SELENE 6.23 (LONG DISTANCE BETWEEN US) PART 13

selene new

Tittle                            : Selene 6.23 (Long Distance Between Us)

Author             : Ohmija

Main Cast        : Kim Jongin, Krystal Jung, Choi Minho

Support Cast   : Taemin, Sulli, Amber, Sehun, Jessica, Jonghyun, dll

Gnere              : Romance, School life, Comedy, Sad

Di sebuah café yang tak jauh dari gedung apartement Krystal, dua wanita itu akhirnya duduk bersama. Beberapa kali bertemu dengan Yoona membuat Krystal sadar betapa cantiknya wanita itu. Dia memiliki mata indah dan senyuman menawan. Dia juga sangat baik dan lembut. Tidak heran jika Minho dan Jongin bisa menyukainya hingga mereka saling membenci satu sama lain.

“Bagaimana hubunganmu dengan Jongin? Apa masih berjalan dengan baik?”

Krystal sedikit terkejut dengan pertanyaan Yoona barusan. Jika saja dia tau semua yang telah terjadi. “Kami…baik-baik saja…unnie…hehehe.”jawab gadis itu canggung lalu menyeruput ice chocolate-nya.

“Benarkah? Wah, kau benar-benar hebat.”seru wanita itu tak percaya.

Kening Krystal berkerut, “Hm? Waeyo?”

“Yaah, kau tau kan bagaimana sifatnya. Dia sedikit keras kepala dan selalu bersikap seenaknya. Aku tidak menyangka kau akan tahan dengan sifatnya itu.” Yoona terkekeh geli. “Tapi aku senang karena kau tetap berada di sisinya.”

Krystal tersenyum canggung, “Yah, dia memang sedikit menyebalkan.”

“Ah ya, kau bilang kau ingin bertanya sesuatu padaku. Tentang apa?”

Krystal terdiam sejenak. Pikirannya masih bergejolak. Sebenarnya jika di pikir-pikir ini bukanlah hal yang harus ia ketahui. Karena dia hanyalah orang lain. Tapi, disisi lain, dia ingin tau apa yang sebenarnya telah terjadi antara Jongin dan Minho. Kenapa mereka berdua saling membenci.

“Eum… sebenarnya… ada sesuatu yang mengganjal pikiranku.”ucap Krystal hati-hati. “Unnie… unnie pasti tau jika aku tinggal bertetangga dengan Minho oppa tapi di sisi lain aku adalah kekasih Jongin. Minho oppa adalah temanku dan Jongin adalah kekasihku. Namun mereka saling membenci satu sama lain dan itu membuatku sedikit tidak nyaman. Aku ingin tau alasan mereka sebenarnya. Karena itu, aku ingin bertanya pada unnie.”

Yoona tersenyum menatap Krystal, wanita itu terdiam sejenak, begitu terlihat jika dia sedang menyembunyikan rasa terkejutnya.

Merasa tidak enak karena telah membuat Yoona merasa tidak nyaman, Krystal kembali berseru, “Aku tau jika mereka sama-sama menyukai unnie. Jika hanya itu alasannya, aku tidak akan bertanya lagi.”

Yoona kembali tersenyum, “Aku, Jongin dan Minho tumbuh bersama sejak kecil. Karena aku adalah yang tertua, setiap malam mereka akan pergi ke rumahku dan aku akan membantu mereka mengerjakan pekerjaan rumah. Dan setiap hari libur, kami akan bersepeda bersama di taman Hangang. Tapi ketika perlahan kami tumbuh dewasa, masalah-masalah mulai bermunculan. Saat itu aku benar-benar terkejut ketika Minho mengungkapkan perasaannya padaku dan bodohnya aku justru menerimanya. Saat itu aku tidak mengetahui perasaanku sendiri, juga tidak tau perasaan Jongin jika dia juga menyukaiku. Sejak berkencan dengan Minho, Jongin sudah tidak pernah berkumpul bersama kami lagi. Dia akan bersikap seolah-olah tidak mengenal kami jika kami bertemu di jalan. Dan itu adalah awal mula dia membenci Minho.” Wanita itu menghentikan ceritanya sesaat, matanya menerawang menatap cangkir kopinya. “Dan beberapa bulan setelahnya, masalah lain kembali muncul. Malam itu, Jongin mendapati ibunya sedang berselingkuh dengan ayah Minho di rumahnya.”

