FF : GROWL CHAP. 37

Growl

Tittle              : Growl

Author            : Ohmija

Cast                : EXO and Park Yoora

Genre              : Action, Friendship, Family, Romance

Kyungsoo sedikit terkejut begitu ia melihat Yoora dan Sehun pulang bersama malam itu. Pria itu. yang sejak tadi duduk di kursi kayu menunggu Yoora pulang, langsung berdiri begitu melihat keduanya,

“Kalian…”

“Ya! Kenapa kau duduk di luar sendiri? Berbahaya!”seru Sehun sambil mendorong tubuh pria itu agar masuk ke dalam. “Mana yang lain? Kenapa mereka tidak menjagamu?”

“Aku menunggu Yoora noona pulang.”jawabnya pelan. “Lalu… bagaimana bisa kalian…”

“Kenapa? Aku tidak boleh pulang bersama dengan adikku?”sahut Yoora dari belakang.

“Tidak. Bukan begitu. Tapi bukankah…”

Yoora tersenyum, lalu mengulurkan tangannya, mengacak rambut Kyungsoo, “Terima kasih, Kyungsoo. Karena kau selalu ada di sampingku.”

Kyungsoo terdiam sesaat, “Apakah sekarang… aku adalah adik noona?”tanyanya menatap wanita itu dengan mata sendu.

“Ya! Sejak dulu kau adalah adikku! Kau pikir kenapa aku membiarkanmu tinggal disini tanpa meminta bayaran apapun?”dengus Yoora.

“Jaga sikapmu. Apa kau juga berharap seperti Kai. Ya! Jika itu benar maka—“ Namun tetesan air mata Kyungsoo menghentikan ucapan Sehun. Sehun menatapnya dengan kening berkerut. “Kau kenapa?”

“Tidak.”jawabnya pelan. “Hanya saja aku merasa senang.”

Sehun dan Yoora saling pandang bingung, lalu menatap Kyungsoo dengan pandangan bingung.

Kyungsoo mengangkat wajahnya, balas menatap dua orang itu, “Karena selama ini aku tidak pernah punya sahabat dan sudah sangat lama sejak terakhir kali aku memiiki keluarga jadi aku merasa sangat senang.”jawab pria mungil itu menghusap air matanya. Kemudian ia tersenyum lebar, “Yoora noona, terima kasih. Karena selama ini noona sudah mau merawatku. Suatu saat nanti, ketika aku sudah bekerja, aku akan membalas semuanya.”

“Apa-apaan itu? Tidak perlu.”balas Yoora. Namun detik berikutnya ekspresinya berubah, “Tapi jika kau memaksa, juga tidak apa-apa.”

“Ya! Dia tidak memaksa sama sekali.”cibir Sehun. “Kau berharap?”

Yoora langsung melotot, “Kau memanggilku apa tadi? Kau? Apa aku adalah temanmu, huh? Dasar brengsek!”

Sehun hanya terkekeh, “Sudahlah. Sebaiknya noona masuk ke dalam. Aku ingin bicara dengan Kyungsoo sebentar.”

Kening Yoora langsung berkerut, “Bicara? Ada apa?”

“Ini adalah urusan pria. Cepat masuk.”ucap Sehun lagi, kali ini sambil mendorong Yoora.

“Pria pantatmu! Kau itu masih bayi! Bayi!”

“Aaaah, menyebalkan.” Sehun menutup pintu sambil menghusap-husap telinganya.

“Ada apa?” Kali ini giliran Kyungsoo yang bertanya.

Sehun berjalan menghampiri Kyungsoo dan berdiri di hadapannya. Untuk beberapa saat ia terdiam, “Awalnya aku tidak mau memberitahumu tapi setelah ku pikir-pikir, kau perlu tau tentang hal ini.”serunya pelan. “Kyungsoo, aku tau dimana keberadaan ayahmu.”

Detik itu juga mata Kyungsoo langsung membulat lebar, “Sungguh?!”

