SELENE 6.23 (LONG DISTANCE BETWEEN US) PART 17

selene new

Tittle                            : Selene 6.23 (Long Distance Between Us)

Author             : Ohmija

Main Cast        : Kim Jongin, Krystal Jung, Choi Minho

Support Cast   : Taemin, Sulli, Amber, Sehun, Jessica, Jonghyun, dll

Gnere              : Romance, School life, Comedy, Sad

Krystal kembali meninggalkan sekolah lebih awal hari itu. Bersama Taemin, Sehun dan Jonghyun, mereka berempat kembali ke rumah Jongin untuk memastikan. Rumah itu telah kosong, tidak berpenghuni, dan tetangganya mengatakan jika dia benar-benar melihat Jongin pergi tadi pagi. Tidak ada petunjuk yang bisa mereka dapatkan di rumah sakit karena Jongin menghilang setelah keluar dari sana.

Krystal mengulurkan tangan, menekan beberapa angka pada panel kunci elektronik. Pintu rumahnya terbuka, membuat Taemin, Sehun dan Jonghyun sedikit terkejut, sebenarnya hubungan mereka sudah sejauh mana? Kenapa Krystal bahkan tau kode rumahnya?

Gadis itu melangkah masuk, menatap ke sekeliling. Dalam benaknya, ia terus bertanya-tanya. Kenapa? Kenapa dia pergi tiba-tiba? Jika dia hanya pergi untuk sementara, kenapa dia berhenti sekolah?

“Jadi dia benar-benar pergi?”tanya Sehun pelan, ikut menatap sekeliling rumah itu.

“Nomornya sudah tidak terpakai. Dia pasti sudah mengganti nomornya.”sahut Jonghyun.

“Kenapa dia pergi?” Taemin ikut bersuara.

Krystal berbalik, menatap mereka bertiga, “Apa mungkin dia pergi ke pulau Jeju? Ayahnya ada disana, kan? Apa kalian tau dimana alamatnya?”

“Mungkin saja. Tapi dia jarang menceritakan ayahnya. Kami tidak tau.”jawab Taemin.

“Dia pasti pergi ke Jeju!”

Taemin langsung menahan lengan gadis itu saat ia hendak bergegas pergi, “Kau mau pergi kemana?”

“Aku akan pergi ke Jeju!”

“Kau gila? Itu berbahaya.”

Krystal menepis cekalan Taemin, “Aku harus pergi. Dia masih belum pulih sepenuhnya.”

“Jika dia memang pergi ke Jeju, keadaannya pasti baik-baik saja karena dia bersama ayahnya sekarang.”

“Walaupun begitu apa kau tidak khawatir? Bagaimana jika terjadi sesuatu di jalan? Bagaimana jika–”

“Pikirkan dirimu sendiri.”potong Taemin dengan suara sedikit meninggi membuat Krystal langsung mengatupkan mulutnya rapat, “Aku tau kau khawatir. Kami juga! Tapi… kau adalah wanita. Sangat berbahaya jika kau pergi ke Jeju sendirian! Dan jika terjadi sesuatu padamu, Jongin akan membunuh kami!”

Rahang Krystal mengeras, kembali di tepisnya cekalan Taemin sedikit kasar, “Aku tetap harus mencarinya.”

Taemin menggeram kesal, di tinjunya dinding rumah Jongin kuat untuk melampiaskan amarahnya. Sekarang terserah, dia tidak perduli lagi. Gadis itu sangat keras kepala.

Namun Sehun melangkah maju, kembali di tariknya lengan Krystal kuat, memaksanya agar gadis itu menghadap padanya kemudian di cekalnya kedua bahunya, “Kau mencintainya?”

“Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!” Krystal berusaha berontak namun Sehun semakin mengeratkan cekalannya.

“Aku tanya sekali lagi. Kau mencintainya?!”bentaknya.

Krystal terenyak. Untuk sesaat ia terdiam, Dia juga tidak mengerti. Apa perasaannya sudah berubah? Namun beberapa saat kemudian ia balas mendongak, menatap Sehun lurus, “Kenapa? Apa aku tidak boleh mencintainya?”