Sontak mata Krystal membulat lebar, ia menutup mulutnya yang ternganga dengan kedua tangan.

Yoona tersenyum pedih, “Aku masih ingat dengan benar, malam itu hujan turun dengan lebat dan Jongin mengetuk pintu rumahku seakan dia akan menghancurkannya. Saat aku membuka pintu, dia langsung memelukku sambil menangis.” Wanita itu mengangkat pandangannya, menatap Krystal lurus. “Orang tuanya bercerai dan ibunya lebih memilih ayah Minho. Sejak itu, Jongin sangat membenci ibunya dan lebih memilih tinggal bersama ayahnya.”

Krystal tiba-tiba teringat kejadian saat Jongin mengunjungi rumahnya waktu itu, saat dia bertemu dengan ibu Minho. Gadis itu semakin melebarkan matanya, “Jadi… omoni…”

Yoona mengangguk, “Ibu Minho sudah meninggal ketika dia masih bayi, dia adalah ibu Jongin.”

Oh Tuhan! Apa semua itu kenyataan?

“Beberapa hari setelah kejadian itu, aku harus berangkat ke Amerika. Aku meninggalkannya, ibunya juga meninggalkannya dan dia juga kehilangan seorang hyung.” Yoona kembali berseru. “Jongin yang ku kenal adalah anak yang lugu, dia sangat penurut dan selalu mengikuti semua ucapanku. Tapi karena kejadian itu, dia tumbuh menjadi anak yang keras kepala bahkan sekarang aku tidak lagi bisa mengendalikannya.”

Krystal masih terperangah hingga dia kehilangan kata-katanya, “Tidak mungkin…”

“Alasannya yang sebenarnya membenci Minho bukan karena mereka sama-sama menyukaiku. Tapi karena dia merasa semua miliknya di rebut oleh Minho. Gadis yang dia suka dan ibunya. Ini salahku, harusnya aku tidak menerima perasaan Minho dan harusnya aku tidak pergi. Aku meninggalkannya dan membuatnya merasa kesepian.” Yoona kembali menatap Krystal. “Kau mungkin mengenal sosok Jongin yang menyebalkan dan selalu mengganggumu, tapi percayalah, dia adalah anak yang lembut. Dari luar, dia memang terlihat kuat tapi sebenarnya dia sangat kesepian. Sifat keras kepalanya muncul karena dia merasa semua orang meninggalkannya. Jadi aku harap kau akan terus berada di sisinya, tolong jangan pernah meninggalkannya karena aku sudah tidak bisa menjaganya lagi.”

***___***

 

Krystal berdiri termenung di balkon apartement-nya. Pemandangan kota Seoul terlihat dari sana tapi dia menatapnya dengan tatapan kosong. Seumur hidupnya, soal matematika adalah hal yang paling sulit yang pernah ia kerjakan, dia tidak pernah membayangkan jika ada hal lain yang jauh lebih sulit dari itu.

Jongin telah mengalami banyak masa-masa sulit sejak dia masih kecil. Bahkan sekarang semua orang menganggapnya anak berandalan yang selalu membuat onar. Mereka lebih menyukai Minho yang tampan dengan segudang prestasi. Tanpa mengetahui alasan di balik semua itu. Kini Krystal mulai mengerti. Semua yang di lakukan Jongin, kenapa dia suka mengganggu orang lain, karena dia membutuhkan perhatian.

Krystal sontak terkejut saat sesuatu membasahi telapak tangannya. Ia mengangkat tangannya, menghusap pipinya dan lagi-lagi terkejut karena pipinya juga terasa basah. Dia menangis?

“Akh, kenapa aku menangis karena si brengsek itu?” rutuknya sambil menghentakkan kedua kakinya ke lantai.

***___***

 

“Sehun!” Krystal berlari menghampiri Sehun yang sedang mengambil sesuatu dari lokernya.

