The Miracles Of Magic 6

Untitled

Author                     :   Park Yurin ~Twitter~ {@Park_Yurin94}

Tittle                      :  The Miracles Of Magic

Genre                       :   Sad, BrotherShip, Fantasy And FriendShip

Length                 : Chapter 6

Cast                    :   Byun Baekhyun, Oh Sehun, Park Chanyeol, Kim Seulgi

Support cast        : Taeyeon, Mark, Ten, Ilhoon, Shindong DLL

 

Happy Reading

Hujan di luar sekolah membuat hati Baekhyun semakin buruk. Ia sedang berada di ruang kepala sekolahnya bersama dengan Shindong dan Mr. Hans. Mr. Choi tampak sedang duduk termenung di kursi kebesarannya.
“Kita tak bisa membiarkan ini semua Profesor!” Ucap Shindong, Mr. Choi mengalihkan tatapannya pada Shindong
“Apa yang kau sarankan, Shindong?!” Lirih Mr.Choi
“Apalagi selain membuat Selius tak bertanding!” Tegasnya
“Apa kau tak mendengar peraturannya!” Timpal Mr. Choi
“Persetan dengan peraturan itu. sejak kapan kau selalu mentaati peraturan Profesor?” Sindir Shindong. Baekhyun masih diam membisu di tempatnya. Pikirannya berkecamuk memikirkan keselamatan adiknya.
“Profesor! Sebernarnya aku masih sangat sulit mempercayai ini semua hanya kebetulan biasa. Tapi, bagaimanapun jika kita ingin tau arti peristiwa ini barangkali kita bisa……membiarkannya terjadi” Ucapan Mr. Hans membuat Baekhyun terkejut. Ia dengan cepat mengalihkan tatapannya pada Mr. Choi yang tampak menimang perkataan Mr.Hans.
“Apa kau bilang? Membuat ini terjadi?! Tak cukupkah aku saja yang bertanding?! Kalian semua tau bukan jika turnamen Wizard sangat berbahaya, apa kalian ingin membuat adikku sekarat disana? ia bahkan belum genap satu tahun disini!” semua orang disana menatap Baekhyun iba. Mereka menunduk melihat kemarahan Baekhyun. Dada Baekhyun tampak naik-turun dengan nafas yang terengah-engah. Mata Baekhyun juga tampak akan sarat kekecewaan disana.
“Lalu untuk apa kau disana?! jika aku menyetujui usulan Hans, apa kau akan melindungi adikmu atau kau akan membiarkannya begitu saja. Aku sekarang mulai mengerti Baekhyun. Kau ada untuk adikmu” Ucapan Mr.Choi mengejutkan Baekhyun.
“Mwo?! Kau tau aku tak bisa membiarkannya bukan! Karna itu biarkan di tak bertanding dari Turnamen sialan ini. hanya itu satu-satunya cara untuk membuat adikku selamat! Dia adalah seorang anak kecil Mr.Choi, bukan seonggok daging yang dipertaruhkan” Kesal Baekhyun. Ia putus asa, semuanya terlalu cepat untuknya.
“Biarkan ia bertanding! Dan kau akan tau seberapa hebat adikmu itu Baekhyun. Itu juga termasuk ujian untukmu. Bagaimana caranya kau akan melindunginya? Aku akan lihat dalam pertandingan itu!” Tubuh Baekhyun merosot jatuh. Ia terduduk putus asa disana saat mendengar keputusan Mr.Choi. kepalanya tertunduk dengan lelehan air mata di pipinya.’Apa ini pertandanya? Pertanda buruk yang Sehun dapat. Aku harus bagaimana?’ Batin Baekhyun

~~^^^~~

Sehun duduk termenung di kamarnya. Tak ada satupun orang dalam kamar asramanya itu. kakaknya berada di ruang kepala sekolah, sedangkan Chanyeol tak tau entah kemana. Ia menatap bulan penuh yang terlihat jelas di teras kamarnya.