Sehun menurunkan kedua tangannya dari bahu Krystal dengan helaan napas panjang. Atas semua kekhawatirannya tentang hubungan gila itu, kini ia bisa bernapas lega. Ia bisa membaca dengan kelas lewat matanya. Mata yang penuh kegelisahan.

“Ada ulangan penting besok, kita tidak bisa pergi. Tunggulah sebentar, besok lusa kita akan pergi ke Jeju.”

“Sehun.” Taemin berseru. “Kau lupa? Jongin pernah mengatakan untuk tidak ikut campur tentang masalah keluarganya. Jika kita pergi—“

“Aku sudah lelah selalu mengikuti perintahnya.” Sehun berbalik ke belakang, menatap Taemin tajam. “Aku sudah lelah menjadi pengikutnya. Sekarang, aku ingin menjadi sahabatnya.”

“Sehun…”

“Taemin, selama ini kita selalu bersikap seolah-olah kita tidak mengetahui apapun! Kita selalu berpura-pura di depannya dan di depan semua orang! Apa kau tau jika selama itu aku merasa seperti tidak berguna? Aku tau jika ada sesuatu yang salah dalam hidupnya, aku tau dia hidup sendiri karena ibunya pergi meninggalkannya, aku tau! Tapi aku harus bersikap seakan-akan aku tidak mengetahui hal itu. Kenapa? Apa aku tidak boleh membantunya? Selama ini, kita selalu membiarkannya tenggelam dalam masalahnya sendiri. Sekarang aku sudah muak! Aku tidak tahan lagi! Aku ingin membantunya!”

Krystal terkejut, “Kalian…tau…tentang ibunya?”

“Apa kau benar-benar berpikir kami hanya sekumpulan orang bodoh? Kau pikir kenapa mereka membiarkan seorang anak SMU tinggal sendirian di kota besar sambil menghidupi dirinya sendiri? Selama ini dia hanya menceritakan sedikit tentang ayahnya tapi tidak tentang ibunya. Bukankah itu sudah jelas?” Krystal terdiam. Sedikit takut karena ini adalah pertama kalinya ia melihat tiga sahabat itu bertengkar. “Kita akan pergi ke Jeju besok lusa jadi jangan coba-coba pergi sendirian!”tegasnya lalu pergi meninggalkan rumah Jongin dengan bantingan pintu.

Jonghyun mengacak rambutnya frustasi, ia menatap Taemin sesaat lalu menghela napas panjang, “Astaga… Sehun…” Pria itu mengejar Sehun keluar, meninggalkan Krystal dan Taemin

Taemin menatap Krystal setelah berhasil menenangkan dirinya, “Kita pergi besok lusa.”

***___***

 

Krystal langsung meninggalkan kelas begitu bel berbunyi, tanpa mengucapkan sepatah kata apapun pada Sulli dan Amber yang akan menghampirinya untuk mengajaknya pulang bersama. Keduanya mengerti, gadis itu masih merasa khawatir atas hilangnya Jongin. Seharian ini dia bahkan tidak bicara sama sekali, terus menatap kearah kursi kosong yang ada di sebelahnya.

Rumor-rumor aneh kembali menyebar, mengatakan jika Jongin memutuskan Krystal begitu saja hingga gadis itu bersedih. Namun Krystal tidak perduli, hidupnya hari itu seperti makhluk yang tidak bertelinga. Dan ini adalah tugas Sulli untuk melindungi sahabatnya itu. Berkali-kali dia terus terlibat perkelahian dengan teman-teman sekelas yang terus bergosip tentang Krystal.

“Bisakah kalian memastikannya sampai di rumah dengan aman?”suara Taemin membuat Sulli dan Amber sedikit terkejut. Keduanya menoleh ke belakang. “Aku tidak bisa mengantarnya karena aku sedang tidak enak badan.”

“Apa yang terjadi padamu? Wajahmu sedikit pucat.”tanya Sulli.

“Kalian bertengkar?”tanya Amber langsung karena seharian ini, Taemin tidak terlihat mengobrol dengan Sehun.

Taemin tersenyum tipis, “Sedikit.“

“Ada apa?”tanya Sulli lagi.

