FF : GROWL CHAP. 30

Growl

Tittle              : Growl

Author            : Ohmija

Cast                : EXO and Park Yoora

Genre              : Action, Friendship, Family, Romance

“Kau sudah lebih tenang?” Kris memberikan segelas kopi hangat untuk wanita cantik yang sedang duduk di sebelahnya itu.

Yoora mengabaikan pertanyaannya, “Bagaimana kau bisa menemukan rumahku?”

“Naluri.”jawabnya. “Aku hanya mengikuti jalan menuju kemari dan menemukanmu.”

“Apa yang mau kau lakukan?”tanya Yoora lagi.

“Aku mengkhawatirkanmu.” Kris mengalihkan wajah, menatap Yoora lurus. “Kemarin malam, aku pergi ke rumah sakit dan mereka bilang kau meminta ijin pulang mendadak. Aku pikir kau masih sakit jadi aku mencarimu.”jelasnya. Yoora hanya diam. “Apa yang terjadi dengan adikmu?”

Yoora mengangkat wajahnya, balas menatap Kris, “Apa kau lupa saat pertama kali kita bertemu di kantor polisi waktu itu?”

Kris mengangguk, “Lalu?”

“Apa kau tidak ingin bertanya bagaimana aku bisa mengenal Tao?”

“Oh, yah, aku ingin bertanya tentang hal itu sejak lama tapi kau selalu menghindariku.”jelasnya. “Jadi kau mengenal si biang onar itu?”

“Dia adalah adikku.” Ucapan Yoora membuat Kris melebarkan matanya. “Orang-orang yang kau bilang adalah pembuat onar itu adalah adikku.”

“M-maksudmu?”

“Namanya Park Chanyeol. Dia adalah adik kandungku. Dan Sehun adalah teman dekat yang sudah ku anggap seperti adikku sendiri. Juga adikmu… dia juga sudah ku anggap seperti adikku sendiri. “

“Apa selama ini Tao selalu tinggal di rumahmu?” Kris masih dalam keterperangahannya. “Apa selama ini… dia selalu tinggal disini?”

“Jangan terlalu keras terhadapnya.” Yoora tidak menjawab pertanyaan Kris. “Sebenarnya, dia adalah anak yang sangat penurut. Jika kau bersikap lebih baik padanya, mungkin dia akan menurutimu.”

Kris masih menatap wajah Yoora lurus, “Apa ini alasanmu kenapa kau tidak pernah mau mempertemukanku dengan adikmu?”

Yoora terdiam sejenak lalu menggeleng, “Awalnya tidak begitu. Tapi sekarang mungkin itu adalah alasannya.”serunya pelan. “Aku memiliki tiga orang adik yang sangat protektiv terhadapku. Mereka tidak akan membiarkan seorang pria mendekatiku. Dan sekarang, setelah aku mengetahui jika kau adalah kakak sepupu Tao sekaligus orang yang di benci oleh adik-adikku, aku semakin tidak bisa mempertemukanmu dengan mereka. Aku yakin Chanyeol akan sangat marah dan dia tidak akan menyetujui hubungan itu.”

Kris tergugu. Jadi mereka… orang-orang yang sangat di bencinya itu adalah adik Yoora?

Yoora tersenyum, “Kenapa ada banyak hal yang menentang hubungan kita? Apa kau tidak berpikir jika kita hanya terlalu memaksakan hubungan yang sebenarnya tidak bisa berjalan?”

“Jika hubungan ini memang tidak berjalan, kenapa kita bisa bertemu lagi setelah berpisah sangat lama?”balas Kris cepat. “Apa kau tidak berpikir jika mungkin saja kita harus mencobanya lagi?”

Yoora tersenyum tipis lalu menggeleng, “Aku lelah.”

“Tapi aku tidak akan menyerah. Aku sudah mengatakannya, kan? Aku tidak akan melepaskanmu.”

