FF EXO : AUTUMN CHAPTER 19

autumn

Author  :  Oh Mi Ja

Cast :  Leeteuk SJ as Park Jungsoo

Luhan EXO as Park Luhan

Kai EXO as Park Jongin

Sehun EXO as Park Sehun

Support Cast      : Kris EXO as jaksa

Suho EXO as Pastor

Taemin Shinee as Lee Taemin

JR JJ Project as Park Jin Young

Jonghyun CN Blue as Lee Jonghyun

Genre                   : Brothership, Family,  Friendship, little sad

“Kau sudah gila?”tanya Taemin yang sejak tadi telah memperhatikan Jongin dari atas.

Jongin yang baru saja tiba di teras rumahnya sedikit terkejut, “Kau disini?”

“Jika tidak, siapa yang akan menjaga Sehun?”

“Hehehe terima kasih.”Pria itu menghampiri Taemin dan menjatuhkan diri di sampingnya.“Aku di terima kerja.”

Mata Taemin sontak membulat, “Sungguh?Dimana?”

“Di sebuah café tak jauh dari sini.Mereka menerimaku setelah aku berhasilkan meyakinkan jika aku akan lulus secepatnya.”

“Jadi kau akan bekerja full time?”

Jongin menggeleng, “Tidak. Walaupun liburan, aku tetap akan bekerja part time. Mulai oukul 9 sampai 7 malam. Jika aku bekerja full time, tidak ada yang menjaga Sehun nantinya.“

Taemin menghela napas panjang, “Aku akan datang kesini untuk menemani Sehun kalau begitu.”

Jongin kembali meringis lebar, “Aku tau aku bisa mengandalkanmu hehehe.Terima kasih.”

***___***

 

Ketika malam datang, Jongin sengaja menunggu hingga Luhan pulang bekerja.Sangat terasa jika mereka mulai jarang bertemu akhir-akhir ini, namun Jongin mengerti, Luhan melakukan ini untuk mereka.

“Kenapa kau duduk disini sendirian? Dimana Sehun?”tanya Luhan begitu dia datang.

“Sehun sudah tidur di dalam.”jawab Jongin pelan. “Hyung, sebenarnya aku sedang menunggu hyung.Ada sesuatu yang ingin aku katakan.”

Kening Luhan berkerut, “Tentang apa?” kemudian menjatuhkan diri di samping Jongin.

“Hyung, pengumuman kelulusan akan di beritahu besok lusa dan seperti yang aku katakan sebelumnya, aku akan masuk ke dalam SMU yang sama dengan hyung,”

“Oh Tuhan.”Luhan menepuk keningnya.“Aku lupa tentang itu.Kapan pendaftaran regristasinya? Aku akan—“

“Tidak perlu.”Jongin tersenyum.“Aku sudah minta tolong pada ibu Taemin untuk membantuku melakukan regristrasi.”

“Kenapa?Kau tidak mau jika hyung yang melakukannya?”

“Tidak.Bukan begitu.”Jongin menggeleng.“Aku tau hyung sangat sibuk jadi aku tidak akan memaksa hyung untuk melakukannya.”

Luhan mendesah panjang, “Ya Park Jongin.”

Jongin kembali tersenyum, “Hyung sungguh tidak perlu mengkhawatirkannya.Aku sungguh baik-baik saja.”ucap anak laki-laki itu menenangkan. “Dan juga…” Ia menghentikan ucapannya sejenak, kedua matanya menatap Luhan, “Aku akan bekerja paruh waktu selama liburan nanti.”

“Apa?”seru Luhan terkejut. “Bekerja?”

“Hyung, aku minta maaf karena aku tidak memberitahu lebih dulu.Aku pikir jika aku memberitahu hyung lebih dulu, hyung tidak akan mengijinkannya.”

“Yah, aku tidak mengijinkan!”ucap Luhan tegas. “Kenapa kau harus bekerja?Apa ada sesuatu yang ingin kau beli? Harusnya kau memberitahuku dulu!”Luhan sedikit kesal.“Apa yang mau kau beli?Seoatu?Baju?”

“Hyung, aku sudah tidak punya waktu untuk memikirkan apa yang ingin aku beli dalam kondisi seperti ini.”

