The Miracles Of Magic 2

Untitled

Author                     :   Park Yurin ~Twitter~ {@Park_Yurin94}

Tittle                      :  The Miracles Of Magic

Genre                       :   Sad, BrotherShip, Fantasy And FriendShip

Length                 : Chapter 2

Cast                    :   Byun Baekhyun, Oh Sehun, Park Chanyeol, Kim Seulgi

Support cast        : Taeyeon, Mark, Ten, Shindong DLL

 

Happy Reading

#Seoul, Korea Selatan

“Disini tertulis siswa tahun pertama harus memiliki tiga set pakaian, satu tongkat sihir, sepasang sarung tangan kulit, dan….. apa ini naga? Apa ini naga sungguhan Shindong?” Sehun sedang duduk di dalam Bis menuju suatu tempat yang dituju Shindong. Ia memeriksa semua keperluaannya agar ia tahu apa saja yang ia butuhkan saat sampai di tempat tujuan.
“itu memang seekor naga Sehun, mereka tak menyebut belalang disitu!” Shindong melirik sekitar memastikan tak ada yang mendengar pembicaraan mereka. “aku selalu menyukai naga. Mereka tak seburuk orang lain kira Sehun, banyak orang salah paham tentang hewan itu!” Sehun memutar bola matanya, ia baru tau kalau shindong adalah penyuka berbagai jenis hewan buas dan langkah. Bis mereka terus melaju ketempat tujuan mereka.

#City

“semua siswa harus memiliki sebuah kuali ukuran sedang, mereka boleh membawa jika ingin memiliki seekor burung hantu, seekor kucing atau seekor katak! Shindong…dimana kita menemukan semua ini? disini tak ada toko yang menjual semua itu?” Sehun menatap Shindong yang juga menatapnya. Shindong tersenyum kearahnya dan kembali menatap kearah depan “kau bisa menemukannya, jika kau tau tempatnya!” mereka berjalan memasuki sebuah toko kecil bercat hitam di pojok gang kecil ditengah kota. Shindong mengetuk pintu itu 2 kali dengan tongkatnya “Alohomora!” ucapnya. Dengan perlahan pintu itu terbuka dan mereka pun masuk kedalam toko itu. disana terdapat banyak sekali para penyihir.
“Hai Shinguila! Tak ingin mampir?!” Sapa salah seorang yang berada di belakang meja bertender didalam toko itu.
“Hai Tom, aku tak bisa berlama-lama. Aku sedang diberi tugas oleh Choi albus. Menolong Selius untuk keperluan sekolahnya disana” Ucap Shindong sambil menepuk bahu Sehun.
“Selius? Maksudmu Selius Ronald Byun? adik Baernilius Byun?!” seluruh pengunjung disana langsung menatap kearah Sehun. Mereka menatap terkejut padanya seakan ia adalah berhala yang harus dijaga mulai sekarang.
“Ya… begitulah!”
“Oh My God… selamat datang Selius. namaku Doris Cicrof, selamat datang disini” salah seorang perempuan memegang tangan Sehun dan menyalaminya. Ia tampak sangat senang bertemu dengan Sehun. Sehun yang masih bingung dengan suasana disana hanya tersenyum menanggapi berbagai salaman dari orang-orang yang tak ia kenal. Shindong yang melihat kebingungan Sehun langsung menariknya menjauh dari sana “Maaf! Aku harus mengantar Selius membeli peralatan sekolahnya, sampai bertemu lagi semuanya” sehun mengikuti langkah Shindong yang menjauh dari kerumunan.
“Shindong kenapa mereka mengenalku? Kenapa aku begitu terkenal disana?!”tanya Sehun saat mereka sudah sampai di sebuah tembok batu-bata di belakang toko itu.
“Kurasa aku bukan orang yang tepat untuk memberitahumu Sehun!” Shindong tersenyum kearah Sehun. Ia memusatkan tatapannya pada tembok di depannya. Ia mengetuk batu-bata itu sebanyak 5 kali di bata yang berbeda. Sehun menatap binar batu-bata yang mulai berubah menjadi sebuah pintu menuju sebuah pasar kecil didepannya. Ia tersenyum cerah saat melihat sihir itu.
“Wow! Apa itu? apa aku bisa melakukannya juga, Shindong?” tanya Sehun pada Shindong. Shindong hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Sehun.
“Selamat datang Sehun, di ‘Diago Alley’!” Sehun berjalan perlahan di tempat itu. matanya tak berhenti menatap binar pada semua yang dilihatnya. Ia tak berhenti mengucapkan ‘hebat’ pada apa yang dijumpainya disana.
“Disini kau bisa beli Bulu dan tinta Sehun. Disini kau juga bisa menjumpai beberapa pernak-pernik sihir!” Sehun menatap beberapa pernak pernik Sihir yang menakjubkan bagi matanya, ia juga menjumpai beberapa burung hantu serta kelelawar yang bertengger di depan toko disana. Matanya tiba-tiba tertuju pada sebuah sapu terbang berwarna abu-abu yang berada di sebuah toko yang di taruh dikaca disana. “Wow, sapu terbang Nimbus 2000?! Ini keren!” Shindong yang melihat tingkah laku Sehun hanya menggelengkan kepalanya.
“itu versi terbaru Sehun. Itu adalah sapu terbang tercepat didunia!” Sehun menatap Shindong tercengang, ia mengerjapkan matanya beberapa kali
“Tercepat Didunia? Wow!”Seru Sehun. Mereka kembali menyusuri pasar disana
“Tunggu dulu, dari mana aku bisa mendapatkan uang Shindong. Aku tak membawa sepeserpun uang dari rumah?!” Shindong tersenyum kearah Sehun. Ia menunjuk sebuah bangunan putih yang ada di depan mereka bertuliskan ‘Gringotts Bank’ “Disana uangmu Sehun, Bank-nya para penyihir!”

