SELENE 6.23 (LONG DISTANCE BETWEEN US) PART 15

selene new

Tittle                            : Selene 6.23 (Long Distance Between Us)

Author             : Ohmija

Main Cast        : Kim Jongin, Krystal Jung, Choi Minho

Support Cast   : Taemin, Sulli, Amber, Sehun, Jessica, Jonghyun, dll

Gnere              : Romance, School life, Comedy, Sad

“Jongin-ah…” Wanita paruh baya itu seketika membeku di tempatnya. Bersamaan dengan semua orang yang juga terkejut atas pertemuan tiba-tiba itu.

Rahang Minho mengeras, pria tinggi itu menghampiri Krystal dan meraih lengan kirinya namun Jongin langsung menahan cengkramannya di lengan kanan gadis itu. Kontak mata keduanya bertemu dengan saling melemparkan tatapan kebencian pada satu sama lain.

“Lepaskan dia.”geram Minho.

“Dia gadisku.”

Krystal menatap keduanya dengan jantung yang berdegup kencang. Oh Tuhan apa yang akan terjadi?

Tepat menatap di manik mata Minho, Jongin kembali berseru, “Apa semua yang sudah kau miliki belum cukup untukmu? Kau mau merebut milikku lagi?”desisnya tajam. “Aku tidak akan membiarkanmu melakukannya kali ini.”

Jongin mendorong tubuh Minho kuat hingga pria itu termundur ke belakang dan melepaskan cekalannya di lengan Krystal. Kemudian ia menarik lengan gadis itu dan bergegas membawanya pergi.

“Adeul…”

Seperti mendapat hantaman kuat, langkah Jongin seketika terhenti, Ia menoleh, menatap sosok wanita paruh baya itu tak kalah tajam.

“Kau tidak pantas memanggilku seperti itu.”ucapnya dingin. “Aku sudah tidak punya ibu.”

Krystal sedikit tersentak mendengar ucapan Jongin, terlebih lagi saat dia melihat ekspresi sedih yang terpancar jelas di wajah ibunya. Namun, tidak ada yang bisa dia lakukan karena Jongin sudah menariknya dan memaksanya untuk meninggalkan tempat itu.

***___***

 

“Jongin…” Krystal berusaha untuk mengajak pria itu bicara. “Bukankah sebaiknya—“

“Aku akan mengantarmu pulang.”potong Jongin, ia menoleh menatap Krystal.

“Jongin tapi…”

“Aku mohon jangan bicara denganku untuk saat ini. Suasana hatiku sedang buruk.”

Krystal langsung mengatupkan mulutnya rapat-rapat. Tidak lagi bicara dan hanya membiarkan Jongin menuntun langkah. Pria itu menghentikan taksi yang lewat dan mereka masuk ke dalamnya. Masih sama, sepanjang perjalanan Jongin terus diam menatap keluar jendela.

Bagaimana bisa ini terjadi? Bukankah Minho bilang dia tidak akan datang? Lalu, apa yang akan terjadi padanya jika ia bertemu Minho nanti? Oh Tuhan…

Tak lama setelah mereka sampai, Krystal sudah bergegas akan turun dari taksi namun begitu ia menyadari jika Jongin masih membeku di tempatnya, gadis itu langsung menarik lengan pria itu dan menyadarkannya.

“Ini, ahjussi. Terima kasih.”ucap Krystal membayar biaya taksi.

“Kenapa kau yang bayar?”

Gadis itu menghela napas panjang, menoleh kearah pria itu sedikit kesal. Tidak bersuara, kini ganti Krystal yang menarik lengan pria itu dan memaksanya untuk mengikuti langkahnya.

“Apa yang akan kau lakukan?”tanya Jongin melepaskan cekalan Krystal begitu mereka sudah sampai di depan ruang apartementnya.

“Ayo masuk.”

“Kenapa aku harus masuk?”balas Jongin. “Aku akan pulang sekarang.”

“Ya.” Krystal kembali menahan lengan Jongin. “Lihat kondisimu, kau bisa pergi sampai ke Busan! Ayo masuk!” Gadis itu mendorong tubuh Jongin paksa agar masuk ke dalam apartement-nya. Sepi. Sepertinya Jessica sudah pergi. “Duduklah.” Gadis itu segera pergi ke dapur dan menghidangkan segelas air mineral untuk Jongin lalu menjatuhkan diri di sebelahnya.

“Kau mendengar semuanya?”

“Eoh?” Krystal menoleh. “Tentang apa?”

