BANGTAN’S STORY [JUNGKOOK’S VERSION] : I NEED YOU Extra Chapt

BTS - i need you

Tittle  : I need You

Author  : Ohmija

Main Cast  : Jeon Jungkook, Kim Saeron

Support Cast  : V, Rap Monster, Jin, Suga, Jhope, Jimin BTS, Shannon William, Wendy & Seulgi Red Velvet, Seunghee CLC, Kim Jisoo, Park Jinny.

Genre  : Romance, School Life, Friendship

Akhirnyaaa bener-bener END T.T Tolong dimaafkan karena cerita ini nggak semanis cerita romance lainnya dan ngga se-pure cerita romance lainnya. Tetep campur sama brothership – friendship. Karena emang ngga jago buat FF romance T.T

Happy reading ^^

“Ya, hentikan. Apa kau tidak bisa membiarkanku menghabiskan makananku?”dengus Jungkook kesal karena sejak tadi Saeron membuatnya tidak bisa makan dengan tenang.

“Makan saja.”balas Saeron santai, namun kedua matanya masih tertancap lurus pada pria yang duduk di sampingnya itu.

Jungkook menghela napas panjang lalu balas menatap Saeron, “Berhenti menatapku seperti itu. Apa kau tidak malu? Bahkan kau menatapku secara terang-terangan.”

“Kenapa? Aku memang ingin menatapmu.”

“Ya!”seru Jungkook semakin kesal, gadis ini… dia tidak berubah sama sekali.

Namun Saeron justru semakin melebarkan senyumannya, “Kau benar-benar terlihat semakin keren.”ucapnya dengan tatapan seakan sangat menggilai. “Ah, ini bukan mimpi, kan? Aku tidak sedang bermimpi, kan?” tanyanya. Lagi-lagi Jungkook menghela napas. “Jika aku sedang bermimpi, jangan bangunkan aku. Mengerti?”

Jungkook mendorong dahi Saeron dengan jari telunjuknya, “Kau gila?”

Saeron langsung cemberut, “Kau bahkan tidak mengatakan ‘Aku merindukanmu’ atau apapun, Dan… apa kau tidak ingin mendengar jawabanku? Bukankah seharusnya ada yang kau ingin tanyakan lagi?”

Jungkook melanjutkan aktivitas makannya sambil menggeleng santai, “Tidak ada.”serunya. Namun beberapa saat kemudian ia kembali berseru, “Ah! Bukankah kau masih berhutang padaku? Menara Namsan.”

“Apa hanya hutang itu yang kau ingat?”dengus Saeron kesal.

“Memangnya apa lagi?”

“Menyebalkan!” Gadis itu berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan Jungkook.

Di tempatnya Jungkook terkekeh sebelum akhirnya mengejar langkahnya.

“Yah, harusnya aku tidak kembali. Aku bahkan bekerja keras agar bisa masuk Universitas ini tapi dia justru—“ Omelan Saeron terhenti tiba-tiba ketika tanpa sengaja ia menabrak seseorang. “Oh? Maafkan aku. Aku tidak sengaja.”

“Saeron?”

Saeron mendongakkan kepalanya, detik berikutnya matanya membulat lebar, “Seulgi?!”

“Saeron, ini benar kau, kan?” Seseorang yang ternyata adalah Seulgi itu langsung mencekal kedua bahu Saeron, memastikan jika ini adalah kenyataan. “Oh Tuhan, aku merindukanmu!” Gadis itu lantas memeluk Saeron erat. “Ya, kau kemana saja? Apa kau tidak tau kami sangat mengkhawatirkanmu, huh? Kenapa pergi tanpa pamit? Apa kau sudah sembuh? Kau tidak sakit lagi, kan?”

Saeron menguraikan pelukannya sambil tersenyum, “Aku baik-baik saja.” Ucapnya dengan satu kalimat untuk menjawab semua pertanyaan Seulgi.

“Kau sudah bertemu Jungkook? Dia juga kuliah disini.”

