FF : GROWL CHAP. 39

Growl

Tittle              : Growl

Author            : Ohmija

Cast                : EXO and Park Yoora

Genre              : Action, Friendship, Family, Romance

Akhirnya sebentar lagi tamat!!! >.< *sujud sukur* mungkin tinggal 2 atau 3 part lagi yaa huhuhu. Aku masih belum bisa nentuin ini sad ending atau happy ending. Kainya hidup atau enggak, tapi yang jelas aku udah liat hilalnya *halah. Maksudnya ntar di ending-ending ini FF mau diapain. Tapi sekali lagi belum bisa nentuin ini sad atau happy ending T.T Please keep support!

Happy reading ^^

“Sehun. Ya Oh Sehun. Kau sudah sadar? Sehun.”

Ia mendengar suara-suara memanggil namanya. Juga merasakan sesuatu sedang memukul-mukul pipinya. Perlahan ia mengerjap, cahaya lampu langsung menyambutnya membuatnya kembali terpejam karena silau. Saat pandangannya sudah terbiasa, ia mendapati Luhan dan Yoora pertama kali.

“Kau tidak apa-apa? Apa ada yang terasa sakit?”tanya Yoora.

Sehun kembali mengerjap-ngerjapkan kedua matanya sembari mencoba untuk duduk. Pria itu meringis saat di rasakan sakit di bagian dadanya.

“Kenapa? Kau merasa sakit?”tanya Yoora lagi.

“Noona, sebaiknya kita bawa dia ke rumah sakit.”ucap Luhan.

Sehun masih terdiam, sesaat ketika ingatannya kembali, ia langsung mencekal kedua bahu Luhan, “Kai!”pekiknya. “Dimana Kai?! Bagaimana dia?!”

“Sehun, kau juga terluka. Sebaiknya kau istirahat dulu.”

“Aku mohon! Dimana Kai?!”paksa Sehun.

Luhan terdiam sejenak, “Dia berada di rumah sakit sekarang. Keadaannya kritis.” Ucapan Luhan barusan sontak membuat kedua mata Sehun membulat lebar. “Sesaat setelah mobilnya terjun ke sungai, Lay berhasil menyelamatkannya dan mengeluarkannya dari dalam mobil. Di lihat dari keadaannya, sepertinya dia di pukuli habis-habisan hingga pingsan sebelum di terjunkan ke sungai.”

Sehun langsung menepis selimutnya dan berdiri, namun ia kembali meringis sambil memegangi dadanya.

“Sebaiknya kita ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaanmu.”

Sehun langsung menepis tangan Luhan dan menggeleng, “Aku mohon. Bawa aku ke rumah sakit sekarang. Aku harus melihat Kai.”

“Sehun tapi…”

“Luhan, aku mohon.”

***___***

 

Kyungsoo dan Chanyeol segera berlari begitu mereka sampai di rumah sakit. Keduanya langsung menuju ruang ICU dimana semua orang telah berada di sana. Namun tiba-tiba, Kyungsoo menghentikan langkahnya ketika matanya menangkap sosok seseorang yang sedang duduk di salah satu kursi dengan kepala yang tertunduk dalam.

Ini… bukan mimpi, kan?

Ini… kenyataan, kan?

“Appa…”serunya terdengar serak.

Pria yang sedang menunduk itu perlahan mengangkat kepalanya, menoleh kearah sumber suara yang di kenalnya. Detik itu juga matanya melebar, seketika ia berdiri dan menghampiri pria mungil itu.

“Adeul…” kedua tangannya terulur, bergetar menyentuh kedua pipinya. “Adeul…”

Berlingan air mata itu menetes saat ia menyadari jika sosok yang ada di depannya itu benar-benar nyata. Bukan lagi asa dan harapannya. Namun dia benar-benar nyata. Benar-benar berdiri di hadapannya.

“Appa.” Kyungsoo langsung memeluk Do Gyung Shik erat. Menumpahkan segala bentuk kerinduannya dalam dekapan ayahnya.

“Maafkan appa, Kyungsoo. Maafkan appa…”

Kyungsoo menggeleng, “Jangan pergi lagi. Aku mohon. Jangan pergi.”isaknya.

“Maafkan aku, Kyungsoo. Tapi aku harus membawa ayahmu segera pergi dari sini.” Xiumin menepuk pundak Kyungsoo pelan.

Kyungsoo meleraikan pelukannya dan menoleh kearah Xiumin, “Kenapa?”

“Ini bukan tempat yang aman.” Ia menggeleng. “Saat ini ayahmu sedang menjadi incaran organisasi itu jadi aku harus menyembunyikannya di suatu tempat. Aku akan menghubungimu nanti, oke?”

Do Gyung Shik menghusap kepala Kyungsoo, “Jangan khawatir.Kita akan bertemu lagi nanti. Appa harus pergi sekarang.”