Jongin balas menatap Krystal yang sedang duduk di sampingnya, “Semuanya.”

Krystal tertegun sesaat, “Aku sudah tau semuanya sebelum ini terjadi.”

“Apa?” Jongin sedikit terkejut.

“Eumm… Aku minta maaf, Jongin. Aku tidak bermaksud untuk mencampuri urusanmu tapi—“

“Bagaimana kau bisa mengetahuinya?”potong Jongin.

Kembali Krystal terdiam sesaat, “Aku bertemu dengan Yoona unnie waktu itu dan aku bertanya apa yang terjadi sebenarnya antara kau dan Minho oppa.”ucapnya pelan. “Aku sudah tau tentang masa lalumu.”

Rahang Jongin seketika mengeras, “Jadi karena itu?”ujarnya tersenyum kecut. “Kau bersikap baik padaku akhir-akhir ini karena itu? Karena kau merasa kasihan padaku.”

“Tidak. Bukan begitu.” Krystal langsung menggeleng.

“Apa aku benar-benar terlihat menyedihkan?”

“Jongin ,tidak seperti itu.”

“Yah, aku memang menyedihkan.” Jongin mengangguk, hatinya terasa pilu. “Tapi kau tidak perlu khawatir. Aku sudah terbiasa dengan hal ini. Terima kasih atas perhatianmu.” Pria itu beranjak dari duduknya dan bergegas pergi.

Krystal langsung berdiri dan menghentikannya, “Jongin!” panggilnya. “Ini tidak seperti yang kau bayangkan. Awalnya aku memang merasa kasihan padamu tapi hal ini juga membuatku mengerti. Aku mengerti kenapa kau bersikap seperti itu dan hal ini membuatku berhenti menyalahkanmu.”

Jongin berbalik ke belakang, senyumnya terlihat kecut, “Aku tidak butuh perhatianmu, Krystal.”

“Bukankah kita adalah teman?”balas Krystal cepat. “Kita cukup sering menghabiskan waktu bersama akhir-akhir ini dan kita sudah saling mengenal sifat masing-masing. Bukankah itu disebut teman?”

“Teman?” Jongin berdecak. “Aku sudah tidak bisa mempercayai seorang gadis lagi sejak bertahun-tahun lalu. Karena kau tau? Mereka akan meninggalkanku pada akhirnya.”

“Aku tidak akan pergi.”Krystal mengatakan hal itu dengan nada sungguh-sungguh sambil menatap lekat kedua mata Jongin. “Aku tidak akan meninggalkanmu.”

Jongin menggeleng sambil berusaha mempertahankan tangisnya, “Aku tidak bisa mempercayaimu.” Kemudian berbalik dan melanjutkan langkah.

Krystal segera berlari, kembali menghentikan langkah pria itu. Kali ini dengan sebuah pelukan. Gadis itu memeluk Jongin dari belakang membuat Jongin terkejut di tempatnya.

“Aku tau kau akan menangis sendirian. Aku tau kau sedang berusaha menghindariku untuk menyembunyikannya.”ucapnya. “Aku tidak perduli jika kau akan mempercayaiku atau tidak, tapi jangan menangis sendirian.”

Jongin memejamkan kedua matanya kuat-kuat. Tangannya mengepal di samping tubuh, berusaha mempertahankan tangisnya namun gagal.

Hanya untuk sekali ini, ia berjanji tidak akan menangis lagi nanti. Ia berjanji ini adalah yang terakhir. Namun kali ini saja, biarkan dia menunjukkan emosinya. Biarkan dia menunjukkan pada semua orang jika dia memiliki rasa sakit yang telah bertahun-tahun ia pendam.

***___***

 

Kedua matanya terus tertancap pada wajah yang sedang tertidur itu. Dia lega karena akhirnya pria itu jatuh tertidur, karena dia bisa melupakan semua masalahnya untuk beberapa saat. Wajahnya terlihat pucat dan kelelahan. Yah, dia tau pria itu sudah menahan semuanya sendirian dalam waktu yang lama.

Tapi, perlahan-lahan hatinya mulai bimbang. Gadis itu mulai tidak mengerti dengan perasaannya, semuanya abu-abu. Dia tidak bisa lagi membedakan mana perasaan cinta dan hanya sekedar sahabat.

 

Ting Tong

 

Tiba-tiba bel rumahnya berbunyi. Gadis itu beranjak, berjalan untuk membuka pintu. Ia langsung terkejut begitu mendapati Minho telah berdiri di balik pintu rumahnya dengan ekspresi marah.

