Who Are You ? (Chapter 6 END)

untitled2

Tittle : Who Are You?

Author : Park Rami [@Ohxodus]

Genre : Brothership, a little bit Crime/Thriller, and Comedy

Main Cast :

  • Oh Sehun a.k.a Byun Sehun
  • Oh sehun a.k.a Oh Sehwan
  • Byun Baekhyun a.k.a Byun Baekhyun
  • And others,

Lenght : Chaptered

Disclaimer : Baekhyun and Sehun belong to God, SM Entertaiment, and their parents. This Fanfiction belongs to me and real my imagination.

Happy reading^^

Chapter 6 : Bonds

Sehun menatap kosong benda persegi panjang di hadapannya, telivisi rumah sakit tersebut menampilkan sebuah berita hangat hari ini. Di situ memberitakan tentang pelaku pembunuh berantai yang selama ini dikejar-kejar polisi karena pembunuh itu sulit sekali dilacak jejaknya. Wajah Sehwan muncul disana dengan kedua tangan diborgol dan dikepung banyak sekali polisi. Bagaimana tidak banyak yang mengawasi Sehwan? Sehwan sudah tergolong tindak kriminal yang sangat berbahaya, dia sudah tergolong penjahat kelas kakap.

“Berdasarkan data yang kami peroleh, pembunuh berantai tersebut ternyata tidak bekerja sendiri melainkan dia adalah kaki tangan dari seorang kriminal yang selama ini juga kami cari, dia adalah Kim Woobin, pembunuh berantai yang selalu menjadi bayang-bayang ketakutan para warga setempat. Tetapi tahun belakangan ini Kim Woobin tidak menunjukkan wajahnya lagi karena telah mengalihkannya pada tangan kanannya yaitu Oh Sehwan. Kim Woobin sendiri telah tewas di tangan Oh Sehwan yang merupakan orang kepercayaannya sendiri dan markas pembunuh berantai tersebut telah hancur dan itu juga karena seorang Oh Sehwan… ”

Begitulah yang Sehun dengar pagi ini dari presenter berita di TV. Hampir di semua saluran berita memuat tentang news kakaknya Sehwan. Dalam berita tersebut menampilkan markas kakaknya dibatasi oleh garis polisi. Bahkan di dalam berita juga ditampilan data data rahasia Woobin. Jadi intinya Sehwan benar-benar menghapus pembunuh berantai yang ada pada dirinya dan dia juga menepati janjinya kepada Sehun untuk menghapus pembunuhan berantai tersebut meskipun dirinya harus dijatuhi hukum yang lebih berat lagi.

“Sehun-ah?”

Sehun menoleh ke arah Ibunya saat suara Ibunya memanggilnya. Sehun bergeming namun kedua matanya menatap Ibunya dalam kebisuan menunggu wanita itu berbicara lagi.

Ny. Byun menghampiri Sehun yang duduk diam di sebuah sofa kecil yang tersedia dalam kamar inap tersebut. Ny. Byun terdiam sejenak di hadapan Sehun lalu ikut mendudukkan dirinya di samping anaknya itu.

“Ibu tahu perasaanmu. Appa dan Eomma akan melakukan yang terbaik agar memperingan hukuman kakakmu,” Ny. Byun menatap teduh anaknya.

Sehun menunduk ke arah lantai, matanya bergerak gelisah, dia merasa tidak enak pada Ibunya tetapi dia juga senang karena Ibunya mau memaafkan Sehwan. Sehun kembali mengangkat wajahnya untuk menatap Ibunya, “Kenapa Eomma mau membantunya?”

Ny. Byun menatap jauh ke dalam mata anaknya, “Dia kakakmu bukan?”

“Aku tahu itu Eomma, tapi bukankah dia hampir membunuh Baekhyun hyung?” Sehun menoleh ke arah Baekhyun sejenak yang masih terlelap di ranjang rumah sakit.

“Bukan dia yang hampir membunuh Baekhyun tapi orang lain,” kata Ny. Byun membenarkan. “Tapi Eomma, Sehwan lah yang telah menculik Baekhyun hyung jika saja aku tidak datang mungkin Sehwan dan D.O sudah membunuh Baekhyun bersama-sama.”

