FF EXO : AUTUMN CHAPTER 20

autumn

Author  :  Oh Mi Ja

Cast :  Leeteuk SJ as Park Jungsoo

Luhan EXO as Park Luhan

Kai EXO as Park Jongin

Sehun EXO as Park Sehun

Support Cast      : Kris EXO as jaksa

Suho EXO as Pastor

Taemin Shinee as Lee Taemin

JR JJ Project as Park Jin Young

Jonghyun CN Blue as Lee Jonghyun

Genre                   : Brothership, Family,  Friendship, little sad

“Bagaimana kabar Tuan Muda Jongin dan Tuan Muda Sehun? Apa mereka baik-baik saja?”tanya bibi Kwon tidak henti-hentinya memandang wajah Luhan, wajah yang sangat ia rindukan.

Luhan menghidangkan segelas kopi untuk bibi Kwon lalu mengangguk, “Mereka baik-baik saja. Hanya saja, mereka sudah tau semuanya.”

Bibi Kwon sontak terkejut, “Termasuk Sehun?”

Luhan kembali mengangguk, “Seseorang memberitahunya.”

“Seseorang? Siapa? Apa dia menangis? Dia pasti sangat marah terhadap kalian, kan? Oh Tuhan.”

“Dia memang menangis.”jawab Luhan pelan. “Tapi dia tidak berteriak seperti biasanya. Dia lebih tenang.”

“Huh? Benarkah?”

Luhan menghela napas panjang sambil mengendikkan kedua bahunya, “Entahlah ahjumma. Hal itu justru membuatku khawatir karena dia tidak lagi menunjukkan emosinya. Dia sangat terlhat jika dia sedang menahan kesedihannya sendiri.”

“Tapi…bagaimana mungkin?” Bibi Kwon masih tidak percaya.

Luhan tersenyum, “Mungkin masalah ini perlahan membuatnya menjadi dewasa. Mungkin saja dia tidak mau membebani kami jadi dia tidak lagi merengek dan bersikap manja seperti dulu.”

“Oh Tuhan, kenapa hatiku terasa sangat sakit mendengarnya?” Bibi Kwon menghapus air matanya. “Harusnya aku merasa senang karena dia telah tumbuh dewasa.”

Luhan menarik selembar tisu dari tempatnya dan memberikannya pada Bibi Kwon, “Aku juga begitu.”katanya. “Karena itu aku tidak bertanya siapa yang memberitahunya tentang keadaan appa yang sebenarnya. Aku takut dia akan kembali bersedih.”

“Tapi itu bisa menjadi hal yang akan membantu kita, Luhan.” Kris menyahuti. Lalu ikut bergabung bersama mereka. “Jika kita tau siapa yang memberitahunya, kita bisa mengambil satu kesimpulan. Aku yakin orang yang memberitahu Sehun itu memiliki dendam terhadap ayahmu.”

“Aku tau. Tapi untuk saat ini, aku mohon jangan libatkan Sehun.”mohon Luhan. “Lagipula, pernyataan anak di bawah umur akan sulit diterima oleh pengadilan.”

Kris mendesah panjang, “Kalau begitu kita cari jalan lain.”

“Sejujurnya aku juga tidak mengerti kenapa persidangan berakhir dengan sangat cepat. Aku memang bukan orang yang mengerti hukum tapi, sama sekali tidak ada pembelaan terhadap Tuan Besar. Begitu saja, pengadilan menetapkan dirinya sebagai tersangka.”sahut bibi Kwon. “Sekarang, aku merasa sangat senang karena ada seseorang yang akan menyelidiki kasus ini lagi.” wanita tua itu menatap Kris dengan senyum. “Tolong bantu Tuan Muda Luhan untuk menyelesaikan kasus ini.”

Kris balas tersenyum, “Tapi ahjumma juga harus membantuku.”

Kening bibi Kwon sontak berkerut, “Aku?”

“Kami sedang mengumpulkan bukti dan saksi. Aku ingin ahjumma menjadi salah satu saksi.”

“Tapi aku…”

“Jangan khawatir. Ahjumma hanya cukup memberitahuku hal-hal yang ahjumma tau selama kejadian itu berlangsung.”

***___***

 

“Akh.” Sehun langsung mengaduh saat punggungnya menghantam dinding.

“Sudah ku bilang jangan menghalangi jalanku!”teriak Dongho yang secara sengaja mendorong Sehun. “Kau ini tuli ya? Jika iya, kau harusnya pergi ke dokter!”serunya lagi. “Oh ya, aku lupa. Kau pasti tidak punya uang untuk pergi ke dokter, kan?”

