Tragedy of Green Roses

Title : Tragedy of Green Roses [oneshoot]

Cast :

  • Cho Kyuhyun ‘sj’
  • Shin Hyerin ‘oc’
  • Shin Jiyoung ‘oc’ [hyerin’s sister]

Support cast :

  • Lee Donghae ‘sj’

Genre : sad, hurt, angst

Rating : PG-15

Length : oneshoot

Author : Syifa Lee

Note : hai.. makasih buat admin yang udah mau nge post ff aku yang ga seberapa bagusnya ini. Makasih juga buat para readers yang udah mau baca. Sebenarnya ff ini udah di post di blog pribadiku https://berrymilksite.wordpress.com/ . oke sekian dari saya. Hope you enjoy it.

Story begin…

 

I have died everyday waiting for you…

Darling don’t be afraid I have loved you for a thousand years…

I love you for a thousand more…

Senandung lagu Hyerin lantunkan sambil menyirami kebun bunga mawar hijau yang tak jauh dari kediamannya. Kediamanya yang berada di desa pinggiran kota Seoul membuat suasananya menjadi tenang dan damai.

Shin Hyerin. Seorang gadis desa berumur 22 tahun dan mempunyai kakak perempuan bernama Shin Jiyoung yang usianya hanya terpaut satu tahun darinya. Kedua gadis bermarga Shin ini bukan dari kalangan keluarga kaya. Ayah dan ibunya sudah lama meninggalkan mereka berdua. Mereka berdua mempunyai kebun bunga mawar hijau yang cukup luas dan sudah terkenal di desa tempat tinggalnya.

“Hyerin-ah. Aku sudah membawakan kimbab kesukaan mu. Lebih baik kita sekarang makan dulu. Kita lanjutkan pekerjaan kita nanti.” Ucap Jiyoung, mereka memang suka membagi tugas. Jika Hyerin menyiram bunga, Jiyoung akan memasak. Begitupun sebaliknya.

Other place…

@cho corporation 14.00 KST

“arghhhh.” Terlihat namja berperawakan tinggi nan gagah yang notaben nya adalah CEO dari perusahaan tersebut frustasi hingga membuat sekretaris pribadi yang sekaligus menyandang sebagai kakak sepupu dari sang CEO yang bernama Lee Donghae hanya geleng geleng kepala. “Kyu, kau kenapa?sepertinya kau sedang frustasi.” tanya Donghae. “hyung, bagaimana aku tidak frustasi? Proyek yang sudah kita rencanakan di pulau Jeju gagal hyung. Haisss.” Kyuhyun menjambak rambutnya sendiri karena mungkin ia sangat frustasi. “bagaimana bisa gagal? Proyek itu sudah kita rencanakan jauh jauh hari kyu.” Ujar Donghae. “tempat yang kita ambil di pulau Jeju ternyata sudah terlebih dahulu diambil oleh Park Company.” Kyuhyun berdiri mensejajarkan pandangannya kearah Donghae. “jadi, kita sudah keduluan Park Company? Ah… sebentar kyu, aku ada ide.” Usul Donghae. “apa hyung?” tanya Kyuhyun.

“bagaimana kalau kita ambil tempat di kebun mawar hijau? Dan kita ubah tema kita.” Tampak Kyuhyun sedang berpikir keras. “kebun mawar hijau?” tanya Kyuhyun. Lebih tepatnya ia meminta penjelasan yang lebih dari Donghae. “iya, kebun mawar hijau. Tempat nya ada disalah satu desa di pinggiran kota kyu. Kebun itu cukup luas. Tempat nya juga indah. Bagaimana? Kau setuju?” Donghae meminta persetujuan. “baiklah aku setuju. Atur jadwal ku kapan aku bisa kesana hyung.”

***

@Hyerin’s house

“eonni, sepertinya bunga mawar kita sudah bisa dipanen 3 hari lagi.” Ucap Hyerin saat mereka berdua tengah asyik menonton tv. “Eo, baguslah. Berarti penghasilan kita akan tambah lagi.” Ujar Jiyoung sambil memasukkan cemilan ke dalam mulutnya. Mereka berdua tersenyum. “Hyerin-ah. Hari sudah malam lebih baik kita segera tidur.”

