Selene 6.23 (Long Distance Between Us) part 10

selene new

Tittle                            : Selene 6.23 (Long Distance Between Us)

Author             : Ohmija

Main Cast        : Kim Jongin, Krystal Jung, Choi Minho

Support Cast   : Taemin, Sulli, Amber, Sehun, Jessica, Jonghyun, dll

Gnere              : Romance, School life, Comedy, Sad

Kedua mata itu mengerjap pelan, berusaha mengumpulk an sedikit demi sedikit kesadarannya. Ketika ia sudah benar-benar sadar, ia merasakan jika ada sesuatu menindis dadanya. Jongin mengarahkan pandangannya ke bawah dan detik berikutnya seketika tersentak hebat.

“Astaga!”pekikannya membuat gadis yang sedang tertidur pulas itu ikut terkejut. Ia sontak menarik punggungnya sambil menghusap-husap matanya. Jongin menatap gadis yang ternyata Krystal itu dengan mata melebar, “Apa yang kau lakukan disini?!”tanyanya. “Bagaimana kau bisa ada disini?!”

‘Bodoh. Bagaimana bisa aku jatuh tertidur? Bodoh.’ Rutuk Krystal dalam hati. “Begini… tadi temanmu menelponku dan menyuruhku untuk datang jadi aku datang kemari. Dia memintaku untuk menjagamu karena dia harus pergi bekerja.”

“Apa?” Jongin tidak mengerti yang Krystal katakan. “Dia menyuruhmu? Maksudmu Taewoo?”

“Aku tidak tau namanya. Yang jelas dia berkulit putih dan berkacamata.”

“Iya. Namanya Taewoo.” Jongin menghela napas panjang, masih terkejut dengan situasi yang terjadi sekarang. “Lalu, kenapa kau…” pria itu menghentikan pertanyaannya, sedikit malu membahas tentang pelukan itu. “…bisa…”

Krystal mengerti maksud Jongin. Gadis itu langsung menggeleng sambil mengibaskan kedua tangannya.

“Kau jangan salah paham. Kau yang memelukku lebih dulu. Aku tertidur karena kau tidak mau melepaskan pelukanmu.”

Jongin langsung mendengus, “Kau bercanda? Untuk apa aku memelukmu?”

“Itu kenyataan. Kau memelukku sambil terus memanggil ibumu.”

Seketika Jongin terkejut, “Aku? Memanggil ibuku?”tanyanya memastikan.

Krystal mengangguk, “Kau terus memanggil ‘ibu… ibu…’ begitu. Ngomong-ngomong, dimana ibumu? Kenapa kau tinggal sendiri?”

Jongin terdiam. Cukup lama. Sebisa mungkin meredam amarahnya yang perlahan-lahan menguap. Sebisa mungkin mengendalikan dirinya agar tidak kembali kalah dengan masa lalunya. Pria itu lantas menepis selimutnya dan menarik lengan Krystal.

“Ayo, Aku akan mengantarmu pulang.”

“Huh? Tidak mau.” Gadis itu melepaskan cekalan Kai. “Bukankah kita harus melanjutkan mengerjakan PR kita? Besok sudah harus di serahkan pada sonsengnim.”

“Iya. Aku akan mengerjakan sisanya nanti. Kau tidak perlu khawatir. Ayo.”

“Tidak mau.” Krystal kembali menolak. Gadis itu mundur beberapa langkah sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Kai menghela napas panjang, “Kenapa kau keras kepala sekali? Apa kau tidak tau jika daerah ini sangat berbahaya?”serunya mulai kesal. “Aku akan mengerjakan semuanya. Jadi sebaiknya kau pulang.”

Krystal tidak membalas ucapan Jongin tersebut. Gadis itu justru melangkah maju mendekatinya, ia berjinjit sambil mengulurkan tangan kanannya dan meletakkan telapak tangannya di kening pria tinggi itu. Gerakannya membuat Jongin langsung mundur satu langkah.

“A-apa yang kau lakukan?”

