My Brother is My Protector {Chapter 3}

Untitled

Author               :   Park Yurin ~Twitter~ {@Park_Yurin94}

Tittle                  :  My Brother Is My Protector

Genre                 :   Sad, BrotherShip, Family And FriendShip

Length             : Chapter 3

Cast                    :   Byun Baekhyun, Oh Sehun (Byun Sehun)

Support cast     : Tuan Byun [OC] , Member EXO, Bang Yongguk

Note                : Kritik dan saran ditunggu J , aku saranin baca ini sambil dengerin lagu Beast- 12.30.

 

~Happy Reading~



#Author POV#

“Hyung!!” panggil Sehun pada kakaknya yang berada di kolam renang rumahnya.
“Wae? Kau perlu apa?” Jawab Baekhyun sambil terus membersihkan kolam renang mereka. Sehun mendekat kearah Baekhyun dan mengambil tongkat pembersih yang dipegang oleh Baekhyun untuk membersihkan kolam renang.
“Ya!! Apa yang kau lakukan?”Tanya Baekhyun
“Kau tidak melihat, tentu saja membantumu Hyung” Jawab Sehun
“kau tak usah membantuku, ini sudah biasa ku lakukan. Sekarang kau pergi kekamarmu lalu kerjakan PR-mu!” Suruh Baekhyun.
“Shireo!!, lagi pula aku sudah mengerjakan PR-ku. Sebaiknya hyung bantu aku juga agar pekerjaan ini lebih cepat, lalu kita keluar membeli es krim. Bagaimana kau mau?”. Baekhyun terdiam, ia tampak menimang ajakan Sehun.
“kau janji akan membelikanku es krim?”. Sehun tersenyum mendengar pertanyaan Baekhyun, ia mengangguk mantap untuk menjawabnya. Mata Baekhyun tampak berbinar melihat Sehun menganggukkan kepalanya. Merekapun mulai membersihkan kalom bersama.

@Cafe

Kedua kakak beradik ini sedang menikmati Es Krim yang ada di tangan mereka, Sehun yang memegang Es Krim coklat dan Baekhyun dengan Es Krim Strowbery. Mereka duduk di sebuah bangku yang ada di pojok cafe itu.
“Hyung boleh ku bertanya?”
“Apa?”
“kenapa….kenapa Bang Yongguk menganggumu?” Baekhyun membeku mendengar pertanyaan Sehun, ia menolehkan kepalanya dan menatap Sehun.
“Maksudmu?”. Tanya Baekhyun
“Aku tau semuanya Hyung. Aku tau Bang Yongguk yang selalu membulimu di sekolah!” Sehun Berbohong, ia tak mengatakan semuanya. Ia tak mengatakan bahwa Yongguklah penghancur hidup Baekhyun, bahwa Yongguklah yang memulai kebencian Appa Baekhyun pada Baekhyun hingga membuat kakaknya ini harus selalu dilindungi olehnya.
“….”. Baekhyun tak menjawab, lebih tepatnya tak bisa menjawab. Ia tak mungkin mengatakan semuanya kepada adiknya, bahwa Yongguk yang membuat semua kekacauan dihidupnya dulu hingga sekarang.
“Jawab aku hyung!” Paksa Sehun. Baekhyun menundukkan kepalanya.
“Maafkan aku Sehun-ah, aku tak bisa mengatakannya sekarang. Maafkan aku” lirih Baekhyun. Sehun tertegun mendengar jawaban Baekhyun, Sehun tau Baekhyun tak akan menjawab pertanyaannya karena pertanyaan tersebut akan mengungkapkan kembali kenangan sang kakak yang menyakitkan..
“Sudahlah tak apa, sekarang kita pulang!.” Baekhyun sadar Sehun kecewa padanya, ia tak mungkin mengungkapkannya. Ia sudah mengubur dalam-dalam kenangan itu, walaupun pada akhirnya ia selalu gagal dan kembali mengingatnya.

