SELENE 6.23 (LONG DISTANCE BETWEEN US) PART 12

Tittle                            : Selene 6.23 (Long Distance Between Us)

Author             : Ohmija

Main Cast        : Kim Jongin, Krystal Jung, Choi Minho

Support Cast   : Taemin, Sulli, Amber, Sehun, Jessica, Jonghyun, dll

Gnere              : Romance, School life, Comedy, Sad

BRUKK

 

Krystal langsung terjatuh ketika ia tanpa sengaja menabrak seseorang di sela larinya.

“Kau?”

Gadis itu mendongakkan wajah begitu mendengar suara yang sangat di kenalnya.

“Apa yang kau lakukan disini?”

“Jongin!” Krystal segera berdiri dan bersembunyi di belakang tubuh Jongin bersamaan dengan kemunculan orang-orang itu. Jongin langsung mengerti situasinya.

“Jadi dia kekasihmu?”tanya salah satu pria itu menatap Jongin.

Jongin terdiam sejenak namun kemudian mengangguk, “Iya. Jadi aku mohon jangan mengganggunya, hyungnim.”

“Dia datang sendirian ke tempat itu seolah dia sedang menyerahkan diri.”balasnya. “Baiklah. Karena dia adalah kekasihmu, aku tidak akan mengganggunya. Tapi, apa kau punya rokok?”

“Aku—“

“Ah, aku lupa, kau tidak merokok.”potong pria itu. “Tapi kau pasti punya uang, kan? Rokokku habis dan aku tidak punya uang sama sekali. Ada baiknya jika—“

Jongin mengeluarkan beberapa lembar uang dari dalam sakunya dan memberikannya pada pria itu sambil tersenyum, “Aku punya beberapa uang, hyungnim bisa membeli rokok dengan itu.”

“Ahh.. kau memang benar-benar baik, Jongin.”ucap pria itu sambil menepuk-nepuk kepala Jongin seolah dia adalah seekor anak anjing yang patuh.

Jongin tetap tersenyum, “Kalau begitu, kami pergi dulu. Semoga harimu menyenangkan, hyungnim.”

Pria itu menggandeng tangan Krystal kemudian membawanya pergi dari sana segera mungkin. Sementara gadis itu hanya diam walaupun cekalan Kai di tangannya terasa sangat menyakitkan. Kai membawa Krystal memasuki sebuah supermarket, dengan gerakan terburu-buru mengambil dua buah kaleng kopi dari lemari pendingin kemudian kembali menyeret gadis itu keluar setelah membayarnya. Kai mendudukkannya di kursi yang ada di depan supermarket secara paksa lalu membanting plastik belanjaannya ke kursi yang ada di hadapannya.

“Apa yang kau lakukan disana?”tanya Kai menatap Krystal lurus-lurus. “Aku sudah memberitahumu jika tempat itu sangat berbahaya! Jadi jangan pergi kesana seorang diri! Lalu apa yang kau lakukan disana, hah?!”bentak pria itu. “Kau bahkan tidak tau jika mereka bisa saja melukaimu, tidak, mereka bahkan bisa melakukan lebih dari itu padamu! Apa kau bodoh?! Apa kau tidak bisa melihat dengan baik?! Tempat itu—“

“AKU TAU!” Krystal berdiri dari duduknya, membalas ucapan Kai dengan nada tak kalah tinggi. “Aku tau jika tempat itu berbahaya! Aku tau!”

“Lalu apa yang kau lakukan disana?!”

Gadis itu menundukkan kepalanya sambil berseru, kali ini nada suaranya melemah, “Aku ingin bertemu denganmu…”lirihnya membuat kedua mata Kai sontak melebar. “Aku sudah berusaha untuk menemuimu, di kelas, di atap, di taman dan di manapun! Tapi kau selalu saja mengabaikanku. Kau bahkan menganggapku seakan aku tidak ada disana. Aku sudah mencoba untuk mengajakmu bicara tapi kau selalu buru-buru meninggalkanku saat aku akan menghampirimu. Kau mengabaikanku sepanjang waktu jadi ini satu-satunya jalan untuk bertemu denganmu, agar aku bisa bicara padamu!” Krystal mengangkat wajahnya, menatap Kai dengan sorot teduh. “Semua orang menyalahkanku. Semua orang berkata seenaknya tentangku tanpa berpikir itu akan menyakitiku. Dan mereka—“

“Kau tidak bersalah.”potong Kai. “Sama sekali.” Pria itu menekankan kalimatnya lalu menghela napas panjang. “Pulanglah. Jangan pernah kemari lagi.” Kemudian bergegas pergi meninggalkan tempat itu.