Sehun mengangguk, “Kai memberitahuku jika terakhir kali dia terlihat di China. Saat ini, aku dan yang lain sedang mencari cara agar bisa mencari keberadaannya yang baru.”

“B-bagaimana Kai bisa mengetahuinya?”

“Kau tau bagaimana luasnya koneksinya, kan?” Sehun tersenyum. Ia mengulurkan tangan, menepuk sebelah pundak Kyungsoo. “Aku tidak mau memberikan harapan apapun padamu tapi aku berjanji aku akan melakukan apapun.”

“Aku percaya padamu.”balas Kyungsoo cepat. Ucapannya membuat Sehun langsung tertegun. “Aku percaya kau akan melakukan apapun yang terbaik.” Ia tersenyum tulus. “Terima kasih.”

Perlahan, Sehun ikut tersenyum. Sedikit kikuk. Sejujurnya, itu adalah kalimat paling membahagiakan yang ingin ia dengar saat ini. Terkadang, satu kalimat sederhana mampu mengubah semuanya. Hanya dengan ‘Aku percaya padamu.’ Atau ‘Terima kasih.’. Sebuah kalimat sederhana yang mampu mengurangi beban seseorang. Sebuah kalimat sederhana yang mampu menghilangkan kesedihan seseorang.

Terkadang, seseorang hanya butuh kalimat sederhana itu. Bukan kalimat panjang yang tidak ada habisnya. Hanya satu kalimat sederhana namun bisa dirasakan ketulusannya.

Untuk yang kedua kalinya, Sehun menemukan alasan lain kenapa dia harus bertahan. Karena ada orang-orang yang harus ia lindungi.

***___***

 

Sehun datang ke rumah Suho siang hari sebelum mereka akan melakukan misi. Siang itu, mereka akan menyusun rencana untuk misi malam nanti. Karena mereka sudah tidak bisa menundanya lagi.

Di rumah itu, mereka berkumpul di ruang tamu rumah Suho. Sementara Baekhyun, Tao, Luhan dan Kyungsoo tinggal di rumah Chanyeol untuk menjaga pria itu.

“Aku sudah menyuruh Xiumin untuk melacak keberadaan Do Gyung Shik. Dia bilang, dia mengenal beberapa orang yang bisa melakukan hal itu.”

“Hey, sudah ku bilang—“

“Jangan khawatir. Orang-orang itu tidak ada hubungannya dengan kepolisian apalagi organisasi itu. Percayalah padanya.”

“Lalu siapa yang akan menyusup masuk?”tanya Kai.

“Pertama, kita harus memastikan dia keluar rumah lebih dulu.”sahut Suho. “Jika dia tidak keluar rumah, kita tidak bisa melakukannya.”

“Haruskah kita mengalihkan perhatiannya?”sahut Chen.

“Sepertinya begitu.” Angguk Suho. “Sekarang, sebaiknya kita persiapkan peralatannya.” Suho Menoleh kearah Lay. “Bisakah kau memeriksa alat-alatnya, Lay?”

“Oke.”

Kemudian pria itu menoleh menatap Kris, “Kembalilah ke kantor. Orang lain bisa curiga karena kau terus-menerus meninggalkan pekerjaanmu.”

Namun raut wajah Kris masih terlihat ragu, “Apa ini benar-benar akan berhasil?”

“Jangan khawatir. Aku bahkan berhasil menyusup ke dalam rumahmu dan kantor polisi. Serahkan saja ini padaku.”ucap Sehun bangga.

Kai langsung mencibir, “Sejak bergabung dalam organisasi ini, kau hampir mirip seperti pencuri.”

“Aku adalah agent, bukan pencuri.” Sehun langsung memperbaiki.

“Baiklah kalau begitu. Hubungi aku jika terjadi sesuatu. Nanti malam, ayo bertemu disini lagi.” Kris berdiri dari duduknya lalu berjalan keluar. Dia harus segera kembali ke kantor sebelum ada kecurigaan.

“Kalau begitu, malam ini aku akan mengantarmu Oh Sehun.”ucap Chen menawarkan diri.

