The Miracles Of Magic 5

Untitled

Author                     :   Park Yurin ~Twitter~ {@Park_Yurin94}

Tittle                      :   The Miracles Of Magic

Genre                       :   Sad, BrotherShip, Fantasy And FriendShip

Length                 :  Chapter 5

Cast                    :   Byun Baekhyun, Oh Sehun, Park Chanyeol, Kim Seulgi

Support cast        :   Taeyeon, Mark, Ten,Ilhoon, Shindong DLL

 

Happy Reading

“Pergilah!! kau tak pantas disini!!” ~~
“Aku tau Mr.Cornelius! tapi aku harus menyelesaikan mimpiku dulu!”~
“Jangan berbuat macam-macam Lord!”
“Hahaha….. Kenapa?”
“Pikirkan baik-baik Lord. Kau masih bisa kembali kesini. Jangan membuat dunia sihir makin membencimu!”
“DIAM KAU!! Aku tau apa yang kulakukan! Evara Kadavra!”
“Ti— AAARRGG….”

“AYAH!!!” Sehun terbangun dari tidurnya. Nafasnya terengah-engah dengan peluh yang membasahi dahinya. Ia mengalami mimpi buruk.
“Ada apa Sehun?” Baekhyun yang bangun karena teriakan Sehun mendekat kearah adiknya itu.
“Hyung…” Sehun memeluk kakaknya itu. air matanya mengalir membasahi pipinya “Aku memimpikan ayah! Ayah…..dibunuh….” Suara Sehun tercekat karena ketakutan.
“Tenanglah! Aku disini” Ucap Baekhyun sambil menepuk-nepuk punggung Sehun
“Aku takut Hyung. Bagaimana jika ia kembali?!”
“Kenapa takut? Bukannya kita akan mengalahkannya! Kita pasti bisa mengalahkannya Sehun, Percaya padaku” Sehun menatap kakaknya itu.  Genggaman tangannya pada sang kakak mengerat.
“Kita berdua akan mengalahkannya kan Hyung? Kita berdua!”Lirihnya. Baekhyun tersenyum dan mengangguk. “Kita berdua pasti mengalahkannya!”

~oOMorning ClassOo~

“Akhh… Apa yang kau lakukan Seulgi?!” Ucap Sehun sambil memegang kepalanya yang berdenyut karena dihantam oleh setumpuk buku oleh perempuan yang ada didepannya itu
“Memukulmu!” Jawab Seulgi datar
“Dan kenapa pula kau memukulku?”
“Karena kesalahanmu!”
“Dan apa kesalahanku Mrs. Aqila yang terhormat?!” Desis Sehun karena mulai kesal pada Sahabat perempuannya ini. Seulgi mendelik kearah Sehun.
“Aigooo…kau lupa nak! Kemarin, Kenapa kau meningalkanku berdua dengan Kakakmu? Bukannya kau bilang bahwa kemarin ‘KAU’ yang akan mengantarku ke asrama!” Sehun berdehem dan mengalihkan pendangannya dari mata Seulgi yang menatapnya tajam. Ia berpikir untuk mencari jawaban yang tepat untuk sahabatnya ini.
“A..aku— tapi kau senang kan? Bukannya kau menyukai kakakku. Aku membantumu untuk mendekatkan diri dengannya!”
^PLAK
“Aaakkkhh….. Seulgi!! Sakit!” Erang Sehun yang kembali mendapat pukulan ‘manis’ dari Seulgi.
“Kau bodoh ya?! Oke! aku mengakui bahwa aku mengagumi kakakmu. Tapi, itu hanya sebatas mengagumi Sehun, tak lebih.”Kesal Seulgi pada Sehun yang masih mengerang memegang kepalanya itu.
“Mianhae~~ aku tak tau!” Sehun menatap Seulgi menyesal.
“Hah… sudahlah, jangan lakukan itu lagi. Ayo kekelas! Sebentar lagi ada kelas meramal!” Sehun mengikuti Seulgi dibelakangnya menuju kelas meramal yang mereka ikuti.