Suara pintu terbuka membuat Sehun segera berdiri dari tempatnya. Ia berlari menuju kamarnya dan menemukan Chanyeol, Luna, dan Seulgi berdiri disana. mereka bertiga berdiri sambil menatap Sehun dalam.
“Kupikir Hyung” Lirih Sehun
“Ia ada di ruang kepala sekolah. Apa…kau baik-baik saja?” Tanya Chanyeol. Sehun kembali membalik badannya.
“Entahlah, yang jelas kalian pasti tau keadaanku!” Semua yang ada di sana menatap Sehun iba. Mereka seakan tau bagaimana perasaan buruk Sehun.

Pintu kamar kembali terbuka. Kali ini adalah Baekhyun. Mereka semua menatap Baekhyun termasuk Sehun.
“Hyung…”Panggilan Sehun dihiraukan oleh Baekhyun. Ia terus berjalan tanpa melihat teman-temannya dan juga Adiknya. Seolah memang sengaja menghiraukan mereka. Sehun menatap Baekhyun sedih.
“Apa….keputusannya?” Tanya Sehun
“Kau sudah tau bukan, aku tak perlu memberitahu lagi!” Jawaban datar Baekhyun membuat semua orang disana terkejut. Mereka menengok kearah Sehun yang menundukkan kepalanya.

Chanyeol yang merasakan aura tak nyaman dari kedua kakak-adik ini segera mengambil inisiatif. “ini sudah malam. Lebih baik kalian berdua kembali ke asrama kalian!” Suruh Chanyeol pada Seulgi dan juga Luna. Mereka berdua menganggukkan kepalanya tak rela. Seulgi masih menatap Sehun kasihan, sebelum tangannya ditarik oleh Luna keluar dari kamar itu.

Suasana dalam kamar itu kembali hening. Tak ada satupun dari mereka bertiga yang ingin membuka mulut mereka. Semua kata-kata yang sempat mereka ingin sampaikan hilang begitu saja dari pikiran mereka. Sehun yang sudah duduk di dekat ranjangnya itu perlahan membaringkan badannya untuk mengistirahatkan tubuh lelahnya. Sedangkan Chanyeol yang berdiri mulai melangkahkan kakinya kearah tempat tidurnya dan juga membaringkan tubuhnya sama seperti sehun.

Baekhyun belum tertidur sejak tadi. Ia hanya berpura-pura memejamkan matanya. Matanya menatap kosong lantai kamarnya itu. ia masih belum percaya pada kejadian ini. entah apa yang direncanakan sang Profesornya itu sehingga membiarkan adiknya tetap bertanding pada Turnamen sial itu. matanya menatap kearah Sehun yang sepertinya sudah terlelap.
“ini benar-benar gila. Apa yang harus kulakukan untukmu?”Lirih Baekhyun

Sehun berjalan beriringan bersama Seulgi di lorong sekolahnya. ia menundukkan kepalanya saat melihat tatapan tajam semua siswa yang ada di sekitar lorong disana. tak heran, kabar bahwa Sehun yang terpilih untuk mewakili turnamen wizard padahal dirinya yang masih belum cukup umur sudah menyebar keseluruh sekolah bahkan sekolah sihir lainnya juga.
“ia bahkan tak pantas mewakili sekolah ini!”-
“dia pasti berbuat curang!”-
“pasti! Ia berpikir jika ia menang, ia akan mendapat kemasyuran disekolah ini! kuno sekali!”-
begitulah cemoohan dari murid-murid itu. Sehun hanya menghela nafas sedih mendengar makian teman-temannya. pegangan pada tasnya mengerat menahan amarahnya yang ingin berontak. Biasanya di saat begini, hyungnya akan menghiburnya. Tapi, melihatnya saja Hyungnya tak ingin apalagi menghiburnya. Mengingat itu Sehun kembali sedih, kepalanya semakin menunduk. Seulgi yang melihat itu hanya menghela nafas iba.
“Hai anak sial!~~” Taeyong dan teman-temannya berdiri didepan Sehun. Perlahan Sehun mendongakkan kepalanya. Matanya menatap malas kearah Taeyong yang berdiri angkuh menghalangi jalannya. “Senang bisa ikut ternamen ini? kuharap nanti kau bisa ‘Selamat’ Selius!!” Ejek Taeyong
“Pergilah,Hans!” Usir Seulgi
“Woah….. pacarmu sangat menyeramkan Selius! Haha…” Suara Tawa Taeyong dan teman-temannya mengelegar di koridor itu
“Pergilah! Jangan menggangguku. Kau tak ingin bukan wajah yang kau bilang tampan itu hancur ditanganku. Pergilah selagi aku belum marah!” Desis Sehun. Mata mereka berdua bertatapan tajam dan menyaratkan akan kebencian pada lawan masing-masing .
“Sehun-ah!” tatapan mereka terputus saat mendengar nama Sehun dipanggil. Taeyong pergi dari hadapan Sehun dengan senggolan keras di bahunya. Sehun dan Seulgi menatap bingung kearah Luna yang berlari kearah Sehun dengan tergesah.
“Ikut aku!” tubuh Sehun tertarik bersamaan dengan Luna yang menarik tangannya. Seulgi yang memegang pergelangan tangan Sehun otomatis juga ikut tertarik oleh mereka berdua.
“Kita mau kemana?!” Tanya Sehun karna masih bingung dengan kelakuan Luna.
“jangan banyak bertanya! Ikut saja”

