FF : GROWL CHAP. 33

Growl

Tittle              : Growl

Author            : Ohmija

Cast                : EXO and Park Yoora

Genre              : Action, Friendship, Family, Romance

Perasaan hari minggu udah di publish tapi kok ngga ada? -,- Jadi aku posting lagi.

Happy reading yaa ^^

Tidak hanya Kris, namun Yoora sendiri langsung terperangah mendengar ucapan Kai barusan. Apa dia sudah gila? Kenapa dia mengakui perasaannya di depan Kris? Apa dia tidak tau siapa Kris itu?

Karena situasinya berubah menjadi seperti ini dan mereka semakin menjadi pusat perhatian, Yoora menarik lengan Kai agar pria itu mundur ke belakang, “Kita makan siang lain kali, oke? Aku harus kembali bekerja.”serunya sudah hendak bergegas pergi namun Kai berganti menahan lengannya.

“Kenapa? Apa aku tidak punya kesempatan sama sekali?”balas Kai.

Yoora tertegun, di liriknya Kris sekilas dengan helaan napas panjang lalu kembali menatap Kai kembali, “Kita bicara nanti, ya?”

Yoora melepaskan cekalan Kai di lengannya lalu melanjutkan langkah dan pergi meninggalkan mereka berdua.

***___***

 

“Suho berhenti?” Mata Sehun terbelalak lebar begitu mendengar ucapan Kyungsoo barusan.

Kyungsoo mengangguk, “Hari ini dia tidak masuk dan  aku mendengar  dari murid-murid lain jika dia mengajukan surat pemberhentian pada wali kelas.”

“kenapa tiba-tiba?”

“Tidak tau.” Kyungsoo menggeleng. “Kenapa? Apa ada sesuatu yang terjadi?”

Sehun menghela napas panjang, “Aku juga tidak tau.” Ia menggeleng. “Ngomong-ngomong, dimana yang lain?”

“Mereka pergi ke kantin. Kenapa kau tidak ikut bersama mereka? Kau tidak lapar?”

“Aku akan makan di rumah saja.”balas Sehun.

Hening sesaat sebelum akhirnya Kyungsoo kembali bersuara, “Sehun, sebenarnya ada yang ingin ku tanyakan padamu.”

Sehun menoleh sekilas, “Tentang apa?”

“Apa kau benar-benar bekerja pada Suho? Jadi Suho benar-benar agen FBI?”

Kening Sehun berkerut begitu mendengar pertanyaan Kyungsoo, “Apa yang kau pikirkan selama ini?” ia justru balas bertanya. “Bukankah Kai sudah memberitahumu semuanya?”

“Aku hanya ingin mendengarnya darimu.”jawabnya. “Kenapa kau tidak memberitahu Chanyeol dan Tao juga? Semuanya akan lebih mudah jika kalian bekerja sama.”

Sehun terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaan itu, “Aku banyak berhutang budi pada mereka. Selain itu, seperti yang kau tau, ayahku telah melakukan sesuatu yang sangat buruk. Bahkan mungkin, hal itu adalah hal yang tidak bisa di maafkan. Karena itu, aku sedang berusaha untuk menebusnya.”

“Tapi yang bersalah adalah ayahmu, kau tidak harus melakukan itu.”

“Aku tidak bisa pura-pura tidak perduli. Biar bagaimanapun, dia adalah ayahku dan Chanyeol adalah sahabatku. Aku tidak bisa berdiam diri dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apapun.”

“Bisakah aku membantumu?”tanya Kyungsoo pelan. “Aku tidak tau apa yang akan kau lakukan nanti, tapi biarkan aku membantumu.”

“Kyungsoo, ini tidak seperti…”

“Sehun.”potong Kyungsoo cepat. “Selama ini, kau selalu membantuku. Saat tidak ada orang yang perduli padaku, kau adalah satu-satunya orang yang perduli. Jadi biarkan aku membantumu juga.”

Sehun menatap Kyungsoo, “Selain Chanyeol, Luhan dan Tao, kau juga sahabatku. Aku tidak akan melibatkanmu.”

“Sehun, tapi—“

“Kalian masih disini?” Tiba-tiba Chanyeol, Tao dan Luhan muncul.  “Aku pikir kau tidur.”seru Chanyeol pada Sehun.

“Aku ingin tidur tapi dia terus menggangguku.” Ia menunjuk Kyungsoo sambil beranjak dari duduknya. “Aku harus mengembalikan komik yang aku pinjam. Aku pergi dulu.”

Kyungsoo menatap punggung Sehun sambil menghela napas diam-diam. Dia tidak mau terus-menerus berdiam diri. Dia harus melakukan sesuatu.”