Sehun menoleh dengan kening berkerut, “Kau memanggilku?”

“Tentu saja. Siapa lagi?”

“Kenapa memanggilku? Kita kan bukan teman.”

Krystal mencibir, “Tapi kita adalah teman sekelas.”serunya gemas. “Aku ingin minta bantuanmu.”

“Apa?”

Krystal berjinjit, hendak membisikkan sesuatu pada Sehun namun pria itu hanya berdiri bingung.

Krystal menghela napas panjang, “Bisakah kau bungkukkan tubuhmu, kau terlalu tinggi!” ingin sekali dia memukul pria ini.

“Oh, oke.” Sehun mengangguk seperti orang bodoh lalu membungkukkan tubuhnya. Setelah mendengar apa yang di katakan Krystal, kedua matanya sontak melebar. “Kau bercanda?!”

“Tidak. Aku serius!”

“Kenapa tiba-tiba? Bukankah kau membenci Jongin?” Sehun masih tidak percaya. “Ya, apa kalian berdua benar-benar berkencan?”

Krystal tersenyum lebar, “Bukankah kemarin kau mendengarnya sendiri? Kami berkencan.” Ia mengangguk yakin. “Jadi tolong bantu aku, ya, saudara ipar.” Gadis itu menepuk pundak Sehun lalu berjalan meninggalkannya.

Di tempatnya Sehun masih berdiri sambil mengerjapkan kedua matanya bingung, “Mereka sungguh berkencan? Heol…”

***___***

 

Jongin merasa ada yang aneh pada diri Krystal hari ini. Gadis itu terlihat sangat menakutkan, seakan dia sedang menyusun rencana jahat. Sejak pagi, dia selalu tersenyum lebar dan bersikap manis, tidak seperti biasanya.

“Kau sudah mau pulang?”

Dan sama seperti saat ini. Dia sedang menatapnya dengan mata berbinar dan senyuman lebar. Bahkan bertanya dengan nada lembut, membuatnya langsung merinding.

Jongin mengulurkan tangan, mencubit pipi Krystal, “Kau bukan hantu.”

“Aku memang bukan hantu.”jawabnya, lagi-lagi dengan nada lembut. “Mau pulang bersama?”

“Rumah kita tidak searah.”jawab Jongin.

“Bagaimana jika kita ddokbukkie dulu.”

“Aku tidak punya uang.”

“Aku yang akan mentraktirmu.”

Perasaan Jongin semakin tidak enak. Senyumannya terlihat menakutkan. Yah, dia pasti sedang menyusun rencana jahat. Tidak mungkin dia tiba-tiba berubah menjadi gadis baik.

“Apa kepalamu baik-baik saja? Apa tadi pagi kau menghantam sesuatu?”

“Apa yang kau katakan? Aku baik-baik saja.” Krystal mengedip-ngedipkan matanya genit.

Oh Tuhan…

“Aku pulang dulu.” Jongin meraih tasnya dan langsung beranjak dari kursi, dengan langkah-langkah cepat meninggalkan Krystal. Namun Krystal juga langsung berdiri dan mengejarnya.

“Ya! Kenapa kau meninggalkanku?”

Jongin menghentikan langkahnya tiba-tiba membuat Krystal tanpa sengaja menabraknya.

“Aw. Aduh kepalaku…” gadis itu menghusap-husap kepalanya.

“Kenapa kau mau pulang bersamaku? Bukankah kau akan pulang bersama pria itu?”

“Minho oppa akan pulang terlambat.”

Jongin menghela napas panjang, “Apa kau sedang menyusun rencana jahat? Apa kau akan mencampur racun ke dalam ddokbukkie-ku nanti? Apa yang sedang kau rencanakan? Kau pasti mau balas dendam, kan?”

“Balas dendam apanya? Aku hanya merasa lapar dan tidak memiliki teman.”jawabnya. “Lagipula bukankah kau adalah kekasihku? Harusnya kau menemaniku.”

“Jangan berkata seperti itu, kau membuatku merinding.”

