FF : GROWL CHAP. 36

Growl

Tittle              : Growl

Author            : Ohmija

Cast                : EXO and Park Yoora

Genre              : Action, Friendship, Family, Romance

“Do Gyung Shik adalah kaki tangan seorang mafia terkenal yang bertugas sebagai pemasok senjata ke dalam organisasi mereka. Namanya cukup terkenal di kalangan gangster Jepang dan Hongkong karena terkadang Dp Gyung Shik mendapatkan informasi dari mereka. Tapi, informasi yang ku dapat, Do Gyung Shik memutuskan untuk berhenti dan ingin menyerahkan diri. Aku pikir itu adalah alasan kenapa mereka mengincar Kyungsoo.”

“Darimana wanita itu tau?”tanya Sehun menatap Kai lurus.

“Sebut saja dia ‘wanitaku’.” Kai memperbaiki ucapan Sehun membuat lawan bicaranya langsung menghela napas panjang. “Yeaah, karena kau tidak pernah mabuk sebelumnya, jadi kau tidak tau.’ Kai berkecap. “Wanitaku ini adalah wanita special yang bekerja untuk melayani orang-orang penting. Seperti pejabat dan orang-orang seperti itu. Dia bahkan tau semua rahasia pejabat tinggi negera ini.”

“Lalu dimana Do Gyung Shik sekarang?”

“Terakhir kali, dia terlihat berada di Haidan, China. Dia terus melarikan diri dari kejaran organisasi itu.”

“Sehun, ini bukan masalah yang remeh. Kita tidak bisa melakukannya sendiri.”seru Tao. “Masalah ini terlalu besar untuk orang-orang seperti kita.”

Luhan mengangguk, “Tao benar. Kita harus minta bantuan. Suho bilang dia adalah anggota FBI, kita bisa memintanya untuk meminta bantuan pada FBI.”

Sehun terdiam sejenak. Keningnya berkerut, sedang berpikir.

“Saat itu, siapa yang sedang dia layani?”tanyanya lagi.

“Aku tidak bertanya tentang itu. Dia hanya bilang salah satu anggota dari organisasi itu.”

“Bisakah kau tanyakan padanya siapa dia?”

“Hey, untuk apa? Bukankah kita sudah punya informasi tentang keberadaan Do Gyung Shik?”

“Kita harus punya rencana B.”balas Sehun cepat. “Jika wanita itu bisa mendapatkan informasi hanya dengan membuatnya mabuk, itu artinya dia adalah orang yang ceroboh. Kita bisa memanfaatkan itu untuk mendapatkan lebih banyak informasi. “

Kai seketika berdecak. “Kau tau? Informasi itu adalah sesuatu yang paling mahal. Aku harus memberikan sesuatu lebih dulu untuk mendapatkannya.”

“Bukankah kau sudah sangat mengerti dunia seperti itu? Hal itu bukanlah hal yang sulit, kan?”

“Ya! Apa kau pikir aku tidur dengan sembarang gadis yang aku temui?” Kai langsung merasa kesal. “Seleraku sangat tinggi. Cantik, memiliki tubuh indah dan juga…” Pria itu mengecilkan suaranya. “Muda.”lanjutnya. “Wanita ini sudah berusia hampir 40 tahun dan kau ingin aku tidur dengannya?! Kau gila?!”

“Anggap saja kau sedang tidur dengan nenekmu.”sahut Tao membuat Sehun dan Luhan seketika tertawa.

“Brengsek.”dengus Kai. “Aku tidak mau! Jika kau mau, kau saja yang melakukannya!” Pria itu lantas berdiri dan bergegas pergi.

Namun Sehun buru-buru menahan lengannya, “Kau marah?” ia tersenyum menyeringai. “Kami hanya bercanda.”

“Candaan kalian tidak lucu.”ketus Kai kembali menjatuhkan diri di kursi kayu.

“Maafkan aku. Tapi, kita butuh banyak informasi. Apa tidak ada cara lain selain itu? Bagaimana jika kita bertemu dengannya dan mengajaknya bicara?”