“Kau benar-benar berkencan dengannya, kan?”tanyanya sambil menorobos masuk apartement Krystal.

“Minho oppa…”

“Bukankah sudah ku bilang untuk menjauh darinya?! Kenapa kau tidak mau mendengarkan ucapanku?!”

“Oppa… begini…”

“Sadarlah Soojung.” Minhp mencekal kedua bahu Krystal dan mengguncang tubuhnya. “Dia bukan pria yang baik untukmu! Dia akan menyakitimu nantinya!”

“Oppa hentikan…” Krystal menepis cekalan Minho. Gadis itu menarik napas panjang, mulai kesal. “Kenapa? Apa alasannya? Kenapa aku harus menjauhinya?”

“Apa kau lupa? Dia pernah membuatmu menangis!”

Krystal tertawa mendengus, “Apa oppa tidak pernah sadar jika oppa adalah orang yang lebih sering membuatku menangis?” serunya menatap Minho lurus-lurus. “Oppa tidak pernah mengetahui perasaanku! Oppa selalu menatap Yoona unnie dan mengabaikanku! Lalu kenapa oppa memintaku untuk menjauhi Jongin? Kenapa oppa membuatku bingung?!”

Mata Minho melebar, “Apa maksudmu?”

“Aku menyukai oppa! Aku sudah menyukai oppa sejak dulu! Tapi oppa tidak pernah menyadarinya, oppa selalu mengabaikanku! Lalu kenapa? Kenapa oppa melarangku berteman dengannya? Jika alasannya adalah Yoona unnie, kenapa oppa melibatkanku?!”

“Soojung…”

“Berhentilah membuatku bingung, oppa. Oppa membuatku salah paham atas tindakan oppa terhadapku. Berhentilah memberikanku perhatian yang berlebihan. Karena aku…” Gadis itu menundukkan kepalanya. “…aku sudah menyerah.”

***___***

 

Krystal menangis tergugu sambil memeluk lututnya. Gadis itu menenggelamkan kepalanya, salah satu upaya untuk meredam suara tangisnya. Yah, itu adalah keputusannya. Dia akan menyerah. Dia sudah lelah menjadi bayang-bayang yang tidak akan pernah terlihat. Dan dia sudah tau bagaimana sosok Minho yang sebenarnya. Di hatinya hanya akan selalu ada nama Yoona. Dan dia pikir, itu tidak akan pernah tergantikan.

Seseorang muncul dan menjatuhkan diri di sampingnya, membuatnya langsung mengangkat wajah dan menoleh.

Jongin tersenyum kecil menatapnya, “Maafkan aku. Karena aku, kau jadi bertengkar dengan pria yang kau sukai.”

Krystal langsung menghusap air matanya dan menggeleng, “Kau mendengarnya?”

“Tidak hanya mendengar tapi juga melihat.”jawabnya pelan. “Kalian saling berteriak dan mengganggu tidurku.”

Gadis itu tidak bergeming dari candaan Jongin, “Aku sudah menyerah.”

“Kenapa? Bukankah kau sangat menyukainya?”

“Tapi aku ingin menyerah. Aku sudah lelah.”

“Kau yakin? Kau tidak akan menyesal?”

“Tidak.”

Jongin tertawa kecil, dengan tangan terulur, ia menghusap kepala Krystal yang membuat gadis itu langsung menarik kepalanya menjauh. Ia menatap Jongin dengan kening berkerut, “Apa yang kau lakukan?”

“Bukankah wanita suka jika kepalanya diusap? Ku dengar itu akan membuat mereka lebih tenang.”

Krystal mencibir, “Jangan sok tau.”

“Tapi aku benar, kan? Kau jadi lebih tenang.” Pria itu tersenyum menyeringai.

“Tsk.”

Jongin terkekeh, mengembalikan tatapannya ke depan, kearah pemandangan kota Seoul yang terlihat dari jendela kaca. “Sejujurnya, aku merasa senang.” ucapnya. “Aku merasa senang karena kau menyerah.”

“Huh? Kenapa? Kau senang jika aku menangis?”

“Hahaha tidak. Bukan begitu.” Ia menggeleng. “Karena sejak dulu, aku tidak pernah menang dari Choi Minho. Jadi aku merasa sedikit senang karena dia tidak bisa mendapatkanmu kali ini.”

Krystal menatap Jongin dan bertanya hati-hati, “Apa kau sangat membenci Minho oppa?”