Kemudian keduanya terdiam. Mungkin ucapannya benar, jika hubungan ini tidak bisa berjalan kenapa mereka di pertemukan lagi?

“Aku bertemu dengan Junmyeon.”seru Yoora setelah beberapa saat diam.

Dan untuk yang kesekian kalinya, Kris terperangah, “Dia ada disini?! Bukankah dia seharusnya berada di Amerika?”

“Mana mungkin dia bisa hidup tenang setelah kejadian itu.” Yoora menghela napas panjang. “Aku benar-benar merasa bersalah padanya. Aku mengetahui sesuatu tapi aku terus menyembunyikannya. Aku hanya tidak tega jika dia mengetahui sahabatnya telah mengkhianatinya dan mengakibatkan orang tuanya meninggal.”

Kris terdiam.

“Apa yang harus aku lakukan jika aku bertemu dengannya lagi?”tanya Yoora. “Saat itu aku selamat karena Sehun. Tapi bagaimana jika tanpa sengaja kami bertemu lagi? Apa yang harus aku lakukan?”

“Aku…”

“Apa kau masih tidak mau memberitahu alasanmu?” Kris benar-benar tidak bisa berkata apapun saat kedua mata itu menatapnya dengan sorot teduh. “Kenapa kau melakukan ini pada kami? Kau bukan orang yang seperti itu.”

“Berikan aku waktu.” Lirih pria itu tanpa berani menatap Yoora. “Berikan aku waktu untuk mengungkapkan kebenaran yang sesungguhnya.”

***___***

 

“Bagaimana keadaannya? Ku dengar dia pingsan setelah sadar.”tanya Lay setelah kembali ke ruangan Sehun.

“Dia adalah pria tidak berotak yang pernah aku kenal.”bisik Kai sambil melipat kedua tangannya di depan dada, kedua matanya menatap lurus kearah Sehun yang sedang tertidur itu. “Aku sangat ingin menghajarnya tadi.”

“Apa yang terjadi?”

“Seperti biasa… lagi-lagi dia menggunakan hatinya daripada logikanya.”seru Kai. “Aku tidak tau, yang jelas dia sedang menyembunyikan sesuatu.”

Kai menarik napas panjang dan menghembuskannya panjang-panjang juga. Semoga dia segera sadar dan dia memiliki kesempatan untuk bertanya. Kemudian ia berbalik, menatap Luhan, Tao dan Chanyeol. “Sebaiknya kalian pergi istirahat. Aku sudah memesankan kamar di sebelah ruangan ini. Kalian terlihat sangat lelah.”

“Aku akan berjaga disini.”balas Luhan.

“Ya, haruskah aku mengambilkanmu cermin? Bercerminlah dan lihat bagaimana wajahmu. Kau sudah seperti mayat hidup daripada manusia. Pergilah istirahat, aku yang akan berjaga disini. Jika terjadi sesuatu aku pasti akan langsung memanggil kalian.”

“Luhan, dia benar. Sebaiknya kau dan Chanyeol beristirahat sebentar.”

“Kau juga.”sahut Kai, Tao langsung menoleh. “Wajahmu tak kalah pucat dengan mereka. Pergilah tidur.”

“Bagaimana mungkin aku membiarkan musuh yang menjaganya? Dia sangat lemah sekarang, bagaimana jika kau membunuhnya ketika dia tidur?”

Kai tertawa mendengus, “Yah, aku akan membunuhnya. Tapi nanti, saat dia sudah pulih. Walaupun aku membencinya, aku masih ingin berkelahi satu lawan satu.”rutuknya kesal karena di curigai. “Lagipula ada Kyungsoo disini, jika aku macam-macam, dia akan memberitahu kalian. Bukankah dia adalah sekutu kalian?”

Kyungsoo menoleh, menatap ketiga temannya itu, “Pergilah, aku yang akan berjaga.”