“Lalu kenapa?!” nada suara Luhan mulai meninggi.“Apa karena kita tidak lagi makan enak seperti dulu?Apa karena—“

“Ini karena kalian!”potong Jongin. Pria itu mendesah panjang lalu mengacak rambutnya frustasi.“Apa hyung pikir aku tidak merasa sedih ketika setiap hari harus melihat hyung pulang larut malam?Kau bahkan tidak memiliki waktu tidur yang cukup karena pagi-pagi sekali kau harus pergi ke sekolah.Kau bekerja keras setiap hari hingga kau terlihat sangat kurus.Belum lagi kau juga harus memikirkan masalah appa.Hyung, aku sudah dewasa. Aku akan menjadi murid SMU secepatnya. Aku ingin membantumu, hyung!”

“Dan membiarkanmu merasakan beban ini, begitu?” balas Luhan, rahangnya mulai mengatup.“Apa kau pikir aku tidak sedih?Setiap hari aku harus membuatmu menjaga Sehun dan mengurus rumah sendirian.Setiap hari, aku selalu menahan rasa sakitku karena harus meninggalkan kalian.Aku harus membiarkan kalian mengetahui kenyataannya dan merasakan kesedihan ini.Setiap hari, aku terus memaki diriku karena aku telah gagal menjadi seorang kakak yang baik untuk kalian.Dan sekarang, kau membuatku merasa gagal untuk yang kesekian kalinya.Kenapa?Apa karena aku tidak bisa mengumpulkan uang yang banyak jadi kau ingin membantuku? Kenapa?Apa aku terlihat sangat menyedihkan?”

“Hyung, aku sudah dewasa. Aku akan menjadi murid SMU sebentar lagi. Dan aku tidak bermaksud untuk—“

“Kau tidak akan bekerja dimanapun.”potong Luhan, matanya menatap Jongin dengan sorot tegas. “Tetaplah di rumah dan belajarlah dengan baik.”Pria itu beranjak dari duduknya dan berjalan masuk ke dalam.

“Hyung.Luhan hyung.”

Jongin hanya bisa menghela napas panjang saat bantingan pintu terdengar. Kembali ia mengacak rambutnya. Bagaimana ini?

***___***

 

“Sehunnie!”panggil Jinyoung begitu ia melihat Sehun muncul. “Kau datang sendiri?”

Sehun menggeleng, “Luhan hyung mengantarku tadi.”

“Jadi Jongin hyung sudah tidak pergi ke sekolah?”tanya Jinyoung, keduanya berjalan bersisian menuju kelas.

“Iya.Karena dia tinggal menunggu surat kelulusan.”

“Aaaah itu pasti mendebarkan.”desah anak laki-laki itu. “Aku juga tidak bisa tenang menunggu hasil ulangan kita.Jika nilaiku jelek, eoma pasti akan memarahiku.”

“Tapi bukankah kau sudah belajar?”

“Aku kan tidak sepintar dirimu.”

“Kenapa kau bilang begitu?Nilaimu pasti bagus.”Sehun menepuk-nepuk pundaknya.“Jadi jangan—akh!”

Tiba-tiba seseorang menabrak Sehun dari belakang hingga anak itu terjatuh ke lantai.

“Sehunnie, kau tidak apa-apa?”

“Jangan berdiri di tengah jalan!Dasar orang miskin!”

Sehun mendongak dan mendapati Dongho sudah berdiri di depannya sambil berkacak pinggang sebelum akhirnya anak laki-laki itu masuk ke dalam kelas.

“Astaga, Sehunnie lututmu terluka.”seru Jinyoung ketika melihat darah yang keluar dari lutut Sehun. Kemudian anak itu menggeram kesal, “Dasar Dongho.Dia pasti sengaja menabrakmu.”

“Aku tidak apa-apa.Sudahlah, jangan perdulikan dia. Ayo masuk ke kelas.”

***___***

 

“Jadi Luhan hyung marah?”Taemin mendesah panjang setelah mendengar cerita Jongin.Jongin hanya mengangguk lemah.“Sudah ku bilang ini akan sulit.Lalu apa yang akan kau lakukan?”