“Kau mau mengerjakan PR dengan keadaan seperti ini?”tanyanya. “Kau demam dan wajahmu sangat pucat. Apa kau masih bisa menggunakan otakmu? Apa otakmu tidak terbakar?”

“Hisssh, Ya! Apa kau pikir aku bodoh? Aku bahkan bisa mengerjakan soal matematika dalam keadaan sekarat sekalipun! Kau meremehkanku, ya?”

“Cih. Karena wajahmu tidak menunjukkan jika kau adalah murid pintar jadi…” Gadis itu mengendikkan kedua bahunya santai. “…sedikit.”

“Dasar menyebalkan.”rutuk Kai kesal. Kemudian pria itu berjalan menuju lemari kecil yang ada di samping tempat tidurnya, mengambil tas ranselnya dan mengeluarkan buku-buku dari sana. “Aku akan menunjukkan padamu jika aku sangat jenius!”

Krystal tersenyum tipis namun buru-buru menghilangkan senyuman itu dari wajahnya dan menghampiri Jongin yang sudah serius berkutat dengan buku-bukunya.

Gadis itu duduk di sebelahnya sambil terus berusaha untuk menahan senyum. Dia benar-benar berbeda dari Jongin yang biasanya. Di sekolah, dia terlihat sangat berkharisma dan menyebalkan. Tapi ketika di rumah, dia terlihat lucu dengan rambut berantakan dan wajah kucelnya. Andai saja teman-teman sekelas mengetahuinya.

“Ngomong-ngomong, apa kau sudah makan?”tanya Krystal pelan.

“Makan apanya? Bukankah kau tau aku baru saja bangun?”

“Mau aku masakkan sesuatu?”

Jongin langsung menatapnya dengan tatapan ragu, “Masak? Kau bisa masak?”

“Tentu saja! Sejak tinggal dengan kakakku, aku mulai belajar masak.” Gadis itu mulai berdiri dan pergi ke dapur Jongin. Ia menghela napas panjang melihat kulkasnya yang terlalu kecil. “Oh My God! Hanya ada telur?”serunya sambil menjulurkan kepalanya. “Tidak ada apapun?”

“Apa lagi yang kau harapkan dari rumah akan laki-laki?”sahut Jongin santai sambil terus mengerjakan PR-nya.

Krystal mendengus. Tidak ada pilihan lain. Gadis itu mengeluarkan beberapa butir telur dari kulkas Jongin dan meletakkannya di meja. Kemudian kedua matanya melirik ke kanan dan ke kiri, mencari-cari sesuatu.

“Dan… tidak ada apron?”

“Apa kau pikir aku memakai hal-hal seperti itu?”sahut Jongin lagi.

Oh Tuhan…

***___***

 

“Selesai!” Jongin meletakkan bolpoinnya lalu meregangkan kedua tangannya yang terasa pegal.

“Kau sudah selesai? Cepat bantu aku.”seru Krystal dari dapur.

Jongin langsung menoleh. Dia baru sadar jika dia membiarkan gadis itu pergi ke dapurnya. Apa yang dia lakukan disana? Dia tidak menghancurkannya, kan?

“Ya, apa kau benar-benar…” Namun setelah melihat sepiring telur gulung terhidang diatas meja, pikirannya jadi berubah. “Waaah, ini benar-benar telur gulung?”

Krystal langsung mendengus,”Kau meremehkanku, ya?”

“Karena wajahmu tidak menunjukkan jika kau bisa memasak.”balasnya sambil meringis.

“Cih, menyebalkan. Cepat bantu aku. Ini sangat panas. Aku tidak bisa mengangkatnya.”

“Baiklah.” Kai mengangguk lalu mengangkat panci nasi sementara Krystal mengangkat piring telur. Gadisi tu membersihkan buku-buku mereka lebih dulu sebelum meletakkannya diatas meja.

“Tidak ada meja makan?”tanyanya.