Jongin terdiam sesaat, membutuhkan waktu untuk menjawab pertanyaan itu, “Jika kau jadi aku, apa kau tidak akan membencinya?”

“Tapi bukankah itu adalah pilihan ibumu?”

“Yah memang.” Ia mengangguk. “Aku membenci semuanya. Orang-orang yang terlibat di dalamnya. Jika dia ingin punya ibu, dia tidak harus merebut ibu orang lain. Seharusnya dia bisa melarang ayahnya menikah lagi waktu itu, karena dia sudah dewasa. Tapi dia tidak melakukan apapun. Dan sepertinya, mereka lebih terlihat seperti sepasang ibu dan anak. Saling memberikan perhatian dan saling menyayangi. Hahaha aku sedikit iri.”

“Jongin—“

“Tidak. Jangan.”potong Jongin cepat. “Jangan menatapku dengan tatapan seperti itu. Kau sudah melihatku menangis, jadi aku tidak akan terenyuh lagi.” Ia tersenyum, kali ini lebih tulus.

“Kau tau kau tidak sendirian, kan? Ada banyak orang yang menyayangimu.”

“Yah, aku lega. Aku punya seorang ayah yang selalu menelponku setiap hari dan tiga orang menyebalkan itu. Dan sekarang…” Jongin menoleh menatap Krystal. “Aku juga memilikimu.”

Krystal balas menatap Jongin, tanpa suara.

“Terima kasih karena kau sudah mau menjadi temanku, Jung Soojung.”

***___***

 

Dia tau semuanya akan berbeda. Yah, dia tau semuanya tak akan lagi sama. Resiko yang ia takutkan kini terjadi. Pengakuan itu akan membuat Minho pergi dari hidupnya. Yah, mulai hari ini. Karena pria itu tidak lagi menunggunya untuk pergi ke sekolah seperti biasa. Tidak ada lagi sosok tinggi yang akan menunggunya di halte bus seperti hari-hari lalu.

Dan sesampainya di sekolah, keanehan lain langsung menghampirinya. Ketiadaan Jongin di kursinya membuatnya sedikit bingung. Bukankah dia sudah membaik? Lalu kenapa dia tidak pergi ke sekolah?

“Sehun.” Gadis itu menepuk pundak Sehun yang duduk di depannya. “Kemana dia? Kenapa tidak datang?”

“Bukankah kau kekasihnya? Kenapa bertanya padaku?”balas pria itu.

“Tapi kau adalah temannya.”

“Sejak berkencan denganmu, dia sangat jarang membalas pesanku. Dia telah membuatku sakit hati.”

Ucapan Sehun sontak membuat Taemin tertawa, “Kau cemburu?”

“Yah, aku cemburu. Jadi jangan membicarakan Jongin lagi, dia hanya masa laluku.”

Taemin semakin tertawa terbahak-bahak, “Dasar bodoh.” Ia memukul kepala anak itu pelan lalu menoleh ke belakang, “Mungkin dia kesiangan. Jangan khawatir.”

***___***

 

Dia tidak mungkin sakit, kan? Atau apa mungkin dia masih sedih atas kejadian kemarin? Krystal langsung menggelengkan kepalanya, menolak semua pikiran-pikiran buruk yang datang. Tidak, mungkin ucapan Taemin benar. Dia hanya kesiangan.

Langkahnya langsung terhenti ketika matanya mendapati Minho sedang berjalan menuju kearahnya. Gadis itu sudah akan menyapa namun Minho begitu saja berjalan melewatinya. Tanpa menoleh sedikitpun, seakan-akan tidak ada Krystal disana. Hal itu membuat Sulli dan Amber saling pandang bingung.

Yang tadi itu… benar-benar Minho, kan? Apa dia tidak melihat Krystal? Kenapa dia mengabaikannya?

“Kalian bertengkar?”tanya Sulli menatap Krystal bingung.

“Oh…ehm…begitulah.”

“Apa ini ada kaitannya dengan Jongin?”tebak Sulli tepat. Krystal hanya tersenyum tipis, menjawab pertanyaan itu. “Aaah… dasar. Sekarang dia mengacaukan hubunganmu dengan Minho oppa!”omelnya.

“Sepertinya masalah kalian sedikit rumit sampai Minho oppa bersikap seperti itu padamu.”sahut Amber kemudian menghusap bahu Krystal lembut. “Kau tidak apa-apa?”

Krystal menggeleng pelan, kembali tersenyum, “Tidak apa-apa.”

