SELENE 6.23 (LONG DISTANCE BETWEEN US) PART 19

selene new

Tittle                            : Selene 6.23 (Long Distance Between Us)

Author             : Ohmija

Main Cast        : Kim Jongin, Krystal Jung, Choi Minho

Support Cast   : Taemin, Sulli, Amber, Sehun, Jessica, Jonghyun, dll

Gnere              : Romance, School life, Comedy, Sad

“Apa?! Dia di Jeju?!” Jessica menjerit histeris di sebrang panggilan.

Jongin menggigit bibir bawahnya kelu, merasa bersalah, “Dia sedang tidur sekarang. Sepertinya dia sangat kelelahan.”ucapnya pelan, “Maafkan aku noona. Tapi aku akan mengantarnya pulang besok.”

“Ya! Jika kau berani menyakiti adikku lagi, kau akan menerima akibatnya!” Jessica kembali berteriak kesal.

“Aku mengerti.”

“Antarkan dia pulang besok!”

Klik.

Panggilan di putus begitu saja. Jongin menghela napas panjang. Setelah apa yang telah ia lakukan pada Krystal, sangat wajar jika kini Jessica membencinya.

“Lalu kau mau tidur dimana?”suara ayahnya membuyarkan lamunannya. “Atau kau mau tidur di kamarku?”

Jongin menoleh ke belakang dan menggeleng, “Tidak. Aku akan tidur di ruang tamu saja.”

“Kau yakin? Sepertinya malam ini sangat dingin.”

“Tidak apa-apa. Biarkan saja dia tidur di kamarku.”

“Apa dia kekasihmu?”

Jongin tersenyum, “Maafkan aku, appa.”

“Kenapa kau minta maaf? Aku senang karena kau sudah memiliki kekasih. Dia juga sangat cantik.” Ayahnya balas tersenyum. “Tapi jika kalian punya masalah, harusnya kalian menyelesaikannya dulu. Kau membuatnya harus datang kesini hanya untuk menemuimu. Jangan besikap seperti itu pada wanita.”

Jongin tertawa kecil, “Aku tau. Aku akan mengantarnya pulang besok.”

***___***

 

Sinar matahari perlahan menembus kelopak mata yang tertutup itu. Semakin lama, semakin terasa mengusik. Gadis itu menggeliat malas dan mengerjap-ngerjapkan matanya pelan.

“Kau sudah bangun?”

“Oh my God!” Ia seketika terduduk setelah mendengar suara seorang pria. “Ke-kenapa kau ada disini?” Ia menatap Jongin yang sedang berdiri di ambang pintu dengan mata terbelalak.

Jongin mencibir, “Bodoh. Ini adalah kamarku.”

“Apa?” Kesadaran tiba-tiba sesaat membuatnya lupa apa yang telah terjadi semalam. Begitu ingatannya kembali, gadis itu tersenyum malu, “Oh, benar juga.”

“Kau sudah ingat?” Jongin balas tersenyum. “Sekarang cepat bangun. Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu.”

“Huh? Sarapan?” Krystal menepis selimutnya dan bangkit dari tempat tidur. Di ikutinya Jongin menuju meja makan. “Waaah, kau yang memasak semua ini?”serunya takjub melihat berbagai jenis makanan yang terhidang di atas meja. Jenis-jenis makanan yang berbeda dari makanan yang ada di rumahnya. Karena sudah terlalu lama dirinya dan Jessica hidup di Amerika, keduanya tidak begitu familiar dengan makanan Korea. Dan juga, karena keduanya tidak begitu tertarik dalam hal memasak, terkadang mereka lebih memilih makan makanan cepat saji.

“Appa.”jawabnya. “Karena sekarang kau sudah bangun, akhirnya aku bisa makan. Aku sudah lapar.”

Sebuah senyum lebar tercipta di bibir Krystal, “Kau menungguku?”

“Appa yang menyuruhku.” Senyum Krystal seketika menghilang dari wajahnya berganti dengan wajah cemberut. Yah, harusnya dia tidak berharap begitu banyak dari pria ini.

Jongin tersenyum geli, “Aku terbiasa sarapan dengan makanan seperti ini. Tidak apa-apa, kan? Toko roti sangat jauh jadi—“

“Tidak apa-apa. Aku akan makan dengan baik!”

