The Miracles Of Magic 1

Untitled

Author                     :   Park Yurin ~Twitter~ {@Park_Yurin94}

Tittle                      :  The Miracles Of Magic

Genre                       :   Sad, BrotherShip, Fantasy And FriendShip

Length                 : Chapter 1

Cast                    :   Byun Baekhyun, Oh Sehun, Park Chanyeol, Kim Seulgi

Support cast        : Taeyeon, Mark, Ten, Shindong DLL

Note                     : Aku bawa Chap 1 nya nih~~. Disini diceritakan gimana Awal Sehun tau kalau dirinya penyihir. Aku harap Chapter ini gak mengecewakan ya~~ . jangan lupa Read & Coment. Karena Coment kalian adalah penyemangat Author #Saranghae #Buing~~ #Gomawo

 

Happy Reading

 

#Seoul, Korea Selatan

Sehun sedang membersihkan meja-meja yang berjejeran di cafe bibinya. Ia sesekali bersenandung mengikuti alunan musik yang berasal dari radio yang berada di dekat mesin kasir cafe tersebut. Sehun tersenyum puas saat melihat hasil pekerjaannya, ia menatap pintu cafe yang terbuka menandakan bahwa ada seseorang yang datang. Senyuman ramah Sehun berikan pada 2 orang wanita yang mana membuat mereka terpesona pada senyuman maut dari seorang Oh Sehun.
“Selamat datang! Silahkan duduk. Ada yang ingin kalian pesan?” Mata kedua wanita itu tak bisa berpaling dari wajah tampan Sehun, mereka menanggukkan kepalanya.

Sehun mencatat semua pesanan wanita itu, ia membungkuk lalu berlalu pergi kearah sang bibi yang ada masih sibuk menaruh beberapa Cake ke dalam lemari roti.
“Bibi! Choco Cake dan Banana Cake 1 potong juga Smothie Milk 2, meja nomer 4 bibi!” Sehun menaruh catatan kecil berisi pesanan yang baru saja ia ucapkan di depan sang bibi. Sang bibi tersenyum lalu segera mengambil pesanan tersebut.
“Kau tidak pergi sekolah, kau bisa terlambat Sehun-ah!” Sehun yang mendengar ucapan bibinya langsung melihat ke arah jam tangan yang ada di lengan kanannya.
“Aku akan berangkat setelah memberikan pesanan ini!” Sehun melepas Apron yang ia kenakan dan mengambil Tasnya yang ada di meja kasir. Ia mengambil pesanan 2 wanita tadi lalu menaruhnya di meja mereka. Sehun pamit terlebih dahulu pada Bibinya dan melesat pergi meninggalkan cafenya ke sekolah.

#Hongwarts School

Baekhyun sedang berada di dalam kamarnya. Ia sedang membaca beberapa buku untuk menambah pengetahuan ilmu sihirnya. Suara ketukan pintu menghancurkan konsentrasi Baekhyun pada buku yang ia pegang. Dengan langkah santai ia membuka pintu itu dan menemukan Kepala Sekolahnya, Choi Albus. Choi albus tersenyum lalu berjalan memasuki kamar Baekhyun.
“Ada apa Profesor? Apa yang ingin anda katakan?!” Baekhyun mengikuti Mr. Choi yang berjalan didepannya.
“Apa yang sedang kau lakukan?! Membaca buku?! Kau memang murid teladan Baekhyun!” Bukannya menjawab Mr. Choi balik bertanya pada Baekhyun. Baekhyun yang melihat ada yang aneh pada Pribadi Mr. Choi langsung memicingkan matanya
“Ada Apa?! Apa ada yang penting?!” Mr. Choi menolehkan kepalanya pada Baekhyun, ia tersenyum melihat mata Baekhyun yang menatapnya curiga.
“Apa kau merindukan adikmu?!” Tanya Mr. Choi

Deg..

Tubuh Baekhyun menegang. Tak dipungkiri sudah 15 tahun ia tak pernah sekalipun menemui adiknya, ia bahkan tak tau bagaimana wajah sang adik karena memang ia tak memiliki satupun foto sang adik. Ia memang bisa meminta Mr.Choi untuk memberikan satu foto sang adik untuknya, tapi hal tersebut ia tahan agar ia tak merindukan sang adik. Kenapa? Karena ia tak ingin kejadian mengerikan itu terulang lagi. Kejadian dimana kebahagiaan keluarganya direnggut dengan kejam oleh makhluk mengerikan yang tak punya perasaan.
“Tidak! aku sama sekali tak merindukannya!”Baekhyun berbohong, itu yang terbaca pada pikiran Choi albus
“Kau benar-benar keras kepala Baekhyun! Aku tahu kau merindukannya!”
“Tidak Mr.Choi! aku tidak merindukannya. Jika rasa rindu itu ada, kau pasti akan membawanya kesini bukan!. Aku tak mau ia disini. aku ingin ia jauh dari sini, agar tak ada malapetaka yang bisa membahayakannya”Baekhyun menatap sendu Mr.Choi. ia tak ingin membahayakan adik tersayangnya. Hanya Sehun yang ia punya saat ini, dan ia tak ingin kehilangan Sehun hanya karena kedatangannya di Hongwarst dan memancing Makhluk mengerikan itu datang lagi, Sang Dark Lord.