Anak laki-laki itu terdiam sejenak, matanya tetap menatap kosong kearah tanah yang di pijaknya, “Tidak ada pilihan lain.Aku tetap harus bekerja.”

“Ya,” Mata Taemin membulat lebar.“Apa kau mau membantah ucapan Luhan hyung?Dia sudah melarangmu!”

Jongin mendesah panjang lalu menoleh menatap Taemin, “Satu tahun akan berlalu sebentar lagi dan kami masih belum punya tabungan untuk biaya rumah sakit appa.Jika hanya Luhan hyung yang bekerja keras, kami tidak bisa mengumpulkan uang banyak.Biaya hidup kami dan biaya rumah sakit appa, Luhan hyung tidak bisa menanggungnya sendirian.” Jelas Jongin, terdengar nada frustasi di balik ucapannya. “Aku tidak bermaksud untuk meremehkannya tapi kenyataannya, jika hanya dia sendiri yang bekerja keras, itu tidak akan berhasil.Aku harus membantunya.Aku sudah dewasa dan aku adalah anak appa.”

Taemin menghela napas panjang. Ucapan Jongin memang benar, saat ini mereka harus mulai menabung karena pemerintah tidak akan menanggung biaya rumah sakit ayahnya lagi. Dan jika hanya Luhan yang bekerja, semua itu tidak akan tercukupi. Hanya saja… ini sulit.Ini adalah pertama kalinya Taemin melihat Jongin membantah ucapan Luhan dan pertama kalinya melihat mereka bertengkar. Biasanya, Luhan akan menuruti semua kemauan Jongin dan sebaliknya, Jongin juga akan selalu mendengarkan ucapan Luhan.

“Jongin…”panggil Taemin pelan. “Kau yakin akan melakukannya?”

“Aku akan melakukan pekerjaan apapun untuk mendapatkan banyak uang.”balas Jongin tanpa pikir panjang. “Apapun.”

“Oh ya ampun, aku bisa gila jika seperti ini…”

***___***

 

Malam itu, Jongin kembali duduk di kursi kayu yang ada di teras rumah sewanya, kembali menunggu Luhan yang belum juga pulang. Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, kemana dia?

Namun tak lama, mata Jongin mendapati sesosok pria yang muncul di ujung jalan.Langkahnya lunglai dan tubuhnya sedikit membungkuk seakan dia sedang membawa beban berat di pundaknya.Tak ada langkah semangat seperti biasa, juga rona wajah yang selalu membuatnya terlihat bahagia.Pria itu terlihat sedih.

“Luhan hyung.”suara Jongin membuyarkan lamunannya. Pria yang ternyata Luhan itu menoleh, menatapnya dengan sorot teduh.“Kenapa baru pulang?Ini sudah larut malam.”

“Oh.” Ia mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali. “Kris tidak ada jadi aku harus mengurus café sendirian.”

Kening Jongin berkerut, “Kemana dia?”

“Entahlah.Mungkin ada persidangan.Dia juga tidak menjawab panggilanku.”jawabnya pelan lalu bergegas masuk ke dalam rumah.

“Luhan hyung.”Namun suara Jongin kembali menghentikan langkahnya.Luhan menoleh, menatap adik laki-lakinya lagi.“Aku ingin minta maaf.” Jongin maju beberapa langkah ke depan dan berdiri tepat di hadapannya. “Aku tidak bermaksud untuk membantah ucapan hyung.Aku juga tidak bermaksud meremehkan hyung sebagai kakak tertua kami.Hanya saja, aku juga seorang adik, aku juga seorang kakak dan aku juga seorang anak.Aku ingin membantu.”Anak laki-laki itu menatap Luhan lurus, kedua matanya mulai di genangi air.“Bukan hanya hyung yang sedih karena harus meninggalkan kami setiap hari tapi aku juga merasa sedih karena harus melihat hyung pulang larut malam dan selalu kelelahan.Hyung bahkan melepaskan sepak bola demi kami.Aku ingin membantu, hyung.Aku mohon biarkan aku membantu meringankan beban yang selama ini hyung tanggung sendirian.”