Krystal tersenyum lebar dan langsung mengapit lengan Jongin membuat pria itu terkejut, “Ayo pergi!”

“Ya! Aku tidak mau!”

***___***

 

Jongin hanya bisa menghela napas panjang sambil menatap gadis yang ada di depannya. Dia sedang melompat-lompat senang menikmati bunga-bunga sakura yang menghujani tubuhnya.

“Waaah, ini adalah pertama kalinya aku menyaksikan ini!” Ia menghampiri Jongin dan memberitahunya seperti seorang anak kecil. “Ini benar-benar bunga sakura, kan? Biasanya Jessi unnie hanya menunjukkannya di video tap isekarang aku benar-benar menyaksikannya sendiri!”

Jongin mendengus, “Apa kau tidak pernah melihat bunga sakura sebelumnya?”

Krystal menggeleng, “Tidak. Di Amerika tidak ada bunga sakura.”ucapnya cemberut. “Jongin, bisakah kita berada disini lima menit lagi? Aku ingin merekamnya dan menunjukkan pada mommy dan daddy.”

Belum sempat Jongin menjawab, Krystal sudah lebih dulu berlari dengan ponsel di tangannya, merekam bunga-bunga yang berguguran. Di tempatnya, Jongin menatap senyuman lebar itu. Senyuman itu pernah di lihatnya dulu, saat gadis itu bersama Minho. Tapi kini, dia tersenyum seperti itu saat bersamanya.

Tanpa sadar Jongin juga tersenyum. Gadis menyebalkan itu terlihat lucu saat ini. Ia mengeluarkan ponselnya dan mulai mengambil beberapa foto. Dia akan menyimpan foto itu sebagai kenangan, karena ini adalah pertama kalinya gadis itu tersenyum ketika bersamanya.

***___***

 

Keduanya turun dari bus setelah mereka makan dokbukkie. Pada akhirnya, Jongin yang membayar semua itu karena harga dirinya sebagai laki-laki. Dalam hati, dia merutuk karena terus-menerus menghabiskan uangnya secara sia-sia karena gadis itu.

“Kita sudah sampai!” seru Krystal. “Lima menit lagi bus terakhir akan datang, kau bisa menggunakan bus itu dan pulang ke rumah.”

Jongin mendengus, “Tentu saja aku akan naik bus. Apa kau pikir aku akan naik taksi? Aku terus-menerus menghabiskan uangku karenamu.”

“Aku kan tidak memintanya. Sudah ku bilang aku akan mentraktirmu tapi kau tidak mau.”

“Aah, sudahlah! Kau menyebalkan!”rutuk Jongin kesal. “Pulanglah. Jessi noona akan mencarimu nanti.”

Krystal mengangguk. Gadis itu tersenyum lalu tiba-tiba memeluk Jongin membuat pria itu sontak terkejut.

“Mommy bilang, pelukan bisa membuatmu lebih kuat.”ucapnya. “Kau harus kuat, Kim Jongin. Tidak perduli sesusah apapun hidupmu, kau tetap harus kuat.” Gadis itu menguraikan pelukannya lalu mengulurkan tangan, menghusap-husap kepala Jongin, “Oke?”

Jongin berdiri mematung di tempatnya, masih bingung dengan apa yang barusan terjadi.

“Aku pulang. Sampai jumpa besok.” Krystal melambaikan tangannya lalu berjalan meninggalkan Jongin.

“Apa dia benar-benar baik-baik saja?”

***___***

 

Langkah Krystal langsung terhenti saat ia melihat Minho baru saja keluar dari gedung apartement dengan sekantung plastik sampah di tangannya.

“Kau baru pulang?”tanya Minho juga melihat Krystal.

Krystal mengangguk pelan, “Eoh.”ucapnya gugup. Bagaimana jika Minho tau dia pulang bersama Jongin tadi?. “Kenapa baru pulang? Darimana saja? Pergi dengan Sulli?”

“Huh? Ahh.. iya.” Gadis itu mengangguk lagi.

Minho menghela napas panjang, “Masuklah. Sudah malam. Jessi noona pasti khawatir.”