Gadis itu mengambil sumpitnya dan mulai menyantap makanan yang telah di sediakan. Jongin hanya tersenyum melihat itu.

“Ngomong-ngomong, dimana ayahmu?”

“Di pasar. Dia harus berjualan.”

Kening Krystal berkerut, “Berjualan?”

“Dia adalah penjual ikan.”balas Jongin. “Selesai sarapan aku akan kesana membantunya. Kau bisa berada disini sampai aku kembali.”

“Kenapa? Apa aku tidak boleh ikut?”

“Aku akan pergi ke pasar, aku bukan akan pergi ke mall. Kau pasti tidak akan suka tempatnya.”

“Kenapa? Aku ingin ikut.”

“Disana bau dan sangat tidak nyaman.”

“Aku tidak perduli. Aku ingin ikut.”

***___***

 

Tidak ada yang bisa Jongin lakukan karena Krystal sangat bersikeras ingin ikut bersamanya. Gadis berambut cokelat itu berjalan di samping Jongin dengan sweater kebesaran yang di pakainya. Bajunya masih sedikit basah hingga dia harus memakai baju Jongin pagi itu.

“Udaranya segar sekali.” Krystal menarik napas panjang-panjang, menghirup udara pagi pulau Jeju.

“Karena ini adalah daerah pinggiran jadi tidak banya kendaraan yang lewat. Biasanya kami hanya berjalan kaki jika ingin pergi ke suatu tempat. Karena itu, udaranya sangat segar.”

Krystal melirik Jongin, “Pantas saja kau sangat betah berada disini.”

“Bukankah disini lebih baik daripada Seoul?” Pria itu tersenyum.

“Disini memang lebih baik, tapi bukankah Seoul lebih menyenangkan?”balas Krystal. “Ada Sehun, Jonghyun dan Taemin disana.”

“Kau benar.”

“Mereka sangat mengkhawatirkanmu. Ketika pertama kali aku datang kesini, Taemin dan Sehun juga pergi bersamaku. Mereka menggantikanmu untuk menjagaku.”

Mata Jongin membulat lebar, “Benarkah? Taemin dan Sehun?”

Krystal mengangguk, “Awalnya Jonghyun juga ingin ikut tapi terjadi sesuatu yang mendesak jadi hanya Taemin dan Sehun yang menemaniku. Mereka sangat mengkhawatirkanmu jadi hubungi mereka secepatnya.”

Jongin mengalihkan tatapannya, menatap laut yang ada di sebelah kanannya, “Aku akan menghubungi mereka nanti.”

Krystal tidak bersuara lagi. Ia lebih memilih untuk menikmati pemandangan pulau Jeju daripada memikirkan hal-hal yang bisa membuatnya sakit kepala. Saat ini dia sedang bahagia. Cuacanya sangat cerah dan Jongin ada bersamanya. Itu sudah cukup.

“Aku akan mengantarmu pulang siang ini.”

Ucapan Jongin langsung membuat Krystal menoleh kearahnya, “Huh?”

“Aku menghubungi Jessica noona tadi dan aku bilang aku akan mengantarmu pulang.”

“Aku tidak akan pulang.” Krystal langsung menggeleng. “Aku sudah bilang jika aku akan tetap berada disini.”

“Kakakmu sangat mengkhawatirkanmu, Krystal. Kau juga tidak bisa tinggal disini.”

“Aku akan menjelaskan pada Jessi unnie nanti, dia pasti mengerti. Dan kenapa aku tidak bisa tinggal disini? Apa ayahmu merasa keberatan? Kalau begitu aku akan mencari rumah sewa yang—“

“Kau memiliki banyak hal yang harus kau lakukan.” Langkah keduanya terhenti. Jongin mengulurkan tangan, mencekal kedua bahu Krystal agar gadis itu menghadapnya. “Kau harus sekolah dan keluargamu ada di sana. Aku sangat berterima kasih karena kau telah datang kemari untuk menjengukku tapi tempatmu bukan disini.”

“Tidak. Aku tidak akan pergi.” Krystal melepaskan cekalan Jongin. “Aku tidak akan meninggalkanmu.”

“Tunggulah di Seoul, aku akan menyusulmu.”

“Bohong!” Gadis itu menutup telinganya dengan kedua tangan. “Kau selalu menyuruhku untuk menunggu tapi kau tidak pernah datang. Aku tidak mau mendengar apapun lagi. Aku tidak akan pergi!” Krystal melangkah pergi meninggalkan Jongin.