Tao terdiam sejenak dan beberapa saat kemudian akhirnya menyetujui hal itu. Dia membawa Luhan dan Chanyeol bersamanya menuju ruangan yang ada di sebelah ruangan ini. Setelah mereka pergi, tertinggal Kai, Baekhyun, Lay, Chen, Kyungsoo dan Suho yang ada di ruangan itu.

“Jongdae, bisakah kau membelikanku kopi? Aku sangat haus.” Kai menoleh kearah Chen.

Chen menatapnya dengan satu alis terangkat, “Apa kau mau membicarakan sesuatu yang tidak boleh aku dengar?”tebaknya tepat. Kai hanya tersenyum. Berteman sejak di  bangku SMP dengan pria itu membuat Chen mengerti luar dan dalam dirinya. Ia tidak bertanya lagi dan langsung menuruti perintah Kai.

Setelah pintu di tutup, Kai maju dua langkah mendekati Suho, “Dia sudah mengetahui semuanya.”serunya. “Tentang kenapa kau terus mengganggunya dulu. Dia sudah mengetahui jika ayahnya memang terlibat.” DI tempatnya, Kyungsoo menundukkan kepalanya. “Sudah beberapa hari ini ada beberapa orang yang mengintai rumahnya. Dan tadi kemarin pagi, Sehun memintaku untuk menjaga Kyungsoo dan dia pergi entah kemana.” Kai menghentikan ucapannya sesaat. “Dia membawa pistol.”

Mata Suho sontak melebar.

“Sebelum Kai datang, ada tiga orang laki-laki yang tidak ku kenal menghampiri kami. Mereka memintaku untuk ikut bersama mereka jika aku ingin bertemu dengan ayahku. Tapi Sehun menahanku dan melakukan perlawanan. Aku rasa orang-orang itu yang membuat Sehun jadi seperti ini.”ucap Kyungsoo.

“Orang-orang itu adalah orang-orang dari organisasi itu, kan?”tanya Kai menatap Suho.

Suho tidak bersuara. Sama sekali. Ia hanya diam, tenggelam dalam pikirannya. Dan beberapa saat kemudian, ia berseru, “Aku pergi dulu.”

“”Suho.” Kai mencoba menahannya namun pria itu sudah menghilang di balik pintu. Pria itu mengacak rambutnya frustasi, “Dia bilang dia ingin mengetahui semuanya, tapi dia justru menghilang saat ku beritahu. Menyebalkan.”

“Kau terlalu banyak bicara, Kai.” Tiba-tiba sebuah suara terdengar. Sontak semua orang langsung menoleh kearah sumber suara.

“Sehun, kau sudah sadar?” seru Kyungsoo langsung menghambur kearah pria itu. “Kau butuh sesuatu? Apa kau—“

Sehun berusaha menarik dirinya untuk duduk, “Bisakah kalian meninggalkanku dan Kai? Aku ingin bicara dengannya.”

“Aku akan memberitahu Luhan dan—“

“Kyungsoo.” Sehun langsung menahan lengan pria itu. “Aku mohon. Berikan aku waktu sebentar.”

“Ayo. Kita keluar.” Lay mengambil alih, ia merangkul pundak Kyungsoo dan menyeretnya keluar ruangan.

Setelah semua orang pergi, meninggalkan mereka berdua, Kai menjatuhkan dirinya di tepi ranjang Sehun. Di tatapnya wajah yang penuh luka itu lurus-lurus.

“Apa yang terjadi? Siapa yang melakukannya?”tanya Kai tanpa basa-basi. “Kau bertemu orang-orang itu? Mereka yang melakukannya?”

“Aku bertemu ayahku.” Lirihan lemahnya mampu membuat Kai terkejut saat itu juga.

“Apa?!”

“Dia benar-benar terlibat dalam organisasi itu, Kai.”ucapnya pelan. “Dia bilang, dia harus membunuh Kyungsoo agar tidak ada jejak yang di tinggalkan. Dan mungkin suatu saat, dia juga akan membunuhku untuk menghilangkah jejaknya.”

“Apa dia sudah gila?!”pekik Kai tak habis pikir.

