FF : GROWL CHAP. 34

Growl

Tittle              : Growl

Author            : Ohmija

Cast                : EXO and Park Yoora

Genre              : Action, Friendship, Family, Romance

Langkah-langkah panjang CHanyeol menghampiri Sehun dengan cepat, kedua tangannya terulur, mencengkram kerah baju pria tinggi itu.

“JAWAB AKU!”bentaknya.

Sehun tidak bersuara. Dengan kedua mata yang menatap lurus Chanyeol, pria itu melepaskan cekalan di kerah bajunya. Chanyeol membalasnya dengan tatapan bingung. Sehun terlihat menelan ludah dengan susah payah. Kepalanya menunduk sesaat sebelum akhirnya ia kembali menatap Chanyeol.

“Itu benar.”

Pria itu menjawabnya dengan nada lirih. Dengan seluruh sesal dan seluruh rasa sakit yang selama ini ia pendam. Pada akhirnya ia mengakuinya, untuk seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya. Untuk seseorang yang sudah ia anggap lebih daripada seorang sahabat.

Chanyeol nyaris lumpuh. Langkahnya terhuyung mundur, nyaris saja ambruk jika Tao tidak buru-buru menangkapnya.

“Tidak mungkin…”lirih Chanyeol. “Tidak mungkin! Kau pasti bercanda! Tidak mungkin!!!!” Chanyeol menggeleng kuat-kuat, menolak semua pengakuan Sehun. “Kau pasti sedang mengerjaiku, kan? Orang-orang ini… kau pasti menyuruh mereka mengerjaiku, kan?”

Kembali Sehun menelan ludah. Kedua matanya terpejam kuat. Berusaha keras untuk menahan seluruh rasa sakit yang ingin menyeruak. Beberapa saat kedua rahangnya mengatup keras.

“Itu kenyataan.”ulangnya lagi masih dengan suara lirih. “Ayahku… dia melakukannya. Dia membunuh orang tuamu serta nenek dan kakekmu. Itu bukan kecelakaan ataupun bunuh diri.”

“Tidak mungkin…” Chanyeol kembali menggeleng. Digenggamnya lengan Tao kuat-kuat karena seketika ia kehilangan seluruh tenaganya. Chanyeol pucat pasi. Nanar, di tatapnya sosok di depannya dengan tatapan tak percaya. “Kenapa?”tanyanya. “Bukankah kita adalah keluarga? Kenapa?”

“Chanyeol, maafkan aku…”

“Tidak. Ini pasti bohong. Aku tidak akan mempercayaimu. Ini pasti hanya kebohongan!” Chanyeol meluruh ke tanah. Air matanya merembes melalui kedua sudut matanya membuat Tao harus memeluknya untuk menenangkannya.

“Hentikan!” Tiba-tiba Yoora muncul dari dalam rumah. Ia menghampiri Sehun dan berdiri di depannya. Menatap pria itu dengan mata yang mulai memerah, “Jangan bicara lagi.” Kemudian wanita itu menoleh ke belakang dan berjongkok, kedua tangannya terulur, mengatup pipi Chanyeol.

“Chanyeol, ini noona. Kau tidak apa-apa, hm? Ini noona.”

“Noona…” suaranya terdengar serak. “Ini… tidak benar, kan?”tanyanya, “Oema, appa… harmoni dan haraboji… mereka kecelakaan, kan? Mereka tidak bunuh diri ataupun di bunuh. Mereka kecelakaan, kan? Noona memberitahuku waktu itu. Iya, kan?”

“Chanyeol…”

“Katakan padaku noona. Aku mohon. Katakan padaku.”

Tangis Yoora pecah, di jangkaunya adik kandungnya itu dengan kedua tangan dan di tariknya ke dalam dekapan. Yoora memeluk Chanyeol erat-erat. Kenyataan macam apa ini? Kenapa? Kenapa jadi seperti ini?

“Chanyeol… maafkan noona. Maafkan noona….”

Sehun tetap diam, karena tidak ada lagi yang bisa ia katakan. Kedua matanya menatap dua orang itu dalam sorot penyesalan. Perlahan, kepalanya tertunduk dalam. Isak tangis dua orang itu menghantam dadanya telak.

Dia tau dia tidak bisa menyembunyikan hal ini selamanya. Dia tau cepat atau lambat, kenyataan akan terbongkar. Hanya saja… kenapa harus mereka?

Karena dia tidak siap, dan mungkin tidak akan pernah siap jika harus kehilangan mereka. Selama ini, mereka adalah alasan kenapa dia tetap hidup. Mereka adalah semangat dari seluruh rasa sakit akan kehancuran keluarganya. Lalu, kenapa harus mereka?

Sehun berjongkok, tangannya terulur, sudah akan menyentuh Chanyeol namun Yoora langsung menepisnya, “Pergilah.”ucapnya. “Aku tidak ingin melihatmu.”