“Jongin…”

Jongin buru-buru menghusap air matanya yang akan terjatuh, “Bagiku, hyung adalah kakak terbaik yang pernah kami miliki. Hyung tidak pernah gagal dan aku tidak pernah menganggapnya seperti itu.Bagiku, hyung adalah kakak terbaik yang sangat kuat.Tapi melihat hyung menjadi lebih kuat dari hari ke hari membuatku sangat sedih. Jadi aku mohon bagi beban itu padaku.” Jongin menundukkan kepalanya, menyembunyikan air matanya yang tak lagi bisa di tahan.“Ini pertama kalinya hyung marah padaku, aku pasti telah membuat hyung kecewa, kan?Tolong maafkan aku.Maafkan aku, hyung.”

Luhan menatap anak laki-laki itu sesaat.Waktu berjalan sangat cepat dan tanpa di sadari dia telah tumbuh sangat tinggi.Adik laki-laki yang memiliki kepribadian dingin namun sebenarnya adalah anak yang sensitif.Adik laki-laki yang sulit mengekspresikan perasaannya dan lebih suka menyendiri.Kini dia telah tumbuh tinggi, bahkan lebih dewasa dari sebelumnya.

Luhan mengulurkan tangannya, memeluk Jongin sambil menghusap kepalanya lembut, “Aku membuatmu menangis, aku pasti sudah keterlaluan, kan?Maafkan aku.”ucapnya serak. “Terima kasih, Jongin.Terima kasih karena kau telah menjadi adikku.Terima kasih.”Luhan mengeratkan pelukannya, menenangkan tangis Jongin yang terus tumpah di bahunya.

Sementara dari balik pintu rumah, anak laki-laki lain menghusap air matanya sendiri.Lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya dan menatap kertas itu sesaat.

“Apa aku harus pergi?”

***___***

 

“Belum ada kabar apapun dari Kris?”Jonghyun menatap sahabatnya itu sambil mengunyah makanannya.“Apa dia benar-benar sibuk?”

“Entahlah.”desah Luhan lemas. “Sudah tiga hari tapi dia sama sekali tidak menjawab panggilan dan pesanku.Mungkin ada banyak persidangan yang harus ia tangani.”

Pria yang sedang duduk di hadapannya itu menghela napas panjang sambil geleng-geleng kepala, “Aku benar-benar tidak tau apa yang harus aku katakan lagi.”

Luhan tersenyum, “Jangan khawatir.Dia pasti akan segera menghubungiku.”

“Luhan.”Tiba-tiba seseorang memanggil Luhan, pria itu menoleh ke belakang dan langsung berdiri ketika mendapati Pelatih Donghae yang sudah berdiri di belakangnya.

Sonsengnim, annyeonghaseo.”Ia membungkukkan tubuhnya lalu menatap pria itu bingung. “Ada apa sonsengnim?

Pelatih Donghae menghembuskan napas panjang, wajahnya terlihat frustasi, “Kau pasti benar-benar sudah gila ya?”

Kening Luhan semakin berkerut, “A-aku?”Ia menunjuk dirinya sendiri.

“Guru Konseling memberitahuku jika kau melepaskan beasiswa Universitas jusrusan olahragamu dan menggantinya dengan hukum, benarkah?”

“Ah, itu…” Luhan menggaruk tengkuk belakangnya kikuk.

“Luhan, kau mengatakan padaku jika kau ingin menjadi pemain sepak bola. Aku telah mati-matian membujuk kepala sekolah untuk mengikutsertakanmu dalam daftar siswa yang akan menerima beasiswa. Bagaimana bisa kau mengubahnya begitu saja?”

“Pelatih, begini… ada yang harus aku jelaskan…”

“Luhan, kau benar-benar membuatku kecewa.”

Pelatih Donghae kemudian berbalik dan pergi meninggalkan Luhan.Sementara anak laki-laki itu langsung mengacak rambutnya frustasi.Juga terkejut, Jonghyun langsung menghampiri Luhan.

“Kau belum memberitahu Donghae sonsengnim?”

Luhan menggeleng lemah, “Aku berencana pergi ke ruangannya sore ini tapi dia sudah lebih dulu tau.”Ia kembali mengacak rambutnya lalu mendesah panjang, “Bagaimana ini? Sepertinya dia sangat marah padaku.”