Minho tidak terlihat seperti biasanya dan Krystal menyadari itu. Biasanya dia akan menyambutnya dengan senyum atau bersikap protektif jika dia pulang larut malam, namun kali ini wajahnya terlihat keruh.

“Oppa, apa yang terjadi? Kenapa oppa terlihat murung?”tanya gadisi tu menjajari langkah Minho. “Apa sesuatu telah terjadi?”

Minho terdiam sejenak lalu menggeleng, “Tidak ada.”

“Sungguh?”

Pria itu kembali terdiam. Ia menghentikan langkahnya dan berdiri menghadap Krystal, “Hari minggu nanti adalah hari pernikahan Yoona noona.”ucapnya pelan. “Aku pikir aku tidak akan datang.”

“Wae?”tanya Krystal hati-hati. “Bukankah Yoona unnie ingin oppa datang?”

Minho tersenyum miris, “Aku tidak akan bisa melihatnya menikah dengan pria lain. Aku rasa jika aku datang, aku akan menariknya dari altar dan membawanya pergi.” Pria itu menghela napas panjang. “Orang tuaku juga tidak akan datang. Aku sudah melarang mereka.”

“Oppa tapi…”

“Suasana hatiku sedang buruk. Maafkan aku, Soojung.” Minho tersenyum sambil mengulurkan tangan dan menghusap kepala Krystal. “Ayo masuk.”

Krystal tidak bersuara lagi. Gadis itu mengangguk dan mengikuti langkah Minho di belakangnya. Yah, itu pasti menyakitkan. Mungkin Jongin juga tidak akan datang.

***___***

 

Masih sama seperti kemarin, Minho terlihat sangat lesu hari ini. Mereka berpisah begitu saja di koridor menuju kelas mereka masing-masing. Melihat itu, sejujurnya Krystal merasa sedih. Minho jadi berbeda dari biasanya.

Gadis itu menghela napas panjang. Sudahlah, mungkin dia butuh waktu. Lalu berbalik dan melangkah menuju kelasnya sendiri. Namun begitu ia membalik badan, tanpa sengaja keningnya menabrak dagu seseorang.

“Akh.” Gadis itu mundur sambil menghusap-husap keningnya yang terasa sakit lalu mendongakkan kepala. Jongin berdiri di depannya dengan seringaian lebar.

“Selamat pagi.”

“Ya! Kenapa kau berdiri di situ?!”

“Kenapa? Sejak tadi aku sudah berdiri disini. Kau saja yang terlalu serius menatapnya jadi tidak menyadari kehadiranku.”

“Ish.” Krystal mendengus lalu berjalan melewatinya.

Jongin tersenyum geli, mengejar langkahnya dan merangkul pundak gadis itu.

“Ya, apa yang kau lakukan?” Krystal berusaha melepaskan diri namun Jongin mendorong bahunya agar tetap di sampingnya.

“Bukankah kita ini sepasang kekasih? Ini adalah hal yang wajar jika aku merangkul kekasihku sendiri.”

Krystal langsung melotot, “Apa?! Kau pasti sudah gila.”

Jongin terkekeh dan menolehkan kepalanya, menatap Krystal, “Kau mengenalku dengan baik.”ucapnya menyeringai sambil mengacak rambut Krystal. “Ayo ke kelas.”

***___***

 

Hubungan keduanya memang rumit. Terkadang mereka bertengkar, terkadang mereka juga terlihat seperti sepasang kekasih sungguhan seperti sekarang ini. Membuat banyak orang bertanya-tanya, terutama teman-teman dekat mereka. Namun sayangnya, tidak ada jawaban yang bisa di dapat atas pertanyaan itu.

“Soojung, ayo makan!”ajak Sulli begitu jam istirahat. “Apa kau akan menolak lagi?” gadis itu langsung merutuk kesal.

Krystal tersenyum lalu menggeleng, “Ayo.”

Hal itu membuat Sulli langsung bersemangat, “Benarkah? Ayo!”

Setelah memasukkan buku-bukunya ke dalam laci, Krystal menoleh kearah Jongin yang juga sibuk merapikan buku-bukunya. “Kau tidak makan siang?”