Ketika tiba-tiba ponselnya berbunyi, gadis itu segera menjawab panggilannya. Dari Jessica.

“Ya unnie?”jawabnya sambil mengisyaratkan pada dua temannya untuk pergi ke kantin lebih dulu.

“Kau dimana? Masih berada di sekolah?”

“Iya, ada apa? Apa ada sesuatu yang terjadi? Kau baik-baik saja, kan?”

“Aku sudah berada di Seoul sekarang, terjadi sesuatu jadi aku kembali mendadak. Sekarang aku sedang berada di rumah sakit.”

“Rumah sakit?!” Gadis itu memekik. “Apa yang terjadi padamu? Jessi, are you okay?”

“Terjadi kecelakaan kecil di perjalanan tadi but I’m okay, tanganku hanya terluka sedikit. Tapi…”

“Tapi apa?”tanya Krystal dengan nada memburu.

“Soojung-ah, aku melihat Jongin.”

Salah satu alis Krystal terangkat, “Jongin?”

“Yah, sepertinya dia sedang sakit karena wajahnya terlihat sangat pucat. Dia baru saja keluar dari ruangan dokter spesialis penyakit dalam. Apa dia sakit? Aku ingin menegurnya tapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat.”

“K-kau yakin kau melihat Jongin? Mungkin saja kau salah lihat karena—“

“Aku yakin jika itu dia.”jawab Jessica sungguh-sungguh. “Saat ini dia pasti tidak berada di sekolah, kan? Aku sungguh-sungguh melihatnya.”

Jantung Krystal mulai berdegup kencang, “Jessi, aku akan menghubungimu nanti dan menceritakan semuanya. Aku tutup.” Gadisi tu mematikan sambungan teleponnya dan segera berlari menuju lapangan bola, mencari Taemin, Sehun atau Jonghyun.

“Taemin!” teriakan Krystal menghentikan aktivitas Taemin yang sedang menggiring bola di tengah lapangan. Pria itu menoleh dengan kening berkerut. “Aku ingin bicara sebentar.”

Taemin mengoper bolanya pada seorang temannya kemudian menghampiri Krystal yang berdiri di pinggir lapangan.

“Ada apa?”

“Aku rasa sesuatu terjadi pada Jongin.”

Kening Taemin berkerut tak mengerti, “Ha?”

“Panggilanku tidak diangkat dan pesanku juga tidak di balas. Kita harus pergi ke rumahnya sekarang!”ucapnya panik.

“Hey, sudah ku bilang jika—“

“Dia bertemu ibunya kemarin.” Ucapan Krystal barusan langsung membuat Taemin terperangah. “Dia bertemu ibunya dan sekarang aku yakin dia pasti masih merasa sedih. Kita harus menemuinya.”

“Kenapa kau tidak bilang dari tadi?!” Taemin menggertakkan giginya. “Pulang sekolah nanti, kita pergi ke rumahnya.”

***___***

 

Hatinya tetap tidak bisa tenang. Sesuatu pasti telah terjadi dan dia sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Siang itu, ketika waktu istirahat masih tersisa 2 jam lagi, Krystal berlari ke kelasnya dan meraih tas ranselnya. Gadis itu pergi meninggalkan sekolah dan menuju rumah Jongin. Dia hanya takut jika kejadian waktu itu terulang lagi, saat Jongin tiba-tiba pingsan di rumahnya. Tidak akan ada yang mengetahui jika sesuatu terjadi karena dia tinggal sendirian.

Gadis itu turun dari bus begitu ia sampai di halte yang tak jauh dari rumah Jongin. Kembali berlari di jalanan kecil menuju bangunan apartement Jongin. Dia lupa, tidak seharusnya dia berada di tempat ini sendirian.

 

BRUKK

 

Tanpa sengaja Krystal menabrak seseorang saat berbelok. Gadis itu terjerembap ke tanah sambil meringis kesakitan.

“Akh.”

“Kau tidak punya mata, ya?!”bentak seorang laki-laki. Krystal mengangkat wajahnya dan mendapati tiga orang siswa laki-laki telah berdiri di depannya.

“Maafkan aku. Aku terburu-buru.”ucapnya membungkuk sopan lalu berniat untuk melanjutkan langkahnya.

Namun siswa laki-laki yang ia tabrak tadi langsung menghadang langkahnya. “Lihat ulahmu, karena kau, baju seragamku jadi kotor!”