“Selamat datang anak-anakku!” Sapa Mrs. Reva sambil memasuki kelas mereka. Ia menaruh buku nya di mejanya lalu mendekati para murid yang memperhatikannya. “Dalam ruangan ini, kalian semua akan mempelajari seni meramal. Jika kau memiliki kemampuan melihat, kau akan menemukan masa depan. Dalam tahun ajaran kalian, kita akan mempelajari sebuah seni meramal bernama ‘Mancy’. Mancy ini adalah seni meramal dengan cara membaca daun teh. Semuanya ambil cangkir yang ada di samping kalian!” Semua murid mengikuti intruksi yang diperintah oleh Mrs. Reva. Mereka mengambil cangkir yang didalamnya sudah tersedia sebuah ampas daun teh.
“Ampas itu akan membentuk sebuah gambar. Dalam gambar-gambar itu, memiliki sebuah makna yang terkandung didalamnya! Ada yang mau mencoba?!” Seulgi mengangkat tangannya. Mrs. Reva mendekatinya, Seulgi segera memberikan cangkirnya pada Mrs. Reva. Mrs. Reva tersenyum tipis, ia melirik kearah Seulgi yang menatapnya harap.
“Apa kau sedang jatuh cinta?!” Tanya Mrs. Reva
“Ne?! A..aniyo!”Jawab Seulgi gugup
“Hooooo…….!!” Semua murid yang ada di kelas itu meneriaki Seulgi bermaksud untuk menggodanya tak terkecuali Sehun.
“Terlihat jelas disini Mrs. Aqila! Kisah cintamu memang tak seperti seharusnya. Akan ada sebuah keraguan juga pertentangan hati nantinya. Pilihlah orang yang terbaik juga yang ada selalu untukmu, itu saranku!” Muka Seulgi memerah mendengar penuturan Mrs. Reva. Ia menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang semerah tomat itu. Sehun yanga ada di dekat Seulgi segera mendekatinya lalu menyenggolnya dan tersenyum menggoda ke arah Seulgi
“Jatuh Cinta?! Kurasa aku tau siapa ‘dia’.” Goda Sehun
“Diam Kau!” Desis Seulgi. Sehun segera menormalkan raut wajahnya agar tak menyebabkan Seulgi semakin marah padanya.

Mrs. Reva mendekat kearah Sehun. Ia menatap mata Sehun dalam.
“Mr. Selius berikan cangkirmu!” Sehun yang baru tersadar bahwa Mrs. Reva berada di depannya segera memberikan cangkirnya pada gurunya tersebut.

Mrs Reva memegang cangkir Sehun. Ia menatap ampas daun teh yang ada di Cangkir Sehun. Matanya membola melihat gambar itu
^Prang…..
Pegangannya pada Cangkir Sehun terlepas setelah menatap gambar yanga ada di dalamnya sehingga cangkir itu pecah. Ia menatap Sehun iba.
“A..ada apa?”Tanya Sehun
“Kau…Kau mendapatkan Grim!” Ucapan Mrs. Reva mengagetkan semua murid yang ada disana.
“Grim? Apa itu?!” Sehun menengok kearah Seulgi untuk menanyakan maksud dari ucapan Mrs. Reva
“Grim, adalah gambar wujud seekor anjing. Sebuah petunjuk paling seram didunia, yang menandakan akan adanya…..kematian!”Jelas Seulgi sambil menatap Mata Sehun.
Sehun mengepalkan tangannya. matanya menatap lurus pada pecahan cangkirnya yang berserakan dilantai ‘Kematian? Apa semua ini sudah dimulai?!’Batin Sehun