Kai tertawa mendengus, “Kau pikir dia guru konseling?”ucapnya. “Bagaimana mungkin kau mengajak wanita pekerja bar untuk duduk santai dan minum kopi bersamamu? Dasar. Kau benar-benar tidak tau sama sekali.”

“Hey, aku memang tidak mengerti. Aku tidak pernah pergi ke tempat-tempat seperti itu sebelumnya.”

Kai menghela napas panjang, “Bagaimana jika kita membawa Kris atau Suho?”

Kening Sehun berkerut, “Untuk?”

“Bukankah mereka adalah dua pria dewasa? Mungkin mereka tau bagaimana cara menyelesaikan masalah ini. Maksudku…merayunya.”

“Kau mau mengorbankan kakakku?!”ketus Tao langsung melotot pada Kai.

“Kau mau kakakmu terus berkutat dengan hal-hal kriminal seumur hidupnya?”balas Kai dengan muka masa bodoh. Kemudian ia menyeringai, “Setidaknya dia butuh hiburan.”

“Dasar kau, brengsek.”

Sehun merangkul Tao dan menepuk-nepuk pundaknya, “Tenang saja. Aku yakin, hal-hal yang sedang kau pikirkan tidak akan terjadi.”

***___***

 

Keduanya melihat Suho sudah tiba lebih dulu ketika mereka datang. Kai melirik arlojinya, kenapa dia sudah datang? Bukankah mereka janjian pukul 9 tepat? Ini bahkan masih pukul 9 kurang 1 menit.

“Apa arlojimu rusak? Kau datang sangat cepat.”seru Kai sambil menjatuhkan diri di kursi yang ada di hadapan Suho.

“Kebetulan aku sedang lewat dan langsung mampir kesini.”jawab Suho. “Apa kalian anak kembar? Sepertinya kalian selalu bersama akhir-akhir ini.”balasnya membuat Kai dan Sehun langsung saling pandang dengan tatapan ngeri kemudian melotot kearah Suho.

“Kau gila?!” seru mereka bersamaan. Lagi-lagi keduanya saling pandang, “Jangan mengikutiku!”seru mereka lagi.

Sehun mendesah panjang, “Aaaah, brengsek.”umpatnya kesal karena dua kali ia dan Kai bisa mengucapkan kalimat yang sama.

Suho hanya menatap dua orang itu sambil menahan senyum. Semuanya terlihat jelas tapi mereka tetap tidak mau mengakuinya.

“Jadi apa yang ingin kalian katakan?”tanya Suho.

“Kita masih harus menunggu satu orang lagi.”balas Kai.

Kening Suho berkerut, “SIapa?”

“Oh? Itu dia sudah datang.”

Sosok menjulang tinggi itu muncul. Suho langsung menghela napas panjang saat melihat siapa yang datang.

“Harusnya kalian bilang lebih awal jika dia juga akan datang.”desahnya malas.

“Kenapa? Kalian bertengkar?”

“Ini masalah orang dewasa, kalian tidak perlu tau.”sahut Kris langsung menjatuhkan diri di samping Suho.

Sehun mencibir melihat dua orang ‘dewasa’ itu lalu memajukan tubuhnya, “Jadi begini, Kai mendapatkan informasi tentang keberadaan Do Gyung Shik. Seseorang mengatakan jika terakhir kali dia berada di Haidan.”

“Haidan?!”pekik Kris dan Suho bersamaan. “Darimana kau mengetahuinya?”

Kai tersenyum menyeringai, “Aku punya jaringan yang lebih hebat dari jaringan polisi.”ucapnya bangga.

“Informasi itu tidak cukup. Karena informasi lain yang dia dapatkan, Do Gyung Shik sedang berada dalam usaha melarikan diri. Dia pasti tidak akan berada dalam waktu yang lama disana.”jelasnya. “Jadi, aku pikir kita harus punya rencana B.”

Kris dan Suho juga memajukan tubuh mereka sambil berbisik, “Apa rencananya?”

“Informasi itu di dapat dari seorang wanita yang bekerja di Bar. Jika kita bisa mendapatkan informasi tentang seseorang yang membocorkan informasi itu darinya, mungkin jalan kita bisa lebih mudah.”

“Maksudmu… kau ingin kita menangkap salah satu dari organisasi itu?”