“Mungkin iya.” Sehun tersenyum kecut. “Dia bahkan membunuh orang tua sahabatku untuk menghilangkan jejaknya.”

“M-maksudmu?”

Sehun terdiam sejenak, berusaha keras menahan rasa pedih yang kembal imenyesakkan dadanya, “Orang tua Chanyeol tau jika ayahku terlibat dalam organisasi itu. Mereka akan mengadukan itu pada NSA tapi mereka justru sudah lebih dulu terbunuh. Dan yang melakukannya adalah ayahku.”

“Tidak mungkin! Kau pasti bercanda, kan?!”

“Kau bahkan tidak bisa mempercayainya. Lalu bagaimana denganku?” Sehun menatap Kai dengan kedua mata yang sudah di genangi air. “Apa yang harus aku lakukan jika aku bertemu dengan Chanyeol nanti? Bagaimana jika dia kembali pada kondisinya yang dulu? Dan bagaimana jika dia marah padaku?”

“Bodoh, apa yang sedang kau pikirkan? Ini bukan salahmu. Kenapa kau bicara yang tidak-tidak?” Kedua tangan Kai terulur, mengguncang bahu Sehun. “Dengarkan aku, Oh Sehun. Ini bukan salahmu. Sepenuhnya. Kau tidak bersalah apapun jadi jangan mengkhawatirkan hal-hal itu. Dan tentang masalah itu, sebaiknya kita tidak memberitahu Chanyeol. Mengerti?” Sehun hanya diam sambil menundukkan kepalanya. “Dan… aku minta maaf karena aku mengatakan ini padahal aku tau kondisimu masih belum pulih. Tapi kau harus mengetahuinya, polisi Cyber sudah mengetahui jika ada seseorang yang menyalin dokumen rahasia itu dan Suho juga sudah mendengar hal itu.”

Sehun mengangkat wajahnya, menatap Kai.

“Apa yang harus aku lakukan? Kau mau aku melakukan apa?”tanya Kai. “Kau tidak boleh tertangkap jadi beritahu aku apa yang harus aku lakukan.”

Sehun terdiam sambil terus menatap kedua manik mata Kai. Berlingan air mata terjatuh saat dia berkedip, “Terima kasih.”serunya pelan. “Terima kasih, Kai.”

“YA OH SEHUN!” Kai kembali mengguncang bahu Sehun, kali ini lebih kuat. “Apa yang terjadi denganmu, hah? Sadarlah! Kita harus segera menyelesaikan masalah ini!”

“Yang menyalin dokumen itu adalah aku, jadi aku akan bertanggung jawab. Kau tidak peru melakukan apapun karena kau sudah membantuku begitu banyak. Terima kasih.”

Rahang Kai mengeras, amarahnya memuncak hebat, “Aku sangat ingin memukulmu sekarang. Aku benar-benar ingin memukulmu agar kau segera sadar!”bentaknya. “Brengsek! Aku sangat membenci sifat pahlawanmu itu! Tapi kali ini, aku tidak akan membiarkanmu menyelesaikannya sendiri. Aku tidak akan meninggalkanmu sendirian!”

Kai mengerang kesal lalu berjalan keluar ruangan. Meninggalkan Sehun yang hanya memejamkan kedua matanya, menahan air mata. Sebaiknya tidak bicara dengannya dulu. Karena suasana hatinya sedang kacau. Karena sepertinya, kenyataan-kenyataan itu telah memberikannya pukulan hebat yang telah menguras habis seluruh tenaganya. Tidak, dia bukan Sehun. Karena Sehun yang di kenalnya adalah seseorang yang tangguh, yang selalu percaya diri dengan apapun yang dia lakukan. Dia bukan Sehun.

Namun saat Kai keluar dari ruangan Sehun, ia menemukan seseorang sudah berdiri di balik pintu itu. Sedang menatapnya dengan wajah yang sudah basah. Ia sontak terperangah.

