FF EXO : AUTUMN CHAPTER 21

autumn

Author  :  Oh Mi Ja

Cast :  Leeteuk SJ as Park Jungsoo

Luhan EXO as Park Luhan

Kai EXO as Park Jongin

Sehun EXO as Park Sehun

Support Cast      : Kris EXO as jaksa

Suho EXO as Pastor

Taemin Shinee as Lee Taemin

JR JJ Project as Park Jin Young

Jonghyun CN Blue as Lee Jonghyun

Genre                   : Brothership, Family,  Friendship, little sad

“Aku rasa pengadilan akan menyetujui kasusnya, sekarang kita harus fokus mencari keberadaan Pengacara Donghyun.”ucap Kris sambil terus mengaduk kopinya. “Dan satu hal lagi, aku sudah menyiapkan tempat tinggal untuk Bibi Kwon. Dia bisa tinggal disana mulai hari ini.”

“Kenapa?” Kening Luhan berkerut. “Bibi Kwon sudah tinggal di rumah sewaku.”

“Itu berbahaya.” Kris menyeruput kopinya perlahan. “Aku khawatir mereka sudah mengetahui tentang usahaku untuk membuka kasus ini lagi. Hal itu akan membahayakan bibi Kwon yang akan ku jadikan saksi.”

Luhan menghela napas panjang, “Tapi adik-adikku sudah sangat senang karena bibi Kwon tinggal bersama kami lagi.”

“Ini demi kebaikan kalian. Coba jelaskan pada adik-adikmu nanti.”

Luhan mengangguk, “Baiklah. Aku akan menjelaskan pada mereka nanti.”

“Ngomong-ngomong, bagaimana sekolahmu? Bukankah liburan musim panas akan datang sebentar lagi?”

“Sehun mendapat peringkat pertama dan Jongin berhasil lolos masuk ke sekolah yang sama denganku.”

Kris tersenyum, “Selamat untuk itu tapi apa kau tidak dengar pertanyaanku? Aku bertanya tentangmu.”

“Aku…” Luhan terdiam sejenak. “Aku melepaskan beasiswaku jadi selama liburan ini aku harus bekerja keras untuk membayar biaya sekolah.”

“Huh? Kenapa?”

“Aku terdaftar sebagai murid beasiswa jurusan olahraga. Aku sudah tidak bermain bola lagi dalam waktu yang lama dan aku juga sudah keluar dari klub. Beberapa hari yang lalu, aku menemui guru pembimbing dan mengatakan jika aku akan mengubah jurusanku. Aku tidak akan pergi ke Universitas jurusan olahraga.”jelasnya pelan. “Aku sudah memutuskan untuk masuk ke Universitas Hukum dan untuk mendapatkan beasiswa lagi, aku harus memulainya dari nol.”

“Hukum? Bukankah kau lebih suka sepak bola?”

Luhan tersenyum kecut, “Awalnya begitu tapi aku sudah berubah pikiran. Masalah yang menimpa kami membuatku berpikir jika sebaiknya kita lebih mengutamakan hal yang kita butuhkan daripada hal yang kita inginkan. Aku sudah tidak memiliki ibu dan ayahku sedang sakit. Aku adalah seorang kakak tertua dari adik-adikku jadi aku pikir aku harus bisa menjadi sandaran untuk mereka. Aku harus memiliki kekuatan untuk melindungi keluargaku. Banyak orang jahat di luar sana yang mungkin akan menyakiti kami lagi. Kami terluka karena kami tidak tau apa-apa. Jadi, aku mengubah tujuanku. Aku tidak ingin merasakan rasa sakit seperti ini lagi.”

Kris tersenyum tipis, “Kau membuatku bangga tapi itu terdengar menyakitkan.” Kemudian ia mengulurkan tangannya, menepuk pundak Luhan. “Ayo kita selesaikan ini dengan cepat dan berbahagialah bersama keluargamu.”

***___***

 

“Omoni, terima kasih karena sudah membantuku.” Jongin membungkukkan tubuhnya dalam pada ibu Taemin.

Wanita itu tersenyum, “Kenapa berterima kasih? Kau sudah seperti anakku sendiri. Datanglah kemari sesering mungkin, aku akan memasak makanan enak untukmu.”

Jongin menggaruk tengkuk belakangnya, “Aku ingin tapi aku akan menjadi sedikit lebih sibuk mulai sekarang.”