“Walaupun kau melarangku, aku akan tetap melakukannya. Dia pantas disini, jika ia tetap didunia para Muggle, ia pasti akan menggunakan kekuatan sihir yang ia punya dengan sembarangan Baekhyun. Kau tahu ini akan terjadi, jadi bersiaplah untuk melihat adikmu. Aku akan menyuruh Shindong untuk menjemputnya, kuharap kau bisa menerimanya.” Mr.Choi berdiri dari tempatnya lalu menghilang begitu saja dari pandangan Baekhyun.

Baekhyun menatap kalung pemberian sang ibu, ia menatap sendu kalung tersebut. ‘Apa aku memang harus mendatangkannya bu? Aku tak ingin ia dalam bahaya. Apa dengan aku mendatangkannya, aku bisa menjaganya bu? Tolong aku bu! Tolong aku!’Batin Baekhyun

#23.30 Seoul, Korea Selatan

Sehun sedang membereskan beberapa meja dan kursi di cafenya. Jam menunjukan hampir tengah malam dan ia berniat untuk menutup cafenya lalu pulang kerumah dan beristirahat. Ia menata kursi dan meja itu dengan rapih dan bersih.

Pintu depan Cafenya terbuka menampil seorang pria tinggi dan gemuk di hadapannya. Ia mengernyitkan keningnya, Pintu itu sudah ia kunci sebelumnya. Pria tadi mendekat kearahnya.“Hai Sehun!” Sehun menatap bingung pria dihadapannya itu.
“Maaf….anda siapa?!” Akhirnya ia bisa bisa mengeluarkan suaranya sejak 15 detik terdiam membisu. Pria besar tadi tersenyum ramah kearah Sehun.

Suara langkah kaki mendekat kearah Sehun dari belakang.“Ada apa Sehun? Kau berbicara dengan Siap—“Langkah kaki Bibi Sehun terhenti melihat seseorang dihadapan Sehun. Ia berlari kearah Sehun dan mendorongnya menjauh dari hadapan Pria tadi.
“Mau apa Kau kesini?! Pergi dan jangan dekati dia!”Mata Bibi Sehun menyaratkan akan kekecewaan pada Pria tadi. Sehun yang melihat itu hanya terdiam menyaksikan dua orang didepannya.
“aku harus membawanya, Alexi!” Ucap Pria tadi.
“Tidak! aku tidak akan membiarkan kau membawanya. Sudah cukup ‘dia’ yang kau bawa. Aku tidak akan membiarkan Sehun kau bawa dan pergi ketempat menyeramkan itu!”Bibi Sehun terus menatap Sengit kearah Pria didepannya
“Disana bukan tempat menyeramkan Alexi. Aku tau kau terpukul atas kematian adikmu, tapi disana adalah tempatnya. Kau tak bisa membiarkan dia disini, ia bisa saja menciptakan masalah besar jika tidak kesana Alexi!”
‘Adik? Kematian?Apa maksudnya?’ Batin Sehun berkecamuk. Ia terus menatap Bibi dan pria tadi dengan pandangan bingung.
“Aku tak ingin dia bernasib sama seperti adikku, aku sudah melerakan kakaknya disana. Aku tak ingin ia menderita Shindong”Lirih Bibi Sehun
“Tunggu! Kakak? Aku punya kakak? Apa maksud semua ini Bibi?! Apa yang sedang kalian bicarakan?!” Sehun menatap bibi nya yang terdiam mematung. Ia mendekatkan dirinya pada dua orang yang juga menatapnya sendu “Ceritakan padaku! Apa maksud dari ‘merelakan kakaknya’, apa aku punya kakak?” Sehun menatap penasaran pada dua orang tersebut.
“Kau harus memberitahunya, Alexi. Dia sudah sepantasnya tahu siapa dia!”Pria tadi menatap Alexi meyakinkan. Bibi Alexi menundukkan kepalanya, ia menangis tertahan saat mengingat bagaimana kematian adik tersayangnya. Sehun yang menatap bibinya merasa iba “katakan Bi! Aku mohon!”Mohon Sehun.