Ny. Byun mengulurkan tangan kanannya untuk mengelus pipi Sehun, “Mungkin yang dikatakan olehmu barusan ada benarnya, dia bisa membunuh Baekhyun jika kau tak datang,” Ny. Byun menjeda perkataannya sejenak, “Tapi karena itulah dia tidak membunuh Baekhyun, karena ada dirimu.”

Sehun tertegun sesaat, Sehun menatap lurus mata teduh Ibunya, dia tidak menyangka bahwa Ibunya ternyata memiliki hati yang sangat besar meskipun saudara kembarnya hampir saja membunuh Baekhyun bahkan Ibunya itu tidak membenci dirinya dan juga kakaknya.

“Tuhan telah mengaturnya, Tuhan telah mempertemukan kalian berdua dalam keadaan ini karena ia ingin mengembalikan kakakmu ke jalan yang lurus dengan cara mempertemukan dirimu dengan dirinya, meskipun Sehwan harus menebus dosanya atas kelakuannya.”

Kali ini tangan Ny. Byun beralih ke pundak Sehun dan menepuknya pelan, “Buktinya sekarang dia telah menerima hukumannya dengan lapang dada bukankah itu juga karena dirimu.”

Sehun mengangguk mengerti, matanya terasa panas, air matanya menggenang di pelupuk matanya tetapi dia menahannya, dia tidak ingin cengeng di depan Ibunya, “Aku mengerti Eomma,”

Ny. Byun tersenyum lembut, “Jadi jangan membencinya, jangan membuatnya menjadi terpuruk karena itu akan membuatnya kembali frustasi,” Ny. Byun mentap lekat-lekat mata Sehun, “Kau tidak mau kan, kakakmu kembali ke jalan yang salah?”

Sehun mengangguk pelan, “Terima kasih Eomma.”

Ny. Byun mengangguk dan membawa Sehun ke dalam pelukannya, Sehun begitu menyukai ini benar-benar menyukai pelukan Ibunya, Ibunya telah menghapus keresahan hatinya dengan nasehat dan pelukannya. Sehun semakin mengeratkan pelukannya membuat Ny. Byun tersenyum penuh arti.

 

=><=

 

Sehwan duduk termenung di dalam selnya. Tiba-tiba seorang polisi datang menghampirinya dan berdiri di hadapan jeruji besi tersebut dengan tubuh tegapnya.

“Sidangmu akan dilakukan seminggu lagi, jadi kau harus mempersiapkan diri,” kata Polisi tersebut, Sehwan mengangguk pelan. Kemudian, Polisi tersebut melenggang pergi dari sel Sehwan.

“Hh…” Sehwan menghela napasnya yang terasa berat. Entahlah, sejak tadi dia merasa lelah, lelah dengan dirinya sendiri mungkin.

Tak lama kemudian, seorang polisi kembali menghampiri Sehwan. “Ada yang berkunjung untukmu.” Sehwan mengernyitkan dahinya tak mengerti, siapa yang akan mengunjunginya?

Polisi tersebut segera membuka sel Sehwan, tak lupa dengan keadaan tangan Sehwan yang tetap diborgol. Kemudian Polisi tersebut membawa Sehwan ke tempat dimana dia akan menemui ‘pengunjugnya’

Sehwan terkejut saat tahu siapa yang mengunjungi dirinya. Itu adiknya, Oh Sehun dan seorang namja paruh baya di samping adiknya. Entah siapa, yang pasti Sehwan tak mengenali namja paruh baya itu.

Sehwan segera duduk menghadap Sehun meskipun terdapat penghalang kaca bening yang membatasi antara Sehwan dan Sehun, Sehwan tetap senang karena dia bisa bertemu dengan adiknya lagi.

“Sehun-ah…” Sehwan memanggil nama Sehun, memulai pembicaraan diantara mereka berdua. Sehun menatap Sehwan dan memilih tetap diam tidak bersuara.

Sehwan kembali berbicara, “Aku senang kau mengunjungiku,” tercetak senyum dan eyesmile di sana, jika kalian melihatnya kalian akan mengira dia adalah Sehun, benar-benar mirip dengan Sehun.

Hyung?” Sehun memanggil Sehwan pelan.