Kening ibu Taemin berkerut, “Kenapa? Apa kau pergi les?”

“Tidak tapi—“

“Dia akan bekerja paruh waktu oema.”sahut Taemin, anak laki-laki itu segera menjatuhkan diri di samping Jongin. “Disaat anak-anak lain pergi les, dia justru bekerja.”

“Kenapa? Kau membutuhkan uang?” Ibu Taemin duduk di hadapan Jongin, menatapnya dengan sorot khawatir.

Jongin tersenyum, “Masalah yang menimpa keluargaku membuat kami membutuhkan banyak uang, omoni. Aku ingin membantu Luhan hyung untuk mencari uang.”

“Sudah ku bilang kau bisa—“

“Omoni, terima kasih.”potong Jongin. Ia kembali tersenyum menatap ibu Taemin, “Omoni sudah banyak membantuku. Bahkan aku sangat sering membuat omoni khawatir. Tapi sekarang aku tidak apa-apa. Aku sudah dewasa dan aku sudah bisa menghasilkan uang sendiri. Jadi omoni tidak perlu khawatir.”

“Lalu Sehun? Bagaimana dengannya? Dia pasti sendirian.”

“Taemin bilang dia akan membantuku menjaganya saat aku pergi bekerja.”ucap Jongin merasa sedikit tidak enak. “Maafkan aku omoni, lagi-lagi aku merepotkan kalian.”

“Merepotkan apanya? Sehun juga adikku.”jawan Taemin. “Lagipula kau juga sering membantuku dalam hal pelajaran. Bahkan sekarang kau membuatku berhasil lolos masuk ke dalam SMU Luhan hyung. Aku juga sering merepotkanmu.”

“Katakan pada Sehun untuk tinggal disini saat siang hari.”seru ibu Taemin. “Jangan pernah sungkan dan jangan pernah berpikir kau merepotkan kami. Jika kalian lapar, datanglah kesini, aku akan memasakkan makanan untuk kalian, mengerti?”

Jongin tersenyum, “Terima kasih omoni.” Lalu berdiri dari duduknya. “Kalau begitu aku harus pulang sekarang. Aku harus menyiapkan hal-hal untuk besok.”

Taemin ikut berdiri, mengantar sahabatnya itu sampai di ambang pintu, “Kau akan mulai bekerja besok?”

“Iya.”

“Baiklah. Aku akan mengunjungimu nanti.”

“Terima kasih, Taemin.” Jongin mengalihkan tatapannya pada ibu Taemin. “Omoni, aku pulang dulu. Terima kasih untuk semuanya. Aku bahkan membawa makanan sekarang.” Ia mengangkat bungkusan plastik yang diberikan ibu Taemin dengan senyum. “Terima kasih.”

“Hati-hati di jalan dan jangan lupa minum vitamin agar kau tidak mudah sakit.”

“Iya.”

***___***

 

Jongin melangkah menuju rumahnya. Semua urusan telah selesai, akhirnya ia telah resmi menjadi murid SMU, bahkan dia berhasil masuk ke dalam SMU yang sama dengan Luhan. Yah, sekolah itu memang menjadi salah satu sekolah andalan Korea Selatan jadi sangat sulit agar bisa di terima disana.

Dan karena semuanya telah selesai, sekarang saatnya untuk fokus bekerja hingga liburan musim panas selesai. Jongin menepuk pundaknya sendiri.

“Bekerjalah dengan giat, Park Jongin.”

Namun tiba-tiba, matanya mengarah pada seseorang yang berdiri tak jauh di depannya. Pada seseorang yang sedang menunggu bus. Tunggu… dia… bukankah dia…

“Donghyun ahjussi!”panggil Jongin tanpa sadar berlari menghampiri pria itu.

Orang itu menoleh dan langsung terkejut saat ia mendapati Jongin sedang berlari ke arahnya. Tanpa pikir panjang, ia meninggalkan halte segera mungkin, menghentikan taksi yang lewat dan melarikan diri.

“Donghyun ahjussi!”teriak Jongin, ia gagal menghentikannya. Bodoh, harusnya dia tidak berteriak tadi. Masih dengan napas terengah, ia menaiki bus yang datang, membatalkan niatnya untuk pulang dan menuju tempat kerja Luhan.

***___***

 

Luhan yang saat itu sedang sibuk melayani pengunjung langsung terkejut begitu melihat adiknya menerobos masuk. Ia berkeringat dan napasnya terengah-engah.

