My Brother is My Protector {Chapter 7 END}

Untitled

Author               :   Park Yurin ~Twitter~ {@Park_Yurin94}

Tittle                  :  My Brother Is My Protector

Genre                 :   Sad, BrotherShip, Family And FriendShip

Length             : Chapter 7 End

Cast                    :   Byun Baekhyun, Oh Sehun (Byun Sehun)

Support cast     :   Tuan Byun [OC] , Member EXO, Bang Yongguk

Note                : Kritik dan saran ditunggu J . Chapter 7-nya udah comeback.

 

~Happy Reading~



#Grave

Baekhyun, Sehun dan juga teman-temannya menatap sendu kearah Seorang namja yang masih memandangi foto yang di letakkan pada gundukan tanah pemakaman tersebut. Hari sudah menjelang petang, tapi Yongguk masih enggan beranjak dari tempatnya bersimpuh saat ini.
“Yongguk-ah ayo kita pulang!”Ajak Baekhyun sambil menepuk pelan bahu Yongguk. Yongguk semakin menundukkan kepalanya, ia kembali mengeluarkan air matanya. “Aku tak tega Baekhyun-ah. aku takut Eommaku kesepian!”

Baekhyun mengelus punggung Yongguk yang bergetar. Teman-teman Baekhyun lainnya semakin menatap Yongguk kasihan.
“Yongguk-ah! jika kau merasa seperti itu, itu tak akan berguna! Ia pasti tak akan kesepian disana. Bukannya di surga banyak sekali malaikat, ia pasti merasa sangat senang disana!”Ucap Chanyeol yang juga ikut mengelus punggung Yongguk.
“kalian….kenapa masih disini? kalian pasti ingin menertawakanku kan?!”Lirih Yongguk. Kyungsoo, Chanyeol, Baekhyun, Kai, dan Sehun menggelengkan kepalanya serentak.
“Tidak! Apa maksudmu?! Bukannya kami sudah bilang jika kami sudah memaafkanmu. Kami tau kau sangat terpukul sekarang, maka dari itu kami disini, di sisimu! Bukannya itu gunanya teman! Tak hanya senang mereka ada tapi juga saat kau terpukul dan terluka. Biasanya kau tak perlu sedih seperti ini, karena ibumu…. sudah menitipkanmu padaku dan yang lainnya! pada teman-temanmu”Ucap Chanyeol penuh dengan ketegasan. Chanyeol tak mungkin melupakan sahabatnya yang satu ini. Walaupun Yongguk sempat keterlaluan dimasa lalu, tapi bukannya Yongguk masih sahabatnya, Sahabat masa kecilnya.

Yongguk menatap mata Chanyeol sendu. Ia benar-benar beruntung mendapatka sahabat seperti mereka. Walaupun ia benar-benar keterlaluan, sangat keterlaluan. Tapi mereka tetap mamaafkannya dengan jabatan tangan dan senyuman yang tulus. Untuk pertama kalinya Yongguk benar-benar merasa tak kesepian.

Sehun dan Baekhyun mendudukkan diri mereka dia sofa ruang tamu. Mereka baru saja pulang dari rumah Yongguk. Sehun menolehkan kepalanya dan mendapati Baekhyun memejamkan mata.
“Kau lelah Hyung?!” Tanya Sehun. Baekhyun mengangguk.
“kembalilah ke kamarmu, Appa akan pulang tengah malam nanti. Jadi istirahatlah!!”
“Nanti malam?!! Tapi, aku belum membersihkan kamar appa! Aku akan mem—“ Sehun mencekal tangan Baekhyun saat baekhyun ingin berdiri dari tempatnya “Biarkan bibi Han yang membersihkannya. Aku tau kau lelah hyung jadi, kembalilah kekamarmu dan Istirahat!!”
“Tapi—“ Sehun menutup bibir Baekhyun dengan tangannya sebelum Baekhyun melanjutkkan ucapannya “Tak ada kata tapi!!” Ucap Sehun.

