FF : GROWL CHAP. 41

Growl

Tittle              : Growl

Author            : Ohmija

Cast                : EXO and Park Yoora

Genre              : Action, Friendship, Family, Romance

Maaf yaa karena baru pulang dari liburan panjang jadi baru sempet ngepost T.T Maafkeun…

Sehun menjatuhkan diri di kursi yang ada di sebelah ranjang tidur. Kedua matanya menatap lurus kearah pria yang sedang tertidur itu. Ia menghela napas panjang kemudian berseru pelan, “Mau sampai kapan kau tidur seperti ini?”serunya. “Aku merasa kesepian karena tidak ada yang mengajakku bertengkar.” Ia menghentikan ucapannya sejenak, “Kemarin, aku menemui ayahmu. Kami mengobrol cukup lama dan dia juga menceritakan beberapa hal tentangmu. Dia bilang, dia merindukanmu dan menyesal atas perbuatannya. Dia ingin menyuruhmu pulang namun tidak tau bagaiman caranya. Dia bilang dia sangat menyayangimu, Kai.” Sehun mulai bercerita. “Jadi sebaiknya kau bangun sekarang dan temui ayahmu. Kau sangat beruntung karena kau masih memiliki ayah yang menyayangimu. Bangunlah dan lindungi dia dari penjahat-penjahat itu. Aku benar-benar ingin melihatmu dan ayahmu berbaikan. Karena kau pasti sangat tau bagaimana rasanya hidup seorang diri tanpa kedua orang tua, iya kan?” Sehun menghela napas panjang lalu berdiri. “Jangan khawatir. Jika kau tidak bisa melindunginya, aku yang akan melindungi ayahmu. Setidaknya hanya ini yang bisa ku lakukan untukmu.”

***___***

 

“Apa benar pemimpin yang kau maksud adalah seorang wanita?”tanya Suho mengonterogasi Do Gyung Shik.

“Aku tidak yakin. Aku tidak pernah bertemu dengannya secara langsung. Tapi jika aku dengar dari suaranya, sepertinya begitu.”

“Kau tidak tau bagaimana wajahnya?”

Do Gyung Shik menggeleng, “Kami tidak pernah bertemu.”jawabnya. “Kenapa? Apa ada yang terjadi?”

“Sehun mengatakan jika ada seorang wanita di tempat itu kemarin. Kami sudah mencoba untuk menginterogasi orang-orang yang tertangkap namun mereka tidak mau buka mulut.”

“Aku melihat berita hari ini.” Do Gyung Shik menatap Suho khawatir. “Kasusnya sudah tersebar.”

Suho menarik napas panjang, “Yah, entah bagaimana tapi kasus ini bocor begitu saja ke media dan membuat warga menjadi panik. Kasus ini juga menarik perhatian internasional. Sebenarnya, aku merasa sedikit lega karena beberapa bantuan akhirnya datang tapi semuanya menjadi sedikit tidak terkontrol maksudku… walaupun kami disebut sebagai sebuah tim tapi sebenarnya kami memiliki tujuan masing-masing. Dimana orang-orang itu sangat ingin membubarkan organisasi terlarang karena ingin mendapat bonus dan naik pangkat. Aku tidak terlalu nyaman bekerja dengan orang-orang yang tidak tulus.”

“Setidaknya mereka bisa meringankan bebanmu.” Do Gyung Shik menepuk pundaknya pelan.

“Yah, aku akan berpikir begitu untuk melegakan hatiku.”

“Ngomong-ngomong, selama ini aku belum sempat meminta maaf padamu tentang semua yang telah aku lakukan. Aku sangat malu sampai tidak bisa bertemu dengan anakku sendiri. Aku merasa gagal menjadi seorang ayah yang baik. Aku benar-benar menyesal.”

Suho menghela napas panjang, “Sejujurnya, aku tidak memiliki dendam apapun padamu karena kau tidak mengetahui apapun tentang kematian orang tuaku. Kau bergabung setelah mereka mati. Namun, karena aku mendapat informasi jika kau terlibat dalam organisasi itu, aku jadi mencarimu selama ini. Kau tidak perlu minta maaf karena setidaknya kau ingin berubah.”

