FF : GROWL CHAP. 42 b END

Growl

Tittle              : Growl

Author            : Ohmija

Cast                : EXO and Park Yoora

Genre              : Action, Friendship, Family, Romance

AAAAAAA Akhirnya tamat jugaaaaa…. FF ini bener-bener deh. Menguras tenaga dan pikiran *halah. Terima kasih yang sudah baca dan maaf kalo alurnya kecepetan dibagian ending T.T. Saya sudah tidak kuaaaaaaaat hehehe. Sekali lagi terima kasih yaaaa ^^

Ps : Jangan minta extra chap pleaseeeee T,T

“Kau yakin dengan keputusanmu?”tanya Luhan menatap Sehun lurus. “Kau tidak harus pergi.”

Sehun tersenyum lalu mengangguk, “Ini perbuatanku. Aku harus bertanggung jawab.”

“Tapi…”

“Jangan sering-sering mengunjungiku. Kau harus belajar dengan giat dan masuk ke dalam universitas yang bagus. Karena setelah ini, mungkin aku sudah tidak bisa membiayai perawatan omoni lagi.”

Luhan langsung memukul kepala Sehun hingga pria itu mengaduh, “Apa kau anaknya? Anaknya adalah aku! Kenapa kau yang harus membiayai perawatan ibuku?! Dasar brengsek!”

Sehun menghusap-husap kepalanya, “Karena kau sudah meminjamkan ibumu padaku jadi aku juga berhak untuk membiayainya!”balas Sehun sedikit kesal.

“Aku akan mengunjungimu sesering mungkin nanti.”sahut Tao, ia menjatuhkan diri di sisi lain ranjang Sehun.

“Bodoh. Belajarlah dengan baik. Kau sudah terlalu sering merepotkan Kris.”

Tao menundukkan kepalanya, “Aku minta maaf, Sehun. Karena aku sudah membairkanmu pergi waktu itu.”

Sehun menatap sahabatnya itu dengan kening berkerut.

“Aku bahkan melarang orang-orang untuk menyusulmu. Aku membairkanmu pergi dan membiarkanmu menyelesaikannya seorang diri. Aku minta maaf.”

Sehun tersenyum, “Aku tau, kau melakukan itu karena aku yang memintamu.  Aku menyuruhmu untuk menahan semua orang yang akan mengikutiku dan kau melakukannya. Terima kasih karena sudah percaya padaku.”

Tao mengangkat wajahnya, balas menatap Sehun, “Kau tidak marah padaku, kan?”

“Kenapa aku harus marah? Kau sudah melakukannya dengan baik. Dan kau tidak pernah berubah sejak dulu, kau selalu percaya padaku.” Sehun meninju pundak Tao pelan. “Lagipula pada akhirnya kau datang menyelamatkanku bersama yang lain. Terima kasih.”

Tao menghusap air matanya kemudian tersenyum, “Setelah lulus nanti, aku akan masuk akademi polisi.”

Sontak mata Luhan dan Sehun membulat lebar, “Benarkah?”

“Kau serius? Apa Kris memaksamu lagi?”

Tao menggeleng, “Ini keputusanku. Kejadian ini begitu menyakitkan jadi aku tidak ingin orang lain merasakannya lagi. Sekarang, aku ingin jadi seseorang yang bisa melindungi kakakku dan kalian. Aku hanya ingin jadi seseorang yang berguna.”

“Waaaah, kau sangat keren, Zitao.”

“Apa kau benar-benar temanku? Kau sangat aneh hari ini.”cibir Sehun namun kemudian ia mengacak rambut Tao. “Tapi, aku bangga padamu.”

“Belajarlah dengan giat. Aku yakin kau pasti akan jadi polisi hebat nanti.”

Tao hanya mengangguk sambil tersenyum lebar.

“Ngomong-ngomong, apa kalian melihat Suho? Aku ingin tau bagaimana keadaannya.”

“Dia tidak muncul selama beberapa hari. Chen bilang dia juga tidak berada di rumah. Tapi tadi pagi aku melihatnya muncul di rumah sakit.”

“Aku harus minta maaf padanya tentang kejadian waktu itu.”ucap Sehun pelan. “Ah, aku juga harus minta maaf pada Yoora noona dan Chanyeol.”

Luhan mengulurkan tangan, menghusap pundak sahabatnya itu lembut, “Kau akan baik-baik saja?”

Sehun terdiam sejenak lalu mengangguk, “Jangan khawatir.”

“Boleh aku masuk?”

Namun tiba-tiba suara seseorang terdengar. Sehun, Tao dan Luhan menoleh kearah pintu dan mendapati tubuh mungil Kyungsoo berdiri disana dengan kepala tertunduk.

Sehun lupa jika dia juga harus minta maaf pada pria mungil itu.

“Kyungsoo, aku…”

Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Kyungsoo tiba-tiba berlutut di lantai. Tangisnya seketika pecah ke permukaan.

“Aku ingin minta maaf. Aku tau kau pasti tidak akan pernah memaafkanku tapi aku benar-benar minta maaf. Aku tidak bermaksud menembaknya. Saat itu… karena dia…”

Sehun menepis selimutnya dan berdiri dari ranjangnya. Ia menarik baju Kyungsoo memaksanya untuk berdiri.