“Ya Shin Dongho!” Jinyoung datang dan langsung mendorong tubuh Dongho. “Kau suka sekali mencari masalah!”

“Jangan ikut campur!” Dongho balas mendorong Jinyoung lalu mengisyaratkan sesuatu pada salah satu teman sekelasnya yang berbadan besar. Anak itu langsung menuruti perintah Dongho, kedua tangan besarnya mencengkram kerah baju Sehun dan Jinyoung sekaligus.

“Awas jika kalian memberitahu guru. Aku pasti akan memukul kalian!”

Kemudian dengan kasar menjatuhkan mereka ke lantai dan pergi meninggalkan tempat itu bersama Dongho dan teman-temannya yang lain.

“Uhuk…uhuk…”

“Jinyoung-ah, kau tidak apa-apa?”tanya Sehun langsung mengecek kondisi sahabatnya itu. “Kau terluka?”

“Tidak. Hanya sedikit sesak. Uhuk uhuk…” Ia kembali terbatuk-batuk. “Sehun, kenapa kau tidak melawan Dongho? Dia terus mencari masalah denganmu. Harusnya kau memberitahu Jongin hyung agar dia menghajar mereka semua.”

“Jangan.” Sehun langsung menggeleng. “Jangan beritahu ini pada siapapun.”

“Tapi kenapa?”

“Tidak apa-apa. Sudahlah, jangan hiraukan dia. Lain kali saat dia menggangguku, kau harus pergi menjauh, mengerti?” Anak laki-laki berkulit putih itu membantu Jinyoung berdiri.

“Bagaimana mungkin aku membiarkan mereka mengganggumu?” Jinyoung mengerucutkan bibirnya. “Jika saja aku memiliki tubuh yang lebih besar, aku pasti sudah menghajar mereka semua!”

Sehun terkekeh, “Sudahlah. Ayo pulang.”

***___***

 

“Jadi hyung akan bekerja paruh waktu selama liburan?”tanya Sehun yang sedang duduk sambil memperhatikan Jongin yang sibuk memasak. “Satu hari penuh?”

“Tidak. Hanya part time.”jawab Jongin. “Hyung hanya akan pergi sebentar saja.”

“Lalu siapa yang akan memasak makan siang untukku? Aku bahkan tidak bisa memasak telur atau ramen.”

“Taemin akan datang setiap hari, dia akan membuatkan makan siang untukmu.”

“Hyung, kita akan membuat Taemin hyung repot setiap hari.”

“Tidak apa-apa. Dia bersedia melakukannya.”

“Bagaimana jika hyung mengajariku cara membuat ramen? Aku tidak mau merepotkan Taemin hyung.”

Jongin menghela napas panjang lalu berbalik ke belakang, menatap adiknya itu, “Kau tau dapur itu adalah tempat yang berbahaya, kan?”

“Hyung, tapi aku bukan anak SD lagi. Aku sudah SMP. Dapur bukan lagi tempat yang menakutkan untukku.”

“Kau selalu saja membantah ucapanku.”balas Jongin.

“Maaf…” Sehun langsung menunduk. “Tapi liburan berlangsung selama tiga puluh hari dan selama itu juga aku harus merepotkan Taemin hyung. Aku hanya ingin belajar mandiri, hyung.”

“Sehunnie…”

“Hyung, aku tidak akan melukai diriku sendiri! Aku berjanji!”

Jongin kembali mendesah panjang. Aaaah… dia selalu saja kalah terhadap puppy eyes itu.

“Baiklah. Kemarilah, aku akan mengajarimu.”

Sehun tersenyum lebar dan langsung berdiri menghampiri Jongin. Anak laki-laki itu berdiri di samping kakaknya sambil terus memperhatikan gerakan tangannya.

“Hanya membuat ramen jadi kau tidak perlu memegang pisau.”seru Jongin mulai mengajari Sehun.

“Tapi aku butuh daun bawang.”

“Tidak usah, jangan memasukkan apapun. Sudah ku bilang kau tidak boleh memegang pisau, mengerti?”

“Hhhh… baiklah. Lalu?”

“Masukkan dua gelas air lalu rebus dengan panci ini. Lihat tanganku baik-baik, begini caranya menyalakan kompor. Kau harus memutarnya kearah kiri, jika kau ingin mematikannya putar kearah sebaliknya. Oke?”