Baekhyun sampai dirumahnya, ia tak bersama Sehun saat memasuki rumahnya. Sehun berkata bahwa ia mempunyai urusan yang penting, jadi Sehun langsung pergi sesudah menurunkan Baekhyun tepat di pintu gerbang rumahnya.
“Darimana saja Kau?” Ucap Tuan Byun. Baekhyun menolehkan kepalanya dan terkejut saat menemukan ayahnya disana.
“A..appa sudah pulang? Aku dari kedai Es Krim bersama Sehun. Appa ingin kubuatkan teh?”tawar Baekhyun tak berani menatap mata Sang appa.
“Kemana Sehun?” Tuan Byun berkata dengan ada datar
“Tadi Sehun mengatakan ada urusan penting, jadi ia hanya mengantarku sampai gerbang rumah dan pergi!”. Tuan Byun mendekat kearah Baekhyun, Ia melemparkan sebuah foto ke meja yang ada di depan Baekhyun.
“Apa ini?!!, Dari mana kau mendapatkannya”Ucap Tuan Byun. Baekhyun Terkejut saat melihat foto itu. Foto itu adalah foto ibunya, ia mencurinya saat ayahnya sedang tidak ada dirumah 2 bulan lalu. Baekhyun memang tak diperbolehkan memiliki semua barang yang berhubungan dengan sang Eomma oleh tuan Byun, karena Tuan Byun menganggap Baekhyun tak pantas menyimpannya karena Baekhyunlah yang menyebabkannya meninggal.
“maafkan aku appa! Aku menemukannya tergeletak di meja kerja Appa saat aku membersihkannya”Jawab Baekhyun.
“Kau tau kan kau tak boleh mengambilnya, kenapa KAU MENGAMBILNYA?!!” Bentak Tuan Byun
“KENAPA APPA?, KENAPA AKU TAK BOLEH MEMILIKI FOTO ITU?. DIA FOTO IBUKU APPA!!” Baekhyun meninggikan suaranya pada appanya. Ia sudah tak tahan, Appa nya tak mengerti perasaannya. Baekhyun juga menyesal, ia tak menginginkan semuanya jadi begini. Baekhyun merasa sangat bersalah atas semua tindakannya dulu, tapi ia juga merasa tak adil atas sikap appanya kepadanya.
“Kenapa appa hanya memperhatikan Sehun? Kau mengacuhkanku Appa, Kau mengacuhkan Anak kandungmu?” Teriak Baekhyun pada Appanya
~PLAK~

Baekhyun tersungkur jatuh saat ayahnya menaparnya. Tuan Byun tertegun dengan apa yang dilakukannya, ia tak berniat menyakiti Baekhyun.
“A..appa kau me..namparku?”lirih Baekhyun sambil memegang pipi kirinya. Tuan Byun mendengus, ia mencoba tak memperdulikan Baekhyun walaupun ia sangat ingin mengelus punggung rapuh anak kandungnya tersebut.
“Kembalilah ke kamarmu!, sebentar lagi ujian semestermu akan dimulai, sebaiknya kau rajin belajar agar nilai-nilaimu yang sangat mengecewakan itu bisa diperbaiki!”Tuan Byun berbicara tanpa memandang Baekhyun, ia beranjak dari tempatnya menuju kamarnya. Baekhyun menangis, tentu saja!. Baekhyun tak bisa menahannya lagi, ia sangat terkejut pada apa yang dilakukan oleh ayahnya. Ayahnya tak pernah memukulnya sejak dulu, tapi sekarang ayahnya bahkan menamparnya dan meninggalkannya dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Dia butuh perlindungan, dia butuh sandaran, dia butuh adik tirinya, dia butuh Byun Sehun.