Tok.. tok… tok

Belum sempat mereka berdiri terdengar kalau pintu rumah mereka ada yang mengetok. “siapa yang bertamu malam malam seperti ini?” gerutu Hyerin. “kau tunggu sini biar aku yang membukakan pintu nya.” Ujar Jiyoung. “aku ikut eonni. Bagaimana kalau tamunya orang jahat.” Hyerin berjalan dibelakang Jiyoung. “ssttt. Jangan mengada ada.”

Cklekk!! “siapa kalian? Apa kalian orang jahat? Mau apa kau kerumah kami?” Hyerin menghujani tamu nya dengan rentetan pertanyaan sekaligus. Berbeda dengan Hyerin, Jiyoung malah ternganga dengan tamu yang kini ada didepannya. “oh.. tenanglah. Saya bukan orang jahat. Sebelumnya saya minta maaf karena mengganggu kalian. Perkenalkan saya Cho Kyuhyun dan ini temanku Lee Donghae. Kami dari Seoul, dari perusahaan Cho Corporation.” Ucap Kyuhyun memperkenalkan dirinya. “masuklah.” Ucap Jiyoung.

“untuk apa kalian kemari?” tanya Hyerin. “ehm.. kudengar kalian berdua pemilik dari kebun mawar hijau disini ya? Kebun kalian sangat bagus.” Ucap Donghae. “ne kami pemiliknya.” Jiyoung dan Hyerin tersenyum. Memang mereka bukan dari kalangan keluarga kaya. Tapi, kebun mereka sangat terkenal. Terkenal dengan keindahan dan keunikannya. “maaf, tapi dari tadi saya belum mengenal nama kalian.” Kyuhyun ingin tau nama mereka berdua. “aku Shin Jiyoung dan ini adikku Shin Hyerin.”

“apa kalian tak berminat menjual kebun kalian? Aku bisa membayar nya dengan harga yang sangat mahal.” Ucap Kyuhyun to the point. “kami tidak berminat untuk menjual kebun kita tuan.” Jawab Jiyoung masih dengan nada yang ramah. “aku bisa membayar 10 kali lipat dari harga biasanya nona.” Kyuhyun masih tetap keukeuh dengan keinginannya. “maaf tapi kami tidak berminat.” Jawab Jiyoung masih tetap ramah. “lalu berapa harga yang kau inginkan nona?” tanya Kyuhyun. “maaf tuan Cho Kyuhyun yang terhormat. Saya rasa anda belum tuli dengan apa yang baru saja kakak saya sampaikan. Bukankah kakak saya sudah bilang kalau kami tidak berminat? Saya rasa ini sudah malam sebaiknya tn. Cho dan tn. Lee segera pergi dari rumah saya.” Ujar Hyerin sedikit emosi. Karena menurutnya Kyuhyun sudah memaksa Hyerin dan Jiyoung untuk menjual kebun mereka.

***

Setelah pergi dari rumah kedua kakak beradik tersebut, Kyuhyun dan Donghae tidur di dalam mobil. Mengingat hari sudah malam dan jarak dari desa menuju Seoul sangatlah jauh. Belum lagi Kyuhyun belum mendapatkan apa yang ia inginkan. “hyung, aku harus mendapatkan kebun bunga itu. Apapun caranya.” Ujar Kyuhyun. “tapi bagaimana caranya? Bukankah mereka tak berminat menjualnya dengan kita.” Donghae terlihat sudah lelah memikirkan cara untuk mendapatkan kebun bunga itu. “ikuti saja apa yang kuperintahkan hyung.”