Mata Sehun dan Seulgi melongo melihat apa yang ada di didepannya. Tubuh mereka mendadak kaku melihat hewan langka didepan mereka itu.
“A…apa ini?” tanya Sehun dengan tetap mempertahankan tatapan kagetnya
“Naga! Ini adalah misi pertamamu di turnamen nanti Selius!” Jawaban Luna kembali membuat Sehun dan Seulgi terkejut. Sehun menatap tak percaya pada Luna.
“MWO?! Kau tak salah kan? Apa mereka gila? Aku harus melawan naga-naga itu?!”
“Tentu saja! Kau harus mengambil telur petunjuk dari naga itu!”
“Bagaimana caranya? Aku bahkan tak tau apa-apa dengan turnamen ini” Lirih Sehun
“ikuti instingmu Sehun! Aku yakin kau bisa. Bukannya kau murid terpandai di seluruh murid tingkat satu” Timpal Seulgi. Ia menepuk bahu Sehun, menyalurkan semangatnya ditepukan itu.
“yang harus kau lakukan adalah menghindari untuk mendapatkan naga Horn nanti. Dan jika kau mendapatkannya, tamatlah riwatmu! Naga Horn benar-benar ganas, jika kau tak bisa mengendalikannya kau bisa saja celaka. Hanya orang yang pintar dengan kemampuan sihir hebat yang bisa mengendalikannya!” Sehun menatap Luna ragu. Ia kembali menatap naga-naga yang ada disana takut. ‘Ini Buruk! Aku harus bagaimana?’

~oO The First Turnament Oo~

Seluruh tempat di Stadium Hongwarst sudah sangat penuh dengan para penonton. Mereka membawa bener bertuliskan nama-nama peserta yang mereka dukung. Seulgi, Chanyeol, dan Luna berada barisan tengah disana. mereka menatap khawatir kearah lapangan yang terdapat 4 naga dengan level keganasan berbeda. “perasaanku tak enak!” Gumam Seulgi.

Chanyeol berdiri dari tempatnya. Kedua wanita yang disampingnya menoleh kearahnya.
“Aku akan ke tempat para peserta! Kalian tunggu disini, Oke!” Belum sempat Chanyeol melangkah, tangannya dicegat oleh Seulgi.
“Bolehkah aku ikut?! Perasaanku benar-benar tak nyaman!” Mohonnya. Chanyeol menganggukkan kepalanya kemudian kembali melangkah bersama Seulgi disampingnya.