Sehun mengangguk, “Aku pikir dia adalah orang yang ceroboh. Kelemahannya adalah alkohol dan wanita. Jika kita bisa memancingnya sekali lagi, mungkin dia bisa memberitahu kita keberadaan Oh Seho.”

Mendengar itu, Kris dan Suho tertegun sesaat, “Sehun… kau… benar-benar akan melakukan ini?”tanya Kris pelan.

“Aku sudah bilang akan menebusnya. Jadi aku harus segera menangkapnya.” Pria itu terdiam beberapa saat. Setelah ia berhasil mengembalikan kekuatannya, ia kembali berseru, kali ini dengan nada lebih tegar daripada sebelumnya. “Hanya saja, untuk mendapatkan informasi itu. Kami butuh bantuan kalian.”

“Huh?”

***___***

 

Sebenarnya, sudah dari beberapa saat yang lalu Kris dan Suho merasa jika dua orang itu sedang merencanakan sesuatu yang buruk. Setelah meminta bantuan, mereka tidak lagi mengatakan apapun dan langsung membawa keduanya pergi ke suatu tempat. Dan sekarang, di sanalah mereka berada.

Tepat pukul 10 malam, di depan sebuah club executive. Empat pria itu berdiri berhadapan, saling tunjuk siapa yang harus masuk ke sana. Jika mereka harus ‘bermain’ dengan wanita muda, mungkin Kai akan melakukannya sendiri. Tapi, kali ini mereka harus berhadapan dengan wanita yang sudah berumur. Dan itu artinya dia sudah memiliki banyak pengalaman di bidang itu. Sementara Kris dan Suho, walaupun sudah dewasa, mereka tidak memiliki banyak pengalaman percintaan. Bisa di bilang, mereka ada di tingkat yang sama dengan Sehun.

“Bisakah kau saja yang masuk? Bukankah kau sudah mengenalnya?”tawar Kris. “Kau pasti bisa merayunya atau laku—“

“Ya! Kalian berdua harus menemaniku! Atau setidaknya salah satu dari kalian.”tolaknya mentah-mentah. “Bukankah disini kalian yang lebih dewasa? Aku adalah anak di bawah umur! Kalian tega membiarkanku di mangsa oleh ibu singa?”

“Ya! Disini, kau adalah buaya besar sementara kami adalah buaya bayi. Kau yang lebih berpengalaman walaupun kau masih di bawah umur.”sahut Suho. “Aku bahkan tidak pernahmasuk ke dalam tempat seperti ini sebelumnya kecuali untuk misi.”

Kai mendesah panjang, “Jadi kalian mau atau tidak? Jika kalian tidak mau, tidak apa-apa. Aku tidak rugi sama sekali.”

“Aaaah, anak ini.”cibir Kris kesal. “Baiklah. Kami akan masuk!”

Suho langsung tersentak, “Kami?!”

“Iya. Kau dan aku! Ayo!” Kris merangkul pundak Suho dan menyeretnya masuk ke dalam sementara Kai menoleh kearah Sehun sebelum mengikuti jejak mereka.

“Kau jaga disini. Jika ada pemeriksaan polisi dan aku tertangkap, berpura-puralah kau tidak mengenalku.”

“Ck, aku tau.” Sehun berkecap. Setelah Kai menghilang di balik pintu club, pria itu kembali bergumam, “Dia bahkan memperlakukanku seperti seorang anak kecil. Menyebalkan.”

Sehun kemudian duduk di sebuah kursi kayu di bawah pohon. Kali ini tugasnya hanya duduk dan mengamati. Ketika ponselnya bordering, ia merogoh benda kecil itu dari dalam saku jaketnya. Sebuah pesan datang dari Luhan.

 

Bagaimana disana? Apa semuanya berjalan dengan baik? Kau tidak perlu khawatir, aku dan Tao akan berjaga di rumah. Cepat pulang sebelum ibu mengetahuinya.

 

Sebuah senyum tercipta di bibir Sehun setelah membaca pesan itu. Oh jadi seperti ini rasanya? Saat kita tidak perlu menyembunyikan apapun dari seseorang. Rasanya sangat lega dan poin plus lainnya adalah, tiba-tiba ia menjadi kuat karena dia mendapat dukungan dari orang lain. Dia tidak sendirian.