“Jongin, apa yang…”

“Hyung, dimana Kris ahjussi?”tanyanya langsung.

“Dia di dalam. Ada…” Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Jongin telah lebih dulu masuk ke dalam.

Anak laki-laki itu mengedarkan pandangan, mencari keberadaan Kris. Dan akhirnya, ia menemukannya pria tinggi itu sedang mencuci piring di bagian belakang.

“Ahjussi.”panggilnya.

Kris menoleh ke belakang dan terkejut, “Ahjussi? Bukankah kau memanggilku hyung dulu?”serunya. “Kenapa kau kemari?”

“Ini bukan saatnya bercanda.”ucap Jongin. “Tadi aku melihat Donghyun ahjussi.”

Kris langsung menegakkan tubuhnya sesaat setelah mendengar pernyataan itu, “Kau serius?”

“Yah, dia sedang menunggu bus di halte tak jauh dari rumah Taemin. Setelah dia mengetahui kehadiranku, dia langsung pergi naik taksi.”

“Kau tau kemana dia pergi?”

Jongin menggeleng, “Tidak. Tapi mungkin saja dia menunggu bus nomor 345.”

“Kau yakin kau melihatnya?” Luhan yang ikut masuk ke dalam, mencekal bahu adiknya. “Kau yakin?”tanyanya lagi.

“Aku sungguh-sungguh melihatnya hyung.”

“Baiklah. Aku akan mencari tau rute yang di lewati bus nomor 345.” Pria tinggi itu segera melepas apron dan menyambar jasnya. “Aku pergi dulu.”

***___***

 

“Sampai jumpa ahjumma.” Luhan, Jongin dan Sehun melambaikan tangan pada bibi Kwon yang hari ini akan pergi ke tempat yang telah disediakan oleh Kris. Setelah mobil hitam itu berlalu, Sehun menghembuskan napas panjang.

“Baru saja aku merasa senang, sekarang aku harus di tinggal lagi.”

Luhan menoleh kearahnya sambil terkekeh, tangannya mengacak rambut Sehun gemas, “Ahjumma tidak meninggalkanmu, hanya pindah ke tempat yang aman.”

“Memangnya disini tidak aman? Kan ada aku yang akan menjaga ahjumma.”

Luhan kembali terkekeh, “Yah, hyung tau. Tapi ahjumma tetap harus pindah.”

“Ah, dasar menyebalkan.” Anak laki-laki itu menghentakkan kakinya ke tanah lalu masuk ke dalam rumahnya sambil cemberut.

Jongin berdecak sambil geleng-geleng kepala, “Dia bilang dia sudah dewasa. Dasar.” Lalu mengalihkan tatapannya pada Luhan. “Apa sudah ada kabar dari Kris hyung?”

Luhan menggeleng, “Belum. Teleponku tidak diangkat. Mungkin dia sedang sibuk.”

“Kalau begitu kita tunggu saja, hyung.” Keduanya bergegas menaiki anak tangga menuju rumah mereka. “Ah ya, besok aku akan mulai bekerja dan Sehun bilang dia akan pergi bersama pastor Suho.”

“Pergi kemana?”

“Dia memamerkan hasil nilainya pada pastor Suho lalu pastor Suho berjanji akan mentraktirnya dokkbukkie. Dia bilang dia juga akan pergi bersama Jinyoung.”

Luhan terkekeh, “Baiklah. Biarkan dia pergi.”

***___***

 

Suho tidak bisa berhenti tersenyum melihat Sehun dan Jinyoung yang makan dengan lahap. Dua anak itu seperti makan tanpa mengunyah dan dalam sekejap mampu menghabiskan satu porsi ddokbukkie.

“Kalian mau tambah lagi?” Suho menatap keduanya dengan senyum geli.

“Apa pastor punya uang yang banyak?” Mata polos Jinyoung balas menatap Suho.

“Tidak. Tapi hari ini pastor baru saja menerima gaji jadi pastor bisa membelikan makanan enak untuk kalian.”

“Kalau begitu, satu porsi lagi.” Sehun meringis malu.

Dua anak ini, benar-benar…

“Ahjumma, satu porsi lagi. Ah, yang ukuran besar.”

“Yeaaay!” Sehun dan Jinyoung bersorak.

“Sehunnie, kau bilang Jongin hyung bekerja paruh waktu. Dimana dia bekerja?”

“Tidak tau.” Sehun mengendikkan bahu. “Dia hanya bilang dia akan bekerja.”