Kai menghela napas panjang, “Kenapa kau terus bertanya? Sudah ku bilang jangan mengharapkan apapun dari rumah anak laki-laki. Lagipula aku tidak butuh hal-hal seperti itu. Aku sudah memiliki meja ini untuk makan.” Ia menunjuk meja kecil yang tadi ia gunakan untuk mengerjakan PR. “Rumahku sangat sempit dan akan semakin terasa sempit jika ada banyak barang disini.”

Krystal tidak bersuara lagi. Gadis itu hanya menyantap makanannya tanpa suara.

“Waaah, sudah sangat lama aku tidak makan telur gulung. Aku sampai lupa jika rasanya benar-benar enak.” Pria itu berdecak kagum.

“Telur gulung tidak akan bisa seenak itu jika bukan aku yang memasak. Itu karena—“ Ucapan Krystal seketika terhenti ketika Jongin tiba-tiba mengulurkan tangan dan mengacak rambutnya.

“Terima kasih ya.”

Gadis itu membeku. Membisu. Apa dia sadar dengan apa yang dia lakukan? Bagaimana bisa dia menghusap kepala seorang gadis tanpa merasakan apapun? Dengan senyuman lebar dan tatapan itu. Tanpa tau bagaimana perasaan gadis yang duduk di depannya. In isudah kedua kalinya.

Ketika perlahan-lahan ia mulai meyakini sosok asli Jongin, ucapan Minho juga mendesaknya dari arah berlawanan. Sebenarnya, kenapa mereka saling membenci satu sama lain? Kenapa mereka menyuruhnya untuk menjauhi satu sama lain? Jika saja Jongin tau jika Minho adalah pria baik. Dan jika saja Minho tau jika Jongin sebenarnya tidak seburuk itu.

***___***

 

“Aku hanya bisa mengantarmu sampai disini. Tidak apa-apa, kan?”tanya Jongin begitu mereka baru saja turun dari bus.

“Bukankah sudah ku bilang kau tidak perlu mengantarku?”balas Krystal.

“Itu karena daerah rumahku sangat berbahaya. Sekarang sebaiknya kau pulang, titipkan salamku untuk kakakmu.” Krystal langsung melirik sinis kearah Jongin. “Sudah ku bilang aku tidak menyukai kakakmu. Itu karena aku merasa bersalah karena tidak bisa mengantarmu sampai di rumah.”

“Dasar. Aku tau kakakku sangat cantik!”ketus Krystal lalu berbalik pergi.

Di tempatnya, Jongin menatap gadis itu dengan pandangan bingung, “Kenapa dia selalu saja marah?”

Sesampainya di depan gedung apaertement-nya, Krystal tiba-tiba menghentikan langkahnya ketika ia melihat Minho duduk seorang diri di kursi taman. Astaga! Dia lupa jika dia punya janji dengan pria itu. Bagaimana ini?

“Kau darimana saja?”tanya Minho. “Kau bilang kau akan mengerjakan PR, tapi kenapa jam segini baru pulang?”

“Oh? Itu…” Krystal memutar bola matanya mencari-cari alasan. “Tadi aku…”

“Apa kau pergi bermain dengan Sulli setelah mengerjakan PR?”

“Eoh? Y-ya.” Krystal mengangguk gugup. “Tadi aku pergi bermain dengan Sulli.” Menyadari jika Minho tidak curiga padanya, Krystal langsung berseru. “Ah, maafkan aku oppa. Aku terlalu asik bermain hingga lupa jika aku punya janji. Maafkan aku.”

Minho tersenyum sambil menggeleng, “Tidak apa-apa. Aku mengerti. Kita bisa pergi lain kali.”

“Lalu apa yang oppa lakukan disini? Apa oppa menungguku?”

“Eum. Karena sepertinya akan turun hujan jadi aku menunggumu. Sekarang, sebaiknya kita masuk.”

Krystal mengangguk, keduanya berjalan bersisian memasuki gedung apartement. “Bagaimana PR-mu? Apa sulit?”

