FF : GROWL CHAP. 35

Growl

Tittle              : Growl

Author            : Ohmija

Cast                : EXO and Park Yoora

Genre              : Action, Friendship, Family, Romance

Tangis itu akhirnya pecah. Tidak lagi bisa tertahan walaupun ia sudah berusaha sebisa mungkin. Dadanya sesak, hatinya terasa pilu. Tidak. Jangan perpisahan lagi. Dia berharap dia tidak akan menghadapi perpisahan lagi.

Di belakangnya, Luhan berdiri di ambang pintu rumahnya sembari terus menatap punggung sahabatnya itu. Bagaimana bisa pria tangguh itu menangis hingga tersedu-sedu seperti ini? Bagaimana mungkin seseorang yang selalu berada di barisan paling depan untuk melindungi teman-temannya, kini terduduk dengan kepala tertunduk dalam-dalam?

Karena ini adalah kelemahan terbesar. Titik pusat dari seluruh kelemahannya. Karena pria tangguh itu sebenarnya adalah pria yang sensitif. Karena sejujurnya, pria tangguh itu adalah seorang anak yang membutuhkan kasih sayang.

Perlahan, Luhan mendekati pria itu. Keduanya kini duduk saling membelakangi satu sama lain.

“Dia hanya butuh waktu. Kau tau dia, kan? Dia memang mudah emosi.”hiburnya. “Besok… atau mungkin, besok lusa… dia pasti akan datang mencarimu.”

Sehun menelan tangisnya sambil menghusap air matanya, “Kenapa kau datang kesini? Kau harus menemaninya.”

Luhan tersenyum, “Harusnya memang begitu.”jawabnya pelan. “Tapi, kenapa aku merasa kau lebih membutuhkanku saat ini daripada Chanyeol? Aku merasa kau sedang kesepian.”

“Aku tidak apa-apa, jadi—“

“Aku harap kau berhenti mengatakan hal itu, Sehun.”seru Luhan. “Lebih dari separuh hidup kita, kita menghabiskannya bersama. Tapi, kenapa kita masih belum bisa saling memahami? Kenapa persahabatan kita terlalu mudah untuk di goyahkan? Aku terus memikirkan hal itu tapi hari ini akhirnya aku sadar.” Ia menghentikan ucapannya sejenak. “Kai benar. Kita harus berhenti untuk saling berkorban. Karena pengorbanan itu adalah awal dari kebohongan. Dan pada akhirnya, kita akan bertengkar karena kebohongan itu. Mulai sekarang, aku harap kita bisa jujur tentang segala hal. Katakan apapun itu walaupun hal itu mungkin sangat menyakitkan. Katakan semuanya walaupun hal itu terasa sangat berat. Karena jika kita jujur, kita bisa saling membantu. Kita tidak akan merasa sendirian dan kita bisa lebih memahami satu sama lain. Bagiku, kau, Chanyeol dan Yoora noona adalah segalanya. Aku tidak bisa memilih siapa yang harus aku temani atau aku tinggalkan. Karena di mataku, kalian satu. Jadi, jangan menyuruhku untuk pergi menemani Chanyeol karena aku tau kau juga sedang membutuhkan seseorang di sampingmu.”

Air mata itu kembali merembes melalui kedua sudut mata Sehun. Pria itu menunduk, menyembunyikan tangisannya. Dia ingin mengatakan terima kasih namun tenggorokannya terlalu cekat. Dia tidak bisa bicara. Hanya bisa menyampaikannya dalam hati. Terima kasih, Luhan. Terima kasih.

***___***

 

Ada sebuah taman yang terletak tak jauh dari kantor polisi. Sebuah taman kecil yang tidak terlalu ramai karena tempatnya tidak cukup strategis. Disana, kini dua pria dewasa itu duduk bersampingan dengan gelas kopi di tangan mereka. Mungkin saja ini pertama kalinya, karena mereka sudah lupa kapan terakhir kali mereka bersama.

“Kau baik-baik saja?”tanya Kris buka suara pertama kali.

Tao mengangguk, “Sangat baik.”jawabnya. “Kau?”