Di tempatnya, pria itu mendesah panjang. Dia harus bagaimana?

***___***

 

“Annyeonghaseo, abeonim.” Begitu tiba di pasar, Krystal langsung menghampiri ayah Jongin dan meyapanya sopan. “Apa yang sedang abeonim lakukan? Waaah, ikannya masih hidup? Ya Tuhan, ada gurita!” Gadis itu menatap makhluk air itu takjub.

“Apa kau sudah sarapan?”

“Eum.” Ia mengangguk dan tersenyum lebar. “Terima kasih atas makanannya abeonim. Sebagai balasannya, aku akan membantu abeonim berjualan hari ini.”

Ayah Jongin tertawa, “Kau bisa berjualan? Biasanya gadis kota tidak bisa melakukannya.”

“Aku berbeda. Aku bisa melakukannya.”

“Ya.” Jongin mencekal lengan Krystal. Helaan napasnya terdengar panjang, “Kau akan pulang hari ini.”

“Sudah ku bilang aku tidak mau.” Krystal sekali lagi menepis cekalan Jongin. “Jangan paksa aku. Aku tidak akan pergi kemanapun.”

“Apa yang terjadi? Kalian bertengkar lagi?”tanya ayah Jongin menatap keduanya bergantian. “Kalian ini… selalu saja bertengkar.”

“Abeonim, suruh dia berhenti untuk memaksaku pulang. Aku ingin tetap berada disini.”

“Siapa yang kau panggil ‘abeonim’? Kalian tidak sedekat itu.”ketus Jongin. “Ya, jika kau tidak pulang hari ini, Jessi noona akan membunuhku, mengerti?”

“Dia tidak akan membunuhmu.”elak Krystal.

“Oh Tuhan…”

“Itu karena kau terus menghindar.” Akhirnya ayahnya angkat bicara. “Sudah ku katakan semalam, kau harus menyelesaikan masalah kalian dulu. Jangan menyakiti perempuan.”

Merasa jika ayah Jongin sedang berpihak padanya, Krystal tersenyum penuh kemenangan.

“Kembalilah ke Seoul bersamanya. Kenapa kau justru memilih tinggal disini dan berjualan bersamaku? Kau harusnya pergi ke sekolah.”

“Appa, ini ku lakukan karena aku merindukan appa. Apa appa tidak merindukanku juga?”balas Jongin kesal karena ayahnya justru mengomelinya.

“Aku juga merindukanmu dan aku sangat senang jika kau tinggal disini. Tapi, kau masih punya satu kewajiban. Kau harus sekolah. Jika sekolahmu sudah selesai, kau bisa tinggal disini selamanya.”

“Aku akan melanjutkan sekolahku disini.”

Krystal seketika terkejut, “Apa?”

Ayah Jongin menghela napas panjang, “Jika pindah sekolah, kita membutuhkan biaya tambahan untuk administrasinya. Akhir-akhir ini tidak banyak yang membeli ikan karena cuacanya sedang buruk.”

“Appa…” Jongin mengacak rambutnya frustasi.

“Kembalilah ke Seoul dan antar dia pulang. Jadilah lelaki sejati. Dan setelah lulus nanti, tinggalah bersamaku disini.”

“Kalian benar-benar menyebalkan…”Jongin mendengus kesal lalu berbalik dan pergi meninggalkan keduanya.

Krystal menatap ayah Jongin khawatir, “Abeonim, apa dia sedang marah?”

***___***

 

Kembali ke Seoul?

Itu artinya dia harus kembali berjuang untuk menahan rasa sakitnya lagi. Seoul adalah tempat penuh kenangan. Bukan kenangan bahagia tapi kenangan pahit.

Dia selalu berharap jika dia tidak akan bertemu dengan ibunya lagi. Tapi Tuhan justru berkehendak lain. Dia bahkan tinggal di samping apartement Krystal. Seoul adalah kota besar namun terasa sangat kecil.

Ketika dirasakannya seseorang menjatuhkan diri di sampingnya, Jongin menoleh.

“Kau marah?”tanya Krystal menatap pria itu merasa bersalah. “Maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk—“

“Jika aku memintamu untuk menungguku lagi, apa kau akan melakukannya?”tanya Jongin pelan, memotong ucapan Krystal.