Di luar kesadarannya, Krystal menahan lengan pria itu, menghentikan langkahnya, “Maafkan aku.”serunya. “Awalnya aku memang tidak tau apa kesalahanku tapi sekarang aku tau jika aku memang bersalah. Aku telah berkata kasar padamu jadi aku mohon maafkan aku. Bersikaplah seperti biasa dan—“

Kai melepaskan cekalan Krystal dan berbalik ke belakang, kembali menatap gadis itu, “Apa kau melakukan ini karena kau merasa sangat tertekan karena semua orang menyalahkanmu? Atau karena tidak ada yang melindungimu saat mereka mengganggumu? Jika iya, aku sudah menyuruh Sehun untuk berhenti melakukan itu jadi kau tidak perlu khawatir dan jika kau ingin memiliki pelindung, kau bisa meminta bantuan Minho untuk melakukannya.”serunya tajam. “Mulai sekarang, aku berjanji tidak akan mengganggumu lagi. Aku akan membiarkanmu melakukan apapun karena diantara kita memang tidak ada hubungan apapun. Jadi kau tidak perlu mengkhawatirkan apapun. Sekarang pergilah, sebentar lagi hujan.”

Pria itu kembali melangkahkan kakinya, bergegas meninggalkan Krystal. Namun baru beberapa langkah pergi, sebuah suara tangisan keras terdengar dari belakangnya. Sontak Jongin menoleh ke belakang dan mendapati Krystal sudah menangis, dengan suara yang cukup keras hingga mampu menarik perhatian orang-orang yang lewat.

Mata Jongin sontak melebar, seketika pria itu menjadi panik karena ia mendengar orang-orang mulai mengumpatnya, menatapnya dengan tatapan kesal karena mereka berpikir jika Jongin adalah pria brengsek yang telah membuat seorang gadis menangis.

Tanpa pikir panjang, Jongin langsung menghampiri Krystal dan berseru, “Apa yang kau lakukan? Orang-orang sedang menatap kita.”

“Karena kau brengsek huaaa….”tangisnya semakin nyaring.

“Ya, berhenti menangis.”bisik Jongin bertambah panik. “Baiklah. Baiklah. Ini salahku. Aku minta maaf. Jangan menangis lagi. Aku yang salah.”

Namun Krystal tetap tidak berhenti menangis, “Harusnya kau mendengarkan penjelasanku dulu. Harusnya…”

“Ah, sial…”

Tiba-tiba Jongin mengulurkan tangannya ,menarik Krystal kearahnya dan memeluknya. Sesuatu yang ia lakukan tanpa sadar karena dia sudah tidak tau bagaimana caranya untuk mendiamkan gadis itu.

Dalam pelukannya, tangis Krystal seketika berhenti. Gadis itu mengerjap-ngerjapkan matanya bingung.

“Apa… yang kau lakukan?”

***___***

 

Jongin menghampiri gadis yang sedang duduk seorang diri di sebuah kursi kayu itu sambil memberikan kantung plastik yang di bawanya dengan helaan napas panjang.

Krystal menatap kantung plastik itu sesaat sebelum menerimanya, “Apa ini?” senyumnya langsung mengembang lebar saat melihat beberapa bungkus ice cream dengan berbagai rasa di dalamnya. “Waaah, ice cream!”

Jongin kembali menghela napas panjang lalu bergumam pelan, “Aaah… Aku menghabiskan banyak uang hari ini….”

“Kenapa kau beli ice cream sangat banyak?”

“Karena aku tidak tau lau suka rasa apa jadi aku membeli semuanya.”

“Aku suka rasa strawberry. Lain kali beli lah yang rasa strawberry.”

Kening Jongin langsung berkerut menatap gadis itu, “Kenapa aku harus membelikanmu ice cream lagi? Ini ku lakukan karena aku terpaksa.”balasnya masih kesal.

“Aaaah, kau benar juga.” Krystal mengangguk-angguk tanpa dosa.

Jongin hanya mencibir lalu mengembalikan tatapannya ke depan. Pria itu terdiam, merasa sedikit canggung. Begitu juga Krystal yang mulai menyadari keheningan diantara keduanya.

“Jongin…” gadis itu memanggil Jongin pelan.

Jongin menoleh, “Apa?”