“Lalu jika dia bekerja, siapa yang akan menjagamu?”

“Taemin hyung dan Jonghyun hyung. Luhan hyung dan Jongin hyung sudah menitipkanku pada mereka.”

“Syukurlah jika ada yang menjagamu. Jangan pergi kemanapun sendirian, mengerti?”

Sehun mengangguk, “Aku mengerti. Luhan hyung dan Jongin hyung selalu mengatakan hal itu padaku.”

***___***

 

Hari sudah sore, setelah mengantar Jinyoung pulang, Suho bergegas untuk mengantar Sehun pulang. Namun tiba-tiba sebuah ide terlitas di benaknya. Hari ini sangat cerah dan mereka memiliki banyak berita baik. Selain mereka sendiri, ada seseorang yang juga pantas untuk bahagia.

“Sehunnie, apa kau mau pergi ke rumah sakit?”tanya Suho.

Sehun menoleh bingung, “Huh? Rumah sakit?”

“Bukankah seharusnya kau memberitahu ayahmu jika kau dapat peringkat satu? Ayahmu pasti sangat senang jika mendengarnya.”

“Ah, pastor benar! Aku belum memberitahu ayah tentang ini. Pastor mau mengantarku?”

“Tentu saja. Ayo.”

Kembali menuju halte, keduanya menaiki sebuah bus dan menuju ke rumah sakit dimana Park Jungsoo di rawat. Tak lama, begitu mereka sampai, keduanya langsung menuju ruang perawatan. Masih ada beberapa orang yang berjaga disana. Mereka adalah polisi yang bertugas untuk mengawal ruangan itu.

Sudah sejak lama dia tidak mengunjungi ayahnya. Yah, karena dia masih belum tau bagaimana caranya untuk pergi ke rumah sakit sendirian. Kedua kakaknya sangat sibuk mencari uang hingga tidak memiliki waktu untuk menemaninya. Tapi, dia mengerti.

“Appa…” Anak laki-laki itu berjalan mendekati ranjang ayahnya. Suaranya sudah bergetar hebat di awal dan sepertinya akan ada badai yang menerjang pelupuk matanya sebentar lagi. Ia mengulurkan tangan, menggenggam erat tangan ayahnya. “Lagi-lagi, aku mendapat peringkat satu. Aku adalah anak yang hebat, kan? Jongin hyung juga mendapatkan nilai yang sangat bagus dan dia juga berhasil masuk ke dalam SMU yang sama dengan Luhan hyung, Harusnya appa memberikan kami hadiah seperti biasa.” Ia menghentikan ucapannya sejenak, menghapus air matanya. “Aku sudah menjadi anak yang baik. Aku tidak lagi manja seperti dulu. Tapi Jongin hyung masih tidak mengijinkanku untuk membuat susu sendiri ataupun membantunya memasak. Aku tidak manja lagi tapi Jongin hyung yang selalu memanjakanku. Appa tidak marah padaku, kan?”

Anak itu kembali menghusap air matanya yang terus mengalir tak tertahan, genggamannya semakin mengerat, “Appa… maafkan aku. Aku sangat jarang mengunjungi appa. Appa pasti merasa kesepian. Tapi setiap hari, aku selalu datang ke gereja untuk berdoa pada Tuhan. Aku harap appa segera bangun dan bisa bermain bersamaku lagi. Sekarang, aku tidak perduli jika aku tidak memiliki kamar yang besar. Aku juga tidak perduli jika aku tidak punya mobil. Yang penting, appa bersamaku. Tidak ada lagi orang yang akan membacakan dongeng sebelum aku tidur. Aku merasa sangat kesepian. Aku merindukan appa.”isaknya. “Jika ini adalah hukumanku karena aku selalu membuat appa kesal, aku berjanji akan menjadi anak baik. Aku sungguh-sungguh berjanji. Jadi aku mohon appa harus segera bangun.”

Sehun menenggelamkan wajahnya di sisi lengan ayahnya. Menangis disana sepuas yang ia inginkan. Karena sekeras apapun yang berusaha menjadi kuat, sekeras apapun ia mencoba menahan air matanya. Rasa rindu itu mengalahkan segalanya.

Dia rindu. Sangat rindu.

Tiba-tiba kehadiran seseorang membuatnya mengangkat wajahnya. Seorang suster yang masuk tersenyum lembut menatapnya.