Keesokan harinya…

Hyerin bersiap segera pergi ke kebunnya. Baru ia akan keluar dari pintu, ia kaget mengapa ada mobil mewah terparkir di halaman depan rumahnya. Tak menunggu lama ternyata sang pemilik mobil pun keluar. “Kyuhyun-ssi.” Ternyata itu mobil milik Kyuhyun. “hai Hyerin-ssi, emm… kamu mau kemana?” tanya Kyuhyun sambil menyematkan senyum kepada Hyerin. “kau tidak pulang?” Hyerin berbalik tanya. “tidak. Dari tadi malam saya di sini. Saya pikir jarak dari sini menuju Seoul sangat jauh. Jadi, kami berdua bermalam di sini. Dan juga saya masih ingin menikmati suasana di desa ini.” Kyuhyun melihat sekeliling desa ini berharap menemukan keindahan di sini. “ah… apa aku boleh ikut dengan mu ke kebun mu? Aku hanya ingin tau kerjaan mu di sana.” Lanjutnya. “boleh. Tapi, tidak mungkin kau pergi ke kebun dengan pakaian seperti itu.” Ucap Hyerin. Kyuhyun melihat dirinya dari ujung bawah hingga ujung atas tubuhnya. Ia baru sadar kalau ia masih memakai jas kantor nya. “hehe… boleh saya ganti pakaian di rumah mu?” tanya Kyuhyun. “masuklah. Aku menunggumu 10 menit.”

10 menit kemudian…

Kyuhyun sudah mengganti pakaiannya dari yang semula ia memakai jas kantor, kini ia menggenakan kaos putih polos dan celana selutut. Ia tampak tampan. Batin Hyerin. “ayo kita berangkat.” Ucap Kyuhyun.

Sesampainya di kebun, Kyuhyun di buat menganga dengan keindahan kebun ini. “Hyerin-ssi, kebun ini sangat indah.” Hyerin tersenyum. Tapi, saat Kyuhyun memuji kebunnya ia kembali teringat akan tawaran yang Kyuhyun ajukan semalam. Rasanya ia ingin sekali menjambak rambut Kyuhyun karena sifat pemaksaan yang Kyuhyun lakukan pada Hyerin dan Jiyoung. “Hyerin-ssi apa yang akan kau lakukan?” tanya Kyuhyun saat ia melihat Hyerin menggeluarkan gunting dari dalam keranjang yang ia bawa. “aku akan memanen bunga mawar hijau nya yang sudah siap di panen.” Ujar Hyerin. “boleh aku membantu?” tawar Kyuhyun. “tentu saja. Kau bisa memanen bunga yang sudah mekar, dan potong batangnya sepanjang 30 cm.” jelas Hyerin kepada Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk tanda ia mengerti penjelasan Hyerin. “auchh.. shhh.” Saat Kyuhyun ingin memotong batang bunga, jari telunjuknya tertancap duri mawar yang tajam dan keluar darah segar di jari telunjukknya. “Kyuhyun-ssi gweanchanna?” tanya Hyerin panic. Hyerin segera mengambil tissue dari keranjang yang ia bawa. Lalu ia liilitkan tissue itu di jari Kyuhyun yang tertancap duri tadi. Saat Hyerin selesai melilitkan tissue, tanpa sengaja tatapan mereka bertemu. Mengapa jantungku berdetak tidak karuhan seperti ini?. Batin Kyuhyun. Beberapa menit kemudian, mereka berdua tersadar. “lain kali kau harus berhati hati.” Ucap Hyerin lalu membalikkan tubuhnya ingin melanjutkkan pekerjaannya.

Mereka berdua kembali melanjutkan pekerjaannya. “Hyerin-ssi, ige.” Kyuhyun memberikan setangkai mawar hijau kepada Hyerin. “oh.. taruh saja di keranjang. Aku belum selesai memanennya.” Ucap Hyerin acuh. “aniya. Kau harus menyimpan bunga ini.” Hyerin binggung dengan apa yang Kyuhyun bicarakan. “untuk apa?” tanya Hyerin. “tidak apa apa. Anggap saja bunga ini kenang kenangan dari ku.” Kyuhyun tersenyum. Untuk kedua kalinya tanpa sengaja tatapan mereka bertemu. Lagi. “Kyuhyun-ssi, Hyerin-ah. Makanannya sudah siap.” Ucap Jiyoung menginterupsi yang membuat Kyuhyun dan Hyerin tersadar dan sedikit gugup. “ah.. nn.. ne eonni.” Hyerin gugup.