“Aku benar-benar merasa menyesal.”ucap Krystal pelan. “Bukan karena aku kehilangan seseorang yang selalu melindungiku dari teman-teman sekelas, juga bukan karena aku merasa tertekan atas semua pemberitaan miring tentangku. Tapi karena aku benar-benar menyesal.” Jongin kembali terdiam mendengar ucapan Krystal. “Sejak mengatakan itu, aku terus memikirkan ini. Hanya saja aku belum cukup berani untuk mengakui jika aku merasa bersalah. Semua orang menegurku, bahkan kakakku juga melakukannya, tapi aku selalu mengelak dan bersikap tidak perduli. Harusnya aku tidak bersikap seperti itu, kan?” Gadis itu tersenyum tipis, menatap Jongin. “Aku tau aku memang menyebalkan tapi aku tetap tidak boleh menyakiti orang lain. Ayah dan ibuku menyuruhku untuk menjadi gadis yang baik saat aku berada jauh dari mereka jadi aku harus minta maaf saat aku telah menyakiti orang lain. Tapi, maaf karena aku membutuhkan waktu lama untuk melakukannya. Aku harus berpikir selama beberapa hari sebelum menyadarinya. Kau mau memaafkanku, kan?”

Jongin menatap gadis itu tanpa suara. Hanya menatapnya tepat di kedua manik matanya. Apa dia benar-benar gadis yang di kenalnya? Apa dia benar-benar si keras kepala Krystal?

“Kenapa kau menatapku? Kau tidak mau memaafkanku?”

Pria itu menghela napas panjang lalu geleng-geleng kepala, “Kau benar-benar menakutkan.”cibirnya lalu berdiri. “Pulanglah. Aku juga akan pulang sekarang.”

“Apa?” Krystal ikut berdiri. “Kau tidak mengantarku? Kau membiarkanku pulang sendiri?”

“Ya ampun!” Jongin mengacak rambutnya frustasi. “Kau sudah membuatku kehilangan uang pagi ini, lalu kau juga membuatku harus membelikanmu kopi di supermarket, kau membuatku malu di depan orang banyak dan membuat mereka memakiku karena mengira aku adalah pria brengsek, kau juga membuatku membelikan banyak ice cream untukmu. Dan sekarang, kau juga memintaku untuk mengantarmu pulang?” pria itu berseru kesal. “Hey nona, kau sangat tidak tau diri.”

“Baguslah jika kau setuju.” Krystal mengangguk dengan senyuman lebar.

“Apa?”

“Ayo!” Gadis itu mengambil bungkusan plastiknya lalu menarik lengan Jongin.

“Ya, ya, aku bilang aku tidak mau!”

“Kenapa? Bukankah kita sudah berbaikan? Setidaknya kau harus bersikap baik pada mantan pacarmu.”

“Mantan pacar pantatku. Apa yang sedang kau bicarakan?”cibir Jongin.

“Ayo!” Krystal tidak menyerah, kembali menarik lengan Jongin. “Kau harus mengantarku pulang, mantan pacar.”

***___***

 

“Titipkan salamku untuk kakakmu. Aku akan pulang sekarang.”

Krystal langsung melirik sinis kearah pria itu, “Jangan coba-coba menggoda kakakku!”

“Siapa yang menggodanya? Ini hanya sopan santun.”elak Jongin. “Sudahlah. Aku pulang dulu.”

“Baiklah. Sampai jumpa besok di sekolah.”balas Krystal melambaikan tangannya.

Mendengar ucapan manis Krystal yang membuatnya langsung merinding, Jongin kembali menoleh ke belakang, “Jangan bersikap seperti itu padaku, mengerti? Kau menjijikan.” Pria itu memukul kening Krystal pelan lalu melanjutkan langkahnya dan pergi.

Krystal menghusap-husap kepalanya sambil meringis, “Huh, dasar aneh.”gumamnya.

Tapi atas semua itu, dalam hati Krystal bersyukur. Begitulah Jongin yang ia kenal dulu. Dia sudah kembali. Walaupun sangat menyebalkan, setidaknya  itu lebih baik daripada beberapa hari belakangan. Yah, minta maaf memang salah satu cara yang paling manjur untuk menyelesaikan masalah.

Gadis itu tersenyum lebar lalu berbalik, bergegas masuk ke dalam gedung Apartement.

***___***

 

Krystal sedang mengobrol dengan Minho di koridor saat Jongin dan Taemin melewati mereka. Pundak Jongin yang tanpa sengaja menabrak Krystal membuat gadis itu nyaris terjatuh jika Minho tidak segera menarik lengannya.