***___***

 

Kyungsoo mengangkat wajah saat mendengar suara derap langkah seseorang. Ternyata Kai.

“Kenapa kau duduk disini sendirian? Dari jauh kau terlihat seperti orang bodoh.”

“Kau tidak pergi ke sekolah?” balas Kyungsoo. “Kenapa tidak memakai seragam?”

“Aku yang lebih dulu bertanya! Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?!”rutuk Kai kesal sambil menjatuhkan diri di samping pria mungil itu.

“Chanyeol sedang pergi ke supermarket, Tao berada di dalam, mungkin tidur.”

“Lalu apa yang kau lakukan disini?”

“Aku sudah menjawab pertanyaanmu. Ini giliranmu untuk menjawab pertanyaanku.”

Oh Tuhan…..

“Apa ini adalah efek samping karena kau selalu bergaul dengan Sehun, huh?”seru pria itu kesal. “Yang aku tau, kau bukan orang seperti ini. Kenapa kau jadi berubah? Katakan padaku. Apa yang telah Sehun ajarkan padamu. Huh? Katakan.”

“Kau jadi suka mengurusi urusan lain sejak bergaul dengannya.”balas Kyungsoo santai. “Apa Sehun mengajarkan hal itu padamu?”

Kedua mata Kai terbelalak lebar, “YA!”

“Kalau begitu, aku juga akan memberimu satu nasihat. Sebaiknya kau berhenti merokok dan minum-minum. Itu tidak baik untuk kesehatanmu dan bisa memperpendek umurmu. Kau tidak mau kan mati sebelum menikah dan punya anak?” Kyungsoo berdiri setelah memberikan nasihat menjengkelkan itu. Namun sebelum melangkah, ia menoleh ke belakang sesaat, “Jika omoni dan Yoora noona mengetahuinya, kau bisa di bunuh.”lanjutnya lalu masuk ke dalam.

Kai langsung berdiri, amarahnya meluap-luap, “YA! Brengsek! Kau bicara apa tadi?! Kau mau di pukul, huh?! Kemari kau!”

“Kenapa kau berteriak di depan rumah orang lain?”

Kai menoleh ke belakang sambil melanjutkan omelannya, “Aku benar-benar akan menghajar Kyungsoo. Biarkan aku memukulnya satu kali.”

“Kau gila ya?” Sehun mengerutkan keningnya sambil menjatuhkan diri di kursi kayu.

“Kau tidak dengar apa yang dia katakan tadi? Dia bahkan melotot dengan mata besarnya itu!”

“Waaah, dia sudah banyak belajar.” Sehun tersenyum lebar, bangga. Namun begitu ia menyadari sesuatu, dia langsung menatap Kai dengan mata menyipit, “Lalu apa yang kau lakukan disini? Kau tidak kemari untuk minta makan siang lagi, kan?”

Kai menoleh dengan cengiran lebar saat Sehun menangkap basah akal bulusnya, “Aku belum makan sejak tadi siang. Kalian pasti belum makan juga, kan? Ayo makan bersama.”

“Ck, kau ini… jika Luhan mengetahuinya—“

“Karena itu, aku sudah membelikan bahan-bahan makanan untuk satu bulan. Tapi biarkan aku makan bersama kalian.”

“Kau menyuap kami?’

“Kau bisa mengatakannya seperti itu.” Pria berkulit gelap itu mengangguk santai.

“Aaaah… dasar si brengsek ini…”

“Jangan mengumpat. Jika omoni mendengarnya, kau bisa di bunuh.”

***___***

 

Suho baru saja akan keluar rumah saat ia melihat sosok tinggi menjulang itu telah berdiri di depan rumahnya. Sosok tinggi dengan wajah tajam yang sangat ia kenal, lengkap dengan pakaian polisi yang ia kenakan.

Mata Suho langsung membulat, “Yifan?!”

Sosok tinggi yang ternyata adalah Kris itu tersenyum tipis, “Lama tidak berjumpa, Junmyeon.”

 

Setelah bertahun-tahun, ini adalah pertama kalinya mereka bertemu kembali. Bagi Suho dan Kris, duduk bersama di dalam sebuah kafe seperti ini adalah hal yang baru bagi mereka. Biasanya mereka akan selalu bertemu di dalam misi berbahaya dengan senjata yang selalu mereka bawa. Terkadang, mereka bahkan makan bersama di tempat yang tidak bisa di katakan layak. Kali ini dalam beberapa tahun, akhirnya mereka bisa bertemu seperti orang normal lainnya.

“Aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu disini. Sekarang kau tinggal di Korea? Waaaah, kau bahkan sudah menjadi polisi sekarang. Bagaimana kabarmu? Waktu itu aku bertemu dengan Yoora di depan rumah sakit sepertinya dia bekerja disana.”

Namun Kris hanya terus menatap pria itu tanpa suara. Seakan penuh penyesalan, sekaligus rindu. Biar bagaimanapun, dia adalah sahabatnya.

Suho tersenyum, “Jika kau pikir aku masih marah karena masalah itu, kau salah, aku sudah melupakannya. Karena itu adalah pilihan Yoora dan aku menghargai semua pilihannya. Asalkan kau berjanji akan selalu menjaganya. Bagaimana? Apa kalian sudah menikah sekarang?”

Kris terdiam sejenak sebelum akhirnya bersuara. “Kami berpisah setelah kejadian malam itu.”jawabnya pelan. “Aku tidak pernah bertemu dengannya lagi selama beberapa tahun.”

Mata Suho melebar, “Benarkah? Kenapa? Aku pikir kalian masih berhubungan.”

Kris menggeleng dengan senyum kecut, “Aku kembali ke China dan ada beberapa hal yang membuatnya membenciku.”

“Kau menyakitinya?”tanya Suho langsung. Kris tau, walaupun dia mengatakan jika dia sudah merelakan semuanya, dia tau jika pria itu masih memiliki rasa.

Kris mengangguk pelan, “Aku telah melakukan kesalahan besar hingga dia meninggalkanku.

“Bisakah aku menarik perkataanku tadi?” Kini raut wajah Suho berubah tajam. “Yang menyatakan jika aku merestui kalian.”

Hening untuk beberapa saat di antara keduanya, “Junmyeon, aku menghubungimu karena aku ingin menemuimu.” Kris menatap lurus Suho. “Aku tau jika kau sedang menyelidiki kasus waktu itu dan aku tau jika kau bekerja sama dengan Sehun.”

Ucapan Kris barusan langsung merubah raut wajah Suho, pria itu terkejut.

“Aku juga sama. Aku juga ingin menyelidiki kasus itu tapi file yang di salin oleh Sehun tidak bisa di jadikan sebagai bukti. Karena di dalam dokumen itu tidak di sebutkan semua hal tentang kasus NSA, hanya terdapat data orang-orang yang terkait dengan organisasi terlarang sejak tahun 2010. Hanya itu.”

“Biarkan aku mengeceknya lagi.”

“Junmyeon aku sudah mengeceknya ratusan bahkan ribuan kali. Dan aku tidak mendapat petunjuk apapun.”serunya. “Banyak orang yang terlibat dalam kasus ini, juga banyak orang-orang yang terlibat dalam organisasi itu. Mungkin mereka ada di sekitarmu dan di sekitarku. Atau mungkin mereka sedang mengawasi kita saat ini. Mereka sangat pintar jadi tidak mungkin mereka meninggalkan bukti kejahatan mereka dengan mudah.”

“Lalu apa yang harus aku lakukan?!” Rahang Suho mengeras. “Aku sudah menunggu bertahun-tahun untuk melakukan hal ini. Aku tidak akan menyerah begitu saja. Aku harus mencari pembunuh orang tuaku!”

“Karena itu aku ingin memberitahumu satu hal lagi.” Sorot mata tajamnya kini berubah teduh. Dan suara tegasnya kini berubah lemah. “Sehun dan Kyungsoo adalah kunci untuk menemui mereka. Sehun pernah mengikuti orang-orang itu dan sepertinya hingga saat ini, orang-orang itu masih mengincar Kyungsoo.”

“Maksudmu… kau mau menjadikan Kyungsoo sebagai umpan?”

Kris mengangguk, “Namun kita butuh banyak bantuan untuk melakukan itu. Itu bukan hal yang mudah.”

“Kau pasti memiliki pangkat yang tinggi, kan? Apa kau tidak bisa meminta bantuan pada pasukanmu?”

“Tidak bisa. Ada banyak mata-mata di kepolisian.”

“Maksudmu kepolisian juga terlibat?!”seru Suho terkejut.

“Aku rasa begitu.”angguk Kris. “Kau pikir kenapa seorang tentara yang berkhianat dibiarkan begitu saja? Dia bahkan bisa melarikan diri dan bergabung dengan organisasi terlarang. Pasti ada permainan di balik ini semua.”

Suho terdiam. Kris benar, kasus ini memang sedikit aneh. Seperti ada seseorang yang ingin menyembunyikannya. Itu artinya, seseorang di kepolisian memiliki hubungan dengan Cheon Guk Woo ataupun organisasi itu.