“Sangaaat sulit. Tapi kam I sudah menyelesaikannya.”balas Krystal tertawa. “Aku tidak menyangka jika dia sangat jago dalam hal matematika. Dia menyelesaikan soal-soal dengan mudah yang bahkan bagiku, soal-soal itu sangat sulit. Wajahnya tidak memperlihatkan jika dia pandai jadi aku sangat terkejut.”

“Benarkah? Waaah, ternyata Sulli adalah gadis jenius.”

Astaga, aku tidak kelepasan.

Krystal merutuki dirinya dalam hati. Bodoh. Bagaimana bisa dia dengan begitu semangat menceritakan tentang Jongin pada Minho? Dia menceritakan itu semua tanpa sadar. Bodoh.

“Kalau Begitu, oppa… aku masuk dulu.”

“Baiklah. Masuk dan segera tidur. Aku akan menjemputmu besok pagi.”

***___***

 

Pagi itu, Minho mengantar Krystal hingga di depan pintu kelasnya membuat banyak orang semakin bertanya-tanya. Terlebih lagi, Jongin yang tidak melakukan apapun padahal dia melihat dengan jelas jika kekasihnya diantar oleh laki-laki lain. Bukankah Jongin baru saja mengumumkan jika dia dan Krystal adalah sepasang kekasih? Lalu kenapa dia diam saja? Apa keduanya bertengkar? Yah, mungkin saja. Bukankah mereka selalu bertengka setiap saat? Sehingga banyak yang beranggapan jika Krystal melakukan itu untuk membuat Jongin cemburu.

“Ya, Krystal. Bukankah kau sudah punya kekasih yang tampan? Apa itu tidak cukup? Kau bahkan mau menggaet Minho sunbae juga. Serakah sekali.”cibir Dohee.

“Ya! Kau iri dengan wajah cantiknya?” Sulli menyahuti. “Sebaiknya kau perbaiki make up-mu. Dasar wanita wajah tebal.”

“Apa yang kau bilang?!”

“Kalian berisik sekali.” Jongin mendesah panjang. “Sebentar lagi kelas akan di mulai. Bisakah kalian diam?”

Kedua murid perempuan itu langsung mengatupkan mulut mereka dan kembali ke kursi masing-masing. Sementara Krystal hanya menghela napas panjang lalu menjatuhkan diri di samping Jongin. Wajahnya berubah lagi. Dingin dan tanpa senyuman.

“Kau sudah baik-baik saja?”tanya Krystal menatapnya.

“Jangan perdulikan aku. Urus saja dirimu sendiri.”ketusnya.

Jongin yang biasanya telah kembali. Dia bukan Jongin yang kemarin mengerjakan PR bersamanya. Namun Jongin yang telah menjadi musuh bebuyutannya selama ini. Dia kembali menyebalkan.

***___***

 

Krystal lebih memilih untuk duduk di kursi tribun gedung olahraga saat jam pelajaran. Dia telah selesai melakukan peregangan dan dia rasa itu cukup. Lagipula murid-murid perempuan tidak di wajibkan untuk bermain bola.

“Uh? Bukankah itu Minho oppa?” Sulli menunjuk kearah lapangan basket.

Krystal mengikuti arah telunjuknya, Benar. Minho dan beberapa teman-temannya memasuki lapangan basket dimana Jongin dan yang lain juga bermain disana. Mata Krystal sontak melebar. Tunggu… tidak akan ada yang terjadi, kan?

Kekhawatiran Krystal benar-benar terjadi. Entah apa yang terjadi disana, yang jelas itu adalah kekacauan. Gadis Itu melihat Jongin melempar bola basketnya kearah salah satu teman Minho dan kemudian keduanya saling mencengkram kerah baju masing-masing.

Detik itu juga, Krystal langsung berlari kesana. Sulli ikut menyusul di belakangnya.

“Kau pikir aku takut hanya karena kau adalah murid senior?”desis Jongin tajam. “Kami lebih dulu memakai tempat ini jadi sebaiknya kalian pilih tempat lain.” Pria itu melepaskan cekalannya kasar, membuat teman Minho itu termundur ke belakang.