Pria tinggi itu tertawa renyah, “Tidak ada yang berubah dariku. Aku tetap seperti ini.”

Tao menyesap kopi hangatnya lebih dulu sebelum membalas ucapan Kris, “Ini terasa sedikit canggung. Tapi terima kasih.”serunya tetap menatap ke depan. “Aku sudah tau semuanya jadi kau tidak bisa mengelak lagi.”

“Siapa yang memberitahumu? Kai?”

Tao menggeleng, “Luhan.”ucapnya. “Dia menceritakan semuanya padaku kemarin.”

“Sudah ku duga mereka tidak bisa menjaga rahasia.”desahnya. “Lalu? Kau kecewa padaku? Karena aku adalah seorang pengkhianat.”

“Tidak.” Di luar dugaan, Tao menjawab itu tanpa pikir panjang. Pria itu menoleh, menatap Kris. “Mungkin kau sedikit bersalah. Tapi, aku bangga padamu, ge.”

Ucapannya membuat Kris seketika tertegun.

“Selama ini, kau selalu melakukan segala hal sendirian. Tidak ada yang menemanimu dan mendukungmu. Bahkan aku tidak pernah mendengarkan ucapanmu. Semua itu… pasti sangat sulit, kan?”ucapnya pelan. “Maafkan aku. Selama ini aku selalu salah sangka padamu. Aku tidak pernah mau mendengarkan apalagi mengerti. Aku selalu berpikir jika kau terus mengganggu hidupku. Tapi ternyata, kau sangat melindungiku.”Pria itu tertunduk penuh penyesalan. “Maafkan aku dan terima kasih.”

Kris masih terdiam untuk beberapa saat hingga sebuah senyum kecil tercipta di bibirnya. Pria itu mengulurkan tangan, menghusap kepala Tao lembut.

“Kau tau betapa bahagianya aku saat kau memanggilku ‘kakak’?”serunya. Tao menoleh. “Karena aku adalah kakakmu jadi akan ku lakukan agar kau baik-baik saja. Kesalahpahaman itu muncul karena aku tidak bisa mengekspresikan perasaanku dengan baik. Tapi sekarang, aku lega karena kau bisa mengerti.” Ia kembali tersenyum. “Terima kasih karena sudah mengerti.”

 

Luhan pergi ke rumah Suho seorang diri setelah mengetahui alamat rumahnya dari Kai. Di depan rumahnya, tanpa sengaja ia berpapasan dengan Chen. Keduanya sama-sama terkejut, namun beberapa saat kemudian Luhan ingat jika pria itu adalah adik kandung Suho.

“Apa yang kau lakukan disini?”tanya Chen langsung salah tingkah.

Luhan tersenyum, “Jangan khawatir. Aku sudah tau semuanya.” Ia menjawab kegugupan Chen membuat pria itu mengerutkan keningnya.

“Kau?”

Luhan mengangguk, “Ada yang ingin aku bicarakan dengan Suho. Aku duluan, ya.”

Meninggalkan Chen yang masih bingung dengan ucapannya, pria itu masuk ke dalam rumah Suho dan menemukan pintu rumahnya terbuka. Tanpa pikir panjang, pria itu masuk ke dalam rumahnya.

“Kenapa pintu rumahmu terbuka?” Ternyata pria itu sedang duduk di sofa ruang tamu.

“Aku lupa menutupnya.”jawabnya dengan helaan napas panjang. “Ada apa? Mau memukulku juga?”

“Apa lukamu parah?” Luhan menjatuhkan diri di hadapan Suho sambil menunjuk memar di sudut bibirnya.

“Tidak juga. Mungkin beberapa hari akan sembuh.”

“Kau berkelahi?” suara Chen juga terdengar saat pria itu muncul. “Siapa yang memukulmu?”

“Hanya salah paham.”jawabnya pendek. “Kemana saja kau selama ini? Kau tidak pernah muncul.”