Sehun mengangguk-angguk, dengan seksama mendengarkan penjelasan Jongin.

“Lalu jika sudah muncul gelembung, masukkan ramen dan bumbunya. Tunggu beberapa saat lalu campur dengan telur. Jika sudah matang, jangan lupa matikan kompornya.”

“Aku mengerti.” Sehun mengangguk mantap. “Itu mudah.”

“Ingat Sehunnie, kau tidak boleh memegang pisau!”

“Aku tau, hyung. Lalu—“

“Aku pulang.” Tiba-tiba suara Luhan membuat Sehun dan Jongin menoleh bersamaan.

“Luhan hyung!”

“Tutup mata kalian, aku punya hadiah.”

“Hadiah?” Jongin dan Sehun mengerutkan kening mereka. “Apa hari ini adalah hari spesial? Ini bukan hari ulang tahunku ataupun hari ulang tahun Jongin hyung.”

“Tutup mata kalian, cepat.”

Sehun dan Jongin saling pandang bingung namun menuruti ucapan Luhan. Keduanya menutup mata.

“Sekarang, buka mata kalian.”

Sehun dan Jongin membuka mata mereka perlahan dan detik berikutnya, keduanya sontak membeku. Sama seperti Luhan yang terkejut saat melihat sosok itu, Sehun dan Jongin tidak kalah terperangah. Keduanya membisu, tidak bisa mengeluarkan suara apapun. Bahkan tidak mampu bergerak saat kedua tangan itu menghusap pipi mereka.

Sudah berlalu sangat selama sejak terakhir kali mereka bertemu. Namun sosok ini tidak pernah berubah, tetap menatap mereka dengan sorot lembut.

“Apa ini benar-benar Tuan Muda Jongin? Kau semakin bertambah tampan.”

“Ahjumma…”seru Jongin serak. “Ahjumma, baik-baik saja?”

Bibi Kwon menelan tangisnya sambil mengangguk, “Ahjumma baik-baik saja.”jawabnya lalu beralih pada Sehun yang kini tingginya hampir menyamai dirinya. “Tuan Muda kecilku, bagaimana mungkin kau bisa bertambah tinggi seperti ini? Ahjumma sudah tidak bisa menggendongmu lagi.”

Tidak seperti Jongin, Sehun gagal mempertahankan tangisnya. Anak itu langsung menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajahnya yang sudah basah.

“Ahjumma tidak boleh menggendongku lagi. Aku sangat berat sekarang.”ia berseru kecil di balik tangisannya.

Bibi Kwon tertawa sambil menghusap air matanya. Tuan Muda kecilnya tidak pernah berubah, dia masih polos seperti dulu.

“Tapi, ahjumma masih boleh memelukmu, kan?”

Sehun mengangkat wajahnya, memperlihatkan wajahnya yang sedang menangis lalu mengangguk.

Tanpa pikir panjang, bibi Kwon langsung memeluk Sehun erat. Anak manja itu terlihat kurus, namun masih tetap cengeng seperti dulu.

“Maafkan ahjumma karena ahjumma tidak menemanimu selama ini. Apa kakak-kakakmu selalu membuatkanmu susu setiap malam? Apa ada serangga yang mengganggumu? Apa kau makan dengan baik?”

“Aku sudah tidak takut lagi dengan serangga.” Sehun melepaskan pelukannya sambil kembali menghusap air mata. “Dan Jongin hyung selalu membuatkanku susu setiap malam.”

“Benarkah? Kau benar-benar sudah dewasa sekarang.”

“Bagaimana ahjumma bisa ada disini? Bukankah ahjumma ada di Jeju?”tanya Jongin.

“Ahjumma akan menjadi saksi dalam kasus ayah.” Luhan yang menjawab. “Kris yang menemuinya pagi ini jadi untuk sementara ahjumma akan tinggal disini sampai persidangan ayah selesai.”

“Ahjumma akan tinggal disini?!” Wajah Sehun seketika berubah cerah. “Ahjumma sungguh akan tinggal disini, kan? Iya, kan?”

Bibi Kwon terkekeh, mengatupkan telapak tangannya di pipi Sehun, “Iya, Tuan kecil. Ahjumma akan tinggal disini bersama kalian.”

“Yeaaaaay!” Anak berkulit putih melompat girang.

“Tapi Luhan hyung… bukankah kita tidak punya uang untuk—“

“Apa kau pikir ahjumma adalah orang lain, huh?” Bibi Kwon menyahuti berpura-pura kesal. “Ahjumma bahkan ingin tinggal bersama kalian walaupun tidak di bayar.”