“Hanya masalah kecil, jangan khawatir. Kalau begitu, aku pulang dulu.” Pria itu kembali meninggalkan senyum sebelum kakinya melangkah pergi.

Sulli menoleh ke belakang, mengikutinya hingga ia menghilang di ambang pintu. “Ini pertama kalinya mereka bertengkar, kan?” lalu ia mengembalikan tatapannya pada Amber. “Sepertinya ini serius.”

“Jika kau khawatir, kejar dia.”

Kening Sulli berkerut, “Huh?”

“Aku akan menjaga Krystal, kau kejar Taemin, okay?”

Amber langsung pergi sebelum mendapat persetujuan dari Sulli. Sementara Sulli berdiri mematung di tempatnya untuk beberapa saat. Hingga akhirnya, kakinya melangkah pergi.

“Taemin!”

Pria yang sedang berdiri di halte menunggu bus itu menoleh ketika mendengar seseorang memanggil namanya.

“Sulli?”Keningnya berkerut bingung. Gadis bertubuh tinggi itu tersenyum kikuk, kesepuluh jarinya saling bertaut di depan tubuhnya. “Ada apa?”tanya Taemin.

“Eum… maukah kau mengantarku pulang?”

***___***

 

Jessica hanya bisa menghela napas panjang ketika melihat tingkah laku adiknya yang tak juga berubah sejak pulang sekolah tadi, terus duduk melamun sambal menatap ke luar jendela. Ia sudah mendengar hal yang terjadi tentang Jongin, semuanya, ingin sekali rasanya memaragi pria brengsek yang telah membuat adiknya sedih itu tapi di sisi lain, ia juga merasa kasihan dengan takdir hidupnya. Dia pasti memiliki alasan kenapa dia memutuskan untuk pergi tiba-tiba. Pria seperti itu biasanya memiliki banyak rahasia yang tidak kita tau.

Tiba-tiba bel rumah Jessica berbunyi, gadis itu berbalik meninggalkan Krystal berjalan menuju pintu. Ketika ia membuka pintu, Minho sudah berdiri disana dengan ekspresi yang tak terbaca. Kedua matanya terlihat teduh.

“Minho?”

“Noona, bisakah aku bicara dengan Soojung?”

Jessica sedikit ragu, “Tapi dia sedang tidak dalam kondisi yang baik sekarang.”

“Ini penting. Aku harus bicara dengannya, noona.”

“Eumm… baiklah. Tapi jika dia menolak untuk bicara denganmu, kau harus pergi, okay?”

Minho mengangguk lalu berjalan masuk menuju ruang tamu, menghampiri Krystal yang masih terpaku.

“Soojung.”panggilnya pelan sambil menjatuhkan diri di sampingnya.

Krystal menoleh lalu hembusan napasnya terdengar, “Mau apa oppa kemari?”decaknya kesal. Tanpa alasan yang jelas, dia merasa sangat marah dengan pria ini. Dia pikir, dia adalah orang yang membuat Jongin pergi walaupun sebenarnya tidak begitu. Hanya saja dia merasa kesal setiap kali melihat Minho.

“Ku dengar Jongin berhenti sekolah. Dimana dia?”

“Tidak tau.”jawab Krystal cuek. “Yang jelas aku akan mencarinya.”

“Mencarinya? Dimana? Jeju?”

Krystal menatap Minho dengan tatapan gusar, “Kenapa oppa perduli? Bukankah oppa senang karena dia sudah menghilang?”

“Soojung, aku tidak sejahat itu.”

“Tidak sejahat itu?” Gadis itu mengulang ucapan Minho. “Setelah oppa melakukan semua hal yang telah menyakitinya, oppa bilang oppa tidak jahat?”

Minho menghela napas panjang, “Baiklah jika kau berpikir aku seperti itu. Tapi aku datang untuk memperingatkanmu satu hal, sebaiknya kau lupakan Jongin. Biarkan dia pergi.”

Krystal tertawa mendengus, “Oppa tidak punya hak untuk mengatur hidupku.”

“Soojung, aku mengatakan ini demi kebaikanmu. Kau akan terluka jika bersamanya.”