Kyungsoo menghusap air matanya dan menatap Xiumin lurus, “Tolong jaga ayahku.”

Xiumin mengangguk, “Aku akan pergi bersama Kris. Jadi kau tidak perlu khawatir.”

Seluruh pandangan tiba-tiba beralih begitu suara derap seseorang terdengar. Sehun muncul bersama Luhan dan Yoora.

Rasa sakit itu langsung menghantamnya keras saat ia melihat wajah Baekhyun dan Lay yang benar-benar terlihat muram. Rasa sakit serta rasa bersalah pada dua orang itu karena dia telah mengakibatkan sahabat mereka menjadi seperti ini.

“Bagaimana keadaannya?”tanya Sehun pada Lay tergagap. “Dia… baik-baik saja, kan?”

Lay mengangkat wajahnya, balas menatap Sehun dan menggeleng lemah, “Dia masih kritis.”jawabnya pelan.

Sehun tidak bisa menahannya lagi. Ia termundur ke belakang hingga punggungnya menghantam dinding. Tubuhnya kemudian meluruh disana, mengacak rambutnya frustasi, tangisnya mulai pecah ke permukaan.

“Maafkan aku.”serunya serak. “Aku melihat mobilnya di dorong tapi aku tidak bisa melakukan apapun. Maafkan aku.”

“Ya Oh Sehun!” Chen mengguncang bahunya agar pria itu segera sadar. “Sadarlah! Ini bukan salahmu!”

“Aku sudah tidak tahan lagi, Chen.” Ia menggeleng kuat. “Semua orang terluka! Yoora noona, Chanyeol dan sekarang Kai! Dan yang membuat mereka terluka adalah ayahku!”isaknya. “Maafkan aku! Aku benar-benar minta maaf!”

“Ya brengsek!” Chen kembali mengguncangnya, kali ini lebih kuat. “Ini bukan salahmu, mengerti?! Kai akan baik-baik saja dan kita akan segera menyelesaikan ini secepatnya! Tidak akan ada yang terjadi!”

Sehun mengangkat wajahnya dan mendapati Chanyeol juga sedang menatapnya. Kontak mata keduanya bertabrakan. Dan tiba-tiba, ia teringat sesuatu…

 

“Serahkan Do Gyung Shik padaku besok atau kau akan menerima pelajaran lain.”

 

Chanyeol, Luhan, Kyungsoo dan Tao ada disini. Semua orang berada disini sekarang. Itu artinya…

Mata Sehun seketika membulat lebar, “Luhan!”pekiknya sambil berdiri. “Luhan, ibumu! Ibumu berada di rumah sendirian sekarang!”

Bersamaan dengan itu, ponsel Luhan tiba-tiba berdering. Panggilan dari ibunya!

Tidak. Ini bukan firasat buruk, kan? Yang di pikirkannya tidak akan terjadi, kan?

Luhan menelan ludah, ia menerima panggilannya dengan jantung berdebar-debar.

“Eo… eoma…”

“LUHAN! TIDAK, TOLONG JANGAN! JANGAN LAKUKAN ITU! LUHAN, TOLONG EOMA! LUHAN!”

Tut… tut… tut…

Panggilan terputus tiba-tiba. Detika itu juga, Luhan dan Sehun langsung berlari pergi. DI susul Chanyeol, Tao dan Yoora yang juga mengikuti mereka. Bodoh. Kenapa mereka bisa lengah seperti ini?

***___***

 

Luhan menemukan pintu rumahnya terbuka lebar serta isi rumahnya yang berantakan. Beberapa barang terlihat hancur juga banyak pecahan-pecahan beling yang berserakan di lantai.

“EOMA!”

Pria itu langsung menghambur kearah ibunya yang tergeletak di ranjang kamar tidur dengan mulut yang di bekap dengan lakban hitam serta kedua tangan terikat ke belakang. Buru-buru ia melepaskan ikatan tangan ibunya dan langsung memeluknya erat.

“Eoma.”

Begitu melihat Luhan, ibunya seketika menangis ketakutan dan memeluknya kuat-kuat. “Luhan, eoma takut. Mereka… mereka….”

“Tidak apa-apa. Aku disini. Maafkan aku. Jangan takut, eoma. Aku disini.”

Sehun menghembuskan napas panjang lalu berjalan meninggalkan kamar. Pria itu menjatuhkan diri di sofa ruang tamu dengan kepala tertunduk dalam. Menyadari jika Sehun tidak ada disana, Yoora menyusulnya dan duduk di sampingnya. Ia mengerti perasaan Sehun saat ini. Dia pasti merasa sangat bersalah atas semua yang terjadi. Wanita itu mengulurkan tangan, menepuk pundak Sehun namun pria itu langsung menepisnya.

“Berhentilah noona.”serunya, ia menatap Yoora lurus.