desisan ular di tengah hutan mengiringi seorang pria paru baya yang berjalan sendiri disana. ia menatap ular itu, seringaian ia tampilkan pada sang ular.
“Bukankah ini akan jadi kabar yang baik untuk tuan besar?” Ucapnya. Ia memasuki sebuah rumah yang tampak tak berpenghuni disana. ia melangkahkan kakinya menaiki tangga dalam rumah itu.
“Tuan!” badannya menunduk saat ia melihat tuannya duduk di sana.
“Oh Wormtail! Apa kau sudah datang?!” Pria yang dipanggil ‘Wormtail’ itu pun menganggukkan kepalanya lalu berjalan mendekati sang tuan
“Tuan Dark Lord, aku mempunyai kabar baik untukmu”
“Apa itu?!”
“Musuhmu! Musuh kesayanganmu berada disana bersama sang kakak. Mereka telah menyatu tuan!” Ular yang sedari tadi berada di belakang Wormtail mendekat kearah Dark lord. Ia melilitkan ekornya pada kepala sang tuannya itu.
“Dia disana! akhirnya. Setelah menunggu selama 15 tahun, akhirnya ia kembali. Mereka bersama! Mereka yang membuatku seperti ini. bergantung hidup pada darah Unicorn dan menjadi pendosa. AKHIRNYA!!” Hembusan angin mengerikan Wormtail rasakan disana. senyuman bangga ia tampilkan pada sang tuan.
“Bagus Wormtail! Kau sudah sangat membantuku saat ini!”
“Tidak Tuan. Ini tidak ada apa-apanya untukku! Aku tidak akan mengecewakanmu”Jawab Wormtail
“Bagus! Pertama kita harus mengumpulkan kawan-kawan kita dulu. Panggil mereka untuk berunding untuk kebangkitanku. Dan saat aku bangkit, ‘kesayanganku’ akan musnah. Sama sepertiku dulu!” Seringaian mengerikan Dark Lord tampilkan. Ia akan membalaskan dendamnya pada mereka. Membalaskan dendam karena telah membuatnya menjadi sangat mengerikan seperti ini. membuat tubuhnya menjadi seperti seonggok daging hidup yang tak memiliki kesempatan hidup.

