FF : GROWL CHAP. 42 a

 

Growl

Tittle              : Growl

Author            : Ohmija

Cast                : EXO and Park Yoora

Genre              : Action, Friendship, Family, Romance

Yang bagian B mungkin besok atau besok lusa yaa ^^

“Appa! Appa bangunlah! Appa!”

“Oh Sehun! Kau sudah sadar?!”

Suara-suara itu mengembalikan kesadarannya perlahan. Sehun membuka kedua matanya, mengerjapkannya beberapa kali agar pandangannya menjadi jelas. Setelah benar-benar sadar, ia menyadari jika kedua tangannya terikat ke belakang dan disampingnya Do Gyung Shik masuk tertidur di lantai dengan kedua tangan yang juga terikat ke belakang.

“Sehun, kau tidak apa-apa?”

Suara itu lagi-lagi menyadarkannya, pria itu mengalihkan tatapannya, menatap ke depan. Tepat di hadapannya, Luhan, Kyungsoo dan Yoora duduk dengan tubuh terikat di kursi, sedang menatapnya dengan tatapan menyesal karena lagi-lagi mereka harus melibatkannya.

“Kau tidak apa-apa?”ulang Yoora dengan wajah yang sudah basah.

Sehun tersenyum, mencoba menenangkan mereka bertiga sambil menggeleng.

“Mereka tidak menyakiti kalian, kan?” balas Sehun bertanya.

“Bodoh! Kenapa kau datang kemari? Kau pasti kabur dari rumah sakit, kan?”

Ia tertawa pelan, “Noona mengenal diriku dengan baik.”jawabnya lembut. “Bahkan jika aku tidak bisa berjalan sekalipun, aku akan tetap datang jika kalian berada dalam bahaya.” Kemudian ia mengalihkan tatapannya kearah Kyungsoo yang juga sedang menangis. “Maafkan aku, Kyungsoo. Aku berjanji untuk melindungi ayahmu tapi aku justru membawanya kemari. Karena aku sudah tidak memiliki jalan lain untuk menyelamatkan kalian.”

Kyungsoo menggeleng lemah, “Sejak dulu aku selalu mengikuti ucapanmu dan sekarang tidak akan ada yang berubah. Apapun yang terjadi, aku akan tetap mempercayaimu.”

“Terima kasih.”

“Kami tidak menemukan senjata apapun di tubuh mereka, juga tidak ada alat pelacak. Mereka benar-benar hanya datang berdua.”

Sebuah suara terdengar dan tak lama beberapa orang terlihat menuruni tangga. Sehun mencoba berdiri sambil meringis sesaat ketika dirasakannya pedih di bagian punggungnya.

“Kau benar-benar datang, nak?”sapa Oh Seho dengan senyuman lebar menyambut kedatangan Sehun. “Waaah, aku benar-benar kagum dengan daya tahan tubuhmu. Kau benar-benar kuat. Ibumu pasti membesarkanmu dengan sangat baik.”

Rahang Sehun perlahan mengeras, “Aku sudah datang jadi sekarang tepati janjimu. Bebaskan mereka.”tegasnya.

Oh Seho tertawa, “Apa kau tidak ingin mengobrol dengan ayahmu sebentar? Karena setelah ini mungkin kita tidak akan bertemu lagi.”

Sehun menggertakkan giginya, kepalanya bergetar menahan amarah, “Ayahku sudah mati. Jadi jangan pernah mengatakan jika kau adalah ayahku.”

“Kenapa? Apa kau malu karena memiliki ayah sepertiku?”balas Oh Seho mulai marah. “Lalu bagaimana dengan ibumu? Apa kau ingin mengetahui kenyataan yang sebenarnya, hah?!” Nada bicara Oh Seho meninggi, kemudian melangkah maju menghampiri Sehun. “Wanita yang selalu kau puja itu adalah wanita brengsek. Apa kau ingin tau apa pekerjaannya sebelum dia melahirkanmu?”

“Sehun, tidak! Jangan dengarkan dia!”teriak Yoora menggeleng kuat-kuat. Tangisnya pecah semakin deras. Jangan. Jangan katakan apapun tentang masa lalu. Jangan sakiti dia lagi.