@Tuan Byun

Menyesal?. Tentu saja!. Ia sudah memukul anaknya sendiri, anak kandungnya. Ia sangat tak berniat melakukannya, ia tak sengaja karena tersulut Emosinya sendiri. Ia tak tau mau melakukan apa saat ia melihat Baekhyun tersungkur jatuh karena pukulannya, ia mencoba tak peduli tapi ia terus teringat bagaimana wajah kecewa Baekhyun saat melihatnya. Tuan Byun mendekat kearah meja kerjanya, ia mengambil sebuah album foto di dalam laci kerjanya. Ia membuka satu pesatu halaman album foto tersebut, foto-foto itu adalah foto Baekhyun saat kecil. Tuan Byun menangis melihat foto anak kandungnya itu. Ia ingin meminta maaf pada Baekhyun tapi ia tak bisa, rasa benci dan kecewanya lebih besar di hatinya. Saat ia melihat mata Baekhyun ada sebuah kekecewaan yang membuatnya menjadi sangat membenci Baekhyun.
“Maafkan appa Baekhyun, Maafkan Appa!”.

Sehun datang hampir tengah malam, ia memasuki rumahnya yang sudah terlihat gelap gulita. Dia memutuskan terus memasuki kamarnya sebelum ia melihat kamar sang kakak. Ia membuka kamar itu dan menemui kakaknya yang tertidur di meja belajarnya. Ia menepuk punggung Baekhyun lembut bermaksud membangunkannya. Baekhyun menggeliat atas tepukan tersebut.
“Hyung tidurlah di kasurmu, badanmu bisa sakit.!” Baekhyun menolehkan kepalanya ke arah Sehun lalu menganggukkan kepalanya. Sehun tersenyum, ia hendak pergi kekamarnya lagi sebelum menemukan sesuatu yang janggal di wajah Baekhyun. Ia kemudian menyentuh pipi Baekhyun.
“Wajahmu kenapa Hyung?”Tanya Sehun Khawatir. Baekhyun menegang mendengar pertanyaan Sehun, ia menolehkan kepalanya berusaha tak memperlihatkan wajahnya pada Sehun.
“Jawab Aku Hyung!”Desis Sehun
“A..anu i..ni” Baekhyun menundukkan kepalanya.”… Ayah menamparku!”. Sehun menegang mendengar jawaban Baekhyun, ia tahu betul jika ayah tirinya tak menyukai Kakaknya tapi ayahnya tak pernah sekalipun memukul Baekhyun apalagi menamparnya. Baekhyun menangis di hadapan Sehun, ia tak kuasa menahan air matanya. Sehun mendekat kearah Baekhyun dan memeluk Baekhyun, ia mencoba meredakan tangisan kakak tirinya tersebut. Baekhyun mengeratkan pelukannya, ia sangat bersyukur adiknya bisa disampingnya lagi.

“Maafkan aku Hyung”Ujar Sehun. Baekhyun tak menjawab, ia hanya menangis dipundak Sehun melampiaskan semua kekesalan dan kekecewaannya pada Ayahnya.

#Morning

Semua berjalan tanpa ada masalah di pagi harinya. Tuan Byun duduk tenang di meja makan sambil membaca koran dan memakan roti panggangnya. Sehun dan Baekhyun berjalan ke arah dapur. Tuan byun menolehkan kepalanya ke arah mereka. “Sehun-ah ayo sarapan!” Ajak tuan Byun. Sehun menolehkan kepalanya lalu tersenyum.
“Ne appa. Ayo Hyung” Sehun menarik lengan Baekhyun dan mendudukkan nya di samping kursinya.
“Aniya, aku akan sarapan disekolah!” Baekhyun ingin beranjak sebelum Sehun menarik lengannya lagi agar terduduk kembali. “Sesekali kau harus sarapan dirumah Hyung!”. Ucap Sehun
“Tapi—“
“Sudahlah ayo makan!” Sehun menyodorkan Roti panggang selai strowbery ke arah piring Baekhyun dan memakan roti panggangnya sendiri. Mereka bertiga makan seperti sebuah keluarga, walaupun tak ada yang berbicara tapi di hati salah satu dari mereka suasana seperti ini adalah sebuah suasana yang ia impikan hingga membuat setetes air matanya mengalir, itu Baekhyun.