Mendengar itu, Suho langsung menoleh kearahnya, “Jangan! Ini terlalu berbahaya.”

“Aku tidak akan membiarkan temanku pergi seorang diri.”balas Chen cepat. “Lagipula, aku ingin segera menyelesaikan ini agar kita tidak bertemu lagi.”

Kai langsung melompat dan merangkul pundak Chen, mencairkan suasana. Tidak. Dia tau sahabatnya itu melakukan semua ini demi Suho. Hanya saja, dia masih tidak bisa mengalahkan egonya untuk mengakui itu.

“Waaah, kau benar-benar keren.”

“Ya, apa yang kau lakukan?” Chen langsung menepis lengan Kai.

“Ku bilang kau sangat keren.”ulang Kai lagi. “Ayo. Aku akan mentraktirmu bubble tea.”

Kai sudah akan menarik lengan Chen namun pria itu menepisnya lagi, “Kenapa bubble tea? Kau pikir aku anak kecil?”

“Lalu apa? Wine? Kau pasti tidak mau, kan? Ayo!” Kai menarik lengan Chen dan menyeretnya pergi bersamanya. “Oh Sehun, kajja!”

“Kai, jangan lupa cheese roll untukku!”seru Lay sebelum Kai keluar.

“Aku tau.”

***___***

 

Untuk yang kesekian kalinya, Baekhyun menghembuskan napas panjang. Dia sangat bosan. Tidak ada yang dia kerjakan saat ini. Semua mobil dan motor sudah di perbaiki, tinggal menunggu sang pemilik untuk satang mengambil.

“Harusnya aku tidak disini.”desahnya. “Harusnya aku bergabung dengan yang lain dan menjalankan misi.”

“Kau sudah mengatakannya berkali-kali.” Tao berkecap kesal. “Berhentilah mengeluh.”

“Kira-kira apa misi mereka akan berhasil?”tanya Kyungsoo. “Ku dengan mereka akan menyusup ke dalam rumah salah satu anggota organisasi itu. Bukankah itu sangat berbahaya? Bagaimana jika—“

“Ya!” Baekhyun langsung memotong. “Jangan mengatakan hal yang tidak-tidak. Mereka pasti berhasil. Lagipula Kai dan Sehun sangat pandai berkelahi. Jika hanya melawan satu orang, aku yakin itu bukan hal yang sulit.”

“Haruskah aku bergabung bersama mereka?” gumam Tao. Karena diantara mereka, Tao adalah salah satu kandidat terbaik setelah Sehun dan Kai.

“Lalu siapa yang akan menjaga rumah ini? Bukankah Sehun menyuruhmu tinggal karena dia ingin kau menjaganya?”

Luhan menghela napas panjang, “Aku akan pulang sebentar. Aku harus membantu ibuku memasak.”

Tao hanya mengangguk.

“Apa dia masih belum mau keluar?” Baekhyun kembali bersuara. “Apa dia tidak makan, buang air kecil dan pup?”

“Ck, berhentilah bercanda.” Tao mengangkat tangannya, seolah akan memukul Baekhyun.

“Dasar pria sensitif. Aku kan hanya bertanya.”dengus Baekhyun kesal kemudian berdiri dari duduknya.

“Kau mau kemana?”tanya Kyungsoo.

“Minum. Apa tidak boleh?” Pria itu masih mendengus kesal sambil berjalan masuk ke dalam.

Pria itu mendesah panjang menatap rumah yang terasa sangat kosong itu. Sangat berbeda dari rumahnya, walaupun dia hanya tinggal berdua dengan Yeri, tapi dia dan Yeri sangat berisik sehingga rumah tidak pernah terasa sepi. Rumah ini sederhana namun terasa sangat dingin.

Baekhyun seketika terkejut saat Chanyeol tiba-tiba keluar dari kamar, pria itu tersedak minumannya dan membuat bajunya basah.

“Uhukk… uhukk…” Ia memukul-mukul dadanya. “Kau… uhukk… membuatku terkejut… uhukk… uhukk…”

Chnayeol menatapnya dengan tatapan tajam, “Apa yang kau lakukan di rumahku?”