Oh Seho menatap Sehun tepat di manik matanya lalu berkata dengan jelas, “Dia adalah seorang pelacur! Kau dengar?! Dia adalah wanita murahan yang aku sewa malam itu dan tanpa sengaja mengandungmu!”

Sehun langsung terperangah hebat, “Apa?”

“Aku mohon hentikan. Jangan katakan apapun. Aku mohon.”isak Yoora memohon.

“Aku sudah menyuruhnya untuk menggugurkanmu tapi dia menolaknya. Dia bilang dia akan membesarkanmu sendirian tapi setelah kau lahir, dia justru mengancamku dan menghancurkan hidupku! Dia… membuat rumah tanggaku hancur dan membuat ayahku tidak mengakuiku lagi sebagai anaknya. Dia bahkan memaksaku untuk terus memberikannya sejumlah uang untukmu! Lalu apa menurutmu kami berdua berbeda?!”

Sehun terhuyung mundur, kepalanya menggeleng kuat-kuat menolak kenyataan itu. Tidak. Ini semua pasti hanya kebohongan. Ibunya… tidak mungkin.

Oh Seho tersenyum menyeringai menatap Sehun, “Bagaimana rasanya memiliki orang tua bajingan? Rasanya pasti sangat sesak hingga kau lebih memilih untuk tidak di lahirkan, kan? Yah, harusnya wanita itu mendengarkanku dulu. Harusnya dia tidak melahirkanmu.”

Sehun menundukkan kepalanya, memejamkan matanya kuat-kuat membuat air mata yang sejak tadi berusaha ia tahan, menghujani lantai pijakannya. Dia masih bisa mengingat semuanya dengan jelas, bagaimana suara lembutnya saat menceritakan dongeng untuknya sebelum tidur dan bagaimana dia memeluknya ketika dia sedang menangis. Juga bagaimana caranya tersenyum. Dia mengingat semua itu. Sangat jelas. Dan dalam ingatannya, tidak ada hal buruk tentang ibunya. Ibunya adalah wanita hebat yang mampu membesarkannya seorang diri. Ibunya… dia bukan wanita jahat.

Sehun membuka kedua matanya dan perlahan mengangkat wajahnya, balas menatap Oh Seho dengan tatapan tajam, “Dia tetap ibuku. Tidak perduli bagaimana buruknya dia, setidaknya dia jauh lebih baik darimu, brengsek.”

Tiba-tiba Sehun menendang Oh Seho kuat hingga ia terjerembap ke lantai dan menendang sebuah kayu kearah bodyguard Oh Seho dan berhasil mengenai salah satunya. Menggunakan kesempatan itu, Sehun berlari menuju kearah jendela kaca dan langsung mengarahkan tangannya pada jendela kaca yang pecah, menggunakannya untuk membuka ikatan tangannya.

“Argh.” Ia meringis saat tanpa sengaja ia menggores telapak tangannya. “Bodoh.”umpatnya

Setelah ikatannya terlepas, ia berlari menuju bodyguard-bodyguard Oh Seho dan mulai terlibat perkelahian. Beruntungnya, bodyguard Oh Seho tidak sebanyak sebelumnya karena sebagian mereka sudah tertangkap. Jika dihitung, jumlah mereka hanya lima orang.

‘Satu, dua, tiga, empat, lima. Baiklah. Hanya lima orang. Setidaknya aku bisa menang jika mereka tidak memiliki senjata.’batin Sehun.

Yah, anggap saja ini adalah perkelahian sekolah yang biasa ia lakukan. Jangan takut dan lakukan saja.

Lima bodyguard itu mengelilingi Sehun, mengepungnya di tengah-tengah seolah dia adalah mangsa yang siap di santap. Sementara Kyungsoo, Luhan dan Yoora hanya bisa berharap-harap cemas menonton perkelahian itu. Dia belum pulih namun dia harus berkelahi lagi.

Sehun tersungkur ke lantai begitu ia mendapat tendangan, kemudian buru-buru berguling ke kanan untuk menghindari serangan lain. Pria itu berdiri sambil meringis sesaat, perutnya terasa pedih akibat tendangan itu. Tidak di berikan waktu untuk beristirahat, para bodyguard itu kembali menghampirinya dan menghujaninya dengan pukulan. Sehun mundur beberapa langkah, menghindari pukulan itu. Lalu menendang salah seorang bodyguard dengan tendangan keras, tangan kanannya meraih sebuah botol yang ada di atas meja dan memukulkannya ke kepala bodyguard yang lain.