***___***

 

Luhan beruntung karena hari itu mereka memiliki pelajaran olahraga.Dia tau Pelatih Donghae sedang kesal, karena dia hanya membebaskan anak-anak muridnya untuk berolahraga sendiri.

“Sonsengnim.”panggil Luhan menghampiri pria itu. Takut-takut, ia menjatuhkan diri di sampingnya.  “Sonsengnim, aku…aku ingin minta maaf.”seru Luhan pelan namun Donghae hanya diam. Kesepuluh jarinya saling beradu di pangkuannya, kepalanya tertunduk dalam. “Aku sangat berterima kasih karena sonsengnim selalu membantuku untuk menggapai mimpiku.Sonsengnim adalah orang yang paling mempercayaiku lebih dari siapapun.Tapi, sekarang, aku sudah tidak punya alasan untuk bermain bola lagi.Keadaanku yang sekarang tidak memungkinkan untuk melakukannya.”Luhan menghentikan ucapannya sejenak.“Aku tau, tidak seharusnya aku mengeluh dan menceritakan bebanku pada sonsengnim.Hanya saja, aku ingin sonsengnim sekali lagi untuk mengerti diriku.Selama 17 tahun aku hidup, aku tidak pernah merubah mimpiku, aku selalu ingin menjadi pemain sepak bola yang hebat. Tapi sekarang, aku sadar jika itu adalah hal yang akan menjadi sekedar mimpi. Saat ini, aku telah memiliki mimpi lain.”

“Luhan, jika ini menyangkut kasus ayahmu, bukankah kau bilang sudah ada orang lain yang mengurusnya? Lalu apa lagi yang kau khawatirkan?”

“Sonsengnim, sebenarnya tidak sesederhana itu.”Luhan menggeleng pelan.“Awalnya aku juga berpikir jika masalah ini akan terselesaikan secepatnya karena sudah ada orang yang akan membantu kami.Tapi sebenarnya, semuanya tidak sesederhana itu.Ada banyak hal yang harus aku urus dan harus aku khawatirkan.Ada banyak rasa sakit dan air mata yang harus aku lewati.Sekarang, aku mulai mengerti kenapa seseorang berkata jika dunia itu tidak adil.Yah, dunia memang tidak adil.Terutama untuk orang-orang yang tidak memiliki pegangan sepertiku. Karena itu, aku tidak ingin orang lain merasakan hal yang sama. Aku ingin menjadi seseorang yang bisa membela mereka, orang-orang yang di perlakukan secara tidak adil oleh dunia.”

Donghae menghela napas panjang, ikut frustasi.Namun beberapa saat kemudian, pria itu mengambil bola sepak yang ada di sampingnya dan memberikannya pada Luhan.Luhan menoleh bingung.

“Untuk terakhir kalinya, biarkan aku melihatmu bermain.”ucapnya. “Jika setelah ini kau tetap tidak mengubah pendirianmu, aku tidak akan memaksamu lagi.”

“Sonsengnim…”

“Ini yang terakhir.”

Luhan meremas bola yang ada di tangannya.Sejak kecil, ini adalah mimpinya. Dia selalu ingin menjadi orang yang akan berlari di lapangan.

Donghae berdiri, meniup peluitnya, “Tim sepak bola berkumpul!”Ia menriaki anak-anak muridnya yang langsung berkumpul setelah mendengar perintahnya. Beberapa murid yang kebetulan memiliki jam pelajaran olahraga berdiri berjejer di hadapan Donghae, termasuk Jonghyun.

“Bagi menjadi dua tim. Kalian akan memainkan satu pertandingan selama 15 menit dengan Luhan sebagai kapten.”

Mendengar itu, Jonghyun langsung tersenyum lebar.Ia melepaskan ban kapten di lengannya dan memberikan pada sahabatnya itu.

“Beritahu kami formasinya, Kapten.”

Luhan menatap Jonghyun.Dia akui, hatinya mulai goyah.

***___***

 

Luhan duduk termenung di kursi bus yang akan membawanya menuju tempat kerja. Nyaris ia menjatuhkan air mata jika dia tidak buru-buru memejamkan kedua matanya. Kepalanya ia sandarkan pada sandaran kursi dan kedua tangannya saling menggenggam erat di depan tubuh.