“Ne?” sahut Sehwan, tangannya yang diborgol menapak ke arah kaca pembatas menciptakan suara gemerincing logam khas borgol, Sehwan mengelus-elus kaca pembatas itu seakan-akan sedang memegang wajah Sehun.

“Sidangmu… seminggu lagi kan?” Sehun terus menatap wajah Sehwan tepat di matanya. Sehwan mengangguk mengiyakan, “Itu benar.”

Sehun ikut menapakkan sebelah tangannya ke arah kaca pembatas, “Kau tenang saja hyung, aku dan Appa akan mencari pengacara terbaik untukmu.”

Appa?”

“Ah.. aku lupa. Aku ke sini bersama Appaku.” Sehun mengenalkan Tn. Byun kepada Sehwan. Tn. Byun yang sejak tadi diam di samping Sehun memperhatikan dua namja kembar tersebut berbicara kemudian mulai memperkenalkan dirinya.

“Aku Ayah Sehun dan Baekhyun, senang bertemu denganmu.”

Sehwan terdiam sejenak, menatap Tn. Byun lamat-lamat kemudian menganggukkan kepalanya, “Aku Oh Sehwan, senang juga bertemu dengan anda Tn. Byun.”

“Kami berdua akan membawa pengacara terbaik untukmu, yang kau lakukan hanyalah mempersiapkan dirimu sebaik mungkin dan mengaku bersalah, kau hanya perlu jujur dan pengacara akan membantu meringankan hukumanmu,” Tn. Byun berbicara panjang lebar kepada Sehwan.

Sehwan terdiam mendengar ucapan Tn. Byun kemudian ia mulai mengatakan unek-uneknya saat dia tahu bahwa namja paruh baya tersebut ternyata Ayah tiri Sehun dan Ayah dari seorang… Baekhyun.

“Begini…. aku sangat beterima kasih kepada anda Tuan karena telah mau membantuku.” Sehwan menatap Tn. Byun begitu juga sebaliknya. Sedangkan Sehun sudah bisa menebaknya apa yang akan Sehwan katakan pada Appanya. Dia memilih diam memperhatikan kakaknya dan Ayahnya berbicara.

“Anda tahu sendiri bahwa aku ini adalah seorang pembunuh dan anda pasti sudah melihat berita tentangku.”

“Aku sudah melihat beritanya, tetapi sudut pandangku terhadapmu itu tidak sama seperti hukum,” Tn. Byun menatap Sehwan dengan serius.

“Maksud anda?” tanya Sehwan tak mengerti.

“Mungkin menurut hukum, hukuman yang akan kau peroleh akan bertambah berat karena kau yang merupakan pembunuh berantai telah membunuh Kim Woobin ‘Tuan’mu sendiri dengan tanganmu dan juga kau telah menghancurkan markas dengan banyak korban di sana, menurut hukum kau itu sangat berbahaya karena bisa melenyapkan seorang pembunuh kelas kakap bernama Kim Woobin.” Tn. Byun menjeda ucapannya.

“Tapi kalau menurut sudut pandangku, kau itu telah menyelamatkan masyarakat dari bahaya,” Sehwan mengerutkan keningnya, bingung dengan perkataan Tn. Byun.

Tn. Byun tertawa kecil, “Mungkin aneh, tapi aku menyadari itu saat mendengar cerita Sehun tentang insiden penculikan Baekhyun.”

Sehwan menolehkan wajahnya ke arah Sehun yang juga sedang menatapnya kemudian kembali menatap Tn. Byun menunggu namja paruh baya itu kembali melanjutkan ucapannya.

“Dengan menghilangnya Kim Woobin tidak akan ada lagi keresahan yang dialami oleh masyarakat. Kau tangan kanannya pasti tahu kalau Kim Woobin adalah pembunuh yang paling ditakuti oleh masyarakat, dia itu diibaratkan seperti predator oleh masyarakat. Jika dia tidak lenyap dan malah kau yang lenyap, bagiku itu sama saja tidak berubah karena dalang dari semua itu adalah Kim Woobin bukan kau.”

“Tapi tetap saja aku adalah pembunuh.” Sehwan menundukkan wajahnya sehingga poninya yang panjang menjuntai ke bawah menutupi wajahnya yang tampan.