Baekhyun menghela nafas lalu menganggukkan kepalanya menanggapi larangan adiknya itu. Sehun tersenyum saat melihat kakaknya menuruti ucapannya.
“Kakak yang baik! Sekarang pergi kekamarmu lalu tidur!”
“Kau? Jangan bilang kau ingin menunggu appa disini?!”
“Tidak!! aku ingin menginci pintu dulu!” Baekhyun menganggukkan kepalanya. Ia berdiri dari tempat duduknya dengan wajah kesal lalu pergi kekamarnya sendiri. Sehun yang melihat tingkah kakaknya itu hanya terkekeh. ia berbohong pada Baekhyun saat mengatakan bahwa ia tidak menunggu appanya. ia memang sengaja berbohong karena jika tidak Baekhyun akan merengek untuk ikut menunggu appa mereka, Sehun tak ingin Hyung nya itu sakit karena kelelahan.

**[23.30,Seoul]

Tuan Byun pulang dari perjalanan bisnisnya. Ia menaiki sebuah mobil mewah yang dibawa oleh supirnya. Hari sudah hampir menjelang tengah malam, Matanya terus menatap jalanan yang sepi. Ia memejamkan matanya bermaksud untuk istirahat sementara.
“Tuan, besok siang anda akan memiliki jadwal dengan Tuan Choi!”Ucap Tuan Ahn supir pribadi sekaligus asinsten pribadi tuan Byun.
“Terserah, aku tak begitu tertarik dengan tawarannya. Ak harap kau bisa mengurusnya!”Ucap Tuan Byun masih tetap memejamkan matanya.

Ia hampir saja tertidur jika tak menyadari sesuatu yang janggal, Matanya terbuka saat menyadari mobil yang ia naiki bermasalah “Ada apa?!”panik tuan Byun
“saya tidak tahu tuan, mobil ini tak bisa di Rem!”panik Tuan Ahn
“Apa maksudmu?!”. Sebuah Truk melaju cepat kearah mobil tuan Byun, Tuan Ahn juga tuan byun panik setengah mati dengan keadaan ini. Tuan Byun memejamkan matanya pasrah pada apa yanga akan terjadi selanjutnya ‘Baekhyun-ah Mianhae appa menyayangimu. Sehuan-ah jaga kakakmu’
**Brakkk

[24.30, Seoul Hospital]

Baekhyun dan Sehun berlari di koridor rumah sakit terburu-buru. Mereka berlari seperti dikejar oleh maut yang akan menjemput ajal mereka. Beberapa orang yang ditabrak pun mengumpat pada mereka. Telinga mereka seakan tuli oleh umpatan tersebut dan terus berlari tanpa mengucapkan kata maaf.

Mata Baekhyun menangkap sebuah ruangan yang mereka tuju, matanya berkaca-kaca saat melihat keadaan orang yang paling ia sayang didalamnya.
“Hiks… Appa~~” Baekhyun tak kuasa menahan air matanya, Sehun yang berada di sampingnya memeluk sang kakak untuk menenangkannya.
“Sabar Hyung aku yakin appa pasti selamat. Appa tak akan meninggalkan kita Hyung!”
“tapi…appa….Hiks….kritis Sehun-ah!!”Sehun terus mengelus punggung kakaknya itu tak dipungkiri ia juga sangat terpukul dan terkejut dengan kejadian ini. Ia hanya menerima telpon dari kantor polisi yang mengatakan bahwa ayah mereka mengalami kecelakan yang sekarang berada di rumah sakit, Sehun langsung memberitahu kakaknya dan melaju menuju rumah sakit dengan perasaan khawatir hingga saat ini.