“Byun Baekhyun!!”.Baekhyun menolehkan kepalanya ke aras suara tersebut. Bola matanya melebar saat melihat siapa yang memanggilnya. “Park Chanyeol!!” Sahut Baekhyun. Namja yang bernama Chanyeol tersebut mendekat kearah Baekhyun. Baekhyun tak bergeming di tempatnya, ia masih bingung saat melihat sahabat baiknya tersebut ada di depannya.
“Hei, kau tak ingin memelukku. Aku kembali!” Ujar Chanyeol sambil merentangkan tangannya ke arah Baekhyun. Baekhyun tersadar, ia Tersenyum lebar lalu berlari mendekati Chanyeol. “Ya!!. Aku bukan pacarmu. Lagipula kenapa kau bisa disini, bukannya kau tak akan kembali. Aku sempat putus asa saat kau bilang jika kau mungkin akan menetap disana.”Ucap Baekhyun. Chanyeol merangkul lengan Baekhyun lalu menariknya ke arah tempat duduk yang ada di dekat mereka.
“Kenapa, Kau tak Suka aku disini?”. Sindir Chanyeol
“Hei, aku tak bermaksud seperti itu. Kau sendiri yang bilang kau tak akan kembali!!.”
“orang tuaku menyuruhku melanjutkan sekolahku disini!”. Baekhyun mengernyitkan dahinya, ia menatap bingung Chanyeol.
“Maksudmu?, bukannya orang tuamu yang ,menyuruhmu untuk ikut mereka dan melanjutkan sekolahmu disana?” Tanya Baekhyun
“kau memang benar. Kau tau, disana beda dengan disini. Benar-benar beda”Ucap Chanyeol.
“Bukannya memang beda, Disini Seoul dan disana New York. Beda bukan?!”Jawab Baekhyun sambil memandang Chanyeol dengan tampang lugu. Chanyeol menghela nafasnya mendengar jawaban Baekhyun. Temannya yang satu ini memang tak berubah, ia masih memiliki pikiran yang dangkal. “Maksudku lingkungannya, disana sangat tak menyenangkan. aku tak bisa menemukan sahabat sepertimu. Mereka berteman denganku hanya untuk memanfaatkanku dan itu membuatku jengkel sehingga memutuskan untuk kembali ke Seoul. Sebenarnya aku tak ada niatan untuk satu sekolah dengannmu karna aku tak tau dimana kau bersekolah, tapi mungkin kita punya ikatan persahabatan yang erat, jadi tanpa disengaja kita bisa satu sekolah. He..he..he”Ucap Chanyeol sambil tertawa kearah Baekhyun. Baekhyun tersenyum melihat Chanyeol, sudah lama ia tak melihat Chanyeol. Baekhyun menolehkan kepalanya saat merasakan ada yang menepuk punggungnya. Ia tersenyum saat tau bahwa itu adalah Sehun.
“Sehun-ah kau ingin ingat Chanyeol, ia kembali!” Ucap Baekhyun sambil menarik Sehun duduk di dekatnya.
“Chanyeol?, ah!! Namja tinggi dengan senyum idiot itu. AW!!”Sehun memegang kepalanya yang terasa berdenyut, ia menolehkan kepalanya kearah samping melihat orang yang memukulnya dan menemukan Chanyeol yang memandangnya datar.
“Namja tinggi dengan senyum idiot?, bukannya kau juga tinggi. Jika aku senyum idiot maka kau muka idiot”Desis Chanyeol kearah Sehun
“Maafkan aku Hyung, aku bercanda. Lagi pula siapa yang tak ingat dengan Park Chanyeol. Namja tampan dengan seribu pesona” Ujar Sehun lalu tersenyum kearah Chanyeol. Chanyeol ikut tersenyum membalasnya.
“selamat datang Hyung! Aku merindukanmu! Jadi, Hyung kau ada di kelas berapa?”Tanya Sehun. Chanyeol menatap Sehun dan mengangkat bahunya.
“Aku tidak tau!, Aku disuruh ke ruangan kepala sekolah saat bel masuk!”Jawab Chanyeol. Sehun dan Baekhyun menganggukkan kepalanya.
“Kau mau ku antar?” Ujar Baekhyun.
“Boleh.”Chanyeol dan Baekhyun pergi setelah mengucapkan selamat tinggal pada Sehun. Mereka berjalan ke ruangan kepala sekolah. Chanyeol berjalan sambil menceritakan semua yang ia lakukan saat di sekolahnya yang dulu pada Baekhyun. Baekhyun hanya tersenyum menanggapi semua cerita Chanyeol.