“Justru aku datang untuk bertanya tentang itu. Kenapa kau tidak pernah menghubungi kami lagi? Apa sudah tidak ada pekerjaan?” Namun baru beberapa saat menanyakan itu, dia langsung melirik kearah Luhan. “Kau benar-benar tau tentang ini, kan? Aku tidak salah bicara, kan?”

“Iya aku tau.”angguknya.

“Ada sedikit masalah. Sepertinya aku akan menghentikan misi itu untuk beberapa saat.”

“Kenapa? Apa yang terjadi?” Chen duduk di samping Luhan. “Apa ini ada hubungannya dengan dia?” ia menunjuk Luhan. “Aku masih tidak percaya dia sudah mengetahui semuanya? Bukankah seharusnya kita merahasiakan itu?”

“Ada beberapa hal yang telah terjadi. Aku akan menjelaskannya padamu nanti.”jawab Luhan. “Sekarang, tujuanku kemari adalah ingin bertanya tentangmu apa yang harus aku lakukan.”

Salah satu alis Suho terangkat, “Kau? Kau tidak perlu melakukan apapun. Kau bukan bagian dari anggota.”

“Aku tau. Tapi saat ini keadaan Sehun tidak begitu baik. Anggap saja aku adalah penggantinya.”

“Apa kau pikir ini hanyalah mainan? Tidak ada yang bisa menggantikan Sehun. Kau tau itu.”

“Iya aku tau.” Balas Luhan setuju. “Aku tau mungkin aku tidak secekatan dia. Hanya saja… aaah… ini karena kau yang datang tanpa mendengar penjelasan dulu.”desahnya. “Yoora noona adalah kakak kandung Chanyeol dan kau membongkar semuanya di depan mereka. Kau tau betapa depresinya Sehun karena masalah ini? Mungkin jika kita tidak memantaunya, dia akan bunuh diri.”

“Ya, apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa Sehun mau bunuh diri?” Chen angkat suara.

“Ini karena kalian tidak terbuka padaku.”sahut Suho pelan. “Jika kalian memberitahuku tentang Yoora, mungkin aku tidak akan melakukan itu. Aku pasti akan menyembunyikannya. Kemarin, aku memang emosi. Aku hilang akal karena aku pikir Sehun akan berkhianat.”

Luhan menghela napas panjang, “Chanyeol menemukan fotomu bersama dengan Yoora noona. Dia curiga jika kau dan kakaknya memiliki hubungan khusus di masa lalu. Lalu dia memberitahu Sehun tentang itu sehingga Sehun mencaritahu sendiri kebenarannya,. Setelah tau jika ada kemungkinan Yoora terlibat dalam kasus ini, dia memutuskan untuk tidak melibatkan Chanyeol. Karena dulu, Chanyeol pernah memiliki trauma tentang kecelakaan orang tua nya.”

“Aku dan Yoora—“

“Yah, aku sudah tau.”potong Luhan. “Aku sudah tau semuanya.” Kemudian pria itu berdiri dari duduknya. “Tolong hubungi aku jika ada sesuatu yang harus di lakukan. Untuk sementara ini, aku harap kau tidak melibatkan Sehun. Aku pulang dulu.”

***___***

 

Langkah kakinya menapaki tempat itu tanpa suara. Seluruh indranya siaga dengan kedua mata yang terus mengedar mengawasi keadaan. Tepat beberapa minggu lalu, di tempat itu… yah, dia masih bisa mengingat dengan jelas rasa sakitnya.

Karena sudah berlalu cukup lama, tidak ada yang tersisa. Tidak ada yang bisa ia jadikan petunjuk. Namun beberapa saat kemudian dia teringat sesuatu. Kayu pemukul yang seharusnya bisa dijadikan alat petunjuk menghilang dari sana. Bahkan tanda-tanda jika seseorang pernah di pukuli disini benar-benar lenyap.

Pria itu berdiri lalu berjalan masuk ke dalam gudang. Menggunakan lampu dari ponselnya sebagai penerangan. Ia menelusuri seluruh ruangan, matanya semakin menajam dengan gerakan yang hati-hati. Satu saja. Setidaknya dia harus punya petunjuk.

Ah!