“Terluka dalam hal apa?” Gadis itu meninggikan nadanya. “Aku memang terluka kemarin tapi dia datang menolongku. Setiap kali aku terluka, dia adalah orang yang selalu menolongku.”

“Kau tidak mengerti, Soojung.”seru Minho putus asa.

“Jika oppa datang kemari hanya untuk melarangku pergi, sebaiknya oppa pulang. Aku tetap akan pergi besok dan aku tidak perduli jika oppa melarangku!” Gadis itu berdiri lalu berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya. Di bantingnya pintu dengan keras hingga suara bantingan itu terdengar hingga lantai satu. Sengaja, biar Minho mendengar bagaimana marahnya dia sekarang.

Pria itu kembali mendesah panjang. Ia berdiri, bergegas meninggalkan rumah itu namun Jessica menghadang langkahnya sesaat, “Sebaiknya jangan ganggu dia dulu.”

“Noona, aku mengatakan ini demi kebaikannya. Aku hanya tidak mau dia terluka.”

“Minho, mungkin kau salah paham tapi Jongin adalah anak yang baik. Kau hanya—“

“Bukan hal itu, noona.” Pria itu mengepalkan tangannya di samping tubuh, berusaha menahan kesesakkan di dadanya. Kemudian kembali di tatapnya Jessica, “Noona, aku menyukai Soojung. Aku ingin dia bahagia.”

***___***

 

Krystal sedikit terkejut saat melihat Jessica sudah bangun dan sedang berkutat di dapur. Sejujurnya, dia merasa sangat bersalah pada kakaknya itu. Dia juga baru mengalami kecelakaan tapi Krystal justru lebih mengkhawatirkan Jongin daripada dirinya.

“Oh? Kau sudah akan pergi?” Menyadari kehadiran Krystal, Jessica menoleh. Krystal hanya mengangguk pelan. “Aku meyiapkan bekal untukmu. Kau bisa memakannya di pesawat nanti.” Wanita cantik itu mendorong kotak bekal bewarna biru kearah Krystal.

Krystal menatap kotak itu sesaat sebelum menatap Jessica, “I’m sorry, Jessi.”

“Hm? Sorry for what?”

“I should be more caring to you also but—“

“I understand.” Jessica tersenyum lembut. “Aku juga seperti itu ketika aku pertama kali jatuh cinta. Lagipula, walaupun aku melarangmu pergi, kau tetap akan pergi, kan?”

Krystal mengangguk pelan, “I’m sorry.”

“Tidak perlu minta maaf. Aku baik-baik saja jadi pergilah. Jangan lupa untuk memukulnya karena telah membuatmu seperti ini.”

Krystal tersenyum lalu memasukkan kotak bekal itu ke dalam tasnya, “Aku pergi.”

“Cepat kembali dan hati-hati.”

***___***

 

Hanya ada Taemin dan Sehun – yang sudah berbaikan – di airport. Jonghyun tiba-tiba terserang flu berat sehingga dia membatalkan perjalanannya. Sejak semalam, pria itu terus-menerus mengingatkan Taemin dan Sehun agar mereka tidak bertengkar saat dia tidak ada hingga keduanya muak. Memangnya siapa yang mau bertengkar?

“Ayo, sudah waktunya.”

Perjalanan ke pulau Jeju hanya memakan waktu satu jam dari Seoul. Pesawat terbang pukul 8 dan mendarat mulus di bandara Jeju pukul 9 lewat 15 menit. Karena waktu yang mereka miliki sangat sedikit, mereka memutuskan untuk tidak menikmati pemandangan dan hanya fokus pada tujuan. Beruntung Krystal membawa bekal yang di buat oleh Jessica sehingga kini perut mereka telah terisi penuh.

“Kita mulai darimana?”tanya Sehun, ketiganya berdiri di depan gambaran peta pulau Jeju yang ada di bandara.

“Bagaimana jika berpencar?”usul Krystal.

Sehun dan Taemin seketika menoleh kearah gadis itu dan mengatakan hal yang sama, “Tidak.”

“Kau adalah pendatang. Bagaimana jika kau salah arah?”alasan Taemin.