“Sehun tapi kita bisa—“

“AKU MOHON!”bentaknya. “Aku mohon jangan terlibat lagi!”

“Tapi kau tidak bisa melakukannya sendirian. Dan ini… ini adalah kasus lamaku.”

“Bisakah kau mendengarkan ucapanku, hah?” Rahang Sehun mulai mengatup. “Jika terjadi sesuatu dengan kalian, maka aku akan mati!” Nada suaranya semakin meninggi. “Aku akan mati, noona.”

“Sehun…” suara Yoora mulai bergetar.

“Jangan membentak kakakku seperti itu!” Mendengar bentakan Sehun, Chanyeol muncul menghampiri mereka. “Jangan pernah membentaknya!”

Sehun berdiri dari duduknya, balas menatap Chanyeol tajam, “Kau membenciku, kan?”serunya. “Yah, teruslah membenciku! Bawa kakakmu pergi bersamamu dan hiduplah dengan baik! Dan kau…” Kemudian ia mengalihkan pandangannya kearah Tao. “Terima kasih atas semua pertolonganmu selama ini tapi sekarang AKU MOHON… Aku mohon berhentilah.”

Kemudian pria itu berbalik pergi, meninggalkan rumah Luhan dan pergi ke suatu tempat.

***___***

 

“Sehun bilang dia akan segera kemari.” Seru Kris sambil memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku.

“Kau sudah menghubungi Choi Minho?”tanya Xiumin menatap pria tinggi itu.

Ia mengangguk, “Dia juga sedang menuju kemari.”jawabnya balas menatap Xiumin. “Kita benar-benar bisa mempercayainya, kan?”

“Dia tidak pernah berkhianat jadi kau jangan khawatir.”

Kris terdiam, ia melirik kearah Do Gyung Shik yang sedang tertidur di ranjang kemudian menghela napas panjang. Peperangan kini di mulai.

“Ngomong-ngomong kenapa aku tidak pernah tau jika kau adalah mantan anggota FBI?” Xiumin membuka bungkus permen karet dan mengunyahnya. “Kau tidak pernah datang ke markas NSA?”

Kris menggeleng, “Tidak dan kita tidak pernah bertemu sebelumnya. Aku hanya pernah berada dalam misi yang sama dengan Yoora dan Junmyeon.”

“Aku rasa kalian memiliki hubungan yang sangat rumit. Maksudku… lebih daripada sekedar hubungan rekan kerja.”

Kris menatapnya dengan kening berkerut, “Maksudmu?”

“Pertama, aku ingat ketika pertama kali kau bertemu dengan Yoora. Kau yang biasanya sangat tegas berubah menjadi kucing penurut di depannya. Kau bahkan membebaskan anak-anak itu dengan mudah. Dan kedua, aku merasa seolah kau sangat ingin melindungi Junmyeon. Aku tau kalian adalah teman lama tapi aku merasa jika kau memiliki sesuatu yang lain terhadapnya. Seperti… rasa bersalah?”

Dugaan Xiumin sangat akurat.

Kris menghela napas panjang, “Yoora adalah mantan kekasihku dan—“

“Ah, jadi aku benar!”potong Xiumin bersemangat. “Aku terus menduga jika kalian berdua pasti memiliki hubungan special dan pasti kau merasa bersalah pada Junmyeon karena kau telah merebut Yoora darinya karena Junmyeon juga menyukainya, kan? Begitu?”

Ahhhh, dia memang bukan orang yang tepat. Kris mendesah dalam hati.

“Benar, kan?”tanya Xiumin lagi.

“Yeaah, terserah kau saja.” Kemudian pria itu berdiri bersamaan dengan suara bel yang berbunyi. “Itu pasti Sehun.”

Tepat. Sehun sudah berdiri di balik pintu ruang hotelnya. Namun tak lama, seseorang juga muncul di sana.

“Dia Choi Minho. Dari CIA.” Kris memberitahu Sehun lebih dulu sebelum pria itu bertanya. Ia mempersilahkan keduanya masuk.

“Jadi aku akan langsung ke intinya saja. Aku sudah mengirim bukti yang kita temukan kemarin pada Minho dan dia bilang itu cukup untuk menangkap Jo Soo Kwang. Juga, di email tertulis jika mereka akan bertemu dengan seseorang besok sore, karena kita sudah mengetahui dimana tempatnya, kita bisa menggunakan kesempatan itu untuk melihat dengan siapa dia bertemu. Orang yang akan mereka temui itu bisa jadi adalah pemimpin sebenarnya yang dimaksud oleh Do Gyung Shik.” Kris menjelaskan.

“Tapi apa kita benar-benar bisa mempercayai orang ini?” tanya Sehun dengan nada tajam sambil menatap Minho. “Dia bukan bagian dari pihak lawan, kan?”

“Ya, kau terlalu curiga.”sahut Xiumin.