Sehun langsung membungkuk begitu melihat sebuah benda kecil tergeletak di lantai. Ia mengapit ponselnya di kedua bibir semetara tangannya segera memakai sarung tangan. Hati-hati, ia memasukkan benda kecil itu ke dalam sebuah plastik bening.

Setelahnya, dia langsung menghubungi Kris. Tidak butuh waktu lama, suara Kris terdengar menjawab panggilan.

“Ada apa?”

“Kita harus bertemu. Sekarang.”

***___***

 

Sudah lewat dua jam. Suho terus menatap kearah rumah itu dengan sorot mata teduh. Wujudnya nyaris tidak terlihat karena dia berdiri di belakang penerangan lampu jalan. Tidak bersembunyi namun seolah ia sedang menyembunyikan diri. Penyesalan itu di rasakannya begitu dalam. Semua ini terjadi karena tindakan gegabahnya. Jika saja dia bisa mengendalikan emosinya. Semua ini pasti tidak terjadi.

“Junmyeon?” Sebuah suara tiba-tiba membuyarkan ketenangannya. Suho menoleh dengan keterperangahan karena seseorang memanggilnya dengan nama aslinya. “Apa yang kau lakukan disini?”

Suho menatap wanita tinggi itu tanpa suara. Tenggorokannya seketika tercekat. Ia menelan ludah susah payah sambil mengumpulkan keberanian. Namun usahanya sia-sia, ia tetap tidak menemukan keberanian itu.

Seorang wanita yang ternyata adalah Yoora itu berjalan mendekat, mempersempit jarak diantara keduanya. Segera setelah keduanya saling tatap, keheningan pekat langsung menghampiri mereka. Kenangan itu serta segala bentuk penyesalan, keduanya sama-sama merasakan itu.

“Yoora…. Aku….” Suho kembali menelan ludah. Kedua tangannya mengepal di samping tubuh. “Aku minta maaf.”suaranya terdengar sangat lirih dan bergetar hebat. Pria itu kemudian menunduk, tidak berani menatapnya. “Tapi ini bukan salah Sehun.”serunya lagi. “Dia tidak melakukan apapun. Dia tidak bersalah. Ini adalah salahku. Aku yang memulai semua ini.” Ia mengangkat wajahnya, kembali menatap Yoora. “Jadi jangan menyalahkannya lagi.”

Setelah ia mengucapkan hal itu, pria itu berbalik dan mulai melangkah pergi. Di tempatnya, Yoora memejamkan kedua matanya erat-erat.

“Kenapa?”serunya menghentikan langkah Suho sesaat setelah ia membuka mata. “Kenapa kau melakukan ini?”

Suho berbalik, menatap wanita itu lurus, “Aku harus tau pelakunya.”

“Kalau begitu, aku akan membantumu. Biarkan aku membantumu.”

Pria itu menggeleng dengan senyum tipis, “Jangan kembali.”ucapnya pelan. “Anak itu telah mengorbankan semuanya demi dirimu. Jika kau kembali, semua pengorbanannya akan sia-sia.”

***___***

 

“Ya, kau kemana saja? Aku mencarimu di rumahmu!” Tao langsung mencekal kedua bahu Sehun begitu dia dan Kris sampai.

Sehun menghela napas panjang, “Kenapa kau bawa dia?”keluhnya pada Kris.

“Dia ada di sampingku saat kau menelpon.”jawabnya. “Aku membeli ponsel baru jadi mulai sekarang jangan hubungi aku di nomor ponsel utamaku. Aku takut jika seseorang menyadapnya.”

Sehun mengangguk lalu melirik kearah Tao, “Apa yang kau lakukan disini? Pulanglah. Sudah ku bilang jangan ikut campur.”

“Jangan ikut campur kepalamu!” Tao memukul kepala Sehun kesal. “Selama ini kau bahkan menyembunyikan hal ini dariku. Dan sekarang kau menyuruhku untuk tidak melakukan apapun? Kau cari mati?!”

Sehun kembali menghela napas, “Ini berbahaya. Biarkan aku dan Kris yang melakukannya.”