“Junmyeon, kita harus mengatur rencananya.”

***___***

 

Pertemuan itu diatur pada hari sabtu. Beralasan jika mereka akan pergi berbelanja, akhirnya Sehun dan Luhan bisa pergi tanpa adanya kecurigaan dari Chanyeol dan Tao. Mereka juga membawa serta Kyungsoo. Di rumah Suho, Kris dan Kai juga telah tiba. Kali itu para anggota berubah. Tidak lagi ada Lay dan Baekhyun dari sisi Kai dan tidak lagi ada Chanyeol dan Tao dari sisi Sehun.

“Dimana Jongdae?”tanya Kai. “Dia tidak datang?”

“Sejak kalian tidak pernah lagi datang kemari, dia juga tidak pernah muncul.”

“Masalah kalian belum selesai?”serunya. “Hey, cobalah bicara padanya.”

“Aku belum menemukan waktu yang tepat.”

“Karena kau terlalu sibuk mengurusi masalah ini, kan?”balas Kai cepat. “Aku tau jika kau telah kehilangan orang tuamu tapi kau tetap tidak bisa melupakan Jongdae. Dia bahkan adalah adik kandungmu, keluargamu satu-satunya. Selama ini dia sudah sangat menderita.”

Suho terdiam sejenak, “Aku akan mengurus itu nanti.”

Sehun menghela napas panjang sebelum memulai pembicaraan, “Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?”

“Seperti rencana awal, kita akan menjadikan Kyungsoo sebagai umpan agar orang-orang itu keluar Setelah itu kita akan mengikuti mereka.”

“Dia tidak bisa sendirian.”sahut Sehun. “Bagaimana jika aku juga menjadi umpan? Jika aku membuat ulah sekali lagi, mereka pasti tidak akan melepaskanku.”

“Kau gila?” Luhan langsung menghentikannya. “Tanganmu bahkan baru pulih. Kau ingin di pukuli lagi?”

“Tapi–“

“Aku bisa melakukannya.” Kyungsoo bersuara, kedua matanya terarah lurus kearah Sehun. “Aku memang tidak pandai berkelahi. Tapi aku bisa menggunakan pistol dengan baik. Aku bisa melindungi diriku.”

“Kau pikir mereka akan membiarkanmu memegang pistol?! Kau bodoh atau gila?!”seru Sehun.

Kyungsoo tersenyum, “Sehun, percayalah. Aku bisa melakukannya.”

“Kalau begitu kita harus berhati-hati dalam bergerak. Jangan sampai mereka mengetahui jika ini hanyalah jebakan.”ucap Kai.

Sehun menatap Kyungsoo lekat-lekat, “Kau yakin tidak apa-apa?”

Kyungsoo menggeleng, “Jangan khawatir.”

“Tenang saja. Aku pasti ada di sana. Jika terjadi sesuatu, aku akan membantumu.”

“Aku tau.”

***___***

 

Sehun duduk di lantai kayu yang ada di pekarangan belakang rumah Chanyeol. Menatapi daun-daun kering yang memenuhi halaman. Yoora noona pasti sangat sibuk hingga tidak punya waktu untuk membersihkannya. Karena Chanyeol  tidak akan bergerak sebelum di teriyaki lebih dulu.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tiba-tiba sebuah suara terdengar. Sehun tau siapa pemilik suara itu. Ia menoleh saat sang pemilik suara menjatuhkan diri di sampingnya. Luhan menatapnya bingung, “Kenapa kau duduk disini sendirian?”

Sehun mengendikkan kedua bahunya, “Entahlah…”

“Apa yang sedang kau pikirkan?”

“Kenapa kau masih bertanya? Biasanya kau selalu tau apa yang sedang aku pikirkan.”

Luhan tertawa, “Aku tau. Hanya saja, aku ingin mendengar jawaban itu langsung darimu.”

Sehun mendengus, “Di masa lalu, kau pasti seorang paranormal.”

“Mungkin saja.”sahut Luhan tersenyum bangga membuat Sehun semakin mendengus.

“Luhan, jika nanti terjadi sesuatu padaku. Tolong jaga rumahku baik-baik. Tidak perlu membersihkannya, hanya saja, tolong jangan menghancurkannya.”

Kening Luhan berkerut, “Apa yang sedang kau katakan?”

Sehun tersenyum kecut sambil menunduk, “Karena itu adalah tempat penuh kenangan dengan ibuku.”jawabnya pelan.