Do Gyung Shik tersenyum, “Besok, Minho akan membawaku ke Amerika karena aku akan di adili disana. Sebelum aku pergi, bisakah kau pertemukanku dengan Kyungsoo? Aku akan meninggalkannya lagi, kali ini dalam waktu yang sangat lama, aku ingin mengucapkan salam perpisahan.”

“Baiklah. Aku akan mempertemukanmu dengan Kyungsoo nanti. Sekarang, aku masih harus mengurus segala sesuatunya. Nanti malam, aku akan menjemputmu.” Kemudian pria itu berdiri dan bergegas pergi. “Jangan lupa kunci pintunya. Beberapa orang suruhan Minho nanti akan datang untuk menjagamu.”

***___***

 

“Kim Dan tidak tau banyak tentang organisasi itu dan tidak pernah berhubungan langsung dengan mereka. Tapi dia mengaku jika dia membantu Baek Jinwoo dalam kampanye-nya dan memberikan sedikit keterangan yang ia tau tentang organisasi itu. Maksudku, ada timbal balik di dalam hubungan mereka. Para mafia itu membantu Baek Jinwoo dalam hal pendanaan kampanye sementara Baek Jinwoo membantu untuk menutup kasus beberapa kasus dan membantu beberapa orang yang terlibat dalam hal kedudukan. Contohnya seperti Kim Sangsoo, atasan Kris.” Jelas Minho pada Xiumin yang kebetulan sedang berada di ruangan Minho. “Tapi ngomong-ngomong, apa akan baik-baik saja bagimu? Kita belum menemukan bukti yang kuat atas keterlibatan Kim Sangsoo, sementara dia adalah atasanmu. Jika dia tau kau juga terlibat, kau pasti akan mendapat masalah. Bahkan ku dengar, Kris di pecat tadi siang.”

Xiumin berdecak, “Atasanku adalah Kris bukan pria sialan itu. Setidaknya, walaupun aku hanya seorang bawahan, aku masih punya harga diri. Aku hanya akan menuruti perintah orang-orang yang aku hormati.”

Minho tertawa kecil, “Sepertinya kau sudah menjadi prajurit sejati.”

“Karena aku tau bagaimana penderitaan Junmyeon selama ini jadi aku ingin membantunya menyelesaikan kasus ini secepat mungkin dan juga… agar tidak ada korban lagi.”serunya menghela napas panjang. “Lagipula ketika semua ini selesai, aku akan mengundurkan diri dan pergi berlibur. Aku rasa aku butuh waktu untuk diriku sendiri dan sepertinya ini sudah saatnya aku untuk berkencan.”

Minho semakin tertawa, “Yah, kau memang harus segera berkencan dan menikah. Pergilah ke suatu tempat dan cari gadis yang cantik disana.”

Minseok ikut tertawa, “Aku akan melakukannya nanti.”

“Captain! Captain!” Tiba-tiba seorang anak buah Minho menerobos masuk ke dalam ruangannya tapa mengetuk pintu. Raut wajahnya terlihat panik.

“Ada apa? Apa yang terjadi?!”

“Kim Dan! Dia bunuh diri di ruangannya!”

Sontak Minho dan Xiumin terperangah hebat, “Apa?!”

Detik itu juga keduanya berdiri dan berlari menuju sel tahanan. Beberapa orang polisi sudah terlihat disana juga tim forensik yang bergegas untuk memeriksa alasan kematian Kim Dan.

“Bagaimana ini bisa terjadi?”tanya Minho pada salah satu anak buahnya.

“Dia di temukan meninggal setelah makan siang, Captain.”

Minho langsung menoleh menatapnya, keningnya berkerut, “Bukankah ini bisa saja pembunuhan?”

“Tapi racun di temukan dalam saku bajunya jadi dugaan awal dia sengaja meminum racun karena frustasi. Kami masih menyelidikinya, Captain.”

“Panggil tim forensik CIA untuk menyelidikinya juga.”

Mendengar itu, Kim Sangsoo yang juga ada  di sana langsung berseru, “Tim forensik kami sedang menyelidiki ini, apa kau tidak percaya pada tim kami?”