“Kau tidak lihat? Aku sedang minum.”jawabnya menunjukkan gelas minumnya lalu mengeringkan bagian bajunya yang basah. “Aaah, basah semua….”

“Maksudku, bagaimana bisa kau disini? Siapa yang mengijinkanmu masuk ke rumah orang seenaknya dan minum minumanku?”

“Lalu? Haruskah aku membayarnya?”balas Baekhyun santai. Chanyeol menghela napas panjang, mulai kesal. “Sudahlah. Kau tidak perlu menunjukkan mata tajam mu padaku. Sangat tidak cocok.”

“Aku tidak butuh pendapatmu.”ketus Chanyeol lalu berjalan menuju kamar mandi.

“Ya Park Chanyeol.” Suara Baekhyun menghentikan langkahnya. “Semua orang sedang berjuang sekarang. Terutama sahabatmu itu. Dia tidak berjuang untuk dirinya tapi demi kebahagiaanmu.” Pria tinggi itu mengatupkan rahangnya kuat-kuat, mencoba menahan kekesalannya. Ketika dia akan melanjutkan langkahnya, Baekhyun kembali bersuara. “Bagaimana bisa kau tidak mempercayainya? Sementara aku, Kai dan yang lain begitu mempercayainya. Kami adalah orang lain sementara kau adalah sahabatnya. Jangan lupa jika sebagian besar dari hidupmu, kau habiskan bersamanya.”

Baekhyun kemudian berjalan keluar. Di tempatnya, Chanyeol terdiam. Tidak bisa di pungkiri jika kejadian itu membuatnya marah dan membenci Sehun, Hanya saja, setelah hari-hari berlalu, hati kecilnya rindu. Apa yang dia lakukan sekarang? Apa dia melakukan misi-misi itu sendirian? Apa dia berada dalam bahaya?

Pria itu menghela napas panjang lalu mengacak rambutnya frustasi. Ayah… ibu…. Apa yang harus aku lakukan?

***___***

 

Kai telah siap dengan segala peralatan menyamarnya. Kumis palsu, rambut palsu, serta seragam pekerja kebersihan. Setelah menurunkan topi agar wajahnya sedikit tertutupi, pria itu mendorong troli menuju ruang apartement milik Jo Soo Kwang, Setengah gugup, pria itu menekan bel.

“Jangan gugup, Kai.”Lay memberitahu lewat earphone Kai.

Kai menarik napas panjang dan tak lama, seseorang membuka pintu. Seorang pria tinggi besar dengan wajah seram berdiri di depannya. Kai menelan ludah. Dugaannya salah, lawannya tidak semudah yang ia pikirkan. Sementara Sehun yang melihat rekaman yang tertangkap dari kacamata Kai di layar monitor, langsung mendekat.

“Dia adalah salah satu orang yang memukuliku waktu itu.”ucapnya. Suho dan Lay langsung mendongak menatapnya. “Yah, tidak salah lagi. Itu dia.” Rahangnya seketika mengatup keras. “Brengsek. Jadi dia adalah Jo Soo Kwang?”

“Tenanglah. Kita tidak boleh emosi.” Suho memperingatkan.

Sekali lagi Kai menelan ludah, berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri, “Layanan kebersihan kamar, Pak.”

“Tapi aku tidak memesan itu.”

“Ini adalah bonus dari perusahaan, Pak. Agar anda tetap betah berada disini dan memperpanjang sewa bulan tahun depan.”

“Tidak. Aku tidak mau. Pergi!”

Kai langsung menahan pintu yang akan di tutup dengan tubuhnya, “Pak, tunggu. Kalau begitu biarkan saya meminjam kamar kecil.”

Jo Soo Kwang langsung mendelik, “Apa?!”