Ruang tunggu peserta terasa sangat mencekam. Tak ada satupun dari mereka yang berani membuka suara. Sehun berusaha mati-matian agar tak gugup. Dadanya berdetak tak karuan karena turnamen ini. matanya melirik Baekhyun mengepalkan kedua tangannya seperti berdoa.
“Baek, Hun!” Baekhyun dan Sehun menolehkan kepala mereka ke sumber suara. Disana berdiri Chanyeol dan Seulgi yang menghampiri mereka.
“Bagaimana perasaanmu? Baik-baik saja, kan?!” Tanya Seulgi pada Sehun saat dirinya sudah berdiri di samping namja tampan itu.
“Aku tidak tau!”Lirih Sehun. Baekhyun melirik mereka. Matanya menangkap tatapan khawatir pada mata Seulgi yang ditujukan kearah Sehun. Tanpa sadar hatinya merasa aneh. Ia seakan igin Seulgi juga melakukan hal yang sama pada dirinya.
“Apa kau baik-baik saja Baek?!”Baekhyun menolehkan tatapannya pada Chanyeol. Ia tersenyum kecil kearah Chanyeol untuk membuat sahabat konyolnya itu tenang “Tenang saja! Bukannya aku anak yang hebat. Kau tak perlu khawatir!” ujar Baekhyun. Mereka berdua sama-sama tersenyum lebar mencoba mencairkan suasana yang tegang.
“Semua peserta silahkan berkumpul disini!” Suara Mr. Dick sang penjaga turnamen membuat para peserta kembali tegang. Sehun dan Baekhyun sama-sama menarik nafas mereka,
“Kenapa kalian disini Mr. Vander, Mrs. Aqila?!”Tanya Mr. Choi yang sempat merangkul mereka Chanyeol dan Seulgi
“Maaf, kami pergi dulu! Semangat!” Mereka berdua pergi dengan kepalan tangan untuk menyemangatkan Sehun dan Baekhyun.
“Para peserta tolong buat lingkaran!” Mereka membuat lingkaran sesuai intruksi Mr.Dick “Ambillah Contoh naga yang akan melawan kalian di kantong ini. Mrs. Delacour” Wanita itu memasukkan tangannya ke dalam kantong itu.
“Naga Wells! Untukmu. Victor?!” Lelaki perkasa juga memasukkan tangannya
“Naga FireBall! Bearnelius?!” Baekhyun menarik nafasnya sekali lagi. Ia berdoa dalam hati agar mendapat Naga yang ingin ia dapatkan. Tangannya perlahan masuk kedalam kantong itu “ Naga Swedish!” Matanya membolah melihat contoh naga yang dipegangnya. Bukan karena takut, melainkan ia khawatir dengan naga yang selanjutnya dipilih oleh adiknya
“Secara tidak langsung Mr.Selius mendapatkan naga Horn!” Sehun menegang mendengar ucapa Mr.Dick
“Tunggu dulu!” Semua mata disana menatap Baekhyun “ apa aku boleh menukar milikku?!” Mr.Choi tersenyum tipis
“Menukar?”
“Tidak! biarkan aku menggunakan nagaku sendiri!” Sehun mengerti arah pembicaraan kakaknya. Baekhyun akan mengambil naga Horn yang dimilikinya dan membiarkan ia bertanding dengan naga paling lemah yang dimiliki oleh Baekhyun sendiri. Baekhyun menatap Sehun tajam.
“Biarkan aku bertanding dengan Horn, dan kau bisa bertanding dengan milikku Mr.Selius” Ucapan Baekhyun penuh dengan ancaman ditelinga Sehun. Adik-kakak itu saling menatap dalam seakan ingin membaca pikiran masing-masing.
“Baiklah jika begitu! Mr. Baernelius akan bertanding dengan Naga Horn!” Keputusan Mr.Dick membuat Sehun terkejut
“Tunggu, Ta—“ belum sempat Sehun membantah ucapan Mr. Dick, suara letusan kembang api sudah dilepas pertanda bahwa Turnamen Wizard misi pertama sudah dimulai. kepalanya menengok kearah Mr. Choi dan Baekhyun bergantian.
“Semoga berhasil Sehun! Ini adalah ujian pertamu dariku.” Ucapan lirih Baekhyun membuat Sehun bimbang. Disatu sisi ia ingin membuktikan pada sang kakak bahwa dirinya bisa mengalahkan naga nya itu, tetapi disisi lain ia masih kecewa karna Kakaknya membantunya dengan menyerahkan keselamatannya pada naga terganas yang dipilih Sehun. Tangannya mengepal berdoa pada sang penguasa bahwa pilihannya tak salah, dan berharap dirinya dan sag kakak bisa selamat di turnamen membahayakan itu.