Minho tersenyum, “Apa kau benar-benar hanya murid SMU? Kau lebih terlihat seperti seorang agen.”balasnya ramah.

“Sudah ku bilang, dia lebih cocok jadi detektif.”tambah Kris.

“Tenang saja. Aku juga sedang menyelidiki tentang itu. Adikku adalah salah satu korban mereka.”

Kening Sehun berkerut, “Maksudmu?”

“Dia adalah seorang jaksa yang mencoba menyelidiki kasus suap Baek Jinwoo namun dia terbunuh di tengah-tengah tugas dan kasusnya di tutup begitu saja. Aku curiga jika ada sesuatu di baliknya dan kemarin setelah Kris mengirimkan bukti-bukti itu, aku jadi yakin jika memang ada sesuatu di belakang Baek Jinwoo.” Jelasnya. “Dan sebenarnya, CIA telah membentuk sebuah tim khusus untuk menyelidiki organisasi mafia itu. Sudah sejak tiga bulan lalu kami terus menyelidikinya dan aku lega karena akhirnya kami sedikit menemukan titik terang. Terima kasih atas bantuan kalian.”

“Jika begitu, bisakah kau membantuku tentang satu hal?”tanya Sehun.

“Apa itu?”

“Bisakah aku minta kau untuk menyediakan tempat aman untuk beberapa orang?”

“Maksudmu?”

“Aku memiliki teman-teman yang tidak terlibat dalam kasus ini tapi mungkin orang-orang itu akan menyakiti mereka jika aku tidak menyerahkan Do Gyung Shik. Hari ini, mereka sudah membuat salah seorang temanku koma dan ibu temanku terluka. Jadi bisakah aku…”

“Aku tidak yakin tentang hal itu tapi aku akan mengusahakannya. Aku akan minta bantuan pada timku.”

“Jadi haruskah kita menyusun rencana untuk besok?”seru Xiumin.

“Sepertinya kita butuh banyak anggota. Walaupun kita hanya akan menangkap bagian ekornya, tapi aku yakin jika itu sangat berbahaya.”

Kris mengangguk kemudian menoleh kearah Sehun, “Sebaiknya kau tetap disini. Biarkan kami yang mengurusnya.”

Sehun langsung menggeleng, “Ini bukan lagi sekedar misi yang Suho minta agar aku menyelidikinya tapi aku juga terlibat sekarang. Karena ayahku adalah tersangka utama dari kasus ini.”

***___***

 

“Bagaimana keadaan omoni?” Yoora menyambut Luhan dengan pertanyaan ketika dia baru saja keluar dari ruang rawat inap.

Pria itu mengangguk, “Dia sudah tidur dan tidak histeris lagi.”

“Syukurlah. Masuklah ke dalam dan jangan pernah tinggalkan kamar ini. Jika kau butuh sesuatu hubungi aku, aku akan mengantarnya.” Yoora menepuk pundak Luhan.

“Tapi noona, jika kau bertemu Sehun—“

“Aku tau. Aku akan langsung menghubungimu.” Kemudian wanita itu mengalihkan tatapannya pada Tao dan Chanyeol. “Kalian bantu dia berjaga disini.”

“Kau mau kemana?” Chanyeol menahan lengan kakak perempuannya itu.

“Aku harus melihat keadaan Kai. Jangan khawatir. Aku tidak apa-apa.”

“Baiklah. Cepat kembali.”

***___***

 

Matahari sudah terbit saat dokter akhirnya keluar dari ruang ICU. Lay dan Baekhyun yang nyaris jatuh tertidur langsung terlonjak dan berdiri. Keduanya langsung menghampiri dokter.

“Bagaimana keadaan teman saya, dok?”

Ekspresi dokter itu tidak terlihat bagus saat Lay bertanya, “Kami sudah berusaha sebaik mungkin. Tapi hasilnya tidak begitu baik.”

“Apa? Apa maksudnya?”

Dokter itu menarik napas panjang dan menghembuskannya pelan, “Dia berada dalam kondisi koma. Maafkan saya.”

Detik itu juga Baekhyun dan Lay terperangah hebat, “Tidak mungkin!”

“Cobalah memeriksanya lagi! Mungkin kau keliru! Kau harus menyelamatkan temanku!”

Suho menghusap pundak Lay sementara Chen mencoba menenangkan Baekhyun yang terlihat sangak shock.

“Lay tenanglah.”

“Suho, aku sudah mengeluarkannya dari sungai. Bagaimana mungkin… dia…”

Suho langsung memeluknya, “Tidak ada yang terjadi, Lay. Kai akan segera sadar.”

***___***

 

“Astaga Kris!”pekikan Xiumin membuat Sehun dan Kris yang baru saja terlelap langsung bangkit berdiri dan menghampirinya.

“Ada apa?!”

“Lihat!” Ia menunjuk layar laptopnya. “Kim Dan di tangkap atas tuduhan korupsi.” Ia membaca judul artikel disana. “Bukankah dia adalah ayah Kai?!”