***___***

 

Kyungsoo langsung berdiri saat ia mendengar suara pintu di buka. Sosok yang pada akhirnya keluar dari persembunyiannya itu muncul, berjalan menuju kamar mandi.

“Chanyeol.”seru Kyungsoo menghentikan langkahnya. Yah, ia tau. Pada akhirnya pria itu tidak bisa melawan kekuatan alam. “Kau mau makan? Mau aku siapkan sesuatu?”tanyanya pelan.

Chanyeol hanya menoleh sekilas tanpa menjawab apapun. Kemudian melanjutkan langkahnya.

Di tempatnya, Kyungsoo menghela napas panjang. Ia mengacak rambutnya lalu berjalan keluar, menghampiri Tao dan Luhan yang sedang berkutat di bengkel.

“Kenapa wajahmu seperti itu?”tanya Tao menoleh sekolas kearah pria mungil itu.

Kembali Kyungsoo menghela napas panjang sambil menjatuhkan diri di kursi, “Ini adalah pertama kalinya aku mempunyai sahabat. Aku pikir persahabatan itu membahagiakan seperti yang aku lihat di film, ternyata persahabatan itu sangat rumit. Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan.”

“Kenapa? Dia sudah keluar dari sangkarnya?”tebak Tao tepat. Pria itu tertawa kecil, “Biarkan dia. Dia akan bicara jika dia ingin bicara. Saat suasana hatinya seperti itu, walaupun kau berkata ratusan kali, dia tidak akan merespon.”

“Bukankah kita tidak boleh meninggalkan teman di belakang? Kau bilang seperti itu, kan? Aku tidak bisa membiarkannya seperti ini terus. Sudah dua hari dia tidak makan.”

“Kau tidak mengerti, Kyungsoo.”sahut Tao. “Aku bukan meninggalkannya. Tapi memberinya waktu untuk menenangkan diri. Lagipula dia akan makan jika dia ingin. Seperti sekarang, dia pergi ke kamar mandi saat sudah tidak bisa menahannya lagi.”

“Tao—“

“Tao benar, Kyungsoo.”sahut Luhan. “Kau tidak tau bagaimana sifatnya. Percayalah, ini yang terbaik. Kita akan mengajaknya bicara lagi setelah semuanya tenang.”

***___***

 

Tiga orang pria itu akhirnya keluar setelah berkutat selama tiga jam di dalam. Entah apa yang sudah mereka lakukan, yang jelas wajah mereka tidak terlihat jika mereka sedang bahagia. Sehun bahkan melihat cap bibir dengan lipstick merah tebal di pipi Kris dan Suho.

“W-wae? Apa yang terjadi dengan kalian?”tanya Sehun bingung.

“Kau buta? Tidak bisa melihat apa yang sudah terjadi pada kami?”ketus Kris kesal. “Aaaah, ini bahkan ciuman pertamaku. Sial.” Pria tinggi itu menghapus cap merah di pipinya dengan lengan baju.

Sehun mengerjap beberapa kali, masih tidak mengerti.

“Bodoh. Kita mendapatkan informasinya.”seru Kai bisa membaca dengan jelas kebingungan itu. “Yang sudah terjadi tidak seperti yang kau pikirkan karena kami berhasil membuat wanita itu mabuk. Ah tidak, maksudku… benar-benar mabuk hingga dia tidak bisa melakukan apapun.”

“B…ba…”

“Jangan tanyakan apapun. Aku tidak mau mengingat kejadian tadi lagi.”sengit Suho juga kesal.

“Namanya Jo Soo Kwang. Dia tinggal di salah satu apartement di daerah Gangnam. Wanita itu tau karena beberapa kali dia mendapat panggilan rumah. Yang jelas, Jo Soo Kwang ini tidak terlihat seperti seorang anggota organisasi terlarang karena dia mengaku jika dia adalah seorang pengusaha.”jelas Kai.

“Haruskah kita menangkapnya dan bertanya langsung? Aku rasa dia adalah lawan yang mudah.”

