya. Dia terpaksa menunggu di ruang pemeriksaan selama setengah jam sebelum menghampiri Krystal. Agar dia bisa mencari alasan untuk menyuruhnya pergi. Jongin berjalan menuju ruangan dokternya untuk mengetahui hasil pemeriksaan.

Di dalam ruangan, dokternya sudah menunggunya sejak tadi. Tidak ada perubahan di wajahnya namun Jongin bisa melihat keruhnya wajah itu. Dia tidak terlihat senang.

“Bagaimana?”tanya Jongin pelan.

Dokter itu menatap Jongin lurus, “Sudah terlambat.”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

10 thoughts on “SELENE 6.23 (LONG DISTANCE BETWEEN US) PART 20

  1. DO DO berkata:

    Terlambat????? Kenapa???? Jangan!!!! Pokoknya jongin harus tetap bertahan dan harus sembuh, penasaran banget sama kelanjutannya jadi next ya author

  2. mongkailate berkata:

    oh my… jongin… speechless kukira ga akan secepat ini, kupikir masih ada yg bs diusahakan, tapi well aku puas bgt sama angst di part ini. mungkin setelah ini konfliknya akan berpusat pada jongin dan ibunya krn minho sudah mundur. tapi kuharap cerita ini akan masih panjang karena aku benar2 menikmatinya walaupun harus gemes setiap hari waktu lagi2 gagal melihat update terbaru ><

  3. ellalibra berkata:

    Knp apa jongin g bs selamat hueeeeeeeeeee bgmn ini eonni knp jongin knp hrs dy disaat tmn”a bermain tp dy hrs bekerja dtmbh penyakit nya jgn donk eon …. Q msh g ngerti knp ibunya jongin tega bgt seenggk’a kn dy msh merhatiin jongin wlw dh pisah sm ayahnya jongin … Neeeeeeext eon :-Dfighting

  4. han berkata:

    terlamabat? knpa? plis jangan buat jongin meninggal jgan sad ending ya eon , kasian jongin mskipun aku suka jonginnya disiksa kek begini tp jgan sampe sad ending ya…
    update asap dong eon , tiap harinya slalu nunggu ni ff .. sudah trlanjur suka sekali sma cerita ini ditunggu next chapternya

  5. So_Sehun berkata:

    Aigooo…terlambat apanya…
    Oh mija chingu-ya….jeballll jgn buat jongin ku mati lagi ya…jgn membuatku patah hati utk yg ketiga kalinya ya….
    Buatlah bang jongin bahagia ya…

  6. highbluesky16 berkata:

    Haaaaaaaaaaaaa….jangan sad ending….meskipun aku hanya readers….tapi aku berharap nggak sad ending….kuharap ff ini fast update…makasihhh

  7. HunHo_Suho berkata:

    Jawaban dokter itu berasa bikin jiwa yg membara semangat langsung redup seketika, jongin harus kuat harus bisa melewati ini semua, jgn sad ending tolong gak kuat dia udah terlalu banyak menahan sakit😭😭😭 sayang jongin kak mija😭😭😭😍😭😍😭😍😭😍 jongin meninggal dia bakal buat semua orang menangis apalagi krystal noh buktinya aja jongin kabur ke busan krystal dh sedih apalagi jongin kabur ke surga😭😭😭 huhhhh gak tau apalagi ku bakal terus berdoa semoga jongin sembuh 🙇🙇🙇

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s