Luhan menoleh, “Jangan melakukan yang tidak-tidak. Kau harus memberitahuku dulu sebelum melakukan sesuatu.”

“Ah, dan juga…” namun Sehun mengabaikan ucapannya. “Di samping rumahku, aku mengubur kaleng berisi uang yang ku tabung dari kerja paruh waktuku dulu. Aku berniat membelikan oema sebuah gaun agar dia terlihat cantik.”

“Ya Oh Sehun!”

Sehun menoleh, balas menatap Luhan dengan senyuman, “Jangan biarkan dirimu berada dalam bahaya. Kau pasti tau  jika aku mengorbankan diriku. Jadi, jangan berada dalam bahaya.”

***___***

 

Keesokan malamnya, Xiumin datang berkunjung ke rumah Suho. Dia sangat terkejut saat mengetahui jika Kris ternyata adalah bagian dari FBI dulunya, juga pernah bekerja sama dengan Suho dalam sebuah kasus. Walaupun ia tau bagaimana sosok Kris itu, tapi dia tidak pernah menyangka jika dia adalah mantan agen FBI. Sama sekali.

“Oh Tuhan. Bagaimana mungkin dunia ini ternyata sesempit itu? Kris? Sungguh?”serunya tidak percaya. “Ya! Jika aku tau dia temanmu, aku tidak akan bersikap sopan dengannya selama ini. Kau tau bagaimana tersiksanya aku karena aku harus terus menggunakan bahasa formal sementara kami seumuran dan dia selalu bicara informal padaku? Aku benar-benar merasa frustasi.”

“Aku juga tidak tau jika ternyata dunia ini sesempit ini. Aku bahkan bertemu dengannya lagi setelah bertahun-tahun.”

“Hey, ini namanya keberuntungan. Dia mau membantumu menyelidiki kasus ini.“

“Begitukah?” Suho menghela napas panjang. “Yah, semoga ini adalah keberuntunganku.”

“Ngomong-ngomong, apa kau sudah membaca dokumen rahasia itu?”

Suho menyeruput kopinya sambil menggeleng, “Belum. Kris bilang isinya ternyata tidak lengkap. Hanya data orang-orang yang terkait sejak tahun 2010.”

“Jadi kau belum tau jika ayah Sehun ternyata terlibat?”

Salah satu alis Suho terangkat, “Apa maksudmu?”

“Beberapa hari setelah kejadian itu, aku bertemu dengan Lay di rumah sakit…..”

 

 

FLASHBACK

 

“Bagaimana keadaan Sehun? Apa dia baik-baik saja?”

“Memangnya apa perdulimu? Bukankah kau sangat membencinya?”balas Lay.

“Ya, kau juga membencinya!”seru Xiumin tidak mau kalah. “Biar bagaimanapun, aku juga mengkhawatirkannya.”

“Benarkah?”

“Iya.”

“Tsk, sudahlah. Minggir, aku mau ke toilet.”

“Hey, jawab aku dulu.” Xiumin membuntuti pria itu sambil terus bertanya. “Polisi sudah mengetahui jika pelakunya adalah Suho dan sepertinya Kris sudah mulai bergerak. Jika Sehun tidak lari, dia bisa tertangkap.”

Lay menekan tombol keran air, mencuci tangannya, “Aku tidak tau tentang hal itu.”ucapnya. Lalu berbalik dan melangkah masuk ke dalam salah satu toilet. Namun baru satu langkah melangkah, ia menoleh ke belakang, “Apa kau mau melakukannya bersamaku?”tanyanya setengah kesal. “Jangan mengikutiku!”

Xiumin mendengus, “Dasar menyebalkan.”

 

FLASHBACK END

 

“Saat itu, dia meninggalkan dompetnya diatas wastafel. Dan saat aku ingin mengambilnya, ternyata dia juga meninggalkan flashdisk. Aku menghubungkan falshdisk itu ke ponselku dan ternyata itu adalah flashdisk yang berisi dokumen salinan itu. Di dalamnya, berisi nama-nama orang yang terkait. Salah satunya adalah ayah Kyungsoo dan satunya lagi bernama Oh Seho. Awalnya, aku tidak punya kecurigaan apapun. Tapi setelah aku bertanya pada Lay, ekspresinya mengatakan jika ia membenarkan pertanyaanku itu. Dan setelah mendengar ceritamu, aku jadi semakin yakin jika itu adalah ayahnya.”

Suho sontak terperangah, “B-bagaimana….” ia kehilangan kata-katanya.

“Dia adalah orang yang paling bersemangat dalam kasus ini setelah kejadian pemukulan itu. Dia juga mengatakan untuk tidak melibatkan teman-temannya. Pasti ada sesuatu di balik semua itu.”