“Noona, tapi…”

“Sehun.” Kris menarik lengan Sehun agar pria itu berdiri. “Sehun, kita tunggu saat yang tepat.”

“Kris, tapi aku harus menjelaskannya.”

“Ayo.” Dibantu oleh Kai, keduanya menyeret Sehun agar dia pergi dari sana. Mengabaikan pemberontakannya serta jeritan permintaan maaf. Yang jelas saat ini, dia harus menenangkan dirinya terlebih dahulu.

Luhan menatap pemandangan itu nanar. Tidak ada yang bisa ia perbuat karena keduanya adalah sahabatnya. Ia tau Sehun tidak bersalah, tapi saat ini, Chanyeol dan Yoora sedang terluka. Dia tidak mungkin pergi bersama Sehun dan meninggalkan orang-orang yang sedang menangis ini. Namun di sisi lain, dia juga tau jika Sehun sama terlukanya. Mungkin jauh lebih terluka.

***___***

 

Tao langsung menarik lengan Luhan dan menyeret pria itu menuju halaman belakang rumah Chanyeol.

“Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi!”

“Ini bukan saat yang tepat, Tao.”balas Luhan hendak berlalu.

Namun Tao kembali menarik lengannya, “Katakan padaku!”bentaknya.

Luhan menghela napas panjang, “Sehun memang sengaja menyembunyikan hal itu karena dia takut trauma Chanyeol akan kembali. Dia berniat untuk menangkap ayahnya sendiri dan menghukumnya baru mengakui hal itu. Tapi tidak ku sangka, kenyataan justru terungkap secepat ini.”

“Lalu kenapa Kris juga ada disana? Bagaimana bisa kalian mengenal Kris?”

Luhan terdiam sejenak, “Kakakmu adalah mantan anggota FBI.”ucapnya pelan. “Dia, Suho dan Yoora noona pernah bekerja sama dulunya.”

“Maksudmu… Yoora noona…?”

Luhan mengangguk, “Yoora noona adalah anggota NSA dulunya.”

“Apa?”seru Tao tidak percaya.

“Kali ini, Kris dan Sehun sedang bekerja sama untuk menangkap orang-orang dari organisasi itu. Setidaknya, mereka harus menangkap ayah Sehun atau ayah Kyungsoo.”

“Kenapa kalian tidak memberitahuku?”

Luhan kembali terdiam, apa dia harus mengungkapkan kenyataan lain juga?

“Kau bisa tanyakan itu pada Kris atau Sehun.”

“Luhan!” paksa Tao. “Aku mohon.”

Luhan mengacak rambutnya frustasi. Ia mendorong tubuh Tao kuat lalu berteriak sekencang-kencangnya. Dadanya terasa sesak, sungguh, benar-benar sesak. Kenapa persahabatan mereka harus diuji seperti ini?!

“Dengar dan jangan katakan ini pada siapapun.” Kedua rahang Luhan mengatup keras. “Kris telah melakukan pengkhianatan dalam tim itu. Dia yang memberitahu pada orang-orang organisasi itu tentang keberadaan orang tua Suho malam itu. Yah, Suho benar. Itu bukan kecelakaan. Namun seseorang telah membuat pembunuhan itu terlihat seperti kecelakaan. Dan Kris adalah orang yang memberikan informasi itu pada mereka.”jelas Luhan dengan suara pelan namun jelas. “Kenapa kami tidak memberitahumu, karena ini adalah permintaan Sehun. Dia tidak mau kau terlibat terlalu jauh karena dia memikirkan hubunganmu dan Chanyeol. Kita semua tau jika Chanyeol sangat membenci Kris, jika dia tau Kris dan Yoora noona saling mencintai, dia khawatir kalian berdua juga akan menjadi renggang, Selain itu, dia juga memikirkan hubunganmu dan Suho. Jika Suho tau kebenarannya, mungkin dia juga akan membencimu.”

“Apa?” Untuk yang kesekian kalinya Tao terperangah hebat. “Kris…? Dia… tidak mungkin.” Ia menggeleng. “Aku mengenalnya, dia bukan orang yang seperti itu. Dia mungkin sedikit kejam tapi dia tidak mungkin melakukan hal-hal yang bisa menjatuhkan harga dirinya. Dia tidak mungkin melakukannya!”elak Tao.

“Yah, aku tau.” Luhan mengangguk. “Tapi, coba pikirkan hal ini sekali lagi. Bahkan seseorang yang terlihat sangat kuat seperti Kris bisa di kalahkan dengan mudah. Itu artinya, mereka tau apa kelemahan terbesar Kris.” Luhan menghentikan ucapannya sejenak. Kedua matanya menatap lurus Tao. “Kau.”