“Luhan… kau…”

“Katakan padaku yang sebenarnya.”

Kai langsung membeku.

“Katakan padaku, Kai!”

***___***

 

Sudah sejak satu jam yang lalu Kris terus termenung di meja kerjanya. Pikirannya berkecamuk hebat. Apa Yoora benar-benar bertemu Suho? Apa pria itu benar-benar ada disini? Apa tujuannya kemari untuk memecahkan kasus bertahun-tahun lalu? Jadi… apa mungkin dia yang telah menyalin dokumen rahasia itu?

Pria itu membuka laci kerjanya dan mengeluarkan selembar foto dari balik lembaran buku. Fotonya bersama Suho saling merangkul pundak satu sama lain. Untuk beberapa saat ia termenung. Karena perasaan tak asing yang selama ini selalu ia pendam kembali menguap ke permukaan. Tentang pengkhianatan yang telah ia lakukan untuk seseorang yang selalu memberikannya kekuatan dulu.

 

Tok tok

 

Seseorang membuka pintu ruang kerja Kris, “Pak, anda mencari saya?” tanya seseorang yang ternyata adalah Xiumin itu.

“Tolong aku.”

“Ya?”

Kris menyodorkan lembar foto itu kearah Xiumin, “Tolong cari orang ini dan beritahu aku dimana keberadaannya.”

Detik itu juga Xiumin terperangah, ‘Junmyeon?!’

“Tolong cari dia secepatnya.”

***___***

 

Luhan membuka pintu ruangan itu pelan. Menemukan orang itu sedang duduk sambil terus menatap keluar jendela. Fokus dan kesadarannya menghilang. Dia bahkan tidak menyadari jika Luhan sudah duduk di tepi ranjangnya.

“Bagaimana kabarmu?”

Setelah mendengar suara Luhan ,barulah ia tersadar. Sehun mengalihkan pandangannya dan menatap Luhan.

Pria itu memaksakan dirinya untuk tersenyum, “Kau pasti sangat marah padaku, kan?”ucapnya. “Maafkan aku. Aku sudah berjanji untuk tidak berkelahi lagi tapi mereka—“

“Bagaimana kabarmu?”tanya Luhan lagi. Suaranya mulai bergetar. “Sudah sejak lama aku tidak bertemu dengan sahabatku. Aku merindukannya.”

Kening Sehun berkerut bingung, ia tertawa, “Kita bertemu dua hari lalu.”

“Aku merindukan Oh Sehun.” Ucap Luhan menekankan kalimatnya. “Aku merindukan Sehun yang tidak pernah bisa berbohong padaku.” Pria itu menghusap air matanya dan menatap Sehun dengan senyum. “Maafkan aku. Aku tidak tau jika kau sedang mengalami masa-masa sulit. Aku tidak pernah bertanya dan bahkan tidak pernah perduli. Aku terus membiarkanmu menyelesaikannya sendirian. Saat kau membutuhkan bantuan, aku justru tidak ada disana.”

“Luhan, kau sedang bicara apa?”

Luhan menelan ludah, membersihkan cekat di tenggorokannya, “Jangan berbohong lagi.”isaknya. “Jangan berbohong lagi padaku, Sehun.”

Mata Sehun melebar begitu ia menyadari sesuatu, “Apa Kai yang memberitahu semuanya padamu?”

“Kenapa?”tanyanya. “Kenapa kau selalu mengorbankan dirimu? Kau bahkan seperti ini untukku dan ibuku. Kenapa kau melakukannya?”

Air mata Sehun juga terjatuh tanpa sadar, “Karena kau adalah murid yang berprestasi.”jawabnya. “Kau harus belajar dengan baik dan menjadi orang sukses. Kau tidak boleh menjadi sepertiku. Kau harus membanggakan omoni dan membahagiakannya. Dan juga…” Sehun menelan ludah. “…karena kau sahabatku.”