“Yah, aku tidak mempercayai mereka.”ba;as Minho cepat. “Jika terbukti ini adalah tindak pembunuhan, artinya ada orang dalam yang terlibat jadi aku ingin menyelidikinya sendiri.”

“Kau menuduh kami?!”

“Jika kau tidak bersalah, kau tidak perlu takut.” Minho maju satu langkah ke depan, menatap Kim Sangsoo tepat di manik matanya sambil berseru dengan suara yang hanya mampu di dengar oleh mereka berdua, “Aku pasti akan membuktikan semua kejahatanmu. Jadi tunggu saja dan pastikan kau tidak melarikan diri. Beritahu Baek Jinwoo juga untuk berhati-hati karena aku pasti akan menyeret kalian berdua ke penjara.”

Kim Sang Soo tersenyum menyeringai tak kenal takut, “Lakukan saja. Tapi, jika kau gagal melakukannya, aku pasti tidak akan tinggal diam.”

***___***

 

“Apa?!” Sehun langsung memekik tak percaya. “Bagaimana bisa? Kenapa begitu tiba-tiba?!”

“Aku tidak begitu tau karena aku hanya mendengar penjelasan singkat Minho di telepon tadi. Mereka sedang menyelidiki kasus ini lebih dalam.”jelas Kris. “Ada sebungkus racun yang di temukan di dalam saku bajunya karena itu mereka menduga ini adalah bunuh diri tapi Minho bersikeras untuk menyelidiki kasus ini.”

“Tidak mungkin!”balas Sehun cepat. “Terakhir kali aku bertemu dengannya, dia tidak menunjukkan tanda-tanda akan bunuh diri. Dia memang depresi karena kesalahannya tapi dia mengatakan padaku jika dia ingin berubah dan memulai hidupnya dari awal. Dia tidak mungkin bunuh diri!”

“Aku juga sedikit curiga tapi mereka belum menemukan bukti jika ini adalah pembunuhan.”

“Oh Tuhan!” Sehun mengacak rambutnya frustasi. “Mereka pasti yang melakukan ini untuk mencegah Kim Dan buka mulut lebih banyak tentang Baek Jinwoo!”

“Mungkin saja…” Kris mendesah panjang. “Tapi—“

Tiba-tiba ponsel Sehun berdering, pria itu menoleh ke sebelah kirinya dan meraih benda kecil yang tergeletak di atas meja. Sebuah panggilan video dari nomor yang tidak di kenal. Keningnya berkerut, sesaat kemudian menerima panggilan itu.

Begitu wajah seseorang muncul di layar ponselnya, seketika matanya membulat lebar. Oh Seho tersenyum menyeringai kemudian mengarahkan ponselnya kearah lain, kearah deretan orang-orang yang sedang duduk terikat di kursi dengan mulut yang di bekap dengan kain.

Mereka… Luhan, Yoora dan Kyungsoo!

“Kau pasti tidak ingin mereka terluka, kan?”

Dari layar ponselnya, ia melihat jika ketiganya terus menggelengkan kepala mereka, melarang Sehun datang ke tempat itu.

Rahang Sehun seketika mengatup, amarahnya mulai menguap hingga kepalanya bergetar. “Jika kau melukai mereka, aku tidak akan tinggal diam. AKU AKAN MEMBUNUHMU!”

Di sebrang panggilan Oh Seho tertawa, “Aku bangga padamu, nak. Kau tumbuh menjadi anak yang pemberani.” Kemudian dengan cepat mengubah tawanya menjadi senyuman menyeringai, “Bawa Do Gyung Shik padaku sore ini. Dan jika kau berani membawa orang-orang CIA bersamamu, aku juga tidak akan segan-segan membunuh mereka.”

Begitu panggilan di matikan, tanpa pikir panjang Sehun langsung mencabut jarum infus yang ada di tangannya dan menepis selimutnya. Pria itu meraih jaket yang tersampir di sofa, sudah akan bergegas pergi namun Kris dengan cepat menahan lengannya.

“Sehun, tunggu.”

Sehun langsung menepisnya, “Minggir.”

“Sehun!” Namun Kris segera menahannya lagi. “Dengarkan aku!”