Saat Sehun masih sibuk menenangkan kakaknya yang terus menangis, seorang dokter keluar dari ruang ICU itu. Baekhyun yang melihat itu langsung mendekati Dokter tersebut.
“Dokter bagaimana keadaan ayah saya, apa iya baik-baik saja?”tanya Baekhyun khawatir.
“Apa kau anak Tuan Byun?”tanya dokter itu
“Ne! Aku anaknya dok!” Dokter itu mengangguk
“Tuan Byun kehilangan banyak darah, ia sempat beberapa kali terbentur tepat di kepalanya. Kakinya juga terkena pecahan kaca saat mobil itu tertabrak. seseorang yang bersamanya juga sama kritisnya sekarang. Berdasarkan hasil diagnosaku kupikir mereka tak banyak memiliki kesempatan hidup, tapi akan kuusahakan agar mereka bisa selamat!” Baekhyun semakin menangis tersedu mendengar ucapan Dokter itu, ia benar-benar takut kehilangan appanya. walaupun Appanya masih sangat membecinnya tapi Baekhyun masih sangat-sangat menyayanginya. Ia tau appanya sudah mulai membuka hati untuknya dan memulai memaafkannya, tapi ia belum siap ditinggalkan olehnya.
“Tuan Byun sudah sadar, ia berkata ingin menemui Baekhyun tadi!”Baekhyun yang mendengar itu langsung membolakkan matanya ‘appa…..ingin bertemu denganku?!’batin Baekhyun. Baekhyun menolehkan kepalanya pada Sehun, Sehun yang melihat itu hanya mengaggukkan kepalanya lalu tersenyum kearah Baekhyun. Setelah itu ia langsung memasuki ruangan ayahnya itu.