“Tapi aku pernah datang kesini saat aku masih kecil. Lagipula itu bisa menghemat waktu.” Alasan itu masuk di akal. Masalah terbesar mereka adalah waktu, mereka harus berada di bandara sebelum pukul 10 malam ini.

“Benar juga, tapi…” Taemin masih terdengar ragu.

“Aku akan baik-baik saja. Jika terjadi sesuatu aku akan menghubungi kalian, okay?”

“Baiklah. Tapi kau harus menjaga dirimu. Karena jika tidak, kakakmu akan membunuh kami.”ucap Sehun.

Krystal mengangguk, “Aku pergi.” Gadis itu melambaikan tangan pada keduanya dan melangkah pergi. Sesungguhnya itu kebohongan, ini adalah pertama kalinya dia datang ke pulau Jeju, dia tidak tau arah sama sekali. Tapi karena sekarang tujuannya adalah mencari seseorang, dia pikir arah tidak di butuhkan saat ini. Yang penting adalah menemukan orang itu.

“Permisi halmeoni.” Ia menghampiri seorang nenek yang kebetulan lewat. “Apa halmeoni pernah melihat orang ini?”tanyanya menunjukkan foto Jongin. Namun sayangnya, nenek itu menggeleng. “Baiklah. Terima kasih halmeoni.”

Gadis itu melanjutkan langkah, terus melakukan hal yang sama yaitu bertanya pada orang-orang yang lewat. Entah sudah berapa orang yang ia tanyai namun hasilnya tetap nihil, di lain tempat, Sehun dan Taemin juga belum menemukan keberadaan Jongin.

“Hhhhh…. dimana dia?” desahnya panjang sambil menjatuhkan diri di sebuah kursi kayu di salah satu taman. Ia menghabiskan minuman kalengnya dalam sekali teguk. Lelah. Dia pikir dia sudah berjalan cukup jauh. Tapi kenapa dia tetap tidak menemukan Jongin?

Krystal melirik arlojinya, sudah tengah hari. Kemudian ia menarik napas panjang, mengumpulkan kekuatan untuk berjalan lagi.

***___***

“Apa appa selalu pulang malam?” pria itu merebut keranjang ikan yang akan di bawa oleh ayahnya dan mengangkatnya sendiri. “Appa akan pergi lagi besok pagi-pagi sekali, apa appa tidak lelah?”

“Tentu saja lelah. Tapi ini adalah pekerjaanku.”jawab pria tua itu. “Ngomong-ngomong, apa kau benar-benar akan tinggal disini? Bagaimana sekolahmu?”

Pria yang ternyata adalah Jongin itu tersenyum, “Aku merindukan appa, aku sudah tidak nyaman tinggal sendiri disana. Aku akan mengulang sekolah tahun depan.”

“Benarkah? Kau tidak punya masalah apapun, kan?”

“Masalah apa?”balas Jongin cepat. “Aku baik-baik saja. Aku hanya ingin tinggal bersama appa disini.”

“Dasar. Padahal sebentar lagi kau akan naik kelas 2. Kau bahkan tidak bicara dulu denganku jika kau ingin berhenti.”

Jongin terkekeh, “Aku bermaksud memberi kejutan untuk appa. Maafkan aku.”

***___***

 

“Aku belum menemukannya. Ini sudah pukul 8 lewat tiga puluh menit. Aku sudah sangat lelah.” Sehun bicara di telepon.

“Baiklah. Kau dan Taemin tunggu saja di bandara, aku akan segera datang.”

“Kau masih akan mencari?”

“Eo, masih ada sedikit waktu.”

Di sebrang panggilan Sehun mendesah panjang, “Kau ini benar-benar keras kepala.”

Krystal mematikan panggilannya dan melanjutkan langkah. Yah, kakinya memang terasa akan patah tapi dia masih punya waktu sedikit.

“Bertahanlah. Kita berjalan sebentar lagi.”

Ia mengetatkan jaket tebalnya karena angin laut langsung menerjang tubuhnya. Dingin sekali disini.