“Kau tidak apa-apa?”

Gadis itu menggeleng sambil menghusap-husap pundaknya yang terasa sakit, “Tidak apa-apa, oppa.”

“Dia benar-benar… aku akan memberikannya peringatan nanti agar dia berhenti mengganggumu.”

Krystal langsung menggeleng, “Tidak usah, oppa. Aku benar-benar tidak apa-apa.” Ucapnya sambil melirik kearah arlojinya dan mengalihkan pembicaraan, “Oh? Sudah hampir bel, aku akan masuk kelas sekarang. Sampai jumpa nanti Minho oppa.”

Gadis itu melambaikan tangan lalu berlari menuju kelasnya. Sesampainya disana, dia langsung pergi ke tempat duduknya, meletakkan tas di meja dan berdiri berkacak pinggang menatap Jongin yang dengan santai membaca komik.

“Ya, kau…”

Jongin menurunkan komiknya, balas menatap Krystal dengan wajah tanpa dosa, “Kau bicara denganku?”

“Siapa lagi?!”dengus Krystal kesal. “Apa kau tidak tau karena kau aku hampir saja terjatuh?!”

Seperti dejavu, seluruh murid-murid langsung menoleh ke belakang, kearah keduanya. Setelah sekian lama, pertengkaran antara keduanya akhirnya kembali!

“Pundakku terasa sakit karena kau menabrakku! Kau sengaja, kan? Kau pasti sengaja menabrakku tadi!”

Jongin menutup komiknya, berdiri dengan kedua tangan di masukkan ke dalam saku celana. Tubuh tingginya sontak membuat Krystal harus lebih mendongakkan wajahnya.

Jongin tersenyum menyeringai menatap gadis  itu, “Aku cemburu.”serunya kalem. “Aku melihatmu datang bersama pria lain tadi pagi jadi aku merasa sedikit kesal.”

Tidak hanya semua murid, namun Krystal juga melebarkan matanya, “Apa?”

“Aku tidak bisa melupakanmu sejak kau memutuskanku waktu itu. Aku sudah mencoba berbagai cara tapi aku tetap tidak bisa. Bagaimana ini? Kau harus bertanggung jawab.”

Krystal nyaris kehilangan kata-katanya, “A…pa yang sedang kau bicarakan?” ucapnya berbisik.

Senyuman Jongin semakin melebar, “Aku tidak mau menjadi mantan pacar.”serunya dengan nada sejelas-jelasnya agar semua orang bisa mendengar. “Ayo kita berkencan lagi.”

Detik itu juga, kedua mata Krystal semakin membulat. Mulutnya ternganga tak percaya, mendengar ucapan konyol Jongin yang langsung bisa membuat semua murid juga menutup mulut mereka.

Tidak memberikan Krystal menjawab ajakannya, Jongin mengulurkan tangan dan menarik gadis itu ke dalam pelukannya. Krystal mencoba melepaskan pelukan itu namun Jongin semakin mengeratkan pelukannya. Berusaha keras untuk tidak tertawa melihat wajah orang-orang yang berhasil ia bodohi, ia berbisik di telinga Krystal, “Balas pelukanku. Jika tidak, aku akan bilang ke semua orang jika kemarin kau datang ke rumahku dan mengemis agar aku memaafkanmu.” Krystal sontak terkejut dan dengan cepat balas memeluk Jongin.

“Oh Tuhan, Soojung!” Sulli menjerit tidak percaya. Sementara Amber hanya tersenyum geli di sebelahnya.

***___***

 

Ketika jam istirahat, Sulli langsung menghampiri meja Krystal dengan raut wajah kesal. Dia masih tidak percaya dengan apa yang di lakukan sahabatnya tadi pagi. Kenapa dia menyetujui ajakan Jongin sementara ada Minho yang jauh lebih baik darinya? Menyebalkan.

“Soojung, ayo makan siang.”serunya dengan nada setengah memerintah.

“Oh? Oke.” Krystal menutup bukunya, sudah akan berdiri namun tangan Jongin langsung menyambar lengannya dan membuatnya kembali terduduk di kursinya.

“Kita sudah berjanji akan makan siang bersama.”seru Jongin. “Kau makan siang dengan Amber saja.”

“Ya! Dia juga sahabatku!”ketus Sulli.

“Dia adalah pacarku.”balas Jongin cepat membuat Sulli semakin cemberut.