Baekhyun memasuki lapangan luas yang penuh dengan bebatuan tajam dihadapannya itu. disana, tepat ditengah lapangan terdapat seekor naga yang sedang tertidur dengan telur yang berada dibawah tubuhnya. Naga itu perlahan membuka matanya saat mearasakan ada sesuatu yang mengganggu tidur siangnya.

Para penonton menahan nafas saat perlahan naga itu berdiri dari tidurnya. Perlahan namun pasti Baekhyun mendekat kearah sang naga. Ia sudah bersiap-siap menegakkan tingtanya untuk melawan naga itu.
**BRAKK

Tubuh Baekhyun terpental saat cakar sang naga terayun kearahnya. Para penonton yang melihat itu otomatis berteriak. Seulgi, Luna, dan Chanyeol terus memanjatkan doa-doa mereka agar Baekhyun dapat dengan cepat menyelesaikan tugas ini. Sehun yang melihat dari bangku peserta mulai khawatir ditempatnya. Dai merasa kecewa pada dirinya sendiri saat melihat Baekhyun terluka dilapangan sana. Dirinya memang dengan mudah menyelesaikan misi naga ini sebelum Baekhyun bertanding. Ia juga melihat kakaknya tersenyum kearahnya saat ia memamerkan telur emas ditangannya tadi, tapi senyuman itu seakan menghantam hatinya saat melihat kakaknya terpental jauh karena naga yang seharusanya bertanding dengannya itu.
“BERDIRILAH BAEKHYUN!! CEPAT!!” Teriakan Chanyeol membuat Bekhyun menegakkan badannya. Ia segera menghindar saat melihat naga itu kembali mengayunkan cakar-cakar besarnya padanya.
“GUNAKAN TONGKATMU BODOH!!” telinga Baekhyun seakan tuli untuk mendengar teriakn dari sahabatnya itu. dirinya sibuk menghindar dari serangan naga ganas itu.
“HYUNG FOKUSLAH! GUNAKAN TONGKATMU!!” teriakan Sehun seakan mengembalikan kesadaran Baekhyun ia kemudian mengambil tongkatnya yang tergeletak dan mengarahkannya pada sang naga.
“Accio Firebolt!” sebuah naga api keluar dari tongkat Baekhyun. Naga api itu Baekhyun buat agar lawannya lengah. Dirinya kemuadian mendekat kearah telur emas di tengah lapangan. Ia sesekali berlindung dibalik batu saat naga-naga itu meluncurkan luapan api dari mulut mereka.

Mendekati sang telur, Baekhyun tersenyum senang. Dirinya melirik kearah Sehun yang memandangnya. Ia mengambil telur itu, tak menyadari bahwa naga itu sudah mendekat kearahnya dengan luapan amarah
“HYUNG AWAS!!!”

TBC

 

N/P   : Lalala…….. Author balik YO!! Gak nyangka udah nulis chapter enam. Aku udah ampir aja mau berhenti nulis ni FF, gra2 gak dapet ide buat pertandingannya. Aku emang gak buat seperti di aslinya, tapi buat kata-kata disini itu susah banget tau! Maaf banget karena lama banget gak update. Lagi Bad Mood gara-gara pembina pramuka yang nyebelinya minta ampun-jadi bahas pramuka deh-. Aku juga sempet sakit 3 hari, jadi lama banget mau ngelanjutin ini. Terakhir, jangan pernah bosan baca, kritik, saran dan juga selalu Coment ya! Tolong Coment ya! Karena Coment kalian itu berharga banget untuk Aku. Kalian bilang ‘bagus!’ atau ‘Next’ aku udah seneng banget. Jadi tolong banget Coment, gak gampang lohh buat FF kayak gini! See You!!
 

 

8 thoughts on “The Miracles Of Magic 6

  1. ellalibra berkata:

    Smg baek bs menang apa dy gpp y???? Smg aja… Gmn pun baek g akan bt adiknya trluka kan jd dy yg berkorban … So cool bgt …neeeeeeext fighting eon

  2. Erna Murti berkata:

    Kapan di lanjut??? Duh berasa kangen harpot jadinya 😂 Diantara baekhyun sama sehun ga akan mati kan? Soalnya di haprot kan perwakilan hogwarts ada dua trus salah satunya tewas 😥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s