Yah, ini telah menjadi pilihannya. Tidak perduli dia akan menyesal atau tidak akhirnya, dia tetap harus melewatinya.

 

Tiga jam lalu…

 

Permainan di hentikan setelah 15 menit dengan hasil tiga gol dari tim yang di pimpin Luhan. Donghae menghampiri anak muridnya itu dengan senyuman bangga.

“Kau masih tetap hebat.”ucapnya. “Aku tau aku tidak pernah salah ketika memilihmu waktu itu.”

“Sonsengnim…”ucap Luhan pelan.Ia menggeleng, “Aku tidak bisa melakukannya lagi.”lanjutnya. “Pilihanku tetap tidak berubah.Aku akan pergi ke Univesitas hukum.”

“Yah, baiklah.”Donghae mengangguk.“Aku tidak akan memaksamu lagi.”Ia mengulurkan tangan, menepuk-nepuk bahu Luhan dengan rasa bangga yang masih melekat lalu memeluk anak laki-laki itu. “Lakukan apa yang kau inginkan.Aku akan selalu mendukungmu.”

“Sonsengnim…”

“Selamanya, kau adalah kapten tim sepak bola kami.”

 

Luhan membuka matanya bersamaan dengan air mata yang terjun bebas di pipinya.

“Kenapa kau menangis? Kau sudah memutuskannya.” Ia berkata pada dirinya sendiri. “Ini adalah yang terbaik.Untukmu dan untuk semua orang.”

***___***

 

“Tuhan, jika aku menjadi anak yang baik, semua ini akan berakhir secepatnya, kan? Pastor Suho bilang Kau akan membantu orang-orang baik yang sedang mengalami kesulitan. Aku, Luhan hyung dan Jongin hyung adalah anak-anak yang baik jadi Kau pasti akan membantu kami, kan? Dan juga, ayahku adalah orang baik, Kau pasti akan menyembuhkannya, kan? Aku tidak akan memintaMu untuk mengembalikan rumahku tapi aku harap Kau bisa menyembuhkan ayahku. Aku mohon.”

“Sudah selesai berdoa?”

Suara seseorang membuat Sehun langsung menoleh ke belakang, seketika senyumannya mengembang lebar, “Pastor Suho!”

“Permintaanmu banyak sekali.”Seseorang yang ternyata Suho itu menghampiri Sehun dan duduk di sebelahnya.

“Tidak banyak.”Sehun menggeleng.“Aku hanya ingin Tuhan membantu kami dan menyembuhkan ayahku, itu saja.”

Suho tertawa sambil menghusap kepala Sehun, “Tuhan pasti akan membantumu.”

“Tentu saja.Aku adalah anak yang baik.”Sehun mengangguk mantap kemudian berdiri dari kursinya.“Kalau begitu aku pulang dulu, jika tidak, Jongin hyung pasti akan mencariku.”

“Baiklah.Segera pulang dan ganti bajumu.”

“Ah ya, aku akan datang kemari setiap hari. Sampai jumpa, Pastor.”

Suho hanya tersenyum sambil terus mengikuti langkah anak itu hingga menghilang di pintu gereja, Lalu ia mengembalikan tatapannya ke depan, menatap patung Jesus selama beberapa saat.

“Aku mohon.Pastikan untuk membantunya.”

***___***

 

Kepalanya masih tertunduk dalam.Langkah-langkah lunglainya menuntunnya menuju bangunan sederhana itu.Ia sedikit terkejut karena pintu café telah terbuka padahal dia baru saja datang. Menyadari jika mungkin ini adalah perbuatan Kris, Luhan langsung menerebos masuk. Namun begitu ia sampai di dalam, langkahnya langsung terhenti ketika ia mendapati seorang wanita tua berdiri tak jauh di depannya.

Wanita tua itu berjalan menghampiri Luhan, mengulurkan tangannya dan mengatupkan kedua telapak tangannya di pipi anak laki-laki itu.Air matanya terjatuh.Sedih.Karena harus membiarkannya hidup seorang diri.

“Kwon ahjumma…”ucap Luhan pelan.