Sehun duduk menyendiri di danau Mail yang ada di dekat sekolahnya. Ia sesekali melempar kerikil yang ada didekatnya ke dalam danau itu. pikirannya berkecamuk memikirkan kejadian di kelas meramalnya tadi.
-“Grim, adalah gambar wujud seekor anjing. Sebuah petunjuk paling seram didunia, yang menandakan akan adanya…..kematian!”
perkataan Seulgi terus terngiang dalam pikirannya. Ketakutan yang selama ini ia khawatirkan kembali muncul. Ia takut bahwa suatu hari hanti sesuatu yang buruk akan terjadi padanya ataupun kakaknya.
“Sehun-ah!” Suara yang familiar ditelinga Sehun membuat ia menolehkan kepalanya. Mata bersiborok dengan mata sipit yang menatapnya khawatir.
“Hyung? Ada apa?” Bakhyun mendekat kearah Sehun. Ia mendudukkan dirinya di dekat adiknya itu sambil menaruh setumpuk buku yang dibawanya dari perpustakaan tadi. “ Aku sudah dengar dari Luna. Grim, Apa kau mendapatkannya?” Pertanyaan Baekhyun membuat Sehun mau tak mau menganggukkan kepalanya. Mereka sama-sama terdiam setelah jawaban Sehun.
“Apa..itu pertanda, Hyung?”Pertanyaan lirih Sehun memecah keheningan mereka. Baekhyun terdiam tak menjawab. Ia juga sangat khawatir dengan situasi saat ini. ia sangat takut kejadian bertahun-tahun lalu terulang. Ia takut kehilangan permata berharganya lagi.
“Apa…ketakutanku akan terjadi? Apa…ia akan…kembali?” Sehun memejamkan matanya. Ia merasa sangat buruk sekarang.
“pertanda? Aku tak yakin itu adalah pertanda Sehun-ah. aku tak pernah mempercayai ramalan, itu hanyalah sebuah pernyataan yang tak pasti. Tapi, entah kenapa sekarang aku terpengaruh kedalamnya. Sejam yang lalu aku ditemui oleh Mr. Choi. Ia berkata padaku bahwa ia merasakan sebuah hal janggal, hal janggal yang sama seperti 15 tahun yang lalu” Sehun menolehkan kepalanya dramatis kearah Baekhyun, ia menatap kakaknya terkejut “untuk yang sekian kalinya aku merasa sangat khawatir. Kejadian yang tak kuinginkan terulang kembali, mungkin akan terjadi. Aku tidak tau harus bagaimana?”Lirih Baekhyun
“Aku tau perasaan kalian?” kedatangan seseorang yang tiba-tiba membuat Sehun dan Baekhyun terkejut. Mereka menoleh secara bersamaan melihat kedatangan Mr.Choi yang tiba-tiba.
“aku juga merasakannya. Ketakutan, kekhawatiran, dan kegugupan, aku merasakan semuanya. Aku hanya bisa berharap bahwa hal janggal yang aku rasakan, juga pertanda yang Sehun dapat adalah hanya sebuah pernyataan yang tak pasti, persis seperti yang Baekhyun rasakan setiap ia mendapat ramalan buruk di pelajaran ramalannya” penjelasan dari Mr. Choi membuat Sehun dan Baekhyun juga merasa berharap. Mereka hanya bisa berdoa agar kejadian yang selama ini mereka takutkan tak terjadi. Terjadi keheningan dari tiga orang itu. dalam keheningan itu Mr.Choi teringat sesuatu.
“Baekhyun-ah! pertandingan Wizard akan diadakan minggu depan!” Baekhyun menoleh cepat kearah Mr. Choi. Ia masih merasa Syok akan pertanda buruk tadi, dan sekarang ia akan mendapat pertanda yang lebih buruk dari ucapan kepala sekolahnya itu “Kau akan diikut sertakan dalam pemilihan peserta itu!” lanjut Mr.Choi.
“APA?! Aku?! Kenapa?!” teriakan Baekhyun membuat Sehun yang sedari tadi hanya menatap bingung pada Mr.Choi itu tersikap. Ia mungusap telinganya yang berdengung akan teriakan kakaknya yang sangat keras.
“kau sudah 17 belas tahun Baekhyun-ah! kau sudah waktunya untuk ikut dalam turnamen itu! aku tak menerima penolakan, kau akan tetap ikut dalam turnamen itu” Baekhyun hendak menolak saat tiba-tiba saja kepala sekolahnya itu sudah menghilang dari hadapannya.
“Ahh..sial!”Umpat Baekhyun. Sehun melirik kakaknya itu simpati
“Kenapa Hyung? Kau terlihat khawatir” Baekhyun menatap adiknya memelas. Ia mengerucutkan bibirnya lalu menumpukan dakunya pada kedua lututnya.
“Kau akan tau nanti. Bagaimana buruknya berada dalam turnamen menyebalkan itu. hah…”Helaan nafas Baekhyun membuat Sehun semakin prihatin kepada kakaknya itu. ia menggerakkan tangannya untuk menepuk punggung sang kakak bermaksud untuk memberi sedikit semangat kepada kakak tercintanya itu.
“Kau bisa Hyung! Aku akan selalu menyemangatimu!” Ucapan Sehun membuat semangat Baekhyun tersulut. Ia masih punya adiknya untuk menyemangatinya, ia masih punya ke tiga sahabatnya yang bisa ada disampingnya. Ia harus semangat, walaupun turnamen yang ia lakukan mengancam keselamatan dirinya. ia pasti bisa.

~oONightOo~

Seluruh murid berkumpul di aula besar itu. mereka tampak sangat bersemangat saat medengar kabar bahwa salah satu turnamen yang mereka tunggu akan dimulai. Terkecuali dengan Baekhyun. Anak ini tampak sangat malas duduk ditempatnya dan ditemani oleh ketiga sahabatnya juga adiknya itu.
“Hey Baek! Kenapa kau terlihat sangat buruk!” Ucapan Chanyeol sukses membuat semua mata sahabatnya menoleh kearah Baekhyun.
“Aku malas!”Jawab Baekhyun datar
“Oh tuhan!! Kau dipilih sebagai perwakilan asrama Griffindor Baek. Jangan bilang kau tak ingin melakukannya.”
“Ya. Aku tak ingin melakukannya”
“sudah kuduga!” Chanyeol menggelengkan kepalanya. Ia menatap Sehun yang masih menatap kakaknya iba. Baekhyun terlihat sangat menyedihkan dari mata Sehun.
“Jangan menatapnya seperti itu! kau tau, jika kita bisa memenangkan turnamen ini banyak sekali keuntungan yang bisa kita dapat. Salah satunya menghancurkan David!” Ucap Chanyeol. Sehun mengerutkan keningnya mendengar ucapan Chanyeol
“David? Siapa dia?” Tanya Sehun
“Kakak dari Hans lee. David Lee!” Itu jawaban Luna. Sehun dan Seulgi menganggukan kepala mereka.