Mereka bertiga berkumpul di gubug sederhana yang berada di dekat kebun mawar hijau milik dua gadis bermarga ‘Shin’ tersebut. “jwisonghamnida Kyuhyun-ssi. Saya hanya memasak kimchi.” Ujar Jiyoung sambil membungkuk di depan Kyuhyun. “gweanchana Jiyoung-ssi. Saya sangat berterimakasih kepada kalian berdua karena kalian sudah mau membagi makanan kalian dengan saya.” Mereka bertiga tersenyum. “Jiyoung-ssi, emm… di mana Donghae? Kurasa ia belum makan.” Ujar Kyuhyun karena ia tak menyadari bahwa Donghae tak berada dengannya. “Donghae-ssi sudah makan tadi. Saya sudah menyuruhnya makan dan sekarang Donghae-ssi sedang tidur karena saya lihat wajahnya sangat lelah dan saya menyuruhnya tidur di kamar tamu.” Kyuhyun lega mendengarnya.

A night in Hyerin’s house…

Hyerin sedang berada di ruang tengah rumahnya. Ia sedang menonton acara tv malam hari. “Hyerin-ssi, kau tidak tidur?” tanya Kyuhyun saat ia keluar dari kamarnya dan menemukan Hyerin sedang menonton tv. “aku belum bisa tidur Kyuhyun-ssi.” Jawab Hyerin. “ohh.. lalu di mana Jiyoung-ssi?” Kyuhyun menanyakan keberadaan Jiyoung setelah ia sadar bahwa Hyerin hanya sendirian. “Jiyoung eonni sudah tidur. Ia bilang ia lelah dan ingin tidur.” Jawab Hyerin lagi. “aku boleh menemanimu?” tanya Kyuhyun ragu. “duduklah.” Hyerin tersenyum.

Mereka berdua terjebak dalam keheningan. Mereka hanya menonton acara tv tanpa melontarkan kata satu sama lain. “emm.. Hyerin-ssi, apa yang membuatmu tinggal di desa? Kau sendiri tau kalau mencari uang di desa akan lebih sulit daripada di kota. Di sana kau bisa bekerja sebagai pegawai kantor daripada harus panas panasan mengurusi kebun mu.” Ucap Kyuhyun memecah keheningan. “dasar pemikiran setiap orang pasti berbeda Kyuhyun-ssi, dan begitupun aku dan kakak ku yang memilih tinggal di desa dan mencari uang di desa dengan berbagai macam pertimbangan yang tak bisa kami sampaikan kepada orang lain. Dan kalaupun kami sampaikan, belum tentu orang lain mengerti maksud kita.” Hyerin tersenyum.

Kyuhyun cukup salut dengan jawaban Hyerin. Dari tutur kata yang ia lontarkan, Kyuhyun bisa menilai kalau sebenarnya Hyerin orang yang berfikiran luas. Walaupun Kyuhyun baru kenal beberapa hari dengan Hyerin, Kyuhyun merasa bahwa ia nyaman saat mengobrol maupun berada di dekat Hyerin. Yeoja ini cukup pintar. Batin Kyuhyun. “Kyuhyun-ssi, apa kau haus? Tunggu, aku akan membuat teh dulu.” Ucap Hyerin. Kyuhyun hanya mengangguk.

Beberapa menit kemudian, Hyerin datang membawa dua gelas teh. “ini untukmu Kyuhyun-ssi.” Ucap Hyerin sambil menaruh teh di meja, depan tempat duduk Kyuhyun. “gomawo Hyerin-ssi.” Kyuhyun menyesap teh yang Hyerin buatkan untuknya. Ternyata enak juga, selain berfikiran luas dan cantik ia juga pintar membuat minuman. Batin Kyuhyun berkomentar.