Bibi Kwon mengangguk, “Tuan Muda, kau sangat kurus.” Kemudian ia memeluk Luhan erat-erat, menangis sejadi-jadinya di dada anak laki-laki itu. “Oh Tuhan, kenapa ini terjadi pada hidupmu?”

“Ahjumma…” Luhan balas memeluk wanita tua itu, “Aku baik-bai k saja.”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

25 thoughts on “FF EXO : AUTUMN CHAPTER 19

  1. ellalibra berkata:

    Hueeeeeee…. Eon tega bgt ini sedih bgt menguras air mata … Knp hdp mrk jd spt ini cm krn perbuatan jahat org lain … Luhan jongin sehunie tetap kuat y semangat trs …

  2. osehn96 berkata:

    aaaaaaaaaaaaaaah ~~~~~ …. bgitu pas liat ini update hihi.. kangen kangen… masih penasaran mau dibawa kmana segala perjalanan hidup mereka eaaa. yeeeeess !!!

  3. XI RA BY berkata:

    Haaahhh lega akhirnya setelah sekian lama ff kesayanganku di lanjut jugaa…
    Senangnyaaaaaa…
    Yakin ini akan menjadi ff yg akan aku nanti2 kan klanjtannya, harapannya ff ini jangan dingaretin lagi ta thor *puppy*
    Okeee balik ke ff..
    Sedih sekali liat penderitaan luhan dan adik2 nya. Aku nangis pas jongin jelasin alasannya ke luhan.
    Sukanya sama ff ini krna feelnya selalu dapat..
    Next..

  4. HunHo_Suho berkata:

    SUKSES NANGIS😭😭😭😭 KENAPA SAD BEGINII😭😭😭 LUHAN DAN IMPIAN NYA DI SINI BAKAL TAK BERSATU,, YAAHH DUNIA MEMANG TAK ADIL TAPI INI UJIAN DAN ORANG ORANG TERTENTU YG KUAT LAH YANG BISA MEMBOPONG BEBAN KEK GINI😭😭😭 SUMPAH YAAHH JONGIN KAMU ARGHHH KAK MIJAAA JONGIN SUDAH BESAR RUPANYA 😍😍😍 SALUT GAK TAU MAU NGOMONG APALAGI INI BENAR BENAR KEREN KAKK !!!!! YA TUHAN AKHIRNYA UPDET JUGA SAYANG DEH SAMA KAK MIJAAAAA😚😚😚 SEHUN NGAKAK YAAHHH BANYAK KALI PERMINTAAN NYA😂😂😁 ITU MAKSUD “APA AKU HARUS PERGI” SEHUN CUKUP YAAHHH KAMU JANGAN BIKIN KAKAK KAKAKK MU PANIK LAGIII KASIAN KAN MEREKAA😭😭😭 KWON AHJJUMAH AKHIRNYA KAMU DATANG TOLONG RAWAT MEREKA LAGII TERUTAMA SEHUN MEREKA BERTIGA BUTUH PEGANGAN DARI MU😭😭😭 NEXT NYA JNGN LAMA YA KAKKK UDH GREGET NUNGGUNYAAA 😅😅😅 SEMANGAT YAKKKK

  5. han berkata:

    yehet akhirnya update jga mskipun rada lupa sma chapter sbelumnya. siap kwon ahjumma apa dia sdah prnah mncul chapter sbelumnya, ah bneran lupa nih ..
    ditunggu next chapternya kka..
    selene. 6.23 dilanjut jga dong kaka

  6. elsasndra berkata:

    Demi apa aku seneng banget ini update aku smp liar prev chapter krn agak lupa

    Dan ini aku full of mewek seperti biasanya. Jongin yg bersikeras mau kerja, akhirnya diizinin Luhan trs ternyata Sehun ngintip ya ampun sedih banget.

    Apalagi pas Luhan ngelepas mimpinya itu ampun… aku nyesek senyesek nyeseknya. Walau luhan blg “kenapa harus menangis? Kau sudah menentukannya” but i know that feel Lu T.T itu Kwon ahjumma ada lagi? Ihiks semoga beliau bantu2 Park bersaudara. Kris juga smg berjuang dan ayah mereka cepet sembuh. Cukup sedih2nya T.T ini emang cocok banget di kasih titel autumn hiks

  7. Jung Han Ni berkata:

    huuwaaaa T_T aku nangis pas percakapan luhan donghae..😥 sedih banget luhan harus ngelepas impiannya😥
    eonni, aku seneng banget banget ff ini di update😀
    keep writing n hwaiting eon!