“Apa yang kau lakukan? Kenapa kau berlutut?”

Kyungsoo masih menundukkan kepalanya dan terisak, “Aku minta maaf Sehun.  Aku benar-benar minta maaf. Karena aku… ayahmu…”

Sehun mengulurkan tangan, mendorong belakang kepala Kyungsoo ke pundaknya, “Terima kasih, Kyungsoo. Jika kau tidak melakukannya, mungkin aku juga sudah mati. Aku tau kau melakukannya karena kau ingin melindungiku dari ayahku. Terima kasih.”

“Tapi…”

“Aku juga minta maaf atas kematian ayahmu. Aku benar-benar menyesal. Aku mohon maafkan aku.”

Kyungsoo semakin menangis di pundak Sehun, “Ayahku…dia adalah orang yang hebat, kan? Dia bukan orang jahat, kan?”

Air mata Sehun juga mengalir di pipinya. Pria itu mengangguk pelan, “Tentu saja. Dia adalah ayah yang hebat dan kau adalah anak yang baik. Jangan khawatir.”

***___***

 

Malam harinya, Kris kembali datang mengunjungi Sehun. Pria itu meletakkan keranjang buah yang di belinya di atas meja di samping ranjang tidur Sehun.

“Kau sudah baikan?”tanya pria tinggi itu.

Sehun mengangguk, “Lenganku masih terasa sakit tapi aku sudah tidak apa-apa.”

“Ini adalah ucapan terima kasihku karena kau sudah mengubah pikiran adikku.” Kris menunjuk keranjang buah yang dibawanya sambil tertawa.

Sehun ikut tertawa, “Siapa yang mengubahnya? Aku juga terkejut mendengar keputusannya. Dia sudah memutuskannya jadi aku akan mendukungnya.”

“Yah, aku lega karena akhirnya dia memiliki tujuan hidup.”

“Lalu bagaimana denganmu? Aku dengar kau kembali bekerja.”

Kris mengangguk, “Aku kembali bekerja bahkan dengan jabatan yang lebih tinggi. Ini juga berkat dirimu.”

“Aku? Baiklah, sebagai ucapan terima kasih, kau harus mentraktirku Hanwoo nanti.”

“Kita harus minum bersama nanti.”

“Ngomong-ngomong, bagaimana status Kyungsoo? Dia tidak mendapat hukuman apapun, kan?”

“Dia melakukannya untuk melindungimu, lagipula yang dia tembak adalah buronan dunia jadi dia tidak mendapat hukuman apapun.”

“Benarkah? Sukurlah.”

Kris menatap Sehun ragu, “Kau baik-baik saja?”

“Hm?” Sehun tertawa kecil. “Jika aku mengatakan iya, itu adalah kebohongan. Rasanya sedikit sakit tapi ini akan sembuh secepatnya.” Ia tersenyum. “Tapi, kau sudah melakukan yang aku minta, kan?”

Kris mengangguk, “Aku berhasil mendaoatkan ijin. Abu a yahmu ada di ruanganku. Nanti, saat kau sudah sembuh, kita akan mengadakan upacara pemakaman .”

“Terima kasih, Kris.”

“Oh?” Yoora terkejut saat ia melihat Kris ada di ruangan itu. “Kau disini?”

“Yeah, ini adalah waktu istirahatku jadi aku datang kemari.”jawab Kris, kemudian ia mengalihkan tatapannya kearah Chanyeol.  “Hai, Chanyeol.”

Chanyeol langsung mendengus, “Aku masih menentang hubungan kalian. Jangan bersikap baik padaku.”

Melihat itu, Yoora hanya tersenyum kecil. Kemudian ia melangkah maju, mendekati ranjang Sehun.

“Kau sudah baikan?”

“Aku baik-baik saja, noona.”

“Apa lenganmu masih terasa sakit.”

“Tidak juga. Lenganku sudah bisa di gerakkan.”

“Kau sudah makan? Aku membuatkan bubur untukmu.”

Sehun tertawa kecil, “Noona, aku tidak suka bubur.”

“Tapi kau tetap harus makan. Aku sudah susah payah membuatkannya, jadi—“ Ucapan Yoora terhenti karena Sehun tiba-tiba menggenggam tangannya. Pria itu menatap Yoora lusurs dengan senyum lembut di wajahnya.

“Aku tau ini tidak akan bisa membalas semua pengorbanan yang telah noona lakukan untukku, tapi terima kasih karena sudah merawatku. Noona bahkan bekerja keras untuk menghidupiku. Terima kasih dan maafkan aku.”

Yoora balas menggenggam tangan Sehun, “Apa kau akan baik-baik saja? Kau mau aku melakukan sesuatu?”

Sehun tertawa, “Apa noona akan berkelahi dengan polisi lagi?”ucapnya. “Noona adalah wanita jadi bersikaplah seperti seorang wanita.”

“Tapi, ini bukan kesalahanmu.”

“Hanya satu tahun.”kata Sehun menatap Yoora lurus. “Setelah itu aku akan kembali, noona.”

Yoora menghela napas panjang lalu memeluk Sehun dan menghusap-husap punggungnya lembut, “Kenapa selalu kau yang menderita? Kau sudah banyak melewati masa-masa sulit.”