Mata Tao terbelalak lebar, “Tidak mungkin…”

“Jika kau pikir selama ini dia membencimu, kau salah besar, Tao. Dia sangat menyayangimu, hanya saja dia tidak tau bagaimana cara untuk menunjukkannya. Dia begitu tertekan karena mungkin seseorang bisa saja melukaimu jika dia tidak melakukan perintah. Orang-orang itu mengancam Kris jika dia tidak melakukan hal-hal yang mereka suruh, mereka akan membunuh orang tuanya, Yoora noona dan kau. Selama ini, alasan Kris menyuruhmu untuk ikut latihan bela diri agar suatu saat, jika orang-orang itu datang dan dia tidak bisa melindungimu, kau bisa melindungi dirimu sendiri.” Jelas Luhan yang berhasil membuat Tao seketika bungkam. “Maafkan aku, Tao. Selama ini aku juga membenci Kris. Tapi semua ini hanya kesalahpahaman. Kris tidak seburuk itu. Dia hanya orang yang rela berkorban untuk orang-orang yang ia sayangi. Selama ini, dia selalu melakukannya sendirian.”

Tao termundur beberapa langkah ke belakang, punggungnya menghantam tembok batu dengan keras. Namun, dia sudah tidak bisa merasakan rasa sakitnya. Perlahan, ia terduduk di tanah. Di tenggelamkan kepalanya di dalam lipatan kedua lengan yang bertopang diatas lututnya.

Tangisnya juga pecah. Tangis penuh penyesalan pada sosok yang selama ini di bencinya. Dia pikir dia sudah tidak memiliki keluarga. Dia pikir selama ini dia sendirian. Tapi ternyata, ada seseorang yang terus melindunginya dalam diam. Ada seseorang yang rela berkorban demi keselamatannya. Namun ia justru membencinya.

Luhan berjongkok di depan Tao, mengulurkan tangan dan menepuk pundak sahabatnya itu. “Cobalah bicara padanya secara baik-baik. Dia adalah kakakmu.”

Tao mengangkat wajahnya perlahan, menatap Luhan dengan wajah yang sudah basah, “Aku sudah sangat terlambat, kan?”isaknya. “Sudah sangat lama aku membiarkannya melakukan sendirian.”

“Tidak perduli kau sudah terlambat atau tidak, yang terpenting kau sudah mengetahuinya.”ucap Luhan lembut. “Aku tidak tau apa yang akan terjadi setelah ini. Aku tidak tau bagaimana persahabatan kita akhirnya tapi aku lega karena akhirnya kau bisa memperbaiki hubunganmu dengan kakakmu.. Mulai sekarang, percayalah padanya.”

Tao menghusap air matanya lalu berdiri, “Ini semua tidak akan terjadi jika si brengsek itu tidak datang.”serunya lalu berjalan pergi.

Luhan langsung berdiri, Tao, kau mau kemana?”

“Membunuhnya.”

Mata Luhan sontak melebar. Di kejarnya langkah panjang Tao hingga ke depan rumah Chanyeol. Suho terlihat masih berdiri disana, tenggelam dalam pikirannya sendiri. Tanpa pikir panjang, Tao langsung menarik kerah baju Suho dan memberikan pukulan keras tepat di wajahnya.

“Tao!” Luhan berlari kesana, berusaha menahan Tao. “Tao, hentikan!”

“Apa ini yang kau inginkan, hah?! Brengsek! Kau ingin menghancurkan persahabatanku?!”bentak Tao sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Luhan.

“Tao, sadarlah. Tao!”

“Aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan tenang jika terjadi sesuatu dengan sahabat-sahabatku! Aku tidak akan membiarkanmu!”

“Suho, pergi sekarang!”suruh Luhan. “Cepat pergi!”

Ada perasaan menyesal di dalam hati Suho namun Luhan benar. Ini bukan saat yang tepat baginya terus berada disana. Suasana masih panas dan dia sebaiknya pergi untuk sementara.

“ARRGGHH!!” Tao menendang kursi kayu yang ada di depan rumah Chanyeol hingga retak, melampiaskan seluruh amarahnya yang tidak lagi bisa di tahan.

Sementara Luhan hanya bisa menghela napas panjang. Apa yang akan terjadi antara Chanyeol dan Sehun?

***___***

Sementara di salah satu taman kota, Sehun terduduk seorang diri di pinggir danau. Air matanya belum ingin berhenti walaupun ia sudah berusaha keras menahannya. Penyesalan serta rasa bersalah yang tidak tersampaikan membuat dadanya terasa sesak. Kenapa tadi dia tidak meminta maaf? Kenapa tadi dia tidak memeluk mereka? Kenapa dia hanya berdiri seperti orang bodoh?

Kai dan Kris yang sejak tadi menjaganya di belakang, saling pandang lalu menghembuskan napas bersamaan.

“Apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Semua sudah terbongkar.”

“Aku tidak tau.” Kris menggeleng. “Sebaiknya kita tunggu hingga dia tenang. Dia yang bisa memutuskan sesuatu.”

***___***

 

Keesokan paginya, Sehun kembali ke rumahnya. Penampilannya terlihat sangat berantakan juga langkah-langkahnya yang diseret gontai. Kris harus bekerja jadi dia tidak bisa menemani, hanya Kai yang lagi-lagi harus menjaga pria itu dari belakang. Bahkan dari belakang saja, dia terlihat seperti orang yang tidak memiliki semangat. Ia berjalan dengan punggung yang sangat membungkuk.

“Sehun!” Luhan langsung berdiri begitu ia melihat Sehun sudah kembali. Sejak semalam, pria itu terus menunggu di luar sementara Tao menjaga Yoora dan Chanyeol di dalam. “Kau tidak apa-apa, huh? Kau baik-baik saja?”

Namun belum sempat Sehun menjawab, sebuah suara sudah lebih dulu terdengar, “Kau masih berani kembali?” Sebuah suara berat yang terdengar sangat dingin.

Sehun berbalik, Chanyeol sudah berdiri di depan rumahnya bersama dengan Tao. Sementara Yoora hanya berdiri di ambang pintu.

“UNTUK APA KAU KEMBALI?!”

“Chanyeol, aku bisa menjelaskan. Ini–“

Langkah-langkah panjang Chanyeol dalam sekejap menjangkau Sehun. Dan dalam sekejap mata, sebuah pukulan sudah mendarat mulus di wajah Sehun. Pukulan yang sangat keras hingga berhasil membuat Sehun tersungkur.

“Chanyeol!”pekik Yoora, wanita itu langsung berlari keluar.

Chanyeol mendorong tubuh Tao yang berusaha menghentikannya. Kembali menarik kerah baju Sehun dan memberikannya beberapa pukulan.

“Kau gila? Chanyeol lepaskan!” Kai dan Luhan juga ikut membantu.

Namun, Chanyeol seakan buta dan tuli. Tangannya masih terulur, berusaha menjangkau Sehun. Luhan dengan sigap menarik tubuh Sehun agar pria itu mundur sementara Kai melindunginya di depan. Tao juga merengkuh Chanyeol, memeluknya dari belakang agar pria itu tidak berontak lagi.

“Kau gila?! DIa sahabatmu!”bentak Kai sambil mendorong tubuh Chanyeol kuat. “DIA SAHABATMU!” kembali ia berteriak. Agar pria itu sadar. Agar dia membuka matanya lebar-lebar.

“Sahabat? Apa yang kau tau tentang persahabatan?!”balas Chanyeol. “Kau tidak tau apapun jadi jangan ikut campur!”

“Aku tau! Aku tau semuanya! Bahkan sebelum kau mengetahuinya, aku sudah tau lebih dulu!”balas Kai. Kemudian ia menoleh ke belakang, menatap Sehun, “Dan kau, bodoh! Kenapa kau diam saja?! Katakan padanya jika kau tidak bersalah!”

“Tidak bersalah?” Chanyeol tertawa mendengus. “Dia telah menghancurkan keluargaku! Dan kau bilang dia tidak bersalah?!”

“Dia tidak melakukan apapun tapi ayahnya!”sahut Kai dengan nada tak kalah tinggi. “Apa kalian baru saling mengenal kemarin lusa? Apa kalian baru saling mengenal satu sama lain?”tanya Kai. “Kenapa kau tidak bisa mempercayainya?! Dia adalah sahabatmu sejak kecil, brengsek!”

“Kai, sudahlah.” Luhan juga berusaha menahan Kai. Namun Kai langsung menepisnya.

“Aku muak dengan persahabatan kalian! Kenapa kalian selalu saling berkorban?! Kenapa kalian selalu menyembunyikan sesuatu?! Apa seperti ini persahabatan kalian itu?!”

“DIAM! Kau tidak mengerti apapun!”

“Kau yang tidak mengerti!”balas Kai cepat. “Selama ini, dia selalu memendam semuanya sendirian! Demi dirimu! Agar kau tidak terluka! Tapi, apa ini balasanmu atas pengorbanannya itu, hah?!” Kai sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi. “Kau pikir kenapa kau tidak pernah mendapatkan tugas?! Apa karena kau pikir Suho menghentikan penyelidikan?!” Pria itu menggeleng pelan. “Dia yang melakukan semuanya! Sendirian! Dia bahkan dipukuli habis-habisan agar kau tidak terlibat! Agar kau baik-baik saja!”

“Kai, hentikan.”ucap Sehun. “Aku lelah.” Pria itu berbalik, bergegas pergi menuju rumahnya.