“Lalu bagaimana denganku?”balas Luhan cepat. “Kau juga sahabatku tapi aku tidak pernah melakukan sesuatu yang berguna. Aku tidak pernah tau apa yang sedang kau rasakan dan tiba-tiba aku mendapati kondisimu seperti ini. Lalu apa yang harus aku lakukan? “

Sehun tersenyum, “Kau benar. Aku memang tidak bisa berbohong padamu. Setiap kali aku terluka, kau adalah orang pertama yang selalu menemukanku. Terima kasih.”

Luhan kembali menghusap air matanya, “Maafkan aku.”isaknya. “Maafkan aku, Oh Sehun. Maafkan aku.”

“Kenapa kau minta maaf?”

“Lalu apa yang harus kita lakukan?” Luhan menatap Sehun lurus. “Kau tidak bersalah. Ini semua bukan salahmu.”

Sehun langsung terdiam. Kepalanya tertunduk dalam, “Aku menyayangi Chanyeol. Aku akan melakukan apapun untuknya.”

***___***

 

“Ada apa, Minseok?”tanya Suho begitu sampai di sebuah café. Setengah jam yang lalu, Xiumin menghubunginya dan mengajaknya bertemu. “Apa kau ingin membicarakan tentang kasus penyalinan itu?”

“Kau sudah mengetahuinya?”

Suho mengangguk, “Aku sudah mendengarnya.”

“Aku rasa dia mengira kau yang melakukannya.”

Kening Suho berkerut, “Siapa?”

“Kris. Dia adalah kepala kepolisian Seoul. Tadi dia menyuruhku untuk mencarimu. Dia oasti mengira jika kau yang melakukannya.”ucap Xiumin. “Bagaimana ini? Kau tidak melakukannya. Waktu itu, Sehun datang menemuiku dan meminta pertolongan. Dia memintaku untuk tidak memberitahumu. Dan aku menolongnya untuk masuk ke dalam ruangan Kris.”

“Aku sudah menduga hal itu.”balas Suho pelan.

“Lalu apa yang harus kita lakukan?” Xiumin mengeluarkan lembar foto itu dan menyodorkannya pada Suho. “Apa kalian saling mengenal?”

Suho langsung terperangah. Kedua matanya terbelalak maksimal melihat foto itu. “Darimana kau mendapatkan foto ini?”

“Kris yang memberikannya padaku saat dia menuruhku untuk mencarimu.”

Suho menelan ludah, “Jadi dia… kepala kepolisian Seoul?”

***__***

 

Keesokan harinya, semua orang memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. Kai, Lay dan Chen ingin mandi dan istirahat sebentar. Baekhyun harus mengurus adiknya. Luhan harus menjaga ibunya sementara Chanyeol dan Tao akan berada di rumah sebentar, bergantian dengan Yoora yang akan menjaga Sehun pagi itu. Mereka juga membawa Kyungsoo karena pria itu terlihat sangat lelah.

Tepat pukul 10 pagi, Yoora datang dengan sebuah tas besar. Sehun langsung duduk dengan mata melebar, “Kenapa noona datang sendirian dengan tas sebesar itu? Dimana yang lain?”

“Ya! Berhenti!”suruh Yoora saat Sehun hendak turun dari ranjangnya. “Aku bisa membawanya. Jadi berbaring saja di ranjangmu. Jika kau bergerak, aku akan menntikkan obat penenang agar kau tidak bisa bangun.”

Sehun mendengus, “Aku sedang sakit. Apa noona tidak bisa mengubah cara bicara noona? Setidaknya perlakukan aku dengan lembut.”

“Aku bahkan ingin memukulmu sekarang.”balas Yoora menatap Sehun sambil berkacak pinggang. “Lihat. Ini akibat kau selalu berkelahi. Sekarang lihat wajahmu, kau bahkan terlihat sangat jelek. Dan tanganmu, pasti sangat sakit, kan?”

“Tidak sakit. Tanganku hanya patah, ini akan sembuh dengan cepat.”