Sehun tersenyum lalu menggeleng, “Ini adalah hukuman terakhir. Setelah itu, aku akan berusaha menjadi anak yang baik sehingga Tuhan tidak lagi punya alasan untuk menghukumku. Jangan khawatir, noona. Aku sudah dewasa.”

Yoora menguraikan pelukannya, “Kau akan pergi besok lusa?”

Sehun mengangguk, “Setelah upacara pemakaman ayah.”

“Baiklah. Aku akan datang.”

“Sudah ku bilang untuk tidak datang!”sahut Chanyeol. “Aku tidak mengijinkanmu datang ke upacara pemakaman itu!” kemudian pria itu melangkah keluar dengan bantingan pintu.

Yoora kembali menghela napas panjang, “Anak itu benar-benar…”

“Tidak apa-apa, noona. Lagipula aku hanya mengadakan upacara pemakaman sederhana dan tidak mengundang siapapun. Noona tidak perlu datang.”

***___***

 

Sudah sejak lima belas menit yang lalu Kai berdiri di depan bengkel Chanyeol, memaksa pria yang sedang sibuk membenarkan mobilnya itu untuk pergi ke upacara pemakaman ayah Sehun.

“Kau benar-benar tidak mau pergi?!”ketus Kai mulai kesal.

“Kai, sudahlah. Kita saja yang pergi.” Luhan mencoba membujuk.

“Kyungoo, kau juga?!” Kai beralih pada pria mungil yang hanya duduk diam itu.

Kyungsoo terkejut, “Aku? Oh… aku…”

“Kalian ini benar-benar….” Kai berdecak. “Baiklah! Terserah kalian! Tapi nanti jika kalian mati, aku juga tidak akan datang! Aku akan membuat kalian merasa kesepian!”

“Cih, memangnya kau tau siapa yang akan mati lebih dulu? Bagaimana jika kau duluan?”dengus Chanyeol.

“Dasar brengsek! Tunggu saja nanti, aku akan membuat perhitungan denganmu!”

Tao langsung merangkul pundak Kai dan menyeretnya pergi, “Ayo pergi.”

“Chanyeol, kau benar-benar tidak akan datang?”tanya Kyungsoo pelan ketika Tao, Kai dan Luhan sudah pergi.

Chanyeol terdiam sesaat lalu kembali melanjutkan aktivitasnya, “Tidak. Jika kau mau datang, datanglah sendiri. Jangan mengajakku atau kakakku.”

“Tapi, Sehun sedang sendirian sekarang.”

“Aku tidak perduli.”

“Aku pikir kalian sahabat baik.” Ucapan Kyungsoo lantas membuat Chanyeol kembali terdiam. “Kalau begitu, aku pergi.”

Pikirannya berkecamuk. Kebencian itu masih di rasakannya. Karena dia adalah penyebab kematian orang tuanya. Namun disisi lain, saat membayangkan jika Sehun akan sendirian di tempat itu, ia menjadi sedikit takut. Karena dia tau, berada sendirian adalah hal yang menakutkan.

“AAARGH!” Chanyeol melempar kunci inggris yang di pegangnya lalu mengacak rambutnya kesal. “Brengsek!”

***___***

 

Sehun menatap foto yang terpampang disana dengan tatapan sendu. Hanya ada satu tangkai bunga krisan yang tergeletak diatas meja. Tempat itu sepi karena tidak ada orang lain selain dirinya yang berada disana.

“Jika saja kau adalah orang baik, aku pasti tidak akan sendirian.”gumamnya pelan. “Sekarang, kau berada di tempat yang sama dengan oema. Walaupun kalian tidak bisa bersama di dunia, aku harap kalian bisa bahagia disana.”

Sehun menarik napas panjang sebelum  akhirnya duduk bersila di lantai. Ia masih menatap foto itu lurus. Berkali-kali menghela napas panjang dan berat, mencoba menahan kesesakkan di dadanya.  Dia tidak akan menangis lagi.

Namun suara langkah membuatnya mengalihkan pandangan. Kai, Tao, Luhan dan ibunya muncul. Mereka berempat masing-masing mengambil setangkai bunga krisan putih dan meletakkannya diatas meja lalu memberikan penghormatan terakhir. Seperti kehilangan kesadarannya, Sehun menatap mereka bingung.

“Kenapa kau melamun?”tegur ibu Luhan menghusap pundaknya lembut. “Oema membawa makanan dan minuman untuk para tamu. Kau tunggu disini biar oema yang akan menyiapkannya.”

“Oema…”

“Kenapa? Apa oema tidak boleh datang?”

Sehun tersenyum haru lalu menggeleng, “Terima kasih.”

“Ayo, kita juga harus mengatur meja-mejanya.”ajak Kai. Sebelum pergi, Kai sempat menatap Sehun sesaat, “Jangan memasang wajah seperti itu. Kau terlihat menyedihkan.”

Sehun tertawa kecil, “Terima kasih.”

Tak lama, Baekhyun dan Lay juga datang. Disusul Kris dan Xiumin juga Minho yang menyempatkan diri sebelum ia kembali ke Amerika.

Dan ketika sosok mungil muncul untuk memberikan penghormatan terakhirnya, mata Sehun sontak melebar.