Jongin menggaruk tengkuk belakangnya kikuk lalu terkekeh, “Maafkan aku ahjumma.”

***___***

 

“Park Sehun.” Sehun maju ke depan kelas ketika namanya di panggil.

“Akh.” Namun tiba-tiba ia terjatuh, tersandung kaki seorang teman Dongho yang sengaja menghadang langkahnya. Seketika seluruh isi kelas tertawa. Sehun mendongak, menatap anak berbadan kesal yang juga sedang mentertawakannya itu. Ia tau anak itu sengaja melakukannya.

“Kau tidak apa-apa?”tanya wali kelasnya.

Sehun menggeleng sambil berusaha berdiri, “Tidak apa-apa sonsengnim. Aku hanya tersandung kursi.”

Wali kelasnya menyerahkan sebuah surat dengan senyum lembut, “Selamat, kau mendapat peringkat satu.”

“Benarkah? Sonsengnim, aku benar-benar dapat peringkat satu?”

“Iya. Sonsengnim sangat bangga padamu, Park Sehun.” Wali kelas perempuan itu mengulurkan tangannya, mengacak rambut Sehun. “Pertahankan peringkatmu, mengerti?”

“Baik Sonsengnim.”

Kembali ke kursinya, anak laki-laki itu seketika di serbu oleh Jinyoung, “Sehun, kau benar-benar peringkat satu?”

Sehun membuka suratnya perlahan, mengeluarkan kertas dari sana dan menegakkannya, “Wuaaah, kau benar-benar peringkat satu!”jerit Jinyoung begitu melihat hasil nilai Sehun. “Wuaaaah, nilaimu hampir sempurna Sehun!”

Wali kelasnya hanya tersenyum mendengar jeritan Jinyoung, “Sonsengnim harap kalian bisa belajar lebih giat dan mendapat nilai yang bagus seperti Sehun. Selamat liburan.”

“Terima kasih sonsengnim.” Koar anak-anak bersamaan.

“Park Sehun selamat ya.” Seorang murid perempuan menghampiri meja Sehun.

“Sehun, selamat. Lain kali kita belajar bersama ya.”seru murid perempuan lain.

“Sehun, kelas mana yang kau dapat? Apa kita masih menjadi teman sekelas?”

“Aku…” Sehun sedikit gugup. “Aku kelas 2A.”

“Aaaaah… aku kelas 2D. Menyebalkan.”

“Maaf teman-teman, tapi kami harus pulang.” Jinyoung langsung menarik lengan sahabatnya itu dan membawanya pergi. “Ayo Sehun.”

“Selamat liburan Sehun!”

Melihat popularitas Sehun yang tiba-tiba melonjak naik, di kursinya Dongho memukul mejanya kesal, “Dasar menyebalkan.”

***___***

 

Sehun berlari memasuki gereja sepulang sekolah, tangannya terus menggenggam kertas hasil ujian. Dan ketika ia telah berdiri di depan patung Tuhan, ia melebarkan kertasnya, menunjukkan hasil ujiannya.

“Lihat, aku dapat nilai yang hampir sempurna. Aku mendapat peringkat satu dan aku masuk ke dalam kelas A! Bukankah aku sangat hebat?”ucapnya berbicara pada Tuhan. “Aku akan menunjukkannya pada appa saat appa bangun, jadi aku mohon cepat bangunkan appa. Aku yakin appa akan merasa senang saat aku menunjukkannya nanti dan appa pasti membelikanku ddokbukkie!”

“Selamat Sehunnie.”

Sehun langsung menoleh ke belakang begitu mendengar suara.

“Pastor Suho!”

Suho yang sudah berdiri di belakang Sehun tersenyum lebar, “Selamat karena kau telah mendapat nilai yang bagus.”

“Pastor, lihatlah.” Sehun menunjukkan kertas nilainya pada Suho. “Aku mendapat nilai yang sangat bagus.”

“Yah, kau memang sangat pintar.”

“Ini artinya aku adalah anak yang baik, kan?”

Suho terkekeh, “Kau adalah anak yang baik dan juga pintar.” Tangannya terulur, mengacak rambut Sehun. “Aku akan mentraktirmu ddokbukkie hari libur nanti, minta ijin pada hyungmu dan jangan lupa ajak Jinyoung juga.”

“Sungguh?!”

“Iya.”

“Terima kasih pastor! Aku akan minta ijin pada Luhan hyung dan Jongin hyung nanti.”