“Iya, aku tau.”sahut Jungkook muncul di belakang mereka.

“Aku senang sekali!” Seulgi kembali memeluk Saeron selama beberapa saat. Kemudian gadis itu melingkarkan lengannya di lengan Saeron. “Ayo! Kau harus ikut dengan kami! Yang lain pasti terkejut.”

“Ya, kau tidak mengajakku?”seru Jungkook kesal karena dia seperti dilupakan.

Keduanya menoleh ke belakang sambil mendengus, “Kau bisa jalan sendiri, kan?”

Jungkook langsung menghela napas panjang, “Aaaah, wanita-wanita itu menyebalkan.”

***___***

 

“Mana Seulgi? Kalian tidak pergi bersamanya?”tanya Jin pada Jimin dan Namjoon yang baru muncul.

“Dia menyuruh kami pergi lebih dulu. Dia bilang dia masih ada urusan. Dia akan datang bersama Jungkook nanti.”jawab Jimin sambil menjatuhkan diri di samping Jisoo.

“Ya, kenapa kalian membiarkan dia berduaan dengan Jungkook?”

“Memangnya kenapa? Kau pikir Jungkook berbahaya? Yang berbahaya adalah kekasihmu. Siapa yang berani macam-macam dengan gadis seperti itu.”balas Namjoon.

“Ck, tetap saja…” Kemudian ia mengalihkan tatapannya pada Shannon. “Ya, kenapa kau pergi meninggalkan Seulgi?”

“Maafkan aku, oppa. Tapi dia juga menyuruhku pergi lebih dulu bersama Taehyung.”

“Ya hyung, apa kau sedang memarahinya?”sahut Taehyung.

“Jin, kau berlebihan. Dia akan baik-baik saja. Lagipula dia bersama Jungkook. Tidak akan—“

“Aku datang~~~!”

Tiba-tiba gadis yang menjadi topik pembicaraan muncul di depan mereka. Dengan senyum sumringah dan semangat lebih dari biasanya.

“Ya! Kenapa kau datang terlambat? Apa yang sedang kau kerjakan dan dimana Jungkook?”

“Diam.” Seulgi membekap Jin dengan telapak tangannya, mengabaikan semua pertanyaannya tadi. Kemudian ia menatap teman-temannya satu-persatu, “Aku punya kejutan untuk kalian.” Gadis itu menoleh ke kiri sambil melambaikan tangannya, “Cepat masuk.”

Jungkook muncul sesudahnya membuat yang lain berseru bersamaan, “Apa ini yang kau bilang kejutan? Tidak lucu.”cibir Jimin.

“Bukan. Bukan dia. Ya! Cepat masuk.”

Gadis berkaki jenjang itu melangkah ragu-ragu. Syal merah yang ia pakai menutupi setengah wajahnya membuat yang lain masih belum menyadari siapa gadis itu. Ketika kemudian gadis itu berdiri di depan mereka sambil menurunkan syalnya, barulah yang lain terkejut setengah mati.

“Saeron?!”pekik mereka bersamaan.

Taehyung yang langsung tersedak minumannya, memukul-mukul dadanya lalu berseru, “Ini… benar-benar kau? Saeron?”tanyanya tak percaya.

“Annyeong.” sapa Saeron kikuk. “Lama tidak berjumpa.”

“Oh my God! Saeron? Is this really you?!” Wendy yang berdiri paling dekat dengannya langsung berdiri dan memeluk gadis itu. “Ya Tuhan, aku tidak percaya ini kau. Kau baik-baik saja? Kami semua mencarimu. Bagaimana bisa kau berubah secantik ini?”

Saeron tersenyum tipis, “Terima kasih Wendy. Aku baik-baik saja.”

Suga menarik sebuah kursi kearah Saeron, “Duduklah. Kau berhutang penjelasan pada kami.”