Baekhyun melangkahkan kakinya mendekati ranjang milik ayahnya. Matanya kembali berkaca-kaca melihat keadaan ayahnya. selang infus yang berada di tangan kirinya dan juga selang-selang penopang hidup lainnya serta alat pernafasan yang terpasang di wajahnya. Baekhyun mendudukkan dirinya dan menatap ayahnya yang terpejam, ia memegang tangan Appanya erat seakan tak pernah ingin melepaskannya. “Appa…Hiks—“ Air matanya kembali menetes.
“Appa…..kumohon bangunlah, aku ada disini! bukannya kau ingin bertemu denganku, jadi kumohon….bangunlah!” Baekhyun merasakan kepalanya di elus oleh seseorang. Ia mendongakkan kepalanya yang semula tertunduk, matanya melebar melihat ayahnya tersenyum padanya. “Baekhyun-ah…”Suara serak Tuan Byun memecah keheningan yang sempat terjadi di antara mereka.
“Ne, appa!!..”Baekhyun tersenyum kearah appanya dengan wajah yang masih dibanjiri oleh air mata.
“Uljima!! Appa tak suka melihatmu menangis seperti itu….!”Baekhyun menganggukkan kepalanya dan langsung menghapus air matanya. “kau tau… appa sangat menyayangimu. Alasan kenapa appa membencimu itu semua karna wajahmu sayang. Wajahmu mengingatkan appa pada Ibumu…”Baekhyun kembali meneteskan air matanya. Ia tak sanggup melihat appanya yang tampak sangat susah payah berbicara, Baekhyun terbiasa melihat ayahnya yang tegas dan berwibawa sehingga ia sangat terpukul saat melihat ayahnya dalam keadaan seperti saat ini “….kematian ibumu sangat membuat appa terpukul. Appa tak tau harus menyalahkan siapa atas kematian itu….maafkan appa karena sudah menyalahkanmu dan membatmu hidup dalam rasa bersalah Baekhyun…..Maa—“
“Tidak appa!….. Aku memang salah dan aku mengakui itu. Aku yang menyebabkan peristiwa itu terjadi. Perusahaan appa yang hampir hancur,kerja sama penting Appa yang dibatalkan, sampai……kematian Eomma! Itu murni salahku Appa, itu salahku! Hiks~~” Baekhyun menangis “Mianhe…. Baekhyun tak pernah membuat appa bahagia. Tak ada dari sikap Baekhyun yang bisa membuat appa bangga, Baekhyun hanya bisa membuat appa kesusahan, Baekhyun tak bisa membuat appa senang—“
“Aniya! Kau sudah membuat appa senang, membuat appa bangga sebagai anak appa. Kau tau… kebahagiaan pertama yang kau buat adalah saat kau lahir. Tangisanmu saat itu seperti suara dari surga yang membuat appa dan eomma menangis dengan terharu. Kami bersyukur diberi sebuah anugerah yang sangat berharga. Bayi mungil yang sangat manis yang kami beri nama Byun Baekhyun…”Baekhyun menangis sangat deras. bibirnya ia gigit bermaksud menahan tangisannya yang semakin menjadi. “
Mianhae.. karna selalu menyakitimu, melukaimu hatimu bahkan juga tubuhmu….Appa tak tau harus mengucapkan apalagi selain kata maaf untukmu. Appa menyesal Baekhyun-ah, tega-teganya appa membenci anugerah tuhan yang luar biasa yang ia titipkan pada appa—“ Tuan Byun memegang tangan Baekhyun erat “Gomawo…. kau sudah menjadi anak appa, memaafkan kesalahan appa atas semua kelakuan appa padamu, membuat appa sadar bahwa tak ada yang harus dibenci darimu, karna kau adalah anak kandungku, anak yang paling Appa dan Eomma sayang. Appa tau ini terlambat untuk mengucapkannya, tapi appa benar-benar sangat berterimakasih padamu…..~~Baekhyun-ah…….. Saranghae, Appa benar-benar mencintaimu. Appa harap kau bisa melupakan semuanya dan memulai semua dari awal bersama appa dan Sehun. Saranghae…Jeongmal Saranghae.” Baekhyun memeluk appanya erat, melampiaskan semua rasa terharu yang dirasakannya.
“Gomawo appa!! Jinjja Gomawo. Aku juga sangat menyayangi appa, sangat menyayangimu! Tak ada yang bisa kukatakan, yang jelas aku sangat-sangat menyayang—“ ucapan Baekhyun terhenti. Dadanya berdetak dengan cepat saat menyadari ada yang tidak beres dengan Appanya yang berada dalam pelukannya. Baekhyun melepaskan pelukannya perlahan. Matanya berkaca-kaca saat melihat appanya memejamkan matanya erat “A..appa!”Panggil Baekhyun masih terus menatap appanya lekat “appa kumohon jangan bercanda! Appa bangunlah!!” Baekhyun panik setengah mati. “Appa!!! Bangun!!” Dokter yang mendengar teriakan Baekhyun berlari mendekati pemuda itu.
“aku harap anda keluar!”Suruh seorang dokter
“tidak!! aku akan menunggu appa. Ia tak apa kan, komohon selamatkan dirinya?”Baekhyun menangis tersedu
“Aku akan menyelamatkannya. Jadi, komohon anda keluar!” Baekhyun menyerah, ia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.

Sehun yang menunggu diluar terkejut melihat Baekhyun yang keluar dengan wajah yang dibanjiri oleh air mata. Sehun berlari mendekati Baekhyun dan lang sung memeluk namja rapuh tersebut. “Ada apa, Hyung?”Tanya Sehun. Dada Sehun berdetak dengan cepat menunggu jawaban dari Baekhyun “Appa sehun-ah…Hiks~~”
“kenapa dengan appa, Hyung?” perasaan Sehun semakin tak enak, jantungnnya semakin berdetak cepat “a…aku tak tau Sehun-ah Hiks~~ saat aku memelukknya ia tiba-tiba tak sadarkan diri! Aku takut Sehun-ah! Aku…takut Hiks~~”Baekhyun Semakin kencang menangis, ia sangat khawatir dengan keadaan Appanya. ia takut kejadian dulu terulang lagi, kehilangan sesuatu yang sangat berharga. ‘appa kumohon bertahanlah! Ku mohon demi kita! Bertahanlah agar kita bisa memulainya lagi…..Dari awal dengan kehidupan yang bahagia. Kumohon bertahanlah!!’ Doa mereka dalam hati. Semoga tuhan mendengarnya, mendengar doa mereka yang tulus.