“Apa?!” Sehun langsung terkejut. “Ayah Kai?!”

“Iya. Aku ingat dia pernah datang ke kantor polisi untuk membebaskannya. Dari semua wali yang datang, aku paling ingat dengannya karena dia adalah salah satu pengusaha sukses.”

“Dan dia korupsi?”tanya Kris tidak bisa berkata apapun lagi.

“Kris, bisakah kau mempertemukanku dengannya?”

Untuk yang kesekian kalinya Sehun tersentak, “Apa?!”

“Hanya sebentar. Ada yang ingin ku tanyakan padanya. Bisakah?”

“Oh Sehun, kau benar-benar membuatku gila.”

***___***

 

Kedua matanya terpejam. Seluruh tubuhnya di penuhi alat-alat kedokteran. Yang dia tau, pria itu adalah sosok yang kuat, yang selalu meremehkan orang lain dan selalu menjadi pemimpin. Tapi sekarang, dia tergeletak lemah di atas ranjang tidur.

“Terima kasih, Kai.”seru Kyungsoo yang sejak tadi duduk di samping ranjangnya. “Aku tidak sempat mengatakan itu padamu jadi sebaiknya kau segera bangun. Dan jika kau bangun nanti, aku berjanji tidak akan berkata kasar lagi. Aku akan memperlakukanmu dengan baik, seperti seorang sahabat. Bangunlah. Karena jika tidak, aku akan menjadi orang yang paling menyesalinya.”

Sementara dari taman rumah sakit, pria itu terus berdiri menatap ke dalam jendela kaca ruangan itu. Mereka terluka, orang-orang yang paling penting di dalam hidupnya. Jika saja sejak awal dia tidak masuk ke dalam kasus ini, mungkin semua ini tidak akan terjadi. Tapi dia tidak memiliki jalan lain. Karena dia harus mencari uang untuk biaya pengobatan ibu Luhan. Ini adalah satu-satunya jalan yang bisa ia tempuh untuk mendapatkan banyak uang dengan cepat walaupun dengan resiko yang besar.

Pria berkulit pucat itu menarik napas panjang, “Aku tidak bisa membiarkan kalian terluka lagi.”gumamnya.

Kembali menarik napas panjang, pria itu berbalik dan melangkah pergi. Menuju suatu tempat yang di sebut sebagai markas besar.

Seorang diri.

***___***

 

Ia menutup pintu taksi kemudian menatap kearah secarik kertas yang ada di tangannya. Sebuah gedung tua yang berada jauh dari pusat kota Seoul. Gudang bekas perkantoran yang tidak terpakai dan tidak akan menarik perhatian orang lain. Ini adalah tempat yang paling tepat untuk di jadikan markas organisasi mafia itu.

Sehun melangkahkan kakinya pelan, uap asap keluar dari mulutnya karena angina sedang berhembus kencang. Daun-daun kering berterbangan, menabrak sepatunya. Tempat itu sangat dingin dan sunyi.

Di lihatnya beberapa orang pria berbadan kekar sedang berkumpul di bagian depan, tumpukan botol-botol minuman keras berada di samping mereka. Yah, mereka menakutkan.

Sehun menarik napas panjang dan menghembuskannya pelan, mencoba mengumpulkan keberaniannya. Dia tidak mungkin di bunuh, kan? Yang dia temui adalah ayahnya sendiri. Dia tidak mungkin tega membunuhnya, kan?

Menyadari kehadiran seseorang, pria-pria itu menoleh dan langsung bersikap siaga. Mereka berdiri di hadapan Sehun dengan tatapan menakutkan.

“Aku Sehun.” Suara Sehun nyaris bergetar. “Aku ingin bertemu dengan Oh Seho.”

“Apa kepentinganmu?”

“Sebutkan saja namaku, dia pasti tau.”

Salah seorang dari mereka kemudian masuk ke dalam dan beberapa saat keluar kembali sambil berbisik pada pria yang berdiri paling depan.

Pria Itu kemudian mencengkram kerah baju Sehun dan menyeretnya masuk ke dalam. Kemudian melempar tubuhnya ke lantai. Sehun terbatuk-batuk karena cengkraman pria itu begitu erat hingga membuatnya sesak. Tak lama dari balik ke gelapan yang ada di depannya, Oh Seho muncul bersama bodyguard-bodyguardnya yang berjalan di belakang.

“Kau bahkan sudah mengetahui tempat ini.”serunya dingin. “Kau benar-benar hebat.”

Sehun berdiri tertatih, “Aku mohon hentikan.”ucapnya. “Jangan sakiti mereka lagi.”