“Berhenti bersikap seperti pahlawan.”

“Tao, tolonglah…” mohon Sehun. Selain tidak ingin Tao berada dalam bahaya, dia juga merasa tidak enak pada Kris karena telah melibatkan adiknya dalam kasus ini. Mereka bahkan baru saja berbaikan.

“Sudahlah. Biarkan saja. Aku juga sudah melarangnya tapi dia bersikeras ingin ikut.”seru Kris.

Sehun mendengus, “Dasar brengsek.”umpatnya. Kemudian pria itu mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan memberikannya pada Kris. “Aku menemukan ini di gudang kosong. Apa mungkin kau bisa menyelidikinya? Sidik jari atau hal-hal semacam itu…”

“Apa kau juga menyentuh ini?”

Sehun menggeleng, “Tidak. Aku pakai sarung tangan saat mengambilnya.”ucapnya. “Aku tidak menemukan kayu pemukul atau kursi yang di duduki ayahku waktu itu. Tapi aku menemukan ini. Apa bisa membantu?”

Kris mengangguk, “Yah, ini bisa membantu. Aku akan membawa ini ke tim forensik untuk menyelidikinya. Kerja bagus.”

***___***

 

Wanita itu termenung di depan rumahnya setelah kembali gagal membujuk Chanyeol untuk makan. Sejak kemarin, adik laki-lakinya tidak keluar kamar. Walaupun ia telah berkali-kali memohon padanya.

“Noona, maafkan aku. Dia juga tidak mau membuka pintu kamarnya.” Suara Kyungsoo terdengar di belakangnya.

“Tidak apa-apa. Aku akan mencoba membujuknya lagi nanti.”

“Noona juga belum makan, mau aku ambilkan sesuatu?”

“Tidak. Masuklah ke dalam. Aku ingin sendiri.”ucap Yoora membuat Kyungsoo juga menyerah. Aaah, dua orang ini sangat keras kepala.

“Aaaah, anak itu. Kenapa belum pulang juga?” Dari rumahnya, ibu Luhan keluar. Tanpa sengaja menoleh ke kanan, ia terkejut melihat Yoora sedang duduk seorang diri di teras. “Yoora? Kau sudah pulang?”

“Oh? Omoni?” Yoora juga terkejut. “Iya, aku merasa tidak enak badan jadi aku pulang lebih awal.”

“Jika kau tidak enak badan, kenapa kau duduk di luar? Kau bisa masuk angin. Mau aku buatkan air hangat?”

“Tidak. Tidak perlu omoni.” Wanita itu menggeleng sambil mengibaskan tangannya. “Kenapa omoni ada di luar?”

“Luhan belum pulang. Apa dia pergi bersama Chanyeol?”

“Tidak. Chanyeol ada di dalam.”jawab Yoora pelan.

“Huh? Benarkah? Apa dia pergi bersama Sehun?”gumamnya. “Kenapa mereka pergi tanpa Chanyeol?”

Ibu Luhan bergumam pelan tanpa mengetahui efek dari pertanyaannya bagi wanita itu. Yah, bukankah seharusnya mereka selalu bersama?

Menyadari Yoora yang kini jatuh melamun, ibu Luhan menghampirinya. Tangannya terulur menghusap kepala Yoora membuat wanita itu lagi-lagi terkejut.

“Ada apa? Apa terjadi sesuatu?”

“Ah, tidak. Tidak ada apa-apa. Omoni tidak perlu khawatir.”

“Jangan berbohong padaku. Aku bisa melihat semuanya dengan jelas.” Namun Yoora hanya diam, kepalanya menunduk dalam. Ibu Luhan tersenyum sambil terus menghusap kepala wanita itu.

“Yoora-yah, jika Chanyeol dan Sehun bertengkar, itu adalah hal yang biasa, kan? Mereka memang sering bertengkar tapi keesokan harinya mereka akan saling minta maaf dan kembali berteman lagi.”ucapnya. “Tapi jika kau yang bertengkar dengan Sehun, itu bukan hal yang biasa. Ini pertama kalinya.”