Amber tersenyum geli lalu merangkul pundak Sulli, “Ayo. Kita tidak boleh mengganggu mereka.”ajaknya membawa Sulli pergi. “Soojung, see you later.”

***___****

“Harusnya kau tau kau ini adalah pria yang sangat licik.”cibir Krystal menatap Jongin sinis.

Jongin terkekeh, “Bukankah kau sudah tau? Kau ini tidak belajar dari pengalaman.”

“YA!” Tak lagi bisa menahan kekesalannya, Krystal berteriak di depan wajah pria itu hingga ia terkejut.

“Astaga, suaramu….”serunya menghusap-husap dadanya.

“Karena kau, Sulli menjadi marah padaku! Kau ini benar-benar menyebalkan!”

“Hey… hey… ini ku lakukan untukmu. Harusnya kau berterima kasih padaku.” Krystal menoleh, menatap pria itu dengan tatapan ‘astaga, dia benar-benar merasa tidak bersalah’. “Dengar, aku mengajakmu berkencan lagi agar semua murid yang mengganggumu berhenti melakukannya. Dan, aku juga melindungi harga dirimu. Kau pasti tau bagaimana jadinya jika mereka tau soal kemarin, kan?”

“Arrggghhh!” Krystal mengacak rambutnya frustasi. Kenapa dia tidak pernah menang melawan pria ini?!

Jongin tersenyum geli, “Lagipula, aku membantumu agar kau bisa lebih dekat dengannya.”serunya santai. “Kau tau? Pria lebih menyukai wanita yang terlihat lemah agar bisa di lindungi. Aku sengaja menabrakmu agar dia menangkapmu. Bukankah harusnya kau berterima kasih padaku?”

Krystal tertegun sesaat, “A-apa yang sedang kau bicarakan?”

“Krystal, aku tau kau menyukainya. Jangan khawatir. Aku tidak akan menghentikanmu lagi.”

Gadis itu kehilangan kata-katanya. Hanya menatap pria yang duduk di sampingnya itu dengan pikiran yang berkecamuk. Kenapa? Kenapa dia seperti ini?

***___***

 

Sangat terlihat jika dia sedang merasa kesal sekarang. Ketika bel pulang berbunyi, Sulli dan Amber langsung pergi meninggalkannya. Sementara Minho masih harus berada di sekolah untuk mengurus sesuatu, mungkin dalam waktu yang lama sehingga mau tidak mau dia harus pulang sendiri.

Krystal berjalan menuju halte sambil sesekali menendang batu kerikil yang menghalangi jalannya sekaligus untuk menumpahkan kekesalannya.

“Oh?!”

Begitu kedua matanya terarah kearah lain, gadis itu langsung berlari menghampiri seorang gadis.

“Yoona unnie!”

Dengan cepat Krystal menahan lengannya saat ia sedang membuka pintu taksi. Melihat Krystal, Yoona juga tak kalah terkejut.

“Kau…”

“Annyeonghaseo, aku Krystal, teman sekelas Jongin.”

“Ah, ya. Aku ingat sekarang. Ada apa?”

Gadis Itu terdiam sejenak, “Bisakah kita bicara sebentar?”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

12 thoughts on “SELENE 6.23 (LONG DISTANCE BETWEEN US) PART 12

  1. ellalibra berkata:

    Akhirnya jong krystal baikan syukur lh kekeke~~ lbh baik liat mrk bertengkar drpd diem-dieman eon .. Smg dg bcr dg yoona krystal tau masa lalu jongin minho🙂 neeeeeeext fighting eon

  2. DO DO berkata:

    ff ini makin lama makin seru dan bikin penasaran bangetttt, gk kebayang gimana jadinyaaaa nantiiiii
    author FIGHTING!!!

  3. desi mulya berkata:

    Akhirnya update juga 😂😂 ishh itu kata TBC ngeganggu banget lahh .. Krystal sama kai nya lucu,, next part jan lama2 yaa
    #fighting

  4. han berkata:

    TBC nya ganggu bnget sumvah, lg asik2 baca jga aish jjinja ..
    apa jongin akan menyerah dia akan melepas krystal?
    makin seru ini , ditungge next chapternya panjangin lg atuh ka, jgan lama2 ya. figthing

  5. mongochi*hae berkata:

    ciyeeee kaistal balikan hhhà…
    tp klo gini trus hub mereka kpan ada kmjuan..

    btw, soojung mw ngomong ttg ap am yoona ?
    next part dtunggu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s