Sesampainya di depan ruangan kepala sekolah, Chanyeol masuk kedalam sedangkan Baekhyun menunggu di depan pintunya. Lama menunggu Chanyeol pun keluar dari sana ditemani oleh sang Kepala sekolah.
“Oh! Byun Baekhyun ada apa?” Tanya kepala sekolah terkejut saat melihat Baekhyun ada di depan pintunya. Baekhyun tersenyum kearah kepala sekolahnya itu.”Aku menemani Chanyeol saem?”Jawabnya.
“kau temannya?. Jika seperti itu baguslah, ia satu kelas denganmu. Kau bisa menemaninya kan?”.
“Tentu saja Saem, terima kasih. Kami pergi dulu”. Ucap Baekhyun sambil menundukkan punggungnya yang diikuti oleh Chanyeol.

Didalam kelas Baekhyun duduk di tempatnya tanpa bersama Chanyeol, saat akan memasuki kelas tadi Chanyeol pergi ke kamar mandi untuk mempersiapkan dirinya di depan teman-teman kelasnya nanti. Baekhyun sebenarnya ingin menemaninya, tapi Chanyeol melarangnya karena Bel masuk sudah hampir berbunyi. Baekhyun menolehkan kepalanya ke arah tempat duduk Kyungsoo, ia tak mendapati sahabatnya itu di tempatnya. ‘Kemana dia’batin Baekhyun. Ia berjalan ke arah bangku Chen.
“Chen kau tau dimana Kyungsoo?” Tanya Baekhyun. Chen yang sedang bermain Game di Handphonenya mengalihkan pandangannya ke arah Baekhyun. “Molla, tadi aku melihatnya di koridor, tapi setelah aku masuk kelas aku tidak melihatnya!!”Jawab Chen. Baekhyun menganggukkan kepalanya, ia menghela nafasnya lalu kembali duduk di tempatnya.

Yongguk mengalihkan pandangannya pada Baekhyun yang sedang berbicara pada Chen. Ia melangkahkan kakinya mendekati meja Baekhyun. Baekhyun yang merasakan ada yang mendekat menolehkan kepalanya.
“Kau kehilangan teman mungilmu?”Tanya Yongguk pada Baekhyun.
“Kau tak perlu tau!”.Baekhyun menjawab tanpa menolehkan kepalanya.

Yongguk terkejut saat ada yang memukul bagian belakang kepalanya, ia menolehkan kepalanya mencoba melihat siapa yang memukulnya.
“Kau ingin mengganggu Baekhyun lagi hah?”.Kyungsoo yang baru saja masuk ke kelasnya terkejut saat melihat Baekhyun sedang berbicara dengan Yongguk, ia pun langsung berlari kearah Yongguk dan memukulnya dengan buku yang dipegangnya. “Apa yang kau lakukan hah?”Marah Yongguk. Baekhyun yang melihat kejadian itu langsung mengambil tindakan agar kelas mereka tidak terjadi keributan gara-gara dua orang itu.
“Kyungsoo-yah sudahlah di hanya menanyakan sesuatu padaku, Tak usah dipikirkan. Dan kau Yongguk kembalilah ke tempatmu!”.Baekhyun menarik Kyungsoo untuk duduk ditempatnya. Yongguk mendengus lalu kembali berjalan ke tempat duduknya.