“Kenapa kau menangis?”tanyanya sambil mengambil sebuah suntikan dari keranjang kecil yang di bawanya. “Jangan khawatir. Ayahmu pasti akan segera bangun.”

Sehun menghusap air matanya, “Apa yang akan suster lakukan?”

“Aku sedang memberikan obat untuk ayahmu.”ucapnya sambil menyuntikkan sebuah cairan ke dalam selang infus Park Jungsoo. “Aku harap dia bisa segera sembuh,”

“Terima kasih, suster.”

Suster itu tersenyum lagi, menghampiri Sehun dan menghusap kepalanya lembut, “Kau harus kuat.” Ia berkata sebelum akhirnya pergi, kembali meninggalkan Sehun sendirian disana.

Sehun merebahkan kepalanya di samping lengan ayahnya. Wajahnya menghadap langsung kearah pria paruh baya itu. Dia lelah. Yah sangat lelah. Walaupun dia belum mengerti definisi rasa lelah yang sedang ia rasakan saat ini. Tapi yang jelas, dia lelah.

Namun, tiba-tiba bunyi dari alat pendeteksi denyut jantung membuatnya terlonjak. Sehun berdiri dan seketika membeku di tempatnya. Sebuah garis lurus terlihat di monitor, ia tidak tau apa artinya, tapi bukankah itu pertanda buruk? Dia pernah melihat hal itu di film yang ia tonton. Bukankah itu artinya adalah….

“Sehun, apa yang terjadi?!” Suho yag terus berjaga di luar menerobos masuk bersama dua orang polisi jaga. Ketika di lihatnya garis lurus itu, mata Suho sontak membulat lebar. “Panggil dokter! Cepat!”

Tidak… ini pasti tidak benar. Tidak mungkin.

Tak lama ketika para dokter datang, Suho menyeret Sehun ke tepi agar tidak menghalangi dokter-dokter itu melakukan pertolongan. Di dekapnya Sehun erat-erat karena bisa di rasakan tubuhnya bergetar hebat.

“Sehun.” Suho berjongkok di sisi Sehun, mengatupkan telapak tangannya di pipi anak itu. “Jangan melihatnya.”

Namun Sehun menepisnya, ia terus menatap ke depan dalam keterdiaman. Antara sadar dan tidak sadar, anak itu menyaksikan hal-hal yang sedang di lakukan orang-orang berbaju putih itu. Saat sebuah alat di tempelkan di dada ayahnya dan mengejutkannya. Dia melihat semuanya.

“Dia mengalami serangan jantung dadakan. Kami minta maaf, kami gagal menolongnya.” Dokter itu bicara pada Suho kemudian mengalihkan tatapan pada Sehun yang masih mematung. “Kau harus kuat, nak.”

Sehun menelan ludahnya susah payah, “Pastor…”

Suho langsung memeluk Sehun erat. Tuhan, kenapa masalah ini tidak ada hentinya? Kenapa kesedihan lagi yang akan mereka rasakan?

“Pastor…” Air mata itu terjatuh saat Sehun mengerjap. “Ini…tidak benar, kan?”tanyanya lemah. “Ini…hanya mimpi, kan?”

Suho semakin mengeratkan pelukannya, “Kau harus kuat Sehun.”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

18 thoughts on “FF EXO : AUTUMN CHAPTER 21

  1. HunHo_Suho berkata:

    Kenapa meninggal?? Apa suster itu jahat? Kenapa tiba tiba kena serangan jantung mendadak?? Why?? Ya tuhan mereka sudah lama di beri ujian kapan kaak mereka bahagaia?? Itu hari bahagia sekaligus menyedihkan untuk anak sekecil sehun tolong buat dia bahagia banyakk sekali di sini kejadian dan teka teki dri masalah ini kenapa belum terendus huhuhuhuhu sehuniee sabar yakk

  2. osehn96 berkata:

    astagaaaaaa.. bukannya mau negatif sama tuh suster tapi dia itu mencurigakanh hoho.. aaalaamak kwon ahjumma baru tinggal udah dipindahin… dan ituuu tuan park yg bener aja seriusaaaaaan ??? sehun rindu sangat lho ituuu… penasaraaaan

  3. Oh Secca berkata:

    sedih banget pas baca part sehun niatnya nengokin ayahnya biar seneng malah berubah jd suasana kyak gini
    kenapa ayahnya meninggal?
    apa suster itu yg membuat park jungsoo meninggal? apa dia di suruh sama musuhnya?
    ga tega liat sehun 😭😭

  4. RAIN berkata:

    Kok meninggal? Haalaah,kenapa makin banyak kesedihan padahal br aja menemukan jln buat bahagia,kasihan sehun! Dan suster nya jg mencurigakan nih,lanjutt..