Ucapan ibu Luhan sontak membuat Yoora menoleh, “Omoni…”

Ibu Luhan kembali tersenyum, “Yoora-yah, kau ingat ketika ada beberapa anak laki-laki yang mengganggumu? Saat itu, Chanyeol memanggil Sehun untuk menemaninya. Mereka berdua memberikan peringatan pada anak-anak itu padahal saat itu mereka masih sangat kecil.” Ibu Luhan tertawa kecil mengingatnya. “Chanyeol tidak memanggil Luhan karena dia tau jika itu akan mempengaruhi beasiswanya. Jadi apapun yang terjadi, dia akan memanggil Sehun pertama kali.”

“Lalu saat kau melanjutkan pendidikanmu di Amerika, saat Chanyeol menangis karena kau pergi, sepulang dari bandara, Sehun membeli susu pisang agar Chanyeol berhenti menangis. Kau tau? Dia menggunakan uang tabungannya yang seharusnya ia gunakan untuk membeli baju seragam baru.” Wanita paruh baya itu kembali tertawa. “Dan di hari pertamamu bekerja di rumah sakit, Chanyeol benar-benar khawatir padamu sehingga dia juga ingin pergi menemanimu. Saat itu Sehun terus meyakinkannya jika kau akan baik-baik saja dan melakukan yang terbaik. Tapi pada akhirnya, dia pergi sendiri untuk memastikan keadaanmu. Apa kau baik-baik saja dan apa kau di perlakukan dengan baik disana.”

Kedua mata Yoora mulai terbungkus air mata. Wanita itu buru-buru menunduk untuk menyembunyikan wajahnya.

“Aku tidak memihak siapapun. Hanya ingin mengingatkanmu jika dia adalah seorang anak bodoh yang terlalu polos. Dia memang terlihat kuat di luar tapi sebenarnya dia sangat lemah. Hidupnya sangat kesepian hingga dia menjadikan orang lain sebagai hartanya yang paling berharga. “ Ibu Luhan menghentikan ucapannya sejenak, tangannya terulur menggenggam tangan Yoora erat. “Kau tau kenapa aku mengabaikan semua omongan orang-orang tentangnya? Karena aku tau bagaimana dirinya. Aku lebih tau siapa dia lebih dari dari siapapun. Tidak perduli jika orang-orang memanggilnya biang onar atau sampah masyarakat, di mataku dia tetaplah seorang anak yang akan meminta maaf saat dia melakukan kesalahan. Dia tetap seorang anak yang akan merengek padaku ketika dia lapar. Dan dia tetap seorang anak yang akan menangis saat orang-orang meninggalkannya. Yah, dia bukan orang lain. Dia bukan anak tetangga atau sahabat Luhan sejak kecil. Dia adalah anakku. Sama sepertimu dan Chanyeol. Kalian semua adalah anakku. Jadi, saat salah satu dari kalian melakukan kesalahan, coba pikirkan itu sekali lagi. Karena kau adalah yang tertua, cobalah untuk memandang dari berbagai sisi. Ketika adikmu melakukan kesalahan, hukum atau pukul mereka seperti yang biasa kau lakukan. Tapi jangan pernah meninggalkan mereka. Karena bagaimanapun mereka, tidak perduli bagaimana mereka membuat keonaran, mereka tetap adik-adikmu.”

***___***

 

“Kau mencari petunjuk di gudang itu?! Sendirian?!”pekik Luhan tidak percaya. “Waaah, Oh Sehun… aku bahkan tidak bisa meninggalkanmu sebentar.” Decaknya geleng-geleng kepala. Duduk di samping Sehun, Tao hanya tertawa.

Sehun mendesah panjang, “Inilah alasanku kenapa aku tidak mau memberitahumu. Karena ketika aku akan melakukan sesuatu, kau akan mengomel. Ketika aku ingin pergi kesuatu tempat, kau akan mengomel lagi.”

“Setidaknya kau harus pergi bersamaku.”

“Kalian ini… kalian seperti pasangan suami-istri yang sedang bertengkar.”