“Bukankah kau akan pergi bersama mereka? Jangan khawatirkan aku.”

“Ayo makan bersama.” Gadis itu menarik lengan Jongin membuat Jongin dan Sulli terkejut bersamaan.

“Apa?”

“Ayo makan bersama.”ulangnya lagi. “Makan bersama kami.”

“Ya, Jung Soojung.”protes Sulli, kenapa dia mengajak Jongin juga? Menyebalkan!

“Bukankah menyenangkan jika makan bersama? Suasananya jadi ramai.” Seru Krystal bersemangat.

“Kau gila ya? Kau mau dia membunuhku?”balas Jongin.

“Tidak akan. Kau kan kekasihku, itu artinya kau adalah teman Sulli juga.” Kemudian Krystal mengalihkan tatapan pada Sulli. “Iya kan?”

“Soojung! Kenapa kau mengajak dia?! Apa kau juga akan mengajak teman-temannya, huh?!”

“Oh benar juga!” Krystal seperti mendapatkan ide bagus, membuat Sulli justru bertambah cemberut. Bukan itu yang dia maksud!

Krystal mengguncang-guncang bahu Taemin yang duduk tepat di depannya. Taemin menoleh ke belakang. “Apa?”

“Ayo makan bersama!”

Pria itu langsung terkejut, “Hah?!”

“Ayo kita makan bersama!”ulang Krystal lagi. “Bersama Sulli.”

Mendengar nama Sulli di sebut, tanpa pikir panjang Taemin langsung melempar buku-bukunya ke dalam laci begitu saja dan berdiri, “Ayo!”

TBC

 

Note : Untuk yang terus nanya password-nya 12k12f. Passwordnya adalah salah satu judul FF Action favorite aku yaa ^^ Coba diinget-inget apa judul FF action disini ^^

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

12 thoughts on “SELENE 6.23 (LONG DISTANCE BETWEEN US) PART 13

  1. ellalibra berkata:

    Akhirnya kristal tau ttg masa lalu jongin … Tp q g abiz pikir sm ibunya jongin dy tega ninggalin ank kandungnya sndr n lbh milih hdp dg selingkhannya n ank ny demi ego nya sndr mnrt q .. Tp apa itu y yg dsbt puber kedua org blg puber kedua akn lbh mengerikan dr puber prtama y eon .. Q pikir emang bnr kl puber 1 masa ky pcaran gt y eon.. Kebanyakan ngomong q hehe next fighting eon …

  2. Jung Han Ni berkata:

    Ayolah makan bersama supaya mereka jadi temen akrab😀
    dan makasih eonni clue password ff 12k12f-nya, nanti kucoba ^^
    keep writing n hwaiting!

  3. mongochi*hae berkata:

    akhirny…ak tahu hal ap yg myebabkan jongin sangat mbenci minho. mgkin klo ak ad diposisiny akn mlakukan hal yg sma..
    hn… smga dg adny krystal khidupan jongin bsa brangsur mbaik..
    dan jujur.. comedyny dpet bgt. aplg saat jongin heran dg sikap genit kryatal hhhaaa

    next part ttp dtunggu

  4. ginanvr berkata:

    Acieee Krystal udah ngaku Jongin jadi pacarnya hahaha (Padahal suka Jongin sama Krystal kalo marah2an). Akhirnya tau juga alesan Jongin marah sama Minho tapi kasian juga Jongin diposisi itu😦. Btw makasih udah dikasih tau hint pass 12f12k🙂

  5. Hanna berkata:

    Kaaan..beneeerrr…
    Jongin dan Minho punya ibu yg smaa wlopun trnyata mereka cuma sodara tiri..
    Baca part ini bikin senyum2 sendiri. Ngebayangin gimana Krystal yg senyum bahagia ngeliat sakura sampe bikin Jongin jg ikutan senyum. Udah gitu Krystal jg meluk jongin. Aaah..maniiiss bgt!!
    Duh, mereka kalo d pikir2 cocok bgt gak siih.. Bersyukur bgt mereka beneran pacaran di dunia nyata #KaistalShipper😀
    D tggu part slanjutnyaa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s