Melihat kemungkinan jika Sehun bisa memenangkan perkelahian itu, Oh Seho mengeluarkan pistolnya dari saku celananya dan mengarahkannya kearah pria tinggi itu. Melihat itu, mata Luhan seketika melebar.

“SEHUN!”

Sehun menoleh , bertepatan dengan peluru yang berhasil menembus lengan kanannya. Seketika darah segar mengucur dari lengannya, pria itu seketika terhuyung. Menggunakan kesempatan itu, salah seorang bodyguard langsung memukulnya hingga ia tersungkur ke lantai. Dan ketika ia nyaris mendapat injakan di dadanya, bunyi suara tembakan lebih dulu terdengar. Seorang bodyguard tumbang akibat tembakan itu tepat mengenai kaki kanannya.

“Angkat tangan atau aku akan menembak kalian.” Kris, Suho, Chanyeol dan Tao muncul.

Kris mengarahkan pistolnya kearah bodyguard-bodyguard itu sementara Suho langsung bergerak menuju Oh Seho dengan pistol yang juga terarah padanya. Chanyeol bertugas untuk melepaskan ikatan Yoora, Kyungsoo dan Luhan. Sedangkan Tao langsung menghampiri Sehun.

“Kau tidak apa-apa? Kau terluka.”

Sehun menggeleng pelan, tangan kirinya menutupi bekas luka tembakan di lengan kanannya karena darahnya tidak juga berhenti mengucur. Melihat wajah sahabatnya yang sudah mulai memucat, Tao langsung merobek kausnya hingga membentuk untaian kain panjang dan mengikatnya di lengan Sehun.

“Aku tidak apa-apa. Cepat tolong Do Gyung Shik. Dia pingsan.”

“Tapi… Sehun…”

“Aku tidak apa-apa, Tao.”

Sehun mendorong tubuh Tao pelan. Menatap pria itu sesaat, akhirnya Tao beralih pada Do Gyung Shik.

“Appa, appa ayo bangun.”

Yoora memeriksa denyut nadi Do Gyung Shik lalu berseru, “Sepertinya dia hanya shock akibat pukulan di bagian belakang kepalanya. Dia tidak apa-apa.” Kemudian wanita itu mengalihkan tatapannya ke Sehun yang sedang berdiri tertatih, “Sehun…”

Sehun mengabaikan itu, terhuyung-huyung ia menghampiri Suho dan Oh Seho. Di tatapnya pria paruh baya itu lurus.

“Menyerahlah.”serunya serak. “Jika kau menyerah, aku berjanji semuanya akan baik-baik saja. Kita bisa hidup dengan tenang di suatu tempat. Aku akan bekerja dengan giat dan memastikan jika kau akan hidup bahagia. Jadi jika kau mau berubah—“

“Kau gila?”sengit Oh Seho. “Aku sudah sejauh ini dan kau menyuruhku untuk berhenti?! Tidak! Aku tidak akan melakukannya!” Ia menggeleng kuat-kuat. “Aku tidak akan mempercayai kalian!”

“Kau tidak akan bisa mempercayai siapapun karena hatimu sudah tertutup oleh keserakahan.”sahut Suho. “Jika kau terus seperti itu, sampai matipun, kau akan terus hidup kesepian.”

Oh Seho tersenyum menyeringai, “Kau pikir kita berbeda?”serunya. “Kau tidak mengetahui apapun, Junmyeon. Kau tidak tau jika selama ini kau sudah di bodohi.” Kening Suho berkerut mendengarnya. “Apa kau ingin tau siapa yang memerintahkanku untuk menghancurkan NSA?” Oh Seho menatap Suho lurus-lurus. “Elisabeth Greith. Kau pasti tau nama itu, kan?”

Mata Suho seketika melebar, ia terperangah hebat.

“Yah, dia adalah orang yang menyuruhku untuk menghancurkan NSA. Dia yang memerintahkan kami untuk melakukan pembunuhan malam itu.” Oh Seho maju beberapa langkah ke depan. “Ketua FBI, orang yang sangat kau percaya dan sekarang… ketua kami.”