Seseorang dibelakang Sehun dan Baekhyun membuat Chanyeol menolehkan kepalanya. Ia mengangkat satu alisnya saat melihat siapa orang itu.
“Kau terlihat menyedihkan Mr.Baernelius!” Suara menjengkelkan itu terdengar oleh telinga Baekhyun. Ia mendongakkan kepalanya sedikit untuk melihat pemilik suara itu, walaupun ia tahu siapa dia.
“Pergilah, Ilhoon! Aku tak butuh penyemangatmu!”Ucap Baekhyun malas. Ilhoon menggeram mendengar ucapan Baekhyun. Ia mengepalkan tangannya menahan amarah yang menderanya.
“Siapa yang menyemangatimu! Akan kupastikan siapa murid yang pantas untuk mengikuti turnamen besar ini!” Ucap Ilhoon
“Ya..ya..ya terserah kau saja! Sekarang kau bisa pergi kan. Lihat Profesor. Choi sudah berdiri dari tempatnya!” Baekhyun menunjuk kearah Mr.Choi yang berdiri dari tempat duduknya. Ilhoon mendengus keras melihat itu lalu pergi berlalu begitu saja sambil diikuti oleh sang adik dibelakangnya.
“Ia sangat percaya diri. Sekarang aku tau dari mana sifat Taeyong berasal. Kutebak ayahnya juga seperti itu.” Gumam Sehun
“Ayahnya bahkan lebih parah!”Imbuh Chanyeol.

“Semuanya, mungkin kalian telah mendengar kabar bahwa kita terpilih menjadi tuan rumah untuk Turnamen Wizard tahun ini. Turnamen Wizard ini adalah salah satu peristiwa legendaris dari kalangan para sekolah sihir. Kita akan dipertemukan oleh dua sekolah dalam serangkaian pertandingan sihir.  Dalam satu sekolah hanya akan ada satu wakil yang dipilih berdasarkan dengan kemampuan sihir kalian. Dalam pertandingan ini, kujelaskan sekali lagi kau akan berjuang sendiri. Kutegaskan, pertandingan ini bukanlah pertandingan bagi kalian yang berhati lemah.” Sehun dan Baekhyun menatap Mr. Choi dari tempat duduknya. Mereka tampak sama-sama menghayati pidato dari sang kepala sekolah mereka.
“untuk saat ini mari kita sambut, salah satu sekolah wanita Beaux dengan kepala sekolah Madam Maxime” Suara tepuk tangan dari seluruh murid disana mengiringi kedatangan dari beberapa murid cantik dari sekolah Beaux itu. para namja disana tampak sangat terpesona dengan lekukan tubuh sempurna dari murid-murid itu.

Sehun dan Baekhyun tampak tak berminat menonton pertunjukan sihir kecil dari sekolah sihir wanita ini. mereka berdua tampak mengalihkan mata mereka menatap Chanyeol yang sedang terpesona oleh pertunjukan didepannya. Luna selaku adik Chanyeol dan juga orang yang  duduk paling dekat dengan kakaknya itu  langsung melakukan ‘tindakan cepat’ untuk kakaknya itu. ia menutup kedua mata sang kakak dengan tangannya untuk mengalihkan tatapan Chanyeol.
“Apa yang kau lakukan?!”Kesal Chanyeol
“mencegahmu melihat hal-hal yang tidak baik. Kau seperti paman-paman mesum saat menatap mereka,Oppa!”Jawab Luna. Chanyeol menjitak adiknya itu.
“Selanjutnya, sekolah Pria-pria perkasa Durmstrang!” suara tepuk tangan kembali terdengar mengiringi kedatangan murid dari sekolah lainnya.