Krystal terdiam sejenak, “Aku akan berkata tidak.”balasnya, dengan suara tak kalah pelan. “Tapi aku akan tetap melakukannya. Aku akan tetap menunggumu.”

“Aku butuh waktu untuk mempersiapkannya jadi aku harap kau mau menungguku.”

Gadis itu menatap Jongin dengan kening berkerut, “Maksudmu?”

Jongin menarik napas panjang kemudian menatap lautan yang terhampar luas di depannya, mencari kekuatan, “Aku akan kembali.” Lirihnya, selirih hembusan angin yang menemani mereka saat itu. “Tapi aku butuh waktu.”

“Kenapa?”

“Ada banyak orang-orang yang aku harapkan tidak pernah bertemu dengan mereka lagi tapi mereka justru tinggal di dekatmu. Aku harus mengatur hatiku.”ucapnya. “Dan juga, Minho telah mengetahui tentang penyakitku. Sejujurnya, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan karena itu.”

Krystal mengerti. Selama ini, Jongin selalu menganggap Minho adalah ‘rival’. Dan ketika rival-nya itu mengetahui satu kelemahannya, dia pasti merasa telah di kalahkan tanpa pertarungan. Dia telah kalah di awal. Tapi selain mereka, bukankah ada dirinya? Ada Sehun, Taemin dan Jonghyun yang akan selalu berpihak padanya. Dia tidak sendirian.

“Jongin.”panggil Krystal hati-hati. “Apa kau tidak mau memberitahu ayahmu dan teman-temanmu tentang ini?”

Jongin tersenyum kecut, “Ayahku sudah terlalu banyak merasakan kesulitan selama hidupnya, aku tidak mau melihatnya bersedih lagi. Dan teman-temanku…” kini ia tertawa pahit. “Mereka sudah terlalu sering mengkhawatirkan hidupku. Aku tidak mau membuat mereka semakin khawatir.”

“Kalau begitu, kita lakukan pengobatan, oke?”

Jongin menoleh, untuk beberapa saat, di tatapnya gadis yang sedang duduk di sebelahnya itu dengan senyum hangat. Tangannya terulur, menghusap-husap kepalanya lembut.

“Kau pasti sangat khawatir, kan?”

“Jawab aku. Kita lakukan pengobatan, ya?”

“Bahkan pindah sekolah adalah hal yang sulit bagiku. Pengobatan membutuhkan uang banyak.”

“Kita coba bicara dengan Jessi unnie, kita bisa meminjam uangnya.”

Jongin tersenyum, “Aku akan melakukan pengobatan.”

“Bagaimana caranya? Kau bilang kau tidak punya uang.”ucap Krystal hampir menangis.

Jongin tertegun sesaat. Merasa pilu. Tidak ada yang bisa dia lakukan. Namun segera ia tersenyum dan memeluk gadisnya itu untuk menenangkannya. “Aku punya sedikit tabungan.”ucapnya berbohong. “Jangan khawatir, oke?”

Memang tidak ada yang bisa dia lakukan, tapi setidaknya, dia tidak akan membiarkan gadis ini menangis lagi.

***___***

 

Krystal terus menggenggam tangan Jongin erat begitu keduanya sampai Seoul. Keringat dingin mulai membasahi telapak tanganya, jantungnya berdegup kencang, bahkan hanya membayangkan wajah Jessica rasanya sangat menakutkan. Jongin tersenyum geli, lebih tenang dari Krystal. Ia menekan tombol bel dan tak lama seseorang membuka pintu.

Krystal tersentak, reflek langsung melangkah mundur dan bersembunyi di belakang Jongin.

“Annyeonghaseo noona.” Jongin membungkukkan tubuhnya sopan menyapa Jessica.

Jessica mengabaikan itu dan langsung menarik lengan Krystal.

“Unnie, sakit.”

“Cepat masuk!”

“Unnie…”

“Kau tidak dengar? Masuk!”bentak Jessica.

Krystal menatap Jongin putus asa lalu menghela napas panjang. Mau tidak mau berbalik dan berjalan menuju kamarnya. Sementara di ambang pintu, Jessica masih berdiri menatap Jongin dengan pelototan kesal.

“Kau tau apa yang sudah kau lakukan, kan?”