“Kyungsoo…”

“Aku sedikit terlambat. Maafkan aku.” Ia tersenyum tipis. “Sepertinya omoni sangat sibuk, aku akan membantunya dulu.” Pria mungil itu melambaikan tangan lalu menghampiri ibu Luhan dan membantunya melayani tamu.

Dan hal lain kembali mengejutkannya ketika Suho dan Chen akhirnya muncul. Sehun terus menatapi keduanya dengan mata melebar, tak percaya, hingga keduanya selesai memberikan penghormatan terakhir.

“Suho, aku…”

“Jangan katakan apapun.”potong Suho cepat. Ia menelan ludah, memejamkan kedua matanya, mengingat ucapan Chen semalam.

 

“Mereka punya alasan masing-masing. Mereka juga memiliki orang-orang yang harus mereka lindungi. Sepertimu. Karena tidak ada jalan lain selain berbohong. Karena mereka ingin orang-orang yang mereka sayangi baik-baik saja. Saat ini, kau tidak lagi sendirian. Aku akan memberikan kesempatan terakhir padamu untuk menjadi seorang kakak yang baik. Karena di dunia ini, aku juga sudah tidak memiliki siapapun selain dirimu. Ayo pergi ke suatu tempat dimana kita bisa hidup dengan baik. Seperti orang lain.

 

“Aku melakukan ini untuk adikku.”

Sehun mengalihkan tatapannya kearah Chen, pria itu tersenyum sambil menunjukkan ibu jarinya membuat Sehun akhirnya menghela napas lega.

“Terima kasih.”

Suho memilih bergabung bersama Lay dan Baekhyun, menghindari meja Kris yang berada di depannya. Kris menyadari itu dan dia sudah berkali-kali berusaha menemuinya untuk minta maaf tapi Suho menghilang tanpa jejak beberapa hari lalu, dia tidak berada di rumah dan ponselnya juga tidak aktif.

Kris sudah hendak berdiri, ingin menghampiri pria itu namun Xiumin langsung menahan lengannya, Ia menggeleng, “Selesaikan masalah kalian di luar. Hormati Sehun dan yang lain.” Kris hanya menghela napas panjang sambil mengacak rambutnya frustasi.

“Kau akan pergi setelah ini?”tanya Luhan menghampiri Sehun.

Sehun mengangguk, “Setengah jam lagi.”

“Kau yakin? Apa kau akan baik-baik saja?”

Sehun tertawa kecil, “Kau sudah menanyakan itu ratusan kali. Aku akan baik-baik saja.”

“Kris bilang dia akan membantuku menjelaskan masalah ini dengan kepala sekolah. Agar mereka tidak mengeluarkanmu.”

“Aku bisa bekerja setelah bebas nanti. Lagipula aku sudah tidak tertarik pergi ke sekolah.” jawab Sehun santai. Namun begitu ia melihat raut wajah Luhan yang seperti akan memakannya, ia langsung mendesah panjang, “Baiklah. Lakukan apa maumu.”

“Setiap akhir pekan aku akan mengunjungimu dan membawa beberapa buku agar kau tidak tertinggal pelajaran.”

“Aaaah, menyebalkan.”

“Oh? Chanyeol kau datang?”

Mendengar suara Kyungsoo yang menyebut nama Chanyeol, Sehun sontak menoleh kaget. Kedua matanya membulat lebar, terperangah. Dia… benar-benar Chanyeol?

“Noona…” Sehun langsung berdiri menyambut kedatangan Yoora dan Chanyeol. “Kalian datang?”

Yoora tersenyum, tangannya terulur, menghusap pipi Sehun lembut. Lalu mengambil setangkai bunga krisan dan meletakkannya di atas meja, begitu juga Chanyeol, yang melakukan hal yang sama,

Sehun membeku di tempatnya. Masih tidak bisa membedakan apakah ini kenyataan atau hanya sekedar mimpinya. Mereka benar-benar datang. Chanyeol… dia datang.

“Noona…”

“Maaf ya. Membutuhkan waktu lama untuk dia menyadarinya.” Ia melirik Chanyeol lalu tersenyum.

Sehun langsung menggeleng, “Tidak apa-apa. Terima kasih. Chanyeol terima kasih.”

“Aku melupakan prinsip kita…”seru Chanyeol pelan. “Kita tidak akan meninggalkan teman di belakang. Kau tidak pernah meninggalkanku tapi aku justru meninggalkanmu, berkali-kali. Maafkan aku.”

Sehun tersenyum, buru-buru ia menundukkan kepalanya, “Aku sudah bilang aku tidak akan menangis lagi tapi kau membuatku ingin menangis.”

“Bodoh. Kenapa kau menangis?” Tangan Chanyeol terulur, mendekap Sehun. “Kau juga membuatku ingin menangis.”suara Chanyeol bergetar dan berikutnya berlingan air mata terjatuh dari kedua matanya. “Maafkan aku, Sehun.”

***___***

 

“Apa kau tidak perlu di borgol? Kau tidak takut aku akan melarikan diri?”canda Sehun saat Kris akan membawanya.

“Aku justru mengharapkanmu melarikan diri.”jawab pria itu santai. “Ayo, kita harus pergi.”