Sehun dan Shindong berjalan di lorong Gringotts Bank. Sehun yang masih belum tau tentang dunia persihiran hanya melihat sekeliling dengan tatapan bingung. Ia sesekali menatap takut pada makhluk kecil yang bertelinga panjang yang juga menatapnya tajam.
“Shindong…makhluk apa itu?”Tanya Sehun.
“Mereka disebut Goblin Sehun. Mereka pintar tapi sayangnya tak terlalu bersahabat, Sebaiknya kau selalu dekat denganku!” Ucapan Shindong membuat Sehun mendekatkan dirinya pada Shindong.

Mereka sampai di depan seorang Goblin yang terlihat sangat sibuk. Shindong menarik Sehun mendekat kearahnya. “Mr. Selius ingin melakukan pengambilan uang!” Ucap Shindong. Goblin itu menengok kearah Shindong dan langsung memalingkan mukanya pada Sehun yang terdiam di dekat Shindong.
“Apa Mr. Selius memiliki Kuncinya?!” Ucap Goblin itu pada Sehun. Sehun hanya terdiam menatap Goblin itu.
“Tunggu sebentar, kutaruh disini kuncinya!” Shindong memasukkan tangannya pada saku depan bajunya. Ia meraih Kuncinya dan memberikannya pada si Goblin.

Mereka bertiga menaiki sebuah kereta bawah tanah di bank itu. Goblin menghentikan keretanya saat dirasa sampai pada loker milik Sehun. Mereka turun dari kereta itu dan mulai mendekat pada lokernya. “Vault Nomer 494! Berikan kuncinya padaku!” Shindong memberikan kuncinya pada si Goblin. Goblin memasukkan kuncinya pada Vault didepannya. Sehun membolakkan matanya saat Vault itu terbuka, ia melihat ribuan Koin emas yang ditumpuk didalam Vault miliknya.
“Kau tak mengira ibu dan ayahmu meninggalkanmu dengan uang sepeserpun bukan?!” Ujar Shindong yang melihat keterkejutan Sehun.
“A..apa ini uangku?!” Tanya Sehun dengan raut muka terkejut yang dipertahankannya.
“Iya, kakak mu juga memilikinya, Sehun!” Mereka mengambil Beberapa Koin itu dan langsung pergi ke dari tempat itu.

“Aku masih membutuhkan….. Tongkat Sihir! Dimana tempatnya Shindong?!” Sehun baru saja keluar dari toko pakaian jubah sihir bersama Shindong. Ia membawa banyak kotak yang didalamnya berisi barang-barang yang dibutuhkannya untuk kesekolah.
“Tongkat Sihir?! Tak ada tempat yang lebih bagus dari Ollivander Sehun! Ayo kesana!” mereka berjalan menuju sebuah toko Tongkat sihir satu-satu yang yang ada di pasar sihir itu.

Sehun masuk seorang diri kedalam, Shindong memberitahunya jika ia ingin memberi beberapa pernak-pernik sihir untuk rumahnya.