Sehun langsung melirik kearah Tao kesal, “Dan kau? Apa yang kau lakukan di rumahku? Sudah ku bilang jangan datang kemari! Rumahku semakin terasa sempit!”

“Ya, aku tidak punya tempat untuk tidur. Biarkan aku menginap.”

“Bukankah kau sudah berbaikan dengan kakakmu? Pulanglah! Kau bahkan punya rumah yang besar dan ber-AC!”

“Aku tidak suka tinggal sendirian. Kris harus bekerja, dia tidak akan pulang malam ini.”

“Tapi—“

“Ya Oh Sehun!” Tiba-tiba Kai muncul. Kembali Sehun menghela napas panjang. Oh Tuhan, rumahnya sebentar lagi akan hancur. “Kau sudah baik-baik saja? Sepertinya kau sudah bisa tersenyum.”

“Jika kau hanya ingin menanyakan itu, sebaiknya kau pulang karena aku mau istirahat.”

Kai mendengus, “Bukankah seharusnya kau menyambutku dengan baik? Aku punya kabar gembira untukmu.”

Kening Sehun berkerut, “Kabar apa?”

Kai tersenyum menyeringai, “Kau tau kan aku suka pergi ke club? Dan kau juga tau jika aku punya banyak teman wanita.”

“Apa kau mau menawariku alcohol lagi? Itu kabar bagusnya? Sudah ku bilang aku ti—“

“Dengarkan aku dulu.”potong Kai. Sehun berdecak malas. “Aku punya informasi tentang keberadaan ayah Kyungsoo.”

Seketika mata Sehun melebar, “Apa?!”

“Aku tau dimana Do Gyung Shik berada.”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

26 thoughts on “FF : GROWL CHAP. 35

  1. osehn96 berkata:

    luluh deh bawaannya sampe omoni tau gitu huhuhu. Ya sehun anak bodoh yg terlalu polos.. Duhduh gemes :’D . Kai pergi ke klub nyari info lewat wanita. Sekilas inget drakor. Yoo si jin yg cari info ke wanita super seksi hahahaha. Gemes sangaaaaat baca tbc nya tuuuuh

  2. haphap berkata:

    huhuhuuuuu kasian sehun… tp akhirnya sehun dah nggak terlalu sedih lagi . ayo dong CY sama yoora noona cepetan sadar kalok sehun tu penting …

    • haphap berkata:

      oh ya kak ff yg lain jg dilanjutin dong …..banyak yg bagus-bagus hlo tp sayang kak enggak dilanjutin hehehe …. semangat deh kak

  3. desi mulya berkata:

    akhirnya update juga. seneng sehun sekarang ga nanggung beban sendirian dan udh ga terlalu sedih lagi. chanyeol sama yoora ayo dong baikan sama sehun kan kasian sehun nya😦 . next update jangan lama2 yaa
    #fighting

  4. Aya aya berkata:

    Yeyeyeye akhirnyaaa update jugaaaaa hhuuuhhhuuyyyyyyy . . . . . . . . Next nyaaaa ttp ditunggu bnget , , fighting

  5. ellalibra berkata:

    Eon oh mi ja bnr” dh bikin ank org mewek smp g berhenti” ini sumpah q smp skt dada krn trll baper tau rsny q ky ngerasain jd sehun huwwwwaaaaa ….. Eon the best top bgt lh ….dtunggu next fighting ” ^_^

  6. ajengaryaa berkata:

    Sumpah terharu sama ucapan eommanya Luhan…
    Bener,Sehun itu anak bodoh yang polos. Selalu mengutamakan oranglain daripada dirinya…
    Semoga Yoora bisa maafin Sehun,karena emang itu bukan salah Sehun…
    Semoga ngga ada yang halangin tujuan Sehun buat nangkep ayahnya sendiri…
    Keep writing eonni…

  7. So_Sehun berkata:

    Wah…nangis tersedu-sedu aku baca tentang sehun….😭😭😭…
    Noona jgn tinggalkan sehun sendiri yg salahkan bapakx kenapa sehun yg jd korban….seperti kata author mija jangan sampai satu kesalahan mengalahkan semua kebaikanx selama ini ya…nanti kalo terjadi apa2 sm sehun nyesel lo….
    Untuk kai daebakkk….tetep sm sehun ya…👍👍👍

  8. Ohunhun94 berkata:

    sedih part yoora ama ibu luhan:”(
    sehun..jan sok jadi pahlawan terus deh. well, teman emang gk harus bicara baik2 terus.

    trus lu hun, kapan punya rasa takut??