Kebalikan dari kedatangan murid dari sekolah Beaux. Para murid wanita disana tampak sangat bersemangat melihat kedatangan para siswa yang terlihat sangat mempesona dimata mereka. Tak jauh beda dengan sebelumnya, Sehun dan Baekhyun tetap tampak tak berminat melihat antraksi kecil dari siswa disana.
mata Sehun tak sengaja melihat kearah Seulgi yang juga tampak tak berminat, beda dengan Luna yang sedang menganga melihat antraksi itu. Seulgi hanya sesekali melirik kedepan lalu kembali hanyut dalam buku yang dipegangnya sedari tadi.
“Apa yang kau lakukan?!” Teriakan Luna mengalihkan tatapan Sehun. Ia menoleh pada dua kakak-adik yang kembali bertengkar didepannya.
“Mencegahmu melihat hal-hal yang tidak baik. Kau seperti tante-tante mesum saat menatap mereka, adikku!” Jawab Chanyeol meniru ucapan Luna tadi. Luna mengeram marah mendengar ucapan kakaknya “Dasar Bodoh!”umpatnya

~

“ini adalah saat yang kalian nantikan. Berdasarkan persyaratan yang ada, dipastikan siswa yang belum berusia 17 tahun takkan bisa mengikuti pertandingan ini. di dalam kobaran api biru ini, akan ada nama-nama kalian. Para murid yang terpilih berdasarkan kekuatan hati mereka dan juga keberanian mereka” Semua mata disana menatap pada sebuah kobaran api biru disamping tubuh Mr.Choi. kobaran api itu membesar dan berubah menjadi merah saat sebuah kertas terbang disana. kertas itu berisikan sebuah nama dari perwakilan setiap sekolah. Mr.Choi mengambil kertas itu.
“Perwakilan dari sekolah Beaux, Delacour!” Suara tepuk tangan menggema disana. siswi yang disebut namanya berdiri bangga dari tempat duduknya. Ia berjalan kedepan berdekatan dengan sang kepala sekolahnya.

Kobaran api itu kembali menyala, menandakan kertas lain akan muncul. Mr.Choi kembali mengambil kertas itu “Perwakilan dari sekolah DurmStrang, Victor!” Sama seperti sebelumnya suara tepuk tangan kembali diberikan oleh perwakilan sekolah itu.
Dada Baekhyun tiba-tiba berdetak cepat. Ia gugup menantikan perwakilan dari sekolahnya sendiri, akankah ia terpilih? Apa jika ia terpilih ia harus senang atau sedih? Matanya tak sengaja menatap Ilhoon yang menatap remeh kearahnya. Ia membalas tatapan itu dengan kedikan bahu dan senyuman mengejek kepada Ilhoon.
Mr.Choi mengambil kertas selanjutnya. Senyuman tipis ia tampikan saat melihat nama itu disana “Perwakilan dari sekolah Hongwarst, Baernelius!” Suara tepuk tangan yang sangat meriah menghiasi suasana itu. Baekhyun berdiri canggung dari tempatnya. Matanya menatap Sehun yang menatapnya bangga. Ia berjalan kedepan berdiri tepat disamping sang kepala sekolah.
“Hah…sudah kuduga!”Gumam Baekhyun. Mr.Choi terkekeh dengan gumaman Baekhyun.
“inilah para perwakilan dari setiap sekolah. Beri tepuk—“ ucapan Mr.Choi terhenti saat melihat kobaran api di sampingnya kembali membesar. Ia bisa melihat sebuah kertas yang kembali terlempar dari sana. Tangannya meraih kertas itu perlahan. Matanya membolak saat melihat nama disana. Ia melirik kearah Baekhyun “Selius!” Baekhyun membolakkan matanya. Matanya menatap tak percaya pada Mr.Choi.
“Selius!” Mr.Choi memperkeras suaranya. Sehun yang masih terkejut dengan kejadian yang dialaminya hanya terdiam bingung ditempatnya.
“Majulah, Sehun!” suruh Seulgi. Sehun berdiri canggung dari temapatnya. Para guru serta murid disana menatap tak percaya pada Sehun.
“Profesor Choi, ini tidak mungkin! Ia belum berusia 17 tahun. Tak mungkin ia—“Baekhyun tak bisa berkata apa-apa. Ia menatap tak percaya serta iba pada adiknya yang masih berdiri canggung dan bingung di samping Mr.Choi.