Sehun mengangguk, ia berdiri di hadapan semua teman-temannya kemudian membungkukkan tubuhnya, “Terima kasih karena selalu ada disisiku. Dan terima kasih karena selalu mempercayaiku. Banyak hal yang sudah terjadi tapi aku bersyukur karena aku mendapat teman-teman baru. Terima kasih.”

“Besok aku akan mengunjungimu.”balas Kai.

Sehun langsung berdecak, “Jangan sering-sering mengunjungiku. Kau pasti akan merepotkanku.”

“Kenapa? Itu karena aku tidak mau kau merasa kesepian.”

“Cih.”

“Ayo pergi.” Kris merangkul pundak Sehun. Sehun langsung menggeleng.

“Aku akan pergi dengan Xiumin dan Minho , sebaiknya kau menyelesaikan masalahmu dengannya.” Sehun menunjuk Suho dengan dagunya lalu tersenyum. “Aku rasa dia sudah lebih baik.”

Kris terdiam sejenak, “Baiklah. Aku akan mengunjungimu setelah ini.”

“Ah, aku juga ingin berpamitan. Aku akan kembali ke Amerika sore ini. Mereka bilang mereka sudah menangkap Elisabeth jadi aku harus pergi kesana dan mengurusnya.”

Thank You Minho. Kau sudah membantu kami.”

“Tidak, kalianlah yang membantuku.” Minho tersenyum. “Hubungi aku sesering mungkin. Sampai jumpa.”

Xiumin, Sehun dan Minho berbalik pergi. Meninggalkan tempat itu. Luhan melirik kearah ibunya yang terlihat sedang menghusap matanya dengan lengan baju.

“Eoma…” pria itu menghusap punggung ibunya lembut. “Eoma tidak apa-apa?”

Ibu Luhan menggeleng, “Eoma pasti akan merindukannya.”

***___***


“Junmyeon!” Kris mengejar langkah Suho dan Chen yang akan meninggalkan tempat itu. “Junmyeon!” Ia menahan lengan Suho. “Aku ingin bicara.”

Suho menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Kris. “Apa lagi?”

“Aku akan melupakan Yoora.”ucapnya membuat Suho sedikit terkejut. “Aku juga ingin minta maaf padamu. Aku tau aku bersalah tapi—“

“Jangan mengatakan apapun lagi.”potong Suho.

“Junmyeon, tapi—“

“Aku sedang berusaha untuk melupakannya jadi jangan mengatakan apapun lagi.” Suho menarik napas panjang dan menghembuskannya pelan. “Dan tentang Yoora, aku juga akan melupakannya jadi kau tidak perlu bertindak seperti itu.”

“Karena kau adalah sahabatku.”balasnya cepat. “Aku akan melakukan apa saja asalkan kau mau memaafkanku.”

“Kau tidak perlu melepaskan orang yang kau cintai demi aku.” Suho menatap Kris tepat di manik mata. “Karena dia juga mencintaimu.”

“Junmyeon…”

“Aku akan mendapatkan gadis yang lebih baik. Jadi kau tidak perlu khawatir. Dan juga, setidaknya aku sudah merasa lega karena kasus orang tuaku akhirnya selesai. Aku akan pergi ke Amerika besok untuk membantu Minho dalam persidangan. Aku akan melupakan semuanya.”

“Junmyeon…”

“Jangan menatapku dengan tatapan seperti itu. Aku jauh lebih tampan darimu jadi aku bisa mendapatkan gadis lain dengan mudah.”

Kris perlahan tersenyum, “Kau akan kembali, kan?”

Suho menggeleng, “Entahlah.” Ia mengendikkan bahu. “Aku harap kau tidak memberitahu yang lain tentang kepergianku. Aku tidak ingin mereka mengantarku. Kalau begitu, sampai jumpa. Aku harap kau bisa membahagiakan Yoora.”

***___***

 

Enam bulan kemudian….

 

Kai menghela napas panjang sambil meraih ponselnya yang terus berdring dari saku celana, “Apa?”

“YA! KAU DIMANA? KAMI SEMUA MENUNGGUMU!”teriak Baekhyun dari sebrang panggilan.

“Sudah ku bilang aku tidak akan datang. Kenapa kalian menungguKu?”

“Jangan bercanda! Cepat datang!”

Kai kembali menghela napas panjang, “AKU TIDAK AKAN DATANG MENGERTI?! APA KAU MENYURUHKU UNTUK MELIHAT WANITA YANG KU SUKAI MENIKAH DENGAN ORANG LAIN?! APA KAU TIDAK MENGERTI PERASAANKU?! AKU TERLUKA!”

Kai memutus panggilannya secara sepihak, dengan kesal kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku celana, “Dasar Byun Baekhyun brengsek!”

“Kenapa kau memaki Baekhyun?” suara seseorang tiba-tiba terdengar. Kai menoleh ke belakang dan mendapati Sehun sudah muncul. “Kau sangat sering kemari, apa kau tidak pergi ke sekolah?”

“Jangan membuatku kesal. Aku sedang terluka.”

Sehun menjatuhkan diri di kursi yang ada di hadapan Kai, “Ku dengar hari ini Yoora noona dan Kris menikah.”

Kai langsung melotot, “Sudah ku bilang jangan membuatku kesal!”

Sehun mendesah panjang, “Lalu mau apa kau kemari?”