**piiiiiiiiiiiipppppppp

Baekhyun dan Sehun menundukkan kepalanya dalam pada sebuah gundukan tanah pemakaman didepannya. Mata Baekhyun tampak berkaca-kaca melihat gundukan tersebut, hatinya berdenyut sakit mengingat kenangannya bersama orang itu. “Kenapa secepat ini? Aku bahkan belum berterima kasih padanya?! Hiks~~” Sehun memeluk kakaknya yang mulai menangis lagi.
“Ini sudah jalan yang tuhan berikan Hyung. Tenanglah! Aku yakin ia bahagia disana. Lebih baik kita pulang sebelum hujan ini semakin deras!” Baekhyun menghapus air matanya, lalu menundukkan kepalanya sekali lagi dan pergi bersama sehun dari pemakaman itu meninggalkan sebuah makam baru bernama,


‘Ahn Jae Hyun’ .

^^Flashback [At Hospital]

Baekhyun duduk di kursi rumah sakit sambil menundukkan kepalanya dalam berdoa dalam hati. Ia terus memanjatkan doa agar orang yang ia sayang bisa selamat. Sama halnya dengan Baekhyun Sehun juga ikut berdoa dalam hati agar orang yang selama ini merawatnya dan menyayanginya bisa selamat tanpa kecacatan apapun.

Seorang Dokter berbaju hijau Tosca keluar dari ruangan ICU itu sambil membuka masker yang menutupi hidung dan mulutnya. Baekhyun dan sehun yang melihat itu langsung bangun dari dudukknya dan menghampiri dokter tersebut.
“Bagaimana Dok? Appa…selamat, bukan?!”Baekhyun menatap dokter itu dengan wajah khawatir. Ekspresi wajah dokter tersebut berubah sendu,ia itu menundukkan kepalanya dalam. “Dok jawab aku! Appa selamat….bukan?!”
“maaf kan saya—“ Detak jantung Sehun dan Baekhyun berdetak dengan cepat mendengar ucapan Dokter itu. “salah satu dari pasien tak bisa saya selamatkan!—“ Baekhyun mengepalkan tangannya menahan rasa penasaran dari ucapan Dokter itu, matanya kembali berkaca-kaca saat sekelebat bayangan Ayahnya yang tadi ditemuinya “Tuan….Ahn meninggal dunia!” Baekhyun melebarkan matanya
“MWO?! Ahn Ajhussi….meninggal!”Baekhyun terduduk kursi yang tadi dia duduki, hatinya merasa lega sekaligus sedih mendengar berita itu. Sehun yang juga terkejut dengan berita itu mencoba menetralkan detak jantungnya. “Ke…kenapa bisa?”bingung Sehun
“Tuan ahn mengalami luka yang sangat parah. Ia yang menyetir saat itu terpental beberapa kali dijalanan. Bagian belakang kepalanya retak dan merusak saraf otaknya. Kurasa saat kecelakaan itu terjadi, ia mencoba melindungi seseorang dan mengorbankan punggung dan kepalanya di tabrak oleh Truk saat itu. Dan Orang itu adalah…….Tuan Byun!” Baekhyun menghela nafas berat, air matanya kembali mengalir mendengar penuturan dokter itu. Hati terus mengucapkan kata maaf dan juga terima kasih pada Tuan Ahn yang sangat berjasa. Tuan Ahn menyelamatkan ‘Berlian’ berharganya,…Appanya. ‘Terima kasih ajhussi…maafkan aku karna tak bisa mengatakan secara langsung padamu, terima kasih’

^^Flashback End

[1 minggu setelahnya]

Tuan Byun duduk di kursi rodanya menghadap ke kaca yang berada di kamar rumah sakitnya. Wajahnya tersenyum melihat pemandangan pagi yang ada di depannya. Sudah satu minggu ia dirawat disini, dan kondisinya semakin hari semakin membaik berkat perawatan Baekhyun dan Juga Sehun untuknya. Semua itu membuat ia sadar betapa pentingnya keluarga untuknya, dihatinya tak ada lagi namanya rasa benci juga kekecewaan yang dulu pernah hinggap di lubuk hatinya. Ia merasakan sebuah kehangatan dari seseorang yang dirindukannya semenjak kepergian sang istri, dan itu datang dari anak kandungnya,…Byun Baekhyun.