Krystal termundur beberapa langkah ke belakang ketakutan, “Aku benar-benar minta maaf. Aku tidak melihatnya. Tapi aku harus pergi sekarang.”

Siswa itu kembali menghadang langkah Krystal, di tatapnya Krystal dari rambut hingga ujung kaki. Beberapa saat kemudian senyumnya tercipta.

“Kau adalah murid Ansan?”tanya murid laki-laki itu. Krystal mengangguk takut. “Sangat jarang ada gadis yang berani lewat sini, tapi di lihat dari asal sekolahmu dan tujuanmu datang kemari, kau pasti ingin pergi ke rumah Jongin.”

“Kau benar. Anak brengsek itu tinggal di daerah ini.”sahut siswa yang lain.

Perasaan Krystal memburuk. Gadis itu langsung menggeleng kuat-kuat, “Tidak. Aku tidak mengenalnya.”ucapnya dengan nada di tekankan. “Aku harus pergi sekarang. Sampai jumpa.”

Tangan panjang siswa laki-laki itu mencengkram bagian atas tas ransel Krystal dan menariknya membuat Krystal kembali termundur.

“Kau tidak bisa pergi semudah itu.” Ia berbisik tepat di telinga Krystal. “Kita harus bermain sebentar.”

***___***

 

Jongin menjatuhkan dirinya di ranjang dengan helaan napas panjang. Kepalanya sedikit pening dan perutnya terasa mual. Dia baru menyadari jika dia belum makan sejak tadi pagi.

Tangan kanannya terulur, meraih ponselnya yang berdering. Sebuah nomor tidak di kenal tertera di layarnya.

“Halo.”

“Lama tidak bertemu, Jongin.” Seketika mata Jongin melebar. Suara ini… “Kau masih ingat denganku?”tanyanya. “Anak yang kau patahkan tangannya setahun lalu. Kau tidak lupa, kan?”

“Cha Minyuk…”

“Bagaimana kabarmu? Apa kau bahagia setelah membuatku tidak bisa pergi ke sekolah dan hampir membuatku tidak lulus?”desisnya dingin. “Aku sudah memikirkan caranya agar kita impas. Tadi, aku bertemu dengan temanmu ah maksudku… mungkin pacarmu?”

Rahang Jongin mengatup, “Apa maksudmu?”

“Namanya Jung Krystal. Dia sangat cantik.”

“Jika kau melukainya, aku akan membunuhmu!”

Suara tawa terdengar dari sebrang panggilan, suara tawa penuh kemenangan, “Datanglah jika kau ingin menyelamatkannya. Dan jangan lupa, datanglah sendirian.”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7 thoughts on “SELENE 6.23 (LONG DISTANCE BETWEEN US) PART 15

  1. desi mulya berkata:

    Akhirnya update jugaa 😁.. Di awal2 bikin senyam senyum, ehh diakhirnya malah bikin greget.. Itu krystal knapa ga nunggu pulang sekolah aja sihh jadi dia kesana sama taemin, kan kalo udh gini dia jadi nyusahin jongin juga. Niat mau nengok eh malah dia yg ditengok,,
    Next chap ditunggu 😉 oiya update ff lainnya dong yg belum end kangen nihh

  2. han berkata:

    krystal knapa nekat skali sih udah diblangin jga jgan kesana sndirian, aish greget sndiri jadinya ..
    tmbah cast lg nih, cha minhyuk. ada msalah apa mereka smpai mmbuat tangannya minhyuk patah..
    jongin punya penyakit dalam , wah suka yg sperti ini, makin pnasaran nih ..
    ditunggu next chapternya kaka, asap ya .. fighting
    oh ya ff auntumn kok ngga ada kolom komentar nya ya? apa emang disett sperti itu ?

  3. ellalibra berkata:

    Nyebelin krystal udh dibilang jgn kesitu sendirian…. Akhirnya jongin udh dy ky lg skt tambah krystal ditahan musuh nya blm mslh sm ibunya woaaaaaaahhh … Pst pening jongin … Smg bs slmt krystal neeeeeeext fighting

  4. mongochi*hae berkata:

    akhirny posting…
    hummpttt brasa bgt baperny…

    aplg saat jongin pergi stlh bertemu ibuny..
    tp dmna ayah jongin ?

    ayooo jgn macam2 dg soojung

    next part dtunggu

  5. DO DO berkata:

    Yaampun kenapa harus tbc disiniiii
    Udahh deg degan banget bacanyaaaa, tambahhhh seru ajaaa thorrr, semangat ya lanjutin ceritanya thorr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s