“Brengsek. Anak ini…”

“Chulwoo.” Minho menghentikannya. “Sudahlah. Kita bisa pindah ke tempat lain.”

“Aku akan membuat perhitungan padamu nanti.”

Jongin tersenyum mendengus, “Berhentilah bersikap seolah-olah kau adalah orang baik.”ucapannya membuat Minho menghentikan langkah dan berbalik kembali. “Nyatanya kau tidak sebaik itu.”

“Aku tidak sedang bersikap baik.”balas Minho tak kalah tajam. “Aku hanya tidak ingin berdebat denganmu.”

“Ya, Kim Jongin. Apa yang kau lakukan?” Krystal tiba-tiba muncul ke tengah lapangan, gadis itu menahan lengan Jongin. “Jangan lakukan yang tidak-tidak.”bisiknya. Lalu menatap Minho dan teman-temannya sambil membungkukkan tubuh. “Maafkan temanku, sunbae. Sepertinya dia sedang—“

“Soojung adalah kekasihku.”potong Jongin membuat Krystal yang berdiri di sampingnya langsung terkejut bukan main. “Kau bisa mendapatkan semua wanita jika kau mau. Tapi aku tidak akan membiarkan jika kau merebutnya juga.”

Minho terdiam sesaat. Namun setelah itu dia tersenyum mendengus, “Aku tidak akan menyerah.”

“Yah, aku tau kau akan mengatakan itu. Karena kau selalu merebut segala hal milik orang lain. Tapi aku benar-benar tidak akan membiarkannya jika kau terus menggangguku.”

Jongin menggandeng tangan Krystal dan langsung menyeretnya pergi meninggalkan gedung olahraga. Di tempat mereka, semua orang terperangah akan hal itu. Apa Jongin benar-benar mencintai Krystal hingga dia berani melawan murid senior?

Setelah murid-murid senior itu juga pergi, Sulli dengan langkah-langkah cepat menghampiri Taemin dan mencekal lengannya. Pria itu sontak terkejut.

“Ikut aku. Ada yang harus aku tanyakan padamu!”

***___***

 

Sulli mendorong Taemin ke sudut ruangan, tangan kanannya menapak dinding di sampingnya seperti seorang gangster. Taemin mengerjap-ngerjapkan matanya bingung.

“S-sulli, apa yang mau kau lakukan?”tanya gugup dengan jantung yang mulai berdebar-debar.

Sulli memajukan wajahnya, menatap Taemin dengan mata menyelidik membuat pria itu harus membuang pandangannya kearah lain.

“Apa Jongin dan Krystal benar-benar berkencan?”

“Bukankah sudah jelas? Jongin mengatakannya waktu itu.”jawab Taemin pelan.

Sulli menghela napas panjang, tangan kirinya menyentuh dagu Taemin agar pria itu menatapnya, “Maksudku, bagaimana bisa mereka berkencan? Bukankah kau tau jika mereka selalu bertengkar? Ini tidak mungkin. Jongin dan Krystal? Oh Tuhan… aku bahkan tidak bisa membayangkannya!”omel Sulli tanpa mengetahui jika pria yang ada di depannya itu sedang berusaha keras menahan jantungnya agar tidak copot.

“Bukankah sebaiknya kita mendukung mereka?” Taemin bercicit pelan. “Mereka terlihat serasi.”

“Tidak!”balas Sulli cepat membuat Taemin semakin merapatkan kepalanya pada dinding. “Aku tidak akan membiarkannya! Krystal lebih serasi bersama dengan Minho oppa!” kemudian ia menatap Taemin tajam. “Katakan pada sahabatmu agar dia menjauhi Krystal, mengerti?!”

Pria itu mengangguk-anggukkan kepalanya tanpa berani bersuara lagi. Sulli lantas berbalik dan berjalan pergi. Sesaat setelah gadis itu pergi, Taemin menghembuskan napasnya panjang-panjang setelah tadi menahan napas cukup lama. Ia menghusap-husap dadanya lalu berseru, “Oh Tuhan, apakah dia malaikat? Cantik sekali…”

***___***

 

“Ya Kim Jongin!” Krystal melepaskan cekalannya secara paksa. “Apa kau harus bersikap seperti ini? Bukankah kau tau mereka adalah seniormu? Kenapa kau bersikap tidak sopan?”

