Wait For Me

Oh Se HUn, Jang NARA

Cast :
Oh Sehun, Jang Nara (OC)

Friendship, a little bit humor

oneshot

story by ramyoon

.

.
Apa yang biasa terjadi ketika Sehun dan Nara bertemu disela-sela waktu libur Sehun?

***

Sebenarnya ada banyak hal yang orang lain tidak tahu. Langsung contoh ekstremnya saja ukuran pakaian dalam yang kita pakai. Kalau bukan orang yang benar-benar dekat dengan kita, tidak mungkin sembarangan orang bisa tahu –kecuali penguntit. Salah satunya adalah perasaan akan sesuatu.

“Nara, kalau aku ganti warna rambut lagi bagaimana menurutmu?” Tanya pria yang sedang asik berbaring di pahaku dengan sebelah tangannya memegang ponselnya untuk bercermin.

“Mau diganti warna apalagi?” Aku menjawab pertanyaannya setelah menoleh sedikit kearahnya tadi lalu kembali fokus pada tv.

“Pirang? Platina? Abu-abu? Ah bagaimana kalau kuning? Seperti G-Dragon waktu itu, bagaiamana?”

“Kau akan seperti toge tahu! Tidak lihat seberapa putihnya kulitmu?” Anak hantu ini tidak tahu apa kulitnya sudah putih pucat begitu ditambah badannya yang selalu-selangsing-lidi itu masih berani mewarnai rambutnya dengan warna kuning?!

Dia akan benar-benar seperti batangan toge yang berjalan, dengan pucuknya yang menguning dan tangkainya yang putih pucat sangat mirip dengan Oh Sehun.

Astaga T-T)/

“Kalau begitu, berikan aku saran Naraaa~ Aku harus ganti warna rambut apalagi?” Sehun menarik-narik ujung rambutku yang tidak terikat dan mulai memainkannya seperti biasa. Ya ampun aku menyesal tidak potong rambut sebelum anak hantu ini datang kesini T-T)

“Jangan diganti, ubah saja potongan rambutmu.” Jawabku sambil mengangkat kepala Sehun perlahan dari pahaku agar ia bangun yang langsung ditanggapi Sehun dengan duduk sambil memeluk bantal sofa.

“Apa? Mengubah potongan rambut? Tidak mau! Kalau aku tidak suka dengan potongannya akan susah mengubahnya!” Teriaknya yang masih bisa aku dengar dari dapur. Hee Oh Sehun suaramu hampir membuatku tersedak tahu T.T)9

“Kau minta saran kan? Saranku potong saja rambutmu jangan ubah warnanya.” Jawabku sambil mengunyah potongan apel yang baru sajaku ambil dari lemari pendingin.

Sehun hanya mendengus mendengar jawabanku dan kembali bercermin dengan ponselnya. Sejujurnya ada alasan mengapa aku lebih menginginkan Sehun memotong rambutnya daripada mengubah warnanya. Sekarang warna rambutnya berubah menjadi cokelat gelap malah hampir hitam seperti dulu. Rambut dengan warna seperti ini membuatku jadi merindukan masa-masa sekolah dulu. Aaah~ Aku jadi merindukan sekolah kan u,u)/

Sehun tiba-tiba saja berdiri dan memakai lagi topinya yang tergeletak di meja. Sedikit merapikan penampilannya ia lalu pergi ke depan untuk memakai sepatu. Aku mengikutinya dari belakang dan memperhatikan temanku yang satu ini.

“Sudah mau pergi?” Tanyaku lalu mengigit lagi apel yang sejak tadi menjadi cemilanku dari dapur.

“Iya, padahal kan aku masih mau berlama-lama bersamamu.”

“Lain kali kalau datang bawa Chanyeol juga ya.”

“Dan menjadi obat nyamuk kalian? Tidak sudi!” Sehun berdiri kemudian setelah selesai memakai sepatunya. Ia kembali merapikan tampilannya dan mengambil apel dari tanganku cepat.

“Aku lapar.” Begitu katanya setelah melihatku melotot hampir emosi karena ulahnya yang kurang ajar.

“Sudah sana pergi. Aku masih banyak tu-“

Cup!

Hell! Apa-apaan itu Oh Sehun! Dasar anak setan, dia tidak tahu apa kalau ada banyak mata yang memperhatikannya sekarang kalau tingkahnya seperti ini kita berdua bisa kena skandal.

“Jangan marah-marah terus Nara~” ucapnya sambil tertawa dengan kekehannya yang membuatku hampir menjambak rambutnya kesal karena ulah kurang ajarnya. Kalian berpikir apa? Pasti sudah macam-macam kan? Tidak ada yang terjadi padaku selain apel yang tadi sudah digigit Sehun lalu ia tempelkan ke bibirku dengan cepat. Masalahnya adalah ia juga ikutan memajukan wajahnya sehingga dari sudut manapun kami terlihat seperti sedang berciuman.

Kan benar-benar mengundang skandal.