Bibinya menatap Sehun yang menatapnya memohon. Ia menghelakan nafasnya lalu menghapus air matanya yang sempat mengalir “Duduklah Sehun, aku akan menceritakannya!” Sehun dan Shindong tadi duduk di dekat perapian yang ada di Cafe itu. Shindong mengambil tongkatnya dan langsung menghidupkan perapian tersebut. Sehun yang melihat hal itu membolakkan matanya, ia menatap takjub Shindong yang hanya tersenyum kearahnya.
“Kau penyihir Sehun….”Sehun memusatkan tatapannya pada sang bibi yang mulai bercerita. Ia mengernyitkan dahinya saat mendengar ucapan sang bibi
“Mwo?! Ak..aku pernyihir? Tunggu! Aku…hanya Sehun bibi! Kau bilang…aku Penyihir?!” Sehun melihat bibinya menganggukkan kepalanya
“Ya Sehun. Kau penyihir. Nama penyihirmu adalah Selius Ronald Byun. Kau memang tak menyadarinya. Tapi kekuatan sihirmu akan kau munculkan saat kau marah ataupun kesal pada seseorang. Kau ingat, saat kau ingin sebuah sepeda dan bibi tak memberikannya padamu kau marah padaku dan dengan tiba-tiba aku terjatuh saat sedang menjemur pakaianmu, padahal saat itu tak ada sesuatu yang licin ataupun benda-benda yang bisa membuatku terjatuh.—“Sehun mengingatnya. Bibinya jatuh dengan tiba-tiba dan karena itu pergelangan kaki bibinya membengkak dan butuh 1 bulan untuk sembuh “—kekuatan sihirmu diturunkan dari orang tuamu Sehun. Alexa Byun dan Cornelius Byun, itu adalah nama orang tuamu Sehun” Sehun terus mendengar ucapan bibinya, ia sedang tak ingin memotong pembicaraan ini karena ia memang sangat penasaran dengan riwayat hidupnya.
“Alexa Oh atau Alexa Byun adalah adikku. Adik yang paling aku sayang. Suatu saat dia dengan tiba-tiba menerima sebuah surat yang mengatakan bahwa ia diterima di sebuah sekolah sihir. Aku dan orang tuaku sangat bangga padanya, kami menganggap bahwa dia itu wanita yang spesial. Ia bersekolah di tempat itu dan dipertemukan dengan ayahmu, Cornelius Byun. Corenelius adalah pria baik dan bertanggung jawab, ia juga pria yang tampan sama sepertimu. Mereka menjalin kisah cinta mereka sampai kejenjang pernikahan dan dikaruniai seorang anak lelaki yang cantik, Bernelius Byun atau Byun Baekhyun, kakakmu—“Sehun melihat air mata sang bibi kembali mengalir, ia masih tetap tak bergeming. Pria tadi yang ia ketahui bernama Shindong menepuk-nepuk punggung bibinya bermaksud untuk menenangkannya. “—mereka menjalani sebuah jalinan keluarga yang bahagia sampai lahirnya kau. Kau 2 tahun lebih muda dari kakakmu Sehun-ah. Baekhyun sangat menyayangimu karena ia menganggap kau adalah pelengkap keluarga bahagianya. Hingga—“bibi Sehun tak bisa meneruskan ceritanya, ia menatap Shindong bermaksud untuk meminta bantuan padanya. Shindong menatap Sehun yang masih menatap bibinya untuk melanjutkan ceritanya “Hingga? Hingga apa bi? Apa yang terjadi?!” Sehun bertanya pada bibinya.
“Hingga sebuah kejadian buruk menimpa kalian—“Sehun menatap Shindong yang melanjutkan cerita sang bibi “—kejadian itu menewaskan kedua orang tuamu Sehun. Mereka meninggal karena seorang makhluk jahat yang memberikanmu ini—“Sehun melihat luka di tangan kirinya