  8. puti hilma berkata:

    Akhirnya setelah pengantin yg panjang, ff ini muncul lagi!!
    Kangen bgt sma ff yg ini.. selalu bikin perasaan campur aduk habis baca
    Sedih bgt luhan hrs merelakan mimpinya 😭
    Makasih eonni udh lanjutin ff ini.. Serius chapter ini keren!! 💕 Ditunggu chapter berikut nya
    Keep writing eonni, Fighting!!

  9. puti hilma berkata:

    Akhirnya setelah nunggu sekian lama, ff ini muncul lagi!!
    Kangen bgt sma ff yg ini.. selalu bikin perasaan campur aduk habis baca
    Sedih bgt luhan hrs merelakan mimpinya
    Makasih eonni udh lanjutin ff ini.. Serius chapter ini keren!! Ditunggu chapter berikut nya
    Keep writing eonni, Fighting

  10. So_Sehun berkata:

    😭😭😭 kenapa bgni nasib anak2 baik dan tampan ini thor…berilah sedikit kemudahan thor dlm hidup mereka biar tdk terlalu berat..sedih q melihat mereka selalu berjuang sendirian begitu…
    Bang luhan adik jongin dan adik sehun jdilah kuat utk menghadapi org jahat itu…semangat…💪💪

  11. lusyelf berkata:

    kisah mreka selalu bikin banjir air mata. mreka hebat banget.. mreka saling menguatkan disaat kakaknya dititik keputusasaan adeknya dateng buat nyemangatin begitupun sebaliknya. semoga leeteuk appa sadar dari komanya ㅠ ㅠ

  12. RAIN berkata:

    Akhirnya ini di update,huaa seneng! Chapter ini menguras air mata😭,tapi bikin gak bisa berhenti bacaa,next ya authornim 😀

  13. Oh Secca berkata:

    kasih author masih ngelanjutin ff ini kirain ga bakal di lanjutlagi . aku suka bangett jalan cerita ini banyak hal positive yg bisa di ambil. dan aku terharu pas bagian sehun yg berdoa di gereja itu. di tunggu lanjutan nya 😊

  14. Aleyaa ThuuAquw berkata:

    setelah mendengr pembicara.an kedua hyng nya Sehunie tidak akan pergi meningglkn kedua hyung nya kan…????
    semoga sehun tetap brsama kedua hyung nya dan tdak akan pergi meningglkan hyung nya

  15. Ohunhun94 berkata:

    itu sehun kan yg dibalik pintu? tulisan digenre nya little sad. tapi kok gue berasanya so much sad sih??T.T T.T
    biaya RS nya pasti mahal. walaupun jongin bantu gk bkl cukup kali kn?
    part sehunnya dikit amat thor???
    yaudah lah. Thanks udah mau lanjutin ini^^

  16. XI RA BY berkata:

    Oyooo dong thor dilanjut, ini dari tadi pagi bolak balik WP ini gegara penasran sm klanjutan ff uatumn ini. Lanjutt, juseyoooo

  17. yati berkata:

    Akhirnya ff ni lanjut juga… udh nunggu sampe lumutan #lebaymodeon
    thor lanjutannya jgn lama” yaah klo bisa. seneng bgt pas liat nih udh di update lagi
    semangat thor✊✊✊✊✊✊
    next

  18. ayaa95 berkata:

    demi apa akhirnya d next jg 😭,
    TENGKYU AUTHORNIM , , , 😘
    .
    .
    .
    semoga the house tree 2 nya cepet d lanjut jg yaaaa 😂 sama the lord of legend 😂

  19. diyah pudji rahayu berkata:

    ya ALLAH…, q sakit banget bc chap ni sampe nangis, oh mi ja bener” keren tulisan’a, maaf q panggil u dgn nama ja y..? q lahir thn 1967, ok see u next chap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s