Namun Kai masih tidak menyerah, ia mengalihkan tatapan pada Yoora yang sudah menangis terisak, “Dan noona….” Ucapnya. “Apa noona tidak bisa mempercayainya? Sedikit saja. Bukankah dia adalah adik noona? Bukankah selama ini dia yang selalu melindungi Chanyeol? Kenapa? Kenapa noona juga tidak bisa mempercayainya?”

“KAI!”bentak Sehun. Pria itu menghentikan langkah sesaat. Sorot mata teduhnya menatap Kai memohon, “Aku mohon. Hentikan.”

“Pergilah.” Tao menepuk sebelah pundak Kai. “Jangan ganggu dia untuk saat ini.”

“Aaaarrggh, brengsek!” Kai mengacak rambutnya frustasi lalu berbalik dan pergi.

Tao mengisyaratkan Kyungsoo untuk membawa Yoora masuk ke dalam sementara dirinya menarik lengan Chanyeol dan menyeretnya menuju halaman belakang rumah. Pria itu mendudukkan Chanyeol di sebuah kursi dan berdiri di depannya dengan kedua mata yang terarah lurus padanya.

“Pikirkan baik-baik.”serunya pelan. “Aku tau kau merasa sangat menderita saat ini. Tapi jangan sampai itu membutakanmu.”

Chanyeol hanya terdiam tanpa suara.

“Jika aku ada di posisimu, mungkin aku juga akan seperti ini. Aku mengerti. Tapi, pikirkan lagi, dia adalah Sehun. Sahabat kita. Sahabatmu. Bahkan kalian telah tumbuh bersama sejak kecil. Pikirkan sekali lagi. Dia tidak bersalah, Chanyeol. Yang melakukannya adalah ayahnya. Dan sekarang dia sedang berusaha untuk menangkap ayahnya demi menebus kesalahan yang sebenarnya tidak ia perbuat. Karena dia sangat menyayangimu.”

Chanyeol masih bungkam. Pria itu berdiri dan bergegas pergi namun suara Tao segera menghentikannya sejenak.

“Maafkan aku jika aku tidak berdiri disampingmu saat ini. Tapi aku mempercayainya. Aku percaya pada Sehun.”

Chanyeol memejamkan kedua matanya membuat air mata merembes melalui sudut matanya. Kemudian ia melanjutkan langkah, masuk ke dalam kamar dan mengunci dirinya disana.

Sehun memang sahabatnya. Tapi dia telah menderita selama ini. Bahkan hingga saat ini, masih ada sisa-sisa trauma dan depresi , serta akibat dari kejadian itu. Belum lagi, ketika para tetangga mulai membicarakan orang tuanya yang dianggap bunuh diri. Dia terus membawa beban itu selama ini. Beban yang tidak bisa hilang. Rasa sakit dan sesak itu. Serta kesepian dan kerinduan. Kenapa? Kenapa dia melakukannya pada orang tuanya?

Chanyeol terduduk di ranjangnya sambil memeluk lutut, tangisannya tidak berhenti. Pilu. Banyak pertanyaan yang tidak terjawab, membuat dadanya terasa sesak. Kali ini, dia benar-benar kesepain.

Ketika kemudian matanya beralih ke jendela kamarnya, tulisan disana semakin menghantam dadanya keras. Tulisan yang ia tulis saat Sehun memecahkan kaca jendelanya dulu. Tulisan yang ia tulis diatas perekat kertas yang kembali menyambung kaca jendelanya. Tulisan singkat yang berisi penuh kenangan masa kecilnya.

Jangan pecahkan kaca jendelaku lagi. Oh Sehun brengsek.

Setelah sekian lama, ini adalah pertama kalinya Tao kembali ke rumahnya. Butuh waktu sangat lama untuk menyadari semuanya, membuatnya sedikit malu. Tapi, kali ini dia lebih bersemangat. Ada senyum yang tercipta di bibirnya. Sebuah senyum kelegaan. Ternyata, dia adalah anak yang normal. Dia memiliki kakak yang juga menyayanginya seperti anak normal lain. Dia tidak sendirian. Dia bukan yatim piatu. Dia masih memiliki saudara di sampingnya.

Buru-buru ia menaiki anak tangga dan menuju kamarnya. Segera mungkin membersihkan diri dan mengganti baju. Setelah itu, ia kembali turun ke lantai dasar dan berjalan menuju garasi. Namun, ketika ia menyadari kemana tempat yang akan ia tuju, ia mengurungkan niatnya. Sebaiknya tidak membuat masalah lain.

Akhirnya, pria itu keluar rumah dan berjalan menuju halte bus. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya bus yang ia tunggu muncul. Masih dengan senyuman mengembang di bibirnya, pria itu memasuki bus dan duduk di salah satu kursi.