“Tidak.” Sehun langsung menggeleng. “Walaupun dia hanya satu orang, kau tidak bisa meremehkannya. Bagaimana jika menyelinap ke dalam rumahnya? Mungkin ada petunjuk lain. Maksudku, kita lakukan secara diam-diam. Karena kita tidak punya kekuatan yang besar dan mungkin saja mereka akan kembali melakukan sesuatu pada Kris.”

“Kau benar.” Suho menyetujui ucapan Sehun. “Kalau begitu, aku akan meminta bantuan pada temanku untuk melacak keberadaan Do Gyung Shik, sementara kita menyiapkan rencana untuk menyusup ke dalam apartement Jo Soo Kwang.”

Suho mengeluarkan ponselnya, sudah akan menghubungi seseorang namun Sehun langsung menahan lengannya, “Tunggu…”cegahnya. Pria itu terdiam sejenak, mengingat sesuatu.

Suho menatapnya bingung, “Kenapa?”

“Kau pernah mengatakan padaku sebelumnya, petunjuk yang kau temukan setelah kedua orang tuamu meninggal.”

“The King…”

“Dalam bahasa Inggris artinya adalah Raja.” Sehun kembali terdiam sejenak, memikirkan sesuatu. “Tidak. Jangan.” Ia menggeleng. “Jangan minta bantuan pada siapapun.”

“Kenapa? Jika kita minta bantuan pada FBI, kita bisa lebih cepat menemukan Do Gyung Shik.”

“Tidak Suho.”seru Sehun lagi. “Siapa yang mempekerjakan NSA? Pasti ada seseorang yang lebih tinggi yang memberikan kalian perintah, kan?

“Sehun…”

“Jawab aku!”

“Pada awalnya, Amerika dan petinggi FBI yang memberikan ide untuk membentuk NSA hingga akhirnya ayahku benar-benar melakukannya. NSA di bentuk untuk membantu FBI ketika mereka menemukan misi yang sulit. Sebagai back up dari organisasi itu. Kenapa? Apa yang sedang kau pikirkan?”

“The King….”gumam Sehun pelan. “Bagaimana jika yang di maksud ayahmu adalah orang-orang yang memiliki kekuasaan paling tinggi? Memang ada kemungkinan jika seseorang di kepolisian Seoul terlibat dalam hal ini, karena itu Kris tidak bisa bergerak sama sekali. Tapi bagaimana jika ada orang lain yang juga terlibat? Maksudku… orang ini adalah orang yang memberikan perintah itu. Orang yang di maksud ‘The King’ oleh ayahmu.”

“Sehun, apa maksudmu?”

“Suho.” Sehun mencekal kedua bahu Suho dan mengguncang tubuhnya. “Ayahmu meninggal di tahun 2008. Dia adalah seseorang berkebangsaan Amerika dan tidak mengetahui apapun tentang Korea Selatan. Hanya ada tiga hal yang berhubungan dengan kasus ini.” Sehun menatap kedua manik mata Suho lekat-lekat. “Organisasi terlarang itu, Amerika dan FBI.”

“Ya! Itu tidak mungkin!” Suho langsung menepis cekalan Sehun. “FBI dan Amerika tidak mungkin melakukan itu!”

“Coba pikirkan sekali lagi!”bentak Sehun. “Di tahun 2008, ayahmu hanya berhubungan dengan tiga hal itu, kan? Apa sebelumnya dia pernah terlibat dalam kasus Korea Selatan? Satu-satunya kasus Korea Selatan yang ia tangani hanyalah kasus tahun 2000, tentang pengkhianatan Cheon Guk Woo!” Sehun mengatakan itu dengan nada sejelas-jelasnya. “Lalu menurutmu, kenapa hingga saat ini semua orang membiarkan Cheon Guk Woo tetap hidup bebas? Pengadilan Korea Selatan dan Amerika menutup kasus itu tanpa alasan yang jelas! Bahkan, FBI, organisasi yang sangat kau percaya itu tidak bisa membantumu sama sekali. Kau pikir kenapa?!”