Sebuah tepukan di bahunya menyadarkannya, ia menolehkan kepalanya mendapati kedua anak yang paling ia sayang, Baekhyun dan Sehun.
“Appa! sedang apa?!” Tanya Baekhyun sambil mensejajarkan wajahnya yang masih menampilkan senyuman yang tak pernah lepas dari wajahnya. Tuan Byun yang melihat senyuman itupun ikut tersenyum begitu pula dengan Sehun yang melihat itu di samping Tuan Byun. “Sedang menikmati pagi sayang! Ada apa?”Ucap Tuan Byun sambil mengelus surai sang anak dengan lembut
“ada yang ingin menemuimu!”
“Nugu?!”Tanya Tuan Byun. Kepala tuan Byun melihat kearah pintu rumah sakit yang terbuka menampilkan seorang pemuda yang sangat ia kenali, Bang Yongguk.

Yongguk mendekatkan dirinya kearah tuan Byun. Keputusannya sudah bulat. Ia akan meinta maaf dengan Tuan Byun didepannya sendiri bukan lewat Baekhyun ataupun Sehun “Se…selamat pagi Byun ajusshi!”Gugup Yongguk. Tuan Byun menatap datar Yongguk yang berada di depannya “Apa yang kau lakukan disini!?”Yongguk semakin gugup mendengar nada datar dari Tuan Byun. Ia menelan ludahnya susah payah untuk bisa mengeluarkan suaranya yang seakan tercekat di tenggorokannya “A..aku ingin….meminta maaf pada anda!”
“Meminta maaf?”
“Ne! Aku ingin meminta maaf padamu atas semua kelakuan burukku dulu. Saat itu aku dipenuhi oleh rasa dendam yang berlebihan. Aku tak pernah memikirkan semua resiko dan juga akibat dari perbuatanku. Sekarang….berkat Sehun dan juga Baekhyun aku sadar, rasa dendam tak lebih dari sebuah rasa yang sangat buruk untuk ku miliki. Rasa dendam itu pula yang membuatku hidup dalam lingkup kegelapan yang membuatku selalu kesepian dan sendiri ditengah banyaknya orang yang bisa menjadi teman bagiku, jadi aku mohon maafkan aku. Aku tak akan mengulangi lagi semua perbuatanku, aku Berjanji!”wajah tuan Byun yang mengeras berangsur-angsur melembut mendengar penuturan tulus dari bibir Yongguk. Ia menepuk pundak Yongguk yang berlutut di hadapnnya sambil menundukkan kepalanya “Perbuatan yang bagus nak!—“ Yongguk yang mendengar itu langsung mendongakkan kepalanya dan mendapati senyuman hangat dari wajah Tuan Byun “aku bangga padamu! Dari semua masalah keluarga yang kau alami, kau tetap tegar dan terus menghadapinya walaupun dengan cara yang kurang tepat. Kau tidak salah, pilihan dirimulah yang salah! Memilih untuk membuat kehidupan orang sama sepertimu itu yang membuat hatimu menciptakan rasa dendam yang berlebihan. Tapi, dengan semua itu kau bisa mengambil pelajaran disitu. Aku yakin, kau akan tumbuh menjadi seseorang yang lebih baik nantinya! Aku yakin itu! Karena dari semua hal buruk yang kau alami, pasti ada sebuah hal baik yang mengirinya!” Nasihat Tuan Byun benar-benar diperhatikan oleh Yongguk. Ia tersenyum melihat tuan Byun yang dengan baik menerima permintaan maafnya.
“Terima kasih ajusshi! Aku tak akan pernah melupakan nasihatmu. Aku akan mengingatnya dan melakkannya, terima kasih!” Baekhyun yang melihat itu tersenyum sangat lebar, ia memeluk sang ayah erat melampiaskan semua rasa senangnya disana “Aku sangat menyayangi appa!” ucap Baekhyun
“Aku juga” Jawab Tuan Byun.
“aku bagaimana? Kalian tak menyayangiku~?!” Tuan Byun dan Baekhyun menolehkan kepalanya kearah Sehun yang mengerucutkan bibirnya, mereka tersenyum melihat wajah lucu yang diciptakan Sehun “Kami sangat menyayangimu~~!Ucap Tuan Byun dan Baekhyun serempak. Bibir Sehun tertarik keatas menampilkan sebuah senyuman yang sangat lebar hingga menampilkan gusi juga gigi-gigi rapinya.