Jongin mengangguk pelan, “Aku minta maaf noona.”

“Aku hampir saja melaporkanmu ke polisi atas tuduhan penculikan! Kau tau bagaimana khawatirnya aku, huh?!”

Jongin kembali mengangguk, memilih untuk menerima omelan itu, “Ini salahku, noona. Aku minta maaf.”

“Mulai sekarang jangan dekati adikku lagi! Pergi!”

 

BRAKK

 

Jessica membanting pintunya keras hingga Jongin bisa merasakan angin menampar wajahnya. Ia Mengacak rambutnya frustasi. Sepertinya Jessica benar-benar sedang marah. Aaah… ini pasti akan menjadi semakin sulit.

Kemudian ia menghela napas panjang dan melangkah pergi. Ia harus pergi ke pelabuhan karena sebentar lagi kapal terakhir menuju pulau Jeju akan berangkat.

 

Kau baik-baik, saja?

Jongin membaca pesan dari Krystal itu sambil tersenyum. Lalu mulai membalasnya.

 

Aku baik-baik saja. Kau?

 

Jessi unnie tidak memukulmu, kan? Aku mendengarnya berteriak tadi.

 

Aku akan menjelaskan padanya nanti. Jangan khawatir. Dan sebaiknya kau tidak bertindak yang macam-macam lagi. Patuhi semua ucapan Jessi noona, mengerti?

 

Jongin memasukkan ponselnya ke dalam saku saat di dengarnya sirine kapal yang memperingatkan jika mereka akan berangkat sebentar lagi berbunyi. Dia harus kembali…

***___***

 

Keesokan harinya, Krystal hanya bisa menghela napas panjang saat Jessica bersikeras untuk mengantarnya ke sekolah. Alasannya, dia takut jika Krystal akan kabur ke Jeju lagi. Padahal sudah berkali-kali Krystal meyakinkan jika dia tidak akan pergi kemanapun. Tapi Jessica tetap tidak perduli.

“Pulang bersama Minho nanti. Aku sudah memintanya untuk menjagamu.”

Krystal langsung berdecak, “Unnie… bukankah unnie tau hubunganku dan dia sedang tidak baik?”

“Aku tidak perduli. Yang jelas kau lebih baik bersamanya daripada bersama pria yang selalu menyakitimu itu.”

“Sudah ku bilang itu salah paham. DIa tidak menyakitiku.”

“Kau masih membelanya?” Jessica menoleh sekilas, melotot pada Krystal. Krystal langsung membungkam mulutnya rapat-rapat. “Sudahlah. Jangan membantahku lagi.”

Sesampainya di sekolah, masih dengan wajah cemberut, Krystal turun dari mobil dan berjalan menuju kelasnya. Baru sampai di ambang pintu kelas, ia seketika di sambut oleh Sulli, Amber, Sehun, Taemin dan Jonghyun yang sudah sejak lama selalu ingin mendengar apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya dan Jongin.

Krystal menghela napas panjang menatap teman-temannya itu, “Sebentar lagi bel akan berbunyi. Bisakah kalian membiarkanku duduk dulu?”

“Tapi kau harus berjanji akan menceritakan semuanya nanti.”balas Sulli.

“Iya, aku berjanji.”

***___***

 

Sesaat setelah bel istirahat berbunyi, Krystal langsung di tarik menuju atap sekolah. Karena keadaan kelas terlalu berbahaya – banyak murid yang suka menguping – sehingga mereka membawa Krystal menuju tempat yang aman.

Gadis itu di dudukkan di kursi kayu lalu di kerubungi teman-temannya. Seluruh pasang mata tertuju kearahnya membuat Krystal lagi-lagi menghela napas panjang, hanya bisa pasrah karena dia tidak bisa melarikan diri kemanapun.

“Jadi bagaimana?”tanya Taemin tidak sabar.

“Aku akan menceritakan semuanya tapi jangan ada yang memotong ucapanku. Kalian harus mendengarkanku dulu hingga selesai sebelum bertanya, mengerti?”

“Iya. Cepatlah.”sahut Sehun.

“Jadi saat kita pergi ke Jeju bersama, aku memang bertemu dengan Jongin.”

“Benarkah?! Bagaimana keadaannya?! Kenapa kau tidak bilang pada kami?!”

Krystal melirik Sehun kesal, “Ku bilang dengarkan aku!”