“Aku tahu, tapi jika bukan karena kau maka pembunuhan berantai akan tetap berlajut karena dia akan mencari ‘orang baru’ untuk menjadi tangan kanannya atau anak buahnya.”

“Aku yakin kau pasti mengerti dan juga kau melakukan hal itu demi Sehun bukan?” Tn. Byun melanjutkan perkataanya.

Sehwan bungkam, dia tidak tahu mau berbicara apa, dia tidak menyangka Tn. Byun mau membantunya dan membelanya seperti ini. Sehwan mengangkat wajahnya, “Tapi bagaimana dengan Baekhyun, aku hampir membunuh anak anda?”

“Itu aku sudah memaafkanmu walaupun awalnya aku sangat marah dan ingin mencekik lehermu.” Tn. Byun melayangkan tatapan tajamnya ke arah Sehwan.

Sehwan sedikit tertawa tetapi dia segera menghentikan tawanya untuk menjaga sopan santunnya dan menunggu Tn. Byun kembali berbicara. “Baekhyun dan Sehun memintaku agar memaafkanmu,” kata Tn. Byun sambil menengok ke sampingnya, tangannya memegang bahu Sehun.

“Benarkah itu?” kali ini Sehwan menatap Sehun yang sejak tadi diam.

“Itu benar.” Jawab Sehun singkat tanpa menatap Sehwan.

“Lagipula bukan hanya itu alasanku memaafkanmu,” Tn. Byun kembali bersuara.

“Apa maksud Appa?” beo Sehun menatap mata Appanya tak paham.

“Karena kalian memiliki ikatan saudara kandung,” ucap Tn. Byun tiba-tiba

Sehun dan Sehwan tertegun mendengar ucapan Tn. Byun barusan. Mereka berdua menatap tak percaya Tn. Byun yang sedang tersenyum penuh arti.

 

=><=

 

“Sehun-ah?”

“Ne, Hyung?”

“Bisakah kita ke kantor polisi?”

“Untuk apa?” Sehun menatap Baekhyun bingung. Baekhyun merenggut kesal, “Aku ingin bertemu kakakmu.”

Sehun mengerutkan keningnya bingung, memangnya ada perlu apa Baekhyun mau menemui Sehwan?

“Tidak perlu hyung, bukankah lusa kemarin aku dan Appa sudah menemuinya,” Sehun menolak ajakan Baekhyun.

“Itu kan kau dan Appa, aku tidak!” Baekhyun sedikit membentak Sehun.

“Tapi Hyung, kau baru pulang dari rumah sakit.” Sehun berusaha menolak ajakan Baekhyun dengan sabar. Baekhyun menghembuskan napasnya kasar, “Ini hanya luka tusuk, dokter sudah menobatinya.”

“Tapi_____

“Sehunie…”

Sehun menghela napas sejenak, dia harus sabar menghadapi sifat keras kepala Baekhyun. “Oke, Oke, Baiklah.” Sehun menyetujui ajakan Baekhyun akhirnya.

 

[Skip Time]

 

“Sehun kau datang lagi? Dan bersama Baekhyun juga?” Sehwan menatap bingung dua namja berbeda tinggi badan yang saat ini sedang duduk manis di hadapannya.

“Baekhyun hyung memintaku kemari.” Sehun menjelaskan yang sebenarnya alasan ia kembali kemari.

“Baekhyun? Ada apa?” Sehwan menatap Baekhyun yang duduk di samping Sehun.

“Kenapa harus ada kaca penghalang seperti ini sih? Kan ini menghalangi.” Baekhyun malah berceloteh dan mengabaikan pertanyaan Sehwan yang ditujukan untuknya.

“Jika tidak ada maka para penjahat akan mencekik lehermu hyung.” Sehun menjawab datar pertanyaan Baekhyun.

Baekhyun menyilangkan kedua tangannya di depan dada, “Tapi kan Sehwan tidak jahat.”

“Kaca ini bukan dibuat hanya untuk Sehwan tapi untuk para penjahat yang lain juga,” jawab Sehun sambil menatap malas Baekhyun.