Mata Suho seketika membulat lebar. Benar. Yah, yang di katakan Sehun benar. Selama ini, walaupun dia berada di dalam FBI, tidak ada satu orangpun yang bisa membantunya. Mereka selalu mencari alasan, selalu menghindar, dan seolah tidak perduli dengan kasus itu. Yah, mereka membiarkan kasus itu tiba-tiba menghilang dan di lupakan begitu saja. Sehun benar.

“Suho, yang jelas kita tidak bisa mempercayai siapapun. Entah itu FBI atau polisi. Kita harus melakukannya sendiri. Karena ada banyak mata-mata di sekitar kita.”

“Sudah cukup, nak.” Kris menjentikkan jarinya di kening Sehun membuat pria itu langsung mengaduh.

“Ya! Apa yang kau lakukan?”

Kris tersenyum, “Kenapa kau tidak jadi detektif saja? Kau justru menjadi biang onar.”

“Tsk, itu bukan—“

“Kau bahkan tau hingga sejauh itu.” Tiba-tiba sebuah suara terdengar. Mereka berempat sontak menoleh ke belakang. Detik berikutnya, mereka terperangah hebat.

“Yoora noona…”

Berdiri di belakang mereka, Yoora menghusap air matanya yang terus mengalir. Kemudian bergerak maju menghampiri Sehun. Gadis itu memukulnya pelan.

“Ya, apa yang kau lakukan disini, huh?”tanyanya sambil terisak. “Kenapa kau berdiri di depan club? Bukankah kau tau jika kau tidak boleh berada disini?”

“N-noona…” Sehun tergagap hebat. “A..aku… tidak…”

“Bodoh. Kenapa aku masih bertanya? Bukankah aku tau jika kau bukanlah anak seperti itu? Aku tau kau tidak akan masuk ke tempat seperti ini.” Tidak bisa menahannya lagi, Yoora langsung memeluk adiknya itu erat. “Kau pasti membenciku, kan? Karena aku tidak mempercayaimu. Maafkan aku, Sehun. Harusnya aku mendengarkan penjelasanmu. Harusnya aku bertanya apa yang sudah terjadi. Aku mengatakan jika aku sangat mengerti dirimu tapi aku justru tidak mempercayaimu. Bodoh. Bukankah aku tau jika kau tidak akan menyakitiku? Maafkan aku, Sehun.” Wanita itu terisak hebat di dada Sehun.

Sehun berusaha mengembalikan kesadarannya yang membeku beberapa saat, perlahan tangannya bergerak, membalas pelukan itu. Bening air mata juga terjatuh dari matanya. “Noona…” Tidak. Dia sedang tidak bermimpi. Ini kenyataan. Dia benar-benar Yoora. Kakaknya.

Sehun semakin mengeratkan pelukannya pada wanita itu, “Noona…”

***___***

 

“Aku sudah kenyang, kenapa kau terus menyuapiku?”dengus Sehun kesal sambil menepis tangan Yoora yang sejak tadi menyuapinya makanan. “Lagipula aku bukan anak kecil lagi. Kenapa kau tiba-tiba seperti ini?”

Yoora meletakkan sendoknya dan memukul lengan Sehun kuat, “Bodoh! Kenapa kau tidak memberitahuku soal ini, huh? Kenapa kau menyembunyikannya dariku?!”

“Akh, kenapa noona memukulku?”balas Sehun mengaduh.

“Siapa? Siapa yang menyuruhmu? Dia? Dia?” Wanita itu menunjuk Kris dan Suho dengan pelototan mengerikan membuat keduanya langsung mengibaskan tangan mereka.

“Bukan aku.”jawab keduanya bersamaan.

“Sudahlah.” Sehun merampas sendok yang ada di tangan Yoora. “Jangan ikut campur dan bersikaplah noona tidak mendengar apapun.”

“Kau bahkan berani memerintahku?!”

Sehun menghela napas panjang lalu membekap mulut Yoora, “Kecilkan suara noona. Semua orang melihat kemari.”bisiknya. “Yang jelas, noona tidak boleh melakukan apapun. Jangan terlibat lagi. Mengerti?”

“Aku juga bagian dari NSA dank au adalah adikku, aku tidak akan membiarkanmu melakukannya sendirian!”

“Noona… ahh… kenapa keras kepala sekali?”