“Ya, bodoh! Diam saja!” Taemin memukul kepala Sehun pelan. Lalu menatap Krystal kembali, “Ayo, lanjutkan.”

“Dia baik-baik saja. Dia tinggal bersama dengan ayahnya dan membantu berjualan ikan di pasar. Saat itu, alasan aku menangis karena aku mencoba untuk membujuknya kembali tapi dia tidak mau. Lalu dia memutuskanku begitu saja. Aku benar-benar merasa sakit hati jadi aku menangis.”

Mereka semua saling pandang bingung karena Krystal langsung menghentikan ceritanya begitu saja.

“Apa ceritanya sudah selesai?”tanya Sehun takut-takut.

“Iya. Sekarang kau boleh bertanya.”balas Krystal.

“Jadi kau putus dengannya?” Sulli bersuara. “Benar-benar putus?”

Krystal tersenyum lebar dan menggeleng, “Kemarin, aku pergi ke Jeju dan mencoba membujuknya lagi. Kali ini aku berhasil.”

“Maksudmu… sekarang dia ada disini?!”pekik Taemin ikut mengembangkan senyum.

“Tidak. Tapi dia bilang dia akan kembali. Dia memintaku untuk menunggunya.”

Namun Sulli merasakan hal berbeda, firasatnya sedikit tidak baik, “Kau yakin dia akan kembali?”

Krystal mengangguk yakin, “Aku percaya padanya. Dia pasti kembali.”

Sulli mendesah panjang. Yah, dia sudah jatuh cinta. Ah tidak, dia bahkan sudah tergila-gila pada Jongin. Oh Tuhan, semoga akan ada hal-hal baik nanti.

***___***

 

Sosok tinggi itu bahkan terlihat dari kejauhan. Sedang berdiri dengan punggung yang menempel pada dinding. Kedua tangannya di masukkan ke dalam saku celana dan kepalanya sedang menunduk.

Krystal menghentikan langkahnya, menatap sosok itu dalam satu haris lurus. Dia tau ada sesuatu yang belum terselesaikan dengan pria ini.

“Kau tidak akan pulang bersamanya, kan? Jangan lupa kau adalah kekasih sahabat kami.” Suara Sehun terdengar dingin di belakang.

Krystal tersadar lalu menoleh, menatap Sehun dengan ekspresi memohon, “Kali ini saja.”ucapnya.

“Ya! Kalian bahkan baru berbaikan, kau sudah mau berselingkuh lagi?”

“Ada yang harus ku bicarakan dengannya. Sungguh. Kali ini saja, oke? Bye Sehun.” Krystal dengan cepat melarikan diri, meninggalkan Sehun yang langsung menggerutu kesal di tempatnya.

“Dasar gadis itu. Menyebalkan sekali.”

Minho langsung menoleh begitu menyadari kehadiran Krystal, tubuhnya menegak dan bibirnya menunjukkan senyum tipis.

“Jessi noona memintaku untuk menunggumu.”serunya pelan.

Krystal mengangguk kikuk, “Aku tau. Jessi eonnie sudah memberitahuku tadi.”

“Kalau begitu, ayo.”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

5 thoughts on “SELENE 6.23 (LONG DISTANCE BETWEEN US) PART 19

  1. mongochi*hae berkata:

    Kasian bgt jongin harus mengalami cobaan hidup yg rumit gini..
    dr keluargany.. orang yg dicintainy hingga penyakit yg dderitany..
    sungguh jongin orang hebat sanggup ngejalaninit smua..
    Tp ak harap smga balasanny sesuai dg kesabaranny ini

    next part dtunggu

  2. han berkata:

    ah kai ya knapa ga lngsung netap di seoul aja , greget bnget ini ..
    knapa jd punya firasat buruk sma jessi eonni ya? apa dia bkal nglarang krystal hubungan sma jongin kan dia nya blum tau alasan jongin sbenarnya dan jga jongin jga mlarang krys mmberitahu ttg smuanya ke yg lain ..
    duh makin seru ini cerita ditunggu next chapternya kaka, jgan lama2 ya ..

  3. ellalibra berkata:

    Yeeeeeeyyyy jongin akhirnya trbuka sm krystal ttg penyakitnya … Smg ada jln bt pengobatanny kshn jongin eon … Neeeeeeext fighting 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s