Tak jauh beda dengan Sehun dan Baekhyun. Chanyeool, Luna, dan Seulgi menatap iba kepada kakak-beradik itu. turnamen itu sangat berbahaya. Kau bisa saja terluka parah dan tak kunjung bangun setelah beberapa bulan mengalami koma jika saja kau tak bisa mengatasi misi-misi yang diberikan oleh turnamen itu. dan sialnya, Baekhyun dan Sehun harus sama-sama terjebak pada permainan sialan itu. mereka harus sama-sama melindungi dan juga menjaga satu sama lain agar tak terjadi sesuatu yang membahayakan untuk mereka.

“Apa maksud semua ini Choi?”
“Apa kau tak salah memilih anak kecil itu?”
“Ia tak pantas disini Choi?!”
perdebatan itu terdengar ditelinga Sehun. Ia sedang berada di ruangan khusus untuk para peserta turnamen Wizard. Dan sialnya lagi ia ada didalamnya. Sedari tadi Sehun hanya terdiam membisu ditempatnya. Kakaknya sama sekali tak berbicara satu katapun kepadanya.

Mr.Choi keluar dari ruangannya. Semua peserta berdiri dari tempat duduk mereka. Baekhyun mendekati Mr.Choi
“Keluarkan dia! Dia tak sah untuk ikut turnamen ini Mr.Choi!”Suruh Baekhyun. Mr.Choi menatap mata Baekhyun yang tersirat kekecewaan disana.
“Maaf! Kau tau piala api adalah salah satu benda magis yang sangat kuat. Hanya dengan mantra Confundus yang luar biasa kuat yang bisa menakhlukannya.dan kekuatan itu takkan dimiliki oleh seorang siswa yang bahkan belum genap setahun dalam sekolah ini, Baek.” Lirih Mr.Choi. Baekhyun menegang ditempatnya. Ia mengepalkan tangannya menahan amarah yang yang ingin meledak
“Aturan yang berlaku adalah Mutlak. Piala api juga termasuk kontak sihir yang mengikat. Adikmu tak punya pilihan…..” Sehun menatap kakaknya dan juga Mr. Choi serta para kepala sekolah disana bingung. “…Selius sejak saat ini adalah salah satu perwakilan unggulan untuk turnamen…..Wizard!”Keputusan Mr.Choi membuat Baekhyun mendongakkan kepalanya. Ia menoleh keaarah adiknya yang tampak sedih disana.
“Hyung…..” Suara lirih Sehun juga Air matanya yang mengalir dipipinya membuat Baekhyun semakin merasa buruk. Air matanya juga tanpa sadar mengalir dari matnya yang menatap Sehun Khawatir. Untuk yang kesekian kalinya ia membuat adiknya dalam bahaya. Ia merasa menjadi seorang kakak yang hanya dilahirkan untuk membuat sang adik selalu terjerat dalam kesialannya. Ia sangat menyesal ‘Maaf kan aku Sehun-ah! maafkan kakakmu ini yang tak bisa berbuat apa-apa untukmu’

TBC

N/P   : Jreng…… aku kembali!! Wahai para reader yang terhormat, apa kalian gak bingung sama cerita ini? semua karakter di cerita ini bisa kalian bayangkan sendiri kan? Dark Lord disini masih dalam bentuk belum sempurna (?) ya. Masih kayak yang film Harry Potter 4 and the Goblet of Fire. Kalian harus bilang kalau cerita ini kurang menarik ataupun jelek, agar aku bisa perbaiki semuanya. Terakhir, jangan pernah bosan baca, kritik, saran dan juga selalu Coment ya! See You!!
^^***^^

#SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI!! Walaupun telat, semoga kita bisa tetap menikmati bulan ramadan tahun depan ya. Mohon maaf jika aku pernah punya salah sama kalian. Semuanya, Saranghae!!!

 

 

4 thoughts on “The Miracles Of Magic 5

  1. desi mulya berkata:

    Sehun 😞😞 …uljima oppa kalian ber dua pasti bisa kok 😂 fighting … Next part nya ditunggu
    #fighting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s