^^^

Sudah hampir seminggu Kyuhyun dan Donghae menginap di rumah Hyerin. Dan itu karena salah satu cara Kyuhyun untuk mendapatkan kebun mawar hijau milik Shin bersaudara tersebut. “Kyu, kapan kita pulang? Kita sudah seminggu ini disini dan kita belum mendapatkan apa yang kita inginkan.” Donghae sedikit jenuh dengan rencana yang disusun Kyuhyun. “mungkin beberapa hari lagi hyung. Kau tenang saja. Semua akan seperti yang kita inginkan.” Ucap Kyuhyun menenangkan Donghae. “terserah kau saja lah.” Donghae tampak acuh lalu pergi meninggalkan Kyuhyun di kamar.

_SKIP_

Sore ini Hyerin sedang berada di kamarnya. Hanya sekedar berbaring dan mengistirahatkan tubuhnya karena dari tadi pagi ia sudah lelah bekerja. Saat ia sedang berbaring, ia melihat lihat kamarnya yang sudah 22 tahun ini menjadi tempat saat ia tidur, ia melihat setangkai mawar hijau yang ia letakkan di vas bunga kaca dekat jendelanya. Bunga yang Kyuhyun kasih utuknya. Tanpa sadar kedua sudut bibirnya terangkat ke atas. Hyerin tersenyum.

Cklekk!! Kamar Hyerin tarbuka menampakkan kakaknya yang sedang berdiri disana. “Hyerin-ah, ayo keluar. Kyuhyu-ssi dan Donghae-ssi sudah menunggu kita.” Ucap Jiyoung. “menunggu untuk apa eonni?” tanya Hyerin. “mereka mau pulang ke Seoul.” Jawab Jiyoung.

Deg!! Kyuhyun akan segera pulang dan itu berarti Hyerin tak akan bertemu lagi dengan Kyuhyun. Mengapa rasanya seperti kehilangan?. Batin Hyerin. “baiklah.”

“kami berdua akan kembali ke Seoul. Terimakasih untuk kalian berdua yang sudah memberikan kami tumpangan saat disini. Sekali lagi terimakasih.” Kyuhyun dan Donghae membungkuk di depan Hyerin dan Jiyoung. “ne, kami juga sangat senang bisa bertemu dengan anda berdua.” Ucap Jiyoung ramah. Apa jika aku pergi dari sini kau akan merasa kehilangan? Seperti aku yang mulai merasa akan kehilanganmu. Batin Kyuhyun. “maafkan kami jika kami merepotkan kalian.” Ucap Donghae. “aniya, kalian tidak merepotkan kami berdua.” Ujar Jiyoung.

“sebelum kami berdua pulang, ada yang ingin aku bicarakan dengan Hyerin.” Ucap Kyuhyun. Hyerin pun langsung menatap Kyuhyun. “aku? Bicaralah Kyuhyun-ssi.” Ucap Hyerin. “tapi tidak di sini, aku ingin kita bicara berdua saja di kebun mawar mu.” Donghae, Jiyoung, tak terkecuali Hyerin semakin binggung dengan Kyuhyun.

^^^

Setibanya mereka di kebun mawar hijau, Kyuhyun menatap lekat wajah cantik Hyerin. “Kyuhyun-ssi, apa yang ingin kau katakan?” tanya Hyerin. Hyerin menunduk, karena ia merasa tidak enak mendapat tatapan yang begitu serius dari Kyuhyun.

“Hyerin-ssi, kau tahu bukan, kalau aku akan segera pulang ke Seoul?”

“ne, aku tahu.”

“aku bertanya padamu, apa artinya aku di hidupmu selama satu minggu ini?”

“aku tak mengerti maksudmu Kyuhyun-ssi.”

“aku sangat mencintaimu, Shin Hyerin.”

“MWO?? Apa maksudmu Kyuhyun-ssi?”

“apa kurang jelas aku mengatakan Hyerin-ssi. Aku hanya ingin mengatakan ini padamu. hanya ingin mengatakan perasaanku yang sesungguhnya. Aku tak memaksamu untuk menerimaku, karena aku tahu aku baru sebentar masuk di dalam kehidupanmu. Lebih baik sekarang kita segera kembali. Donghae dan Jiyoung-ssi pasti sudah menunggu kita.”