Suho menelan ludah, sebisa mungkin mengembalikan kesadarannya karena kenyataan yang baru saja ia ketahui seperti menghantamnya telak.

“Aku…” ucapnya. “Aku pergi dulu.”

***___***

 

“Kalian pikir kenapa Suho tidak pernah menghubungi kita lagi?”tanya Chanyeol pada Tao dan Sehun.

Tao mengangkat bahu, “Mungkin dia sudah lelah.”

“Tidak mungkin. Kasus ini belum terpecahkan. Dia tidak mungkin menghentikan penyelidikan.” Kemudian ia menoleh pada Sehun. “Menurutmu kenapa?”

“Mungkin dia sudah tidak punya uang untuk menggaji kita lagi.”jawabnya santai.

Chanyeol langsung mendengus, “Dasar. Aku sedang serius sekarang.”omelnya.

“Aku juga serius.”

“Apa wajahmu saat serius seperti itu?!”

“Iya.”

“Dasar menyebalkan.”

“Ngomong-ngomong, kenapa Yoora noona tidak bekerja? Dia sakit?”tanya Tao.

Chanyeol mengangguk, “Dia bilang kepalanya pusing. Kyungsoo dan Luhan sedang membuatkan bubur untuknya.”

“Kenapa bukan kau?”

“Kau mau aku menghancurkan dapur?”

Sementara Tao dan Chanyeol sedang berdebat, Sehun merasakan jika ponselnya bergetar. Pria itu buru-buru berdiri, “Aku ingin melihat oema dulu.”ucapnya lalu berjalan cepat meninggalkan rumah Chanyeol.

“Halo?” Pria itu menjawab panggilan yang ternyata berasal dari Kris.

“Kau di rumah?”

“Aku ada di rumah Chanyeol.”

“Temui aku di halte. Sebentar lagi aku sampai.”

Kening Sehun berkerut,  “Apa yang terjadi?”

Namun panggilan sudah terputus lebih dulu. Sehun menjauhkan ponselnya dari telinga dan menatap layar ponselnya bingung, “Ada apa?”gumamnya.

“Oh Sehun, kau brengsek!” Tiba-tiba seseorang mendorong tubuh Sehun hingga punggungnya membentur tembok lalu mencengkram kerah bajunya, “Kau brengsek, Oh Sehun!”

“Ya, apa yang kau lakukan?” Sehun langsung menepis cekalan Suho. “Apa yang baru saja kau lakukan dan bagaimana bisa kau ada disini?”

“Apa kau ingin mengkhianatiku?! KAU PENGKHIANAT?!”

“Brengsek.” Sehun langsung membekap mulut Suho. “Kecilkan suaramu, Chanyeol ada di dalam.”

“Aku tidak perduli!” Suho mendorong tubuh Sehun kuat. “Sekarang, aku tau apa alasanmu. Kau tetap ingin membantuku karena kau akan mengkhianatiku nantinya, kan? Karena ayahmu adalah anggota dari organisasi itu!”

Mata Sehun seketika melebar. Ia terperangah hebat. “A-apa….?”

“Aku benar, kan? Ayahmu adalah anggota organisasi terlarang!” Suho mempertegas ucapannya. “Apa kau juga akan mengkhianatiku? Apa kau akan menghancurkan semua usahaku selama ini?! Aku tidak akan membiarkanmu melakukannya, Oh Sehun! Tidak akan pernah!”

“Hey, ada apa ini?” Tiba-tiba Kai dan Kris muncul.  Kai langsung berdiri di depan tubuh Sehun sementara Kris menarik lengan Suho agar pria itu mundur.

“Junmyeon, apa yang sedang kau lakukan, hah? Ayo pergi.”

“Apa kalian juga mengetahuinya? Kalian juga membohongiku?”

“Brengsek! Tutup mulutmu! Kau tidak tau apapun jadi jangan asal bicara!”

Sehun langsung menahan lengan Kai saat pria itu hendak maju mendekati Suho. “Biarkan dia.”lirihnya. Kemudian maju beberapa langkah ke depan, berdiri tepat di hadapan Suho. “Ayahku memang salah satu dari organisasi itu tapi aku bukan pengkhianat.”ucapnya pelan. “Alasan kenapa aku ingin membantumu karena aku juga ingin menghentikannya. Aku ingin dia mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatannya.” Ia menghentikan ucapannya sejenak. “Karena dia telah membunuh orang tua Chanyeol.”

“A-apa….?”