“Tapi, sungguh! Kau benar-benar sangat cantik!”seru Jimin masih menatapnya. “Kau benar-benar berubah dari terakhir kali kita bertemu.”

“Kau bahkan memanjangkan rambutmu.” Seunghee mengangguk. “Kau sangat cantik.”

Saeron kembali tersenyum, “Terima kasih.”

“Ya, apa yang terjadi padamu? Kenapa waktu itu kau tiba-tiba pergi? Dia sudah seperti orang gila karena mencarimu.”ucap Namjoon langsung.

Jungkook langsung mengelak, “Aku tidak seperti itu.”

Seulgi mendengus, “Apa kau lupa setiap hari kami harus pergi ke rumahmu untuk mengecek apakah kau sudah makan atau belum?”

“Sudahlah. Jangan bicarakan itu lagi.”decak Jungkook malas.

“Apa dia sudah mengakui perasaannya padamu?”tanya Hoseok.

Saeron menggeleng, “Dia bahkan tidak mengatakan apapun padaku. Yang dia ingat hanya hutang Namsan Tower.”

“Benarkah? Aigoo, sebenarnya kau laki-laki macam apa? Kau bahkan tidak memberikan kepastian padanya.”

“Aku sudah mengakui perasaanku tapi aku justru di tolak.” Jungkook membela diri.

“Perempuan sangat tidak suka dengan laki-laki yang gampang menyerah.”sahut Shannon. “Kau memukul ayahnya, melindunginya hingga nyaris masuk penjara. Tapi kau bahkan tidak berani untuk mengakui perasaanmu.”cibirnya, kemudian ia melirik Saeron. “Carilah laki-laki lain. Laki-laki seperti ini sangat menyebalkan.”

“Banyak laki-laki lain di Universitas. Kau bisa mendapatkannya segera mungkin.” Jin menyahuti. “Ngomong-ngomong, apa kau kuliah disini?”

Saeron mengangguk, “Aku masuk Universitas Seoul.”

“Universitas Seoul?!” kembali yang lain memekik bersamaan.

“Eum. Kenapa?”

Suga melirik Jungkook dengan mata menyipit, “Jadi ini alasanmu kenapa kau mati-matian belajar?”cibirnya. “Kau bahkan masih bisa bersikap sombong. Dasar tidak tau malu.”

“Kau pikir aku seperti Taehyung atau Jin yang bisa mengatakan hal-hal menjijikan? Aku menunjukkan perasaanku dengan tindakan.”

Ucapannya langsung membuat Jin dan Taehyung melotot, “Apa maksudmu? Dasar brengsek.” Umpat Taehyun sambil melempar sedotan minuman kearahnya.

Namjoon menghela napas panjang, “Lalu apa yang sudah terjadi? Kau belum menjawab pertanyaanku.”

Saeron terdiam sejenak, “Aku minta maaf. Sejak dulu, sebenarnya aku ingin mengatakan ini tapi aku tidak bisa.”

“Apa ini ada hubungannya dengan ayahmu?”tanya Namjoon hati-hati.

Saeron mengangguk pelan, “Orang yang telah memukuli Hoseok waktu itu adalah orang-orang suruhan ayahku. Awalnya mereka menargetkan Namjoon oppa karena mereka tidak melihat Jungkook tapi karena Hoseok melawan, mereka justru memukuli.” Kepalanya kemudian menunduk dalam. “Aku minta maaf. Karena aku, Hoseok menjadi koma dan Seunghee terus-menerus menangis. Sekali lagi aku minta maaf.”

“Aku tidak terkejut tentang hal itu. Sejak tau permasalahan kalian, aku juga berpikir jika ini adalah ulah ayah tirimu.”sahut Hoseok. “Karena yang aku tau Namjoon tidak pernah berkelahi lagi dan tidak punya masalah dengan siapapun. Jangan memikirkan hal itu lagi. Aku sudah tidak apa-apa.”

Seunghee mengangguk menyetujui, “Kau tidak perlu merasa bersalah. Ini adalah perbuatan ayahmu.”