“eh… tunggu dulu Kyuhyun-ssi.” Hyerin mencekal pergelangan tangan Kyuhyun. “wae?” tanya Kyuhyun. “apa kau tak menanyakan perasaanku padamu?” Hyerin tampak ragu. “apa yang harus aku tanyakan kalau aku sudah tahu jawabannya. Kau tidak mencintaiku ‘kan?” Kyuhyun tersenyum. Ia memang sudah tahu kalau sebenarnya Hyerin tak mencintainya. Tapi peryataannya jelas keliru.

“bagaimana jika aku juga mencintaimu? Tadi saat Jiyoung eonni bilang kau mau pulang ke Seoul, aku sedikit merasa kehilangan.” Ucap Hyerin malu malu.

^^^

@Hyerin’s house

Malam ini, Hyerin nampak begitu bahagia. Terlihat dari wajahnya yang berkali kali memancarkan senyum indahnya. “Hyerin-ah, mana remote tv nya? Channelnya aku pindah ne?” tanya Jiyoung. “ne.” jawab Hyerin. Jiyoung tampak bingung, biasanya saat Jiyoung ingin mengganti channel tv Hyerin tak membolehkan Jiyoung. Apalagi ini ada drama serial kesukaan Hyerin. “Hyerin-ah, sepertinya kau sedang bahagia. Memangnya ada apa?” Jiyoung memberanikan dirinya untuk bertanya pada Hyerin. “apa aku terlihat begitu bahagia, eonni?” Hyerin bertanya balik. “kau ini!! Ditanya malah bertanya balik.” Jiyoung Nampak kesal. “hehe… eonni, tadi sore sebelum Kyuhyun pulang ke Seoul, ia sempat menyatakan perasaannya kepadaku. Ia bilang, kalau ia mencintaiku. Lalu, aku bilang aku juga mencintainya.” Jelas Hyerin. Jiyoung terkejut bukan main.

“ap..apa kau bilang?” Jiyoung terlihat gugup.

Ternyata orang yang selama ini ia cintai dan berharap bisa menjadi pendamping hidupnya kini sudah menjadi pendamping hidup Hyerin. Adiknya sendiri. Mengapa selalu kau yang mendapatkan kebahagiaan. Batin Jiyoung menggerang.

 

***

Pagi ini cuaca sedikit mendung ditambah saat ini musim dingin sedang menggiringi hari hari masyarakat di Korea. Orang yang merasakan dinginnya udara hari ini, seperti tak mau beranjak dari ranjang tidurnya. Tapi tidak untuk dua gadis bermarga ‘shin’ tersebut. Dua gadis ini setia dengan pekerjaan yang setiap hari ia tekuni.

“eonni, aku akan mengambil daun yang sudah mengering.” Hyerin memberitahu Jiyoung.

“eonni, aku hanya akan mengambil daun yang sudah mengering. Tak perlu memakai pisau.” Ucap Hyerin karena melihat Jiyoung yang mengeluarkan pisau dari keranjang yang mereka bawa.

Jiyoung semakin mendekat kearah Hyerin dengan membawa pisau dan diiringi tatapannya yang tajam. Hyerin kebingungan. Kenapa eonni nya bersikap seperti ini.

“eonni, apa yang kau lakukan?” Hyerin panic saat Jiyoung menjulurkan pisau yang tadi ia pegang.

“eonni, sadarlah. Aku Hyerin, adikmu.” Ucap Hyerin semakin panic.

Jresss *suara saat Jiyoung membunuh Hyerin ^LOL^*

 

Dan akhirnya Hyerin terbunuh di tangan kakaknya sendiri. Jiyoung yang tak suka karena Hyerin selalu mendapatkan kebahagiaan dari tuhan. Jiyoung yang iri akan kebahagiaan yang Hyerin miliki. Apalagi saat ia mendengar kalau Hyerin dan Kyuhyun saling mencintai.

Jiyoung membawa mayat Hyerin di semak semak kebun mawar hijau miliknya.

 

The end^

 

 

Ga dapet feelnya? Mian. RCL nya selalu diharapkan.😀

 

2 thoughts on “Tragedy of Green Roses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s