  9. Shofalina Han berkata:

    njirrrr… nangis diawal…
    eh diakhir malah ngakak pas Tao bilang HunHan kek suami-istri😀

    Tuh Yoora, dengerin ibunya Luhan..
    Tao kalau kaga punya tempat nginep, kenapa kaga nginep di rumah Luhan?
    kasian si Sehun.. udah rumah kecil, di tempatin sama dua manusia tower .-.

  10. nursaoh berkata:

    Seminggu yaa nunggu ini :’)) seneng bngett udah update… cpet update lgi ya kak.😀 jngan lupa sama ff autumn dan we are one we are exo.nya yaa… always nunggu kok :’D fighting!!

  11. han berkata:

    nyesek sumvah chapter ini kekeluargaan kebersamaanya sangat menyentuh , bca ff ini bnyak bnget palajaran hidupnya ..
    tp chapter kyaknya agak pendek yah?
    ditunggu next chapternya panjangin lg ya kaka . hwaiting

  12. irnacho berkata:

    kai selalu bergunan di manapun berada ya haha
    entah kenapa kesini2 aku lebih suka sifat kai. biar pun dia baru masuk ke lingkaran persahabatan sehun dan belum lama kenal sehun tapi dia bisa lebih mengerti dan lebih bisa melihat dari berbagai sisi. sifatnya yg cuek dan masa bodo tapi di balik itu sebenernya dia yg paling care. sampe sahabatnya sendiri, chen aja di lupain hahaha
    ngomong2 yg lain keluarin lg dong. baekhyun, lay mereka kemana?

  13. Yaya berkata:

    Baper pas eomma Luhan cerita ttang masa lalu mereka 😢
    Chen kmbali🙆
    Sneng skrang kris & Tao udah baikkan…
    Sehun fighthing…✊

  14. Nanako gogatsu berkata:

    Sumpah sumpah sumpah… Q baca chapter mewekkk mulu woyyy.. Hiks hiks hiks T.T so sweet banget lah tu kata” ibu-nya luhan,, salut ama kmu omoni..,, ahhh.. Chapter yang menguras air mata… Pokoknya daebak…

  15. HunHo_Suho berkata:

    Mendapat dua adegan mengharukan kaaa, tao-kris dan yorra-ibuluhan 😭😭😭😭 sehun terlalu melindungi orang sampai lupa melindungi dirinya sendiri, yup benar chan-sehun bertengkar itu biasa klo yoora-sehun itu baru luar biasa, ibu luhan peka banget yaaa cobaa doi juga peka #LahGesrekkk# okok chan boleh stress tpii apa dia ga ingat pengorbanan sehun? Ah lupa kan sehun larang buat mereka terlibat dan chan pasti gaa tau kebaikan sehun😭😭😭😭 syedihhhh huhhh ini makin ke sini mainnya pakek perasaan deh jadii baperan daahhh

  16. oh eunraa berkata:

    cepet lanjutin kak .gak sabar nunggu kelanjutan nya .nasib sehun nya gimana ^^.ff nya keren .semangat ngelajutinnya ya thor

  17. Jung Han Ni berkata:

    terharu T_T apalagi pas bagian yg hunhan T_T
    sudahlah yoora maafkan sehun, chanyeol juga, kasian sehun
    keep writing n hwaiting eonni! ^^

  18. mongochi*hae berkata:

    baca bagian part omoni..
    ak baper..
    sehun-ah…..
    keep strong,ok

    humpptt..
    ternyata ad gunany jga ya kai suka keclub klo hasilny dpt informasi yg whoah gini hhhee…
    kira2 hal ap slnjutny yg akn mereka lakukan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s