“Yah… dia membunuh orang tua sahabatku.”ulangnya lagi. “Itu alasanku kenapa aku ingin terus membantumu. Bukan karena aku akan mengkhianatimu tapi karena aku memiliki perasaan bersalah!”

“Sehun, cukup.”ucap Kai.

Namun Sehun mengabaikannya, “Aku memiliki perasaan bersalah yang teramat besar hingga rasanya dadaku sangat sesak. Hingga rasanya aku juga ingin mati!”

“Yang ku dengar tadi… tidak benar, kan?”

Mata Sehun melebar, ia menoleh ke belakang dan mendapati Chanyeol sudah berdiri di belakangnya.  “Chanyeol….”

“Itu… tidak benar, kan?”

TBC

 

 

 

32 thoughts on “FF : GROWL CHAP. 33

  1. Lufriend berkata:

    aaaaa… aku baru baca chap 32 sama chap 33. baru buka wp soalnya :3
    chanyeol denger, duh… gimana nih reaksinya. mungkin dia bakal marah besar atau gimana? semoga suho juga percaya sama sehun. kok makin kesini makin greget kak? buruan di next ya kak. keep writing! fighting!

  2. osehn96 berkata:

    sehun kaya ngasih pesan ke luhaan bikin ngeri deeh kaya mau mati aja. Jgn huuun setidaknya semua usaha sehun tuh gak sia-sia biarkan sehun menikmati kebahagiaannya huhu trus juga pengen deeh bapaknya tuh sadar betapa berharganya sehun huhu. Kalo eomoni tau kau pasti akan di bunuh hun *lho hahaha . Oke see you next chap

  3. Realc berkata:

    “Luhan, jika nanti terjadi sesuatu padaku. Tolong jaga rumahku baik-baik. Tidak perlu membersihkannya, hanya saja, tolong jangan menghancurkannya.” dari sini aja udah buat netesin air mata. Heran knoa setiap baca ini cerita selalu aja kebawa emosiiii

    Ah chanyeol please maafin sehun yaaaa jgan marah oke pleaseee

  4. Rain berkata:

    sehun kok kayak ngasih pesen ke luhan gitu? jadi takut, chanyeol jg udh denger, next chapnya ditunggu bangett, nggak sabar

  5. Ren berkata:

    Aw ‘-‘
    chanyeol denger itu…… haaa greget ini ff dah kakakkk

    btw kakak ga lupa sama ff kakak yg belom selesai kan? the tree house? eh apa the house tree ya? lupa trs autumn, the lord of legend daddy’s bestfriend.

    • Ren berkata:

      ah satu lagi. kakak please ya…jangan ada yang mati T____T ga relamati lagi kayak yang kayak rouler dan klan klan nya.

      • Ren berkata:

        oh iya sekarat gapapa deh gapapa (?) tapi jangan mati kakaak T__T

        wkwk ini reader bawel bgt ye kak wkwk ampuni

  6. puti hilma berkata:

    Waaaa!! Chanyeol nguping!! 😲
    Duuh jdi penasaran bgt apa yg bakal terjadi selanjutnya
    Pokoknya nya ff eonni ini TOP BGT lah 😍😍😘

  7. gusti_putri berkata:

    Waaaaahhhhh tambah penasaran, giaman reaksi chanyeol selanjutnya,??? Keren,, updatenya jangan kelamaan,,,
    Suksma,,,

  8. Lh7Puppy berkata:

    Ancruttt~~ nggantungg .-. Huaaa gregett terakhir”
    Chanyeol nguping d saat yg tak tepat –”
    Tauu ahh… nextt thort~
    Sumpahhh kerennn abiss *alay* keep writing (9^0^)9

  9. desi mulya berkata:

    Itu sehun ngasih pesan ke luhan kaya dia mau meninggal aja . itu chanyeol gimana tau ayahnya sehun yg nge bunuh ortu nya? pasti nyesek dong,, beban yg dipikul sehun sekarang bukannya berkurang karena udh banyak yg tah ttng masalahnya, ehh sekarang malah bertambah.. chanyeol bakalan benci ga sama sehun???? ahh author ff nya harus di update tiap minggu yayayaya #maksa# tpi kalo mau tiap hari pun gpp sihh . heheehee….
    Ohiya kasih moment dong sehun ketemu sama ayahnya tpi ada luhan,suho,kris cs. biar mereka tau gimana hubungan sehun sama ayahnya .
    #fighting

  10. ellalibra berkata:

    Woaaaa chanyeol udh tau ,,,, pst sma ny jg bakal tau,,,, y ampun kshn sehun ,,,, lagi suho knp sih egois bgt udh dibilang sehun jgn teriak” ada chanyeol dstu ,,,ada lg mslh kn…. Blm mslh organisasi terlarang slsi ,, fighting next eon🙂