“—saat itu tak ada penyihir yang bisa melawannya. Sampai pada sebuah keajaiban yang menimpa kalian berdua, kau dan kakakmu. Makhluk itu bermaksud membunuh kalian, tapi dengan ajaibnya kalian tak terbunuh dan ia menghilang. Dunia sihir dibuat terkejut dengan kejadian itu, dan saat itulah aku dan Choi albus kepala sekolah Hongwarst membawa kalian pergi dari sana”
“Siapa makhluk itu? kenapa ia ingin membunuhku?! Dan kenapa aku berakhir disini dan juga kemana kakakku?” Sehun menanyakan pertanyaan beruntun pada Shindong.
“aku tak bisa mengatakan siapa dia Sehun, hanya Choi albus yang bisa memberitahumu. Kakakmu ada disana Sehun, Di Hongwarst. Mr.Choi memang memisahkan kalian agar Makhluk itu tak bisa membahayakanmu. Jika kau memang ingin tau siapa kakakmu dan juga keadaannya, kau bisa kesana. Bersekolah disana sebagai penyihir”Shindong menepuk bahu Sehun. Sehun menatap bibinya sendu. Hati dalamnya berkata bahwa ia sangat ingin menemui kakaknya, keluarga satu-satunya yang ia punya. Sedangkan di sudut yang lain mengatakan bahwa jika ia kesana siapa yanga kan menjaga bibinya.
“Bibi…..apa yang harus kulakukan?”Lirih Sehun. Bibinya tersenyum menenangkan Sehun.
“Dengar Sehun! Sudah 15 tahun kau bersama bibi, dan bibi sudah sangat tahu sifatmu. Bibi tahu kau sangat ingin kesana Sehun, bertemu dengan kakakmu dan memulai hari yang baru bersamanya. Dia adalah satu-satunya keluarga kandung yang kau punya dan kau berhak bersamanya. Bibi memang sempat melarangmu pergi kesana karena bibi takut kau akan bernasib sama seperti ayah dan ibumu. Tapi, bibi tak bisa melarangmu jika kau memang ingin menemuinya.” Bibi Sehun tersenyum kearah Sehun yang menatapnya dalam. Sehun memeluk sang bibi, bagaimanapun ia adalah salah satu orang yang berjasa yang telah membesarkannya selama 15 tahun. “Terima kasih bibi! Aku tak akan pernah melupakanmu. Kau adalah sosok pengganti ibu untukku. Aku sangat menyayangimu. Terimakasih karena sudah menjagaku dan merawatku selama ini!”Sehun memeluk erat sang Bibi. Shindong menatap dua orang didepannya ini sambil tersenyum.
“jadi, apa kau siap untuk pergi ke Hongwarst!”Tanya Shindong. Sehun menatap Shindong, ia tersenyum lalu menganggukkan kepalanya semangat. Ia tahu ini akan menjadi awal dari kehidupan barunya menjadi penyihir. Ia harus siap dengan segala macam tantangan dan juga ancaman yang akan menantinya disana.

#Hongwarst

Baekhyun menatap bintang dan juga bulan purnama yang memenuhi langit di tengah malam. Ia memejamkan matanya agar bisa merasakan bagaimana dinginnya terpaan angin malam yang menerpa wajahnya. Ia membuka matanya dan menatap burung hantu putih yang bertengger di hadapannya. Ia mengelus bulu lembut burung hantunya itu.
“aku akan bertemu dengannya, Quirell! Aku akan bertemu dengan adikku. Adik yang selama ini selalu kurindukan dan juga kupikirkan. Apa aku bisa menatapnya lagi setelah sekian lama aku tak menemuinya?! Apa aku bisa mengelus rambutnya setelah selama ini aku tak pernah mencarinya? Bagaimana jika ia tak mau bertemu denganku? Bagaimana jika ia membenciku,Quirell? Apa yang harus aku lakukan?” Baekhyun menatap pantulan dirinya di kaca jendela kamarnya. Ia akan segera bertemu dengan adiknya. Ia tak bisa mengendalikan detak jantungnya yang bedegup dengan sangat kencang sejak dari tadi.

Baekhyun menidurkan tubuhnya di kasur kamarnya, ia ingin segera mengistirahatkan tubuhnya. Besok adalah hari yang bersejarah baginya, ia akan dipertemukan kembali oleh orang yang selama ini selalu di nantinya. Ia akan bertemu oleh seorang yang sangat disayanginya. Ia kan segera bertemu dengan adiknya, Selius Ronald Byun.

TBC

 

 

 

 

16 thoughts on “The Miracles Of Magic 1

  1. nursaoh berkata:

    Bagusss thor…
    Tapi sayang cman bisa update seminggu sekali…yaahh nunggu lagi deh😦 lain kali bkin yg panjang yaa thor… penasaran deh… FIGHTING!!

  2. Nanako gogatsu berkata:

    Penasaran ama chapter berikutnya,,, trus chanyeol disana jd musuh ato temannya sehun… Ahhh.. Penasaran..
    Next chapter ditunggu… SEMANGAT

  3. Zhang Mei Lin berkata:

    terinspirasi dari Harry Potter?? keren thorr… aku suka ff author yg sebelumnya… tp males komen :v fighting!!!

  4. sye berkata:

    bagus hehe apalagi jadi nostalgia sm harry potter..tapi kadang2 suka ketawa sendiri lucu pas baca plesetan kata sm nama2nya :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s