  5. Jung Han Ni berkata:

    aaaaaaah eonniiiii, ga rela bapanya mereka meninggal huhuhuhu kasian mereka TT__TT eonni tega sekali menambahkan penderitaan mereka /abaikan
    jangan2 obat yg disuntikin ke selang infus park jungsoo ada apa-apanya tuh
    keep writing n hwaiting!

  6. ellalibra berkata:

    Woaaaaaaahhh q pikir tu suster baik kyny dy bkn ngasih obat /yg lain tp dy emank mau bunuh ayahnya sehun tuh … Gila jahat bgt y mrk yg ngambing hitam kn ayahnya sehun … Apa udh bnran g bs selamat ??? Y ampun gmn sm sehun jongin luhan mrk pst sedih bgt hueeeeeee… Eon next fighting😀

  7. wikapratiwi8wp berkata:

    Suster itu pasti suruhan kan? Sehuniee.. Ya ampun sedih melulu itu anak kecil.. Kasian banget,, mau berapa banyak lagi air mata mereka.. Hiksss
    Please give them another happiness. ☺️☺️

  8. han berkata:

    apa? knapa jd serangan jantung mendadak. apa karena suntikan yg diberikan suster itu..
    aish jinjja greget bnget sumvah ..
    chapter ini kok berasa dikit ya wordsnya tp gpp deh yg penting update ..
    ditunggu next chapternya kaka. fighting

  9. fitriwind berkata:

    Aysh sehun bakal mati kah??? . Kasihan sehunnya . Aku yakin si suster itu penyebabnya .

    Eonni mianhe aku baru komen sekarang . Aku pembaca lama ff eonni yg pernah komen dg nama oh nazma . Aku hiatus dr dunia ff beberapa bulan , bhkan aku nggak pegang hp beberapa bulan itu.dan stelah kembali lg aku liat ff kk udh d lnjut . Saat aku mau komen aku lupa nama email aku . Dan sekarang aku baru sempet bikin. Mianhe …
    Dan btw ff growl kk sukses buat aku nangis . Feelnya dapet. Dan… amazing . Aku suka . Aku suka persahabatan yg kk tulis d ff itu. Suka sm sifat sehun … i like it🙂

  10. fitriwind berkata:

    Apa ayah dehun mati?? Aku yakin ini pasti ada hubungannya sm s suster td .
    EONNI MIANHE..
    Sbenernya aku pembaca lama ff eonni yg pernah komen dg nama oh nazma . Beberapa bulan ini aku hiatus dr dunia ff . Bhkan aku jg gk pegang hp . Saat aku kmbali lg ff kk udh pd d lnjut .. aku lupa email aku wktu mau komen .. dan aku baru sempet bikin lg sekarang .. mianhe kk udh jd pembaca durhaka😀 jeongmal mianhe..
    Karena aku ngerasa brsalah gitu kalo nggak komen , ff kk perlu d apresiasi
    Btw, ff growl nya sukses buat aku nangis . Nyesek ,feelnya dapet . Aku suka cara kk gambarin persahabatan sehun dkk , aku suka sifat sehunnya , AKU SUKA FF nya . AMAZING …🙂

  11. So_Sehun berkata:

    Astaga…author…sampai kapan kau akan buat mereka menderita,eoh???..
    Q sdah tidak kuat melihat mereka selalu menderita dlm kesedihan terus…
    Ayolah chingu berikan mereka kebahagian tanpa hrus ada kesedihan yg mengikutix….
    Apalagi si kecil sehun author…dia msih terlalu kecil dan polos utk mengenal penderitaan tiada akhir ini….

  12. HyeKim berkata:

    Kenapa tetep sedih hiksss

    Donghyun kayaknya terlibat
    Ini sedih sehun baru dateng, ayahnya malah meninggal. Gimana Luhan sama Jongin ya yaampun :”””))))
    Susternya apakah jahat ah kalo jahat muka dua banget

  13. Hikari berkata:

    Meninggal?? Andweji😭😭😭😭
    Jungsoo jangan pergi… Kasian Luhan Jongin Sehun… Perjuangan mereka.. jaebal Andweji😭😭😭😭

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s