“Tidak mungkin…”

“Yang ku katakan adalah kenyataan. Elisabeth yang mengatur ini semua. Dia juga yang menyarankan kerja sama ini. Dia adalah alasan kenapa semua kasus yang berhubungan dengan organisasi ini di tutup. Karena dia memiliki banyak kaki tangan.” Oh Seho semakin melebarkan senyumannya. “Dan apa kau ingin tau siapa pengkhianat yang memberitahu kami dimana keberadaan markas kalian dan orang tuamu?” Oh Seho menunjuk pria tinggi yang sedang berdiri tak jauh di belakang Suho dengan dagunya. Perlahan, Suho menoleh ke belakang dan mendapati Kris sudah berdiri dengan kepala tertunduk dalam. Tidak berani membalas tatapannya.

Suho menelan ludah, “Itu… tidak benar, kan?”

“Suho, dengarkan aku, ini hanya kesalahpahaman.” Sehun mencoba membujuknya.

Suho menoleh kearah Sehun, “Kau bahkan juga mengetahuinya.”serunya serak. “Dan kau tidak memberitahuku?”

“Suho…”

“Sehun, aku pikir kita adalah teman baik.”

“Suho, dengarkan aku dulu.”

“Itu tidak benar.” Suara Do Gyung Shik terdengar pelan. Pria itu mencoba duduk, di bantu Kyungsoo. “Aku tau jika mereka selalu mengancam Kris. Kris melakukan ini karena dia terpaksa. Kau harus—“

“Itu benar.” Pada akhirnya pria tertunduk itu mengangkat wajahnya, membalas tatapan Suho dengan sorot menyesal. “Aku adalah pengkhianat yang selama ini kau cari.”

Rahang Suho mengeras, ia melangkah dengan langkah-langkah panjang menghampiri Kris dan seketika ujung pistol telah menempel di keningnya.

“Kau sudah mendapatkan semuanya, apa itu masih tidak cukup?”desisnya tajam. “Kau memiliki orang tua, kau memiliki seorang adik, dan kau juga mendapatkan gadis itu. Apa semua itu belum cukup?” Perlahan air mata Suho menetes. “Bukankah kau tau bagaimana sulitnya hidupku selama ini? Orang tua kandungku sangat miskin hingga mereka terpaksa menitipkanku di panti asuhan! Adik kandungku selama ini membenciku karena dia menganggap aku telah melupakannya! Kau tau bagaimana sulitnya aku menjalani hidupku selama ini, hah?!”

“Maafkan aku, Junmyeon.”

“Kau ini benar-benar egois. Kau sangat egois!” Suho menarik pelatuknya, sudah akan menembak namun dengan cepat Tao menahannya.

“Tidak, Suho. Jangan dengarkan dia. Dia melakukan ini untuk mengadu domba kita!”

“Minggir Tao. Lepaskan aku!”

“Aku tidak akan mati sendirian.”ucap Oh Seho dingin. “Aku akan membawa kalian semua mati bersamaku.” Pria itu mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya, sebuah tombol berwarna hitam.

“Tidak mungkin…”

“Kita akan mati dalam lima menit.” Oh Seho menekan tombol itu dan sebuah bunyi tiba-tiba terdengar.

“Kita harus segera keluar!”jerit Yoora. “Ada bom di tepat ini!”

 

DORR

 

Bunyi tembakan tiba-tiba terdengar bertubi-tubi, semua orang langsung menunduk, menghindari tembakan itu. Setelahnya, mereka mendapati semua bodyguard telah tersungkur di lantai dengan luka tembak tepat di dada mereka.

Kyungsoo, membuka matanya pelan, langsung melihat ayahnya yang sedang tersenyum kearahnya. Pria itu balas tersenyum, namun senyuman itu langsung memudar begitu ia mendapati noda merah yang perlahan mewarnai bajunya.

“Appa…” kedua matanya sontak melebar. “APPA!” Pria mungil itu mengguncang tubuh Do Gyung Shik kuat. “APPA SADARLAH! APPA!”