“Aku mohon, Pak. Aku sudah tidak tahan lagi.” Pria tinggi itu mendorong pintu secara paksa lalu berlari masuk sebelum mendapat ijin. Dalam hati, tak henti-hentinya dia berdoa. Saat ini, dia sedang mempertaruhkan nyawanya. Tuhan, tolong jangan buat dia marah dan menembakku. Aku belum bertobat dan pergi ke gereja. Namun begitu sampai di ruang tengah, langkah Kai terhenti karena melihat tiga orang wanita dengan busana minim duduk di sofa dan sepertinya mereka mabuk.

“Oh? Maafkan aku. Maafkan aku.” Ia membungkukkan tubuhnya berkali-kali lalu lanjut berlari mencari-cari kamar mandi. Menggunakan kesempatan itu, kedua matanya berkeliling, melihat tempat yang tepat untuk meletakkan CCTV.

“Ya, brengsek. Kamar mandinya disana. Gunakan dan cepat pergi.” Jo Soo Kwang membentak dari belakang Kai.

“Maafkan aku, Pak..” Kai berbalik ke balakang dan pergi ke arah yang sudah di beritahukan. Masuk ke dalam kamar mandi, pria itu langsung mengunci pintu dan menghembuskan napas panjang. “Aaah, brengsek. Aku harus bersikap seperti orang bodoh.”rutuknya kesal. “Orang itu benar-benar menyebalkan. Aku sangat ingin menghajarnya.”

“Kai, kau lihat lemari buku yang ada di ruangan tadi? Aku rasa itu adalah tempat yang tepat untuk meletakkan CCTV. Lemari itu mengarah tepat kearah ruang tengah.” suara Suho tersdengar.

“Kau pikir itu mudah?”balas Kai. “Lain kali, setidaknya kau harus membekaliku dengan pistol atau apapun untuk melindungi diri.”

“Lakukanlah. Aku yakin kau pasti bisa.”seru Lay.

“Aaaah, brengsek. Jika aku mati, cepat pergi ke rumahku dan amankan surat-surat yang ada di brankas besi. Jangan sampai itu jatuh ke tangan ayahku, mengerti?”

“Iya. Bahkan aku juga akan melindungi rumah dan mobilmu. Jangan khawatir.”balas Lay santai.

Kai semakin mendengus, “Apa kau sama sekali tidak mengkhawatirkanku? Brengsek.”

Kai menarik napas panjang lalu membuka pintu kamar mandi. Kepalanya menjulur keluar, menatap kearah lemari buku sambil menyusun rencana di otaknya. Setelah beberapa saat, ia berjalan keluar dan langsung membungkukkan tubuhnya begitu melihat Jo Soo Kwang sudah duduk di sofa bersama dengan wanita-wanitanya.

“Terima kasih, Pak.”ucapnya lalu bergegas pergi. Tahan aku. Cepat tahan aku.

“Tunggu.”

Berhasil.

Kai berbalik lagi, “Ya, Pak?”

Detik berikutnya, Jo Soo Kwang mencekal kerah baju Kai hingga punggungnya menabrak rak buku dan kaca mata yang di pakainya terlepas. Di tempat mereka, Sehun, Suho dan Lay seketika tersentak.

“Kai, kau baik-baik saja?!”

“Jika kau berani memberitahu orang lain tentang apa yang terjadi disini, aku akan membunuhmu.”ancamnya.

“Maafkan aku, Pak. Tolong maafkan aku. Aku tidak akan melakukannya. Maafkan aku.” Kai berakting seakan-akan dia akan menangis. Namun kedua tangannya bergerak pelan, mengeluarkan buku dari belakang tubuhnya dan menukarnya dengan salah satu buku yang ada di lemari itu. “Aku akan menikah minggu depan, Pak. Tolong jangan bunuh aku.”

Jo Soo Kwang melepaskan cekalannya sementara Kai kembali berakting terbatuk-batuk. Kemudian pria itu mengambil kaca matanya dan dengan cepat berlari keluar. Kai secepat mungkin berlari ke kamar mandi dan mengganti bajunya lalu bergegas turun dengan lift. Chen sudah menunggunya sejak tadi di parkiran dan begitu pria itu muncul, ia langsung memeriksa keadaan sahabatnya itu.