“Tidak ada waktu! Dan aku tidak akan mendengarkanmu!”bentaknya dengan kilatan tajam di kedua matanya.

“Sehun, kau tidak bisa datang kesana sendirian. Kau harus minta bantuan Minho!”

“Apa kau tuli?! Jika aku membawa Minho, mereka akan membunuh teman-temanku!”

“Aku tau kau khawatir tapi kau tetap tidak bisa pergi kesana sendirian dengan keadaan seperti ini. Kau bahkan belum pulih!”

“Brengsek!” Sehun mendorong tubuh Kris dan memberikan pukulan di wajahnya hingga priai tu tersungkur di lantai. “Apa kau tidak lihat?! Ada Yoora noona, Luhan dan Kyungsoo disana! Dan kau melarangku untuk datang?!”

“Aku tau! Apa kau pikir aku tidak khawatir?! Aku juga mengkhawatirkan mereka!” balas Kris ikut membentak.

“Sehun…” Tiba-tiba Tao membuka pintu ruangan Sehun dan langsung terdiam begitu melihat pertengkaran yang terjadi di antara keduanya.

Kris menghusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah lalu berdiri, “Aku akan ikut denganmu.”

Sehun mengabaikan pria itu dan mengalihkan tatapannya pada Tao, “Jaga dia. Jangan biarkan dia mengikutiku.”

“Sehun.” Tao langsung menahan lengannya namun di tepis oleh pria itu.

“Maafkan aku, Tao. Tapi aku juga akan memukulmu jika kau menahanku.”

Tao menatap sahabatnya itu dengan tatapan sendu, “Kau akan kembali, kan?”

Sehun tidak langsung menjawab pertanyaan itu. Tangan kanannya terulur, menepuk sebelah pundak Tao. “Hentikan siapapun yang akan mengikutiku. Dan jika aku tidak kembali…” ia menghentikan ucapannya sesaat. “… hiduplah seakan-akan aku tidak pernah ada.”

Pria itu menurunkan tangannya kemudian berlari meninggalkan tempat itu. Di tempatnya, Tao menatap punggung itu hingga menghilang di ujung lorong. Bersamaan dengan doa-doa dalam hati semoga dia tidak lagi terluka, semoga dia bisa melihatnya lagi.

“Dimana Sehun?! Mana dia?!” Chanyeol muncul dan langsung bertanya pada Tao ketika ia melihat ruangan Sehun kosong. “Luhan, kakakku dan Kyungsoo tiba-tiba menghilang! Apa yang terjadi?!”

“Suho, Sehun sedang dalam perjalanan menuju hotel ChengDu. Dia akan membawa Do Gyung Shik pada Oh Seho hari ini karena Yoora, Luhan dan Kyungsoo telah di culik. Apa kau bisa—“

“Jangan mengikutinya!” Tao langsung merampas ponsel yang di pegang Kris dan membantingnya ke lantai. Ia menatap kakaknya itu dengan kedua mata yang sudah basah, “Sehun bilang jangan mengikutinya.”

“Tao, kau tidak mengerti. Dia tidak bisa pergi ke sana sendirian. Dia bisa mati!”

Tao menggeleng lemah, “Dia bilang tidak ada yang boleh mengikutinya.”

Sementara di tempatnya, Chanyeol terperangah hebat begitu mendengarnya, “Kakakku… di culik?” lirihnya pada dua orang yang ada di hadapannya itu.

“Kalian berdua tetap berada disini, aku akan—“

“Dimana mereka?!”hysteria Chanyeol akhirnya pecah. “DIMANA MEREKA?!”

“Chanyeol…”

“Aku tidak bisa diam saja! Aku harus menyelamatkan kakakku!”

“Chanyeol.” Tao langsung menahan lengan sahabatnya itu. “Jika kau kesana, mereka bisa mati.”