“Aku kesepian jadi temani aku.”

Pria berkulit putih itu sontak tertawa, “Kau minta orang yang ada di penjara untuk menemanimu? Bodoh!”

“Karena semua temanku berada di acara itu! Hingga saat ini, Chen belum juga kembali.  Si brengsek itu pergi ke Amerika tanpa memberitahuku. Aku sangat kesal.”

“Harusnya kau bahagia karena sekarang hubungannya dan Suho sudah membaik.”

“Iya, tapi… tetap saja dia pergi tanpa memberitahuku. Aku dan dia sudah seperti saudara. Kepergiannya membuatku sedih.”

Sehun hanya tersenyum melihat tingkah konyol orang yang kini menjadi sahabatnya itu.

“Sudah enam bulan…” Beberapa saat kemudian Sehun kembali berseru.

Kai mengangkat wajahnya, menatap Sehun. “Huh?”

“Sudah enam bulan aku berada disini tapi aku belum mengatakan apapun tentang ayahmu.”

“Tidak. Jangan memulainya.” Kai langsung menggeleng.

“Kai…”

“Ku bilang jangan memulainya!” Tiba-tiba Kai membentak.

Sehun menatap pria itu dengan tatapan teduh, “Aku adalah orang terakhir yang menemuinya sebelum dia meninggal.”ucapnya pelan. “Dia bilang, dia menyesal dan ingin berubah. Dia ingin hidup bersamamu sebagai seorang ayah dan anak. Dia benar-benar menyesal karena telah membuatmu malu. Dia menyesal karena tidak bisa menjadi ayah yang baik.”

“Nyatanya dia terlibat dengan organisasi itu.”suara Kai terdengar bergetar.

“Setidaknya dia sudah menyesal. Dan dia tidak sepenuhnya terlibat. Tidak seperti ayahku.” Sehun menundukkan kepalanya sesaat sebelum akhirnya kembali menatap Kai, “Aku tidak mau kau membenci ayahmu seumur hidupmu. Jadi kau harus mendengarkanku. Maafkan aku karena baru sekarang aku bisa mengatakannya.” Kemudian Sehun mengeluarkan selembar kertas dari dalam saku bajunya. “Ayahmu juga memberikan ini untukmu…”

Kai menerima lembar kertas itu dan membuka lipatannya, sebuah alamat tertulis disana.

“Apa ini?”

Sehun menggeleng, “Aku tidak tau. Tapi ayahmu ingin kau pergi ke tempat itu.”

***___***

 

Tempat itu berada sangat jauh dari pusat kota Seoul. Dan berkali-kali Kai harus berhenti untuk bertanya pada orang-orang sekitar karena GPS tidak bisa membaca lokasinya dengan baik. Hari sudah gelap, arlojinya menunjukkan jika saat ini sudah pukul  7 malam.

Kai menghentikan mobilnya karena sudah tidak ada jalan lain. Ia benar-benar sudah sampai di ujung jalan. Pria itu keluar dari mobil sambil membaca alamatnya sekali lagi.

“Permisi.” Ia menghentikan seorang wanita tua yang kebetulan lewat. “Maaf harmoni, tapi apa harmoni tau alamat ini?”

Wanita tua itu menyipitkan kedua matanya, membaca tulisan di kertas yang di tunjukkan Kai, “Bukankah ini rumah Kang Yong Ah?”

Seketika Kai terperangah hebat, matanya membulat tak percaya, “Ini… rumah… Kang Yong Ah?”

Wanita tua itu mengangguk, “Apa kau keluarganya? Aku pikir dia sudah tidak memiliki keluarga.”seru wanita itu. “Jam segini, biasanya dia baru pulang dari pasar. Sebentar lagi dia pasti lewat sini.”

Kai menelan ludah, “Pasar?”

“Iya, dia berjualan ikan setiap hari.”jawab wanita itu. “Oh? Itu dia.” Wanita itu menunjuk seseorang di belakang Kai. “Yong Ah, anak ini mencarimu.” Kemudian wanita itu menatap Kai, “Nak, dia sudah datang. Cepat temui dia.”

Wanita tua itu pergi meninggalkan Kai. Sementara pria itu seketika membeku di tempatnya. Wajahnya sudah memanas dan matanya mulai di genangi air. Perlahan ia berbalik ke belakang, wanita itu sudah berada di hadapannya. Yah, tepat di hadapannya.

Melihat siapa yang datang mencarinya, wanita itu tanpa sengaja menjatuhkan kantung pastik yang di bawanya. Matanya melebar, kedua tangannya menutup mulutnya tak percaya.

“Apa ini… mimpi?”seru wanita itu serak. “Apa kau…”

Kai hanya diam. Air matanya terjatuh saat ia mengerjap. Wanita itu melangkah maju, kedua tangannya terulur, menghusap pipi Kai, ingin memastikan apa ini benar-benar kenyataan atau hanya sekedar mimpi.

Kai memejamkan kedua matanya, sebisa mungkin menahan tangisnya yang ingin pecah. Namun seberapa kuatnya ia mencoba, air matanya tetap jatuh. Semakin deras. Sentuhan ini… ini adalah sentuhan yang sangat ia rindukan. Sejak dulu.

“Kai….”