Sehun kemudian mendorongku masuk sedikit dan merentangkan tangannya untuk mengajakku memberikan pelukan perpisahan. Memangnya anak ini mau kemana? Pergi berperang? Yang benar saja.

“Aku tidak sudi memelukmu. Sudah sana pergi.” Bukannya menjauh, Sehun malah semakin mendekat ke arahku dan menarik tanganku sehingga ia bisa memelukku, ya walaupun aku tidak membalas pelukannya sih.

“Kami akan comeback Nara, pasti aku harus mengubah tampilanku. Maaf ya kalau aku harus mengubah warna rambutku nantinya dan maaf nanti kita akan semakin jarang bermain.” Sepertinya setelah bertambah usia, Sehun semakin dewasa dari hari ke hari meskipun bagiku ia tetap saja seperti manusia setan yang suka menggodaku. Lihat saja kata-katanya barusan benar-benar menyentuh hatiku sebagai perempuan hihi sehingga akupun membalas pelukannya.

“Nara,”

“Hmm,”

“Kau tidak mau berkata apa gitu padaku.” Gumam Sehun yang semakin memelukku sambil meletakan dagunya di bahuku dan tangannya yang memainkan rambutku di punggung.

“Memangnya kau mau aku berkata apa? Kau itu Cuma akan comeback bukan pergi wamil.” Balasku padanya dan memberikan pukulan ringan pada punggungnya. Bukannya membalas Sehun malah kembali menenggelamkan kepalanya di lekukan leherku dengan gumamnya yang masih terdengar di telingaku dengan sangat baik, “Aku lelah.”

Aku hanya bisa tersenyum maklum dengan apa yang Sehun ucapkan. Meskipun terlihat kuat dan selalu berusaha seksi di panggung –setidaknya begitu sih kata teman-temanku yang menyukainya, aku tahu Sehun selalu butuh waktu luang untuk menjadi remaja seperti orang-orang di usianya. Bermain dengan teman sepermainan, berkumpul, pergi karaoke, bermain di taman bermain, berkencan –kalau pilihan ini sih aku tidak yakin ia mau melakukannya sebab kerjaannya saja masih bermanja-manja, mana ada wanita yang mau dengannya.

Sambil memberikan sedikit elusan lembut di punggung dan kepalanya, aku berusaha menenangkan Sehun, “Hei, aku akan selesai kuliah sebentar lagi. Jangan menyerah begitu. Buat aku bangga di hari wisudaku dengan kedatangan anggota EXO.”

“Kau semakin menyebalkan Naraaa~”

“Tapi kau merindukanku kaaaan?” Balasku menggodanya yang malah dibalas dengan gelengan mantap darinya.

“Siapa bilang? Aku tidak pernah bilang aku merindukanmu. Chanyeol hyung suka bilang begitu padaku.” Aku hanya tersenyum mendengar ucapannya, bukannya marah atau kesal tapi aku tahu Sehun pasti gengsi untuk sekedar mengatakan kalau ia merindukanku. Chanyeol memang sering mengatakan ia merindukanku –tentu saja kami kan sepasang kekasih, tapi selain itu Chanyeol juga sering bilang kalau Sehun terkadang suka merengek meminta waktu untuk bisa izin keluar agar bisa menemuiku.

Tidak ada yang bersuara diantara kami berdua setelah itu. Kami hanya berpelukan entah mengapa aku juga jadi berat untuk melepaskan pelukanku pada Sehun. Jujur saja, kadang aku suka iri dengan teman-temanku yang lain bisa bebas berkumpul dengan teman-teman dekatnya sementara aku hanya bisa menunggu Sehun mendapatkan jatah libur. Bukan berarti aku tidak punya teman selain Sehun hanya saja setelah lulus sekolah aku benar-benar menyembunyikan fakta jika kami berdua bersahabat. Aku tidak mau waktu Sehun yang benar-benar terbatas berlalu begitu saja.

“Nara, kabari aku kalau kau punya waktu kosong.”

Aku hanya bergumam menjawab permintaan Sehun karena aku yakin manusia itu pasti akan mengatakan hal lain lagi.

“Kalau aku kesini belikan bubble tea ya.”

“Iya.”

“Masakkan aku makanan juga.”

“Kalau aku sudah dapat kiriman.”

“Ish, kau ini pelit.” Setelah mengumpatiku, Sehun semakin memelukku lagi. Ya Tuhan aku merasa selingkuh kalau begini, maafkan aku Chanyeolieeeee😥

Setelah puas ia kemudian melepaskan pelukannya dan mulai merapikan diri –lagi. Wajahnya di tekuk malas dengan hembusan nafas berat kemudian. Lihatkan sifat manjanya mulai keluar T-T)/

“Hei,” Aku menangkupkan wajahnya dengan tanganku agar ia mau mengangkat wajahnya. Sedikit tarikan di kedua pipinya membuat Sehun mempunyai tampilan wajah tersenyum lebar, “Jangan cemberut. Cepat comeback lalu kita main lagi.”

Satu pelukan –lagi dan Sehun berlalu dengan langkah cepat.

“Tunggu aku kembali kaki kecil.”

**

END

.

.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s