Memasuki toko itu, ia disuguhkan dengan ribuan Kotak tongkat sihir yang berjejer rapi pada Rak disana, ia mengedarkan pandangannya ke arah seluruh toko bermaksud untuk mencari si pemilik Toko “Permisi! Apa…ada Orang?!”

Seorang lelaki paru baya yang masih berada di tangga mendekat kearah dirinya. Tangga itu tergeser sendiri dan menurunkan si lelaki paru baya itu. “Oh! Selius Ronald Byun! aku sudah bertanya-tanya kapan aku akan bertemu denganmu Mr. Sehun! Mari kita coba, tongkat mana yang akan menyatu denganmu!” Lelaki itu mencari beberapa tongkat yang sekiranya akan cocok dengan Sehun. Ia menarik salah satu tongkat yang mungkin akan cocok dengan Sehun. Ia memberikan tongkat itu pada Sehun. Sehun yang menerimanya hanya menatap bingung Tongkat itu. “Cobalah! Ayunkan tongkatmu!” Sehun mengayunkan tongkatnya mengikuti saran dari si pemilik Toko Ollivander itu.
**PRANG…..

Sebuah cermin yang berada di dekat Sehun pecah tepat setelah Sehun mengayunkan tongkatnya. Sehun dan Si Pemilik itu terkejut dengan kejadian itu. Sehun menaruh tongkat itu dengan perlahan ke arah Meja didepannya.
“Nampaknya bukan ini!” Lelaki itu kembali mencari tongkat milik Sehun. Ia menarik salah satu Tongkat disana dan memberikannya lagi pada Sehun. Sehun menerimanya, ia kembali menggoyangkan Tongkatnya itu.
^^BRUKK…PRANG…

Sebuah Meja dan Kursi seketika hancur saat Sehun Mengoyangkan Tongkatnya lagi. Si lelaki paru baya itu langsung menarik Tongkat dari Sehun dan menaruhnya lagi pada Kotaknya “Ini sudah pasti Bukan!”Ujarnya. ia kembali mencari Tongkat sihir untuk Sehun. Matanya menatap salah Satu Tongkat Sihir yang Ditaruhnya agak Pojok yang tak Terlihat. Keningnya berkerut saat menatap Tongkat itu “Mungkinkah?!” Ia menarik Tongkat Sihir itu dan mendekat kearah Sehun. Sehun menatap Tongkat Sihir yang dipegang Oleh Si lelaki parubaya, Ia merasa ada sesuatu yang aneh dalam hatinya. Ia merasa… seperti ingin memiliki tongkat itu.
Si lelaki paru baya memberikan tongkat itu dengan hati-hati pada Sehun. Sehun menerimanya dengan Senang. Saat telapak tangannya menyentuh Tongkat itu, ia merasakan Sebuah Perasaan yang aneh pada Dirinya. Di sekeliling Tubuh Sehun disinari oleh Cahaya dan Angin sejuk yang menerpa tubuhnya. Si lelaki parubaya Terkejut dengan kejadian Singkat yang dilihatnya.
“Menarik… Amat menarik!” Gumamnya yang didengar oleh Sehun
“Maaf..! apanya yang menarik?”Tanya Sehun
“Aku ingat semua tongkat Sihir yang pernah kujual Mr. Selius! Dan tongkat ini terbuat dari Burung Phoenix yang bulu ekornya berada di dalam tongkat Sihir ini, Satu bulu Ekor….Hanya Satu bulu Ekor! Dan aku terkejut kau berjodoh dengan tongkat ini Mr. Selius! Karena Salah satu Saudara tongkat inilah yang memberimu Luka pada Tangan kananmu itu!”Jelas Si lelaku paru baya. Sehun menatap bingung penjelasan lelaki itu.
“Salah satu?! Siapa pemilik tongkat itu?!”
“Bearnelis Byun! Salah satu tongkat itu milik Kakakmu. Dan Satunya lagi……kita tak akan pernah menyebut namanya Mr. Selius. Tongkat Sihirlah yang memilih pemiliknya! Tapi kupikir sudah jelas, kami bisa mengharapkan hal-hal besar dalam dirimu juga kakakmu Mr. Selius. Bagaimana Juga orang yang namanya-tak- boleh-disebutkan itu melakukan hal-hal besar yang mengerikan………tapi, Hebat!” Sehun menatap Tongkat yang dipegangnya, ia menghelakan nafasnya saat merasakan aura yang sama pada Saat ia memegang pertama kali tongkat itu.
^^Tok…tok..tok…

Sehun mengalihkan matanya pada kaca yang di ketuk oleh seseorang. Matanya menatap binar pada Shindong yang membawa seekor burung hantu berwarna putih yang ada didalam sangkarnya “Selamat datang di Hongwarst, Sehun!” Sehun Tersenyum cerah pada Shindong yang juga tersenyum kearahnya.