Chanyeol menoleh ke belakang, kedua matanya juga sudah basah menatap Tao, “Lalu, apa kau menyuruhku untuk diam saja? Apa kau menyuruhku untuk mengorbankan sahabatku sebagai gantinya?!”serunya bergetar hebat, “Disana… tidak hanya ada kakakku. Tapi juga sahabat-sahabatku! Dan sekarang… saat ini… sahabatku yang lain sedang pergi kesana seorang diri. Aku sudah mengenalnya sejak kecil, aku tau bagaimana sifatnya. Dia akan mengorbankan nyawanya demi mereka, Tao! DIA AKAN MELAKUKAN ITU!” Chanyeol kemudian menggeleng lemah. “Aku tidak bisa membiarkan itu terjadi. Tidak bisa… Aku tidak mau kehilangan orang-orang yang aku sayangi lagi.”

Kris menghusap pundak adiknya itu lalu berseru pelan, “Tidak akan ada yang terjadi. Aku akan melindungi mereka jadi jangan khawatir.”

***___***

 

Suho datang ke rumah sakit karena dia terlambat menghentikan Sehun. Pria itu sudah membawa Do Gyung Shik menuju tempat Oh Seho berada.

“Apa kau tau dimana alamatnya?”tanya Suho tanpa basa-basi begitu melihat Kris.

Kris menggeleng, “Sehun tidak membawa alat apapun tapi aku telah memasang GPS di kalung Oh Seho. Kita bisa melacak keberadaan mereka melalui itu.”

“Baiklah. Semuanya sudah aku persiapkan. Sebentar lagi Minseok akan datang bersama beberapa pasukan untuk menjaga ruangan Ibu Luhan dan Kai. Kita bisa pergi sekarang.” Saat pandangannya teralih pada Chanyeol, ia kembali berseru, “Apa kau yakin? Ini lebih berbahaya dari misi-misi kita sebelumnya.”

“Aku tidak perduli. Aku harus menyelamatkan kakakku.”

“Aku juga ikut.” Suara Tao tiba-tiba terdengar.

Ketiganya menoleh bersamaan dan Kris langsung melarangnya, “Kau tetap berada disini, Tao.”

“Tidak. Aku akan ikut.”tegas Tao. “Aku harus menyelamatkan sahabat-sahabatku.”

Kris mendesah panjang, “Tao….”

“Kris, aku mohon. Aku akan mendengarkan semua ucapanmu nanti tapi kali ini biarkan aku.”

Kris tidak bisa berkata-kata lagi, “Baiklah. Tapi pastikan kau berhati-hati.”

“Aku tau.”

“Kalau begitu, kami juga…”

“Jongdae, kau, Baekhyun dan Lay tetap disini. Kalian harus menjaga Kai jika dia tiba-tiba bangun.”

“Tapi…”

Suho mengulurkan tangan, menepuk pundak Chen “Aku akan kembali secepat mungkin, oke?”

Chen mengalihkan tatapannya pada Tao dan Chanyeol lalu menghela napas panjang, “Aku benar-benar berharap kalian semua bisa kembali. Jadi jangan sampai terluka.”

***___***

 

“Aku minta maaf karena aku harus melakukan ini padamu. Aku tidak bermaksud—“

“Aku tau, nak.” Do Gyung Shik melempar senyuman lembut pada Sehun. “Aku tau kau melakukan ini demi anakku.”

Sehun menatap pria itu dalam diam beberapa saat. “Percayalah padaku. Kau jangan melakukan apapun, hanya percaya padaku. Aku pasti akan menyelamatkanmu.”

Pria paruh baya itu mengangguk pelan, “Aku tau. Aku percaya padamu.”

“Sekarang, tinggalkan kalung itu disini. Aku yakin teman-temanku tidak akan tinggal diam. Mereka pasti akan mencari kita jadi buang kalung itu disini agar mereka bisa dengan mudah menemukan keberadaan kita.”

Do Gyung Shik melepas kalung yang di pakainya dan membuangnya ke tanah. Kemudian berjalan memasuki sebuah gedung tua yang sudah tidak terpakai, sepertinya gedung itu adalah tempat bersembunyi Oh Seho dan orang-orangnya yang berhasil melarikan diri.

“Kenapa mereka suka sekali bermain-main dengan gedung tua?”dengus Sehun geleng-geleng kepala.

Mendengar itu, Do Gyung Shik tertawa kecil, “Kau terlihat sangat santai.”