“Baekhyun-ah, aku harus pulang!” ucap Yongguk menghentikan acara bercanda keluarga kecil Baekhyun.
“Oh!! Kau sudah mau pulang! Mau ku antar?!” tawar Baekhyun
“Tidak usah! Terima kasih sudah menerimaku! Sampai jumpa!” Yongguk menundukkan punggungnya lalu berlalu pergi meninggalkan Baekhyun dan juga keluarganya yang tersenyum ramah kearah Yongguk.

Pintu ruangan itu tertutup selepas Yongguk pergi dari sana. Baekhyun kembali mengalihkan perhatiannya kepada Sehun dan juga Appnya. Senyuman bahagiannya kembali ia tampilkan dan membuat mereka berdua ikut tersenyum.
“Aku sangat menyayangi kalian., Sangat!”Ucap Baekhyun
“Gomawo Baekhyun-ah sudah memaafkan appa. Sekarang kita akan mulai hidup kita yang baru. Kehidupan yang lebih bahagia dan juga lebih menyenangkan daripada tahun-tahun lalu yang suram”tutur Tuan Byun sambil merentangkan tangannya bermaksud memeluk kedua putranya itu.
“Ne! Ayo kita mulai kehidupan ini appa!”ucap Sehun dan Baekhyun serempak.

Mereka kembali seperti semula. Kembali kekehidupan yang mereka impikan. Kehidupan yang hangat akan kasih sayang dan juga cinta didalamnya. Kehidupan yang selama ini diimpikan oleh Baekhyun sebagai cita-citanya yang dulu ia anggap tak bisa dicapainya. Tapi sekarang, ia bisa mencapainya. Ia mencapai semua keinginannya agar bisa kembali ke tengah-tengah keluarga hangatnya. Ia mungkin tak akan melupakan semua kejadian buruk dalam hidupnya, karena semua kejadian buruk itu adalah awal dimana ia akan mencapai peristiwa paling menyenangkan untuk hidupnya. Seperti ucapan ayahnya ‘saat ada sebuah kejadian buruk dalam hidupmu, pasti akan ada sebuah kejadian baik yang mengiringinya’. Dan itu terjadi, kejadian baik yang menimpanya, kejadian yang Baekhyun tunggu. Kembali kekehidupan hangatnya.

End  

**[Author ment]

End juga akhirnya~~ #mansae . aku gak nyangka bisa nyelesain nih FF. Dari pertama aku buat FF ini aku udah ngerasa pesimis, takutnya gak ada yang suka L . tapi pas aku post teasernya, aku kaget banyak mau baca Nih FF absurd. Makasih buat para readers yang baca. Makasih juga buat yang udah Coment dan juga kasih saran ataupun kritikan untuk FF ini. Makasihhh bangt yah #nunduk 90 derajat .
Akhir kata ‘tunggu FF aku selanjutnya ya!! #lambaikan_tangan’

 

 

2 thoughts on “My Brother is My Protector {Chapter 7 END}

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s