“Yoora, dia benar. Sebaiknya kau tidak terlibat. Dia melakukan semua ini secara diam-diam karena dia tidak mau kau terlibat lagi.”

Yoora menghembuskan napas panjang sambil menatap Sehun lurus, kali ini ia melunak, “Kau benar-benar akan melakukan ini? Mungkin saja kau akan terluka.”

Sehun menggeleng, “Aku harus menghentikan ayahku, noona. Aku tidak boleh membiarkannya melakukan kejahatan lagi.”

“Tapi…”

“Jangan khawatir.” Sehun mengulurkan tangannya, menghusap kepala Yoora. “Tapi, bisakah noona membantuku menjaga Chanyeol? Karena untuk sementara, aku tidak bisa bertemu dengannya.”

Yoora tertegun menatap adiknya itu, “Kau tau aku sangat menyayangimu, kan? Aku tidak mau kau terluka.”

“Tidak akan.” Sehun menggeleng. “Kali ini, aku punya alasan kenapa aku harus tetap bertahan. Aku akan menjaga diriku.”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

32 thoughts on “FF : GROWL CHAP. 36

  1. Hilma berkata:

    aa., sumpah… makin seru ajaaa…
    akhirnya yoora udah percaya sama sehuniee., yeaaa…
    next chinguuuu….
    semangat sehunieee.,…
    jangan sampai terluka nee🙂

  2. desi mulya berkata:

    Ahh ini ff sumpah makin seruu…. Akhirnya semua orang tau pekerjaan sehun.dan dia skarang ga sendirian lagii🙂 yoora sama sehun udh baikan skrang tinggal chanyeol… Ngebayangin interaksi kai sama sehun pasti lucu. Wkwkwk.. Sehun diem2 pinter jugaa ya, dia bahkan bisa mikirin sesuatu yg ga kepikiran sama suho maupun kriss.. Oh sehun jjang (y). Next chap jangan lama2
    #fighting

  3. Nora berkata:

    2nd comment nih ceritanya?
    Terima kasih chingu udah update ff ini. Ini bner” fanfic yg aku tunggu selama seminggu. Aku seneng deh sehun udah balikan sama yoora dan ada kemajuan di misinya sehun. Ditunggu chap selanjutnya. Semangat, chinguu!!

  4. Rain berkata:

    seru seru seru,akhirnya yoora unni udh sadar dan percaya sm sehun, dan akhirnya sehun bisa tersenyum lagi yah walo yeol msh blm bs maafin sehun, ditunggu chap selanjutnya, penasaran..

  5. azrprln berkata:

    ahhh..penantian yg panjang…akhirnya…next chap ditunggu thour.BANGET. wkwk
    ff 12k12f nya kan dibuka ? kangen.
    fighting!!!

  6. Ohunhun94 berkata:

    well, kalaupun sehun bodoh dikelas/:v tapi dia jenius bisa mecahin kode2 nya:”
    brarti kluarga oh pintar2 dong? kon ada flashback keluarga sehun??

  7. awin0514 berkata:

    maaf ya eonn aku cuman comment di part ini, sumpah bikin penasaran kelanjutannya 😢😢😢 tapi nggak papa deh eonn yang penting update terusss nggak kepotong kayak kemaren 😁😁

  8. Realc berkata:

    Kali ini gw baca ff nya gak ada titik air mata mengalir yey

    Sumpah ngakakk abis dah percakqpqn kai dkk tentang nenek lol
    Suho kriss maafkan kai yaa tp kau dpet info bagus kan lol

  9. nursaoh berkata:

    Aaaaa…. mkim serruu thor… smoga cpat updatenya yaa… penasaran bnget sama klanjutannya.hmpir tiap hari kunjung k blog ini pen FF Growl tpi udah 6 hari gk update..smoga abis 36 lngsung ada 37,38,39XXXXXXXXXXX
    D tunggu ya… fighting!