“Yaah, jika ini adalah hari terakhirku, aku tidak akan menyesal karena aku mengakhirinya dengan keren.” Ia menoleh kearah Do Gyung Shik dengan senyum, “Iya, kan?”

“Kau tidak terlihat seperti anak baik-baik. Aku sedikit menyesal kenapa anakku harus bergaul denganmu. Kau bahkan tidak memanggilku dengan sebutan yang sopan dan terus bicara dengan bahasa informal seakan kita adalah teman akrab.”

Sehun langsung merangkul pundak Do Gyung Shik, “Bukankah kita adalah teman akrab? Paman, jangan membuat segala sesuatunya menjadi rumit.”

Do Gyung Shik mendengus, “Dasar. Kau memang menyebalkan.”

Sehun tertawa geli mendengarnya, “Nanti jika semua ini selesai, aku akan memohon pada Minho agar dia bisa memberikan sedikit waktu untukmu dan Kyungsoo. Kalian harus pergi berlibur dan menghabiskan waktu bersama.”

“Apa kau sedang mengajariku, nak?”

“Hanya memberitahu. Karena menjadi anak yang tidak memiliki ayah itu sangat tidak menyenangkan.” Sehun kembali tersenyum. “Ayo masuk. Kita harus segera mengakhiri ini.”

Tidak ada yang berjaga di luar gedung seperti kemarin. Gedung itu terlihat benar-benar sepi dan tidak berpenghuni. Sehun dan Do Gyung Shik berjalan menaiki anak tangga menuju lantai dua. Sinar matahari yang masuk lewat celah-celah membantunya memimpin langkah, tapi semakin masuk ke dalam, ia semakin tidak bisa melihat apapun. Tempat itu sangat gelap.

 

BRAKK

 

Hingga tiba-tiba sesuatu menghantam bagian belakang kepalanya dengan keras hingga dia tersungkur ke lantai dan pingsan.

***___***

 

“Mereka tidak bergerak sejak sepuluh menit lalu. Aku yakin Sehun telah menyadari jika ada alat GPS yang di pasang di kalung Do Gyung Shik.”ucap Suho terus memperhatikan layar monitornya. “Ponsel Sehun juga sudah tidak bisa di hubungi. Kita kehilangan jejak mereka.”

Tao langsung menggeleng, “Tidak. Aku yakin Sehun pasti tau jika kita akan tetap mengikutinya. Dia pasti memberikan tanda pada kita.”

Suho terdiam sejenak, “Kau yakin?”

“Aku sudah mengenalnya dengan baik. Dia adalah orang yang bisa membaca keadaan dengan baik.”

“Jadi? Apa kita tetap akan pergi ke tempat itu?”tanya Suho.

“Tempat itu sangat jauh dari Seoul, itu mungkin saja menjadi tempat persembunyian mereka yang baru.”balas Kris.

“Lalu bagaimana dengan CIA?”

“Aku minta mereka untuk tidak bergerak sebelum aku beritahu. Karena ini menyangkut nyawa orang lain jadi…” Kris menghela napas pelan, mencoba menahan kekhawatirannya. “Kita… harus berhati-hati.”

Chanyeol menatap pria itu sesaat. Yah, sebenarnya dia sudah tau tentang hubungannya dengan kakak perempuannya, tentang kedekatan mereka yang begitu terlihat akhir-akhir ini. Dia juga sudah mengetahui tentang kedekatan keduanya di masa lalu, hanya saja… dia memilih untuk diam. Sebaiknya tidak bertanya dan bersikap seolah-olah dia tidak mengetahui apapun.

“Jika terjadi sesuatu, aku mengijinkan kalian untuk menggunakan ini.” Kris memberikan dua buah pistol pada Chanyeol dan Tao. “Aku tau seharusnya aku tidak melakukan ini karena kalian tidak memiliki pengalaman apapun. Tapi, jika nanti kita dalam keadaan mendesak, atau tidak ada pilihan lain selain melindungi diri, aku mengijinkan kalian untuk menembak.”