“Kau tidak apa-apa? Kau terluka?”tanyanya.

Kai tertawa, “Hanya tubuhnya yang besar tapi dia tidak memiliki tenaga sama sekali. Tapi, kacamata milik Suho sepertinya rusak.” Ia mengangkat kacamata ke depan ajahnya. “Apa aku harus menggantinya? Apa ini mahal?”

“Bodoh.”

***___***

 

Suho menyalakan monitor yang menghubungkannya dengan CCTV yang Kai letakkan di apartement Jo Soo Kwang. Bersama dengan Sehun dan Lay, ketiga pria itu mulai mengamati ruangan itu.

“Bukankah itu ganja?” Lay menunjuk sesuatu yang terletal diatas meja. “Jadi dia juga memakai narkoba?”

“Apa itu sesuatu yang mengejutkan untuk seorang gangster?”balas Suho.

“Sebenarnya, kita bisa melaporkannya sebagai pengguna narkoba, kan?”tanya Sehun. “Tapi kasus itu terlalu mudah di bereskan oleh mereka.”

“Yang jelas, sekarang waktunya untuk menunggu. Semoga dia meninggalkan rumahnya hari ini.”

“Astaga.” Lay langsung berdiri dari duduknya dan menjauhi monitor. “Jangan lihat ke monitor.” Ia memberitahu Sehun dan Suho. Namun dua pria itu justru menoleh, melihat kearah monitor.

“Ah, sial.”umpat Sehun, lalu membuang pandangannya.

Monitor itu memperlihatkan hal yang tidak seharusnya mereka lihat yang di lakukan Joo Soo Kwang pada ketiga wanitanya itu.

“Sudahlah. Sebaiknya kita akan dulu.”

***___***

 

Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, tapi hingga saat ini, Jo Soo Kwang tetap tidak meninggalkan rumahnya.

Sehun mendesah panjang sambil membanting tubuhnya ke sandaran kursi, “Aku tidak bisa menunggu lagi.”desahnya lalu berdiri.

“Ya.” Kai langsung menahan lengannya. “Apa yang mau kau lakukan? Kau tidak lihat aku nyaris di bunuh tadi?”

“Tapi kita sudah tidak punya waktu lagi. Kita harus segera menemukan sesuatu.”

“Tapi tidak dengan cara yang tergesa-gesa.”balas Kai cepat. “Tenanglah. Tunggulah sebentar lagi.”

“Kelemahannya adalah wanita.” Tiba-tiba suara seseorang terdengar. Sontak semua orang menoleh ke belakang, detik berikutnya mereka terperangah hebat.

“Yoora noona?!”pekik Sehun tak percaya. “Bagaimana noona…”

“Oops, maafkan aku. Aku terpaksa menerobos masuk karena tidak ada yang menjawab saat aku mengetuk pintu.”

“Noona, bagaimana bisa noona masuk ke tempat ini?!”

“Oh, Baekhyun memberitahuku jika di rumah ini terdapat ruangan rahasia.”

Kai langsung mengumpat, “Anak itu memang brengsek.” Kemduian pria itu juga berdiri, berdiri di samping Sehun, di hadapan Yoora, “Noona, ayo. Aku akan mengantar noona pulang.”

Namun Yoora menggeleng, “Kalian tidak bisa melakukannya sendiri.”ucapnya. “Sudah ku bilang jika kelemahannya adalah wanita jadi wanita yang harus melakukannya.”

“Noona!” Sehun nyaris membentak. “Sudah ku bilang untuk tidak ikut campur, kan?”

Yoora tersenyum, menghusap kepala Sehun, “Jangan khawatir. Aku adalah seorang agen dulunya. Aku lebih berpengalaman darimu.”

“Noona…”

“Sehun,” Yoora tetap bersikeras. “Karena aku juga membenci organisasi itu jadi aku juga ingin menghancurkannya. Sudah banyak orang yang menjadi korban karena organisasi itu. Bahkan mereka juga membuatmu seperti ini. Aku tidak bisa tinggal diam begitu saja.”