Oh Seho tertawa mendengus, “Jika kau bersedia melakukan apapun, maka aku akan memikirkannya kembali.” Kening Sehun berkerut tak mengerti. Oh Seho tersenyum menyeringai, “Aku tau kau tidak akan bisa membunuh Do Gyung Shik karena dia adalah ayah dari temanmu. Kau tidak perlu khawatir karena aku yang akan mengurusnya.”

“A-apa maksudmu?”

“Beritahu kami dimana kau menyembunyikan pria itu. Aku berjanji hanya akan membunuhnya dan tidak akan melukai teman-temanmu yang lain.”

“T-tapi…”

“Hey brengsek, aku sudah bersikap lembut karena kau adalah anakku. Jangan membuatku menjadi marah!” nadanya sedikit meninggi. “Aku tidak bisa melepaskan Do Gyung Shik begitu saja karena dia telah membuatku rugi besar.”

Tiba-tiba salah satu bodyguard Oh Seho masuk dan berbisik padanya, “Tuan, dia sudah datang.”

Oh Seho membuang rokoknya sambil tersenyum, “Waktu yang tepat.”ucapnya. “Suruh dia masuk.”

Masih berdiri di tempatnya, Sehun sama sekali tidak mengerti dengan situasi yang sedang terjadi. Ia menoleh ke belakang saat seseorang masuk ke dalam ruangan itu. Seseorang wanita dengan mata tajam dan dagu lancip. Wajahnya putih pucat dan sudah bisa d ipastikan jika dia bukan prang Korea. Tunggu… apa dia yang di maksud oleh Do Gyung Shik? Apa dia adalah pemimpin sebenarnya? Seorang wanita?

“Long time no see, Boss.” Oh Seho menyambutnya dengan pelukan hangat.

“I come here because you said you have a problem. What problem?”balas wanita itu.

Oh Seho tersenyum lalu menggeleng, kemudian ia mengalihkan tatapannya kearah Sehun, “I’m sorry, Boss. But I will solve it now.”

Wanita itu mengikuti arah pandangan Oh Seho, ikut menatap Sehun, “Who is he?”

Kembali tersenyum menyeringai, Oh Seho berseru dingin, “Dia yang akan membunuh Kim Dan.”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

34 thoughts on “FF : GROWL CHAP. 39

  1. Jung Han Ni berkata:

    aigoo masalah makin rumit, duhh sehun andwae!! T_T semoga ga ada yg mati di ff ini. Yaahh ffnya bentar lagi tamat ya eon? yaaahh jadi sedih..😦 aku sih berharapnya ini happy ending🙂
    keep writing n hwaiting eonni! I’ll always support you! ^^

  2. Aya aya berkata:

    Sehunnn mo di jadiin pembunuh ?????? hhhuueee kasiannn bnget sehunnya , , masalahnya tmbah rumit ajaaa , next nya ditunggu bnget authornim

  3. Rain berkata:

    waa, tambah rumit aja masalahnya tp seru, semoga kai segera sadar dan sehun jg baik2 aja, berharap happy ending. Gak sabar sm next chapnyaa..

  4. osehn96 berkata:

    auuuuh, stresss daaah sehun. Knpa juga kim dan baru diketahui sehun klo itu bpknya kai. Kainya kritis dan dia disuruh bunuh kim dan, gimana caranya coba nyelametin kim dan. bunuh diri aja hun :’) . Etapi si sehun pasti dketemuuin kim dan kan ya? *soktau* Tapi ntah mau diapain sma sehun. Seho gemesin bgt, kaya anaknya gemesin. Hihihi. Sehun lelaaah, hug sehuun, hug juga authornya biar makin semangat eheheh

  5. haphap berkata:

    Andwe… sehunnie . Aduh tambah pusing aja nih .tp seru bgt wkwkwk . Kai cepetan sadar dong,masak sehun disiruh bunuh ayahnya kai andweeeeee

  6. alzara berkata:

    sehun mau bunuh ayah kai ??? makin seru….gak sabar nunggu endingnya…
    next chap jangan lama” ya min.

    oh iya. ff lain lanjut lagi ya please….crazy without you sama the lors of legend terutama..heehehe

    fighting!!!!!

  7. desi mulya berkata:

    Ya tuhan sehun…. Thor sumpah ini ff makin rumit aja, sehun dirimu tidak pusing kah nak.
    Gabisa coment apa2 pokoknya ff seru 👍 makin kesini makin bikin tegang . next chap jan lama2 yaa, kalo bisa fast update
    #fighting

  8. ellalibra berkata:

    Aduuuuuh sehuuuun knp u prg ksna sndrn?? Apa ini rencana sehun sm yg lain ? Smg aja … Tp bknny sehun blg mau nemuin bapaknya kai? Tp knp jd nemuin musuh bapa ny sndr lg?? Makin tegang was” gmn ini?? Sehun apa yg mau u lakuin ?? Y alloh smg qm selamat🙂 neeeeeeext fighting eon

  9. kira berkata:

    Makin rumit aja nih cerita nya..Next y oonie oh mija..
    Onnie aku mau nanya library apa udah baik? Kemarin ff early marriage nya nggak mau di buka katanya halaman tidak ketemu.. tolong y oonie..