Gadis itu berjalan di sebuah jalan aspal yang terletak di pinggir laut, banyak orang lalu lalang di jalan itu dan sebagian mereka terlihat seperti penjual ikan karena mereka membawa keranjang yang biasa di gunakan untuk menempatkan ikan. Ini adalah pemandangan baru untuknya, di Seoul, dia tidak akan menemukan pemandangan seperti ini

Namun seseorang dari sekian banyak orang-orang yang berlalu lalang membuat langkahnya berhenti, seseorang yang berjalan dari arah berlawanan. Pria tinggi yang sedang membawa keranjang besar itu kini sedang menuju kearahnya, semakin lama semakin dekat. Hingga ketika kontak mata keduanya bertemu, pria itu juga menghentikan langkahnya. Ekspresinya sedikit terkejut begitu ia melihat Krystal sudah berdiri di hadapannya.

Pada akhirnya, persembunyiannya tidak akan lama.

“Kenapa gadis itu memandangmu? Kau mengenalnya?” ayah Jongin ikut menatap Krystal bingung.

Jongin berusaha menguatkan hatinya lalu menoleh menatap ayahnya, “Appa, maafkan aku. Tapi bisakah appa pulang lebih dulu? Aku akan menyusul nanti.”

“Jadi dia temanmu?”

“Annyeonghaseo.” Krystal menghampiri keduanya lalu membungkukkan tubuhnya sopan menyapa ayah Jongin. “Aku adalah—“

“Appa, aku akan menyusul appa nanti.” Jongin mendorong tubuh ayahnya, memaksanya agar cepat berjalan meninggalkan mereka. Setelah ayahnya sudah pergi, keheningan terjadi di antara keduanya untuk beberapa saat. Tidak ada yang bicara, terus berdiri di antara orang-orang yang berlalu lalang. Pria ini… apa alasannya?

“Kenapa?” Krystal akhirnya buka suara, menanyakan satu pertanyaan singkat yang selalu ingin ia tanyakan.

Jongin tetap diam, ia meletakkan keranjangnya lalu balas menatap Krystal, “Kenapa kau ada disini?” ia balas bertanya.

“Aku pikir semuanya sudah baik-baik saja karena kau bilang kau sudah merasa lebih baik, tapi kenapa tiba-tiba kau pergi? Kau bahkan berhenti sekolah dan–”

“Itu bukan urusanmu.” Kilatan tajam di mata Jongin membuat Krystal terpaku. “Tidak ada yang bisa kau lakukan disini jadi pergilah.”

“Aku terus berjalan kaki sejak pagi. Aku mencarimu.” Suaranya menghentikan langkah Jongin yang bergegas pergi.

Jongin kembali ke tempatnya, di tatapnya gadis itu lurus-lurus, “Krystal apa kau benar-benar berpikir kita adalah sepasang kekasih?”tanyanya. “Apa kau lupa jika aku berpura-pura menjadi kekasihmu hanya untuk melindungimu dari teman-teman sekelas?”

“Apa?”

“Kita tidak berkencan dan kita bukan sepasang kekasih. Kau tidak perlu datang kesini untuk mencariku.” Ucapan itu pelan namun benar-benar langsung menusuk hati. “Kau tidak berpikir seperti itu, kan?”

Krystal menelan ludah, sebisa mungkin menahan air matanya, “Kita tidak berkencan.” Ia mengulang ucapan Jongin. “Aku bodoh sekali. Kenapa aku datang jauh-jauh kemari hanya untuk mencarimu? Aku bahkan membolos dan berjalan kaki hingga rasanya kakiku nyaris patah. Apa yang sedang aku lakukan sebenarnya?” Gadis itu mentertawakan dirinya sendiri, merasa bodoh, merasa malu. “Aku harusnya tidak datang kesini, kan?”

Jongin terdiam sesaat, kembali menatap Krystal dengan tatapan tajam, “Pulanglah. Aku tetap tidak akan kembali. Jangan mencariku lagi.”

Pria itu mengangkat keranjangnya dan melangkah meninggalkan Krystal. Tangan Krystal mengepal di samping tubuh, dia sudah sejauh ini.

“Setidaknya satu kali,” suara gadis itu kembali membuat langkahnya terhenti. Jongin berbalik. “Apa hatimu tidak pernah bergetar?”