Ketika ia sampai di tujuan, Tao segera turun. Ini adalah pertama kali ia masuk ke dalam tempat itu sebagai orang umum, biasanya dia pergi ke tempat itu jika dia telah ‘tertangkap’ dan terpaksa harus menginap disana satu malam karena perkelahian atau balapan liar. Tapi kali ini berbeda. Kali ini, dia benar-benar datang atas kemauannya sendiri.

Xiumin yang duduk di dekat pintu sontak terkejut saat ia melihat sosok yang taka sing baginya, “Ya! Kau mau apa?!”serunya langsung berteriak. Pria itu menghampiri Tao sambil membawa pukulan besinya.

Tao menatap pria itu dengan kening berkerut, “Kenapa kau membawa pukulanmu? Aku tidak akan membuat ulah.”

“Apa yang mau kau lakukan disini, huh? Kau mau membuat onar?”

“Dimana Kris?”tanya Tao santai. “Aku ingin bertemu dengannya.”

“Kris? Apa kau baru saja menyebut namanya?”pekik Xiumin dengan mata melebar. Anak ini sudah keterlaluan.

“Kenapa? Apa kau tidak boleh bertemu dengan kakakku sendiri?”

Dan ucapan Tao barusan sekali lagi membuat Xiumin terperangah, “APA?!”

“Itu pasti ruangannya, kan? Aku pergi dulu.” Tao tersenyum lebar sambil menepuk pundak Xiumin seolah dia adalah teman lama.

“Ya! Ya!”

“Hey, siapa kau?” Seorang polisi lain juga berusaha menghentikan Tao.

“Aku ingin bertemu Kris. Minggir.” Ia mendorong tubuh polisi itu pelan.

“Ya, kau tidak boleh masuk kesini! Keluar!”

“Aku bilang aku ingin—“

“Ada apa?” Tiba-tiba Kris muncul. Pria tinggi itu lantas terkejut saat ia mendapati Tao ada disana. Salah satu alisnya terangkat, “Apa yang kau lakukan disini?”

Tao menepis tangan polisi yang menahannya lalu berjalan menuju Kris. Dan dengan gerakan tiba-tiba, pria itu memeluknya erat membuat semua orang yang ada disana terperangah. Termasuk Kris sendiri.

“Terima kasih, gege.”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

32 thoughts on “FF : GROWL CHAP. 34

  1. Hilma berkata:

    Aaa.,sumpah nyesek banget 😭😭😭
    Kenapa chanyeol sama yoora gak percaya sama sehun?!!! Sehun gak salah, dia gak tau apa2… Kasihan sehunn…. 😭😭
    Salut sama kai, pdhal dia baru kenal sehun tapi dia udah tau banyak tentang sehunnn.. Tolong disamping sehun terus nee kaiii…
    Kalau ada apa2 sama sehun, nanti nyesel lho chanyeoll…
    Tapi jangan bkin sehun meninggal nee chinguuuuuu….
    Next yaa., penasaran banget nihhhh

  2. ellalibra berkata:

    Huaaaaaaaa….. Sll bt q nangis kl dh bc ini ff hehehe …. Eon keren bgt yg bc smp ngerasa kl mrk ada n masalah mrk yg rumit itu ugh smp bgt ke ht…. Kereeeeen pkkny bt eon nya …, fighting sehat sll 😀

  3. osehn96 berkata:

    iyaaap setuju banget sama kai. Sebenernya mereka tuh persahabatan macam apa kalo tanpa percaya. Mereka hanya butuh kepercayaan. Saling percaya pliis udah gitu aja. Eaa Tapi sebrengseknya ayah sehun. Sehun masih ttep sebut ‘ayahku’ sebencinya sehun sama ayahnya mereka adalah seorang anak dan bapak, yg tak bisa dipisahkan krna satu darah eaaa. Sehun pasti masih sayang ayahnya krna tinggal 1satunya kluarga yg ia punya. Cuma gemesnya bapaknya seakan hilang akal. Hoaaah.

  4. han berkata:

    ah sumvah ini nyesek bnget , chanyeol yoora plis prcayalah pda sehun ..
    knapa jdi suka banget sma peran kai disini ya, author ngebuat kai benar2 keren disini. persahabatn kai sehun bikin iri pdahal mreka dulunya musuh ..
    ditunggu next chapternya, asap klo bisa ya kaka . fighting

  5. ajengaryaa berkata:

    Ah sumpah nyesek banget…
    Kasian Sehun ngga dipercaya Chanyeol sama Yoora…
    Untung ada Kai yang ada disisi Sehun terus…
    Aneh sih,tapi suka kalo pemeran utama dibikin menderita…
    Dan eonni,aku salah satu readers yang berharap ini sad ending…
    Hehehe

  6. irnacho berkata:

    Aku pikir yoora udh tau loh perihal ayahnya sehun yg terlibat. Tp ga taunya dia jg baru tahu. Agak kecewa sih sama reaksi mereka berdua, terutama yoora. Klo chanyeol sih, aku msh bs wajar karena dia yg paling terpukul dulu sampai trauma gitu. Klo yoora kan senggak nya dia lbh dewasa dan lbh bs bijak dalam menyikapinya. Taunya dia jg sama aja malah ga percaya sama sehun. Ih kesel.