Saeron kembali terdiam, kepalanya terus menunduk, tidak berani menatap yang lain, “Pagi itu, saat aku pulang dari supermarket, mereka menculikku. Aku di bawa kembali ke rumah dan ayahku bilang, dia akan melakukan hal yang sama, tidak hanya pada Jungkook tapi pada kalian semua. Itu adalah alasan kenapa aku memilih untuk pergi.”

“Kau ini… kenapa kau mengambil keputusan secara sepihak waktu itu? Jika kau memberitahu kami, kami akan mencari jalan keluarnya.”ucap Jin.

“Kau tidak tau bagaimana ayah tiriku. Dia adalah seseorang yang tidak pernah bermain-main dengan ucapannya. Walaupun aku tau kalian sangat kuat tapi ayahku mengenal beberapa gangster. Saat itu aku sangat takut jika hal itu benar-benar terjadi jadi aku…”

“Hampir bunuh diri?” Jungkook melanjutkan, membuat Saeron menoleh kearahnya. “Sejak dulu, ini adalah hal yang ingin aku tanyakan padamu. Kenapa? Kenapa kau ingin bunuh diri?”

Kedua mata Saeron mulai berair, ia menelan ludah susah payah, berusaha membersihkan rasa sesak di dadanya, “Waktu itu… dia… dia hampir melakukannya lagi.”ucapnya terbata. “Jika saat itu… bibi Han tidak datang mungkin…”

“Jangan katakan apapun lagi.”potong Jungkook, rahangnya mulai mengatup keras. Kemudian ia menatap kearah teman-temannya, “Kalian sudah tau alasannya jadi jangan bertanya lagi.”ucapnya, nada bicaranya begitu terlihat jika dia sedang menahan amarah.

Namun Saeron kembali melanjutkan ceritanya, “Mereka sudah bercerai.”serunya. “Ibuku dan ayah tiriku. Mereka sudah bercerai. Dan ayah tiriku sedang menghadapi persidangan atas kekerasan pada anak dan percobaan pemerkosaan. Ibuku sudah melayangkan gugatan dan persidangan sedang berjalan sekarang.” Gadis itu menghusap air matanya lalu menatap sisi wajah Jungkook lekat-lekat. “Kau tidak perlu khawatir. Karena kini aku sudah berhasil keluar dari penderitaan itu, aku tidak akan melakukan hal-hal aneh lagi.”

Taehyung tertawa mendengus, “Ayah tirimu beruntung karena saat ini dia ada di dalam penjara. Jika dia masih bebas, tidak hanya dia, tapi aku juga akan membunuhnya. “

“Ya, sudahlah.”tahan Shannon.

“Sudah bagaimana? Apa kau tidak dengar? Dia bahkan hampir melakukan hal itu dan hampir membuatnya bunuh diri. Dia adalah bajingan.”

Jinny menghela napas panjang, “Lalu saat ini kau tinggal dimana?”

“Untuk sementara aku tinggal bersama bibiku. Saat ini, aku sedang mencari rumah sewa yang murah.”

“Kau bisa tinggal bersamanya lagi. Sekarang kalian sudah dewasa, tidak akan ada yang menuduhnya sebagai penculik anak gadis lagi.”

Ucapan Taehyung lantas membuat Jungkook melotot, “Kau cari mati?”

“Ya, akui saja. Bukankah selama ini kau sudah melakukan segala cara agar dia bisa kembali? Kau bahkan melupakanku. Jadi sekarang, karena dia sudah kembali, pergilah menemui ibunya dan katakan jika kau akan menjaganya.”

“Itu bukan hal yang mudah.”serunya menghela napas panjang. “Seseorang yang tinggal di samping rumahku baru saja keluar tadi malam. Kau bisa menyewanya jika kau mau.”

Baru saja akan membuka mulut, suara Taehyung lebih dulu terdengar, “Kenapa kau menyuruhnya tinggal di sebelah rumahmu? Dasar payah. Kau sudah dewasa Jeon Jungkook. Bersikaplah seperti laki-laki.”