“Hehehe…. tidak usah menatapku seperti itu,” ucap Baekhyun sambil tertawa kaku.

Sehun memutar bola matanya malas. Baekhyun kembali berbicara, “Kenapa kau sekarang jadi irit bicara biasanya kau yang cerewet bukan aku.”

Sehun menetralkan napasnya sejenak berusaha menahan sabar karena sikap Baekhyun. Yang dikatakan Baekhyun ada benarnya sih, kenapa sekarang malah Baekhyun yang cerewet dan Sehun menjadi irit bicara. Semenjak kejadian ‘Sehun bertemu Sehwan’ sifat Baekhyun dan Sehun jadi berbanding terbalik. Tetapi bukankah Baekhyun ke sini mau berbicara dengan Sehwan, kenapa sekarang dia malah berdebat dengannya di sini.

Sehwan terdiam menatap dua namja di depannya yang sedang berdebat, padahal yang mereka debatkan hanya hal kecil, Sehwan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan dua namja di depannya ini, “Ehm!”

“Eh?” Baekhyun mengalihkan pandangannya ke arah Sehwan setelah mendengar dehaman keras dari Sehwan.

“Err… jadi kau ada perlu apa denganku Baekhyun?”

“Ah iya..” Baekhyun menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

Akhirnya Baekhyun dan Sehwan berbicara panjang lebar sedangkan Sehun hanya diam memperhatikan mereka dan juga Sehwan mengutarkan permintaan maafnya kepada Baekhyun yang langsung dimaafkan oleh Baekhyun.

“Emmm… Baekhyun aku ingin mengatakan ini,” ucap Sehwan sambil menatap serius Baekhyun. “Apa?” tanya Baekhyun penasaran.

“Bisakah kau menjaga Sehun untukku?” pinta Sehwan hati-hati. Sehun langsung menolehkan kepalanya ke arah Sehwan, menatapnya penuh tanda tanya.

“Kenapa kau menanyakan itu? aku akan menjaga Sehun, dia bukan hanya adikmu tapi dia adikku juga,” jawab Baekhyun yakin. Sehwan yakin Baekhyun akan menjaga Sehun dengan baik, dia dapat melihatnya dari pancaran matanya.

“Baguslah kalau begitu terima kasih,” Sehwan tersenyum menampilkan eyesmilenya.

Setelah itu Sehwan kembali ke dalam selnya dan untuk Baekhyun dan Sehun mereka kembali pulang ke rumah.

Hari pun telah mencapai seminggu dan saat itu juga Sehwan menjalani sidangnya dengan keputusan akhir hakim, Sehwan akan diasingkan keluar provinsi.

Sehun menangis saat itu saat mendengar keputusan hakim tapi mau bagaimana lagi, itulah takdir. Mereka telah berusaha keras agar Sehwan tidak dijatuhi hukuman yang begitu berat walau akhirnya Sehwan harus diasingkan.

Sehun terus berdoa agar Sehwan baik-baik saja disana. Sehun berjanji kepada Sehwan bahwa jika ia bisa, bukan jika tapi dia harus bisa! Dia akan mengunjungi ke tempat pengasingan Sehwan di sana dan bertemu Sehwan di sana. Sehwan tersenyum melihat tekad Sehun, dia sangat senang bahwa Sehun masih begitu menyayanginya dan selamanya Sehwan akan selalu menyayangi Sehun…

 

-Sehun saudara kembarnya

 

 

 

END

 

A/N

Haii~

Iyaaaa ini udah END kok…😁

Aneh yah endingnya? 😂

Di chapter sebelumnya ada yang bilang katanya agak bingung sama jalan ceritanya, waduh maafin aku yah jika nih ff bikin pusing.. 😪 but… 😊

Sampai jumpa di FF-ku yang lainnya yah…😁

Oh iya terima kasih untuk kalian semua, buat yang sudah baca, komen, dan yang cuma lihat FF-ku, jeongmal kamsahamnida~ Arigatou Gozaimaseu…

Iklan

One thought on “Who Are You ? (Chapter 6 END)

  1. diyah pudji rahayu berkata:

    terasa sekali ikatan persaudaraan’a, cerita yg bagus tapi ending’a kurang greget y, gomawo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s