  10. Realc berkata:

    Jgan kan kim dan atau do kyung ygvjd target
    Author ny juga perlu di bunuh sepertinya😄
    *kidding
    Bagaimana bisaaaa seorng ayah udh mentelantarkan anak ny skrng kejam karena udh gelap mata
    Heol separah” nya ayah tp ada 1 titin kelemaahan seseorng kan ….

    Kai vs d.o mendingan ak mati ajaaaa pilihan berat .

    Lalu it cwe siapa ?

    Karena udh mw end ak harap sebesar” nya
    Kai sadar pleasee dan entah knpa sisi gelap ku bilang yg harus sehun bunuh itu kim dan .
    Tp pleaaseee memang itu pilihannya lakukan tp kalau ada jalan kecilll ak harap km author bikin HAPPY END PLEASE
    Karena bulan puasaaa saling memaafkan bukan ??

    Sudah cukup sehun turun tangan please biar dia hidup dikelilingi orng” yg tercinta mereka semua .

    *salut banget ama km bisa buat ini ff mood naik turun seketika 😂

  11. chikaraenggar berkata:

    yaampun yaampun masalahnya makin rumit bangett…sehun harus jadi pembunuhh, ayahh macam apa yang ingin anaknya jadi penbunuh..trus siapa wanita yang jadi boss besar mafiaa ituu yampunnnn makin penasaran banget ini

  12. Ohunhun94 berkata:

    happy end!! walau kyaknya gk mungkin di ff ni gk ada yg mati…tp happy end ajalah~*maksa:b
    bgus ya kim dan-> kim kai. keren2^^
    itu kim dan bneran korup apa jebakan??

  13. Hilma berkata:

    Aaa., astagaa.. Makin rumit aja masalahnya…
    Please chingu., jangan ada meninggal ya.. Happy ending lahhh…
    😭😭

  14. Lufriend berkata:

    hah? jadi ayahnya Sehun mau nyuruh Sehun bunuh ayahnya Kai? gila! Kai, please jangan mati. semuanya tolong kerjasama buat ngancurin itu geng mafia. Kai pokoknya gak boleh mati kak.
    aku seneng entar lagi tamat, tpi di part part kaya gini nih yang bikin dag dig dug
    hhuuffftt…. aku gak bsa komen lebih. aku cuma bisa bilang “FF ini bagus dan feel nya dapet, terutama buat aku yang suka ff genre brothership & family”

    keep writing kak! di tunggu kelanjutannya😉

  15. HunHo_Suho berkata:

    Oh itu kalimat terakhir gak mungkin kan?? Sehun bukan pembunuh kakk plissss dia terlalu tampan untuk jadi seorang pembunuh.. ahh kai dirimu koma dan berita ayahmu bangkrut lengkap sudah masalah di sini kaaaakkk.. titik masalah ada di ayah kyungsoo kalau ayah kyungsoo di serahkan usaha sehun bakal sia sia dan kalau gak di serahkan dia bakal menyesal ahhhh kaaakkk gakuku kaaaakkk sehun terlalu strong dan kesel juga sama sifatnya yang always alone plis deh hun demi vivi manusia ini mahkluk sosial dan butuh seseorang untuk mengenal dunia.. ahh aku tau dirimu merasa bersalah meskipun ini bukan salah mu tapi biarlah mereka ikut tersangkut di masalah ini, masalah akan menjadi ringan kalau di pikul bersama sama jadii pliss ya sehun ini demi vivi di rumah jangan sok always alone lagi okee👍👍👍semangat terus kaaakkk !!!! Fighting eonni 😙😙😙😙

  16. han berkata:

    andwe plis sehun jgan sampe ngebunuh ayah nya kai, jga jgan buat kai mati plissss.
    jdi bos mafia itu wanita,, ah kejam bnget sumvah.
    baca chapter ini nangis sndiri, prsahabatan mreka , alur ceritanya… ah ga bisa ngomong apa2 author hebat banget dah buat ceritanya feelnya dpet bnget smoga bkal buat project ff baru lg yg sperti ini tentu castnya harus sekai genre brus ada angst nya ya
    ditunggu next chapternya kaka.hwaiting

  17. Shofalina Han berkata:

    ckckck itu masalah tambah rumit??
    siapa tuh cewe??
    masa si Sehun disuruh ngebunuh??
    ayah macam apa yg nyuruh anaknya ngebunuh??
    dan bingung mau ngomong apalagi .-.
    Sehun oh Sehun, bersabarlah.. berdoalah semoga bukan situ yg meninggal di FF ini.. dan bukan orang2 yg situ sayangi di FF ini..