Bel masuk berbunyi, semua murid berlarian ke tempat duduknya masing-masing. Guru Baekhyun memasuki kelasnya yang diikuti oleh Chanyeol di belakangnya. Baekhyun tersenyum melihat sahabatnya tersebut, ia yakin saat ini Chanyeol pasti sangat gugup, ia dapat melihatnya dari Ekspresi Chanyeol saat ini.
“Selamat pagi anak-anak. Pagi ini kita kedatangan murid baru. Chanyeol-ssi silahkan perkenalkan dirimu”. Chanyeol menganggukkan kepalanya, ia menolehkan kepalanya ke arah teman-temannya. Tanpa di sengaja ia melihat seseorang yang duduk di bangku paling belakang. Senyumnya luntur seketika ketika tau seseorang tersebut. Chanyeol mengepalkan tangannya, ia tau siapa dia. Ia adalah Bang Yongguk, temannya dulu. Mungkin Yongguk sudah lupa padanya, tapi Chanyeol tidak akan pernah lupa bagaimana Yongguk memanfaatkannya dan bagaimana Yongguk menghancurkan sahabatnya, Byun Baekhyun. “Halo, namaku Park Chanyeol senang bertemu dengan kalian” Ucap Chanyeol tetap memandang Yongguk tajam.

Yongguk mendengarnya, ia tersadar dan menegakkan kepalanya yang semula melamun. ‘Park Chanyeol?, Apakah itu dia?’ Batin Yongguk. Yongguk menatap mata Chanyeol yang sedang menatapnya Tajam.
“Baiklah Chanyeol kau bisa duduk di samping bangku Yongguk yang kosong!”suruh Guru Chanyeol. Chanyeol berjalan kearah Yongguk, ia berhenti tepat di sampingnya. “Halo kawan, kita akhirnya bertemu Bang Yongguk!”Desis Chanyeol. Yongguk menyunggingkan senyumnya.
“Selamat datang Park Chanyeol. Kau membuatku terharu”Jawab Yongguk.
“Tenang aku tidak akan melakukan apapun untuk saat ini. Jika kau butuh pelukan aku mungkin tidak akan memberikannya, tapi jika itu air mata maka dengan senang hati aku bisa memberikannya. Benar bukan Bang Yongguk?” Chanyeol tersenyum kearah Yongguk lalu Duduk di tempatnya. Yongguk mengepalkan tangannya. ‘mungkin kau bisa membuatku menangis Park Chanyeol, tapi aku bisa juga memberikanmu air mata serta penyesalan untukmu lewat sahabatmu itu. Byun Baekhyun!. Tunggulah, aku akan mempersiapkannya Sahabat Lamaku!!!’ Batin Yongguk. Ia menolehkan kepalanya pada Baekhyun yang juga menatapnya, Yongguk menyungging kan senyumannya kearah Baekhyun. Yongguk beranjak dari tempatnya, ia melewati bangku Baekhyun dan melempar sebuah kertas padanya. “Aku ingin ke toilet Saem!” Ucap Yongguk lalu pergi meninggalkan kelasnya.

Baekhyun membukan kertasnya, ia menegang membaca surat tersebut. Ia meremasnya lalu membuangnya. Ia mengepalkan tangannya menahan amarahnya.

‘Hai pengecut, apa kau tau ini hari apa? Ini adalah hari dimana kau akan menangis meratapi kehidupanmu yang menyedihkan!! Ha…Ha..Ha…!! ’

TBC

 

8 thoughts on “My Brother is My Protector {Chapter 3}

  1. ellalibra berkata:

    Yongguk tu nyebelin bgt jd org,, moga” dpt karma tu ank jahat bgt sm baekhyun ,,,, appa ny baek jg mz smp segitunya dy benci sm ank ….dtunggu next eon fighting 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s