  11. alzara berkata:

    thour fast update lagi dong…pnasaran ama kisah hidup sehun. semoga chanyeol gak benci sehun..
    fightinggggg

    fast update

    fast update

  12. Ava berkata:

    Aaa., sehunnieee… 😢
    Chanyeol jangan benci sehun nee., yg salah kan ayah sehun….
    Puk puk puk sehunnnn, beban dia tambah berat aja 😢😭😭
    Please chingu., jangan ada yang meninggal neee.,
    Bkin sakit aja, tapi jangan meninggalll 😭😭😭
    Next chingu, kalau bisa fast update ya…
    Kekekeke
    Aaa., penasaran bangetttttttttt…. 😂

  13. Hilma berkata:

    Sumpah greget bangettt.,,
    Hua., kasihan sehunn. Chanyeol jangan benci n narah sama sehun ya., kasian sehun, bebannya makin banyak dia..
    Kenapa pesen sehun ke luhan kayak gtu 😢
    Jangan bkin sehun meninggal neee., gak relaaa pokoknyaaa 😭😭

  14. Aya aya berkata:

    Aaaaaa , , chanyeol nyaaa udah tauuu tuh , gmna nasib sehun selanjut nya dong hhhuueee makin banyak aja deh permaslahnnyaaa , , next ttp ditunggu looooo

  15. mongochi*hae berkata:

    eyaaa…
    konflik makin panas aj nh…
    aplg chanyeol sdh tahu ttg rahasia it..
    tinggal tunggu respon chanyeol trhdp sehun. mgkin awalny dia akn marah,tp ak yakin stlh skian lama mereka bersahabat stflny chanyeol mberi kesempatan sehun utk mbuktikan it smua

    next part dtunggu bgt

  16. Shofalina Han berkata:

    authornya baik .-.
    gue nangis di akhir cerita..
    huaaaaa…
    Sehun kasian .-.
    Chanyeol udah tau?? huaaa ini gimana lanjutannya?? sad ending? happy ending? biasanya jika Sehun tertindas itu sad ending .-.
    huhuhu..

  17. Nanako gogatsu berkata:

    Aaaaahhhh.. Akhirnya chanyeol tau juga kalo ayah sehun yg bunuh ortunya,,, 😦 heeeuumm… Penasaran ama reaksi chanyeol.. Apa ia masih mau berteman ama sehun ato malah musuhin dia.. Pokoknya ditunggu next chapter

  18. HunHo_Suho berkata:

    Oke fix! Saya syok kaaakk dan chan pasti lebih syok😭😭😭 suho siii kok nongol lngusng marah gaje ckkk jdii kesal, plis ya kaakk sehun itu kayak ngasih wasiat ke luhan jangan mati yaa diaaaa kan sayang banget 😓😓😓😓😓 kaaakk gak lupa kan ff kakak katanya mau di buka PW nyaaa?? Kapan atuh kak di bukaaa kan udah kangen 😢😢😢😢

  19. han berkata:

    chanyeok? oh wae apa ini saat nya mreka smua tau..
    ah kasian sehun, nyesek bacanya tp aku suka klo sehun dibuat mnderita😀 *kejam
    suka kekeluargaan mreka , suka bnget sumvah author yg ngebuat hebat bnget feelnya dpet bnget .
    suka peran kai jga disini ..
    tp knapa aku jd curiga sma chen ya? knp dia ngilang..
    ditunggu klanjutannya kaka

  20. Jung Han Ni berkata:

    aigooo!! aaarrrghh geregetan!!! >< chanyeol denger! chanyeol denger!
    maksudnya sehun ngasih pesan kayak gitu ke luhan apa? duh perasaan ga enak nih
    keep writing n hwaiting eon! ^^

  21. ajengaryaa berkata:

    Ah,Chanyeol tau sekarang…
    Gimana ya reaksi Chanyeol apa dia bakal musuhin Sehun?
    Semoga sih ngga ya…
    Keep writing…
    Eonni lanjut ff eonni yang lain dong

  22. Eun raa exo-l berkata:

    gregetan baca nya ini, penasaran sama kelanjutannya,
    kalo bisa cepetan ngelanjutin nya ya eon ^^

  23. Nora berkata:

    Chanyeol akhirnya tahu tuh. Haduh! Apa yg bakal dilakuin sehun? Padahal dia niatnya mau bantu buat nebus kesalahan ayahnya tapi pasti bakal ada kesalahpahaman sama chanyeol.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s