Kai membuka matanya, “Eoma…”

Tak lagi bisa menahan, wanita itu langsung memeluk Kai erat-erat, “Anakku… kau benar-benar anakku…”

Kai menenggelamkan wajahnya pada salah satu bahu ibunya. Menumpahkan air matanya disana.

Melihat bagaimana sederhananya penampilan ibunya membuatnya merasa sangat menyesal. Selama ini dia selalu menghamburkan uang untuk sesuatu yang tidak berguna. Untuk membeli teman dan membeli kesendirian

“Anakku bertambah tinggi dan sangat tampan.”isak ibunya di dada Kai. “Maafkan eoma, eoma tidak bisa menemanimu tumbuh. Maafkan eoma karena eoma pergi meninggalkanmu.”

Kai tidak menjawab apapun. Karena saat ini perasaannya sangat berkecamuk. Ia hanya mengeratkan pelukannya, sebuah bentuk kerinduan yang selama ini ia pendam.

“Eoma…”

***___***

 

Ia meletakkan bucket bunga di depan nisan itu lalu membungkukkan tubuhnya dalam.  Di sampingnya saat ini berdiri seorang wanita. Wanita yang akan ia jaga dan yang tidak akan pernah ia lepaskan lagi.

 

Sudah sejak lama aku tidak memanggilmu ayah, kau pasti merasa sedih, kan?

Maafkan aku. Harusnya aku tidak pergi.

Maafkan aku. Karena di saat-saat terakhirmu, aku tidak ada disana untuk menemanimu. Aku bahkan terus membencimu.

Appa, terima kasih. Terima kasih karena telah mempertemukanku dengan eoma.

Hiduplah bahagia disana. Dan jangan khawatir, aku tidak membencimu.

Terima kasih karena telah menjadi ayahku.

Terima kasih, appa. Dan maafkan aku.

END

 

 

 

 

26 thoughts on “FF : GROWL CHAP. 42 b END

  1. Realc berkata:

    Happy end lah yaaa …
    Sangat di sayangkan karena udh end gk bisa baper baca ff ini lg😄
    Pasti bnyak yg mnta lanjut extara chap tp ak terserah author ajaaa

  2. ajengaryaa berkata:

    Wah,terharu banget liat kebaikan Sehun kesemua temennya…
    Mungkin extra chap leh uga nih wkwk…
    Tapi aku ngga maksa buat ada extra chap nya kok…
    Ditunggu karya2 eonni yang lain…
    Eon,boleh dong ff eonni yang lain dilanjut lagi…

  3. RAIN berkata:

    Wahh,udah end aja nih,happy end yee senengnyaa,kl ada extra chap boleh nih,tp gak maksa ding😀 lanjutin ff yg lain jg ya authornya..

  4. han berkata:

    sehun ah kai ya saranghae *lopelopediudara dah , maaf koreksi sidikit yah , typo halmoni bkan harmoni kaka ..🙂

    selene 6.23 , auntumn lnjut ya ..

  5. desi mulya berkata:

    Happy ending yaa 🎉 .. Seneng akhirnya gaada yang meninggal.. Tapi unn, aku kok ga baper ya bacanya /? Tapi gapapa dehh pengennya sih minta extra chap tapi yg nge baperin gitu. Tapi itu terserah unnie sihh 😁 .. Ditunggu karya selanjutnya dan yang pasti main cast nya sehun 😂 yang brothership yaa ..

    #fighting
    Oiya ff the house tree & the lord of legend & selene 6.23 kapan di lanjut ? Ff nya seru soalnya,,

  6. alzara berkata:

    semuanya happy. tapi kok aku blom ngerasa sehun happy ya..hehe
    extra chap lah…pengen liat sehun happy…

    ff lain dilanjut thour.

    fighting

  7. osehn96 berkata:

    ehehe terimakasih juga author udah selesain ff ini gpp wlopun alur kecepetan karena nyelesain sampe end gini bikin tenang eheheh..
    good job lho sama ceritanya ini sukses happy end .love yaa sama ff ini. friendship sama familiy-nya berasa . *kita tdk akan meninggalkan teman* prinsip itu ky ngebuat inspirasi persahabatan eaaa~.. melekat gitu. terharu bagian chanyeol meluk sehun yg katanya pd bilang ingin menangis.. ngebuat cukup berkaca2 eaa~
    riview buat kai yg aku baca awalnya dia jahat.brandalan dan yg gak pernah akur sama kawan2 sehun ternyata makin ksini dia itu lucu, gemesin, malah jd yg paling deket gitu ke sehun ehehe. buat sehun tersayang jarang2 org ada yg seseru dia, santai, gemesin ,kuat,berani serta setia kawan gitu overall authornya bikin semua karakter mereka disini jd hebat eaaa..
    iya iya gak minta extra chap deh tapi lanjutin autumn, crazy without you, tree house, the lord of legend krna itu yg aku tunggu lg di ff karya mu lhooo.. /nah lho/ ahahhahaha… ya ya ya.. klo masih blom kuat lnjutin gpp disini masih nunggu ko * eaaaaaa. hihihi oke sekali lagi good job hwaiting, dan terimakasih … yehet hug authornyaaa hihihi

  8. bLueee^^ berkata:

    percaya apa ga aku nangis loh baca part ini.. persahabatan mereka itu menyentuh hati..
    aduh ga boleh minta extra chapter ya??
    pdhl aku kira ending cerita ini pas sehun keluar dr penjara atau bbrp taun kemudian disaat seua udah kumpul lg.
    tp ceritanya blm sampe situ.. kalo dikasih extra chapter bahagia sekali..hehe

    terima kasih udah selesain cerita ini dan ditunggu kelanjutan cerita lain yg blm selesai.. semangat!!