  7. Ohunhun94 berkata:

    well, gue nunggu bngt penyelesaian chanhun nyaaaa!!! author nim, jan buat tmbh payah lg dong, sedih aing bcanyaT.T

  8. lzrprln berkata:

    thour sehunnya menderita amat. wkwk
    fast update. fast update. fast update.

    ff 12f 12k kapan dibukanya ? kangen ff itu. buat selingan nunggu growl , the lord of legend , autumn , daddy best friend , tree house , crazy without you nya di update. banyak maunya…heehhe

    fightinggggggggggggggggg 😀

  9. lzrprln berkata:

    ahhh…akhirnya update..makin seru.
    fast update fast update fast update…hihi
    ff 12 f 12 k kapan mau dibukanya ? kangen ff itu. buat selingan nungguin updatetan growl. the lord of legend crazy without you autumn house tree daddy best friend. hhe maap banya maunya.
    fightinggggggggg

  10. Rain berkata:

    huuaa, sedih baca chap ini, knp chan gak percaya sehun padahal sehun kan jg sm terlukanya, ditunggu banget chap berikutnyaa author nim

  11. Shofalina Han berkata:

    yaamplop..
    Sehun kasian .-.
    huh komentar dari part kemaren2 perasaan Sehun kasian mulu .-.
    baper baca epep ini..
    nangis kebawa arus eh suasana .-.
    cieee cieee Tao meluk Kris..
    akhirnya tuh adik kakak berdamai (?)
    sabar yah Sehun.. mungkin kalau bapak lu udah ke tangkep, semua berakhir .-.
    semua kesedihan berakhir.. entah berakhir bahagia atau berakhir sedih..

  12. desi mulya berkata:

    Author. sumpah ini nyesekk T_T kenapa sihh sehun mulu yg menderitaaa… reaksi nya yoora bikin kecewa banget, kirain setelah tau kebenarannya dia bkalan bersikap dewasa ehh taunya sama ajaa sama chanyeol. harusnya kan dia ga bersikap kaya gitu mengingat sehun selalu ngelindungi dia sama sehun.. untung ada kai yg selalu ada buat sehun,, yg tadinya musuh jadi sahabat lah kok yg sahabat malah jadinya saling benci.. thor aku juga berharap ini sad ending. truss nnti temuin sehun sama ayahnya yaahhh tpi dihadepan temen2, suho, kris, sama yoora noona. biar mereka tau gimana hubungan sehun sama ayahnya ..
    #fighting

  13. So_Sehun berkata:

    Wah tambah seru aje nih ceritax…
    Kai keren padahal kenal sehun cuma bentar yg adakan jd rival tapi bisa pahami sehun dgn baik drpada abang chan sama mb yoora yg dah dr kecil…
    Kai tetep jaga baby hunnie ku ya…jgn ditinggal sendirian disaat suasana sulit seperti ini…

  14. Jung Han Ni berkata:

    ciee tao ga benci lagi sama kris, cie dah, gimanakah reaksi kris? bingungkah? wkwk
    aigoo chanyeol jangan pukulin sehun doong T_T
    dan yg lagi ultah suasana hatinya malah lagi kacau nih di sini kkk
    keep writing n hwaiting eonni!

  15. Mmzzaa berkata:

    Kai emang yakk dari chapter kemaren kata2 nya selalu keren.. apalagi chapter ini T_T
    Rasanya ga mau ada Tbc wkwk
    Duhhh kriss ;))

  16. Aya aya berkata:

    Hhhhhhuuuuuu sedihh bnget , , ituuuu sehunnnn nya koq menderita bnget yaaaa , gk tegaaaa 😭😭😭😭😭 next chapter ditunggu bngettt thor~~~~

  17. Nanako gogatsu berkata:

    Huwaaaaa….. Mewekkk mulu niihh… Adegan bikin nyesekk.. Hadeuuuuhhh…. Ni mata sembab abis… ;( pokoknya NExT Chapter di tunggu selalu… 🙂

  18. Ava berkata:

    Astagaa., kenapa chan gak percaya sama sehun??!!! Mereka kan sahabatan dari kecil, masak iya chan lupain pengorbanan sehun selama ini., kai aja percaya sama sehunn 😢
    Yoora juga, kirain dia bakal berpikir dewasa, tapi kenapa dia juga ikut2an gak percaya adik kecilnya itu 😡
    Kasian sehun, dia pasti lebih sakit dibandingkan chan sama yooraa 😭😭