“Ya byuntae!” Shannon langsung memukul bahu Taehyung, pria itu seketika mengaduh. “Jangan ajarkan hal-hal kotor pada Jungkook, mengerti?! Dasar menyebalkan.”

“Kenapa memukulku? Aku hanya memberitahunya apa yang seharusnya di lakukan oleh laki-laki.”elak Taehyung.

“Aaah… dasar. Tahun lalu kau mengatakan jika pikiranku menjadi kotor sejak aku legal. Sekarang, lihatlah dirimu sendiri.”cibir Jin kesal.

Namjoon menghela napas panjang melihat dua orang itu. kemudian ia menoleh kearah Jungkook, “Sekarang, yang penting aku berharap jika kalian berdua akan bahagia. Jungkook, kau harus menjaganya dengan baik mulai sekarang.”

***___***

 

Hari sudah larut saat keduanya baru saja turun dari bus yang mereka tumpangi. Saeron tersenyum lebar. AKhirnya, ia bisa merasakan hal ini lagi. Saat dia dan Jungkook kembali ke rumah bersama setelah ia selesai bekerja. Walaupun tidak lagi tinggal bersama, tapi malam itu, Jungkook mengantarnya pulang.

“Pulanglah. Sebentar lagi bus terakhir akan datang.”.

Jungkook terdiam sejenak, mengabaikan ucapannya, “Aku terus memikirkan hal ini sejak tadi.”ucapnya pelan.

Kening Saeron berkerut, “Tentang apa?”

Pria itu menjatuhkan diri di kursi halte, masih menunggu jawabannya, Saeron ikut menjatuhkan diri di sebelahnya.

“Ada apa?”tanyanya lagi.

“Apa kau tidak bisa hanya tinggal bersama bibimu?”

“Huh? Eum…” gadis itu menggeleng. “Selama aku tinggal disana, aku menggunakan kamar anak laki-lakinya dan membuatnya tidur di luar. Jadi aku harus segera mencari rumah sewa.”

“Kenapa ibumu tidak kembali kesini?”

“Masih ada beberapa urusan yang harus di selesaikan. Sejak bercerai dengan ayah tiriku, ibu harus bekerja keras dua kali lipat untuk biaya hidup kami. Dan aku mulai berpikir untuk mencari pekerjaan paruh waktu nanti.”

“Jika kau mau, kau bisa bekerja di café.”

Saeron tersenyum, “Tidak perlu. Shannon mengajakku untuk bekerja di tempat kerjanya dan aku pikir aku akan menyetujuinya.”

“Kalau begitu tinggal lah bersamaku.”balas Jungkook cepat membuat mata Saeron melebar.

“Apa?”

“Maksudku… tinggal di sebelah rumahku. Harganya cukup murah dan jaraknya tidak terlalu jauh dari universitas. Kita bisa pergi bersama setiap hari.”

“Jungkook, tapi—“

“Kau tau aku tidak bisa mengungkapkan perasaanku dengan baik. Tapi aku benar-benar khawatir. Aku takut jika sesuatu yang buruk terjadi padamu lagi. Saat itu, ketika mereka menculikmu, itu karena aku tidak menjagamu dengan baik. Aku sudah berjanji pada ibumu jadi biarkan aku membuktikannya, agar aku bisa mendapatkan kepecayaan darinya.”

Saeron tertegun, kedua matanya lurus menatap pria yang duduk di sampingnya itu.

“Karena setiap kali tidak melihatmu, aku benar-benar merasa khawatir. Jadi biarkan aku terus melihatmu, setidaknya agar aku merasa tenang.”

Perlahan, seulah senyuman terbentuk di bibir Saeron, “Apa kau sedang mengungkapkan perasaanmu sekarang?”tanyanya. “Aaah, kau benar-benar tidak romantis.”cibirnya, namun tetap dengan senyum.