  10. HunHo_Suho berkata:

    Di chap ini kok saya bingung sama penjelasan sehun, organisasi terlarang-Amerika-FBI 😞😞 Bener bener bingung kakk padahal udah sejauh ini bacanya tpii pas di landa kebingungan dtg yoora dan family moment terjadii 😭😭😭😭 ku kangen yoora mukul sehun, marahin sehun dan akhirnya dia balik dan skrg tinggal chan, ya ya ya D.O kan ga tau sifat chan kek gitu karna dia baru punya sahabat, wkwkwkkw ngakak juga bayangin Kai-kris-suho di grepet grepet sama ahjjumah ahjjumah,, ya ya ya di sini jga kai-sehun keliatan ngakak, disatu sisi gak ngerti alur tpi di satu sisinya chap ini kok banyak ngakak nya apalagi moment KaiHun, ulululululu mereka sweet

  11. ajengaryaa berkata:

    Ah,sumpah terharu deh…
    Makin seru ff nya…
    Dari awal tau koreadansaya langsung suka sama gaya tulis nya eonni…
    Semuanya selalu tersampaikan dalam tulisan…
    Penasaran sama kelanjutannya…
    Keep writing eonni…

  12. Park_Yura berkata:

    Ceritanya keren thor, feelnya jg dapet bgt, konfliknya bkin greget. Lanjutt trus thor critanya, semangat!!! Gua brharap ini crira d buat dramanya/filmnya wkwk :V

  13. ellalibra berkata:

    Sll the best eon aaaaaaa …. Smg sehun sll strong pdhal q yakin dy yg paling trluka nantinya ank lawan ortu bgmn pun pst ada rasa skt sndr hrs Ngelawan ortu🙂 … Dtunggu fighting eon🙂

  14. Yaya berkata:

    kirain yg keluar appa Sehun ternyata Yoora eonnie lega…
    kkkk Kai emang sangat mnghargai kesepakatan ya…pdahal cuma kurang 1 menit tp dia blang klau Suho dtang trlalu cepat…😁
    Dimna my Baozi & Chen udah lma g nongol klau pun nongol cma dpet part dkit.😯
    Suka dengan karakter Chen,Sehun,Kai d sini…😊
    Tp Lay&Baekhyun jga dah lma g nongol…😐
    Di tnggu next chap nya…😊🙆

  15. Ohristia berkata:

    Krishun nyempil dikit,,, yeiiii heheheh seneng liat kaihun makin nempel kya upin ipin,,, tambagin lg dong moment krishunnya eonni,,,,, hehe

  16. Shofalina Han berkata:

    baru lirik email, nyatanya ini udah di update??

    Sehun jadi ga ngorbanin diri sendiri kan? banyak yang dukung??
    Semangat Sehun!! hihi

  17. Nanako gogatsu berkata:

    Keren keren keren… Yoooooo…..
    Ahhh.. G’ bisa berkata-kata lagi dah.. Pokonya is the Best.., next chapter di tunggu..🙂

  18. Jung Han Ni berkata:

    tinggal chanyeol yg belum berbaikan T_T mungkin chanyeol masih butuh waktu
    keep writing n hwaiting!

  19. Ava berkata:

    analisis sehun hebat jugaa… kenapa gak jadi agen fbi aja? kekeke
    ahh., akhirnya yoora percaya sama sehun, tinggal chanyeol ajaa…
    next chigu, penasaran nihhh

  20. Putrika berkata:

    Aku tidak menyangka bahwa sehunie q bgtu kuat dan rela mengorbankan semuanya…..

    Aku sampai hrs mnhan tngisan…..saking sedihnya…..

    Next chapter……

  21. mongochi*hae berkata:

    pasti deh, tiap part yg kmu poating sllu bkin baper…
    heuhh persahabatan mereka rumit tp ini rumit dlm artian yg bgus hheee

    akhirny hub yoora dg sehun mbaik.
    tinggal tunggu rencana berikutny aj nh..

    next part dtunggu

  22. akucayangsehun berkata:

    Wah…. daebak… eonnie buat ff yang wow… yang bs membuat orang tak bisa berkata-kata abes bacanya keren….keren… i’m waiting next part FIGHTING

  23. osehn96 berkata:

    izinin aku jadi yoora noona boleh? Aku juga mau sayang2 sehun *plak* ahahha.ayolaaah terus bergeraaaak,, penasaran tau yg di selidiki bikin mumet eheheh. Semoga baik2 sajaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s