“YA!” Yoora memukul kepala Sehun pelan. Sehun sontak mengaduh. “Jika kau macam-macam, aku akan menghajarmu, Oh Sehun.”

“Astaga, kenapa memukulku? Aku adalah pasien!”

Yoora mengabaikan itu, dia mengambil gelas dari laci lemari, “Janga npergi kemanapun. Aku akan segera kemari, mengerti?!”

Sehun mendengus, “Kenapa dia yang menjagaku?”rutuknya kesal sambil menghusap-husap kepalanya.

Beberapa saat kemudian, pintu ruangannya terbuka lagi. “Noona , aku tidak—“ namun ucapannya terhenti seketika ketika ia melihat siapa yang muncul di balik pintu itu. Seorang pria tinggi yang sangat di kenalnya berjalan mendekatinya dengan sorot mata tajam.

“Mau apa kau kemari?”

“Untuk menangkapmu.”balasnya. “Kau pasti tau kesalahan apa yang telah kau lakukan, kan?”

Sehun tersenyum, “Aku pikir kau datang untuk mengakui hubunganmu dengan kakakku.”

Kris terlihat sedikit terkejut namun ia segera menutupi itu, “Jadi kau sudah mengetahuinya?”tanyanya. “Apa tujuanmu sebenarnya? Kenapa kau menyalin dokumen rahasia itu?”

“Kenapa?” balas Sehun santai. “Apa kau takut?”

“Kenapa aku harus takut?”balas Kris tetap tenang.

Sehun tertawa, “Yah, namamu memang tidak ada di dalam dokumen itu.”seru Sehun. “Tapi, bagaimana jika aku sudah mengetahui tentang pengkhianatanmu? Semua yang telah kau lakukan pada orang tua Suho dan organisasinya.”

Kali ini Kris tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya. Matanya melebar.

Sehun tersenyum menyeringai, “Aku tidak akan lari. Aku akan bertanggung jawab. Dan aku tidak akan mengatakan hal ini pada siapapun. Tapi, aku butuh bantuanmu.”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

34 thoughts on “FF : GROWL CHAP. 30

  1. gusti_putri berkata:

    Kasian chanyeol,,, knapa chanyeol seakan akan adalah korban,, knapa dia yg paling tersakiti?? Eemm q penasaran bagaimana dngan cerita chanyeol selanjutnya,,??jangan lama y upata nya

  2. XI RA BY berkata:

    Senangnya fast update mulu..
    Ada apakah gerangan dengan oh mi ja?
    Okee.. Okeee… Begini lebih baik buat menebus ketidak ada kabaran (?) Oh mi ja beberapa hari bahkan bulan bulan yg lalu :p
    Udah beberpa chapter blakangan ini sy mewek kejer terus tauk. Astagaaaaaa….
    Oke next, penasaran tg lanjutan pembicaraan krishun.

  3. ellalibra berkata:

    Oh y ampun sehun … Syukurlah dy udh spt dlu lg… Sehun yg g takut apapun syukurlah dy udh bangkit dr kesedihannya …. Semangat bang sehun 😀 …. Rumit n penasaran bikin was was jg ni ff … Fighting eon 🙂

  4. Jung Han Ni berkata:

    wah pertemanan kai sehun semakin hari semakin erat nih hihi
    kok kris bisa tau ya yg nyalin dokumen rahasia itu sehun? padahal sebelumnya dia nyurigain suho. ditunggu dh lanjutannya ^^
    keep writing n hwaiting!

  5. aki berkata:

    Wow.. cepet nya di update.. Tapi nggak apa 2 untuk menebus hilang nya onnie oh mi ja selama beberapa bulan kemaren.. mudah mudahan besok cepat update nya lagi.. Bagi an hunhan, kaihun nya seru banget.. di tunggu next story nya..