“Kita hanya berempat. Kita datang untuk menyelamatkan sahabat-sahabat kita. Selain melindungi mereka, kita juga harus melindungi diri sendiri. Jadi, ketika semua ini berakhir, aku harap aku masih bisa melihat kalian semua.”ucap Suho pelan lalu tersenyum. “Ayo kita pulang dengan formasi lengkap.”

TBC

 

 

 

 

 

31 thoughts on “FF : GROWL CHAP. 41

  1. no namae berkata:

    “Hentikan siapapun yang akan
    mengikutiku. Dan jika aku
    tidak kembali…” ia
    menghentikan ucapannya
    sesaat. “… hiduplah seakan-
    akan aku tidak pernah ada.” ada apa dengan kalimat itu . OOOoooh itu benar benar mengena banget. Dan salut sama tingkah keren sehun meski menghadapi kematian yang sewaktu waktu datang tp dia tetap keren hehe

  2. ellalibra berkata:

    Kyaaaaaaa eon lama bgt dpost ;-( q dh berkaca” akhirnya🙂 dpost .. Y ellaaahh apa sehun dipukul lg pingsan lg dy eon lama” dy geger otak .. Smg kali ini sehun g mati jgn donk eon kshn masa hdp dy dr kcl smp dewasa gt hdpny mnderita trs eon 😀 smg pd selamat neeeeeeext fighting eon ^_^

  3. Hilma berkata:

    Aigoo., makin rumit ajaa 😢😢
    Itu siapa yg mukul swhun., dia baik2 aja kan ya???
    Aa., semoga misi cepet selesai n gak ada korban…
    Next chinguu
    Ditunggu neee

  4. Aleyaa ThuuAquw berkata:

    yah kukira akn hiatus lama lgi trus crtanya pending semua..
    Soale aqu sering baca cerita author bnyak yng pnding semua..
    Ah ku harap cerita ini jga gk pndng..
    Semoga happy ending jngn sampai ada yng mati,soale dri crta2 authour klao gk sehun pasti kai yng mati..ku hrap crta ini bner2 happy ending..

    Eh maaf guenya bnyak bacot..

  5. HunHo_Suho berkata:

    “… hiduplah seakan-akan aku tidak pernah ada.” plis yaaah ku cekek juga si maknae ini😭😭 pingin gampar bolak balik njaayyy 😭😭😭 kaaaakkk huhuhu kim dan ayah kai? Beneran mati? Plis kai belum sadar tapi bapak nya dh mati😭 berharap banget setelah misi selesai formasi mereka tetap utuh, gak ada yang menghilang😭 cukup di sini aku ngerasa exo tuh lengkap di dunia nyata huhuhuhuhu😭😭😭😭😭 next pasti mulai perang and chanyeol-tao keren gk yaaa mereka pakai pistol klo keadaan terdesak entar😁 dan ini moment bapak kyungsoo sama sehun kok nangis sambil ketawa yaakkk, itu loh emg mati di medan perang keren yah? Ya ampun sehun memang arghhh untung ganteng lu cadel 😂 selalu berdoa semoga mereka semua always baik baik saja wkwkkwkwkw 😚😚😚😚 ku sayang merekaaaa dan kak mijaaa😍😍😍💝💝💝💝💝💝

  6. Realc berkata:

    Tepat dugaaan kim dan mati *maaf ajusi
    Tp semoga happy end ya please
    Kai sadar please
    Dan sehun msih hidup
    Dan ayah sehun tewas di tempat atau di penjara

  7. osehn96 berkata:

    Hihi gpp wajar kan emang lagi masa liburan .

    Kai belum sadar juga.. padahal sehun udah sempet sampein tentang bapaknya semoga aja kai denger. Tapi kimdan nya mati. Mereka nnti ga saling benci lagi kan ya. Eh tapi sehunnya semoga tetep hidup juga eheheh.. perkiraan bakal happy and sad end .. hahah * sok tau* holaaaa gemes

  8. Shofalina Han berkata:

    ckckck itu si Sehun kasian amat .-.
    kena pukul lagi dari belakang??
    bapaknya Kai malah mati pas anaknya masih tak sadarkan diri..
    huh ini ff kaga sad ending, kan??