“Maafkan appa, nak. Kita tidak memiliki banyak hari-hari menyenangkan. Appa justru menyakitimu dan membuatmu sedih. Maafkan appa.”

“Appa, tidak, aku mohon… Appa!”

“Appa bangga padamu, Kyungsoo..” Kedua mata itu tertutup, tangannya perlahan lunglai terjatuh.

“APPA!!!!”

“Kau memang brengsek!” Chanyeol mengeluarkan pistolnya, menghampiri Oh Seho dan langsung mengarahkannya ke kepala pria itu. Seketika Yoora dan Sehun terperangah. “Kau adalah pembunuh.”desisnya penuh kebencian.

“Chanyeol? Paman tidak tau jika kau tumbuh sebesar ini. Bagaimana kabarmu?”balas Oh Seho santai. “Jangan khawatir. Sebentar lagi kau bisa bertemu dengan orang tuamu. Kau pasti merindukan mereka, kan?”

“Kau adalah orang yang sangat aku benci. Seumur hidup, aku tidak akan memaafkanmu.” Chanyeol menarik pelatuk pistolnya.

“Chanyeol!” Namun Sehun dengan cepat berdiri di depan Oh Seho. Kedua tangannya merentang lebar, melindunginya. “Tidak, Chanyeol . Aku mohon.”

“Minggir Sehun. Atau aku akan menembakmu.”

Sehun tetap menggeleng, “Chanyeol… dia… dia ayahku. Aku hanya memilikinya. Aku mohon, jangan.”

“AYAHMU ADALAH PEMBUNUH! DIA TELAH MEMBUNUH ORANG TUA DAN KAKEK NENEKKU!!”bentak Chanyeol. “Aku akan membalaskan dendam mereka. Aku akan membunuhnya!”

“Chanyeol, hentikan. Dengarkan noona. Kau bukan pembunuh. Jangan lakukan itu.”Yoora juga berusaha membujuknya.

“Aku mohon. Maafkan aku, Chanyeol. Maafkan aku. Tapi aku mohon. Jangan lakukan itu.”

“Minggir Oh Sehun.MINGGIR!”

“Tempat ini sudah di kepung. Sebaiknya kalian menyerahkan diri.” Tiba-tiba sebuah suara dari pengeras suara terdengar. Suara sirine polisi juga helicopter terdengar bersaut-sautan di luar gedung.

Seketika Oh Seho menjadi panik. Jika begini rencananya akan gagal. Pria itu mengambil sebuah pistol yang tergeletak di lantai dan mengarahkannya ke bagian belakang kepala Sehun.

 

DORR

DORR

DORR

 

Ketika suara tembakan kembali terdengar. Semua orang langsung menoleh ke sumber suara. Kyungsoo telah berdiri dengan pistol di tangannya, ketika Sehun mengikuti arah pistolnya tertuju, ia mendapati Oh Seho sudah meluruh ke lantai dengan pistol yang terarah kearahnya.

Tidak mungkin…

“Aku tidak akan membiarkanmu membunuh sahabatku.”

“Appa…” lirih Sehun. “APPA!”

Namun Kris langsung menahan tubuhnya dan menyeretnya pergi, “Kita harus pergi, Sehun. Tempat ini akan meledak.”

“Tidak. Appa! Kris ayahku disana! Aku mohon selamatkan ayahku. APPA!”

Kris terus menyeret tubuh Sehun sementara yang lain juga menyelamatkan diri mereka. Tersisa satu menit lagi sebelum tempat ini meledak. Sehun sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk berontak, tubuhnya telah kehilangan seluruh kekuatannya. Kris langsung mendoronh tubuh Sehun begitu mereka berhasil keluar gedung sementara dirinya langsung tiarap di tanah. Dan berikutnya sebuah ledakan terjadi, membakar seluruh bangunan.

Sehun menoleh ke belakang dengan tangis yang benar-benar pecah. “APPA!” Ia berdiri, bergegas kembali memasuki gedung namun Luhan langsung memeluk tubuhnya erat.

“Sehun… Sehun, hentikan.”Luhan juga menangis.

“Luhan, ayahku… ayahku…”

Luhan menghusap-husap kepala sahabatnya itu tanpa mengatakan apapun lagi. Tuhan, biarkan ini berakhir sekarang.