Jungkook menunduk, “Karena aku tidak tau bagaimana cara mengungkapkannya. Aku hanya mengatakan apapun yang ada di kepalaku.”ucapnya pelan. “Kau sudah tau bagaimana sifatku jadi aku harap kau tidak akan pergi. Walaupun aku menolakmu atau mengabaikanmu. Karena aku lebih suka menunjukkan perasaanku secara diam-diam daripada menunjukkannya.”

Saeron mengangguk mantap lalu meletakkan kepalanya di pundak Jungkook, “Aku tidak berharap akan mendengar kata-kata manis darimu karena semua keinginanku sudah terkabul. Aku hanya ingin kembali kesini dan bersamamu, itu saja. Begini saja sudah cukup.”

Namun baru menyelesaikan ucapannya, Saeron kembali berseru, “Ah tidak! Aku punya keinginan lain. Kau berjanji untuk menulis nama kita di Namsan Tower. Bagaimana jika besok kita kesana?”

“Aaaaah, kenapa aku harus melakukan hal yang kekanak-kanakkan seperti itu? Tidak mau.”tolaknya.

“Kau sudah berjanji. Kau bilang kau akan melakukannya saat aku kembali. Yang jelas, besok kita harus kesana!”

Jungkook mendesah panjang, “Aku bilang a—“

 

Cup.

 

Tiba-tiba Saeron mendaratkan ciumannya di pipi Jungkook membuat pria itu seketika terkejut.

“Sampai jumpa besok, namchin.”

Saeron terkekeh lalu beranjak dari duduknya dan pergi. Di tempatnya, Jungkook masih membeku selama beberapa saat. Hingga setelah ia sadar, pria itu menyentuh pipinya pelan, “YA! Apa yang kau lakukan?!”

***___***

 

Namjoon dan Jimin hanya bisa geleng-geleng kepala begitu mendengar cerita Jungkook jika semalam Saeron telah melakukan ‘sesuatu’ padanya. Hingga rasanya, dia tidak bisa bertemu dengan gadis itu lagi. Dia terlalu malu.

“Haruskah aku membolos saja?”gumamnya.

Namjoon langsung memukul kepala anak itu, “Apa hanya karena ciuman di pipi, kau sampai harus menghindarinya?”

“Hanya?”balas Jungkook tidak terima. “Hyung, itu bukan sekedar ‘hanya’. Jantungku terus berdebar sejak semalam sampai aku tidak bisa tidur. Jika dia mengetahuinya, dia pasti akan menggodaku!”

Jimin terkekeh geli, “Di SMU, kau terlihat sangat menyeramkan seperti singa. Tapi di Univesitas, kau justru terlihat sangat imut seperti anak kucing.”

“Ya! Aku tidak sedang bercanda.”

Pria mungil itu masih terkekeh di sebelahnya, “Ya Jeon Jungkook, kau sudah berusia 20 tahun. Saat seorang gadis mencium pipimu, itu adalah hal yang wajar. Lagipula kalian sudah berpacaran, kan?”

“Berpacaran apanya? Aku hanya memberitahunya tentang apa yang aku pikirkan saja.”elak Jungkook.

“Bodoh. Kau mau dia di rebut oleh laki-laki lain? Lihat itu!” Jimin menunjuk sekelilingnya. “Ada banyak laki-laki yang lebih tampan darimu. Saeron benar-benar cantik sekarang, dia bisa membuangmu dengan mudah dan menemukan yang baru.”

Jungkook mengangkat tangannya, hendak memukul Jimin, “Jangan bicara sembarangan!”dengusnya kesal.

Jimin mengendikkan kedua bahu, “Aku mengatakan yang sebenarnya.”jawabnya santai. “Jika di SMU dulu, mungkin kau bisa duduk tenang di Singgasanamu dan para gadis akan datang menghampirimu. Tapi sekarang, semuanya sudah berbalik. “ Pria itu menggerakkan dagunya kearah kiri.