  19. Yaya berkata:

    Sehun_ah…😢
    Chanyeol jngan terpuruk lagi…😦 kalian harus kuat.
    Kai kau memang BF yang pengertian…
    Xiumin jangan berpransangkan buruk dulu dong masa Tao dateng langsung ngambil pemukul…😉
    Tao so cute😀 gak nyangka Tao mau meluk Kris…kkkk
    Chen dimana dia??? apa Chen baik2 aja…

  20. HunHo_Suho berkata:

    SUKA PERAN KAI !!!!!! OMG kai kau sangat keren di sini!!!! Ugh sedih jugaaa liat chanyeol balik trauma lagi tpi yg paling sedih sama SEHUN!!! Kak yg salah itu ayahnya dan dia mau balas kejahatan ayahnya tapi KENAPA CHANYEOL GAK PERCAYA!!!!! Yoora juga kenapa ikut2an?? Dia kan udah dewasa dan sehun itu adiknya kenapa dia ikutan GAK PERCAYA!!!!! Kesel dan ini feel nya ngena banget 😂😂😂😂😂😂 dan tao-kris 😍 aduh suka banget moment tao yg udh sadar ketulusan kris sama diaaa huaaaaaa gakukuku kaaakkk dan suho kasian banget di pukul padahal yg suruh gak melibatkan sahabatnya sehun, hadeehhh oh sehun kau benar benar pahlawan sayang !!!!!! Gimana persahabatan mereka kaaak usaha sehun udh besar banget loh di sini 😭😭😭😭😭 fighting

  21. puti hilma berkata:

    Sedih ngeliat sehun…😞
    apalagi waktu chanyeol sma yoora gk percaya sama sehun, tpi kai tetep ngebelain sehun.. huaaa nyesek banget baca nya.. 😭
    Fix chapter kali ini berhasil buat perasaan campur aduk
    Pokok nya keren bgt!
    Ditunggu ff eonni selanjutnya nya.. fighting!

  22. Lufriend berkata:

    jadi ceritanya Kai scra gak langsung udh jadi teman baik Sehun. aaaa… KaiHun feel :3
    kasian sama Sehun, kenapa Chanyeol harus kaya gitu? oke… kalo aku jadi dia pasti terpukul. cuma kan yg ngelakuin ayahnya sehun, bukan sehun :’)
    knapa Tao nonjok Suho? kasian kan Suho nya 😥
    ketawa sendiri pas baca Tao sama Xiumin ngobrol. kayaknya Xiumin protektif bngt :v
    di tunggu kak next nya… keep writing! fighting!

  23. mongochi*hae berkata:

    ak terharu..
    ternyata kris sayang bgt am tao..
    hummptt
    tp ttp mewek saat bagian chanyeol-sehun..
    hduch cobaan aplg ini.
    kira2 siapa petinggi yg brhianat atas kasus ini ??

    next part dtunggu

  24. haphap berkata:

    Huhuhuuuyu tambah keren aja nih ceritanya , suka banget jln cerita yang kayak gini . Sehun nya sebenernya sebenernya kasihan sih tp aku suka sehunnya dibuat menderita kkkkkk keren aja gitu kalok sehun perannya gituu…..gimanapun nanti endingnya aku yakin pasti keren

  25. Istrinyavirtualnyasehun berkata:

    Sebenernya kesalahan sehun dikehidupan masa lalu apa sih? kok bisa dia menderita bgt kek gini. Dibikin film bagus bangeett ini maahh. Sehun kapan bahagianya?

  26. rini berkata:

    kakkkk. sorrryyyyyy bru komennn disinii.
    huaaa ini ceritaaaa keren bertubi tubiii. KAI OPPA!! KATA KATAMU MEMBUATKUU NANGISS!!! duariusss kai disini perannya amazing bangettt! sehun apalagih menderitnya keterlaluann. buat dia bahagia dikit kek! nih ff ceritnya nano nano kek drama! kadang gue ketewa sampe bapak gue hran! kadang nangis nyesek kadang kexelll. huaaa bikinin inii buku kak klw perlu dramanya sekaliguss! seriuss dan juga taoo astgaa maniss binggo dgn abang krisnyaa!! ahhh pokoknyaa seruu nih ff. cpt lnjutnyaa udhin maslhnya kak capek liat sehun menderitaaa kasihannn. abang kai partnya dibnyakin juga yaa, masa lalunya udh dibhs ya? lebih donk hahah. fighnting lahh. bedewey yoora noona dewasa dkit lahh!! emangsih nerima kenyataan itu susah tpi stdknya bsa lbh dwasa dri chanyeol jgn ikut2n juga. walaupun respon itu lumrah. ahh bingung!! pokoknya jgn sad endingg happy ending okee jgn biarkan ad mati disinii

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s