***___***

 

Hidungnya mencium bau yang tidak asing. Matanya mengerjap dan perlahan terbuka. Belum sempat mengumpulkan seluruh kesadarannya, tiba-tiba seseorang memeluknya sambil menangis.

“Kau tidak apa-apa? Kenapa kau selalu membuat oema khawatir, huh?”

Ketika dia tersadar, itu adalah pelukan seorang ibu.

Ibu Luhan mengatupkan kedua telapak tangannya di pipi Sehun, “Oema pikir kau akan mati. Oema pikir kau akan meninggalkan oema.”ia kembali memeluk Sehun. “Maafkan oema karena tidak bisa melindungimu. Maafkan oema.”

Sehun tersenyum, ingin rasanya membalas pelukan itu tapi tangannya tidak bisa bergerak. Rasanya sangat sakit. “Oema, aku tidak apa-apa. Aku tidak akan pergi kemana-mana.”

“Oema, Sehun sudah sadar sekarang. Jangan menangis lagi.” Luhan menghusap punggung ibunya lembut.

Ketika pelukan itu terurai. Mata Sehun langsung beralih pada seseorang yang sedang berdiri disamping, juga mengenakan pakaian yang sama dengannya.

“Kau sudah sadar?”tanyanya.

Sehun tersenyum, “Bukankah seharusnya aku yang menanyakan itu? Kau sudah sadar?”

“Yeaaah, aku tersadar dua hari lalu tapi kau justru yang tertidur.”jawabnya dengan gaya santai seperti biasa. “Kau koma selama tiga hari.”

“Setidaknya tidak selama dirimu.”

“Cih, kau tetap keras kepala.”

“Aku senang kau sudah sadar. Kau memang tidak terkalahkan, Oh Sehun.”sahut Kris.

“Aku sudah bilang, kan?”serunya terkekeh. “Tapi ngomong-ngomong, bagaimana dengan—“

“Jangan khawatir. Minho sudah mengurusnya. Dia sudah menangkap semua orang yang terlibat tapi….”

“Tapi apa?”

“Pengadilan telah menjatuhkan hukuman untukmu karena kau terbukti menerobos masuk ke kantor polisi dan mencuri informasi penting. Aku tidak bisa membantumu karena kau memiliki banyak catatan hitam tapi pengadilan telah meringankan hukumanmu karena kau telah membantu membubarkan organisasi itu dan statusmu sebagai pelajar.”

Sehun menjawabnya dengan senyum, “Berapa lama aku harus berada disana?”

“Satu tahun. Mereka memutuskan untuk menghukummu selama satu tahun.”

“Tuan, apa tidak bisa di kurangi lagi? Aku tau anakku bersalah tapi—“

“Maafkan aku, omoni. Aku sudah berusaha membantunya tapi ini adalah keputusan pengadilan.”

“Oema, jangan khawatir. Aku akan kembali dengan cepat dan menjadi anak yang lebih baik. Ini adalah hukumanku.” Sehun mencoba menenangkan ibu Luhan.

“Tapi, tidak hanya Sehun yang terlibat, aku juga. Kenapa aku tidak ditangkap?”tanya Kai.

“Karena hanya Sehun yang menerobos masuk jadi…”

“Aku akan pergi.”sahut Sehun dengan nada tegas. “Setelah aku sembuh, aku akan pergi.”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

24 thoughts on “FF : GROWL CHAP. 42 a

  1. osehn96 berkata:

    aku baca ini backsong nya ariana grande yg be my baby samse gk nyambung taaapiii speechless sama ceritanyaaa. Tuh kaaaan ternyata sehun masih butuh bapaknya. Aduuuh berkacaa2 masih pengen bacaa yaaa ampun authoor pengen peluuuuuuuuk.