Sehun menatap kakak perempuannya itu lurus, masih berusaha memohon agar dia tidak pergi, “Jika terjadi sesuatu padamu, tidak hanya Chanyaol yang akan membunuhku tapi aku juga akan menyesal seumur hidupku. Aku mohon noona.”

“Aku juga akan menyesal jika aku tidak membantumu.”balas Yoora lembut. “Sudahlah. Kau tidak perlu khawatir karena aku akan segera kembali.” Kemudian wanita itu menoleh pada Suho, “Berikan aku peralatannya.”

“Yoora, kau yakin?”tanya Suho.

Yoora mengangguk, “Sangat yakin.”

***___***

 

“Aku akan terus berjaga di luar jadi noona jangan khawatir. Jika terjadi sesuatu, Suho akan memberitahuku dan aku akan langsung masuk.”

Yoora mengangguk, “Iya. Jangan khawatir.”

“Noona.” Sehun menahan lengan Yoora ketika wanita itu hendak keluar dari mobil. “Jangan terluka.”

Yoora tersenyum, “Jangan khawatir.”

***___***

 

Suho langsung menjawab panggilan ketika ponselnya berdering. Nama Xiumin tertera di layar ponselnya. Pria itu menekan tombol loudspeaker agar Lay dan Kai bisa mendengar percakapan mereka.

“Hallo.”

“Cepat pergi ke Stasiun Seoul. Aku mendapat laporan jika Do Gyung Shik akan pergi ke Busan 1 jam lagi.”

Ketiganya sontak terperangah. Kai langsung berdiri dari duduknya, “Aku akan pergi!”serunya sambil meraih jaket dan kunci mobilnya. “Suho, hubungi Tao dan suruh menyusulku.”

TBC

33 thoughts on “FF : GROWL CHAP. 37

  1. osehn96 berkata:

    ahahaha kenapa kai disini lawak ya. Tapi makin kesini bumbu candanya kental eaa. Ditambah seru dah. Oh ya Aku yakin chanyeol sebenernya percaya cuma dia butuh wktu aja dia pasti hanya shock aja atas kejdian yg ternyata secara ga sengaja seperti itu. Okeee semoga misi berhasil dan baik2 saja.😉

  2. HunHo_Suho berkata:

    Yoora agak bandel dibilangin yaaaa… “Sudahlah. Sebaiknya kita akan dulu.” ini maksudnyaa apaan kakk?? Ku gak paham 😄😄😄😄😄 dan ughhh chan kalau kau tak percaya dngn sehun jgn lama lama ngapaaaa lihat noh diaaa udh berusahaa demi nebus kesalahan ayahnyaaa 😭😭😭😭😭sayang mereka semuaaaa dan di sini seru lumayan bnyk lawaknyaaa apalagi baek yg ngeluh terus wkwwkwkwkwkkw

  3. gusti_putri berkata:

    Q rasa chayeol akan turun tangan jg, walaupu dadakan, tpi q rasa itu berguna,,!!
    Semoga gak ada yg mati, chanyeol pasti sadar!! Hahahaha pendapat aja, chap selanjut na jngan lama”,, makasi

  4. Rain berkata:

    mulai agak cair suasananya, jadi gak tegang lagi, tp tetep seruu ceritanya.Pokoknya ditunggu terus ya next chapnyaa,, keren

  5. nursaoh berkata:

    Asyikkk akhirnya yg d tunggu muncul juga #lebay
    Ehh tapi thor chapter ini blum ada tegangnya kaya chapter kmarin2😀 apalagi klo moment sehun terluka pasti seru.. soalnya kan konfliknya d sehun #apasih
    Yadeh thor… FIGHTING!! D tunggu updatenya lagi ‘minggu depan’ hihihi

  6. ellalibra berkata:

    Yaaaaaahhh lg seru” ny malah tbc eon …. Aaaaa………….. G sabar y ampun jd ikut deg”an jdny q penasaran sm the king itu ??? Sp sbnrny … Dtunggu eon fighting ” 🙂