#Hongwarst

Baekhyun menatap sedih sebuah foto yang dipegangnya. Foto itu menggerakkan Seorang suami Istri yang memeluk dua orang anak yang tersenyum kearah kamera. Mereka bagaikan sebuah keluarga impian yang bahagia. Air mata Baekhyun mengalir tanpa sadar saat dirinya mengingat dengan jelas bagaimana kebahagiaannya direnggut oleh makhluk kejam itu. ia tak pernah dendam dengan nya, ia hanya sedih bagaimana ayah dan ibunya yang mengorbankan nyawanya hanya demi dirinya dan Adiknya yang saat itu masih berusia 5 bulan. Ia sedih melihat bagaimana erangan kesakitan dari ibu dan ayahnya, tangisan dari adiknya juga masih terngiang dengan jelas dalam pikirannya. “Eomma…Appa….Hiks! aku merindukan kalian!”

Suara langkah kaki mendekat menyadarkan Baekhyun dari kesedihannya. Ia menghapus air matanya yang mengalir serta mengatur nafasnya yang sempat memburu.
“Bersedilah! Tak ada yang tau kecuali aku Baekhyun-ah!” Baekhyun mengenal suara ini. Choi Albus, kepala Sekolah Sihir Hongwarst. Baekhyun menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah karena menangis
“Kau memang pantas menangis Baekhyun-ah. bahkan semua penyihir masih menyimpan duka mendalam dari kematian orang tuamu! Mereka mengharapkan suatu hal baik darimu dan adikmu Baekhyun!”Ucapan Mr.Choi sampai pada relung hati Baekhyun. Ia kembali terisak mengingat adiknya itu
“apa dia akan marah padaku Mr.Choi?! aku tak pernah menemuinya sekalipun!”
“Untuk apa dia marah Baek..?! Kau sudah berkorban banyak untuknya!”
“Aku hanya takut ia membenciku karena tak bersamanya selama hampir 15 tahun! Hiks…”Isakan Baekhyun kembali terdengar. Mr. Choi mendekat kearah Baekhyun. Ia duduk tepat disamping Baekhyun yang masih menundukkan kepalanya
“Takut?! Kau sudah pernah melawan Dark Lord Baekhyun, dan itu tanpa rasa Takut. Apa hanya dengan bertemu dengan adikmu kau takut?! Untuk apa aku mengajarmu 15 tahun terakhir ini jika kau masih merasakan takut?! Satu hal yang kan kusampaikan padamu Baekhyun. Kau…adalah Beanelius Byun putra pertama dari Cornelius Byun dan Alexa Byun, seorang penyihir hebat dan tersohor di sini. Kau harus buktikan pada seluruh dunia sihir akan kehebatanmu juga yang tak kalah dengan kedua orang tuamu Baek, kau harus tunjukkan pada adikmu kehebatanmu agar ia juga bisa menjadi penyihir hebat sepertimu. Penyihir yang tangguh, tak pernah menyimpan dendam, dan berani, kau harus tunjukkan itu padanya Baek. Jika kau takut bagaimana kau menunjukkan itu! kau harus berani, buang rasa takutmu, dan dekati adikmu. Buat adikmu mengerti bagaimana kejadian sial itu menimpa kalian agar dia juga tak menyalahkanmu dan berbalik membencimu! Aku percaya padamu Baek, dan aku akan membantumu!”Baekhyun menatap Mr. Choi dalam. Ia tersenyum dan mengangguk tanda mengerti akan saran dari kepala sekolah kesayangannya itu.
“Jika kau sudah mengerti, bersipalah 4 jam lagi siswa murid pertama akan datang! pakai jubahmu dan juga bereskan kamar adikmu! Kau dan Chanyeol akan ada di kamar yang sama dengan Sehun!” Suruh Mr.Choi
“aku dan Chanyeol?! Mr. Choi apa tak ada kamar lain yang bisa menampung Chanyeol?! Dia sangat berisik Mr. Choi?!” Chanyeol adalah sahabat Baekhyun, Bukan! Lebih tepatnya Sahabat terburuk Baekhyun. Chanyeol adalah tipe anak yang langka. ia berisik, tak bisa diam, dan parahnya pemalas dan semua itu adalah sifat yang Baekhyun benci dalam hidupnya. Tapi, kenapa Baekhyun bersahabat dengan Chanyeol?! Jawabannya karena Chanyeol sangat perhatian dengannya, suka menolong, dan periang, ia juga pintar dalam bermain Catur sihir, jadi tak salah jika Baekhyun bersahabat dengan Chanyeol. Ia menyukai sifat Chanyeol yang periang yang akan menghiburnya jika ia sedih seperti tadi.
“Tidak Baekhyun! Kau akan bersamanya! Dia adalah mata-mata kepercayaanku. Aku bisa memantau mu lewat dia, jadi jangan Protes. Sekarang bersiaplah!!” Mr. Choi menepuk bahu Baekhyun dan berlalu pergi. Baekhyun menatap kepergian Mr.Choi dengan wajah yang ditekuk.