  18. tri rahayu berkata:

    ya ampuuunnnn cobaan apa lagi buat thehun huhuhuhu T,T
    sabar ya sehun ini mungkin ujian dari tuhan melalui ayah muu.
    boleh bantuin ngunyengngunyeng mukanya oh seho ngga sihh kaya yg di iklan WARBIASA ituuu greget..
    sehun semangaaaattt dan jangan smpe ada yg matii

    authoorr daebak !! FIGHTING.. ditunggu kelanjutannya

  19. jongkai's wife berkata:

    author-nim
    apakah kau tega membuat kai mati untuk ke tiga kali Nya di ff mu?
    ayolah jangan nistakan kai terus..
    biarkan dia hidup bahagia, suka miris liat kai lagi2 mati..😂
    dan aku harap ini happy end Soal ny kalo sad end suka ga karuan, ga enak hati ada yang ngeganjel..
    maafin aku yang banyak mintanya..
    buat author keep writing fightin!! 🙏

  20. jongkai'swife berkata:

    author-nim
    apakah kau tega membuat kai mati untuk ke tiga kali Nya di ff mu?
    ayolah jangan nistakan kai terus..
    biarkan dia hidup bahagia, suka miris liat kai lagi2 mati..😂
    dan aku harap ini happy end Soal ny kalo sad end suka ga karuan, ga enak hati ada yang ngeganjel..
    maafin aku yang banyak mintanya..
    buat author keep writing fightin!! 🙏😘

  21. jongkai'swife berkata:

    author-nim
    apakah kau tega membuat kai mati untuk ke tiga kali Nya di ff mu?
    ayolah jangan nistakan kai terus..
    biarkan dia hidup bahagia, suka miris liat kai lagi2 mati..😂
    dan aku harap ini happy end Soal ny kalo sad end suka ga karuan, ga enak hati ada yang ngeganjel..
    maafin aku yang banyak mintanya..
    buat author keep writing fighting!! 🙏😘

  22. jongkaiswife berkata:

    author-nim
    apakah kau tega membuat kai mati untuk ke tiga kali Nya di ff mu?
    ayolah jangan nistakan kai terus..
    biarkan dia hidup bahagia, suka miris liat kai lagi2 mati..😂
    dan aku harap ini happy end Soal ny kalo sad end suka ga karuan, ga enak hati ada yang ngeganjel..
    maafin aku yang banyak mintanya..
    buat author keep writing fighting!! 🙏😘

  23. kimjongkai berkata:

    Yakkk eonni ini ff apaan lah????!!! Jinjja bisa gila aku bacanya *ini serius* udah kai koma, terus ayahnya sehun pengen bunuh ayahnya kai sama kyungsoo udah lahh pak oh seho yang terhormat bunuh saja aku wkwkwk
    Maaf ya eon aku bentak bentak habisnya katanya eonni mau selesai tapi apaaaa ini tambah bundet 😥😥

  24. mongochi*hae berkata:

    Oh seho kejammmmmmmmm…
    masa dia nyuruh anakny ndiri buat mbunuh ayah temanny cjckck .
    please hun. jgn nyampe deh kmu ngelakuin hal it

    next part dtunggu

    nb: please, happy ending yah.
    cuz gk setimpal bgt dg banyakny semua kepahitan yg mereka lalui. mereka harus berakhir dg mengenaskan

  25. Ava berkata:

    sehuniee jangan jadi pembunuh neeeee..
    astaga sumpahhhh., kesel tuh sama oh sehoo., maunya apa cobaa..
    next chinguuu
    please happy ending neee, jgn ada yg meninggalll

  26. hansera_ berkata:

    stelah baca chap ini pas yg bagian akhir aku kpikiran klau cewek itu ibunya kai yg dendam ama bpknya kai?? entahlah aku tunggu chap slnjutnya aja ya kak^^
    juga habis ff ini lnjutin yg autumn dong kak. aku suka banget krakter sehun yg unyu2 disitu

  27. Nora berkata:

    Aduuhh…. chap ini bikin gregetan sekaligus baper. Takdir kejam macam apa lagi yg datengin mereka berdua?
    Mendekati akhir cerita masalah makin mengerucut.
    Btw, chingu, ini fanfic beneran mau end sebentar lagi?
    Fanfic ini padahal satu-satunya fanfic yg aku ikuti tiap minggunya. Agak ga rela….

  28. Nanako gogatsu berkata:

    Uwaaaaa….^o^ makin penasaran ama kelanjutannya.. Apalagi ending nya… Kyaaaa…
    Next ditunggu eonni
    n minal aidzin wal faidzin,, mohon maaf lahir dan batin ya…
    #SEMANGAT…

  29. diyah pudji rahayu berkata:

    kyaaa…, makin rumit n mkin seru, pasti ayah’a kai d fitnah, bingung mo komen pa lgi y, smua dah dksih komen readers, ok deh see u next chap ja, tetap semangat y, thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s