  2. desi mulya berkata:

    Huhh.. Lega legaa 😂😂 yaa walaupun sehun sedih karna oh seho meninggal, tapi seengganya cast utama nya ga ada yg meninggal 😂 .. Sehunnie sekarang jangan sedih dan merasa bersalah lagi,, semua nya udah selesai.. Yang part B nya besok yaa 😁😁 . oiyaa maaf unn menurut aku alurnya agak kecepatan, tapi gapapa deh tetep seru kok 😊
    Update besok ya (maksa)
    #fighting

  3. RAIN berkata:

    Rada kecepetan dikit ya kayaknya, tpi tetep baguss, sehun meskipun ayahnya jahat tp dia tetep sayang, duh terharuu, syukurnya gaada yg terluka meskipun ak berharapnya ada drama dulu, tapii ditunggu next chapnyaa

  4. han berkata:

    kai sadar?? syukurlah senang skali kai sadar ..
    mwoya sehun bkal dipenjara ? apaan2 itu bahkan dia menyelamatkan negara loh dia msuk kantor polisi itu untuk kslamatan mreka semua dan apa2in knpa dia dipenjara dgan apa yg dilakukan itu, aish jjinja greget sekali ..
    ditunggu next chapternya
    selene 6.23 pliss update

  5. Hilma berkata:

    astaga., sehuniee….
    seneng semua baik-baik aja… :)))
    tapi, apakah sehunie harus dipejara???
    aaa, janji update bsok / lusa nee chinguu
    ditunggu lohhh
    hehehehe

  6. bLueee^^ berkata:

    part B sudah endingkah??
    waahh udah ketangkep semua penjahatnya tp kenapa sehunnya harus dihukum??
    tp yg penting happy ending kaaan

  7. irnacho berkata:

    gue mau nangis pas bagian sehun lindungin ayahnya. gue mau nangis pas suho teriak kecewa sama kris karena tahu selama ini kris yg berkhianat. gue pengen nangis pas akhirnya tau kai udah sadar. di part ini semua scenen bikin gue pengen nangis. kenapa di bagi dua mija? ini padahal pendek loh

  8. Oh Secca berkata:

    Aku ko mau nangis yah baca part ini. ff ini bener keren, oh mija emang daebak. masi ada part B nya semoga ga langsung end.
    syukurlah SeKai udah pada sadar.
    aku selalu suka ff nya oh mija, di tunggu karya2 lain nya 😊

  9. ellalibra berkata:

    Hueeeeeeeeeee …. Sedih bgt eon huhuhuuu .. Sehun nemu fakta baru lg ttg ibunya gmn g menyedihkan jd sehun cb malang nian nasibmu nak … Y ampun sehun dipenjara ?? Tp untungnya dy g mati … Smg dy bs bahagia nanti ny sehun bahagia eon kereeen bgt fighting eon dtunggu neeeeeeext ^_^

  10. wikapratiwi8wp berkata:

    Kalo baca ff mija bohong banget kalo gal nangis hahaha do?? Again?? Sehun lagi?? Uuffhhh pengorbanan kalian ya semuanya.. Tapi masih aja masih harus jelasin semuanya sama Suho.
    Ciyeeee Kai sadar.. Hahaha

  11. HunHo_Suho berkata:

    Satu tahun😅😅😅 ulululu itu mah lama kaaakk apalah daya sehun dia padahal udah berkorban tapi pen nangis laaahhh😭😭😭 di sini semua orang tua pada mati, ayah kyungsoo, ayah sehun and ayah kai, plis yaaah cuma luhan yg masih ad ibu😢😢 sehun strong banget dan errr itu si kamjong kapan sadar??? Dia gk tau bapaknya udh mati??? Ululululu pasti next bakal seru lagi 😘😘 semangat terus kaaaaakkk mijaaaaa !!!!!!🙌🙌🙌💪💪💪💪💪

  12. Nanako gogatsu berkata:

    Sehun mo di penjara.,,,.,???!!!!!! Uwaaaaaaa…. -A-
    mana besok ending lagi… Huhuhu T.T padahal ni ff yg paling kutunggu” selain the lord of the legend.. Hiks hiks hiks.. Sedih rasanya pisah ma ni ff… 😥

  13. Jung Han Ni berkata:

    Sehun berusaha ngelindungin bapanya tapi malah mau dibunuh sama bapanya, jahat banget T_T
    duhh sehun mau dipenjara? Andwae! T_T kasian sehun..

  14. diyah pudji rahayu berkata:

    omg sehun mo d penjara lgi, tragis bnget hun, bener” keren lah mija ni, tiap ff ohmija selalu keren, ok sampe chap akhir, thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s