Baekhyun mendekat kearah jendela kamarnya. Ia menatap matahari yang akan terbenam, menampilkan sebuah pemandanagn yang indah bagaikan sebuah lukisan. Ia tersenyum mengingat perkataan Mr. Choi beberapa menit lalu
“Kembalilah Sehun! Aku menunggumu. Aku akan menjelaskan bagaimana keindahan keluarga kita yang direbut oleh makhluk tak berperasaan itu. aku akan membuatmu kembali kepelukanku, kepelukan kakakmu. Aku akan membuatmu kuat sepertiku dan kita bisa mengembalikan keindahan kita yang direbut dulu, membalas semua derita pilu yang dirasakan oleh penyihir lainnya karena Dark Lord. Datanglah! Aku menunggumu! Aku begitu merindukanmu!” Baekhyun bersumpah untuk mengembalikan keindahan dunia sihir lagi. Mengubah ketakutan menjadi sebuah ketenangan seperti dulu.

#Seoul, Korea Selatan

Sehun berjalan bersama Shindong di lorong kereta bawah tanah. Ia mendorong Troli yang penuh dengan barang-barang miliknya. Banyak orang-orang yang meliriknya dengan tatapan bingung. Shindong menatap jamnya, ia melirik Sehun yang masih setia mendorong Trolinya
“ Oh! Sehun sudah jam berapa Sekarang! Maaf Sehun aku harus meninggalkanmu, Choi Albus membutuhkanku sekarang! Keretamu berangkat 15 menit lagi, ini tiketmu! Jangan sampai hilang Sehun! Ini sangat penting dan berharga, Jaga ini!” Shindong memberikan sebuah tiket kepada Sehun, Sehun menerimanya. Dahinya mengkerut melihat tulisan Tiket itu
“Platform 8 ¾ ?! Dimana ada Platform ini Shin—“ Sehun terkejut saat tak mendapati Shindong disampingnya. Ia menengok ke kanan dan kekiri mencari keberadaan Shindong “Hah!! Aku lupa jika ia penyihir! Dia bahkan tak memberi tahuku dimana Platformnya!” Ujar Sehun pada dirinya sendiri

Sehun melihat beberapa Platform di kanan dan kirinya. Ia beberapa kali menghela nafasnya saat tak kunjung menemui Platform 8 ¾ -nya, padahal waktu keberangkatannya 5 menit lagi.
“Permisi!” Sehun mencegat salah satu pegawai yang melintas dihadapannya.
“ada yang bisa saya Bantu?!”Tanya pegawai itu
“apa aku boleh tau dimana tempat Platform 8 ¾?” Tanya Sehun. Pegawai itu mengernyitkan dahinya.
“ 8 ¾? Kau bercanda ya!” Pegawai itu pergi meninggalkan Sehun yang menatapnya bingung.
“Ya! Kim Seulgi cepatlah! 5 menit lagi keretanya berangkat! Ikuti aku ke Platform 8 ¾ nya!”  