Jongin menoleh ke belakang, “Kau tidak mengerti apapun jadi jangan berkata yang tidak-tidak.”

“Apa yang aku tidak mengerti? Semua itu sudah jelas, kan? Kau melempar bola pada murid senior itu!”

Rahang Jongin mengatup keras. Kemudian dengan cepat, ia mencekal kedua bahu Krystal dan mendorong tubuh gadis itu hingga membentur dinding.

“Bukankah sudah ku bilang agar kau tidak mendekatinya lagi?! Kenapa kau tidak mau mendengarku?!”

“Kenapa?! Kenapa aku tidak boleh?! Kau bahkan tidak pernah memberitahu alasannya padaku!” Krystal menepis kedua tangan Jongin di bahunya. “Berhentilah bersikap seenaknya! Aku tidak akan melakukan apapun yang kau inginkan lagi! Jika kau mau menyebarkan soal ciuman itu, aku sudah tidak perduli!”

Gadis itu bergegas pergi, namun Jongin dengan cepat menahan lengannya.

“Apa kau menyukai Choi Minho?”

Krystal menoleh, menatapnya dengan tatapan tajam, “Yah! Aku menyukainya! Jadi lepaskan aku!”

Tangan Jongin melunglai, melepaskan genggamannya di tangan gadis itu. Kini tidak ada yang bisa dia lakukan. Percuma menahannya karena dia tidak akan bertahan. Percuma memaksanya karena dia ini adalah pilihannya.

Pada akhirnya, dia kembali di kalahkan. Karena sekeras apapun usahanya, sepertinya dia tidak akan mampu mengalahkan. Dia akan tetap di tinggalkan. Sendirian.

***___***

 

Krystal menyadari perubahan sikap Jongin setelah ia menyemprotnya dengan kata-kata pedas tadi. Pria itu tak banyak bicara ketika di kelas, bahkan tidak bicara sama sekali. Saat bel pulang berbunyi, tidak seperti biasanya, Jongin langsung meninggalkan kelas tanpa pamit dengan teman-temannya.

Melihat perubahan sikap Jongin, gadis itu tertegun. Apa dia sudah keterlaluan?

“Krystal.”panggil Sehun yang tiba-tiba sudah berdiri di sampingnya. “Bisakah kita bicara?”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6 thoughts on “Selene 6.23 (Long Distance Between Us) part 10

  1. han berkata:

    Ah ff yg aku tunggu2 akhirnya update jga , kaistal uhm suka bnget sama couple 1 ini ..
    Penasran sma cerita slanjutnya , jongin slaly ditinggalkan, sendirian. Apa ini ada hubungannya sama minho yoona jga eommanya ?
    Sehun apa yg mau dibicarakan sama krystal yah, apa ttg jongin?
    Wah makin kepo nih, ditunggu next chapternya kaka, jgan lama2 ya. Hwaiting

  2. DO DO berkata:

    wahhhh kira kira kira sehun mau ngomong apa sama krystal yaaa???
    ff nya tambah seru thor ditunggu kelanjutannya. fighting!!!!

  3. mongochi*hae berkata:

    yeayyyt stlh skian lama n part update jga..
    trakhir sblm kaistal konfirm ya…
    hdechhh jd baper bcany klo mereka real gini. hhee tp ak ska sih dg n couple

    ommo…kasian bgt jongin. utk sekian kliny dtinggalkan. tp yg mbuat ak bingung it ap sbnarny alasan shingga jongin sangat anti dg minho ?

    next part dtunggu cpet ya hhhee

  4. highbluesky16 berkata:

    Hahahahha kenapa taemin alay banget 😂😂😂😂
    Btw jadi jongin beneran suka…terus akhirnya krystal ama siapa????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s