Jongin menelan ludah pahit, rahangnya mengeras, ada jeda cukup lama yang tercipta sebelum pertanyaan itu terjawab, “Tidak. “ucapnya pelan. “Tidak sama sekali.”

Sebuah berlingan air mata jatuh dari pelupuk mata Krystal, buru-buru gadis itu menundukkan wajahnya dan menghusap air mata itu, “Terima kasih atas pertolonganmu. Aku tidak akan mencarimu lagi.”

Gadis itu berbalik, melangkah pergi meninggalkan tempat itu. Kembali di usapnya air mata yang terus merembes. Hatinya remuk, benar-benar terasa sakit. Dia bodoh sekali. Kenapa dia bisa salah mengartikan pertolongan itu?

“Akh.”

Tiba-tiba ia terjatuh, selain hatinya, kakinya juga terasa sangat nyeri. Lelah. Mereka menuntut Krystal untuk berhenti berjalan. Namun bodohnya dia, saat ini dia tetap berharap jika Jongin akan lari kepadanya, membantunya seperti biasa dia memberikan pertolongan.

Tapi kali ini… hal itu sia-sia.

TBC

 

 

 

 

 

 

 

10 thoughts on “SELENE 6.23 (LONG DISTANCE BETWEEN US) PART 17

  1. mongkailate berkata:

    hai, aku hampir setiap malem berkunjung ke blogmu untuk ngecek update terbaru cerita fiction ini. selain karena aku suka karakter utamanya, aku jg mendedikasikan diriku sbg sad angst fiction hunter lol, dan aku merasa kamu sangat jago di genre ini. bahasa yg km pakai sederhana tp kamu bisa membangun emosi setiap karakter dengan sangat kuat sampai sampai kalo baca di tiap chapter pasti ada bagian yg bikin aku ‘uuuh..’ sambil ngerikitin jari.
    mungkin dari sekian cerita yg km buat ff ini nggak terlalu banyak menuai tanggapan, that actually makes me wonder why.. tp semoga itu ga membuatmu patah semangat ya.. dan km tau msh ada yg nunggu dan mengapresiasi cerita ini. so, aku akan bertahan sampai ada kata the end di ff ini.

  2. DO DO berkata:

    Yaampun nysek banget baca part ini, kenapa jongin harus nyembunyiin perasaan nya sendiri?? Kan kasian krystal. Author pinter banget bikin part ini, hati saya juga ikut terasa sakit
    Tetap semangat untuk next chap ya thor

  3. mongkailate berkata:

    hampir setiap malam aku berkunjung ke blog ini demi suguhan update terbaru dari fiction ini. bukan cuma krn aku suka karakter utamanya, tp aku juga sad angst fiction hunter, dan km sangat jago di genre ini. bahasa yg km pakai ckp sederhana tp km bisa membangun emosi setiap karakter dengan sangat kuat. thats the point. km ga butuh berbagai macam konotasi untuk membuat ceritamu bisa ngena sampai ulu ulunya hati.
    mungkin dari sekian cerita yg km buat ff ini nggak terlalu menuai banyak komentar, that makes me wonder why, tp aku mau km tau kalo ada yg selalu menunggu dan mengapresiasi fiction ini jadi jangan patah semangat ya.. aku tunggu update selanjutnya. thank you..

  4. han berkata:

    duh nyesek bnget sumvah . feelnya dpet brasa ikut kdlam cerita akunya ..
    krystal plis jgan menyerah..
    ditunggu next chapternya , asap yak

  5. Oh Secca berkata:

    Jongin bohong tentang perasaan nya ke krystal. dia hanya menghindar dia takut krystal tau tentang penyakitnya.
    Ah nyesek banget baca part ini, bayangin gimana perasaan nya krystal pasti hancur banget. 😭

  6. ellalibra berkata:

    Uwaaaaaa….. Why why saling nyakitin satu sm lain krn cnt jongin malang ny nasib mu nak knp km hrs skt sendirian knp hrs ngusir org yg sayang sm km huhuhuuu …. Sedih eon neeeeeeext fighting 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s