Jungkook menoleh dan detik berikutnya matanya membulat lebar. Saeron terlihat sedang berbicara dan tertawa bersama dengan beberapa pria.

“Waaah, saat tertawa dia benar-benar cantik.”tambah Namjoon, membantu Jimin menggoda Jungkook.

Amarahnya sontak meluap ke permukaan. ‘Semalam dia mencium pipiku dan kini dia tertawa dengan pria lain.’

Pria itu berjalan menuju kerumunan orang-orang itu dan langsung menarik lengan Saeron, “Apa yang kau lakukan disini? Sebentar lagi kelas di mulai.”

“Oh? Jungkook?” Saeron lalu membungkuk sedikit pada beberapa pria yang ada di depannya. “Aku pergi dulu, sunbaenim.”

“Ya, apa yang kau lakukan?” Namun seorang pria menghadang langkah Jungkook. “Kenapa kau membawanya tanpa ijin dari kami dulu?”

Jungkook menoleh, membalas tatapan tajamnya, “Kenapa aku harus meminta ijin padamu?

“Kau bahkan bicara dengan bahasa informal padaku. Kau tidak tau siapa aku?!”

“Kau siapa?” Jungkook menarik Saeron agar berdiri di belakangnya lalu maju satu langkah ke depan, berdiri berhadapan dengan pria itu. “Apa aku harus takut padamu?”

Menyadari jika sebentar lagi pertengkaran akan terjadi, Saeron langsung menyelip diantara keduanya dan melerai mereka, “Jeon Jungkook.”serunya menatap Jungkook. “Apa yang kau lakukan?”

“Aku yang seharusnya bertanya padamu. Apa yang kau lakukan?”balas Jungkook kesal. “Dasar. Kau benar-benar gadis menyebalkan.” Kemudian dia berbalik dan pergi meninggalkan tempat itu.

Saeron mengejar langkah Jungkook dan berhasil menahan lengannya, “Ya, kenapa kau tiba-tiba pergi? Kau bilang sebentar lagi kelas akan di mulai.”

“Sudahlah. Aku tidak mau bertemu denganmu lagi.”

“Ya, ada apa?” Saeron kembali menahan lengan pria itu. “Kau cemburu?”

Mata Jungkook lantas membulat lebar, “Cemburu? Aku?”balasnya. “Hahaha tidak mungkin. Kenapa aku harus cemburu? Kenapa?”

Penekanan di nada bicaranya membuat Saeron tersenyum menyeringai, “Kau cemburu, kan?”

“Tidak!”

“Jika kau cemburu, katakan kau cemburu. Lagipula aku tidak punya niat lain pada orang-orang itu. Tadi, mereka menghampiriku dan menawariku untuk masuk ke dalam klub mereka. Tidak lebih.” Jelas gadis itu. “Lagipula aku sudah punya seseorang yang aku sukai jadi aku tidak mungkin melirik pria lain.”

Ucapan itu nyaris membuat Jungkook tersenyum namun sebisa mungkin ia menahannya. Saeron menangkap perubahan ekspresi pria itu. Ia lantas melompat dan menggandeng lengannya, “Jadi apa sekarang kita sudah berpacaran?”

“Siapa yang bilang begitu?” Jungkook menepis tangan Saeron lalu melanjutkan langkah. Menyembunyikan senyumannya dari gadis itu.

“Ya! Bukankah tadi malam kau sudah mengungkapkan perasaanmu padaku? Aku adalah kekasihmu sekarang.”

Namun Jungkook tidak menoleh.

Saeron tersenyum lebar, “Jeon Jungkook adalah pria yang ku sukai!” teriaknya di koridor.

Jungkook tidak bisa menahannya lagi. Kebahagiaan ini terlalu lucu untuk di sembunyikan. Ia menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang, “Ayo. Bukankah kita akan pergi ke Namsan Tower?”ajaknya sambil mengulurkan tangan.