***___***

 

Sabtu itu sedikit mendung, resah, Jongin menunggu hasil pengumuman kelulusan yang akan di kirim lewat pos. Harusnya dia sudah menerimanya, tapi kenapa hingga sore ini dia belum menerima apapun?

“Pak pos belum datang?”tanya bibi Kwon menghusap lembut pundak Jongin.

Jongin menggeleng, “belum.”

“Hyung, jangan khawatir. Hyung pasti lulus dengan nilai yang bagus. Sepertiku.” Sehun menunjuk dirinya sendiri dengan senyuman bangga.

“Aigooo, Tuan Muda kecil kami memang sangat hebat. Haruskah ahjumma memasak makanan yang enak untukmu malam ini?”

Sehun mengangguk, “Emp. Yang sangaaaaat enak.”

“Tsk, dasar anak kecil.”

“Enak saja, aku sudah dewasa!”protes Sehun tidak terima.

“Tapi kau masih sangat manja, kau belum dewasa.”

“Tidak. Aku su—“

“Ada kiriman!”

Jongin sontak berdiri begitu mendengar suara Pak Pos, anak laki-laki itu dengan cepat menuruni anak tangga dan membuka pagar rumah.

“Kau Park Jongin?”

“Iya, aku Park Jongin.”

“Ini kiriman untukmu.”

“Terima kasih.”

Jongin kembali ke teras rumahnya, disana bibi Kwon dan Sehun juga sudah menunggu dengan jantung berdebar.

“Hyung cepat buka.”seru Sehun tidak sabar.

Jongin membukanya pelan, jantungnya berdegup kencang, harap-harap cemas dengan hasil nilainya.

“Oh Tuhan!”jerit bibi Kwon begitu melihat hasil nilai Jongin.

“Uwaaaa Jongin hyung!”

Perlahan, bibir Jongin tertarik membentuk sebuah senyuman. Dan detik berikutnya, dia langsung melompat girang, “AKU AKAN MASUK SMU YANG SAMA DENGAN LUHAN HYUNG!”

***___***

 

“Pak, sepertinya seorang jaksa sedang memasukkan berkas-berkas untuk membuka kembali kasus Park Jungsoo. Dan ku dengar pengadilan akan menyetujuinya.”

“Sudah sejauh mana usahanya?”

“Dia telah mengumpulkan saksi-saksi, termasuk mantan pembantu tuan Park Jungsoo dulu. Dan sekarang, aku rasa dia akan mulai menyelidiki anggota direksi. Juga…” Pria tinggi itu menghentikan ucapannya pelan. “…sepertinya dia akan mencari keberadaan Kim Donghyun.”

“Brengsek! BRENGSEK!” Pria itu melempar gelas dengan kesal. “Hentikan usahanya! Jangan sampai persidangan di buka kembali! Dan kalau perlu…singkirkan dia!”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

13 thoughts on “FF EXO : AUTUMN CHAPTER 20

  1. HyeKim berkata:

    Eh ini direpost ya kak? Ahahah yg kmrn emang gak ada box komennya😄😄

    Ini hueee Sehun udah gede pukpuk :3 DAN HORAYYY ADA BIBI KWON LAGI AYO DOOONGGG LEETEUKNYA SADAR T^T

    Dan hell itu ada bencana si Shindong mau musnahin Kris:””””)))))) ayo semangat utk Park bersodara, Kris, dll semoga kembali seperti semula. Gak autumn2 lagi tpnya spring/??

  2. ellalibra berkata:

    Q yakin bgt ayahnya dongho yg bt ayahnya sehun dipenjara …. Ankny aja sirik trs ma sehun … Mrk udh dewasa y pdhal hrsny mrk msh byk brmain … Apalg sehun sedih liat dy ngadu sm tuhanmnt kesembuhan bt ayahnya huhuhuuu … Neeeeeeext fighting eon😀

  3. XI RA BY berkata:

    Daebaaaakkk..
    Semakin kesini semakin seruuuu.
    Gk sabar untuk klanjutannya,
    Huaaah suasana semakin hangat ketika ada kwon ahjumma.
    Yeeee..
    Kris juga udh balik.
    Neeeext..

  4. Jung Han Ni berkata:

    wuih kai skarang satu sekolah sama luhan😀
    Dongho bandel banget ya, kasian sehun😦
    dan siapa itu yg trakhir? dia mau nyingkirin siapa? kris?? aduh jangaaan, ada aja hambatannya T_T
    keep writing n hwaiting eonni! ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s