  9. mongochi*hae berkata:

    sedikit gk rela cerita n tamat. tp sblm ak minta ekstra part kmu sdh warning hhee..
    jd trserah aj deh. siapa thu brubah pikiran kmuny hhhee

    heuhh akhirny brakhir bahagia jga. meski endingny mnurut ak msh gantung aplg utk sehun..
    tp stdkny khidupan mereka sdh mnemukan titik awal kebahagiann

    next dtunggu karyamu slnjutny

  10. Rini berkata:

    Yah end deh… Padahal ini ff seru banget. Gak bikin epilognya yah plisssss plissssss.
    .
    .
    .
    Ohmija kamu author faporit deh pokoknya.. Suka sukses bikin aku baper. Kak buat lagi ff yang kayak ginian lagi yah cast nya harus tetap sehunnn.. Kak gw belum bisa move on nih dari ff werewolf yang kamu buat wktu itu. Gw nangis kejeng kejeng waktu itu apalagi pas chap 37 nya sukses bikin gue nyesek. Post lagi yah.. Panjangin dong
    Fighting.

  11. Oh Seccah berkata:

    Ko udah end 😭😭 pasti bakal kangen sama ff ini. suka banget persahabatannya mereka, terutama kai sama sehun. mereka awalnya musuh tp sekarang jd sahabat. banyak pelajaran yg bisa di dapat dr membaca ff ini. terimakasih sudah menyelesaikan nya oh mija unie. di tunggu karya selanjutnya. cast utama nya sehun lg jg gpp aku malah seneng. hehe

  12. ellalibra berkata:

    Kyaaaaaaa akhirnya happy ending dg terharu biru sm sehun n persahabatan ny masih bt q mewek eon huhuhuuu sdh kai akhirnya ktmu jg sm eommany .. Tp eon gmn sm sehun knp dy msh dpenjara … Kpn dy bhgia sequel eon bt sehun bhgia jg yyyyyyyyyy … Fighting “

  13. rini berkata:

    Hiks huaaa. Msih pengenn lanjutttt
    Kaii huaa sehun ahh gileee ngk bsa baper lagiii. Aduhh kakkk.. ini kelewatan keren debes. Ngk mau endd mwnya lnjut terus ampe habis.. ehapaansih
    Extra capt ngk boleh? Yahh bonus chapt aje yee
    Msih mw liat kekonyolan kai ama sehun keren parah. Haha kai skit atii hahah..
    Ngk tau mw blng ap. Ehm pesannya lnjutin ff lain terutama autumn kak krena kai ad juga disitu breng sehun luhan lagi ahhh. Jgn vakum lgi. Yee huaa nangis guee kak. BAPEERRRRR

  14. kimjongkai berkata:

    Entahlah ini ff yang selalu aku tunggu dan sekarang udah end
    Btw yoora nikah sama siapa kak? Kalo sama kris kok ceye bisa setuju gitu aja kak? Terus juga gimana kabar suho? Minho? Ngeliat si kai patah hati keren juga ternyata wkwk
    Ini keknya extrachap lehhh uga kak kwkwwkwk canda deng kak candaaa tapi beneran boleh kok kak hehe
    Sampai bertemu di ff ff yang keeerrrennn lainnya ya kak mija

  15. Lufriend berkata:

    kak aku mau protes, masa sehun endingnya di penjara T_T
    tapi gak papa lah kalo bebas malah nambah panjang lagi ceritanya :v
    kasian bngt Kai, Baekhyun juga maksa sih :3
    makasih ya kak ff nya udah di tamatin.
    di tunggu ff The Lord Of Legend nya di lanjut

  16. Nanako gogatsu berkata:

    Udah ending…????:/
    aaarrgghhhttt…
    Bagian endingnya tu lhooo… Yang bikin q.. Geregetan.. Trus trus part sehun dikit amat yaaa…. Kurang…
    Mana kris udah nikah ma yoora lagi.., huhuhu… T.T

  17. chikaraenggar berkata:

    akhirnyaa happy endingg jugaaa…kris sama yoora akhirnya menikahhh…kai di pertemukan dengan eommanya..sehun chanyeol udah baikan..kris sama suhoo jugaa udahh baikann..yaampunn bener2 happy ending bangett..berasa ga rela cerita ini end😦

  18. Jung Han Ni berkata:

    Aku nangis pas akhirnya sehun dan chanyeol baikan T_T terharu..
    Cie akhirnya chanyeol ga
    menentang lagi hubungan kris dan yoora, sayangnya sehun ga bisa dateng ke acara pernikahannya, kai juga alay banget pake galau segala trus ga dateng wkwk, tapi untungnya dia skarang udah bahagia karna menemukan ibunya
    Ga terasa udah end, oh mi ja eonni jjang!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s