Saeron berlari kearahnya dan menggandeng tangannya, “Kau yang traktir ya?”

“Aku? Kenapa aku?”

Sementara di tempatnya, Namjoon dan Jimin kembali geleng-geleng kepala. “Aku membenci mereka.”cibir Jimin kesal.

Namjoon mengangguk, “Aku juga.”

END

 

 

12 thoughts on “BANGTAN’S STORY [JUNGKOOK’S VERSION] : I NEED YOU Extra Chapt

  1. irnacho berkata:

    Ya ampun mija ini manis banget looooh
    Aaaah suka suka suka. Fluff nya dpt bgt sumpah. Aku baru aja mau bilang klo kamu mungkin emang ahlinya untuk ff brothership pas baca note kamu di atas tuh yg bilang ga jago bikin romance. Tp apa iniiiii? Cerita di atas itu bukti nyata kamu sukses buat romance yg bikin reader nya bs ikutan senyum ngerasain kebahagiaan mereka. Sst just information ya, aku jd suka saeron dan ngeship mereka gara2 baca cerita ini. Padahal awalnya aku ga kenal2 bgt saeron loh wkwk
    Sukses terus buat cerita lainnya, di tunggu postingan mu yg lain ^^

  2. ellalibra berkata:

    Jongkook imut bgt sih hahahaha gemes liat ny dy cmburu tp g mau ngaku .. Pas dicium saeron ky ank baru gede lg kasmaram kekeke~ neeeeeeext fighting eon oh mija sehat sll:-)

  3. DO DO berkata:

    authorrrr iini bagussss bangettttt, aku suka banget ceritanya bisa bikin senyum senyum sendiri, author jago anget buat ff romance tapi kenapa bilangnya gk jago, padahal pinter banget.
    kalo author buat ff brothership bisa bikin nangis yang feel tentang persahabatannya dapet banget, tapi kalo ff romance author berhasil bikin kita sakit hati, patah hati, jantung deg degan, sampe senyum senyum sendiriiii, pokoknya mija the best lahhh

    Ditunggu karya karya selanjutnya, fighting

  4. ynkanza berkata:

    Aaaah ohmija unni:”) ini sweet, lucuuu jugaaaak,
    Ngga rela sebenernya uda nyampe ending gini
    Ditunggu karya lainnyaaaaa:*

  5. Dedew berkata:

    Aaaaaaaah setelah berbulan bulan menunggu ff ini T-T ternyata udah tamat😦 bagua banget ff nya😦 Jungkook masih jaim gitu ih padahal udah jadi pacarnya saeron wkwk.. Ff ter sosweet ini aduhhh suka bgt <3<3 mau sequelnyaaa author-nimm😦 ngeship jk-saeron nihh😦

  6. Alexandra Tan berkata:

    Suka banget ff ini^^ bikin sequel nya jungkook saeron lanjutanya ini dong thorr >.< cerita pas mereka pacaran n crita friendship nya bangtan.

  7. Kurotata berkata:

    Authoooooorrrrrr ini keren bangeett sumpaah!!!
    Bukan cuma yg jungkook’s version doang, tapi semua bangtan’s story! Gue suka gimana cara author bikin hubungan mereka satu persatu, persahabatan mereka, percintaan mereka, kisah bangtan’s story yg the best laah ^_^d semangat terus thorr!! Pokoknya gue suka semuanya, semuanya keren, authornya juga keren ._.d
    Terima kasih kepada author yg udah membuat kisah bts yg semanis ini ^^
    Kerenlah pokoknya shit

  8. Taehyungie berkata:

    Eyy jungkook pas kuliah jadi imut kaya anak kucing duhduh si jimin bisa aje ngomongnye wkwkXD. Akhirnya mereka bahagia ya😍😍 thor ini gak ada extra lagi?? Sequel/part 2 dari cerita mereka semua pas dewasa gitu boleh juga dah, aku masih kepo sama mereka nanti pas udah pada tua._. Adain ye thor ye ye??😊😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s