  6. desi mulya berkata:

    Kai sama Sehun pertemaan nya makin erat ajaaa. seneng akhirnya luhan udh tau pekerjaan sehun. tpi kasian juga sehun nyaT_T … pokoknya puas banget sama chapter ini. thor plisss ya sehun nya jgn ditangkep kan kasian. T__T ..
    next chap jgn lama2 yaaa. fighting

  7. osehn96 berkata:

    so clear ya chapter ini, sepertinya akan terpecahkan. Hah akhirnya sehun sadar kalo ga bisa bhong sama luhan. Perlu sentilan dari luhan sepertinya sehun tuh ahahah. Ga nyangka aja sama masalalu nya kris trnyata berhianat. Duh duh duuuh lanjuut

  8. Hilma berkata:

    Yeaa., fast update lagiii.,
    suka suka sukaa…
    suka banget karakter sehunn…
    tp dia terlalu baik 😦
    next neee

  9. Ava berkata:

    Sehun gak bakal ditangkep kan?!!! 😢
    Ah, suka banget sama kaihunnya…
    Moga aja persahabatan sehun sama chanyeol baik-baik ajaa… 😍
    Fast update lgi nee…

  10. Yaya berkata:

    Aakkk…keren…keren…setiap baca deg-degan terus…brtanya2 gimna selanjutnya…apa yg akan trjadi dengan Sehun dkk.
    Dan Daebak updatenya cpet bnget…🙆

  11. han berkata:

    yes senangnya update asap trus kaka ini .. lop yuu ..

    suka kaihun sekali di ff ini , prsahabatan mreka benar2 unik..
    bingung mau comment apa lagi yg pasti ff ini ddaebak , keren bgt, top bgt ..
    genre brothership family sma cast nya paling kece ..

    brharap bsok update asap lg , semangat ka mija .. lop yuuu

  12. mongochi*hae berkata:

    ooooo.. oh Sehun tlah kmbali..
    tp ak mksd dia minta tolong pd Kris ?
    blas dendam ???

    dr cerita n bnyk bgt plajaran yg bsa diambil. aplg soal persahabatan. hebat dh kmu yg udah bkin n cerita

    next part dtunggu

  13. nisrina alifia nabila berkata:

    Omegat omegat omegattt….
    Kyaaaa…… >_< makin suka deh sama author ^^ fast update ya… Kutunggu lanjutannya ^^

  14. Shofalina Han berkata:

    gatau mau komen apaan .-.
    kasian Sehun..
    Kris, ikutin aja apa yg direncanain Sehun..
    please kasian Sehun yg banyak bebannya .-.

  15. Nanako gogatsu berkata:

    Nangis iya, seneng iya karena pershabatan mereka, penasaran iya,, ahh.. Komplit dah.. Part ni,, penasaran ama rencana sehun yang ngajak kris gabung,, n sukaaaa banget ama kai.., yang selalu tao apa yang ada difikiran sehun.. Sahabat banget dehh.. Walaopun musuh., tp hubungan mereka itu lhoo…. Kayak saudara,, hehe.. 😀
    Next chapter di tunggu selalu..
    Oh iya lord of the legend nya qo’ g’ dilanjutin siihh.. Padahal dah tak tunggu-tunggu kelanjuttannya.. Pokoknya
    SEMANGAT….!!!!!

  16. Xi OhByun berkata:

    unni epepnya bikin baper.. kerasa kaya
    beneran. tali persahabatannya itu loh bikin gue gereget.

    mian unnie ini pertama kali aku komen, soalnya gak tau gimana caranya komen di blog. gagal mulu T_T.. di lanjut eoonnnn ffnya

  17. dewi kim berkata:

    dag dug dug nunggu.nya.. 🙂
    lanjutin dong thooorr… penasaran sama lanjutannya… rasanya udah gk sabar ingin tau 🙂
    jangan hiatus lho yaaaa…. hehhe
    para readers nungguin… 🙂

  18. momon berkata:

    Sehun selalu kayak gitu, ngelakuin sendiri.
    dan ini . apalagi yg mau dia lakuin ?
    minta bantuan kris ?
    hadehhh sehunnnnn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s