  9. RAIN berkata:

    Akhirnya update, semakin keren ceritanya
    Semoga gaada yg mati meskipun nanti ada sedih2nya dl gpp deh, tp semoga formasi ttp lengkap dan happy end😀 semangat buat next chap yaa💪

  10. irnacho berkata:

    makin deg2an…
    duh mijaaaa, kenapa semua karakter yg ada di ff kamu tuh keren bgt ya biar pun karakter utama di setiap cerita itu pasti sehun. tapi tetep aja tokoh yg lain ga ketinggalan porsi untuk tetep keliatan keren. ah the best deh pokoknya…

  11. Aya aya berkata:

    Hhuuueeee akhir nya lnjutttt 😂😂😂 next nyaaaaaa ditunggu bnget lo author nim , , mianheee yg chapter 40 gk comment 😂 jaringannn rada rada anehh disini hehehehe , , fighting author~~~~

  12. desi mulya berkata:

    Unnie…. Kenapa lama banget update nyaaa 😭😭😭😭 itu sehun sama yang lainnya gapapakan??? Iyakann pliss jawab iyaa,, itu kris,tao,chanyeol,suho cepetan temuin oh seho.. Unnie pliss jan sampe ada yang mati yaa,, kalo ada yang mati itu oh seho aja… Fast udate plisss….

  13. han berkata:

    Tbc lagi yah? ah tiba2 nyesek sama ucapan suho, semoga mereka kembali dgn formasi lengkap ..
    ditunggu next chapternya kaka.. fightinh

  14. Ohunhun94 berkata:

    kirain mau hiatus lagi authornya:”
    apapun yg terjadi, mau sad ato happy end, pokoknya sehun jngn mati. jangan. mati. plisss..

  15. punyaitah berkata:

    Haruskah aku menunggu lama untuk chapter selanjutnya? Sumpah gak bisa menunggu untuk sekarang. Terlalu penasaran. Tapi yah, aku tetap menghargai authornya tapi kalo bisa cepet ya. 😁

  16. Lufriend berkata:

    aish… aku ketinggalan
    gatau kenapa d chapter kali ini bawaannya sedih mulu T_T
    Kai kapan bangun? kalo dia bangun trus tau bapaknya mati gimana? u,u
    kak aku gak sabar liat kelanjutannya (terutama endingnya)
    makin greget ><
    keep writing kak! d tunggu kelanjutannya

  17. Ava berkata:

    Sehuniee kenapa lagi? 😭😭
    Semoga cepet selesai aja misinya.,
    Semuanya selamatm,
    Kainya cepet sadar…
    Next chinguuu

  18. Jung Han Ni berkata:

    tbcnya bikin greget T_T penasaran tingkat dewa nih
    smoga ga ada yg mati
    ayo eonni semangat lanjutinnya! ^^
    keep writing ^^

  19. mongochi*hae berkata:

    aigooo ak baper tinggi tinggi bacany..
    stlh mereka musuhan skrng jd sahabat dlm artian yg sangat rumit tp ak salut dg hub mereka…
    yg sangat setia dlm sikon apapun..
    ayoo ttp semangat dan jgn sampai kalah. ak yakin kalian mampu mengatasi mereka. meski pulang dlm keadan luka2

    next part dtunggu

  20. sri berkata:

    eonni!! sriv dri malaysia👋👋 sri dah lame bace growl ni..minat sangat..ceritanya best n menarik!! maaf,sri x pndai berbahasa indonesia..tapi sri boleh fham sikit bahase indonesia😂 fighting👏👏 buat banyak2 cerita nye semua best!! win di hati

  21. sri berkata:

    annyeong~👋👋 eonni..sri dri malaysia,salam perkenalan ya eonni..sri seronok dpat bace karya eonni,cerita nye win di hati😂😂fighting ya eonni👏👏

  22. Nanako gogatsu berkata:

    Oleh-olehnya mana eon…? Katanya baru pulang dari liburan panjang.. Wehehehe😀
    ni chapter terpanjang yang pernah q baca hahaha😀 suka suka.. Seruuu banget… Ayoooo selamatkan sehun.. Luhan,yoora, n kyungso.. Kalian harus pulang dalam formasi lengkap…
    Next chapter ditunggu…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s