“Platform 8 ¾ ? Tunggu dulu!” Sehun memanggil seseorang yang tadi sempat melewatinya dan menyinggung soal Platform itu. Orang itu mengalihkan kepalanya dan tersenyum pada Sehun
“apa kau murid tahun pertama juga?! Seulgi juga murid pertama!” Ucap orang itu
“Bagaimana…kau tahu?!”Tanya Sehun yang masih membolakkan matanya karena perempuan didepannya yang bisa mengenalinya ini.
“Hahaha!! Kau Selius Ronald Byun, bukan?! Aku mengenalimu dengan jelas Sehun!”
“Kenapa…bis—“
“Semua pasti bisa! Kalian tak punya banyak waktu! Perhatikan Sehun, kau juga Seulgi! Kau harus menerobos dinding antara Platform 7 dan 8! Kau mengerti!” Ucap perempuan itu. Sehun melirik seorang wanita yang berumur sama sepertinya. perempuan itu tersenyum pada Sehun
“Jika kau tak mengerti, aku bisa jalan lebih dulu! Lalu kau menyusul”Ucap perempuan yang ia tahu bernama Seulgi. Sehun menganggukkan kepalanya, lalu memberi jalan pada Seulgi. Seulgi berlari ke arah dinding itu. ia menerobos dinding itu dan menghilang dibalik dindingnya.
“Woah!! Daebak!” Kagum Sehun
“Kau selanjutnya Sehun! Cepatlah tak banyak waktu yang tersisa!”
Sehun melakukan hal yang sama seperti Seulgi. Dibalik tembok itu ia bisa melihat Platform yang bertuliskan 8 ¾. Ia mendorong Trolinya ke arah kereta yang sebentar lagi akan berjalan. Sesekali ia menatap kagum semua interior di Platform itu.
“Sehun!” Panggil wanita yang tadi menolongnya “Namaku Alena kim, aku…..sahabat ayahmu!” Wanita itu tersenyum kearah Sehun. Sehun yang baru mengetahui bahwa dia adalah sahabat ayahnya juga ikut tersenyum.

Sehun sudah duduk di salah satu gerbong kereta itu. ia melihat pemandangan yang disuguhkan dari kaca kereta itu
“Maaf!” Seorang suara wanita mengintrupsi kegitan Sehun. Ia menengok ke wanita itu “apa boleh aku duduk disini?! gerbong lain sudah penuh!” Ucap wanita itu
“Oh tentu saja! Silahkan!” Ucap Sehun. Wanita it tersenyum kearah Sehun dan mendudukkan dirinya didepan Sehun
“Aku Aqila Kim. Kau bisa memanggilku Kim Seulgi!”Sehum membalas salaman dari wanita itu
“Aku Selius Ronald Byun, kau bisa memanggilku Se—“
“Astaga! Kau Selius. Adik dari Baernelius Byun. Kau Sehun bukan?!” Sehun kaget Saat Seulgi memekik setelah ia memperkenalkan dirinya.
“Ya…begitulah”Sehun tersenyum kikuk. Seulgi tersenyum pada Sehun
“Woah….akhirnya aku bisa melihat mu Sehun! Kau tau!, aku ada di sekolah yang sama dengamu saat di Seoul!”
“Mwo? Kau sekolah di SOPA?” Tanya Sehun
“Ya…! Kau takkan tau denganku! Aku saja tak tau dirimu, padahal kita sama-sama keturunan penyihir!”
“Haha…benar juga!” Sehun tertawa mendengar ucapan Seulgi
“Aku ingin istirahat dulu! Jika kita sudah sampai, tolong bangunkan aku OKE!” Sehun hanya menganggukkan kepalanya.

Seulgi sudah tertidur sejak setengah jam lalu,tapi Sehun masih setia membuka matanya. Ia tak bisa tidur karena memikirkan bagaimana caranya ia mengetahui sang kakak yang mukanya saja ia tak tahu. Ia menatap ke kaca gerbong kereta itu. ia melihat langit yang dihiasi oleh bulan dan ribuan bintang yang bersinar “Hyung…aku akan kesana! Tunggu aku hyung. Aku akan menemanimu. Kita akan bersama. Kita akan bersama merebut kebahagian kita dulu Hyung. Kita akan membuat derita pilu penyihir menjadi sebuah kebahagian seperti dulu. Aku merindukanmu Hyung! Tunggu aku!” Ucap Sehun sambil tetap memandang langit disana.

TBC~~

N/P   : Hallo Angel~~!!! Udah Chapter 2~~ #Loncat_loncat. Aku gak nyangka bisa ngetik sampai Chapter 2. Ini FF remake dari Film bukan dari novel, jadi lumayan susah nyari kata-katanya. Bagi para Reader yang masih agak bingung dengan jalan ceritanya, maafkan saya Ya! Saya emang masih pemula yang amatir nulis FF gini. Makasih yang udah Coment dan baca FF ini. makasih yang udah kasih saran & kritikan untuk FF ini. aku pengen tanyak nih. Sebaiknya yang jadi musuh Baekhyun di Sekolahnya sapa ya? Kalau Sehun aku ngasih Taeyong NCT U. Kasih jawaban kamu di Coment ya Thank’s…… #lambaikan_tangan

4 thoughts on “The Miracles Of Magic 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s