  7. fabsygoon berkata:

    kurang panjang sebenernya:((
    tp gapapa lah daripada ga apdet sm sekali wkwk
    kapan chanyeol baikan sm sehun?:( kasian udah brapa chapter nongolnya bentar mulu hahaha
    next chap moga aja makin panjang dehh wkwk

  8. han berkata:

    wah konflik makin memanas ini..
    plis kaka jgan buat diantara mreka ada yg meninggal nantinya, suka sekali sma kkeluargaannya mreka ..
    dtunggu next chapterny. hwaiting

  9. yaya berkata:

    gak tahu mau komen apa…hehehe…
    Baekhyun & kai lucu di chap ini kkkk
    chanyeol ayo cepat bergerak…yeyeye chen chen…d tnggu chap brikutnya eon…

  10. Shofalina Han berkata:

    awalnya mau nangis, eh malah ngakak gegara kelakuan si Kai.. haha..
    bapaknya DO ketemu?? itu bapaknya beneran atau Xiumin ngeboongin?? kan bisa aja Xiumin di ancam juga?? eh tp kaga kelar atuh? hehe..

  11. desi mulya berkata:

    akhirnya ff yg ditunggu2 di publish jugaa🙂 . chanyeol udahan yaa marah nya sama sehun, gaseru loh sendirian teruss. semoga misi mereka berhasil yaa. Oiya thor temuin sehun sama ayahnya lagi dongg, tpi didepan temen2 nyaa. next chap jangan lama2
    #fighting

  12. Syifa Mu berkata:

    Aduh sumpah keren banget ~

    setelah sekian lama akhirnya aku komen lagi. Mianhae, sempet jadi sider. Tapi mulai sekarang aku bakal komen terus kok.

    FIGHTING !! ^o^

  13. Nanako gogatsu berkata:

    Penasaran penasaran penasaran…
    Jangan” Xiumin itu mata” organisasi hitam,, hehe😀 cuman nebak doang..
    Ketawa mulu gara” baekhyun ama kai,, aduuhh.. Kai.. Acting u itu lhoo….. Hehehe😀 Next Chapter ditunggu😉

  14. heahunie3107 berkata:

    maaf baru komentar, huhuhu saya tahunya masih histatus. aku ngebut bacanya, persahatan mereka kompak, cie kai sama sehun dah mulai deket, si yoora mau deketin target mereka, semoga berhasil, chanyeol masih keras kepala. persahabatan memang rumit walaupun sederhana, ditunggu kelanjutannya suka banget sama ff bhotership punyamu eon, jarang ff bhotersip, adanya malah mengandung unsur yaoi. sukses eon!!!

  15. Kapi berkata:

    waww kamija(?) masih aktip bikin ff ya? udah berapa lama owe ga baja ff mu ugh kangen sekali -,-
    owe ngebut baca dari chapt 1 samapi 37 seharian :v lanjott kamijah :*

  16. Lufriend berkata:

    aaahhh.. kompaknya mereka. sayang Chanyeol masih marah, jadi kaya ada yang kurang. ff ini seru, bikin merinding, tapi lucu. pokoknya dapet banget deh feel nya.
    maaf ya kak baru sempet ngasih komentar :3 soalnya baru baca juga chapter lanjutannya.
    semoga misinya lancar, trus Chanyeol gak marah lagi. ditunggu ya kak next chapternya🙂 fighting!

  17. mongochi*hae berkata:

    wew…keren…
    smua bergerak dlm misi nh .
    tp kira2 ap yoora berhasil ya mengorek info dr penyamaranny ini ?

    hn…ayo…
    kai jgn sampai ketinggalan kereta hheee

    next part dtunggu

  18. Amalia berkata:

    Annyeong kak…
    Maaf baru komen lagi. Hihi..
    Ini ff yang paling aku tunggu tunggu lanjutannya loh. Pokoknya ff karya kak mija ok banget..
    Semangat kak nulisnya.. Fightiing!!!…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s